cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 138 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU SOSIAL PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA PEGAGAN KIDUL CIREBON Wahyono Wahyono; Husnul Khotimah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9847

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah terdapat dampak yang ditimbulkan terhadap penggunan gadget terhadap perilaku sosial anak usia sekolah dasar di Desa Pegagan Kidul Cirebon. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penggunaan gadget terhadap perilaku sosial anak usia sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Metode kualitatif digunakan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (observasi, wawancara, dokumentasi), dan hasil penelitian kualitatif bersifat memahami makna, keunikan, mengkontruksi fenomena. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan gadget tanpa kontrol dan pengawasan orang tua memberikan dampak negatif terhadap perilaku sosial anak usia sekolah dasar. Dalam penelitian ini 10 anak di kelas usia anatar 6- 12 tahun yang menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 6 jam sehari baik di rumah maupun di temapt penyedia layanan wifi dan mengalami perubahan perilaku. Dampak yang ditimbulkan yaitu lebih ke dampak negatif yaitu : Membuat Video joged-joged dengan aplokasi tiktok di tempat-tempat umum tanpa mempemedulikan sekitar, mudah marah dan tersingguung, menirukan adegan-adegan tidak senonoh di depan orang lain entah saat becanda ataupun sengaja ngerjain temannya, tidak mau menuruti perintah orang tua, sering memusuhi dan bahkan membuli teman yang tidak mau menurut kepada kelompok.
Peran Perempuan dalam Terwujudkan Moderasi Beragama di Era Pandemi covid-19: Studi Analisis Muslimah Reformis Siti Rohmah; Restu Pranaha Ilahi; Yeni Huraini
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9838

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Peran Muslimah Reformis dalam terwujudkan Moderasi Beragama di Era Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Muslimah Reformis dalam terwujudkan Moderasi Beragama di Era Pandemi Covid-19. Metode digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskrptif untuk menganalisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Studi Pustaka dengan pendekatan feminisme islam. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi online terhadap kegiatan Muslimah Reformis Faundation di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Muslimah Reformis dalam terwujudkan Moderasi Beragama di Era Pandemi Covid-19 dimulai dari upaya-upaya penyetaraan, keadilan, toleransi dan penguatan ketauhidan. Hasilnya menunjukan bahwa muslimah reformis foundation tidak hanya aktif dalam penguatan ketauhidan, penguatan idiologi tetapi juga dalam melakukan perubahan nyata (action) mengadakan kegiatan pelatihan kepenulisan dan konten-konten perdamaian. Dimana bibit toleransi dan perdamian tersebut merupakan poin atau akar yang harus dimiliki untuk terwujudkan Moderasi Beragama di Era Pandemi Covid-19.
KONSEP PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF TASAWUF DAN FILSAFAT SERTA PERANNYA PADA ERA INDUSTRI 4.0 Sumanta Sumanta
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9843

Abstract

Penelitian ini menguraikan konsep perempuan dalam perspektif tasawuf dan filsafat serta peranannya pada era industri 4.0. Tasawuf menjadikan jalan bagi siapapun untuk mendekatkan diri kepada Sang Ilahi, temasuk juga dengan perempuan. Intisari tasawuf adalah kesadaran pada komunikasi rohaniah antara manusia dan Tuhan melalui kontemplasi. Selain itu perempuan memiliki kesempatan untuk mencapai kesempurnaan dalam meraih jalan spiritual serta menjadi wakil Tuhan dalam menggapai kesempurnaan. Pembahasan perempuan dalam kajian filsafat ini lebih untuk melihat suatu realitas menjadi konsep dasar dalam mengetahui sesuatu yang secara inderawi dapat dijadikan pengetahuan pedoman hidup. Kerangka metode yang digunakan pada makalah ini ialah studi Pustaka. Studi Pustaka yang dimaksud adalah mengambil beberapa sumber-sumber teks yang relevan dengan topik kajian judul ini. Perempuan dalam dunia tasawuf harus diartikan secara utuh dengan melihat sekaligus mempertimbangkan aspek material dan aspek mentalnya secara utuh sehingga peranan yang diambil perempuan di era kemajuan informasi yaitu era industri 4.0 mampu mengoptimalkan potensi diri bagi kreativitas perempuan dalam berkehidupan sosial masyarakat.Kata Kunci : Perempuan, Tasawuf, Filsafat, Industri 4.0
GENDER DISCOURSES ANALYSIS: REPRESENTASI BIAS GENDER DAN PENGARUHNYA PADA BUKU AJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAI’YAH Pebby Selvira; Prio Utomo
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap representasi bias gender dan pengaruhnya pada buku ajar Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah. Pendekatan penelitian menggunakan metode studi kepustakaan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2020. Pengumpulan data menggunakan metode studi dokumentasi. Sumber data berasal dari Buku Ajar Sejarah Kebudayaan Islam dan buku-buku tentang gender, fikih dan feminism. Analisis data menggunakan analsisi isi dan analis gender. Hasil penelitian mengungkap (1) Terdapat bias gender dalam buku ajar Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah di kelas III, IV, V dan VI; (2) Akumulasi (persentase) penokohan yang diasosiasikan berdasarkan jenis kelamin memperlihatkan tokoh Islam laki-laki lebih tinggi dan mendominasi; (3) Tidak ada keseimbangan dan belum sepenuhnya berbasis gender dimana tokoh Islam perempuan lebih sedikit ditampilkan.
Kedudukan Perempuan dalam Pandangan Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Hanung Sito Rohmawati
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9844

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kedudukan perempuan dalam pandangan aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ada yang memberikan kedudukan istimewa bahkan sangat menghormati perempuan dan ada juga sebaliknya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ajaran tiap-tiap kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hasil dari tulisan ini dapat dijadikan landasan untuk memahami bagaimana kedudukan perempuan dalam pandangan aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pandangan ini dapat digunakan untuk mengembangkan penelitan lebih lanjut, baik mengenai perempuan maupun aliran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang akan memperkaya khazanah keilmuan, terutama dalam kajian gender, kepercayaan lokal dan sosial keagamaan.
BIMBINGAN PENGEMBANGAN KESADARAN BERAGAMA ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI Asriyanti Rosmalina; Tia Khaerunnisa
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9840

Abstract

Dengan hadirnya wabah pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan pada sistem pendidikan khususnya pada anak-anak usia dini. Sehingga proses pembelajaran di sekolah harus dilakukan dengan sistem daring atau mengerjakan tugas sekolah dari rumah. Permasalahan yang muncul terhadap anak usia dini pada masa pandemi, baik yang berhubungan dengan aspek fisik maupun metal dapat diatasi dengan pengamalan nilai-nilai ajaran islam yang diperoleh dari pendidikan Agama Islam. Keberadaan pendidikan Agama Islam tidak hanya berfokus pada teori-teori semata, namun lebih jauh kepada bagaimana nilai-nilai ajaran agama Islam dapat terealisasikan pada kehidupan anak. Dengan begitu, penelitian ini akan mendiskusikan mengenai bagaimana peran Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi problamatika anak pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, jenis penelitian kajian pustaka (Library Research). penelitian ini bertujuan untuk yang menghasilkan data atau informasi yang berbentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan suatu informasi atau data dengan bantuan dari berbagai macam material yang ada diperpustakaan sepertu buku referensi, hasil penelitian terdahulu yang sejenis, artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan masalah yang ingin diteliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa bimbingan Kesadaran beragamaan anak usia dini berfokus pada aspek afektif, konatif, kognitif dan motorik. Bimbingan yang dapat mengembangkan kesadaran keberagamaan dalam aspek afektif dan konatif pada anak usia dini yaitu dengan cara menyanyikan lagu-lagu yang berisi tentang kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Untuk meningkatkan kesadaran keberagamaan dalam aspek kogniti yaitu dengan cara mengenalkan Rukun Iman, Rukun Islam, Asmaul Husna dan lain sebagainya. Sedangkan untuk meningkatkan kesadaran keberagamaan anak dalam aspek motorik yaitu dengan membimbing dan mengajarkan anak usia dini untuk belajar praktek ibadah, seperti praktek whudu dan praktek sholat.
PERAN PEREMPUAN DALAM KETAHANAN KELUARGA DI KABUPATEN KUNINGAN: PROGRAM MEMBANGUN DESA MENATA SUMBER DAYA PANGAN KELUARGA (BUNDA MENYAPA) Istiqomah Istiqomah; Dewi Nur
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9845

Abstract

Program BUNDA MENYAPA merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang menekankan pada peran perempuan agar dapat terlibat aktif dan berpartisipasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Kegiatan BUNDA MENYAPA adalah menanam sayuran di pekarangan rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi kelompok wanita tani terhadap program BUNDA MENYAPA dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Sindangjawa Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan yang merupakan salah satu desa yang telah melaksanakan program ini. Jenis penelitian digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi dalam mengumpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pemberdayaan kelompok wanita tani melalui program BUNDA MENYAPA telah dilakukan dengan baik dan diterima oleh masyarakat, partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Program BUNDA MENYAPA ini cukup baik, terlihat dari partisipasi aktif  mereka dalam setiap kegiatan.
KAWIN TANGKAP (studi sosiologi tentang makna dan praktik kawin tangkap di desa mareda kalada, kec. Wewewa timur, kab. Sumba barat daya) Elsiati Tanggu; Elly Esra Kudubun; Alvianto Utomo
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9841

Abstract

Selain menggunakan tradisi Perkawinan secara umum, dipulau Sumba pada umumnya termasuk, di Kab. Sumba Barat Daya juga mengenal prosesi kawin tangkap (paneta mawinne. Praktik kawin tangkap merupakan jenis perkawinan yang dilakukan dengan cara menangkap perempuan dengan paksa untuk dikawinkan dengan seorang pria yang tidak dicintainya. Pendekatan yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan mendapatkan informasi lebih detail tentang makna kawin tangkap di desa mareda kalada. Disini penelitii ingin menjelaskan makna dan perubahan kawin tangkap Masyarakat Desa Mareda Kalada, Kec. Wewewa Timur, Kab. Sumba Barat Daya. Teori yang digunakan dalam kajian sosiologi konsep makna perkawinan dalam sistem patriarki sudut pandang teori feminisme eksistensialis dari Simone De Beauvoir. Hasil penelitian ini bahwa makna kawin tangkap dalam mengangkat derajat atau untuk menghilangkan rasa malu kepada keluarga laki-laki, di Sumba budaya patriarkinya sangat tinggi sehingga sistem budaya atau adat di dominasi laki-laki. Makna kawin tangkap tidak semata-mata terjadi begitu saja, dapat dilihat bahwa pergeseran makna kawin tangkap yang duluh dan sekarang sedikit berbeda karena kawin tangkap secara paksa ini sebenarnya sudah terjadi dari saman raja-raja dengan sedikit perbedaan yang sekarang, tetap menempatkan perempuan sebagai koban dan objek.
Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Peran Orang Tua Dalam Mengasuh Anak : Prepektif Pasangan Menikah Muda Nikmatul Choyroh Pamungkas
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9846

Abstract

Kajian ini, berangkat dari pola kebiasaan masyarakat dimana perempuan memiliki tugas yang lebih banyak di bandingkan laki-laki padahal mereka saat ingin menikah memiliki tujuan yang sama dalam membangun keluarga yang baru. Perempuan sering di berikan tugas yaitu mengurus anak, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan perempuan juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam artikel ini menggunakan metodologi kualitatif dimana sumber data yang di peroleh dari individu dan dokumen yang lainnya dalam mendukung pembahasan artikel ini. Artikel ini membahas mengenai keadilan dan kesetaraan gender dalam keluarga yaitu peran orang tua atau ayah dan ibu dalam mengasuh anak dan pembagian pekerjaan. Tidak berpatok pada budaya dan kebiasaan dulu yang dimana mengasuh dan mengurus rumah tangga adalah tugas ibu. Hasil dalam penelitian ini adalah kesetaraan gender adalah pembagian peran serta saling tanggung jawab dalam bekerjaanya maka dalam setiap keluarga peran ayah dan ibu merupakan hal yang itu untuk mendidik anak, menjaga anak dalam tumbuh kembang.
KRIMINALISASI PERKOSAAN DALAM PERKAWINAN MENURUT HUKUM PIDANA NASIONAL DAN HUKUM ISLAM Bani Syarif Maula; Vivi Ariyanti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9842

Abstract

Wacana kriminalisasi perkosaan dalam perkawinan telah berlangsung sejak pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) tahun 2019 lalu. Banyak penolakan terhadap upaya kriminalisasi tersebut. Perkosaan dalam perkawinan muncul akibat relasi seksual suami-istri yang timpang tersebut, sehingga perlu ada kebijakan negara untuk merubah kondisi seperti itu, yaitu melalui kriminalisasi sebagai upaya negara dalam menekan kasus tindak kekerasan seksual terhadap perempuan. Tulisan ini membahas perkosaan dalam perkawinan dalam ranah hukum pidana nasional dan hukum Islam. Hukum pidana nasional, seperti KUHP, tidak mengatur perkosaan dalam perkawinan, namun dapat dianggap sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang diatur melalui UU PKDRT, meskipun cakupannya masih sangat luas. Hukum Islam yang menjadi sumber norma masyarakat dan dapat menjadi bahan hukum nasional juga tidak membahas persoalan tentang perkosaan dalam perkawinan. Kajian hukum dan kenyataan sosial perlu dilakukan dengan pendekatan empiris dan menekankan pada tiga komponen hukum, yaitu legal substance (aturan-aturan dan norma-norma hukum), legal structure (institusi dan penegak hukum), dan legal culture (budaya hukum termasuk sikap dan pandangan masyarkat tentang hukum dan norma relasi suami isteri).

Page 6 of 14 | Total Record : 138