Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles
138 Documents
PERANAN PEREMPUAN DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TARI TOPENG CIREBON GAYA SLANGIT DI DESA SLANGIT KECAMATAN KLANGENAN KABUPATEN CIREBON
Faqih Alfarisi
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12900
Peranan perempuan dalam pelestarian tari topeng cirebon gaya slangit sangat penting, di tengah arus kebudayaan pada era globalisasi ancaman kepunahan menjadi nyata bagi keberlangsungan eksistensi tari topeng cirebon gaya slangit sehingga diperlukan upaya pelestarian seperti perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan perempuan dalam melestarikan kesenian tari topeng cirebon gaya slangit pada saat pandangan streotip, marginalisasi dan deskriminasi terhadap perempuan terkonstruk di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui observasi secara langsung dan interview atau wawancara secara mendalam kepada pihak terkait seperti, ketua organisasi ke-perempuanan yang ada di desa Slangit, kepala desa, pemilik sanggar dan masyarakat sekitar. Peranan perempuan dalam upaya pelestarian tari topeng cirebon gaya slangit harus diapresiasi oleh masyarakat dengan melalui kesadaran kolektif bahwa perempuan merupakan bagian dari struktur masyarakat yang sama pentingnya dengan laki-laki, sehingga konstruk sosial yang menjadikan perempuan sebagai makhluk kelas dua setelah laki-laki hilang dalam mindset masyarakat secara luas.Kata kunci: Perempuan, Pelestarian, Tari.
FENOMENA RESESI SEKS DI INDONESIA (Studi Gender Tren ‘Waithood’ Pada Perempuan Milenial)
Musahwi Musahwi;
Minnati Zulfa Anika;
Pitriyani Pitriyani
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12905
Artikel ini mengulas fenomena waithood di kalangan perempuan milenial sebagai bentuk kekhawatiran perempuan terhadap ketergantungan ekonomi dan budaya patriarki. Kemorosotan ekonomi global tidak saja menciptakan “ketakutan” atas daya tahan negara dari krisis, tetapi juga berimplikasi pada mindset individu perempuan terkait kesetaraan gender; hak-hak ekonomi, kemandirian sosial dan budaya yang menciptakan kekhawatiran perempuan untuk membina rumah tangga. Kemajuan teknologi informasi dan masalah ekonomi telah mendorong perempuan milenial untuk memperjuangkan kesataraan ekonomi dan budaya di ruang publik dan privat. Waithood dalam kajian feminisme adalah cerminan perempuan mandiri, cerdas dan memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Studi literatur dalam artikel ini menunjukkan terdapat empat dasar perempuan menunda menikah, yaitu: (1) terbukanya ruang informasi media sosial yang membuka pola pikir perempuan; (2) takut menjadi bagian dari generasi Sandwich; (3) kontrol kuasa atas diri perempuan dalam menempuh pendidikan dan berkarir; dan (4) maraknya kasus kekerasan gender yang merugikan fisik dan psikis perempuan serta ketidak percayaan terhadap lembaga pernikahan.Kata Kunci: Fenomena Waithood, Perempuan, Budaya Patriarki
PEREMPUAN DAN POLITIK : PERAN PEREMPUAN DALAM DUNIA POLITIK PERIODE 2009-2019
Sandy Diana Mardlatillah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12901
Negara indonesia memiliki budaya patriarki yang masih tetap berjalan meskipun lambat laun mulai terkikis karena perkembangan zaman yang semakin modern atau modernisasi. Kaum perempuan tidak sedikit mulai berani mengekpresikan pendapatnya di ruang publik. Secara jelas, dalam undang-undang dituliskan bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya baik laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang eksistensi perempuan dalam keterlibatan di ranah politik. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif. Metode yang digunakan pada penelitian adalah studi kepustakaan (library research), sehingga sebagian besar literatur yang digunakan untuk menggali sumber datanya berasal dari bahan-bahan pustaka dan referensi lain yang relevan seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian adalah Keterwakilan perempuan diranah parlemen telah di berikan ruang walaupun kouta hanya 30% dengan presentase yang naik turun. keterlibatan perempuan pada periode 2009-2014 paling banyak yaitu 101 (18,10%) kemudian pada periode 2014-2019 mengalami penurunan hingga 97 namun caleg perempuan meningkat.Kata kunci: Perempuan, Politik, Peran Perempuan
FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL SEDARAH (INCEST) DI KRIYAN CIREBON DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF
Wardah Nuroniyah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12906
Dalam perkembangan zaman, berbagai macam permasalahan semakin bertambah, tidak terkecali permasalahan dalam bidang hukum keluarga. Walaupun hukum perkawinan telah diatur oleh UU. Perkawinan dan juga Kompilasi Hukum Islam, namun masih saja terdapat praktik menyimpang yang terjadi pada masyarakat. Salah satunya adalah hubungan seksual sedarah (incest) yang terjadi di Kampung Kriyan Desa Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Hal ini sangat menarik untuk dikaji lebih dalam mengenai tinjuan hukum Islam dan hukum positif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif analisis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam hukum Islam, incest dipandang sebagai perbuatan zina. Menurut hukum positif, incest dipandang sebagai pemerkosaan jika terdapat unsur paksaan atau ada salah satu pihak yang dirugikan. Faktor incest disebabkan oleh rendahnya pendidikan dan ekonomi, tempat tinggal yang terlalu sempit, kelainan psikologi dan juga pengangguran. Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh masyarakat berupa tindak lanjut jalur hukum kepada pelaku incest dan juga penyuluhan dari Pemerintah Daerah (PEMDA) Kota Cirebon. Kata kunci: Hubugan Sedarah, Hukum Islam dan Hukum Positif
PERAN ISTRI DI PANDANG DARI 3M DALAM BUDAYA PATRIARKI SUKU JAWA
Fitria Fitria;
Helena Olivia;
Maylia Ayu Nurvarindra
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12902
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketidakseimbangan pembagian peran antara suami dan istri dalam budaya patriarki di Suku Jawa. Adanya istilah-istilah yang menggambarkan peran perempuan salah satunya adalah macak, masak, manak. Tujuan dari penelitian ini adalah agar terdeskripsikannya peran istri di pandang dari istilah 3M (macak, masak, manak) dalam budaya patriarki di masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) yang digunakan untuk mengungkap berbagai teori yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya pergeseran pandangan mengenai peran istri, saat ini seorang istri tetap dapat melakukan peran 3M (macak, masak, manak) namun juga disertai dengan kebebasan untuk meningkatkan nilai diri.Kata kunci: istri, 3M, masa kini, budaya jawa, patriarki
POLA ASUH ORANG TUA YANG MENIKAH DI USIA 17 – 21 TAHUN
Siti Khoirunnisa;
Latifah Qolbi;
Ina Anisan Napisah;
Ijma Amalia;
Fitriana Fitriana;
Lutfatulatifah Lutfatulatifah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12915
Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pola asuh orangtua yang menikah usia tujuh belas tahun sampai dua puluh satu tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pemilihan partisipan dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Terdapat dua tujuan yang berbeda yang melatar belakangi pernikahan yakni karena keinginan sendiri dan dijodohkan. Menariknya yang memutuskan untuk menikah muda dengan alasan meringankan beban bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Namun untuk menjadi orangtua sendiri bekal partisipan berasal dari pengalaman membantu ibu mengurus adik-adik mereka. Namun permasalahan tidak hanya berasal dari pola asuh mereka pada anak-anak namun juga permasalahan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak mereka. Kehamilan yang tidak diinginkan menjadi salah satu factor bagaimana pola asuh orangtua. Kebutuhan anak tentu tidak hanya masalah materi namun juga perhatian dan kasih sayang dari orangtua mereka.Kata kunci: pola asuh; orangtua; pernikahan; usia 17 tahun.
Perlindungan Agama Islam terhadap Anak dari Kekerasan Seksual
Fauzan Hilmi Gunawan;
Hanung Sito Rohmawati
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12903
Aturan yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah aturan yang baku yang harus diterapkan dalam kehidupan di dunia, aturan tersebut disebut dengan agama. Dalam kaitannya antara hubungan agama dan manusia bukan merupakan bentuk definitif dari pengertian agama secara umum yang diakui dan dijadikan sebagai referensi. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya definisi yang pasti mengenai agama. Hubungan agama dan manusia juga tidak terlepas dari kegiatan manusia tersebut dalam kesehariannya, baik berupa kebaikan ataupun keburukan. Kebaikan yang dmaksud misalkan melakukan ritual ibadah dan keburukan yang dimaksud misalkan melakukan kekerasan. Kekerasan adalah kesenangan tanpa hati nurani, bisa menimpa terhadap siapapun dan dari kalangan manapun. Kekerasan terhadap anak merupakan bentuk dari kesenangan tanpa memperdulikan nasib anak, anak yang terkena kekerasan akan mengalami benturan dari fisik maupun mental. Kekerasan seksualitas pada anak juga merupakan bentuk dari kesenangan tanpa hati nurani. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apa yang dimaksud Agama dan Islam. (2) Untuk mengetahui kekerasan seksual pada anak. (3) Untuk mengetahui perlindungan Agama Islam terhadap anak dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil yang didapat adalah (1) Agama diciptakan untuk masyarakat agar saling hidup rukun dan Islam datang sebagai pembawa dari kerukunan tersebut. (2) Kekerasan seksual terhadap anak merupakan hal yang sangat tidak dibenarkan dan sangat tidak manusiawi (3) Islam menjadi pelindung dari kekerasan seksual pada anak.Kata kunci: Agama Islam; Kekerasan Seksual; Perlindungan anak
PENERAPAN KONSELING REBT UNTUK MENINGKATKAN HARDINESS PENYINTAS HIV/AIDS
Mumtaz Afridah;
Dhiya Hisanah Riady;
Muayyadul Fikri;
Nuraisyah Suryaningrat
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12933
HIV merupakan penyakit menular yang sangat destruktif dan mematikan, bahkan sampai saat ini belum ada penelitian medis yang dapat menciptakan antibiotik yang dapat digunakan sebagai pertahanan diri tubuh manusia dari serangan virus HIV. Kondisi ini membuat penyintas yang terdiagnosis terjangkit HIV mengalami dua dampak, yakni dampak medis dan dampak psikologis membuat penyintas (ODHA) mengalami penurunan tingkat Hardiness. Oleh karena itu, dalam penelitian kali ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling REBT dalam meningkatkan hardiness penyintas dan mengetahui gambaran dinamika psikologis penyintas serta faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya peningkatan hardiness pada penyintas HIV, Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan studi deskriptif dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Penelitian ini pun memberikan intervensi berupa konseling REBT. Reseponden pada penelitian ini adalah dua penyintas (ODHA). Hasil dari penelitian yang dilakukan, didapat bahwa konseling REBT mampu meningkatkan hardiness penyintas (ODHA) dan didapat pula gambaran mengenai dinamika psikologis penyintas (ODHA). Selain itu didapat faktor yang melatarbelakangi terjadinya hardiness yaitu pengetahuan akan penyakit, perilaku mencintai diri, dukungan sosial, dan spiritualitas.Kata Kunci: penyintas HIV/AIDS; hardiness; konseling REBT
DUALISME PEREMPUAN DALAM KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF QIRA’AH MUBADALAH FAQIH ABDUL QODIR DAN MAQASHID SYARIAH
Dede Al Mustaqim
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12904
Fenomena dualisme perempuan dalam rumah tangga merupakan sebuah permasalahan yang sampai saat ini masih saja diperdebatkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi kasus dengan mewawancarai dualisme perempuan dalam kesejahteraan rumah tangga. Kemudian data lapangan merupakan sebuah data yang utama dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis konten. Yaitu dengan mengevaluasi dualism perempuan dalam kesejahteraan rumah tangga yang dilakukan dengan 4 informan dengan teori mubadalah faqih abdul qadir dan maqashid syariah. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah Menurut pandangan Maqashid Syari’ah dualisme perempuan dalam rumah tangga sejalan dengan prinsip-prinsip maqashid syari’ah yakni bekerja untuk menjaga keturunan, jiwa, akal, harta dan nashab. Kemudian menurut Teori Qira’ah Mubadalah menegaskan bahwa pekerjaan rumah tangga maupun kerja sosial ekonomi diluar merupakan bagian kesalihan laki-laki dan juga perempuan secara bersama. Islam sesungguhnya mendukung perempuan berkarir diruang publik. Sehingga keterlibatan laki-laki diruang domestik juga menjadi niscaya dalam Islam. Sehingga secara tegas penulis menegaskan bahwasanya dualisme perempuan dalam kesejahteraan rumah tangga sejalan dengan teori mubadalah faqih abdul qadir dan juga maqashid syariah. Kata kunci: Wanita Karir, Teori Mubadalah, Maqashid Syariah, Nafkah
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA PESISIR SUAKA ALAM PERAIRAN SELAT PANTAR
Turasih Turasih
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/equalita.v4i2.13003
Partisipasi perempuan dalam upaya konservasi sumber daya pesisir di Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar, khususnya wilayah Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki posisi yang signifikan bagi terciptanya lingkungan pesisir yang lestari. Sejumlah perempuan tergabung dalam Kelompok Cinta Persahabatan melakukan rehabilitasi mangrove untuk mengatasi abrasi pantai di Kabola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk partisipasi perempuan dalam upaya konservasi sumberdaya pesisir serta bagaimana dinamika dalam menumbuhkan partisipasi perempuan dalam upaya konservasi sumber daya pesisir di SAP Selat Pantar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana peneliti fokus pada detail peristiwa pelestarian pesisir yang dilakukan oleh Kelompok Cinta Persahabatan di Kabola. Fokus dan detail studi kasus ini didalam melalui bentuk pengambilan data berupa wawancara, pengamatan berpartisipasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisiasi perempuan berada di tahap kontrol masyarakat berdasarkan teori tangga partisipasi Arnstein. Sedangkan dinamika yang terjadi dalam menumbuhkan partisipasi perempuan terkait dengan kepemimpinan lokal, dukungan pemangku kepentingan eksternal, serta pekerjaan perempuan di ranah domestik.