cover
Contact Name
Cahyo Yusuf
Contact Email
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Phone
+6281567820558
Journal Mail Official
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Editorial Address
JL. DUKU 5 F/ PERUM KORPRI RT 006/ RW010, KELURAHAN KRAMAT SELATAN, KECAMATAN MAGELANG UTARA
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Repetisi)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 27159612     EISSN : 27159612     DOI : 10.31002
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan keilmuan bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. Artikel yang dimuat merupakan artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis, dan isu penting terkini yang sesuai dengan focus dan scope jurnal. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjalin kerja sama dengan forum-forum mahasiswa ilmiah bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia di tingkat regional, nasional, dan internasional yang sesuai dengan ketentuan spesifikasi artikel sesuai focus dan scope jurnal. Tata tulis mengikuti template yang sudah disediakan di OJS. Perlakuan sama dengan artikel yang masuk ke Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia . Focus dan Scope curriculum and materials development professional development policy and practice in assessment language skills and language components genre based language teaching and literature Indonesian language for foreign speakers technology enhance language learning literature studies linguistics studies
Articles 129 Documents
SISTEM SAPAAN ANTARA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MELAYU MALAYSIA DALAM PERBANDINGAN Eny Kustyorini; Fransiscus Xaverius Samingin; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Melayu dan bangsa Indonesia mempunyai banyak kemiripan dalam berbahasa, tetapi dalam sistem sapaan banyak hal yang berbeda. Adanya persamaan dan perbedaan itu menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian. Selain itu, penelitian perbandingan sistem sapaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan perbandingan sistem sapaan kedua bahasa ini agar diketahui dibagian mana sajakah persamaan dan perbedaan itu. Penelitian ini akan membahas perbandingan sistem sapaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang merupakan kajian sosiolinguistik. Penulis membatasi penelitian ini pada sistem sapaan yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia dalam perbandingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia mencakup sistem dan bentuk sapaan dalam lingkungan kerabat dan luar kerabat. Pada penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Data yang sudah terkumpul kemudian digolongkan secara sistematis sesuai dengan kepentingan penelitian dan analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoritis dan metodologis. Secara teoritis penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguitik, secara metodologis penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata sapaan yang digunakan oleh orang yang merupakan bagian dari ragam bahasa lisan. Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan oleh alat ucap dengan kata sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, penutur berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Sumber data dan objek penelitian ini adalah kata sapaan dan perbandingan serta wujud data dalam penelitian ini adalah kata-kata sapaan kekerabatan dan nonkekerabatan, baik dalam hubungan kekerabatan maupun nonkekerabatan serta kaitannya dengan status adat, agama, jabatan, jenis kelamin dan umur yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia yang didapatkan ketika penelitian.Kata kunci: sistem sapaan, kata sapaan, perbandingan sapaan, dan bentuk sapaan.
Kata Kerja Mental dalam Teks Pidato Presiden Pada Peringatan HUT Ke-74 RI sebagai Bahan Ajar Kebahasaan Teks Ceramah di SMA Titania Annisa Pradini; Fransiscus Xaverius Samingin; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi bentuk kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (2) memperoleh deskripsi perilaku sintaktis kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (3) memperoleh deskripsi makna semantis kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (4) memperoleh bahan ajar kata kerja mental dalam pembelajaran kebahasaan teks ceramah di SMA. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan data berupa kalimat yang mengandung kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Penelitian tentang kata kerja mental ini dijadikan sebagai bahan ajar untuk kelas XI SMA pada KD 3.5 yang berisi tentang pengidentifikasian unsur-unsur ceramah, kebahasaan, isi informasi berupa permasalahan aktual yang disajikan dalam ceramah dan KD 4.5 yang membahas penyusunan bagian-bagian penting dari permasalahan aktual sebagai bahan untuk disajikan dalam ceramah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat dua bentuk kata kerja mental yaitu verba monomorfemis dan verba polimorfemis yang terbentuk dari proses pengafiksan meliputi prefiks ber-, prefiks meN-, prefiks di-, kombinasi afiks meN-i, kombinasi afiks meN-kan, kombinasi afiks di-, kombinasi afiks di-kan, dan kombinasi afiks memper-. Hasil (2) terdapat dua jenis perilaku sintaktis kata kerja mental yaitu perilaku ditinjau dari tataran frasa (bergabungnya verba dengan kata berkategori lain dalam fungsi predikat) dan perilaku ditinjau dari tataran kalimat (ada tidaknya nomina sebagai objek atau pelengkap). Hasil (3) makna semantis kata kerja mental dalam penelitian ini berupa makna keadaan, makna proses, dan makna sikap. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan ajar kata kerja mental dalam kebahasaan teks ceramah di SMA.Kata kunci:bahan ajar, kata kerja mental, teks pidato presiden
ASPEK HUMANISME DAN STRUKTUR NOVEL EDENSOR KARYA ANDREA HIRATA Fityatur Rohmah; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Edensor karya Andrea Hirat, mendeskripsikan aspek-aspek humanisme pada novel Edensor karya Andrea Hirata, materi ajar apresiasi sastra. Penyediaan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis dan menggunakan teknik analisa teks. Hasil penganalisisan data menemukan aspek-aspek humanisme (1) cinta kasih antara orang tua dengan anak, (2) cinta kasih suami kepada istri, (3) cinta kasih anak kepada orang tua, (4) cinta kasih kepada sesama teman, dam (5) cinta kasih kepada pasangan atau lawan jenis. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA, tepatnya pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel.Kata kunci: aspek humanisme, struktur, materi ajar, apresiasi sastra
Dekonstruksi Tokoh Kompleks Franklin Clarke dalam Novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie sebagai Materi Ajar Sastra di SMA Gerry Aby Althalarik; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendekatan struktural yang dinilai fundamental dan tidak mau menerima aspek-aspek yang mempengaruhi terbentuknya hasil tulisan yang utuh. Kelemahan pendekatan tersebut dapat ditinjau dari pengkajian beberapa aspek yang membangun   karya    sastra, salah satunya ialah tokoh. Pengkajian tokoh menggunakan pendekatan struktural   mempunyai   kelemahan karena hanya dapat mengkaji satu sisi kehidupannya saja.  Kenyataannya, setiap manusia mempunyai dua sisi kehidupan. Sisi yang pertama ialah sisi baik dan yang kedua ialah sisi buruk.  Oleh karena itu, muncullah teori dekonstruksi sastra. Pendekatan dekonstruksi muncul untuk mengkaji makna tersembunyi di balik penangkapan struktural. Sumber data yang telah dianalisis menggunakan pendekatan dekonstruksi ialah novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie. Tujuan  penelitian ini yaitu: (1)  mendeskripsikan dekonstruksi tokoh kompleks Franklin Clarke pada  novel Pembunuhan  ABC karya  Agatha Christie dan  (2)  menyusun materi ajar  sastra di SMA menggunakan dekonstruksi tokoh  kompleks Franklin Clarke dalam novel Pembunuhan  ABC karya  Agatha Christie. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan data berupa dialog, narasi berupa kalimat, dan paragraf yang mengandung dekonstruksi karakter tokoh Franklin Clarke.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah metode studi pustaka dengan teknik kartu data, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi-deskripsi tentang dekonstruksi tokoh kompleks yang tersembunyi di dalam teks.  Hasil tersebut kemudian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar supaya dapat dipelajari oleh siswa SMA, terutama kelas XII pada KD 3.9 dan 4.9.Kata Kunci: dekonstruksi, tokoh  kompleks, Pembunuhan  ABC, Agatha Christie, materi pembelajaran sastra di SMA.
JENIS-JENIS PERMAINAN BAHASA PADA TATARAN BUNYI KATA, BENTUK KATA, DAN MAKNA KATA DALAM KOMIK CIAYO COMICS DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT DI SMA Akhmad Syaiful Anas; Fransiscus Xaverius Samingin; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang bervariasinya bahan ajar dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu bahan ajar pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah adalah dengan bahan ajar menggunakan komik. Bahan ajar komik dapat digunakan sebagai pembelajaran pada unsur kebahasaan, yaitu teks anekdot. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memaparkan jenis-jenis permainan bahasa pada tataran bunyi kata dalam komik di Ciayo Comics (2) memaparkan jenis-jenis permainan bahasa pada tataran bentuk kata, (3) memaparkan jenis-jenis permainan bahasa pada tataran makna kata, dan (4) mengimplementasikan bahan ajar pembelajaran teks anekdot yang dikembangkan dari jenis-jenis permainan bahasa dalam komik Ciayo Comics. Agar dapat mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan sumber data komik pada aplikasi Ciayo Comics. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik catat. Kemudian data dianalisis menggunakan metode padan intralingual dan metode ekstralingual, sedangkan tekniknya menggunakan teknik hubung banding menyamakan (HBS), hubung banding membedakan (HBB), dan hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan penelitian, ditemukan 27 data jenis-jenis permainan bahasa pada komik di Ciayo Comics. Permainan bahasa tersebut adalah permainan bahasa pada tataran bunyi kata yaitu berupa zeroisasi, anaptikis dan substitusi bunyi. Jenis permainan bahasa pada tataran bentuk kata yaitu akronim, reduplikasi, dan singkatan, dan pada tataran makna kata berupa homonimi dan polisemi.Kata Kunci: permainan bahasa, komik, anekdot, Ciayo Comics
Ragam Konotasi Kolektif pada Kalimat Majemuk Setara dalam Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari Garnis Bondan Wirawan; Hari Wahyono; Molas Warsi Nugraheni
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berkomunikasi sehari-hari, kita perlu memahami kata-kata yang terucap, baik yang diucapkan si penutur maupun mitra tutur. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena kata-kata atau ungkapan-ungkapan dapat menimbulkan nilai rasa (makna) yang beragam. Rumusan masalah penelitian ini,yakni apa sajakah ragam konotasi kolektif yang terdapat pada kalimat majemuk setara dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi ragam konotasi kolektif yang terdapat pada kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari. Data penelitian ini diperoleh menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian ini menunjukkan ragam konotasi kolektif berupa (1) konotasi kolektif tunggal pada kalimat setara, (2) konotasi kolektif ganda pada kalimat setara, (3) gabungan tiga konotasi kolektif pada kalimat majemuk setara, (4) gabungan empat konotasi kolektif pada kalimat majemuk setara.Kata Kunci: ragam konotasi kolektif, kalimat majemuk setara, kumpulan cerpen Senyum Karyamin
Nilai Sosial dalam Kumpulan Cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Teks Eksplanasi di SMA Nuha Nur Umara Rafi; Mursia Ekawati; Fifit Firmadani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh rasa sosial yang dimiliki oleh seorang wanita kepada orang-orang di sekelilingnya dalam kumpulan cerpen. Masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) nilai sosial apa saja yang terkandung dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami dan (2) bagaimana bahan ajar nilai sosial yang terkandung dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami pada pembelajaran teks eksplanasi di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenainilai sosial yang terkandung dalam kumpulan cerpenSi Parasit Lajang karya Ayu Utami dan menghasilkan bahan ajar nilai sosial yang terkandung dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utamipada pembelajaran teks eksplanasi di SMA.Penelitian ini juga mempelajari mengenai pengertian teks eksplanasi, tujuan teks eksplanasi, struktur teks eksplanasi, dan langkah-langkah menyusun teks eksplanasi. Alasan penelitian ini mengambil nilai sosial karena kebanyakan peserta didik menyusun teks eksplanasi mengenai fenomena alam, sangat jarang yang menyusun teks eksplanasi mengenai nilai sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian nilai sosial dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami berupa nilai sosial yang tersirat maupun tersurat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik menyiapkan sumber data, membaca, menandai, mencatat, mengkode, dan mereduksi data, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa analisis-analisis mengenai nilai sosial dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Nilai sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami yaitu nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab, dan nilai keserasian hidup. Data yang diperoleh sebanyak 18 data. Nilai kasih sayang terdapat 9 data, nilai tanggung jawab terdapat 4 data, dan nilai keserasian hidup terdapat 5 data.Hasil penelitian ini kemudian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar di SMA kelas XI pada KD 3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi dan 4.4 Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Hal ini didukung dengan banyaknya data yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Si Parasit Lajang karya Ayu Utami, yaitu sebanyak 18 data. Penelitian ini mengkaji nilai sosial dalam kumpulan cerpen baik secara tersirat maupun tersurat.Kata Kunci: Nilai Sosial, Si Parasit Lajang, Teks Eksplanasi, Materi Pembelajaran Sastra di SMA.
KALIMAT KOMPLEKS PARATAKTIK DAN HIPOTAKTIK SERTA FORMULASI MATERI AJARNYA Hairu Firdaus; Cahyo Yusuf; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah (1) mengetahui kalimat kompleks parataktik dan hipotaktik yang terdapat pada cerita pendek, (2) menganalisis bentuk kalimat kompleks yang terdapat pada cerita pendek, dan (3) menghasilkan materi ajar kalimat kompleks dengan memanfaatkan media cerita pendek di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah metode simak, sementara teknik yang digunakan ialah teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode agih dan teknik yang digunakan ialah Bagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian ini ialah, (1) terdapat tiga jenis kalimat kompleks, yaitu kalimat kompleks parataktik, contohnya, Kedai kopi bermunculan di mana-mana, tetapi warung kopi Bu Trinil tetap menjadi favorit saya; kalimat kompleks hipotaktik, contohnya, Seandainya saya punya kucing, mungkin saya akan jual kucing juga; kalimat kompleks gabungan parataktik dan hipotaktik, contohnya, Setelah didera berbagai kegagalan, Marbangun memutuskan untuk berserah kepada Tuhan, menjauhkan diri dari godaan duniawi., dan (2) bentuk kalimat kompleks yang dianalisis berdasarkan fungsi dan kategori kalimat, contohnya, Kedai kopi bermunculan di mana-mana, tetapi warung kopi Bu Trinil tetap menjadi favorit saya. Hasil analisis kalimat kompleks berdasarkan fungsi sintaksis berupa: S-P-K-Konj-S-P-Pel, dan berdasarkan kategori sintaksis berupa: N-V-Pro.N-Konj-N-V-N. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi ajar kalimat kompleks dengan sumber data cerita pendek. Materi ajar ini dapat digunakan pada kelas XI SMA, khususnya Kompetensi Dasar 3.1 menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan.Kata Kunci: kalimat kompleks, parataktik, hipotaktik, jenis kalimat
KARAKTER PROTAGONIS TOKOH “AKU” DALAM NOVEL “CINTA TAK PERNAH TEPAT WAKTU” KARYA PUTHUT EA DENGAN PENDEKATAN PSIKOANALISIS DAN IMPLEMENTASI APRESIASI SASTRA DI SMA Affif Mudrikah; Mursia Ekawati; Molas Warsi Nugraheni
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya Puthut EA merupakan penelitian psikoanalisis. Novel ini merupakan novel pertama yang ditulis oleh Puthut EA. Novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya Puthut EA juga novel Best Seller. Terbukti dengan adanya cetakan ke tujuh oleh penerbit Mojok. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa saja karakter tokoh “aku” berdasarkan pendekatan psikologis dalam novel Cinta Tak Pernah Datang Tepat Waktu karya Puthut EA? (2) Bagaimana rancang bangun pembelajaran karakter tokoh “aku” dalam novel Cinta Tak Pernah Datang Tepat Waktu karya Puthut EA di SMA?. Tujuan penelitian ini yaitu: menyebutkan macam-macam karakter tokoh “aku” dalam novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya Puthut EA serta mengimplementasikan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teori deskriptif analisis dan teori Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra yang menghasilkan penelitian kualitatif. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak, baca, catat.  Hasil penelitian ini yaitu macam-macam karakter tokoh “aku” berdasarkan teori kepribadian Sigmund Freud. Kepribadian id menonjolkan karakter malas, percaya diri, dan pintar. Kepribadian ego menonjolkan karakter egois, pantang menyerah, cemas, dan penyayang. Kepribadian superego menonjolkan karakter profesional, sopan dan ramah. Penelitian juga ini dapat diimplementasikan dalam pengajaran apresiasi karya sastra sesuai dengan KD 3.8 dan KD 4.8 kelas XII di SMA. Sebagai bahan ajar apresiasi karya sastra oleh guru materi ini disesuaikan dalam bentuk handout. Pengajaran tersebut menggunakan metode pendekatan ilmiah dengan lima tahap, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan menyajikan. Pesrta didik diharapkan dapat bertanggungjawab  dalam memahami dan menyajikan pementasan drama mini di depan kelas.Kata kunci: novel, psikologi, karakter
MAKNA SUBKATEGORI MODALITAS PADA KALIMAT LANGSUNG DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2016 “TANAH AIR” Riza Annisa Aulia; Hari Wahyono; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyak ditemukan kalimat langsung yang mengandung makna subkategori modalitas dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Rumusan masalahnya, yaitu (1) apa saja subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air” dan (2) apa saja makna subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Adapun tujuan penelitian ini, yaitu (1) memperoleh deskripsi mengenai subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air” dan (2) memperoleh deskripsi mengenai makna subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode simak dan teknik catat, sedangkan metode dan teknik yang digunakan untuk mengenalisis data yaitu metode deskriptif analitik dan teknik pilah unsur tertentu. Hasil penelitian ini ditemukan 5 subkategori modalitas, yaitu (1) modalitas intensional, (2) modalitas epistemik, (3) modalitas deontik, (4) modalitas dinamik, dan (5) modalitas deontik dan dinamik. Selanjutnya, juga ditemukan 11 makna subkategori modalitas, yaitu (1) keinginan, (2) ajakan, (3) kemungkinan, (4) keteramalan, (5) keharusan, (6) kepastian, (7) izin, (8) perintah, (9) kemampuan, (10) kemauan dan keakanan, dan (11) izin dan kemampuan.Kata kunci: makna, subkategori, modalitas, dan cerpen

Page 3 of 13 | Total Record : 129