cover
Contact Name
Wahyu Andy Nugraha
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6282234502425
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : 27237583     DOI : -
Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal aim to become a medium of dissemination of high quality research and scientific note in the fiend of marine and fisheries. This journal can be accessed and downloaded freely for everyone. The article published in this journal have been pass the rigorious peer review by the expert reviewer. This journal accept every article that contain the following, but not limited to, scope: Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal is expected to function as a medium for the dissemination of quality scientific research results as well as scientific rebuttal (notes) in the marine and fisheries sector which can be accessed online and free of charge by the Indonesian community and the international community. The articles (articles) published in this journal are articles that have passed peer-review (partner bebestari). This journal accepts every article which contains, but is not limited to, the scope: 1. Ecology and biology of marine and fisheries 2. Marine and Aquaculture 3. Marine and Aquatic Conservation 4. Marine Water Pollution 5. Management of marine and aquatic resources 6. Marine and fishery processing technology
Articles 299 Documents
Penilaian Tingkat Keberhasilan Penanaman Mangrove Di Kawasan Pantai Kuala Samboja Kutai Kartanega Kalimantan Timur Maulana, Rifki; Eryati, Ristiana; Nurfadilah, Nurfadilah
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.27651

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove penting untuk dijaga karena berfungsi mengontrol ketersediaan bahan organik di perairan pantai untuk menunjang kehidupan organisme di perairan laut. Kegiatan penanaman mangrove merupakan salah satu upaya menjaga kestabilan ekosistem, dengan cara merehabilitasi ekosistem mangrove di suatu kawasan. Tingkat keberhasilan hidup dan tingkat pertumbuhan menjadi acuan dalam penilaian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove Rhizophora sp yang ditanam di wilayah pesisir Kuala Samboja. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2022. Pengukuran bibit dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh terdiri dari bibit hidup dan mati, tinggi bibit, diameter bibit dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove sebesar 22%, yaitu dari 400 bibit pada awal pengukuran menjadi 89 bibit pada akhir pengukuran. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki tingkat keberhasilan hidup yang rendah. Pertumbuhan tinggi bibit 6,67%, diameter batang 21,4%, dan jumlah daun 4%. Kata Kunci: Mangrove, Laju Pertumbuhan, Kuala SambojaABSTRACTMangrove ecosystems are important to maintain because they function as controllers for the availability of organic matter in coastal waters to support the life of organisms in marine waters. Mangrove planting activities are one of the efforts to maintain ecosystem stability, by rehabilitating mangrove ecosystems in an area. life success rate and growth rate become a reference in this assessment. This study aims to measure the survival rate of mangrove seedlings of the Rhizophora sp species planted in the coastal area of Kuala Samboja. The research was conducted in June - October 2022. Measurements of seedlings were carried out at the beginning and end of the research. The method used is a survey with a quantitative approach. The data obtained was in the form of live and dead seedlings, height, diameter of seedlings, and number of leaves. The results showed that the survival rate of mangrove seedlings was 22%, from 400 seedlings at the beginning of the measurement to 89 seedlings at the end of the measurement. This condition shows that these activities have a low life success rate. The growth of seedling height was 6.67%, stem diameter was 21.4%, and number of leaves was 4%. Based on the results above, the height.Keywords: Mangrove, Survival Rate, Kuala Samboja
Interaksi Fungsional PPI Paotere Dan PP Untia Dalam Mendukung Operasional Perikanan Tangkap Di Kota Makassar Fada, Andi Tenri; Ilyas, M. Irham; Kurnia, Muhammad; Muhibuddin, Andi Firman; Erlangga, Dhiaz
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.32740

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perikanan tangkap melalui penyediaan fasilitas, layanan perbekalan, dan sistem distribusi hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan fasilitas, tingkat operasional, dan pola interaksi fungsional antara PPI Paotere dan PP Untia dalam sistem perikanan tangkap Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-komparatif dengan dukungan data kuantitatif dan analisis spasial. Data primer diperoleh melalui observasi 28 indikator fasilitas berdasarkan Permen KP No. 08/2012 dan survei terhadap 45 responden, sedangkan data sekunder meliputi statistik produksi, kunjungan kapal, serta perbekalan melaut. Tingkat operasional dinilai menggunakan lima indikator utama (BBM, air bersih, es, frekuensi kunjungan kapal, dan volume produksi) dengan sistem skoring komparatif, serta dianalisis spasial menggunakan ArcGIS untuk melihat konektivitas antar pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP Untia memiliki tingkat ketersediaan fasilitas lebih tinggi (84%) dibandingkan PPI Paotere (61%). Namun, PPI Paotere memiliki tingkat operasional lebih tinggi jauh melampaui PP Untia. Hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas tidak selalu sejalan dengan tingkat pemanfaatannya. Interaksi kedua pelabuhan bersifat komplementer, dengan Paotere sebagai pusat pendaratan utama dan Untia berpotensi sebagai pelabuhan perikanan penyangga. Integrasi fungsi, peningkatan aksebilitas, dan optimalisasi fasilitas pendukung diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pelabuhan perikanan di Kota Makassar.Kata Kunci: Fasilitas; Interaksi fungsional; Operasional; Pelabuhan Perikanan ABSTRACTFishing ports play a strategic role in supporting capture fisheries operations through the provision of facilities, logistical services, and fish distribution systems. This study aims to analyze facility availability, operational performance, and the pattern of functional interaction between Paotere Fishing Port (PPI Paotere) and Untia Fishing Port (PP Untia) within the capture fisheries system of Makassar City. A descriptive-comparative approach supported by quantitative data and spatial analysis was employed. Primary data were obtained through observation of 28 facility indicators based on Indonesian Ministerial Regulation (Permen KP No. 08/2012) and a survey of 45 respondents, while secondary data included production statistics, vessel visits, and fishing supply volumes. Operational performance was assessed using five key indicators (fuel supply, freshwater, ice, vessel visit frequency, and production volume) through a comparative scoring system, and spatial analysis using ArcGIS was applied to examine connectivity between the two ports. The results indicate that PP Untia has a higher level of facility availability (84%) compared to PPI Paotere (61%). However, PPI Paotere demonstrates substantially higher operational performance, far exceeding that of PP Untia. These findings suggest that facility completeness does not necessarily correspond to higher utilization levels. The interaction between the two ports is complementary, with Paotere functioning as the primary landing center and Untia having the potential to serve as a supporting fishing port. Functional integration, improved accessibility, and optimization of supporting facilities are required to enhance efficiency and sustainability within Makassar’s fisheries port system.Keywords: Facilities; Functional interaction; Operational; Fishing port
Analisis Konten Sinematik Tiktok Sebagai Media Promosi Wisata Pantai Gili Labak, Sumenep Ibrahim, M Malik; Cholil, Ahmad
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.33194

Abstract

ABSTRAKPerkembangan media sosial telah mengubah strategi promosi pariwisata dari pendekatan konvensional menuju komunikasi visual berbasis digital. Salah satu platform yang berperan signifikan dalam promosi destinasi wisata adalah TikTok, khususnya melalui konten sinematik yang menonjolkan estetika visual dan storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konten sinematik TikTok merepresentasikan dan mempromosikan wisata Pantai Gili Labak, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap video TikTok bertema Gili Labak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi konten video, kemudian dianalisis berdasarkan elemen sinematik yang meliputi sudut pengambilan gambar, komposisi visual, warna, musik, narasi, dan alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten sinematik TikTok mampu membangun citra positif destinasi wisata melalui visualisasi keindahan alam, penggunaan musik emosional, serta teknik pengambilan gambar yang estetik. Konten tersebut berperan dalam membentuk daya tarik wisata dan meningkatkan eksposur Pantai Gili Labak di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten sinematik TikTok memiliki potensi besar sebagai media promosi wisata berbasis visual dan storytelling.Kata Kunci: konten sinematik, TikTok, promosi wisata, media sosial, Gili Labak.ABSTRACTThe development of social media has transformed tourism promotion strategies from conventional approaches to digital-based visual communication. One platform that plays a significant role in promoting tourist destinations is TikTok, particularly through cinematic content that emphasizes visual aesthetics and storytelling. This study aims to analyze how cinematic TikTok content represents and promotes Gili Labak Beach tourism in Sumenep Regency. This research employs a qualitative approach using content analysis of TikTok videos themed around Gili Labak. Data were collected through observation and documentation of video content, then analyzed based on cinematic elements, including camera angles, visual composition, color, music, narration, and storytelling flow. The results indicate that cinematic TikTok content is able to build a positive image of the tourist destination through the visualization of natural beauty, the use of emotional music, and aesthetic filming techniques. Such content plays an important role in shaping tourist attraction and increasing the digital exposure of Gili Labak Beach. This study concludes that cinematic TikTok content has great potential as a visual- and storytelling-based tourism promotion medium.Keywords: cinematic content, TikTok, tourism promotion, social media, Gili Labak.
Pengaruh Kepadatan Yang Berbeda Pada Transportasi Basah Tertutup Terhadap Kelangsungan Hidup Benur Vaname (Litopenaeus vannamei) Putra, Akbar Purnama; Wirawan, Indra; Madyowati, Sri Oetami
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.33035

Abstract

ABSTRAKKomoditas perikanan khususnya benur tidak terlepas dari proses transportasi, akan tetapi pada proses ini sering ditemukan kendala mortalitas benur yang salah satu permasalahanya terkait dengan kepadatan yang berdampak pada persaingan ruang gerak konsumsi oksigen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah kepadatan optimal untuk benur udang vannamei (Litopenaeus vannamei) ukuran pl 7 pada pengangkutan sistem tertutup selama kurang lebih 7 jam pengangkutan. Rancangan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan a: kepadatan 2000 ekor/ liter, perlakuan b : 2500 ekor/L, perlakuan c : 3000 ekor/L, perlakuan d : 3500 ekor/L, perlakuan e : 4000 ekor/L, perlakuan f : 4500 ekor/L. Sampel penelitian ini menggunakan benur vaname pl-7 diperoleh dari upbl situbondo yang kemudian dilakukan proses transportasi menuju ibap prigi dengan durasi waktu 7 jam. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan dianalisis dengan statistik didapati bahwa kepadatan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup benur vaname pl-7 pada pengangkutan dengan sistem basah tertutup dan perlakuan (a) memberi hasil tertinggi dengan nilai kelangsungan hidup sebesar 97,55%. Parameter kualitas air berada dalam kisaran normal yaitu suhu air berkisar antara 23-26 0C, salinitas 31 ppm, ph 7,1 -7,8 dan oksigen terlarut 4-6 ppmKata Kunci: benur, Kepadatan, Kelangsungan Hidup, Transportasi, vanameABSTRACTFishery commodities, especially fry, are inseparable from the transportation process, however, in this process, mortality problems of fry are often found, one of which is related to density which impacts competition for space for oxygen consumption. The purpose of this study was to determine the optimal density for vannamei shrimp fry (Litopenaeus vannamei) size pl 7 in a closed system transportation for approximately 7 hours of transportation. The design used was a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. Treatment a: density of 2000 individuals/liter, treatment b: 2500 individuals/liter, treatment c: 3000 individuals/liter, treatment d: 3500 individuals/liter, treatment e: 4000 individuals/liter, treatment f: 4500 individuals/liter. The sample of this study used vaname fry pl-7 obtained from UPBL Situbondo which was then transported to Ibap Prigi with a duration of 7 hours. Based on the results of the research that has been conducted and analyzed statistically, it was found that different desities significantly affected the survival rate of vaname pl-7 fry in transportation using a closed wet system and treatment (a) gave the highest results with a survival rate of 97.55%. Water quality parameters were within the normal range, namely water temperature ranging from 23-26 0C, salinity 31 ppm, pH 7.1-7.8 and dissolved oxygen 4-6 ppm.Keywords: Fry, Density, Survival, Transportation, Vaname
Komposisi Pakan Ikan Caru (Megalaspis cordyla) Berdasarkan Analisis Isi Lambung Di Perairan Laut Kota Dumai, Provinsi Riau Saputra, Eka; Harahap, Mutiara Alkayakni; Harjuni, Fiki; Tambunan, Fitri Rahmayani
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.32491

Abstract

ABSTRAKIkan caru (M. cordyla) merupakan salah satu spesies ikan pelagis yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis penting di wilayah perikanan Kota Dumai. Namun, informasi ilmiah mengenai komposisi pakan dan pola makan spesies ini di perairan Dumai masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian sebagai dasar pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi makanan dan kebiasaan makan ikan caru berdasarkan isi lambung. Sebanyak 90 sampel ikan dianalisis menggunakan metode indeks preponderansi (IP) untuk menentukan jenis dan persentase pakan utamanya. Analisis deskriptif digunakan untuk menguraikan persentase volume dan frekuensi makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan utama ikan caru adalah ikan senangin (E. tetradactylum) dengan nilai IP 52-80% pada seluruh kelas ukuran. Makanan pelengkap terdiri atas kerang darah (A. granosa), udang putih (P. merguiensis), dan detritus dengan nilai IP berkisar antara 1–26%. Temuan ini menegaskan bahwa ikan caru memiliki sifat karnivora dan berperan sebagai predator tingkat menengah dalam rantai makanan pesisir. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengelolaan sumber daya ikan caru secara berkelanjutan di Perairan Kota Dumai serta berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan strategi pengelolaan perikanan berbasis ekosistem.Kata kunci: Dumai, kebiasaan makan, isi lambung, ikan CaruABSTRACTTorpedo scad (Megalaspis cordyla) is one of the pelagic fish species with significant ecological and economic importance in the fisheries of Dumai City waters. However, scientific information regarding its diet composition and feeding habits in Dumai waters remains limited, necessitating research as a foundation for sustainable fisheries management. This study aimed to analyze the diet composition and feeding habits of torpedo scad based on stomach content analysis. A total of 90 fish samples were examined using the Index of Preponderance (IP) method to determine the main food items and their percentages. Descriptive analysis was applied to describe the volumetric percentage and frequency of occurrence of food items. The results showed that the primary diet of torpedo scad was fourfinger threadfin (Eleutheronema tetradactylum), with IP values exceeding 52–80% across all size classes. Supplementary food items included blood cockle (Anadara granosa), white shrimp (Penaeus merguiensis), and detritus, with IP values ranging from 1–26%. These findings indicate that torpedo scad exhibits carnivorous feeding behavior and functions as a mid-level predator in the coastal food web. The results are expected to serve as a scientific basis for sustainable management of torpedo scad resources in Dumai waters and to contribute to ecosystem-based fisheries management policies and strategies.Keyword: Dumai, feeding habits, stomach content, torpedo scad
Evaluasi Rasio Puree Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) dan Puree Nanas (Ananas comosus) terhadap Karakteristik Fisik dan Preferensi Konsumen pada Selai Agus Mardeki; Adlina Ardhanawinata; Seftylia Diachanty; Irman Irawan; Ita Zuraida; Ilmiani Rusdin
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.33138

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas perikanan yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk pangan olahan, salah satunya selai. Namun, karakteristik sensori rumput laut yang relatif netral dapat memengaruhi tingkat penerimaan konsumen, sehingga diperlukan penambahan bahan lain seperti buah nanas (Ananas comosus) untuk meningkatkan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio puree K. alvarezii dan puree A. comosus terhadap karakteristik fisik dan tingkat kesukaan konsumen pada selai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan rasio puree, yaitu A0 (puree K. alvarezii 100%); A1 (puree K. alvarezii 70% dan puree A. comosus 30%); A2 (puree K. alvarezii 60% dan puree A. comosus 40%); A3 puree K. alvarezii 50% dan puree A. comosus 50%); serta A4 (puree K. alvarezii 40% dan puree A. comosus 60%) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Parameter pengujian meliputi karakteristik fisik berupa pH dan warna (L*, a*, b*), serta uji hedonik yang mencakup aroma, tekstur, rasa, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree A. comosus berpengaruh terhadap karakteristik fisik selai, ditandai dengan penurunan nilai pH serta peningkatan nilai kecerahan (L*) dan intensitas warna kuning (b*). Hasil uji hedonik menunjukkan nilai kesukaan aroma sebesar 4,67–7,53, tekstur 4,03–7,47, rasa 4,77–8,30, dan warna 4,90–7,93. Perlakuan terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis terdapat pada perlakuan A4 (puree K. alvarezii 40% dan puree A. comosus 60%), yang memperoleh nilai tertinggi pada seluruh parameter sensori.
Analisis Konsentrasi Nitrat dan Amonia pada Kolam Budidaya Ikan Koi (Cyprinus carpio) di BBI Pandak Areta Widya Puri; Abdul Malik Firdaus; Inazah Awal Liani
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.33881

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting bagi kelangsungan hidup ikan koi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi nitrat dan amonia yang didukung parameter kecerahan, suhu, TDS, pH, dan DO, serta menganalisis keterkaitannya terhadap kelayakan budidaya berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu dengan pengambilan sampel satu kali setiap minggu. Suhu, kecerahan, dan DO dianalisis langsung di Balai Benih Ikan Pandak; TDS, pH, dan amonia dianalisis di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas jenderal Soedirman; sedangkan nitrat dianalisis di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat berada di bawah baku mutu (1,300–1,677 mg/L). Sementara itu, konsentrasi amonia mengalami fluktuasi dan pada beberapa waktu melebihi batas aman (0,2 mg/L), yang berpotensi menurunkan kualitas air. Parameter pendukung seperti suhu (23–25°C), pH (7,3–7,8), TDS (67–79 mg/L), kecerahan (25–27,5 cm), dan DO (6,1–8 mg/L) masih berada dalam kisaran optimal. Analisis PCA menunjukkan adanya hubungan negatif antara amonia dan oksigen terlarut (DO), serta kedekatan antara nitrat dan kecerahan, yang mengindikasikan kondisi perairan relatif jernih dengan kadar nitrat yang tidak terakumulasi dalam jumlah besar. Secara keseluruhan, kondisi perairan masih layak untuk budidaya ikan koi, namun diperlukan pengelolaan kualitas air yang lebih baik agar mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Kata Kunci: Kualitas air, Nitrat; Amonia, Ikan koi, PCA
Penilaian Kerentanan Ekonomi Masyarakat Pesisir Kabupaten Bangkalan Terhadap Perubahan Iklim Eva Nur Hamidah; Dian Eswin Wijayanti; Moh. Wahyudi Priyanto; Moh. Sholeh; Fitria Hersiana Afifa
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.33362

Abstract

Masyarakat pesisir Kabupaten Bangkalan menghadapi dampak ekologis dan ekonomis akibat perubahan iklim, yang memengaruhi aktivitas penangkapan ikan sehingga pendapatan masyarakat pesisir menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerentanan ekonomi masyarakat pesisir serta mengidentifikasi aset modal penghidupan yang kuat, sehingga dapat dikembangkan sebagai strategi adaptasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) dan Livelihood Assessment Index (LAI) terhadap 70 responden, yang ditentukan melalui quota sampling berdasarkan kepemilikan perahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LVI rata-rata sebesar 0,62 yang termasuk kategori sangat rentan, dengan tingkat kerentanan lebih tinggi pada rumah tangga nelayan yang memiliki perahu karena tingginya ketergantungan pada aktivitas melaut dan terbatasnya diversifikasi usaha. Sementara itu, nilai LAI sebesar 0,53 termasuk kategori sedang, dengan modal sosial sebagai komponen paling kuat dan modal finansial sebagai komponen paling lemah. Aset modal mata pencaharian yang paling kuat adalah social capital. Maka, dasar penentuan strategi untuk mengurangi kerentanan ekonomi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim adalah dengan penguatan aset social capital.
Pertumbuhan Macrobrachium spp. dari Sungai Rongkong dengan Pakan Alami yang Berbeda dan Kandungan Nutrisi Dagingnya Jurniati Jurniati; Siswati Siswati; Andi Mi'rajusysyakur Muchlis; Henny Tribuana Cinnawara; Marhayana Syarifuddin
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.34224

Abstract

Macrobrachium spp., yang berasal dari Sungai Rongkong, mengalami penurunan tangkapan, sehingga memerlukan upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut melibatkan penilaian potensi budidaya sumber daya ini melalui pemeliharaan terkontrol dalam unit percobaan. Hal ini melibatkan pelaksanaan studi percobaan terkontrol menggunakan pakan alami yang bersumber dari habitatnya, seperti plankton dan detritus. Penelitian ini dilakukan di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dari Juli hingga September 2025. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian rata-rata (SGR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA. Kandungan nutrisi daging dianalisis menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan nilai SGR mingguan yang paling menguntungkan pada perlakuan menggunakan kombinasi pakan (plankton dan detritus), dengan nilai SGR rata-rata 3,4%. Nilai SGR untuk pakan plankton dan detritus masing-masing adalah 2,99% dan 2,48%. Nilai SR tertinggi diperoleh untuk kombinasi pakan plankton dan detritus, serta pakan detritus, yaitu 83,3%. Kandungan nutrisi daging yang optimal diperoleh dari kombinasi pakan plankton dan detritus, dengan kandungan protein tertinggi berkisar antara 75,71% hingga 77,96%. Penelitian ini memberikan informasi tambahan bahwa Macrobrachium spp. dari Sungai Rongkong memiliki potensi untuk dibudidayakan sebagai komoditas akuakultur berbasis ekosistem lokal.
Ekplorasi Jenis Mikroalga yang Ditemukan di Kolam Budidaya Ikan Nila (Orheochromis niloticus) Sebagai Kandidat Pakan Alami Zakiyyah Nur Inayah; Devinta Medina Firmanesa; Wahyu Nur Fadila; Muhammad Bilal Afrizal Fajr; R Adharyan Islamy
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.32284

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu organisme akuatik mikroskopis uniseluler yang dapat melakukan fotosintesis dan bersifat kosmopolit. Mikroalga dalam budidaya perairan dapat digunakan sebagai pakan alami organisme budidaya.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi jenis-jenis mikroalga yang ditemukan di kolam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai kandidat pakan alami. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2025, dengan metode survey dengan melakukan pengambilan sampel mikroalga langsung pada kolam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga yang didapatkan terdiri atas 4 divisi dengan 15 genus. Divisi mikroalga yang ditemukan meliputi Bacillariophyta, Chlorophyta, Cyanophyta dan Euglenophyta. Divisi Bacillaryophyta terdiri 3 genus yaitu Aulacoseira, Gomphonema dan Synedra. Divisi Cyanophyta hanya terdiri 1 genus yaitu Aphanocapsa. Divisi Chlorophyta ditemukan dengan genus terbanyak yaitu 9 genus meliputi Coelastrum, Dictyosphaerium, Golenkinia, Kirchneriella, Oocystis, Pandorina, Pediastrum, Scenedesmus dan Staurastrum. Divisi Euglonophyta ditemukan 2 genus yaitu Euglena dan Phacus. Mikroalgae yang ditemukan terdapat yang telah diekplorasi kegunaannya, namun sebagian besar juga masih belum diekplorasi. Mikroalgae yang potensial sebagai pakan alami namun masih terbatas penelitiannya diantaranya yaitu Dictyospaerium dan Kirchneriella. Penemuan mikroalgae ini memiliki potensi untuk diekplore lebih lanjut untuk dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi budidaya perairan.