cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281395072990
Journal Mail Official
wahyu.gunawan@unpad.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Sosial dan Budaya, Gedung C Lt. 1 Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univesitas Padadjaran, Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27164705     DOI : DOI: https://doi.org/10.24198/sawala.v2i1
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal ini berkaitan dengan: Isu-isu mengenai Pembangunan Masyarakat Ekonomi Kreatif Pembangunan Partisipatif Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal Isu-isu mengenai Perubahan dan Perkembangan Kebudayaan Pemetaan dan Evaluasi Kebijakan Kebudayaan Kajian Pembangunan Budaya di Daerah Isu-isu yang berkaitan dengan Kesenian, Bahasa dan Religi
Articles 125 Documents
METODE COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) PADA PELAYANAN TRAUMA HEALING PENANGGULANGAN BENCANA PADA ANAK YANG MENGALAMI PTSD DI DESA MANGUNKERTA KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR turyadi, ito
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.66758

Abstract

Bencana alam dapat menimbulkan dampak psikologis serius, terutama pada anak-anak yang rentan mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menurunkan gejala PTSD pada anak melalui pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang terstruktur serta memperkuat dukungan keluarga, guru, dan komunitas. Metode pelaksanaan menggunakan kerangka PRISMA, mulai dari identifikasi masalah, analisis sistem, perancangan program, implementasi, hingga evaluasi. Intervensi dilakukan melalui sesi terapi kelompok dan individual dengan dukungan Pentahelix (Akademisi, Business, Community, Government, Media). Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan signifikan gejala PTSD, seperti berkurangnya mimpi buruk, kecemasan, dan kesulitan interaksi, disertai peningkatan regulasi emosi, keberanian mengekspresikan diri, serta motivasi belajar. Keberhasilan program diperkuat oleh keterlibatan orang tua, guru, dan komunitas sebagai sistem pendukung anak.Kesimpulannya, CBT efektif dalam menurunkan gejala PTSD dan meningkatkan resiliensi anak. Program ini juga mendukung capaian MBKM dan IKU perguruan tinggi. Rekomendasi ke depan adalah replikasi di wilayah terdampak bencana lain dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan komunitas
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PHBS MELALUI PROGRAM GO GREEN didah, didah; Mandiri, Ariyati
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.61884

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Namun, penerapannya di perkotaan masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya edukasi, minimnya fasilitas pemilahan sampah, serta keterbatasan lahan hijau. Tujuan PPM adalah memahami pentingnya PHBS serta mampu mengimplementasikan praktik PHBS untuk kelestarian lingkungan. Tahapan kegiatan nya meliputi Penyuluhan PHBS ramah lingkungan dan konsep daur ulang sampah, Workshop waur ulang dan Pengelolaan sampah rumah tangga, Program HIDROFAM (Hidroponik for Family) serta Go Green Challenge. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan, terlihat dari hasil post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test, peningkatan instalasi hidroponik di setiap RW, serta antusiasme masyarakat dalam kampanye digital. Kesimpulan dari kegiatan PPM adalah meningkatkan kesadaran PHBS melalui program Go Green ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi masih terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas pemilahan sampah dan kurangnya lahan berkebun. Oleh karena itu, keberlanjutan program memerlukan dukungan dari pemerintah setempat dan partisipasi aktif masyarakat untuk menyediakan sarana pendukung, memastikan penerapan PHBS dan konsep Go Green dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kelurahan Drajat, Kota Cirebon.
MEMBANGUN SPIRAL PENGASUHAN BERBASIS KONSEP KAPABILITAS SPIRITUAL MELALUI PEMBENTUKAN TENAGA PENYULUH PENGASUHAN KADER POSYANDU DESA CILELES KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT Wibowo, Hery; Nurwati, Nunung; Yunita, Desi; Firsanty, Farah Putri; Amanatin, Elsa Lutmilarita; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Sekarningrum, Bintarsih; Nugraha, Ardi Maulana
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.67955

Abstract

ABSTRAKKrisis keluarga sebagai bagian dari krisis multidimensional bangsa menuntut pendekatan pengasuhan yang lebih mendalam dan transformatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun spiral pengasuhan berbasis kapabilitas spiritual melalui pembentukan tenaga penyuluh pengasuhan dari kader Posyandu di Desa Cileles, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa Cileles, sebagai wilayah perdesaan yang bersinggungan langsung dengan kampus Universitas Padjadjaran, dipilih sebagai lokus intervensi karena potensi strategisnya dan kebutuhan akan penguatan kapasitas sosial non-fisik. Program ini mengintegrasikan konsep kapabilitas spiritual sebagai fondasi pengasuhan, dengan materi berbasis pandangan alam Islam dan konsep yang dikembangkan penulis yaitu kapabilitas spiritual yang meliputi penguatan kompetensi berbasis ruh, aql, nafs dan qalb. Melalui pelatihan intensif, kader Posyandu dibekali kompetensi sebagai penyuluh pengasuhan yang mampu mendampingi orang tua dalam memahami peran mendidik anak secara holistik, meliputi aspek fisik, psikis, dan spiritual. Intervensi ini tidak hanya memperkuat fungsi Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, tetapi juga membentuk ekosistem pengasuhan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai lokal. Program pelatihan di lapangan telah dilaksanakan sebanyak tujuh pertemuan dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan. Peserta merupakan perwakilan kader posyandu dari lebih dari 12 Rukun Warga Desa Cileles, yang ditargetkan dapat memberikan penyuluhan pengasuhan pada ragam agenda posyandu. Selain pelatihan langsung di lapangan, program ini juga menyediak video pembelajaran dan bahan artikel singkat pendukung, untuk menguatkan pemahaman peserta. Kata kunci: kapabilitas spiritual, pengasuhan anak, kader Posyandu, pemberdayaan desa, pendidikan ruhani                                                                          ABSTRACTThe family crisis, as a facet of the nation’s broader multidimensional crisis, demands a deeper and more transformative approach to parenting. This community engagement program aims to develop a spiral model of parenting grounded in spiritual capability by training parenting facilitators from Posyandu cadres in Cileles Village, Sumedang Regency, West Java. Cileles, a rural area adjacent to Universitas Padjadjaran’s northern campus, was selected as the intervention site due to its strategic potential and the urgent need to strengthen non-physical social capacities. The program integrates the concept of spiritual capability as the foundation of parenting, drawing upon an Islamic worldview and a framework developed by the authors that encompasses the strengthening of competencies rooted in ruh (spirit), aql (intellect), nafs (self), and qalb (heart). Through intensive training, Posyandu cadres were equipped to serve as parenting facilitators capable of guiding parents in understanding their educational role holisticallyaddressing physical, psychological, and spiritual dimensions. This intervention not only enhances the function of Posyandu as a community empowerment platform but also cultivates a sustainable parenting ecosystem anchored in local values. The field training was conducted over seven sessions across approximately seven months. Participants included Posyandu representatives from more than 12 neighborhood units (Rukun Warga) in Cileles Village, with the goal of enabling them to deliver parenting education through various Posyandu activities. In addition to in-person training, the program provided recorded video lessons and concise supporting articles to reinforce participants’ understanding.  Keyword: spiritual capabilities, childcare, Posyandu cadres, village empowerment, spiritual education
PENGARUH EDUKASI PHBS TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PAKUTANDANG Rivaldy, Wahid; Novitasari, Putri; Salsabila, Syafira; Lillian, Melva Lyshandra
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.63967

Abstract

Program Zero New Stunting yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertujuan mengatasi stunting, dengan salah satu sasarannya adalah Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Desa Pakutandang memiliki 192 balita stunting dari 1203 balita. Untuk mencapai tujuan dari program, dilakukan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama dalam rumah tangga, dengan ibu balita sebagai sasaran utama. Edukasi PHBS diharapkan membantu menjaga kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan adanya sesi diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan seperti observasi, penyusunan materi penyuluhan dan soal pre-test serta post-test, pelaksanaan pre-test, penyuluhan, pelaksanaan post-test, dan evaluasi kegiatan. Materi meliputi definisi PHBS, pentingnya cuci tangan, bahaya merokok, aktivitas fisik, ASI eksklusif, serta penggunaan jamban dan air bersih. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai post-test 87,36, menandakan keberhasilan program dalam meningkatkan pemahaman ibu balita tentang PHBS untuk mencegah stunting.
PENERAPAN ERGONOMI DAN ENERGI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASAK GARAM TRADISIONAL budi, agus setyo
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.66966

Abstract

Produksi garam tradisional di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang NTT, menghadapi tantangan ergonomis dan keterbatasan energi yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemasak garam melalui penerapan prinsip ergonomi kerja dan pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, identifikasi risiko ergonomi, pelatihan postur kerja, serta instalasi tungku hemat energi berbasis biomassa lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi kerja, penurunan keluhan musculoskeletal, dan pengurangan konsumsi bahan bakar konvensional. Intervensi ini tidak hanya memperbaiki kondisi kerja, tetapi juga mendorong keberlanjutan produksi garam rakyat. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa..

Page 13 of 13 | Total Record : 125