cover
Contact Name
Yogiek Indra Kurniawan
Contact Email
yogiek@unsoed.ac.id
Phone
+6285640661444
Journal Mail Official
jptijournals@gmail.com
Editorial Address
Jl Kober No 915 RT 08 RW 04 Kelurahan Kober, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia
ISSN : 27754227     EISSN : 27754219     DOI : https://doi.org/10.52436/1.jpti.IDPaper
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah* dari Dosen, Peneliti, Praktisi, dan Guru dari seluruh Indonesia dan Mancanegara. JPTI memiliki fokus dan ruang lingkup yang terdiri dari 1. Lingkup pendidikan : Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Karakter, Pendidikan Non formal, Pendidikan Informal, Pendidikan Inklusi, dan Pendidikan Khusus lainnya (Kebencanaan, Komunitas, Anti Korupsi, Bela Negara, dll). 2. Lingkup Teknologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Teknologi kesehatan, bidang keteknikan (Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, dll) Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia terbit setiap bulan (12 kali dalam setahun). JPTI terdaftar dengan P-ISSN : 2775-4227 dan E-ISSN : 2775-4219
Articles 598 Documents
Rancang Bangun Alat Screw Extruder Pada Pembuatan Papan Partikel Berbahan Dasar Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Plastik Polypropylene (PP) Amalia Adriatna Putri; Anerasari Anerasari; Indah Purnamasari
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JPTI - Januari 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.94

Abstract

Peningkatan limbah plastik dan Tanda Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang sangat besar di Indonesia dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Papan partikel dapat dibuat dari limbah plastik Polypropylene yang digunakan sebagai perekat dan bahan isiannya berupa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan menggunakan alat Screw Extruder dengan memvariasikan kecepatan putaran Screw. Untuk melihat kinerja dari Screw Extruder yang dirancang, perbandingan komposisi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan perekat Polypropylene (45:55, 40:60, 35:75, 30:70, 25:75). Sehingga didapatkan papan partikel yang telah memenuhi SNI 03–2105- 2006 dengan kondisi optimum untuk nilai kerapatan tertinggi yaitu pada kecepatan putaran screw 60 rpm dengan perbandingan komposisi bahan 25:75, untuk nilai kadar air, daya serap, dan pengembangan tebal yaitu pada kecepatan putaran screw 20 rpm dengan perbandingan komposisi bahan 45:55
ANALISIS KINERJA KOMPOR BRIKET DITINJAU DARI VARIASI UDARA MASUK DAN JUMLAH LUBANG PADA RUANG BAKAR Defy Zuni Arrahma; Nuria Aryani Tasya; Ida Febriana; Yohandri Bow; Aisyah Suci Ningsih
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 11 (2021): JPTI - November 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.99

Abstract

Briket merupakan salah satu alternatif bahan bakar yang berasal dari batu bara, serbuk kayu gergaji, dan tandan kelapa sawit yang bisa dijadikan bahan bakar padat. Kompor briket adalah alat pemanfaatan yang dikhususkan untuk beberapa briket sebagai alat bakar skala rumah tangga. Kompor briket juga menjadi salah satu solusi terbaik dalam meningkatkan sistem pembakaran briket selama ini yang masih kurang diminati dan perlakuannya masih tradisional.  Pada rancangan kompor biobriket digunakan penambahan fan untuk meingkatkan efisiensi dari alat itu sendiri. Kinerja dari kompor biobriket sangat dipengaruhi oleh aliran udara yang masuk sebagai penunjang proses pembakaran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain kompor biobriket terbaik melalui uji eksperimental prototype kompor biobriket dengan memvariasikan kecepatan udara masuk yaitu tanpa fan (natural draft), 6 m/s, dan 8,3 m/s dan setiap variasi kecepatan tersebut memvariasikan jumlah lubang dari ruang bakar kompor biobriket itu sendiri yakni 71, 63, dan 55. Efisiensi kompor briket menggunakan briket arang tempurung kelapa berkisar 10,14% - 24,10% dimana yang terkecil berasal dari natural draft lubang 55 dan yang terbesar berasal dari kecepatan fan 8,3 m/s dengan lubang sebanyak 63. Untuk lubang 71 pada kecepatan fan 8,3 m/s memiliki nilai terbaik dengan start-up time selama 44 detik dan boiling time selama 300 detik. Untuk FCR terendah didapatkan pada natural draft dengan lubang 55 yaitu sebesar 1,312 kg/jam karena udara masuk memengaruhi jumlah bahan bakar yang terbakar.
PRODUKSI GAS HIDROGEN BERDASARKAN PENGARUH LUAS PENAMPANG TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN ELEKTROLIT DAN SUPLAI ARUS DENGAN METODE ELEKTROLISIS Rifat Abdurahman; Rahma Eliza; Agus Manggala; Aisyah Suci Ningsih; Sahrul Effendy A
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 11 (2021): JPTI - November 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.103

Abstract

Pengembangan energi terbarukan menjadi fokus perhatian saat ini penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dan zero emission dengan pemanfaatan air untuk prosess pembuatan hidrogen melalui proses elektrolisis. Hidrogen adalah gas ringan (lebih ringan dari udara), tidak berwarna dan tidak berbau, jika terbakar tidak menunjukkan adanya nyala dan akan menghasilkan panas yang sangat tinggi, sehingga hidrogen mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh luas penampang dan konsentrasi larutan elektrolit dengan variasi suplai arus listrik terhadap produksi gas hidrogen dengan metode elektrolisis. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan air garam (NaCl) dengan berlandaskan pada kadar salinitas air laut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan elektrolit , semakin besar luas penampang dan semakin tinggi arus yang disuplai maka volume gas yang dihasilkan akan semakin banyak. Hasil yang diperoleh yaitu volume gas H2 tertinggi pada konsentrasi salinitas 35 ppt , elektroda ukuran 0,5 in dan kuat arus 35 ampere sebesar 2,118693 liter gas H2 dalam waktu 120 detik. efisiensi tertinggi didapat pada ukuran elektroda 2,0 in ,salinitas 35 ppt dengan kuat arus 15 ampere nilai yang didapat 99,16% dan daya tertinggi dicapai pada 406 watt pada ukuran elektroda 2,0 in, salinitas 35 ppt pada kuat arus 35 ampere The development of renewable energy is currently the focus of attention on the use of environmentally friendly energy sources and zero emission by utilizing water for the hydrogen production process through the electrolysis process. Hydrogen is a light gas (lighter than air), colorless and odorless, if it burns it does not show a flame and will produce very high heat, so hydrogen has enormous potential to be developed as an alternative energy source. This study aims to analyze the effect of cross-sectional area and concentration of electrolyte solution with variations in the supply of electric current to the production of hydrogen gas by electrolysis method. The electrolyte solution used is a salt water solution (NaCl) based on the salinity of seawater. Based on the research that has been done, it is proven that the higher the concentration of the electrolyte solution, the greater the cross-sectional area and the higher the current supplied, the more gas volume will be produced. The result obtained is the highest H2 gas volume at salinity concentration of 35 ppt, electrode size of 0.5 inchi and current strength of 35 ampere of 2.118693 liters of H2 gas in 120 seconds. the highest efficiency is obtained at the electrode size of 2.0 inchi ,salinity 35 ppt with a current strength of 15 ampere the value obtained 99.16% and the highest power achieved at 406 Watts at the electrode size of 2.0 inchi, salinity 35 ppt at the current strength of 35 ampere
ANALISIS WAKTU PEMANASAN DAN RASIO KOMPOSISI VOLUME KEROSEN DAN MINYAK PELUMAS PADA PROSES UPGRADING BROWN COAL (UBC) TERHADAP NILAI KALOR BATUBARA Abdi Tunggal; Monica Lowinsky; Arizal Aswan; Robert Junaidi; Zurohaina Zurohaina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 11 (2021): JPTI - November 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.104

Abstract

Pada proses upgrading brown coal, kadar air pada batubara peringkat rendah dihilangkan dengan pemanasan dalam media minyak yang bahan utamanya adalah minyak ringan dan minyak berat. Pada variasi waktu proses menggunakan rasio 1:1:0,5 pada 1 kg batubara ukuran 20 mesh, 1 liter minyak tanah dan 5 ml minyak pelumas kemudian dipanaskan dengan temperatur sebesar 200 C pada tekanan 3 bar dengan memvariasikan waktu pemanasan 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, 3 jam. Pada rasio perbandingan komposisi, digunakan perbandingan 1:1 yaitu 1 kg batubara ukuran 60 mesh dan 1 liter minyak tanah dengan variasi minyak pelumas sebesar 0,5%, 1 %, 1,5 %, 2 % dan 2,5 % berat batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi volume minyak tanah dan minyak pelumas yang paling optimal pada proses UBC ini. Berdasarkan hasil analisa sebelum dilakukan UBC diketahui bahwa kadar air dari sampel batubara sebesar 19,58% dan nilai kalor sebesar 3814,7810 Cal/gr kemudian setelah dilakukan proses UBC maka didapatkan peningkatan nilai kalor yang cukup signifikan, pada variasi waktu kadar air berkurang hingga 14,27 dan nilai kalor 7271,1655 terjadi pada waktu pemanasan 3 jam, pada variasi perbandingan komposisi terjadi penurunan kadar air sebesar 8,98 % dan nilai kalor 7479,0601 Cal/gr terjadi pada rasio 1:1:2,5 %. Kata kunci: Batubara Lignit, Kadar Air, Nilai Kalor, UBC
Pengaruh pH Fermentasi dan Putaran Pengadukan pada Fermentasi Molasses terhadap Produksi Bioetanol Annisa Fitriyah Permata Cika; Yuli Uztamila; Sahrul Effendy A; Aida Syarif; Ibnu Hajar
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JPTI - Januari 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.107

Abstract

Bioetanol merupakan bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pelarut, antiseptik dan juga bahan bakar alternatif. Salah satu bahan baku yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bioetanol adalah molase atau tetes tebu yang merupakan sisa pembuatan gula tebu namun masih mengandung glukosa yang tinggi. Komposisi yang penting dalam molase adalah TSAI (Total Sugar as Inverti) yaitu gabungan dari sukrosa dan gula reduksi. Molases memiliki kadar TSAI antara 50 – 65 %. Konversi molase menjadi bioetanol dilakukan dengan cara fermentasi didalam fermentor. Fermentor berpengaduk merupakan salah satu tipe fermentor yang banyak digunakan. Pengadukan berfungsi untuk meratakan kontak sel dan substrat, menjaga agar mikroorganisme tidak mengendap dibawah bagian bioreaktor. Kualitas dan kuantitas hasil fermentasi dapat dipengaruhi oleh derajat keasaman, pH yang terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (basa) dapat memicu tingkat kematian sel mikroba. Selain itu, kecepatan pengadukan juga berpengaruh terhadap kontak substrat dalam fermentor untuk mengonversi molase. Artikel ini membahas tentang kengaruh pH fermentasi (4, 4,5, 5, 5,5, dan 6) dan kecepatan pengadukan (15, 35, 55, 75, 95rpm) terhadap kualitas dan kuantitas produksi bioetanol menggunakan fermentor berpangaduk. Dari penelitian ini didapatkan Ph optimal termentasi mulai dari pH fermentasi 5,5 sampai dengan 6 dan kecepatan pengadukan optimum pada penelitian ini adalah 95 rpm
Analisis Pengaruh Refluks dan Jumlah Tray Kolom Distilasi Dalam Proses Purifikasi Green Diesel Tania Oktavia; Lutpi Dwi Kurniawan; Ahmad Zikri; Erlinawati Erlinawati; K.A Ridwan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 2 (2022): JPTI - Februari 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.108

Abstract

Green Diesel merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui dan mampu mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap energi fosil. Hal ini dikarenakan green diesel dapat diproduksi dari minyak nabati dan limbah seperti minyak jelantah dengan proses hidrogenasi trigliserida menggunakan reaktor hydrotreating. Secara karakteristik minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan green diesel karena mengandung trigliserida dan asam lemak bebas. Namun dari hasil green diesel yang diproduksi masih banyak mengandung fraksi selain diesel, sehingga masih perlu dilakukan proses pemisahan. Proses pemisahan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan kolom distilasi bubble cap tray. Pada penelitian ini dilakukan 2 kali percobaan yaitu distilasi menggunakan refluks dan distilasi tanpa refluks dengan variasi masing-masing jumlah tray (1,2,3, dan 4 tray) menggunakan 1500 ml crude green diesel dengan temperatur boiler 260 , temperatur kondensor dan refluks 10 . Waktu operasi yang digunakan 90 menit pada tiap variasi. Dari hasil penelitian, diperoleh kondisi optimum proses distilasi green diesel yaitu distilasi dengan refluks pada tray 1. Adapun hasil analisa karakteristik distilat berupa green diesel yaitu densitas sebesar 0,815 – 0,830 gr/cm3, viskositas kinematik sebesar sebesar 2,70 – 2,72 mm2/s, titik nyala sebesar 55 – 57,8oC, nilai kalor sebesar 44,95 MJ/kg atau 10736,4051 Cal/gr, dan cetane number sebesar 100,7 CN. Dari hasil analisa tersebut produk green diesel yang dihasilkan telah memenuhi standar Green Diesel European Standards EN15940:2016/A1:2018.
PENGGUNAAN KATALIS NiMo/?-Al2O3 PADA PROSES HYDROTREATING MINYAK JELANTAH MENJADI GREEN DIESEL Zurohaina Zurohaina; Irawan Rusnadi; Jaksen M. Amin; Ahmad Zikri; Rizkia Sabatini; Lindawati Lindawati
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 12 (2021): JPTI - Desember 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.112

Abstract

Penggunaan energi terbarukan harus menjadi perhatian utama masyarakat dan pemerintah Indonesia, tidak hanya sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan energi fosil, tetapi juga untuk menciptakan energi bersih yang ramah lingkungan. Green diesel merupakan energi terbarukan untuk menggantikan solar. Salah satu bahan yang dapat diubah menjadi green diesel adalah minyak goreng. Green diesel diproduksi dengan menggunakan proses hydrotreating pada tekanan hidrogen 3 bar. 2000 ml minyak goreng direaksikan dengan gas hidrogen (H2) menggunakan katalis untuk mempercepat reaksi. Variabel non statis yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis dan jumlah katalis dan suhu. Setelah mendapatkan kondisi optimum untuk variasi jumlah katalis, penelitian dilanjutkan untuk mengetahui kondisi temperatur operasi terbaik dengan variasi temperatur 370 oC, 390 oC, 410 oC, 430 oC, 450 oC. Variasi katalis NiMo/ g-Al2O dengan 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Penggunaan katalis NiMo/?-Al2O3 sebesar 3% pada suhu 430 oC per 2000 ml sampel merupakan kondisi optimum dalam penelitian ini dan menghasilkan persentase rendemen sebesar 33,89%. Sifat fisik green diesel yang diperoleh dari penelitian ini meliputi densitas (764,41– 787,29kg/m3), viskositas kinematik (2,55–2,72mm2/s), kadar air (4003,48 -6094,38 ppm) , dan titik nyala (48,6 – 57,5 oC).
RANCANG BANGUN ALAT DRYER UNTUK PENGERINGAN PULP BERBASIS CAMPURAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PELEPAH PISANG M. Ridho Triadi; Muhammad Yerizam; Selastia Yulianti
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 12 (2021): JPTI - Desember 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.113

Abstract

Penggunaan campuran TKKS dan pelepah pisang sebagai bahan pengganti kayu dalam pembuatan pulp menjadi solusi atas kerusakan lingkungan akibat meluasnya penebangan hutan secara liar guna memenuhi bahan baku pembuatan kertas. Dalam pembuatan pulp pada UKM masih ditemukan permasalahan dimana proses pengeringan pulp masih mengunakan cara konfensional sehingga memakan waktu yang lama, pengeringan tidak merata, dan bergantung pada cuaca. Hal tersebut yang melatar belakangi penulis melakukan sebuah penelitian dengan tujuan memperoleh satu unit alat dryer tipe tray pada proses pembuatan pulp dari campuran TKKS dan pelepah pisang, serta mendapatkan kondisi optimum dari dryer berdasarkan waktu dan laju pengeringan pulp yang diharapkan memenuhi standar SNI kadar air pulp. Penelitian ini menggunakan metode rancang bangun dan eksperimen. Metode rancang bangun dilakukan untuk perancangan alat pengering tipe tray pada pengeringan pulp. Metode eksperimen dilakukan untuk mendapatkan data kinerja dryer yang ditinjau dari waktu dan laju pengeringan. Hasil dari penelitian ini yaitu didapat sebuah alat Dryer tipe Tray dengan panjang 34,5 cm, lebar 35 cm dan tinggi 39,5 cm dengan kapasitas maksimal 42 kg. didapatkan pulp dengan kadar air yang sesuai SNI kadar air pulp yaitu sebesar 9,1% pada waktu pengeringan selama 420 menit dengan laju pengeringan total sebesar 0,012656 kg/jam m2
PEMBUATAN METIL ESTER DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS CAO/ABU TERBANG BATUBARA Toni Okta Fiyansah; Fadarina Fadarina; Robert Junaidi; Mustain Zamhari
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 11 (2021): JPTI - November 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.115

Abstract

Limbah merupakan hasil sisa produksi dari pabrik maupun rumah tangga yang sudah tidak dimanfaatkan yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Diantara beberapa limbah yang banyak terdapat di wilayah Sumatra Selatan adalah limbah minyak goreng bekas dari industri rumah tangga, limbah tulang ikan gabus dari industri pempek, dan abu terbang batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Berdasarkan permasalahan tersebut maka di perlukan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai. Salah satu solusinya adalah dengan membuat metil ester dengan katalis. Penelitian menggunakan katalis CaO dengan support Abu terbang batubara, untuk meningkatkan yield metil ester. Katalis di variasikan jumlahnya (3, 5, 7) gram, serta melakukan uji analisa randemen berupa densitas, viskositas, kadar air, bilangan asam, dan bilangan penyabunan, yang diharapkan dapat mengoptimalkan rendemen yang dihasilkan. Upaya yang akan dilakukan yaitu dengan cara diaduk pada gelas beaker menggunakan magnetic stirer dengan waktu reaksi 1jam yang dilakukan pengulangan empat kali. Kemudian di dekantasi dengan variasi waktu dekantasi (3,6,9, 12 )jam , sehingga membentuk dua lapisan. Lapisan atas ialah metil ester dan sisa minyak sedangkan pada lapisan kedua ialah gliserol. Serta melakukan pencucian terhadap metil ester yang dihasilkan dengan aquades dengan variasi suhu pencucian (50, 60, 70 )°C
KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI GREEN DIESEL DENGAN PROSES HYDROTREATING MENGGUNAKAN KATALIS NiMo/ ?-Al2O3 Roby adi Nugraha; Ahmad Zikri; Aisyah Suci Ningsih
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 12 (2021): JPTI - Desember 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.116

Abstract

Green diesel merupakan senyawa alkana yang setara dengan minyak diesel berbahan dasar minyak bumi. Salah satu bahan yang dapat dikonversi menjadi green diesel adalah minyak nabati, pada penelitian ini digunakan minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak hasil penggorengan makanan dan mengalami pemanasan terus menerus. Pada suhu penggorengan 200°C rantai kimia minyak akan terurai. Green diesel diproduksi menggunakan proses katalitik hidrogenasi pada temperatur 430oC selama 5 jam. Minyak jelantah sebanyak 2000 ml direaksikan dengan gas hidrogen (H2) menggunakan bantuan katalis NiMo/ ?-Al2O3 dengan promotor K dan P untuk mempercepat reaksi. Variabel tidak tetap yang digunakan pada penelitian ini berupa Tekanan hidrogen sebesar 1 bar, 2 bar 3 bar, 4 bar dan 5 bar. Sampel dengan tekanan 4 bar merupakan kondisi optimum pada penelitian ini dan menghasilkan persentase yield sebesar 35,80 %. Sifat fisik green diesel yang diperoleh dari penelitian ini, antara lain densitas pada 40oC (773,74 – 778,96 kg/m3), viskositas kinematik pada 40oC (2,46 – 2,60 mm2/s), kadar air (3249,84 – 4526,46 ppm), titik nyala (46,1 – 58,1 oC), dan nilai kalor (42,13 Mj/kg).

Page 6 of 60 | Total Record : 598


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 1 (2026): JPTI - Januari 2026 Vol 5 No 12 (2025): JPTI - Desember 2025 Vol 5 No 11 (2025): JPTI - November 2025 Vol 5 No 10 (2025): JPTI - Oktober 2025 Vol 5 No 9 (2025): JPTI - September 2025 Vol 5 No 8 (2025): JPTI - Agustus 2025 Vol 5 No 7 (2025): JPTI - Juli 2025 Vol 5 No 6 (2025): JPTI - Juni 2025 Vol 5 No 5 (2025): JPTI - Mei 2025 Vol 5 No 4 (2025): JPTI - April 2025 Vol 5 No 3 (2025): JPTI - Maret 2025 Vol 5 No 2 (2025): JPTI - Februari 2025 Vol 5 No 1 (2025): JPTI - Januari 2025 Vol 4 No 12 (2024): JPTI - Desember 2024 Vol 4 No 11 (2024): JPTI - November 2024 Vol 4 No 10 (2024): JPTI - Oktober 2024 Vol 4 No 9 (2024): JPTI - September 2024 Vol 4 No 8 (2024): JPTI - Agustus 2024 Vol 4 No 7 (2024): JPTI - Juli 2024 Vol 4 No 6 (2024): JPTI - Juni 2024 Vol 4 No 5 (2024): JPTI - Mei 2024 Vol 4 No 4 (2024): JPTI - April 2024 Vol 4 No 3 (2024): JPTI - Maret 2024 Vol 4 No 2 (2024): JPTI - Februari 2024 Vol 4 No 1 (2024): JPTI - Januari 2024 Vol 3 No 12 (2023): JPTI - Desember 2023 Vol 3 No 11 (2023): JPTI - November 2023 Vol 3 No 10 (2023): JPTI - Oktober 2023 Vol 3 No 9 (2023): JPTI - September 2023 Vol 3 No 8 (2023): JPTI - Agustus 2023 Vol 3 No 7 (2023): JPTI - Juli 2023 Vol 3 No 6 (2023): JPTI - Juni 2023 Vol 3 No 5 (2023): JPTI - Mei 2023 Vol 3 No 4 (2023): JPTI - April 2023 Vol 3 No 3 (2023): JPTI - Maret 2023 Vol 3 No 2 (2023): JPTI - Februari 2023 Vol 3 No 1 (2023): JPTI - Januari 2023 Vol 2 No 12 (2022): JPTI - Desember 2022 Vol 2 No 11 (2022): JPTI - November 2022 Vol 2 No 10 (2022): JPTI - Oktober 2022 Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022 Vol 2 No 8 (2022): JPTI - Agustus 2022 Vol 2 No 7 (2022): JPTI - Juli 2022 Vol 2 No 6 (2022): JPTI - Juni 2022 Vol 2 No 5 (2022): JPTI - Mei 2022 Vol 2 No 4 (2022): JPTI - April 2022 Vol 2 No 3 (2022): JPTI - Maret 2022 Vol 2 No 2 (2022): JPTI - Februari 2022 Vol 2 No 1 (2022): JPTI - Januari 2022 Vol 1 No 12 (2021): JPTI - Desember 2021 Vol 1 No 11 (2021): JPTI - November 2021 Vol 1 No 10 (2021): JPTI - Oktober 2021 Vol 1 No 9 (2021): JPTI - September 2021 Vol 1 No 8 (2021): JPTI - Agustus 2021 Vol 1 No 7 (2021): JPTI - Juli 2021 Vol 1 No 6 (2021): JPTI - Juni 2021 Vol 1 No 5 (2021): JPTI - Mei 2021 Vol 1 No 4 (2021): JPTI - April 2021 Vol 1 No 3 (2021): JPTI - Maret 2021 Vol 1 No 2 (2021): JPTI - Februari 2021 Vol 1 No 1 (2021): JPTI - Januari 2021 More Issue