cover
Contact Name
Evelyne Hanaseta N
Contact Email
seoi_ft@usahid.ac.id
Phone
+6282112452858
Journal Mail Official
seoi_ft@usahid.ac.id
Editorial Address
Jl Prof. Dr. Soepomo, SH Tebet Jakarta 12870
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal
ISSN : 26215586     EISSN : 26215586     DOI : https://doi.org/10.36441/seoi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sustainable Environment Optimizing Industri (SEOI) adalah merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Sahid Jakarta. Jurnal ini berfokus kepada pengembangan ilmu-ilmu berdasarkan hasil penelitian dibidang lingkungan dan industri. Topik hasil penelitian yang terdapat dalam jurnal ini diataranya adalah tentang Manajemen Lingkungan, Ekologi Lingkungan, Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, Pengolahan Air Limbah, Limbah Padat dan B3, Inovasi dalam Pengelolaan Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Teknik Industri, Manajemen Industri, Ergonomi Dan Sistem Kerja, Operational Research, Desain Produk, Manajemen Proyek, Business Design and Development, Sistem Informasi Manajemen, Industri Kreatif, Industri Jasa Dan Industri Manufactur
Articles 87 Documents
PENURUNAN KADAR BOD, COD dan TSS PADA AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) Tampubolon, Rizki Amalia; Febrina, Laila; Mulyawati, Ira
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v2i1.469

Abstract

Air limbah domestik berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Pencemaran air sungai 60% - 70% berasal dari limbah domestik, dengan kontribusi pencemar di DAS 60% berasal dari limbah domestik (sanitasi, sampah, detergen); 30% limbah industri; dan 10% limbah pertanian dan peternakan. Kayu apu (Pistia stratiotes L.) merupakan salah satu tumbuhan fitoremediator yaitu memiliki kemampuan untuk mengolah limbah, baik itu berupa logam berat, zat organik maupun anorganik, mudah ditemukan, dan ekonomis. Sistem pengolahan air limbah dengan Sistem Lahan Basah Buatan (Constructed Wetlands) menjadi rekomendasi untuk pengolahan limbah yang ekologis karena karakteristik limbah domestik yang biodegradable. Penelitian ini dilakukan skala laboratorium dengan menggunakan 4 buah reaktor. Perlakuan pertama dengan variasi jumlah Kayu Apu (Pistia stratiotes. L) pada tiap bak ember, yaitu 0, 4, 8 dan 12. Perlakuan kedua dengan variasi waktu kontak tanaman, yaitu hari ke-3, hari ke-6, ke-9 dan hari ke-12. Kemudian diukur kadar BOD, COD dan TSS masing masing tiap bak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tanaman terbaik dalam menurunkan beban pencemar adalah 12 tanaman. Pengaruh waktu kontak tanaman Kayu Apu (Pistia stratiotes. L) yang paling efisien yaitu pada hari ke-12 dengan hasil paling maksimal mencapai BOD 10 mg/L (95,83%), COD 15,97 mg/L (95,01%), dan TSS 17,66 mg/L (96,09%).
FILTRASI BANTARAN SUNGAI, FBS DAN FILTRASI BANTARAN DANAU, FBS/D UNTUK SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN Syafalni S.; Marsiano W.; Wawan Kuswaya
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v1i1.607

Abstract

Beberapa pengolahan dengan teknologi canggih telah dikembangkan dan diaplikasikan untuk mengolah air yang berkualitas. Tujuan dari teknologi filtrasi bantaran sungai dan danau/situ dalam pengaliran air tersebut meliputi proses adsorpsi, pertukaran ion, filtrasi dan pengolahan melewati lapisan akuifer tanah sehingga menghasilkan air bersih/ minum. Filtrasi bantaran sungai, FBS dan fitrasi bantaran danau/situ, FBD merupakan teknologi yang efisien dan alternatif alami murah untuk memproses air sungai /air permukaan. Selama infiltrasi dan bagian tanah, air permukaan terkena kombinasi fisik, kimia, dan proses biologis seperti filtrasi, pengenceran, penyerapan, dan biodegradasi yang di dapat secara signifikan untuk meningkatkan kualitas air baku untuk kebutuhan air. Pelaksanaan metode ini akan dapat menghindari dampak pencemaran dan penurunan muka air tanah yang pada akhirnya dapat memenuhi permintaan dengan mengintegrasikan pemanfaatan air sungai dan air tanah dangkal. Berdasarkan hasil penelitian untuk area FBS dan FBD didapatkan dengan perencanaan sumur bor pada bantaran sungai dan Situ menunjukkan kualitas air yang didapatkan termasuk air kelas A untuk bantaran Sungai dan Danau/Situ dengan jarak pengambilan adalah 10 meter atau lebih secara vertical dan horizontal, kecuali untuk pH air saat pengambilan.
ANALISIS KUALITAS UDARA DENGAN INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA (ISPU) DAN SEBARAN KADAR POLUTANNYA DI PROVINSI DKI JAKARTA Agista, Putri Imas; Gusdini, Ninin; Maharani, Maya Dewi Dyah
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v2i2.491

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang memiliki lima kota besar yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Sebagai kota yang sedang berkembang Provinsi DKI Jakarta turut menyumbangkan emisi udara yang menyebabkan menurunnya kualitas udara melalui kegiatan penduduk, kegiatan perindustrian dan transportasi. Oleh karena itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memantau kadar pencemar udara primer yaitu NO2 (Nitrogen Dioksida), SO2 (Sulfur Dioksida), O3 (Ozon), CO (Karbon Monoksida) dan PM10 (Partikulat). Analisis dilakukan menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di lima kota besar di DKI Jakarta untuk mengetahui kualitas udara selama lima tahun terakhir tahun 2014 hingga tahun 2018. Kadar pencemar udara parameter NO2, SO2 dan CO di DKI Jakarta tahun 2014-2018 masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) berurutan 400,00 μg/m3, 365,00 μg/m3 dan 30.000 μg/m3, sedangkan untuk parameter O3 dan PM10 di DKI Jakarta rata-rata kadar maksimum 249,00-456,10 μg/m3 dan 158,00-206,00 μg/m3 tahun 2014-2018 melewati NAB yaitu berurutan 235.00 μg/m3 dan 150,00 μg/m3. Sesuai kadarnya yang tinggi untuk parameter O3 dan PM10 menghasilkan kualitas udara yang  buruk, untuk kota Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat tahun 2018 menjadi tahun dengan kualitas udara terburuk dikarenakan perkembangan industri, sedangkan Jakarta Pusat tahun 2017 kualitas udara terburuk dan Jakarta Timur tahun 2014. Dilihat dari pola sebaran polutannya menggunakan software Surfer 11, khusus untuk parameter pencemar udara PM10 mengalami perbaikan karena meningkatnya zonasi daerah kadar rendah di DKI Jakarta dikarenakan menurunnya jumlah kendaraan dan meningkatnya teknologi transportasi yang ramah lingkungan seperti mengganti transjakarta menjadi standar mesin Uni-Eropa IV-V dari Uni-Eropa II, ISS (Idling Stop System) pada kendaraan motor.
ANALISIS SISTEM PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG MUSEUM PENERANGAN DI KAWASAN WISATA TAMAN MINI INDONESIA INDAH Upara, Nafsan; Prinajati, PS.Dyah
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v1i2.177

Abstract

Museum Penerangan is one of tourist attractions which is visited by tourist to increase the knowledge of lighting development in Indonesia. Museum Penerangan has fire protection system, but the reliability of building safety system of potential fire hazard needs to be known. This research is conducted to acknowledge Museum Penerangan reliability of building safety system. Reliability variables used in this research are the completeness of treads, safety tools, active fire protective systems, and passive fire protective systems. The research obtains the value of reliability of Museum Penerangan building safety system for potential fire hazard is 68,9895, which means Moderate. This value is inadequate to minimum requirements of reliability of building safety system that has value of 80 or Good. This is due to safety tools component’s variable that has value of 58,57. It is recommended for the Museum Penerangan management to increase or develop the safety tools’ components that have been lacking of function so that the building could have a better reliability level of potential fire hazard.
ANALISA BESARAN RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK TV TERHADAP LINGKUNGAN KERJA Aristo, Johan; Prinajati, Purnomosutji Dyah; Upara, Nafsan
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v2i1.470

Abstract

Bahaya besaran dari radiasi medan elektromagnetik yang ditimbulkan melalui berbagai Jarak, tipe seperti TV Tabung, LCD TV, serta LED TV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis besaran nilai radiasi medan elektromagnetik pada setiap parameter/faktor TV (jarak, tipe pencahayaan, merk) yang berpengaruh terhadap keselamatan kesehatan kerja pada consumer hingga jasa servis TV. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Taguchi untuk mengoptimasi radiasi medan elektromagnetik pada TV 32 inchi yang paling minimum dengan parameter (faktor) kontrol jarak (10, 20, dan 30 cm), Jenis Pencahayaan (Tabung, LCD, dan LED), dan Merk TV (Polytron, LG, dan Sharp) serta menggunakan Analisis Varians (ANOVA) untuk memperoleh secara kuantitatif memperkirakan kontribusi dari setiap faktor yang mempengaruhi besar Radiasi Medan Elektromagnetik. Dari hasil penelitian diperoleh besar Hasil Radiasi Medan Elektromagnetik yang minimum yaitu 32,5 Hz pada jarak (J) 30 cm, tipe pencahayaan adalah LED, merk TV adalah Sharp. Nilai ini masih di Ambang Batas Celling sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 70 Tahun 2016. Nilai parameter yang berkonstribusi terbesar pengaruhnya terhadap Radiasi Medan Elektromagnetik adalah faktor Jarak ke TV yaitu sebesar 78,44%.
MODEL KELEMBAGAAN TATA KELOLA SUMBERDAYA AIR TANAH YANG BERKELANJUTAN (Studi di Desa Sumberjati Kecamatan Silo Kabupaten Jember) Agus Luthfi
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v1i1.608

Abstract

Peningkatan kebutuhan air telah menimbulkan eksploitasi sumberdaya air secara berlebihan, sehingga mengakibatkan penurunan daya dukung lingkungan. Peningkatan kegiatan ekonomi di Kabupaten Jember juga mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan sumberdaya air. Hal ini menjadi penyebab adanya proses trade of terhadap komoditas air. Fenomena kelangkaan terhadap sumberdaya air di Kabupaten Jember mendorong perilaku atau kebijakan yang dapat mendukung keseimbangan antara kondisi ekonomi dan ekologi dalam pengelolaan sumberdaya alam air. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan Model Kelembagaan Tata Kelola Sumberdaya Air Tanah Berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini adalah Model tata kelola sumberdaya air tanah di Desa Sumberjati yang berkelanjutan berbentuk pemanfaatan barang publik menjadi barang privat untuk meningkatkan nilai tambah berkelanjutan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). common property resources harus dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat melalui BUM Desa  untuk menghindari  inefisiensi dan konflik  dalam  menjadikan pengelolaan  sumberdaya tersebut secara berkelanjutan.
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN DALAM MEMAKSIMALKAN SARANA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI KELURAHAN KEBON PISANG KOTA BANDUNG Herliana, Yuliaty; Maulana, Muhamad Dzaki
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v2i2.567

Abstract

Pemerintah Kota Bandung memiliki target pengurangan sampah hingga tahun 2025 sebesar 30%, pemerintah Kota Bandung mencanangkan program Kawasan Bebas Sampah (KBS) dalam upaya pengurangan sampah. RW 7 Kelurahan Kebon Pisang merupakan salah satu wilayah yang sudah termasuk Kawasan Bebas Sampah sejak tahun 2015. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengindetifikasi mengenai efisiensi pengolahan sampah organik di RW 7 Kelurahan Kebon Pisang (2) untuk Mengetahui sarana pengolahan sampah yang terdapat di RW 7 Kelurahan Kebon Pisang, yang bertujuan untuk menentukan alternatif upaya pemanfatan lahan (3) untuk menghitung kebutuhan sarana pengolahan sampah organik rumah tangga untuk mengetahui kebutuhan sarana yang akan diimplementasikan dan menyesuaikan dengan ketersediaan lahan (4) untuk menentukan alternatif terpilih yang akan diimplementasikan sebagai upaya optimalisasi sarana pengolahan sampah organik rumah tangga terpilih berdasarkan kriteria penentuan. Berdasarkan hasil penelitian timbulan sampah organik yang tereduksi untuk saat ini hanya mencapai 3,15% hasil ini masih jauh dari target pemerintah Kota Bandung, maka dari itu dilakukan perhitungan dan analisa untuk kebutuhan sarana yang dibutuhkan dan menyesuaikan dengan ketersediaan lahan, lalu mendapatkan hasil untuk alternatif terpilih yang akan diimplementasikan yaitu sarana drum komposter (single treatment unit).
PENGARUH HYDRAULIC LOADING RATE (HLR) TERHADAP PENGOLAHAN LEACHATE DENGAN MENGGUNAKAN METODA MULTI SOIL LAYERING (MSL) Kasman, Monik; Herawati, Peppy; Hadrah, Hadrah
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v1i2.178

Abstract

Leachate atau lindi sampah berpotensi untuk mencemari air pemukaan dan air tanah. Hal ini diakibatkan degradasi biologis leachate menghasilkan pencemar berbahaya seperti zat organik dan logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati efisiensi MSL dalam mereduksi pencemar yang terkandung dalam leachate. Pengamatan penelitian difokuskan pada pengaruh hydraulic loading rate (HLR) terhadap efisiensi reduksi pencemar, yang terdiri atas 250 l/m2.hari, 500 l/m2.hari dan 1000 l/m2.hari. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengalirkan secara gravitasi leachate Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Talang Gulo ke reaktor MSL berdimensi 15x50x50 cm. Reaktor MSL terdiri atas lapisan impermeable dan lapisan permeabel. Lapisan impermeabel merupakan lapisan yang terdiri atas campuran tanah dan arang dengan rasio 2 : 1, serta lapisan permeabel terdiri atas lapisan zeolit berdiameter 0,25 – 0,5 cm. Berdasarkan hasil penelitian, didapat bahwa MSL dapat menetralkan pH dan mereduksi konsentrasi pencemar COD, amoniak, besi (Fe) dan warna. Efisiensi reduksi untuk semua pencemar berkisar 92% – 99,966%. Secara umum, HLR sangat mempengaruhi efisiensi reduksi, dimana makin rendah HLR maka makin rendah konsentrasi outlet serta makin tinggi efisiensi reduksi.
PENDEKATAN METODE AHP DALAM PENENTUAN SUPPLIER BAHAN BAKU TEPUNG DI PT MOLEK MANIS MERAUKE Savitri, Yunita Nema; Rimantho, Dino
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v2i1.471

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang menentukan produk roti yang berkualitas. Salah satu faktor tersebut adalah pemilihan supplier bahan baku yang tepat, sehingga hal ini menuntut perusahaan untuk melakukan pemilihan supplier secara tepat dan efisien. Penelitian ini menggunakan dua buah kuesioner yang didistribusikan kepada 9 orang responden untuk kuesioner 1 dan 3 orang reponden untuk kuesioner 2. Penelitian ini dilakukan pada PT Molek Manis Merauke dengan meggunakan metode Analytic Hiererchy Process (AHP). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah untuk kriteria kapasitas produksi bobot nilai sebesar (0,50), kualitas produk (0,31), harga (0,12), dan waktu (0,04%). Pada kriteria kapasitas produksi terdapat dua sub kriteria yaitu ketersediaan bahan baku dengan bobot (0,65), dan kuantitas supplier  (0,56). Untuk kriteria kualitas produk sub kriteria yaitu ketahanan bahan baku (0,50), dan kualitas bahan baku yang di tawarkan (0,46). Untuk kriteria harga terdapat dua sub kriteria yaitu ketentuan pembayaran(0,39), dan harga yang seuai (0,25). Dan untuk kriteria waktu memiliki dua sub kriteria yaitu ketersediaan SDM (0,22), dan waktu ketersediaan barang (0,19). Dari hasil perhitungan, terpilih supplier A yaitu Toko Bintoro sebagai supplier dengan bobot nilai terbesar (0,579) dari supplier B yaitu Agen Samira dengan bobot (0,216), supplier C yaitu Agen Alian (0,251), dan supplier D yaitu Toko Mitra Sawang dengan bobot nilai sebesar (0,442).
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI PANGANDARAN DENGAN METODE QSPM (QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX) Hasibuan, Bernard
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v1i2.173

Abstract

Untuk menjadikan Pantai Pangandaran menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan maka diperlukanlah strategi pengembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan strategi prioritas untuk pengembangan pariwisata di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran dengan menentukan faktor internal dan eksternal dan dengan menggunakan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) yang juga didukung dengan metode Matriks IE dan Analisis SWOC, teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pakar-pakar. Hasil dari penelitian ini yaitu Matriks IE yang menunjukkan bahwa KWPP berada di kuadran I Growth and build yang berarti KWPP perlu berfokus untuk melakukan strategi intensif (Penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk). Hasil dari QSPM telah didapat strategi prioritas dengan nilai Attractive Score paling besar yaitu Strategi S-C (Strenght-Challenge) yaitu Penguatan promosi Pantai Pangandaran melalui media sosial, dengan total aktraktif skor (TAS) paling besar yaitu 6,99..