cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 4 (2023): October" : 20 Documents clear
Revolutionizing Mathematics Education: Unveiling the Future-Ready Media Demands among Aspiring Educators Oktaviani, Cici; Kawuryan, Sekar Purbarini; Saptono, Bambang; Murti, Rahayu Condro
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1194

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis sangat penting bagi siswa sekolah kejuruan, baik Media pembelajaran dibutuhkan sebagai salah satu faktor pendukung utama dalam keberlangsungan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi calon guru terhadap kebutuhan media pembelajaran di era 4.0, khususnya pada pelajaran matematika. Penelitian berjenis kualitatif deskriptif ini menggunakan metode survei pada 47 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada salah satu Universitas di Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuisioner. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru, sebagai tenaga pendidik, memiliki peran krusial dalam pemilihan media yang sesuai. Dengan tuntutan pendidikan abad 21, media pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik siswa, materi pembelajaran, dan perkembangan zaman. Dengan demikian, integrasi media pembelajaran yang tepat guna sangat penting untuk diterapkan guna meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar mengajar. Learning media is needed as one of the main supporting factors in the continuity of learning. This research aims to explore prospective teachers' perceptions of the need for learning media in the 4.0 era, especially in mathematics lessons. This descriptive qualitative research used a survey method on 47 elementary school Prospective teacher education students at a university in Yogyakarta. The data collection technique uses a questionnaire. Data analysis consists of data reduction, data presentation, and conclusion. The research results show that learning media is very necessary for the teaching-learning process. Teachers, as educators, have a crucial role in selecting appropriate media. With the demands of 21st-century education, learning media must be appropriate to student characteristics, learning materials, and current developments. Thus, the integration of appropriate learning media is very important to implement to improve the quality and effectiveness of the teaching and learning process.
Analysis of Mathematics Learning Based on Minimum Competency Assessment in the 2013 Curriculum at SMP Muhammadiyah 1 Malang Oktaviana, Rani; Effendi, Moh. Mahfud; Rosyadi, Alfiani Athma Putri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1195

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menciptakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti Ujian Nasional. Dengan adanya AKM diharapkan siswa mampu mewujudkan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis. Penelitian ini menganalisis kesesuaian pembelajaran matematika berbasis AKM di SMP Muhammadiyah 1 Malang. SMP Muhammadiyah 1 Malang menggunakan kurikulum 2013 yang selaras dengan AKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data yaitu dokumen, observasi, dan wawancara. Dengan tujuan penelitian ini maka hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika di SMP Muhammadiyah 1 Malang sudah mengikuti AKM literasi dan numerasi, dilihat dari perangkat pembelajaran yaitu, RPP, RPS, buku media pembelajaran, dan website AKM, dan metode pembelajaran. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Malang. Sampel yang digunakan adalah 30 siswa kelas VIII. Penelitian ini menggunakan instrumen wawancara dan observasi. The Ministry of Education and Culture created the Minimum Competency Assessment (AKM) as a substitute for the National Examination. With the existence of AKM, it is hoped that students will be able to realize their problem-solving and critical-thinking skills. This research analyzes the suitability of AKM-based mathematics learning at SMP Muhammadiyah 1 Malang. Muhammadiyah 1 Middle School Malang uses the 2013 curriculum, which aligns with AKM. This research uses a descriptive method with a qualitative approach, with data collection methods, namely documents, observations, and interviews. With the aim of this research the results obtained from this research are that mathematics learning at SMP Muhammadiyah 1 Malang is following AKM literacy and numeracy, which is viewed from learning tools, namely, RPP, RPS, learning media books, and AKM websites, and learning methods. The population used was class VII students of SMP Muhammadiyah 1 Malang. The sample used was 30 class VIII students. This research uses interview and observation instruments.
Assessing Technological Pedagogical Content Knowledge Proficiency Among Prospective Mathematics Teachers in Micro-Learning Courses Nuraeni, Reni; Juandi, Dadang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1196

Abstract

Calon guru wajib memiliki, menguasai, dan meningkatkan Pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (TPACK), yang diakui sebagai elemen penting dalam dekonstruksi pengetahuan guru. Penelitian ini berupaya menganalisis kemahiran TPACK siswa calon guru yang mengikuti mata kuliah Micro-Learning. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa ketiga peserta menunjukkan kemampuan TPACK yang patut dipuji, meskipun masih terdapat ruang untuk mengoptimalkan Pengetahuan Teknologi dalam konteks pembelajaran. Prospective teachers are required to possess, master, and enhance their Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), which is recognized as a pivotal element in the deconstruction of teacher knowledge. This study seeks to analyze the TPACK proficiency of prospective teacher students enrolled in a Micro-Learning course. Employing a descriptive qualitative research approach, data was collected through observation sheets and interviews. Data analysis encompassed reduction, presentation, and conclusion-drawing. The findings revealed that the three participants exhibited commendable TPACK abilities, although there is room for optimizing Technological Knowledge in the context of learning.
Development of Learning Media Assisted by Wordwall on the Material of Exponent for Phase E Students Agrullina, Yoza; Rezeki, Sri; Dahlia, Agus; Amelia, Sindi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1197

Abstract

Penggunaan Android sebagai media pembelajaran memungkinkan siswa mengakses materi pembelajaran tanpa batasan ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbantuan Wordwall pada materi eksponen yang teruji validitas dan praktikalitasnya sehingga dapat digunakan oleh guru dan siswa pada Tahap E (Kelas X SMA). Dalam pengembangan media ini digunakan desain Research and Development (R&D) yang dimodifikasi Sugiyono dengan tahapan Potensi dan Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain, Uji Coba Produk, Revisi Produk, dan Produk Akhir. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa kelas 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan mempunyai rata-rata validitas sebesar 91,91% dengan kriteria sangat valid dan rata-rata kepraktisan sebesar 84,29% dengan kriteria praktis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan layak digunakan karena telah teruji validitas dan praktikalitasnya. Using Android as a learning medium allows students to access learning materials without space and time constraints. This research aims to develop a learning media assisted by Wordwall on the exponent material tested for validity and practicality so that teachers and students can use them in Phase E (Class X SMA). In developing this media, Research and Development (R&D) design, which Sugiyono modifies, is used with the stages of Potential and Problems, Data Collection, Product Design, Design Validation, Design Revision, Product Trial, Product Revision, and Final Product. The research subjects were 26 students in grade 10. The results of this study indicate that the learning media developed has an average validity of 91.91% with very valid criteria and an average practicality of 84.29% with practical criteria. Based on the results of this study, it can be concluded that learning media have been produced that are suitable for use because they have been tested for validity and practicality.
The Implications of Providing Ill-Structured Problems on Students’ Learning Outcomes in the Topic of Polynomial Sukardi; Afifi, Fakhrunnisa Cahya; Ali, Amrizal Marwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1198

Abstract

Dalam matematika, masalah tidak terstruktur sering kali memberikan tantangan tersendiri bagi siswa karena keterbatasan informasi yang diberikan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi pemberian masalah tidak terstruktur terhadap hasil belajar siswa, khususnya pada materi suku banyak sesuai dengan silabus Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang melibatkan subjek sebanyak 64 orang siswa kelas XI tahun ajaran 2022/2023 di SMA Santo Paulus Pontianak yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, masing-masing sebanyak 32 orang siswa. Baik siswa di kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan sama-sama menerima metode pembelajaran yang sama. Namun, siswa di kelompok perlakuan disodorkan sejumlah masalah tidak terstruktur secara berkelanjutan. Tes kemudian diberikan pada akhir pembelajaran. Nilai tes, baik siswa pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan, dianalisis normalitasnya dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, kemudian diuji signifikansinya dari segi rata-rata dengan menggunakan uji- tidak berpasangan. Penelitian ini menghasilkan fakta bahwa pemberian masalah tidak terstruktur membuahkan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Dengan kata lain, penggunaan masalah tidak terstruktur pada materi suku banyak dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya siswa SMA Santo Paulus Pontianak. The aim of this study is to determine the implications of providing ill-structured problems on students’ learning outcomes, specifically in the topic of polynomial according to the 2013 Curriculum syllabus. The subjects of this study were 65 students in grade XI of the 2022/2023 academic year at SMA Santo Paulus Pontianak, which was divided into two groups: the control group and the treatment group, with 32 students in each group. Both the control group and the treatment group received the same teaching method. However, the treatment group was consistently given a series of ill-structured problems. The implications of ill-structured problems on students’ learning outcomes were assessed through the analysis of daily evaluation scores conducted during the final session. This study found that the provision of ill-structured problems had a positive impact on students’ learning outcomes. This conclusion was drawn from statistical calculations using the independent -test on the daily evaluation scores of the two groups, resulting in -value of -2.2504 (equivalent to -value of 0.01415) at a significance level of 5%. The study concludes that providing of ill-structured problems in the topic of polynomial can be an alternative to improve students’ learning outcomes, particularly at SMA Santo Paulus Pontianak.
STEM for the 21st Century: Building a Stronger Workforce for the Digital Age Warsito; Siregar, Nur Choiro; Gumilar, Aris; Rosli, Roslinda
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1199

Abstract

Di abad ke-21, pendidikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) memainkan peran penting dalam membangun tenaga kerja yang kuat untuk era digital. Bidang STEM sangat penting untuk inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing global. Namun, ada kekurangan tenaga profesional terampil di bidang STEM, yang merupakan tantangan besar bagi bisnis dan industri. Era digital telah mengantarkan teknologi baru dan tuntutan akan pekerja terampil dengan pengetahuan dan keahlian mutakhir. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempromosikan pendidikan STEM dan mendorong siswa untuk mengejar karir STEM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan empat dosen dengan teknik pengumpulan data secara wawancara. Hasil penelitian dapat dicapai dengan menyediakan pendidikan STEM berkualitas tinggi, menyempurnakan kurikulum, melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran langsung, dan mengembangkan kemitraan antara industri dan akademisi. Kesimpulannya, berinvestasi dalam pendidikan STEM sangat penting untuk membangun tenaga kerja yang lebih kuat di era digital dan memastikan bahwa individu dan komunitas berkembang dalam ekonomi abad ke-21. Implikasi dari penelitian ini menyoroti meningkatnya permintaan akan tenaga kerja STEM yang kuat di era digital, menekankan kebutuhan untuk memprioritaskan prakarsa pendidikan dan pelatihan STEM. Pembuat kebijakan harus mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan kurikulum STEM, mempromosikan pengalaman belajar langsung, dan mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan dan mitra industri. Selain itu, pendidik harus fokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan literasi digital di kalangan siswa untuk mempersiapkan mereka menghadapi pasar kerja yang berkembang. Perusahaan harus berpartisipasi aktif dalam membentuk program pendidikan STEM, menyediakan magang, dan peluang bimbingan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan dan menumbuhkan tenaga kerja yang sangat terampil. Penelitian mungkin mengandalkan ukuran sampel yang terbatas atau wilayah geografis tertentu, yang dapat mempengaruhi generalisasi temuan. Selain itu, fokus studi pada tenaga kerja era digital mungkin mengabaikan sektor penting lainnya atau kemajuan teknologi di masa depan. Selain itu, penelitian tidak mempertimbangkan pengaruh perbedaan budaya, sosial ekonomi, dan gender pada pendidikan STEM dan pengembangan tenaga kerja. Studi masa depan harus bertujuan untuk mengatasi keterbatasan. In the 21st century, Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) education is critical in building a strong workforce for the digital age. The STEM field is crucial to innovation, economic growth, and global competitiveness. However, a shortage of skilled professionals in the STEM field is a massive challenge for business and industry. The digital era has ushered in new technologies and demands for skilled workers with up-to-date knowledge and expertise. Therefore, promoting STEM education and encouraging students to pursue STEM careers is imperative. This study used a qualitative method involving four lecturers with interview data collection techniques. Research outcomes can be achieved by providing high-quality STEM education, enhancing curricula, engaging students in hands-on learning activities, and developing partnerships between industry and academia. In conclusion, investing in STEM education is critical to building a more robust workforce in the digital age and ensuring that individuals and communities thrive in the 21st-century economy. The implications of this research highlight the growing demand for a strong STEM workforce in the digital age, emphasizing the need to prioritize STEM education and training initiatives. Policymakers should allocate resources to improve STEM curricula, promote hands-on learning experiences, and encourage collaboration between educational institutions and industry partners. In addition, educators should focus on developing critical thinking, problem-solving and digital literacy skills among students to prepare them for the evolving job market. Companies should actively participate in establishing STEM education programs, providing internships and mentorship opportunities to bridge skills gaps and cultivate a highly skilled workforce. Studies may rely on limited sample sizes or specific geographic areas, which can affect the generalizability of the findings. In addition, the focus of studies on the digital age workforce may need to pay more attention to other essential sectors or future technological advances. In addition, the research does not consider the influence of cultural, socioeconomic, and gender differences on STEM education and workforce development. Future studies should aim to overcome the limitations.
The Limited Face-To-Face Learning Implementation: Gender and Math Anxiety Towards Mathematical Conceptual Understanding Miatun, Asih; Ulfah, Syafika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1200

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) apakah terdapat hubungan antara gender dan kecemasan matematika terhadap kemampuan pemahaman konsep; 2) apakah terdapat hubungan antara gender dan kemampuan pemahaman konsep; 3) apakah terdapat hubungan antara kecemasan matematika dan kemampuan pemahaman konsep. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis asosiatif. Siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Cikarang Barat merupakan populasi pada penelitian ini. Sampel minimal diperoleh menggunakan rumus SLovin. Sebanyak 175 siswa dipilih dengan teknik cluster random sampling. Hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan data skor angket kecemasan matematika merupakan data utama pada penelitian ini. Uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas) digunakan sebelum pengujian hipotesis. Uji regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis. Penelitian ini memberikan hasil: (1) sebesar 2,5% kemampuan pemahaman konsep ditentukan oleh faktor gender dan kecemasan matematika; (2) Terdapat hubungan antara gender dan kecemasan terhadap pemahaman konsep; (3) Terdapat hubungan antara gender dan kemampuan pemahaman konsep; dan (4) Tidak terdapat hubungan antara kecemasan matematika terhadap kemampuan pemahaman konsep. The goals of this study were to find out: (1) there was a correlation between gender and math anxiety toward conceptual understanding ability; (2) there was a correlation between gender and conceptual understanding ability; and (3) there was a correlation math anxiety and conceptual understanding ability. This was a quantitative study with an associative type. The population consisted of grade VIII students from one of secondary school in Cikarang Barat District. The Slovin Formula was used to determine the minimum sample size required. A total of 175 student were selected using cluster random sampling technique. The mathematics anxiety score and conceptual understanding ability score were the main data in this study. The classical assumption tests were required before hypothesis test. Furthermore, the research hypothesis was tested multiple regression test. The following findings were obtained from this study: (1) gender and math anxiety determined 2,5% of conceptual understanding ability; (2) there was a correlation between gender and math anxiety toward conceptual understanding ability; (3) there was a correlation between gender and conceptual understanding ability; and (4) there wasn’t a correlation between math anxiety and conceptual understanding ability.
The Effectiveness of Problem-Based Learning and Direct Instruction Models in Enhancing Mathematical Understanding among Elementary School Students Indriani, Rina; Wahyudin; Turmudi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1201

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada perbandingan pengaruh Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) terhadap kemampuan pemahaman matematis peserta didik, dengan mempertimbangkan tingkat minat belajar mereka. Desain faktorial 3x2 digunakan, menggabungkan tingkat minat belajar (rendah, sedang, tinggi) dengan model pembelajaran (PBL dan DI). Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode pembelajaran, dengan interaksi antara metode dan tingkat minat peserta didik memengaruhi peningkatan pemahaman matematis. Peserta didik dengan minat tinggi cenderung mengalami peningkatan yang lebih signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya responsif dan diferensiatif dalam pendekatan pembelajaran matematika, sesuai dengan kebutuhan individual peserta didik. Implikasi praktisnya adalah penyesuaian metode pembelajaran untuk mencapai hasil optimal. Studi ini memperkaya pemahaman tentang hubungan kompleks antara metode pembelajaran, minat belajar, dan pemahaman matematis. This study investigates the comparative impact of Problem-Based Learning (PBL) and Direct Instruction (DI) on students' mathematical understanding, considering their levels of interest in learning. A 3x2 factorial design was employed, incorporating varying levels of learning interest (low, medium, high) and learning models (PBL and DI). Statistical analysis reveals significant distinctions between the two instructional approaches, with the interaction between method and students' interest levels influencing improvements in mathematical understanding. Notably, students with high interest tend to demonstrate more substantial advancements. These findings underscore the importance of adapting instructional strategies to accommodate individualized student needs in mathematics education. The practical implication suggests tailoring teaching methods to optimize educational outcomes. This research enhances our understanding of the intricate dynamics among instructional methods, student interest, and mathematical comprehension.
Development of Mathematics Adventure Educational Game on SPLDV Material to Improve Students' Mathematical Connection Ability Soleha, Rizki Putri; Wulantina, Endah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1202

Abstract

Rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran, khususnya materi SPLDV menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Alat bantu seperti media pembelajaran permainan edukatif sangat diperlukan untuk meningkatkan hubungan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa dalam bentuk game edukasi Mathematics Adventure pada materi SPLDV. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, analysis , design, development, implementation, dan evaluation. Uji coba produk dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Batanghari. Instrumen pengumpulan data menggunakan validasi ahli, angket respon siswa, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan game edukasi Mathematics Adventure sangat valid berdasarkan penilaian para ahli, respon siswa memenuhi standar sangat praktis dan hasil belajar efektif untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. The low level of students' mathematical connections in learning, particularly in SPLDV material, is the impetus for this research. Educational game learning media tools are necessary to enhance mathematical relationships. This study aims to provide legitimate, practicable, and effective learning media in the form of Mathematics Adventure educational game on SPLDV material to enhance students' mathematical connection abilities. This research follows the ADDIE model of Research and Development, consisting of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The product was tested on the eighth-grade students of SMP Negeri 3 Batanghari. Data collection instruments included expert validation, student response questionnaires, and tests. The results indicated that the educational game Mathematics Adventure was highly valid based on expert assessment, student responses met practical standards, and learning outcomes were effective in improving students' mathematical connection abilities.
Improving Junior High School Students' Ability to Ask Mathematical Problems through the Use of Geogebra-Based Learning Media Puspitasari, Nitta; Sofyan, Deddy; Handriani, Ratrianing Tias Sri; Maharani, Renita Putri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1203

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengembangkan kemampuan mengajukan masalah, dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan aplikasi geogebra. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah kemampuan mengajukan masalah siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis geogebra lebih baik dibandingkan yang berbasis power point, ditinjau (a) secara umum, dan (b) setiap indikator kemampuan mengajukan masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel dipilih secara acak kelas, yaitu siswa kelas VIII J sebanyak 31 siswa yang pembelajarannya menggunakan media berbasis power point, dan VIII K sebanyak 32 siswa berbasis geogebra Analisis data menggunakan uji parametrik untuk membandingkan kemampuan pengajuan masalah. Hasil penelitian ini adalah kemampuan mengajukan masalah matematik siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis geogebra lebih baik dibandingkan dengan berbasis power point, ditinjau secara umum, dan setiap indikator kemampuan mengajukan masalah. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran berbasis geogebra dapat meningkatkan kemampuan mengajukan masalah. This research is motivated by the importance of developing problem posing abilities and improving the quality of learning through the utilization of GeoGebra applications. The aim of the research is to determine whether the problem posing abilities of students who use GeoGebra-based learning media are better compared to those based on PowerPoint, both (a) in general, and (b) for each problem posing ability indicator. This research employs quantitative research with a comparative method. Samples were randomly selected classes, namely class VIII J consisting of 31 students whose learning used PowerPoint-based media, and class VIII K consisting of 32 students using GeoGebra-based media. Data analysis used parametric tests to compare problem posing abilities. The results of this research indicate that the mathematical problem posing abilities of students using GeoGebra-based learning media are better compared to those based on PowerPoint, both (a) in general, and (b) for each problem posing ability indicator. The conclusion drawn from this research is that the use of GeoGebra-based learning media can enhance problem posing abilities.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue