cover
Contact Name
Nisaul Barokati Selirowangi
Contact Email
nisa@unisda.ac.id
Phone
+6282234853344
Journal Mail Official
Istiqomah@unisda.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Jl. Airlangga 03 Sukodadi Lamongan, Jawa Timur 62253
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26210665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRORADIX "Jurnal Ilmu Pertanian" : is a research journal published by agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan. Agroradix provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of agricultural sciences with priority on plantation, horticulture, crop protection, and aspects of postharvest. This journal is published twice times annually, June and December.
Articles 198 Documents
Pengaruh Sonikasi Terhadap Sifat Fisik Formula Herbisida yang Ditambahkan Surfaktan Dietanolamida Ika Agustin Rusdiana; Erliza Hambali; Mulyorini Rahayuningsih
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i2.924

Abstract

Diethanolamide is a non-ionic surfactant from palm oil derivatives that can replace the use of polyoxyetilenamine surfactant in a commercial herbicides. But there is a weakness inthe formula it has low visual appearance to the consumer industry. The aim of this researchwas to study the improvement of herbicide characterization through sonication method. Thisstudy was designed using a complete randomized design of 2 factors with factor 1 is the timeof sonication (0, 30, 60, 90 minutes) and factor 2 is amplitude (20%, 30%, 40%).The bestherbicide formula after sonication at 40% amplitude, 90 minute sonication time having asurface tension of 23,42 dyne/cm, contact angle of 0o and turbidity of 98 NTU.
Strategi Pengembangan Budidaya Tanaman Tembakau Di Kabupaten Ponorogo Use Etica; Lutfy Ditya Cahyanti
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i2.925

Abstract

Di kabupaten Ponorogo luas tanaman tembakau mencapai 503 hektar yang tersebut di 10 kecamatan dengan 4 jenis tembakau yang ditanam oleh petani tembakau di musim tanam tembakau tahun 2018. Produksi tanaman tembakau di kabupaten Ponorogo mencapai 609 ton denga produktivitas rata antara 1,2 – 1,5 ton/hektar tembakau kering (rajangan, krosok dan asepan). Produksi ini semakin tahun semakin meningkat seiring pertambahan luas areal penanaman tembakau dan peningkatan kualitas dan kuantitas cara budidaya tanaman tembakau.Perluasan areal pertanaman tembakau masih terbuka lebar diseluruh wilayah kabupaten Ponorogo, kecuali wilayah kecamatan Pudak karena kondisi iklim yang kurang cocok untuk pengembangan tembakau dan wilayah kecamatan Jetis karena kondisi angin yang terlalu kencang. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT serta analisis deskriptif untuk mengidentifikasi, mengetahui dan menganalisis pelaksanaan usaha tembakau dalam rangka penumbuhan usaha agribisnis dengan cara identifikasi data sekunder pada Dinas Pertanian (bidang perkebunan) kabupaten Ponorogo dan wawancara dengan anggota kelompok tani tembakau kabupaten Ponorogo. Hasil SWOT Analisys menunjukkan pada posisi kuadarn I (agresif) yang artinya dalampengembangan kawasan industri tembakau harus maju terus dengan menggunakan seluruh kekuatan yang merupakan faktor internal untuk memanfaatkan peluang yang merupakan faktor eksternal yang ada.
Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Melalui Aplikasi Sistem Tanam Jajar Legowo dan Macam Varietas Ana Amiroh
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i2.926

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menjadi makanan pokok penduduk dunia. Di indonesia, padi merupakan komoditas utama dalam menyongkongpangan masyarakat.Menurut data BPS pada tahun 2011,konsumsi beras pada tahun 2011mencapai 139kg kapita-1-1 tahundengan jumlah penduduk 237 juta jiwa,sehingga konsumsi beras nasional pada tahun 2011 mencapai 34 juta ton, kebutuhan beras terus meningkatseiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari pertumbuhan produksipangan yang tersedia.Pengaturan sistem tanam dan umur bibit yang tepat, sertapenggunaan varietas unggul padi selain efektif dalam pertumbuhan tanaman juga efisiendalam waktu dan mendapatkan produktivitas yang optimal. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh system tanam jajar legowo dan macam varietas terhadappertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryzasativa L.). Penelitian dilaksanakan di DusunPadang Desa Sumberagung, Kecamatan Sukodadi,Kabubaten Lamongan. Ketinggian tempat ±7 meter dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2017,menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial,yang terdiri dari 2 faktordan setiap faktor terdiri dari 3 level yang diulang 3 kali ulangan. Kesimpulan pada hasilpenelitian pengaruh macam varietas dan sistem jajar legowo terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah Tidak terdapat interaksi antara perlakuansistem tanam jajar legowo dan macam varietas pada semua umur dan macam parameterpengamatan. Terdapat perbedaan nyata pada perlakuan macam varietas pada parameterpengamatan panjang malai, jumlah anakan produktif, gabah basah, gabah kering dan 1000 biji.
IDENTIFIKASI PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS PADA TANAMAN ANGGREK Cattleya sp. DI MALANG, JAWA TIMUR Fery Abdul Choliq; Tutung Hadi Astono; Erlina Eka Putri
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1280

Abstract

Kota Malang, merupakan salah satu sentra budidaya tanaman hias jenis anggrek di Jawa Timur. Salah satu anggrek yang dibudidayakan adalah jenis anggrek Cattleya sp. Anggrek Cattleya sp. memiliki julukan sebagai The Queen of Orchid karena ukuran serta keindahan bunganya. Anggrek jenis ini adalah tanaman hias yang memiliki potensi untuk dikembangkan dari segi produktivitasnya. Adanya kendala budidaya tanaman anggrek Cattleya sp. di Malang diduga disebabkan oleh virus. Sampai saat ini belum diketahui virus penyebab penyakit yang menginfeksi anggrek Cattleya sp. Identifikasi penyakit adalah salah satu langkah awal untuk mengetahui jenis virus penyebab penyakit sehingga dapat digunakan untuk mencegah atau mengurangi intensitas serangan penyakit. Identifikasi penyakit yang disebabkan oleh virus dengan menggunakan metode pengujian sifat fisik virus dalam sap dan pengujian kisaran inang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengetahui virus penyebab penyakit pada anggrek Cattleya sp. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang akan memberikan informasi terkait identifikasi virus penyebab penyakit pada Anggrek Cattleya sp. di Malang Jawa Timur dengan menggunakan pengujian sifat fisik virus dalam sap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2016 di Green House yang berlokasi di Ds. Karang Widoro, Kec. Dau, Kab. Malang dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Sumber inokulum virus diperoleh dari daun anggrek Cattleya sp. yang diduga bergejala virus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif untuk mengetahui jenis virus yang menyerang tanaman anggrek melalui pengujian kisaran inang dan pengujian sifat fisik virus. Beberapa hasil pengujian sifat fisik virus yang dilakukan diketahui bahwa virus yang menginfeksi anggrek Cattleya sp. adalah Odontoglossum Ringspot Virus (ORSV). Anggrek Cattleya sp. yang terserang ORSV menunjukkan gejala klorosis beserta nekrosis berwarna coklat kehitaman yang hampir menutupi seluruh bagian daun. Pada pengujian kisaran inang hasilnya menunjukkan bahwa ORSV dapat menginfeksi C. amaranticolor, C. quinoa, N. tabacum, G. globosa, Z. ellegans, Dendrobium sp., dan Phalaenopsis sp. Hasil kisaran inang juga menunjukkan bahwa ORSV tidak dapat menginfeksi C. sativus dan C. vulgaris. Hasil pengamatan partikel virus diketahui bahwa partikel ORSV memiliki bentuk batang kaku dengan ukuran kurang lebih 300 x 18 nm.
Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Melalui Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) dalam Mendukung Penerapan Teknologi Budidaya Sayuran Organik di Sulawesi Tenggara Edi Tando
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1281

Abstract

Isu ketahanan pangan merupakan fokus utama dalam kebijakan operasional pembangunan pertanian. Pemanfaatan lahan pekarangan belum optimal dilakukan masyarakat. Kementerian Pertanian merintis model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL). Tujuan penyusunan makalah ialah untuk memberikan informasi tentang Optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui melalui pengembangan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) dalam mendukung penerapan teknologi budidaya sayuran organik di Sulawesi Tenggara. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa optimalisasi pemanfaatan pekarangan dapat diwujudkan melalui model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) yang dapat mendukung penerapan teknologi budidaya sayuran organik di Sulawesi Tenggara. Komoditas sayuran organik memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lestari dalam usaha diversifikasi pangan sebagai model diseminasi inovasi teknologi pertanian. Produk yang dihasilkan melalui pengembangan m-KRPL dan replikasinya menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berupa komoditi segar dan organik. Keberhasilan pengembangan m-KRPL harus didukung oleh tujuh pilar keberlanjutan.
Penekanan Penyakit Karat Daun Pada Kedelai Akibat Phakopsora pachyrhizi Syd. Menggunakan Mikoriza Indigenous Pada Tanah Litosol Ambar Susanti; Mazidatul Faizah; Muh. Lutfi Syaiul Khamid
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza indigenous terhadap tekanan serangan penyakit karat daun Phakopsora pachyrhizi Syd pada tanaman kedelai di tanah litosol. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Agroekoteknologi dan lahan percobaan di Universitas KH.A. Wahab Hasbullah. Rancangan penelitian menggunakan RAK factorial dengan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan inokulasi dengan kerapatan pustule yang diuji pada tanaman kedelai pada media tanah litosol tidak berpengaruh nyata terhadap persentase intensitas penyakit pada kedelai. Perlakuan K2M2 pada tanaman kedelai yang diuji mempunyai intensitas penyakit karat daun P. pachyrhizi Syd. terendah (8,03 persen) dengan nilai kandungan fenol tertinggi(4,67 persen) pada perakarannya, yang dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman kedelai terhadap infeksi pathogen P. pachyrhizi Syd. Mikoriza sudah menginfeksi perakaran tanaman kedelai yang diuji tujuh hari setelah inokulasi pada media tanah litosol.
POTENSI GALUR HARAPAN KACANG PANJANG POLONG UNGU Astrid Ika Paramitha; Damanhuri Damanhuri; Kuswanto Kuswanto
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1284

Abstract

Kacang panjang (Vigna unguiculata var sesquipedalis (L) adalah satu dari tanaman sayuran yang memiliki keanekaragaman genetik yang luas. Namun, produksi kacang panjang masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu penghambat rendahnya produksivitas kacang panjang yaitu kutu daun (Aphids craccivora Koch). Penelitian bertujuan untuk menguji potensi hasil dan memilih beberapa galur harapan terbaik kacang panjang polong ungu yang berdaya hasil tinggi yang memiliki kandungan antosianin tinggi. Pemilihan dilakukan berdasarkan warna polong, panjang polong dan permukaan polong. Warna ungu yang terdapat pada kacang pajang mengandung antosianin yang berguna sebagai antioksidan. Tanaman polong ungu juga toleran terhadap hama dan penyakit, serta toleran terhadap kondisi kekurangan air. Kacang polong ungu memiliki kulit yang lebih tebal dan keras sehingga tidak disukai oleh hama. Penelitian meliputi uji daya hasil dan evaluasi kacang panjang polong ungu. Hasil yang diperoleh dari kegiatan seleksi ialah 6 galur harapan berpotensi sebagai varietas baru yang memiliki daya hasil tinggi dan kandungan antosianin tinggi yaitu UBPU3-153, UBPU1-130, UBPU1-365, UBPU1-41, UBPU1-139 dan UBPU1-222.
Kajian Macam Cara Tanam dan Pemberian Mikroorganisme Lokal Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Choirul Anam; Suharso Suharso; Muhamad Choirul Anam Efendi
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1285

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Nginjen Desa Pandanpancur Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial dengan 3 ulangan, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Macam Cara Tanam dan Mikro Organisme Lokal. Faktor perlakuan macam cara tanam terdiri dari 3 perlakuan yaitu: Cara Tanam Tabela, Cara Tanam Konvensional, dan Cara Tanam Jajar Legowo . Faktor macam mikro organisme lokal terdiri dari 3 level yaitu: MOL Keong Mas, MOL Bonggol Pisang, dan MOL Serabut Kelapa. Indikator pertumbuhan dan produksi yang diamati meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, banyak anakan, banyak malai, berat gabah perpetak, dan berat 1000 biji. Pengamatan dilaksanakan mulai umur 14 hari dengan interval 7 hari sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian aplikasi Macam Cara Tanam dan Mikro Organisme Lokal Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Data hasil dari penelitian sejak tanaman berumur 14 hari hingga akhir pengamatan, dianalisa dengan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Dari hasil pengamatan dan perhitungan melalui analisa sidik ragam dapat diambil kesimpulan bahwa Adanya interaksi yang sangat nyata pada perlakuan macam cara tanam dan mikroorganisme lokal pada parameter tinggi tanaman tinggi tanaman (14 dan 21 hst), jumlah daun (14 dan 21 hst), banyak anakan (14 dan 21), dan berat gabah kering perpetak. Didapat beda yang sangat nyata pada perlakuan macam cara tanam dan mikroorganisme lokal pada parameter tinggi tanaman (14, 21, 28, dan 35 hst), jumlah daun (14, 28, dan 35 hst), luas daun (14, 21, 28 dan 35), banyak anakan (28 dan 35) dan berat gabah per 1.000 biji. Perlakuan cara tanam jajar legowo dan mol keong mas menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Aplikasi Macam Pupuk Organik dan Pupuk Kimia Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) dengan Sistem Jajar Legowo Ana Amiroh; Istiqomah Istiqomah; Sholekan Sholekan
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1286

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan pokok di Indonesia. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan sehari-hari. Tingginya kebutuhan beras harus ditunjang dengan produktivitas panen tanaman padi yang tinggi, sehingga kebutuhan beras mampu terpenuhi. Metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi antara lain ; inovasi sistem budidaya tanaman, perlindungan tanaman dari serangan hama penyakit, penanaman varietas unggul, dan penggunaan pupuk. Penggunaan pupuk organik harus dilakukan secara tepat jenis, tepat waktu dan tepat takaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas pemberian pupuk organik dan pupuk kimia majemuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) sistem jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Gondang Waruk, Desa Sugio Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 - Mei 2018. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, setiap faktor terdiri dari tiga level yang diulang 3 kali ulangan, yaitu : faktor I : pupuk organik dengan tiga level yaitu ; tanpa organik, pupuk kandang kambing, dan pupuk petroganik. Faktor II : pupuk kimia majemuk dengan tiga level yaitu tanpa pupuk majemuk, mutiara, dan pupuk phonska. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat 1000 bulir, dan berat gabah per hektar. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi perlakuan antara penggunaan macam pupuk organik dan pupuk majemuk. Kombinasi perlakuan terbaik ditunjukkan pada penggunaan pupuk kandang kambing dan pupuk mutiara, serta penggunaan pupuk kandang kambing dan pupuk phonska.
Kajian Peningkatan Produksi Kedelai (Glycine max (L) Merr.) dengan Pemberian Macam Dosis dan Konsentrasi Biourine Plus Mariyatul Qibtiyah; Dian Eka Kusumawati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh macam dosis dan konsentrasi biourine plus terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali. Perlakuan 1 terdapat 3 level : dosis 500 l/ha, dosis 1000 l/ha, dosis 1500 l/ha. Perlakuan 2 terdapat 3 level : konsentrasi 1 l/15 l air, konsentrasi 1 l/10 l air, konsentrasi 1 l/5 lt air. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara perlakuan macam dosis dan konsentrasi biourine plus pada berbagai parameter yang diamati dan berbagai umur. Perlakuan terbaik yaitu pada dosis 1500 l/ha dan konsentrasi biourine 1l/5 lt air.

Page 2 of 20 | Total Record : 198