cover
Contact Name
Fido Rizki
Contact Email
lppm@univbinainsan.ac.id
Phone
+6282179654408
Journal Mail Official
lppm@univbinainsan.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral besar H.M Soeharto Kel Lubuk Kupang Kec Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN)
ISSN : 2774261X     EISSN : 27762955     DOI : https://doi.org/10.32767/juragan.v1i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) merupakan jurnal dengan cakupan bidang ilmu pertanian meliputi agronomi, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, hama dan penyakit tanaman, pertanian organik, hidroponik, agroklimat. Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, pengkajian, dan pengembangan mengenai ilmu pertanian. Situs Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis, berskala nasional, dan sumber referensi bagi akademisi. Editor menerima kiriman artikel yang sudah disesuaikan dengan template dan belum pernah diterbitkan atau dipublikasi pada jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
POTENSI RIZOBAKTERI INDIGENUS SEBAGAI AGENS BIOKONTROL JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM F. SP. CUBENSE PENYEBAB PENYAKIT LAYU TANAMAN PISANG Anggraini, Selviana; Trisno, Jumsu; Tizelia, Tizelia
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.25

Abstract

The use of rhizobacteria is an alternative control in suppressing plant disease attacks. The purpose of this study was to obtain indigenous rhizobacteria which have the potential as antagonist agents of Fusarium oxysporum f. sp. cubense. Sampling was carried out randomly selected on endemic lands. Isolation of rhizobacteria using serial dilution method and its antagonist test against Fusarium oxysporum f. sp. cubense uses the dual culture method. The isolation results from 3 banana cultivars (kepok, raja sere, and mas) obtained 24 rhizobacterial isolates with different morphological and physiological characters. The antagonist test results showed that 8 rhizobacterial isolates were able to suppress the growth of Fusarium oxysporum f. sp. cubense and is not plant pathogenic.
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS PADA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) Paulina, Maria; Lumbantoruan, Santa Maria; Septiani, Aella
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.26

Abstract

Pakcoy as a type of vegetable that we often encounter on the market. This plant can be cultivated easily, and can be consumed directly or processed into complementary vegetables in meatballs, chicken noodles, and other types of food. Excessive use of chemical fertilizers will cause soil damage in the long term. Reducing chemical fertilizers can be done by giving rice washing water, because usually when washing rice, the water used is just thrown away. In fact, this rice washing water waste has the potential as liquid organic fertilizer. The purpose of this study was to determine the effect of rinsing rice washing water on the growth and yield of pakcoy plants. The research design used a randomized block design (RAK) with a single factor, namely the rice washing water rinse, namely C0 = control, C1 = the first rinse of rice washing water, C2 = the second rinse of rice washing water, and C3 = the third rinse of rice washing water. The parameters observed were plant height, number of leaves, plant diameter, fresh root weight, and total fresh weight. The results showed that rice washing water rinse had no significant effect on all observed parameters. However, C3 treatment has the greatest value for all observations compared to the control treatment, C1, or C2.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (LACTUCA SATIVA L.) TERHADAP INTERVAL WAKTU APLIKASI PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS Jumawati, Riana; Paulina, Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.28

Abstract

Lettuce is one of the most popular vegetables from various groups, because it does not need special preparation to enjoy it immediately. Its cultivation is relatively easy and does not require special techniques, making lettuce can be grown in polybags or hydroponically. Rice washing water, which is usually not utilized, actually has the potential as liquid organic fertilizer. Besides being practical and environmentally friendly, liquid organic fertilizer can be applied easily. This study aims to determine the effect of the appropriate application time interval for giving rice washing water on the growth and yield of lettuce. This research was conducted in August-October 2020 using polybags containing soil: manure: husk (1: 1: 1). The design used was a single factor completely randomized block design (RAKL). The factor is the application time interval for giving rice washing water with 4 levels, namely: W0 = without giving rice washing water (control), W1 = once every 2 days, W2 = once every 4 days and W3 = once every 6 days with a dose of 50 ml polybag-1. The results showed that the time interval treatment with washing rice water had no significant effect on plant height, number of leaves, diameter, fresh root weight, and total fresh weight of lettuce plants. However, the treatment of giving rice washing water at an interval of 6 days (W3) once showed a better value than without treatment, the time interval for giving rice washing water once every 2 days or 4 days.
POTENSI PEMANFAATAN MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN Lumbantoruan, Santa Maria; Herlina, Herlina; Az-zahra, Risma Chantrika
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.33

Abstract

This study aims to examine the mycorrhizal potential for food security in Indonesia. The analysis is based on literature review using secondary data as a source of information. Food productivity has an important role in the lives of many people. Meanwhile, on the one hand, we are faced with immeasurable human growth and land functions that have begun to shift to settlements over time. One way to increase food in Indonesia is to empower marginal lands. Indonesia has a marginal land area that has not been optimized due to problems with the soil, poor nutrients and poor water management. Of course, to overcome this, it is necessary to have an agricultural cultivation approach so that these lands can be utilized. One of the approaches to agricultural cultivation is the application of biological fertilizers, namely mycorrhizae. From several literature studies, it is found that mycorrhizae can increase plant production by increasing nutrient uptake in marginal lands.
Penerapan Teknologi Biopori dan Jenis Biomassa Dalam Perbaikan Sifat fisik dan Kimia Tanah Pada Tanaman Kelapa Sawit Application of Biopore Technology and Types of Biomass in Repair Physical and Chemical Properties of Soil in Oil Palm Plants (Elaeis Loso, Sugito; Haryanti, Nely
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.103

Abstract

Biopori adalah lobang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas makro dan mikro organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar air dalam tanah dan peningkatan kadar unsur hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penerapan teknologi biopori dan jenis biomassa dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah pada tanaman kelapa sawit. Untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak kelompok faktorial (RAK faktorial) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan terdiri atas satu faktor yaitu biomassa dari golongan tanaman monocotyl (S1), biomassa dari tanaman dicotyl (S2), biomassa dari bagian tanaman kelapa sawit (daun, pelepah, tandan buah, dan buang jantan (S3), biomassa campuran (monokotil, dikotil, dan bagian dari tanaman kelapa sawit) (S4). 1. Perlakuan biomassa campuran memberikan hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara pada jarak 5 cm dari LRB, dan bulk dencity 2. Interaksi perlakuan teknologi biopori dan biomassa campuran hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara jarak 0-5, 5-10, dan 10-15 cm dari lubang resapan biopori.
Kualitas Mikrobiologi Susu Pasteurisasi Martiana, Anggia; Huriyah, Siti Balqis
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.106

Abstract

Susu pasteurisasi merupakan salah satu produk olahan susu cair yang mengalami proses pemanasan di bawah titik didih. Susu pasteurisasi bersifat mudah rusak sehingga umur simpannya pendek. Mutu susu pasteurisasi ditentukan pada pemrosesan penangan dan pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba susu pasteurisasi dengan melakukan pengujian jumlah Total Plate Count (TPC), E.coli dan Salmonella. Penlitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui perbandingan kualitas mikroba susu dengan standar nasional Indonesia. Hasil penelitian menujukan jumlah bakteri pada susu pasteurisasi dengan inkubasi 24 jam dan 48 jam, total plate count dan E.coli tidak sesuai dengan standar mutu SNI No.01-3951-1995 sedangkan pada jumlah salmonella sp sesuai standar mutu.
the EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK KOTORAN TERNAK DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS L, Santa Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 2 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v4i2.125

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman unggulan setelah padi karena mengandung gula, protein dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Permintaan kebutuhan jagung yang terus meningkat, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui pemberian pupuk yang diberikan untuk meningkatkan produksi. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Bina Insan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu faktor perlakuan pertama adalah pupuk kotoran hewan yang terdiri dari 3 taraf: P1: kotoran sapi, P2: kotoran kambing, P3: pupuk kotoran ayam. Faktor perlakuan selanjutnya adalah dosis pupuk kalium yang terdiri dari 3 taraf yaitu M1 2,5 g polibag-1, M2 5 g polibag-1, dan M3 7,5 g polibag-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan pupuk kotoran ternak dan perlakuan dosis pupuk kalium tidak menunjukkan peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar dan berat kering tanaman secara nyata. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam (P3) memberikan pertumbuhan tanaman jagung manis yang paling baik meskipun tidak nyata, pemberian pupuk kandang kalium 5 g polibag-1 (M2) memberikan peningkatan yang terbaik pada tanaman jagung manis. Interaksi Perlakuan kotoran kandang ayam dan dosis kalium 2,5 g dalam polibag-1 memberikan hasil terbaik.
EFEKTIVITAS DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL TANAMAN PAKCOY Haryuni, Haryuni; Komala Rosiah, Wildia
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 2 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v4i2.131

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis sayuran yang tergolong ke dalam keluarga Brassicaceae, tanaman sawi pakcoy berasal dari cina (Ernanda, 2017). Pupuk organik cair merupakan pupuk yang ramah lingkungan dan mengandung bahan penting yang di butuhkan untuk membuat tanah subur kembali baik dari fisik, biologi dan kimia. (Puspadewi, et all, 2016). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektivitas dan rekomendasi dari dosis pupuk organik cair terhadap hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 di Kelurahan Rimbo Recap, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dosis P0 (tanpa perlakuan), P1 (20 ml/1 liter air), P2 (40 ml/1 liter air), P3 (60 ml/1 liter air), P4 (80 ml/1 liter air) dan P5 (100 ml/1 liter air). Pengamatan variabel yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, diameter batang, panjang akar dan berat pertanaman pada tanaman pakcoy. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, diameter batang dan berat pertanaman.
SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN RAWA PASANG SURUT DI DESA TELANG KARYA, P87S, BANYUASIN mashum, Halim; Loso, Sugito
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 2 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v4i2.166

Abstract

Tanah merupakan bagian dari tubuh alam yang sangat penting bagi seluruh aspek kehidupan makhluk hidup, tanpa terkecuali. Bagi tanaman tanah merupakan media tumbuh dan sumber nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tamanan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika memiliki sifat tanah yang baik pula. Lahan rawa pasang surut merupakan lahan sub-optimal dengan banyak faktor pembatas salah satunya adalah kemasaman tanah. Analisis sifat tanah menjadi salah satu kunci untuk mengetahui potensi lahan dalam pengembangan lahan pertanian tak terkecuali pada lahan rawa pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia tanah pada lahan pasang surut tipe A, Desa Telang Karya, P87S, Banyuasin. Metode yang digunakan adalah metode survei dan obsevasi. Sampel tanah diambil menggunakan metode purposif sampling sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tanah pada lokasi penelitian cenderung masam (4,25 – 4,94), kandungan C-Oranik cenderung tinggi dan kandungan N-Total yang rendah. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan lahan rawa pasang surut agar layak untuk kegiatan pertanian adalah dengan cara pemberian amelioran dan pengelolaan air yang tepat.
Aplikasi Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Mikoriza terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum melongena L.) pada Fase Generatif Restiani, Selvi; Saputra, Regi; Asti D, Arda; Pitaloka K, Diah; A, Fitrah; Anggraini, Selviana; Ma’shum, Halim; Siaga, Erna
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 5 No 1 (2024): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v5i1.169

Abstract

The eggplant is a popular fruit and vegetable plant known for its delicious taste. Eggplant farming is economically valuable due to high market demand. Proper fertilization during the generative phase is essential for increasing eggplant production. This study investigates the effects of Pearl NPK 16-16-16 fertilizer and Mycorrhiza Fertilizer on eggplant growth and production. Conducted at the Experimental Land of the Agrotechnology Study Program, Faculty of Plant and Animal Sciences, Universitas Bina Insan, the research employed a Completely Randomized Design (CRD) with treatments: P0 = 0 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer, P1 = 5 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer, P2 = 10 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer, and P3 = 15 g NPK Fertilizer + 10 g Fertilizer. The study revealed that the treatments significantly impacted plant height, leaf count, root weight (wet and dry), total weight, and dry weight of roots, stems, leaves, and overall eggplant plants. Application of 10 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer (P2) yielded the best results in plant height, leaf count, wet and dry weight of plants, differing significantly from P0, P1, and P3 treatments.

Page 3 of 4 | Total Record : 37