cover
Contact Name
Fido Rizki
Contact Email
lppm@univbinainsan.ac.id
Phone
+6282179654408
Journal Mail Official
lppm@univbinainsan.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral besar H.M Soeharto Kel Lubuk Kupang Kec Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN)
ISSN : 2774261X     EISSN : 27762955     DOI : https://doi.org/10.32767/juragan.v1i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) merupakan jurnal dengan cakupan bidang ilmu pertanian meliputi agronomi, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, hama dan penyakit tanaman, pertanian organik, hidroponik, agroklimat. Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, pengkajian, dan pengembangan mengenai ilmu pertanian. Situs Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis, berskala nasional, dan sumber referensi bagi akademisi. Editor menerima kiriman artikel yang sudah disesuaikan dengan template dan belum pernah diterbitkan atau dipublikasi pada jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
EFEKTIFITAS AKAR SORGUM SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP Testplant SECARA In Vitro Utami, Rizky Septika
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i2.79

Abstract

Weeds as competitors for nutrients, water, sunlight and growing space for staple crops. The experiment was the evaluation of the effectiveness of sorghum root bioherbicides on the in vitro plant test using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors namely the concentration of bioherbicide and the type of plant test. The first factor consists of 5 levels, 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%. The second factor consists of 2 (two) test plants, namely green beans (representing broadleaf weeds) and rice (representing narrowleaf weeds). The results showed that the higher the concentration of sorghum root bioherbicides, the percentage of normal sprouts, the length of the radicles and the length of the plumula.
TARAF DOSIS PUPUK PELENGKAP CAIR (PPC) DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO.L) Loso, Sugito
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.95

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peranan pentingdalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkanmutu bibit kakao dengan cara taraf dosis pupuk pelengkap cair dan macam media tanam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam taraf dosis pupuk pelengkap cair dan macammedia tanam yang tepat terhadap pertumbuhan bibit kakao serta untuk mengetahui interaksiantara kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental denganRancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan sembilan kombinasi perlakuan yangdiulang sebanyak tiga kali. Setiap satuan percobaan terdiri atas 5 tanaman, setiap ulangansebanyak 45 tanaman sampel, dan jumlah tanaman yang dibutuhkan sebanyak 135 tanaman.PPC (P) dengan dosis yang terdiri : 1. P1 : tanpa pemberian , 1. P2 : 2 ml/liter air, P3 : 4ml/liter air. Macam Media Tanam (M) terdiri dari tiga kombinasi, yaitu : 1. M1 : Campuranantara tanah dan pupuk kotoran ayam 1 : 1, 2. M2 : Campuran antara tanah dan pupuk kotoranayam 2 : 1, dan 3. M3 : Campuran antara tanah dan pupuk kotoran ayam 3 : 1. Parameter yangdiamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, jumlah akar lateral, bobotbasah berangkasan dan bobot kering berangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwamenunjukkan perlakuan taraf dosis pupuk pelengkap cair dengan konsentrasi 2 ml/liter air (P2)merupakan perlakuan yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman kakao.Perlakuan macam media tanam antara tanah dan pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 2:1(M2) merupakan macam media tanam yang terbaik bagi pertumbuhan bibit tanaman kakao.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI MIKROBA PENGHASIL ANTIBIOTIK DARI RIZOSFER TANAMAN KECIPIR (PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS) DAN PISANG (MUSA PARADISIACA) Hasibuan, Sari Yulia Kartika; Jaya, Dori Kusuma; Ansiska, Paisal; Bria, Deseriana; Aprianto, Dodi
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 2 No 1 (2021): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.45

Abstract

Many microbial populations are found in the rhizosphere, including in the soil layer that follows the plant root system. Rhizosphere soils contain more bacteria, fungi and actinomycetes than non-rhizosphere soils. One of the antibiotic producing bacteria has been isolated from the rhizosphere. The purpose of this study was to isolate and characterize the biochemistry of antibiotic producing bacteria and to evaluate their superiority in inhibiting other types of bacteria. Three microbial isolates were isolated from the rhizosphere of winged bean (K) and banana (P1 and P2) plants. All isolated isolates were tested for antagonism with E. coli, Bacillus, and Pseudomonas bacteria on Nutrient Agar (NA) media to determine antibiotic-producing bacteria. Furthermore, identification and characterization of colony morphology and a series of antagonism and pathogenicity tests were carried out. The three isolates had irregular colony forms (isolates K and P1) as well as oval shapes (isolate P2), flat surface, glossy texture, milky white or cream color, and irregular edges. The antagonism test showed that isolates P1, P2, and K could inhibit the growth of bacterial colonies E. coli, Bacillus, and Pseudomonas, respectively. In the pathogenicity test, the three microbial isolates did not show symptoms of necrosis in tobacco leaves after 2 days of observation.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA DERAAN ETANOL PADA VIABILITAS BENIH CAISIN (Brassica rapa L. cv. grup Caisin) Jumawati, Riana; Wahyuni, Ari; Putri, Ria; Paulina, Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 2 No 1 (2021): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.47

Abstract

Mustard greens (Brassica rapa L.) is a vegetable crop that is widely consumed by Indonesians. The use of quality seeds can increase productivity. The quality of seeds can decrease during the storage period. The process of quality degradation is a natural and unavoidable process. One method of artificially fast aging of the seeds is by electrocuting the seeds using chemicals. Depression of seeds with alcohol can be used to test the deterioration of seeds due to poisoning caused by alcohol. This study aims to influence the ethanol / alcohol concentration and the duration of agitation on the viability of caisin seeds. This study used a factorial treatment design (2x5) in a completely randomized design (CRD) with four replications. The first factor is the concentration of ethanol (20% and 25%) and the second factor is the duration of the stroke (30, 60, 90, 120, and 150 minutes). The results showed that the ethanol concentration and the calming time had a significant effect on the viability of the caisin seeds. The viability of caisin seeds decreased to 45.5% with ethanol pressure for 150 minutes at a concentration of 20%.
PARTISIPASI PETANI UPAYA PENGEMBANGAN BUDIDAYA PADI MENGGUNAKAN METODE SRI DI DESA SUKA MAKMUR KECAMATAN BTS ULU KABUPATEN MUSI RAWAS Indarwanto, Indarwanto; Reflis, Reflis; Utama, Satria Putra; Ramdhon, Mustopa; Ermayendri, Defi
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 2 No 1 (2021): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.59

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam pengembangan metode SRI. Penelitian dilaksanakan di Desa Suka Makmur Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu Kabupaten Musi Rawas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penarikan contoh dilakukan dengan metode acak berstratifikasi, dengan cara mengelompokan populasi ke dalam dua kelas berdasarkan luas lahan yang diusahakan dalam kegiatan pengembangan budidaya padi dengan metode SRI. Hasil penelitian ini menunjukkan petani menerima program pengembangan budidaya padi dengan metode SRI dengan baik, terlihat dari jumlah petani dengan nilai partisipasi tinggi pada tahap perencanaan program, yaitu sebesar 56,67 %. Petani melaksanakan program budidaya padi dengan metode SRI dengan cukup baik, dilihat dari jumlah petani dengan nilai partisipasi sedang pada tahap perencanaan program, yaitu sebesar 83,33%. Pada tahap pengawasan dan keberlanjutan program, petani dinilai berpartisipasi sedang, dilihat dari 73,34% jumlah petani yang dikelompokkan dalam partisipasi sedang. Sementara tingkat partisipasi petani dalam program pengembangan budidaya padi dengan metode SRI adalah sedang dengan skor rata-rata 88,6 pada tahap perencanaan; 81,2 pada tahap pelaksanaan; dan 85,1 pada tahap pengawasan dan keberlanjutan program.
Artikel Riview AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA BEBERAPA OLAHAN TANAMAN SEBAGAI BAHAN DASAR BERAS ANALOG Ramadhani, Fitri
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.96

Abstract

Beras merupakan salah satu makanan pokok sebagai sumber karbohidrat. Upaya dalam mengurangi ketergantungan akan konsumsi beras yaitu dengan mengembangkan beras analog. Jurnal ini membahas beberapa kandungan antioksidan dari olahan berbagai tanaman sebagai bahan baku beras analog. Metode pengujian antioksidan yang dipilih untuk di review pengujian antioksidan pada olahan beras analog yaitu metode (DPPH) karena metode ini banyak digunakan dalam berbagai penelitian antioksidan. Beras analog yang ditemukan penulis dari beberapa pustaka antara lain beras analog Beras analog tepung sagu baruk Arenga microcarpha dan tepung ubi jalar ungu (Ipomea batatas L. Poiret), Tepung Komposit (Gadung, Jagung, Mocaf) Dengan Penambahan Pewarna Angkak, Ubi jalar merah (Ipomea batatas) ditambah tepung singkong (Manihot utillisima) dan wortel (Daucus carota), Tepung ubi jalar putih ditambah kecambah jagung putih (Zea mays L.) dan kacang hijau (Vigna radiata L.) serta tepung sagu, Tepung mocaf ditambah tepung jagung (Zea mays L.) dan tepung kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) dan Tepung tapioka, kedelai dan pewarna alami bayam merah (Alternanthera amoena V) dan hijau (Amaranthus tricolor L) . Hasil review menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang tertinggi terdapat pada beras analog tepung tapioka, kedelai dan pewarna alami bayam merah (Alternanthera amoena V) 85,21% dan terendah ditemukan pada tepung mocaf, tepung jagung (Zea mays L.) dan tepung kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) 13,85%.
OPTIMALISASI PEMILIHAN VARIETAS DAN DOSIS PUPUK NPK PADA BUDIDAYA CAISIN (Brassica juncea L.) TERAPUNG DI LAHAN RAWA LEBAK Siaga, Erna; Lumbantoruan, Santa Maria; Anggraini, Selviana; Paulina, Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.97

Abstract

Kondisi banjir pada lahan rawa lebak pada musim penghujan sekitar 3-6 bulan memiliki potensi dikembangkan untuk praktik budidaya sayuran terapung terutama sayuran daun seperti caisin, Brassica juncea L.. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya caisin terapung diantaranya yaitu pemilihan varietas dan dosis pupuk yang digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan varietas dan dosis pupuk NPK yang terbaik pada budidaya caisin terapung di lahan rawa lebak padi pada periode banjir. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa lebak petani, Desa Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Sumatera Selatan pada Januari-Maret 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu Varietas Caisin yang terdiri atas Espana, Shinta dan Tosakan. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri atas T1 (2.5 g tanaman-1), T2 (5 g tanaman-1), dan T3 (7.5 g tanaman-1). Komposisi media tanam yang digunakan yaitu tanah, pupuk kendang ayam dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1 (v:v:v). Media dicampur secara merata dan diisikan ke dalam polibag ukuran 30 cm x 30 cm. Hasil menunjukkan bahwa pada budidaya caisin terapung, nilai SPAD masing-masing varietas caisin menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan pemupukan NPK dosis 7.5 tanaman-1 menunjukkan nilai SPAD tertinggi namun berbeda tidak nyata dengan pemupukan NPK dosis 5.0 g tanaman-1. Hasil panen caisin varietas Espana dan Tosakan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan perbedaan dosis pupuk NPK yang diberikan memberikan hasil yang berbeda nyata antar dosis. Budidaya caisin memberikan hasil terbaik pada kombinasi antara penggunaan Varietas Espana dan dosis pupuk NPK 7.5 g tanaman-1.
Penerapan Teknologi Biopori dan Jenis Biomassa Dalam Perbaikan Sifat fisik dan Kimia Tanah Pada Tanaman Kelapa Sawit Application of Biopore Technology and Types of Biomass in Repair Physical and Chemical Properties of Soil in Oil Palm Plants (Elaeis Sugito Loso; Nely Haryanti
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.103

Abstract

Biopori adalah lobang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas makro dan mikro organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar air dalam tanah dan peningkatan kadar unsur hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penerapan teknologi biopori dan jenis biomassa dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah pada tanaman kelapa sawit. Untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak kelompok faktorial (RAK faktorial) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan terdiri atas satu faktor yaitu biomassa dari golongan tanaman monocotyl (S1), biomassa dari tanaman dicotyl (S2), biomassa dari bagian tanaman kelapa sawit (daun, pelepah, tandan buah, dan buang jantan (S3), biomassa campuran (monokotil, dikotil, dan bagian dari tanaman kelapa sawit) (S4). 1. Perlakuan biomassa campuran memberikan hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara pada jarak 5 cm dari LRB, dan bulk dencity 2. Interaksi perlakuan teknologi biopori dan biomassa campuran hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara jarak 0-5, 5-10, dan 10-15 cm dari lubang resapan biopori.
Kualitas Mikrobiologi Susu Pasteurisasi Anggia Martiana; Siti Balqis Huriyah
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.106

Abstract

Susu pasteurisasi merupakan salah satu produk olahan susu cair yang mengalami proses pemanasan di bawah titik didih. Susu pasteurisasi bersifat mudah rusak sehingga umur simpannya pendek. Mutu susu pasteurisasi ditentukan pada pemrosesan penangan dan pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba susu pasteurisasi dengan melakukan pengujian jumlah Total Plate Count (TPC), E.coli dan Salmonella. Penlitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui perbandingan kualitas mikroba susu dengan standar nasional Indonesia. Hasil penelitian menujukan jumlah bakteri pada susu pasteurisasi dengan inkubasi 24 jam dan 48 jam, total plate count dan E.coli tidak sesuai dengan standar mutu SNI No.01-3951-1995 sedangkan pada jumlah salmonella sp sesuai standar mutu.
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP BUDIDAYA ALTERNATIF TANAMAN SAYURAN PADA MUSIM KEMARAU DI LAHAN RAWA LEBAK (Local Farmers Adoption to Alternative Vegetables Cultivation during Dry Season at Tropical Riparian Wetland) Widuri, Laily Ilman; Siaga, Erna; Kartika, Kartika; Meihana, Mei; Lakitan, Benyamin
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.20

Abstract

Generally, vegetables cultivation in tropical riparian wetland is conducted only one times per year simultaneously or after rice cultivation. One of constrains of cultivation in tropical riparian wetland is low adoption to technology which can be used by local farmers during dry season. The objective of this research was to introduce result of research to local farmer directly and examine the local farmer’s adoption about the technology based on research to apply in tropical riparian wetland, Pemulutan, South Sumatera. Based on this research, results showed that farmers' interest in cultivating vegetables during the dry season is still low, but it has a chance to be improved. Alternative solutions through watering and adjustment of environmental conditions or adaptation through the selection of cultivation locations and the selection of various types of vegetable crops have been carried out by farmers. However, the application of mulch has not been practiced by farmers in tropical riparian wetland for vegetable cultivation during the dry season due to limited information received, considered as capital intensive, and the sociocultural aspects of the local community.

Page 2 of 4 | Total Record : 37