cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 23 Documents clear
ANALISIS FENOMENOLOGIS PENGGUNAAN AI DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR MATA KULIAH PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Rahmandan, Hafid; Badu, Mohamad Riyandi; Umara, Andi Maga
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6070

Abstract

The advancement of artificial intelligence (AI) has brought significant changes to higher education, including the process of completing final course assignments. This study aims to analyze the patterns of AI utilization by Mechanical Engineering Education students at Universitas Negeri Gorontalo in completing their final course assignments and to identify the emerging ethical challenges. Employing a qualitative approach with a phenomenological method, data were collected through triangulation techniques, including interviews, observations, and analysis of students' assignment documents. The findings reveal that students utilize AI as a multifunctional tool to enhance academic efficiency. However, its use can trigger cognitive offloading, which poses the risk of diminishing students' critical thinking and creativity, particularly in engineering fields that require strong analytical skills. Moreover, the absence of clear institutional policies regarding the boundaries of AI usage compels students to establish their own ethical standards, often influenced by academic pressure and workload. These findings highlight the importance of developing ethical guidelines for AI use and strengthening digital literacy within the campus environment. It is recommended that higher education institutions design curricula that foster critical and ethical understanding of technology, as well as encourage academic tasks based on analysis and originality. In this way, AI can serve as a strategic partner in responsibly supporting the development of students' competencies. The study emphasizes the need for critical and ethical AI literacy within the curriculum to ensure responsible use of technology without compromising students' integrity and core competencies. ABSTRAKPerkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk dalam proses penyelesaian tugas akhir matakuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mennganalisis pola pemanfaatan AI oleh mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Gorontalo dalam penyelesaian tugas akhir mata kuliah, serta mengidentifikasi tantangan etika yang muncul. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui Teknik triangulasi yang mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen tugas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan  mahasiswa memanfaatkan AI sebagai alat bantu multifungsi untuk meningkatkan efisiensi kerja akademik. Namun, pemanfaatannya menjadikan pemicu cognitive offloading berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam bidang teknik yang menuntut kemampuan analitis tinggi. Selain itu, belum adanya kebijakan institusional yang jelas mengenai batasan penggunaan AI mendorong mahasiswa untuk menetapkan standar etika secara pribadi, yang kerap kali dipengaruhi oleh tekanan akademik dan beban tugas. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penyusunan kebijakan etis penggunaan AI serta penguatan literasi digital di lingkungan kampus. Disarankan agar institusi pendidikan tinggi merancang kurikulum yang menanamkan pemahaman kritis dan etis tentang teknologi, serta mendorong tugas akademik yang berbasis analisis dan orisinalitas. Dengan demikian, AI dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara bertanggung jawab. Rekomendasi ditekankan pada pengembangan literasi AI yang kritis dan etis dalam kurikulum untuk memastikan teknologi dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan integritas dan kompetensi inti mahasiswa.
MANAJEMEN KERJA SAMA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN INDUSTRI DAN DUNIA KERJA Amrullah, Abdullathif Karim; Susatya, Edhy; Biddinika, Muhammad Kunta
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6095

Abstract

Vocational high school education is more effective and efficient if vocational high schools and industries closely. In fact, it is not easy for vocational high schools to obtain cooperation partners with industry and the world of work, the cooperation relationship certainly does not just happen without going through a long process. This study aims to analyze the management of vocational high school cooperation with industry and the world of work including planning, implementation, and evaluation of cooperation. The results show that cooperation planning is based on; (1) potential mapping, (2) regulations, (3) objectives, (4) urgency, and (5) cooperation strategies. The implementation of cooperation is based on; (1) exploration, (2) communication and coordination, (3) forms of activities, and (4) stakeholder involvement in cooperation. Evaluation of cooperation is based on; (1) monitoring and evaluation, (3) activity reporting, (4) supporting factors, (5) inhibiting factors, (6) efforts to overcome obstacles, (7) goal achievement, (8) benefits, and (9) cooperation development. Supporting factors for vocational high school cooperation with industry and the world of work are in the form of positive support that is effectively communicated by all related parties in carrying out commitments to achieve common goals. Factors inhibiting cooperation in the form of a negative mindset and lack of awareness of harmony in achieving common goals. Efforts to overcome obstacles to cooperation in the form of increasing awareness of commitment to achieving common goals with open dialog using the principles of coordination and effective communication that is collaborative. ABSTRAKPendidikan SMK lebih efektif dan efisien apabila SMK dengan IDUKA melakukan kerja sama yang erat. Kenyataanya tidak mudah bagi SMK untuk memperoleh mitra kerja sama dengan IDUKA, hubungan kerja sama tentu tidak terjadi begitu saja tanpa melalui proses panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kerja sama SMK dengan IDUKA meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kerja sama. Hasil penelitian menunjukan perencanaan kerja sama didasarkan pada; (1) pemetaan potensi, (2) peraturan, (3) tujuan, (4) urgensi, dan (5) strategi kerja sama. Pelaksanaan kerja sama didasarkan pada; (1) penjajakan, (2) komunikasi dan koordinasi, (3) bentuk kegiatan, dan (4) keterlibatan stakeholder dalam bekerja sama. Evaluasi kerja sama didasarkan pada; (1) monitoring dan evaluasi, (3) pelaporan kegiatan, (4) faktor pendukung, (5) faktor penghambat, (6) upaya mengatasi hambatan, (7) ketercapaian tujuan, (8) manfaat, dan (9) pengembangan kerja sama. Faktor pendukung kerja sama SMK dengan IDUKA berupa dukungan positif yang dikomunikasikan efektif seluruh pihak terkait dalam menjalankan komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Faktor penghambat kerja sama berupa mindset negatif dan kurangnya kesadaran terhadap keselarsan dalam mencapai tujuan bersama. Upaya mengatasi hambatan kerja sama berupa meningkatkan kesadaran komitmen untuk mencapai tujuan bersama dengan dialog terbuka menggunakan prinsip koordinasi dan komunikasi efektif yang bersifat kolaboratif.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP GREEN SKILL (KETERAMPILAN HIJAU) MAHASISWA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI Badu, Mohamad Riyandi; Sholihah, Mar’atus; Aspar, Fathir; Umara, Andi Maga; Rahmandan, Hafid
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6096

Abstract

Environmental issues and sustainable education motivated this research. This study aims to determine the relationship between green skill knowledge and attitudes among students in the Industrial Engineering department. A correlational research design was employed to examine the relationship between variables. The study population consisted of 368 Industrial Engineering students, comprising 143 students from the Mechanical Engineering Education program and 225 students from the Industrial Engineering program. The sample size was determined using the Taro Yamane formula, and simple random sampling was utilized as the sampling technique. Data analysis involved normality testing using the Kolmogorov-Smirnov test and linearity assessment using the Spearman Rank Test. The Kolmogorov-Smirnov test yielded a significance value (sig.) of 0.000 (p < 0.05), indicating that the data were not normally distributed. Consequently, nonparametric statistical analysis, specifically Spearman's rank-order correlation (Spearman's rho), was applied. The Spearman's rho analysis resulted in a significance value (sig.) of 0.048 (p < 0.05). This finding indicates a statistically significant relationship between the knowledge variable and the attitude variable. ABSTRAKIsu lingkungan serta pendidikan yang berkelanjutan menjadi alasan peneliti dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap green skill mahasiswa jurusan teknik industri. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasi, yang berfungsi untuk melihat hubungan antar variabel. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa jurusan teknik industri sejumlah 368 mahasiswa yang terdiri dari 143 mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Mesin dan 225 mahasiswa prodi Teknik Industri. Penentuan banyak sampel menggunakan formula Taro Yamane. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Analisis data terdiri dari uji normalitas dengan teknik kolmogorov smirnov dan uji linearitas menggunakan Uji Spearman Rank. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas, diperoleh nilai sig. Kolmogorov-Smirnov Test sebesar 0.000 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis menggunakan statistik nonparametrik, dalam hal ini menggunakan spearman rank. Berdasarkan hasil analisis Spearman Rank, diperoleh nilai sig.  Spearman's rho sebesar 0.048 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan variabel sikap.
PERAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK MAHASISWA CALON GURU VOKASI Umara, Andi Maga; Badu, Mohamad Riyandi; Rahmandan, Hafid
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6001

Abstract

Intrinsic motivation is an important factor that encourages students to learn and develop independently, without relying on external factors. In the context of vocational education, especially at the Vocational High School (SMK) level, intrinsic motivation greatly determines the readiness and commitment of students as prospective professional teachers. One factor that is believed to play a role in shaping this motivation is the role of academic supervisors. This study aims to analyze the influence of the role of academic supervisors on the intrinsic motivation of prospective teacher students in the Mechanical Engineering Education Study Program, Gorontalo State University (UNG). The approach used is quantitative with a survey method. The population in this study were all students in semesters 2, 4, and 6, with samples determined through purposive sampling techniques. The research instrument was a questionnaire compiled based on indicators of the role of academic supervisors and indicators of intrinsic motivation. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and simple linear regression tests. The results of the statistical analysis showed that both the role of academic supervisors (mean = 3.95) and students' intrinsic motivation (mean = 4.09) were in the high category. The results of the regression test showed a positive and significant influence between the role of academic supervisors on students' intrinsic motivation with an R² value of 0.530, and a significance value of academic guidance = 0.000 or <0.05, meaning that academic guidance has a significant effect on increasing students' intrinsic motivation. This finding confirms that academic guidance plays a strategic role in shaping the psychological readiness and professional orientation of prospective vocational teacher students. Therefore, increasing the capacity of lecturers in terms of strengthening self-efficacy and developing a reflective guidance approach is an important step that is recommended. ABSTRAK Motivasi intrinsik merupakan faktor penting yang mendorong mahasiswa untuk belajar dan berkembang secara mandiri, tanpa ketergantungan pada faktor eksternal. Dalam konteks pendidikan vokasi, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), motivasi intrinsik sangat menentukan kesiapan dan komitmen mahasiswa sebagai calon guru profesional. Salah satu faktor yang diyakini berperan dalam membentuk motivasi ini adalah peran dosen pembimbing akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran dosen pembimbing akademik terhadap motivasi intrinsik mahasiswa calon guru di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 2, 4, dan 6, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan indikator-indikator dari peran dosen pembimbing akademik dan indikator-indikator motivasi intrinsik. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa baik peran dosen pembimbing akademik (rerata = 3,95) maupun motivasi intrinsik mahasiswa (rerata = 4,09) berada pada kategori tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara peran dosen pembimbing akademik terhadap motivasi intrinsik mahasiswa dengan nilai R² = 0,530, dan nilai signifikasi pembimbingan akademik = 0,000 atau < 0,05 artinya pembimbingan akademik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan motivasi intrinsik mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembimbingan akademik memainkan peran strategis dalam membentuk kesiapan psikologis dan orientasi profesional mahasiswa calon guru vokasi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dosen dalam aspek penguatan self-efficacy dan pengembangan pendekatan pembimbingan yang reflektif menjadi langkah penting yang direkomendasikan.
WAKAF SEBAGAI INSTRUMEN KEMANDIRIAN EKONOMI SEKOLAH: STUDI PADA SMK IB KHALIFAH BANGSA METRO (PINK CAMPUS) Istikomah, Annisa; Aristianti, Desta Ayu; Wati, Cahyani Dwi Era; Muda, Rini Agustin; Aulia, Amanda; Zulaikha, Siti
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6056

Abstract

Waqf is one of the important instruments in Islamic economics that has great potential in supporting development, especially in the field of education. This study aims to analyze the role and benefits of waqf in developing economic independence at SMK IB Khalifah Bangsa Metro (Pink Campus). This study uses a descriptive qualitative methodology. Data were collected through comprehensive interview methods, observation, and documentation. Informants in this study include the school, principal, teachers, and the community. The data used consists of primary and secondary sources. Primary data includes interviews and observations. Meanwhile, secondary data includes scientific texts, including journals and other publications. The results of the study indicate that productive waqf management at SMK IB Khalifah Bangsa is able to support the operational needs of the school, finance educational programs, and encourage student entrepreneurial activities. In addition, this waqf management also has a positive impact on the economic empowerment of the surrounding community. These findings indicate that waqf can be a strategic resource in creating economic independence for educational institutions based on Islamic values. This study recommends strengthening productive waqf management as part of the sustainability strategy of educational institutions. ABSTRAK Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manfaat wakaf dalam pengembangan kemandirian ekonomi di SMK IB Khalifah Bangsa Metro (Kampus Pink). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara komprehensif, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pihak sekolah, kepala sekolah, guru, dan masyarakat. Data yang digunakan terdiri dari sumber primer dan sekunder. Data primer meliputi wawancara dan observasi. Sementara itu, data sekunder meliputi teks ilmiah, termasuk jurnal dan publikasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf secara produktif di SMK IB Khalifah Bangsa mampu menopang kebutuhan operasional sekolah, membiayai program pendidikan, serta mendorong aktivitas kewirausahaan siswa. Selain itu, pengelolaan wakaf ini juga berdampak positif pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa wakaf dapat menjadi sumber daya strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen wakaf produktif sebagai bagian dari strategi keberlanjutan lembaga pendidikan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DALAM EKSTRAKURIKULER SMK NEGERI Haipi, Kristian; Yunus, Rasid; Adhani, Yuli
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6498

Abstract

This study aims to analyze the implementation of disciplinary character education through extracurricular activities such as Scouting and OSIS (Battalion) at SMK Negeri 1 Popayato. The research is motivated by the importance of holistic character development in students, especially discipline, which is fundamental to academic success and social life. Using a qualitative approach and data collection techniques including observation, interviews, and documentation, the study illustrates how extracurricular activities promote disciplined habits such as marching practice, school pickets, and annual camping events. The results show that character formation is achieved through routine training, the application of educational sanctions, and the assignment of structured responsibilities to students. Supporting factors include principal support, adequate facilities, and active roles of supervisors. Inhibiting factors involve a lack of student responsibility, peer influence, and budget constraints. In conclusion, extracurricular activities positively contribute to the development of student discipline when implemented consistently and guided by an educational approach oriented toward moral awareness and personal responsibility. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan OSIS (Batalyon) di SMK Negeri 1 Popayato. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik secara holistik, khususnya nilai kedisiplinan yang menjadi pondasi keberhasilan belajar dan kehidupan sosial. Melalui pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menggambarkan bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong pembiasaan disiplin seperti latihan baris-berbaris, piket sekolah, dan perkemahan tahunan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dilakukan melalui latihan rutin, penerapan sanksi edukatif, serta pemberian tanggung jawab yang terukur kepada siswa. Faktor pendukung implementasi antara lain adalah dukungan kepala sekolah, fasilitas memadai, dan peran pembina yang aktif. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya tanggung jawab siswa, pengaruh pertemanan, dan keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter disiplin siswa jika dilaksanakan secara konsisten, dengan pendekatan edukatif yang berorientasi pada kesadaran moral dan tanggung jawab.
MANAJEMEN FASILITAS BELAJAR DALAM OPTIMALISASI MUTU PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL STUDI KASUS DI SMK Nawawi, Muhamad; Indra, Syukri; Lathifah, Zahra Khusnul
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6499

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning facilities management in enhancing the quality of education in the digital era, with a particular focus on SMK Bhakti Insani in Bogor City. The research explores various aspects, including planning, procurement, inventory, utilization, maintenance, and disposal of educational facilities. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis involving the principal, vice principal of facilities, curriculum coordinator, IT operator, and students. The findings reveal several challenges, such as the absence of digital inventory systems, lack of written standard operating procedures (SOPs), and unequal distribution of facilities across departments. However, the school exhibits promising practices, including the use of simple technologies and strong community participation through a culture of mutual cooperation. The results underscore the need for a more professional and data-driven management system. In conclusion, SMK Bhakti Insani has the internal capacity to develop adaptive and participatory facility management that aligns with the demands of digital-based learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen fasilitas belajar dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di era digital, dengan fokus khusus pada SMK Bhakti Insani Kota Bogor. Aspek yang dikaji meliputi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, dan penghapusan sarana belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sarpras, wakil kurikulum, operator IT, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan seperti belum adanya sistem inventarisasi digital, ketiadaan SOP tertulis, dan kurangnya pemerataan fasilitas antarjurusan, sekolah menunjukkan inisiatif melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan budaya gotong royong. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penerapan sistem manajemen fasilitas belajar yang lebih profesional dan berbasis data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SMK Bhakti Insani memiliki potensi untuk mengembangkan tata kelola fasilitas pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan mendukung kebutuhan pembelajaran digital di masa kini dan mendatang.
PENGELOLAAN SARANA PRASARANA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI SMK Khotibuziddan, Amrul; Indra, Syukri; Maryani, Novi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6500

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of the management of educational facilities and infrastructure in supporting technology-based learning at SMK Al-Watasi, Bogor Regency. The research is grounded in the importance of systematic, adaptive, and targeted facility management to enhance the effectiveness of digital learning amid the current transformation in education. A qualitative case study approach was employed, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and documentation to capture the ongoing managerial processes in the school. Informants included the principal, vice principal for facilities, IT operator, teachers, and students. The findings revealed that the management process is carried out in five main stages: planning, procurement, inventory, maintenance, and disposal. Although the school has implemented a functional management pattern, several challenges persist, such as limited budget, inadequate digital inventory systems, and unequal distribution of resources among departments. This study recommends the implementation of a technology-based asset management system, improved digital literacy among educators, and active stakeholder involvement as a collective effort to achieve efficient, accountable, and adaptive infrastructure management that supports 21st-century learning competencies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi di SMK Al-Watasi, Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya manajemen fasilitas pendidikan yang sistematis, adaptif, dan terarah guna menunjang efektivitas pembelajaran digital di era transformasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap proses manajerial yang berlangsung di sekolah. Informan terdiri dari kepala sekolah, waka sarpras, operator IT, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarpras dilakukan dalam lima tahap utama: perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan. Proses ini sudah menunjukkan pola manajerial yang fungsional, meskipun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran, belum optimalnya sistem digitalisasi inventaris, dan ketimpangan distribusi fasilitas antarjurusan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penerapan sistem manajemen berbasis teknologi, peningkatan literasi digital pendidik, serta pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sebagai upaya kolektif untuk mewujudkan pengelolaan sarana dan prasarana yang efisien, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
PERBANDINGAN HASIL JADI TEKNIK PRINTING SUBLIMASI PADA KAIN MAXMARA DENGAN KAIN TOYOBO DI PRINTKAINMU SURABAYA Ahadah, Alfina Mahfudhotin; Karyanto, Yunus; Mukti, Ria Andriani
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6702

Abstract

Over time, the fashion industry now uses its main materials through the sublimation printing process first to make it look more attractive. The sublimation technique was chosen because of its ability to produce prints with high resolution and good durability. With the above limitations, the formulation on this problem can be taken from 1) the quality of the color results and 2) the comparison of fashion on maxmara fabric and toyobo fabric. This research aims to 1). To find out the quality of color and motif results in sublimation printing techniques on Maxmara fabrics and toyobo fabrics at Printkainmu Surabaya, 2). To find out the comparison of the quality of the results, the sublimation printing technique on clothes made of Maxmara and toyobo fabrics at Printkainmu Surabaya. This study uses an experimental method with a quantitative approach. The data collection method is through a questionnaire questionnaire with 12 instruments. Data was collected through a questionnaire questionnaire with 12 questions using a slap of 38 fashion design students who had or were taking printing courses. Data analysis was carried out by normality, homogeneity, and one-way ANOVA tests to determine whether there is a significant influence between treatments of printing ink. The results of the study show 1). The results of sublimation printing on maxmara fabric are more than 65% 2). And the sublimation printing results on Toyobo fabrics are 35% less 3). And the results of printing fabrics after being used as clothes are as much as 50% as good as both maxmara fabric and toyobo fabric depending on how the shape of the clothing is. This research shows that printing tactics on fabrics have the potential to become an alternative raw material in the manufacture of industrial clothing while supporting the use of technology over time. ABSTRAKSeiring berjalannya waktu, industri fashion kini menggunakan bahan utamanya melalui proses printing sublimasi terlebih dahulu agar semakin terlihat menarik. Teknik sublimasi dipilih karena kemampuannya menghasilkan cetakan dengan resolusi tinggi dan ketahanan yang baik. Dengan batasan diatas, maka rumusan pada masalah ini dapat diambil dari 1) kualitas hasil warna dan 2) perbandingan busana pada kain maxmara dan kain toyobo. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui kualitas hasil warna dan motif pada teknik printing sublimasi pada kain Maxmara dan kain toyobo di Printkainmu Surabaya, 2).  Untuk mengetahui perbandingan kualitas hasil jadi teknik printing sublimasi pada busana berbahan kain Maxmara dan toyobo di Printkainmu Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data melalui angket kuisioner dengan 12 instrumen. Data dikumpulkan melalui angket kuisioner dengan 12 pertanyaan dengan menggunakan sampal sebanyak 38 mahasiswa tata busana yang pernah atau sedang mengambil mata kuliah printing. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, ANOVA satu arah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan antar perlakuan dari tinta printing. Hasil penelitian menunjukkan 1). Hasil printing sublimasi pada kain maxmara lebih banyak 65% 2). Dan hasil printing sublimasi pada kain Toyobo lebih sedikit 35% 3). Dan hasil kain printing setelah dijadikan busana sebanyak 50% sama bagusnya baik kain maxmara maupun kain toyobo tergantung dari bagaimana bentuk busana tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa taknik printing pada kain sangat berpotensi menjadi bahan baku alternatif dalam pembuatan busana industri sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi dengan seiring berjalannya waktu.
PERAN TEACHING FACTORY DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI GLOBAL (6C) DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMK Abdillah, Fuad
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6734

Abstract

In order for graduates to be able to adapt in the competitive world of work, vocational education currently demands technical skills and global capabilities (6C). This study aims to analyze the effect of Factory learning on global capabilities (6C) and learning achievement of grade XII students in the Machining Practice training course at SMKN 1 Semarang. This is because, although the Learning Factory (TEFA) is designed as a learning model that integrates the world of work into schools, it still needs a comprehensive study on how it functions in shaping global capabilities and learning achievement. This study was conducted using a quantitative approach with an ex-post facto design and involved 86 students who were selected proportionally at random. Data were collected through a questionnaire to measure TEFA implementation and student proficiency globally. Furthermore, documentation of practical grades was used to measure learning achievement. Data analysis was conducted using descriptive statistics, simple linear regression, and the Chi-Square normality test. The results showed that TEFA did not have a statistically significant impact on both variables, despite a descriptive increase in global proficiency (mean = 75.11) and learning achievement (from 7.35 to 8.73). However, there was a significant correlation between the two variables (r > 0.99). Ineffective TEFA implementation, such as limited production and industry partnerships, contributed to this ineffectiveness. This study makes an important contribution by demonstrating that TEFA's success depends not only on the model's adoption but also on its depth and authenticity in application, which forms technically and professionally talented graduates. ABSTRAKAgar lulusan mampu beradaptasi di dunia kerja yang kompetitif, pendidikan vokasi saat ini menuntut keterampilan teknis dan kemampuan global (6C). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran Pabrik terhadap kemampuan global (6C) dan prestasi belajar siswa kelas XII pada mata diklat Praktik Pemesinan di SMKN 1 Semarang. Ini karena, meskipun Teaching factory (TEFA) dirancang sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan dunia kerja ke dalam sekolah, masih perlu dikaji secara menyeluruh tentang bagaimana ia berfungsi dalam membentuk kemampuan global dan prestasi belajar. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto dan melibatkan 86 siswa yang dipilih secara proporsional secara acak. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur penerapan TEFA dan kemampuan siswa di seluruh dunia. Selain itu, dokumentasi nilai praktik digunakan untuk mengukur prestasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linier sederhana, dan uji normalitas Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa TEFA tidak berdampak signifikan secara statistik terhadap kedua variabel tersebut, meskipun peningkatan deskriptif pada kemampuan global (mean = 75,11) dan prestasi belajar (dari 7,35 menjadi 8,73). Namun, ada korelasi yang signifikan antara kedua variabel tersebut (r > 0,99). Tidak efektifnya penerapan TEFA, seperti keterbatasan produksi dan kemitraan industri, menyebabkan ketidakefektifan ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan membuktikan bahwa keberhasilan TEFA tidak hanya tergantung pada adopsi model, tetapi juga pada kedalaman dan keasliannya dalam penerapan, yang membentuk lulusan yang berbakat secara teknis dan profesional.

Page 1 of 3 | Total Record : 23