cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 63 Documents clear
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SEPAK SILA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KETERAMPILAN SEPAK SILA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAK TAKRAW DI SMA Maulana, Rahmat; Subakti, Subakti; Zainuddin, Fadli
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10464

Abstract

ABSTRACT The problem addressed in this study stems from the suboptimal sepak sila skills of students participating in the sepak takraw extracurricular program at SMAN 4 Sumbawa, which is presumed to be related to the training methods applied. This study aims to analyze the differences in the effects of direct and indirect sepak sila training methods on improving students’ sepak sila skills. The research employed an experimental approach using a matched by subject design, involving 14 students who were divided into two treatment groups through a total sampling technique. The instrument used was a sepak sila skill test, and the data were analyzed using parametric statistical tests to examine the differences in the effects of the training methods. The results indicate that both training methods significantly improved students’ skills; however, the indirect sepak sila training method resulted in a greater improvement compared to the direct method. These findings suggest that training involving gradual control and movement adjustment processes is more effective in enhancing basic technical skills. Therefore, the indirect training method can be recommended as a more effective approach in sepak takraw learning, particularly in improving students’ sepak sila skills. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari belum optimalnya keterampilan sepak sila siswa pada kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw di SMAN 4 Sumbawa, yang diduga berkaitan dengan metode latihan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara latihan sepak sila langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan keterampilan sepak sila siswa. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan matched by subject design, melibatkan 14 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan sepak sila, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik untuk melihat perbedaan pengaruh antar metode latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan siswa, namun metode latihan sepak sila tidak langsung memberikan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan metode langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan yang melibatkan proses kontrol dan penyesuaian gerak secara bertahap lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar. Dengan demikian, metode latihan tidak langsung dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam pembelajaran sepak takraw, khususnya dalam meningkatkan keterampilan sepak sila siswa.
PENGARUH LATIHAN PASSING DIAMOND TERHADAP KEMAMPUAN PASSING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PERSISAM FC TALIWANG KAB SUMBAWA BARAT TAHUN 2023 Fanzuri, Izam; Musrifin, Arif Yanuar; Bausad, Andi Anshari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10468

Abstract

ABSTRACT Football requires optimal mastery of basic techniques, particularly passing ability as a key element in building effective gameplay patterns. This study aims to examine the effectiveness of diamond passing training in improving the passing ability of football players at Persisam FC Taliwang, West Sumbawa Regency. The study employed an experimental approach using a one group pretest-posttest design, involving 15 players selected through a purposive sampling technique. Data were collected using a passing-stopping test, and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement after the treatment, indicated by a t-value of 4.773, which exceeded the t-table value of 1.761 at a 5% significance level. Quantitatively, there was an average increase of 1.60 points, or approximately 20.5% compared to the initial condition. These findings indicate that the applied training method was effective in enhancing passing accuracy, movement coordination, and decision-making speed in dynamic game situations. Based on these findings, it can be concluded that diamond passing training is an effective strategy for improving players’ passing ability. This method has the potential to serve as an alternative, more varied and contextual training approach for coaches in designing training programs, particularly in the development of players’ fundamental technical skills. ABSTRAK Sepak bola menuntut penguasaan teknik dasar yang optimal, khususnya kemampuan passing sebagai elemen kunci dalam membangun pola permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas latihan passing diamond dalam meningkatkan kemampuan passing pemain sepak bola Persisam FC Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 15 pemain yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes passing-stopping, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah perlakuan diberikan, ditunjukkan oleh nilai t-hitung sebesar 4,773 yang melampaui t-tabel 1,761 pada taraf signifikansi 5%. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 1,60 poin atau sekitar 20,5% dibandingkan kondisi awal. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan yang diterapkan mampu meningkatkan ketepatan operan, koordinasi gerak, serta kecepatan pengambilan keputusan pemain dalam situasi permainan yang dinamis. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan passing diamond efektif digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan passing pemain sepak bola. Metode ini berpotensi menjadi alternatif pendekatan latihan yang lebih variatif dan kontekstual bagi pelatih dalam menyusun program latihan, khususnya dalam pengembangan keterampilan teknik dasar pemain.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN BERTANDING TERHADAP MENTAL TOUGHNESS PEMAIN FUTSAL Anugrah, Rendi Diski; Kesumah, Dadang Warta Chanra Wira; Muliyani, Sri Erny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10470

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between self-confidence and competitive anxiety with mental toughness among school-level futsal players. Mental toughness is considered a crucial factor that determines an athlete’s ability to cope with competitive pressure and maintain performance consistency. The study employed a quantitative approach with a correlational design involving 20 futsal players as the research sample. Data were collected using psychological scales and analyzed through multiple linear regression to examine the relationships among variables. The results indicate that, simultaneously, self-confidence and competitive anxiety have a significant relationship with mental toughness. However, partially, both variables do not show a significant relationship, suggesting that psychological factors influencing mental toughness do not operate independently but interact with one another. These findings reveal that relationships among psychological variables in sports contexts are complex and not always linear. This study emphasizes that athletes’ mental toughness is better understood through a multidimensional approach that considers the interaction of various psychological factors simultaneously. The practical implication of these findings highlights the need for integrated mental training strategies, such as strengthening self-confidence while managing competitive anxiety in game situations. Therefore, this study contributes to enriching the field of sport psychology, particularly in understanding the dynamics of psychological factors among school-level futsal athletes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kepercayaan diri dan kecemasan bertanding dengan mental toughness pada pemain futsal tingkat sekolah. Ketangguhan mental dipandang sebagai faktor penting yang menentukan kemampuan atlet dalam menghadapi tekanan kompetitif dan menjaga konsistensi performa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 20 pemain futsal yang dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui skala psikologis dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kepercayaan diri dan kecemasan bertanding memiliki hubungan yang signifikan dengan mental toughness. Namun, secara parsial kedua variabel tersebut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa pengaruh faktor psikologis terhadap ketangguhan mental bersifat tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi. Temuan ini memperlihatkan bahwa hubungan antarvariabel psikologis dalam konteks olahraga bersifat kompleks dan tidak selalu linear. Penelitian ini menegaskan bahwa mental toughness atlet lebih tepat dipahami melalui pendekatan multidimensional yang mempertimbangkan interaksi berbagai faktor psikologis secara bersamaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya strategi pembinaan mental yang bersifat terpadu, seperti penguatan kepercayaan diri sekaligus pengelolaan kecemasan dalam situasi kompetitif. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian psikologi olahraga, khususnya terkait dinamika faktor psikologis pada atlet futsal usia sekolah.
PENGARUH LATIHAN SHOOTING PASS BACK PASS DAN LATIHAN SHOOTING AFTER DRIBLE TERHADAP AKURASI SHOOTING KLUB MARS PRAYA LOMBOK TENGAH TAHUN 2023 Prayitno, Teguh Dwi; Syah, Herman; Imran, Ali
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10471

Abstract

ABSTRACT This study aims to evaluate the effectiveness of two training methods, namely shooting pass back pass and shooting after dribble, in improving the shooting accuracy of SSB Mars Praya U-15 players. The background of this research is based on the relatively low accuracy of shots on goal, which is associated with suboptimal ball contact technique. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a one group pretest–posttest design. All 20 players were involved as research subjects, and shooting ability was measured using a relevant skill test instrument. The results of the analysis indicate that both training methods significantly improved shooting accuracy. The shooting pass back pass training contributed more prominently to the initial improvement, while the shooting after dribble training played a role in strengthening individual skill consistency. Statistical testing revealed a significant difference between pretest and posttest results with a significance level of < 0.05. Based on these findings, it can be concluded that the combination of team-based and individual-based training methods is an effective strategy for improving the shooting accuracy of young soccer players. This study implies that structured and contextual training variations should be implemented in coaching programs to optimize the development of players’ technical skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua bentuk latihan, yaitu shooting pass back pass dan shooting after dribble, dalam meningkatkan ketepatan shooting pemain SSB Mars Praya U-15. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya akurasi tendangan ke arah gawang yang berkaitan dengan kurang optimalnya teknik perkenaan bola. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest–posttest. Seluruh pemain yang berjumlah 20 orang dilibatkan sebagai subjek penelitian, dengan pengukuran kemampuan shooting menggunakan instrumen tes keterampilan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang bermakna terhadap akurasi shooting. Latihan shooting pass back pass memberikan kontribusi peningkatan yang lebih menonjol pada tahap awal, sedangkan latihan shooting after dribble berperan dalam memperkuat konsistensi keterampilan individu. Pengujian statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan dengan tingkat signifikansi < 0,05. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kombinasi latihan berbasis kerja sama tim dan kemampuan individu merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan akurasi shooting pemain sepak bola usia muda. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa variasi metode latihan yang terstruktur dan kontekstual perlu diterapkan dalam program pembinaan untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan teknik pemain.
PENGARUH PROGRAM LATIHAN TERHADAP ASPEK FISIK KECEPATAN, KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN: STUDI KASUS PADA TIM MAEH FC Marhaban, Lalu Yayan; Satrianingsih, Baiq; Syobri, Nazalus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10472

Abstract

ABSTRACT Futsal requires a high level of physical preparedness due to its fast-paced and dynamic nature, making the development of physical fitness components a crucial aspect of athlete training. This study aims to analyze the effect of a structured training program on improving the speed, agility, and endurance of MAEH FC futsal athletes. A quantitative approach was employed using a one group pretest-posttest design involving 11 athletes over a five-week training period. Measurements were conducted using a 30-meter sprint test, the Illinois Agility Test, and the Beep Test to evaluate changes in physical performance before and after the intervention. The results indicated significant improvements across all variables, as reflected by reduced time in speed and agility tests and increased VO₂max capacity in endurance. These findings suggest that a systematically designed training program can effectively enhance athletes’ physical performance. This study provides practical contributions as a reference for developing more effective and measurable training programs in futsal coaching at both club and educational levels. ABSTRAK Futsal menuntut kesiapan fisik yang tinggi karena karakter permainan yang cepat dan dinamis, sehingga peningkatan komponen kondisi fisik menjadi aspek penting dalam pembinaan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program latihan terstruktur terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan, dan daya tahan atlet futsal MAEH FC. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 11 atlet sebagai subjek penelitian selama lima minggu pelatihan. Pengukuran dilakukan melalui tes lari 30 meter, Illinois Agility Test, dan Beep Test untuk mengevaluasi perubahan performa fisik sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan performa yang signifikan pada seluruh variabel, yang ditandai dengan penurunan waktu pada aspek kecepatan dan kelincahan serta peningkatan kapasitas VO₂max pada aspek daya tahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa program latihan yang dirancang secara sistematis mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan kondisi fisik atlet. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai dasar penyusunan program latihan yang lebih efektif dan terukur dalam konteks pembinaan futsal di tingkat klub maupun pendidikan.
LATIHAN VARIASI PLANK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN SMASH BULUTANGKIS Nabhan, Lalu Syauqi; Mujriah, Mujriah; Taufik, Kurnia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10965

Abstract

ABSTRACT Badminton requires good physical ability and body stability, especially in producing fast, powerful, and accurate smash shots. One of the important components supporting the quality of a smash is arm muscle strength and core stability because both play a role in force transfer and body control during the execution of the shot. This study aimed to analyze the effect of plank variation exercises on arm muscle strength and badminton smash ability of PB Klywon players in 2025. The study employed an experimental method using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 22 male players selected through a purposive sampling technique. The training program was conducted over 16 sessions with a frequency of three times per week through several exercise variations, including basic plank, front plank, side plank, leg plank, and plank arm reach. Data were collected using an arm muscle strength test and a badminton smash accuracy test. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, and paired sample t-test. The results showed that plank variation exercises significantly improved arm muscle strength and smash ability with a significance value of p<0.001. These findings indicate that body weight-based exercises can be used as a simple alternative physical training method to improve body stability, arm strength, and the effectiveness of badminton smash performance. ABSTRAK Permainan bulutangkis menuntut kemampuan fisik dan stabilitas tubuh yang baik, terutama dalam menghasilkan pukulan smash yang cepat, kuat, dan akurat. Salah satu komponen penting yang mendukung kualitas smash adalah kekuatan otot lengan serta stabilitas inti tubuh karena keduanya berperan dalam proses transfer tenaga dan kontrol gerak saat melakukan pukulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan variasi plank terhadap kekuatan otot lengan dan kemampuan smash pemain bulutangkis PB Klywon Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 22 pemain putra yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Program latihan diberikan selama 16 kali pertemuan dengan frekuensi tiga kali setiap minggu melalui variasi basic plank, front plank, side plank, leg plank, dan plank arm reach. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kekuatan otot lengan dan tes ketepatan smash bulutangkis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan variasi plank memberikan peningkatan signifikan terhadap kekuatan otot lengan dan kemampuan smash dengan nilai signifikansi p<0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan berbasis body weight dapat digunakan sebagai alternatif latihan fisik sederhana untuk meningkatkan stabilitas tubuh, kekuatan lengan, dan efektivitas smash pemain bulutangkis.
LATIHAN SAQ INTERVAL 1:1 MENINGKATKAN VO₂ MAX PEMAIN VOLI Akrom, Lalu Tri Mardika; Satrianingsih, Baiq; Susilawati, Indri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10966

Abstract

ABSTRACT VO₂ Max is an important indicator of cardiorespiratory endurance in volleyball players because it plays a role in the recovery process following explosive activities during rallies. The problem identified among volleyball players at SMA Negeri 1 Terara, East Lombok, was the suboptimal endurance capacity that caused players to experience decreased performance during prolonged training sessions and matches. This study aimed to analyze the effect of Speed, Agility, Quickness (SAQ) training with a 1:1 interval ratio on improving the VO₂ Max of high school volleyball players. The study employed a quasi-experimental method using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players, including 8 male and 12 female athletes, selected through a purposive sampling technique. The treatment was administered through a six-week SAQ training program with a 30-second work and 30-second rest ratio. The research instrument used was the Multistage Fitness Test or Bleep Test, while data analysis was conducted using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the paired sample t-test. The results showed that the average VO₂ Max increased from 36.97 to 39.75 ml/kg/min, with a percentage increase of 7.53%. These findings indicate that SAQ training with a 1:1 interval ratio is effective in improving the cardiorespiratory capacity of volleyball players and can be implemented as a practical, measurable, and game-specific conditioning program in school sports environments. ABSTRAK VO₂ Max merupakan salah satu indikator penting dalam daya tahan kardiorespirasi pemain bola voli karena berperan dalam proses pemulihan setelah aktivitas eksplosif selama rally berlangsung. Permasalahan yang ditemukan pada pemain bola voli SMA Negeri 1 Terara Lombok Timur adalah kemampuan daya tahan yang belum optimal sehingga pemain mudah mengalami penurunan performa saat latihan dan pertandingan berlangsung lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Speed, Agility, Quickness (SAQ) dengan interval 1:1 terhadap peningkatan VO₂ Max pemain bola voli tingkat SMA. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang terdiri atas 8 pemain putra dan 12 pemain putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perlakuan diberikan melalui program latihan SAQ selama enam minggu dengan pola kerja dan istirahat 30 detik : 30 detik. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test atau Bleep Test, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata VO₂ Max meningkat dari 36,97 menjadi 39,75 ml/kg/menit dengan persentase peningkatan sebesar 7,53%. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan SAQ interval 1:1 efektif meningkatkan kapasitas kardiorespirasi pemain bola voli serta dapat diterapkan sebagai alternatif program conditioning yang praktis, terukur, dan sesuai dengan karakter permainan bola voli di lingkungan sekolah.
KETERAMPILAN TEKNIK DASAR OPEN SPIKE PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI PUTRA SMA Roiyan, Lalu; Mujriah, Mujriah; Sanrijaya, Sanrijaya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10967

Abstract

ABSTRACT Volleyball requires good mastery of basic techniques, one of which is the open spike technique as a primary attacking strategy to gain points. This study aimed to determine the level of basic open spike skills among male volleyball extracurricular participants at SMAN 4 Praya in 2025. The study employed a quantitative descriptive approach using a survey method. The sample consisted of 18 participants selected through purposive sampling based on criteria including active participation in training, competition experience, and being free from injury. The research instrument used an open spike skill observation sheet consisting of 20 movement indicators covering the preparation, execution, and landing phases. Data collection was conducted through skill tests and direct observation of participants’ movements. The data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentage techniques. The results showed that no participants were categorized as very poor, while the poor and very good categories each consisted of 1 participant (5.56%). A total of 8 participants (44.44%) were in the moderate category, and another 8 participants (44.44%) were in the good category. These findings indicate that the basic open spike skills of male volleyball extracurricular participants at SMAN 4 Praya were generally well developed, although improvements are still needed in movement consistency, jump timing, ball contact quality, and landing technique to optimize spike performance. ABSTRAK Permainan bolavoli menuntut penguasaan teknik dasar yang baik, salah satunya teknik open spike sebagai bentuk serangan utama dalam memperoleh poin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar open spike peserta ekstrakurikuler bolavoli putra SMAN 4 Praya tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Sampel penelitian berjumlah 18 peserta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria aktif mengikuti latihan, memiliki pengalaman bertanding, dan tidak mengalami cedera. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterampilan open spike yang terdiri atas 20 indikator gerakan meliputi fase awalan, pelaksanaan, dan pendaratan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan dan observasi langsung terhadap gerakan peserta. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat peserta pada kategori sangat kurang, sedangkan kategori kurang dan sangat baik masing-masing berjumlah 1 peserta (5,56%). Sebanyak 8 peserta (44,44%) berada pada kategori sedang dan 8 peserta lainnya (44,44%) berada pada kategori baik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa keterampilan teknik dasar open spike peserta ekstrakurikuler bolavoli putra SMAN 4 Praya secara umum telah berkembang cukup baik, tetapi masih memerlukan peningkatan pada aspek konsistensi gerak, ketepatan timing loncatan, kualitas perkenaan bola, dan teknik pendaratan agar performa spike menjadi lebih optimal.
PENGARUH HIIT TERHADAP KELINCAHAN DAN POWER OTOT TUNGKAI PEMAIN BOLA VOLI FAMILY SUELA Alparizi, Muhammad Andika; Yundarwati, Susi; Taufik, Kurnia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10968

Abstract

ABSTRACT Physical condition is one of the main factors determining volleyball players’ performance because this sport requires athletes to move quickly, change direction accurately, and perform explosive jumps during both offensive and defensive situations. However, physical training programs at the local club level still tend to emphasize general exercises, resulting in less optimal improvement in agility and leg muscle power. This study aimed to analyze the effect of High Intensity Interval Training (HIIT) on agility and leg muscle power among volleyball players of Club Family Suela. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 14 active players selected through purposive sampling from a population of 20 athletes. The HIIT program was conducted for six weeks with a training frequency of three sessions per week. Agility was measured using the Illinois Agility Test, while leg muscle power was assessed through the Vertical Jump Test. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the paired sample t-test. The results showed an improvement in physical performance after the intervention, indicated by a decrease in agility time from 18.31 seconds to 16.21 seconds and an increase in average vertical jump performance from 56.21 cm to 58.50 cm. Statistical analysis revealed a significance value of p < 0.001, indicating that HIIT had a significant effect on improving agility and leg muscle power. These findings suggest that HIIT can be used as an effective and efficient alternative physical training method to support volleyball players’ performance. ABSTRAK Kondisi fisik menjadi salah satu faktor utama yang menentukan performa pemain bola voli karena olahraga ini menuntut kemampuan bergerak cepat, melakukan perubahan arah secara tepat, dan menghasilkan lompatan eksplosif saat menyerang maupun bertahan. Namun, pembinaan fisik pemain pada tingkat klub lokal masih sering berfokus pada latihan umum sehingga peningkatan kelincahan dan power otot tungkai belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan High Intensity Interval Training (HIIT) terhadap kelincahan dan power otot tungkai pemain bola voli Club Family Suela. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu melalui desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 14 pemain aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 20 pemain. Program HIIT dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi latihan tiga kali setiap minggu. Pengukuran kelincahan dilakukan menggunakan Illinois Agility Test, sedangkan power otot tungkai diukur melalui Vertical Jump Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan fisik setelah perlakuan, ditandai dengan penurunan rata-rata waktu kelincahan dari 18,31 detik menjadi 16,21 detik serta peningkatan rata-rata vertical jump dari 56,21 cm menjadi 58,50 cm. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 sehingga latihan HIIT terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kelincahan dan power otot tungkai. Temuan ini menunjukkan bahwa HIIT dapat digunakan sebagai alternatif metode latihan fisik yang efektif dan efisien dalam mendukung performa pemain bola voli.
CIRCUIT TRAINING MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN GARUDA FC Fikri, Muhammad Yazid; Soemardiawan, Soemardiawan; Akhmad, Noor
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10969

Abstract

ABSTRACT Dribbling ability is one of the most important basic skills in soccer because it plays a significant role in maintaining ball possession, bypassing opponents, creating attacking opportunities, and supporting overall team performance. Based on observations conducted on Garuda FC Masbagik players, the players’ dribbling ability was still not optimal, particularly in maintaining speed and ball control during directional changes. This study aimed to analyze the effect of circuit training on the dribbling ability of Garuda FC Masbagik soccer players in 2025. The study employed a quasi-experimental method using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 players aged approximately 17 years selected through a simple random sampling technique. The research instrument used was a zig-zag dribbling test measured in seconds. The treatment was conducted through 15 sessions of circuit training integrating lower-body strength, speed, agility, coordination, and ball control exercises. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and a paired sample t-test. The results showed that circuit training significantly improved the players’ dribbling ability, as indicated by the decrease in average completion time from 20.77 seconds to 19.30 seconds, representing a performance improvement of 7.09%. These findings indicate that integrated circuit training is effective for developing the skills of youth soccer players. ABSTRAK Kemampuan menggiring bola merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam permainan sepak bola karena berperan dalam mempertahankan penguasaan bola, melewati lawan, membuka ruang serangan, dan mendukung efektivitas permainan tim. Berdasarkan hasil pengamatan pada pemain Garuda FC Masbagik, kemampuan dribbling pemain masih belum optimal, terutama dalam menjaga kecepatan dan kontrol bola saat melakukan perubahan arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan circuit training terhadap kemampuan menggiring bola pemain sepak bola Garuda FC Masbagik Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 12 pemain usia sekitar 17 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes zig-zag dribbling dengan satuan waktu tempuh dalam detik. Perlakuan diberikan dalam bentuk latihan circuit training selama 15 pertemuan yang mengintegrasikan latihan kekuatan tungkai, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan kontrol bola. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan circuit training mampu meningkatkan kemampuan menggiring bola pemain secara signifikan, ditunjukkan oleh penurunan rata-rata waktu tempuh dari 20,77 detik menjadi 19,30 detik dengan peningkatan performa sebesar 7,09%. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan terpadu berbasis circuit training efektif digunakan dalam pembinaan pemain sepak bola usia muda.