cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 43 Documents clear
PENERAPAN TEKNOLOGI DI AIK DESIMINATIF: MENGOPTILMAKAN PROSES PENYEBARAN NILAI KEAGAMAAN Sahara, La; Amin, Mukayat Al
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9009

Abstract

The development of digital technology presents both challenges and opportunities in the dissemination of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values. This study aims to analyze the application of digital technology and to formulate an optimization model for disseminating AIK values that aligns with the characteristics of digital society. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation from institutions actively utilizing digital platforms. The findings indicate that effective dissemination of AIK values is achieved through an integrated multi-platform digital ecosystem rather than reliance on a single medium. Social media functions to expand outreach, application-based platforms facilitate personalized interaction, and long-form video channels support in-depth learning. The effectiveness of this strategy is strengthened by a hybrid team model that integrates religious expertise and digital literacy in content management and audience engagement. The study concludes that optimizing the dissemination of AIK values requires the integration of technology, layered content strategies, collaborative human resources, and interactive community-based approaches. These findings contribute a conceptual framework that may serve as a reference for educational and religious institutions in developing sustainable digital-based religious value dissemination. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam diseminasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi digital serta merumuskan model optimalisasi diseminasi nilai AIK yang sesuai dengan karakteristik masyarakat digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi pada institusi yang aktif memanfaatkan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi nilai AIK yang optimal dicapai melalui ekosistem digital multi-platform yang terintegrasi, bukan melalui satu media tunggal. Media sosial berperan dalam memperluas jangkauan, platform aplikasi mendukung interaksi personal, dan kanal video berdurasi panjang berfungsi untuk pendalaman materi. Keberhasilan strategi ini diperkuat oleh model tim hibrida yang mengombinasikan kompetensi keagamaan dan literasi digital dalam pengelolaan konten dan interaksi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi diseminasi nilai AIK memerlukan integrasi teknologi, strategi konten berlapis, kolaborasi sumber daya manusia, serta pendekatan komunitas yang interaktif. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual berupa kerangka strategis yang dapat dijadikan acuan bagi institusi pendidikan dan dakwah dalam mengembangkan diseminasi nilai keagamaan berbasis digital secara berkelanjutan.
KORELASI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN TUTUPAN KANOPI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI Herman, Boi; Sawaludin, Sawaludin; Tahir, Tahir; Alfiyan, Arif Nur; Alfirman, Alfirman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9045

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining coastal environmental stability, requiring accurate spatial information on their distribution, density, and canopy cover conditions. This study aims to assess the extent and spatial distribution of mangrove ecosystems, vegetation density levels, canopy cover conditions, and the relationship between Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) values and mangrove canopy cover percentages in the coastal area of Kendari City. Mangrove distribution and density were analyzed using Sentinel-2A imagery through the NDVI approach, while canopy cover was measured using the Hemispherical Photography method processed with ImageJ software. Satellite imagery was obtained from the Copernicus platform, and a total of 33 sampling stations or plots were determined based on mangrove density classification criteria. The results indicate that the total mangrove area along the coast of Kendari City is approximately 275.67 hectares, distributed across eight sub-districts. NDVI analysis classified mangrove vegetation into three density categories: low density covering 30.69 ha, medium density covering 68.28 ha, and high density covering 176.70 ha. Mangrove canopy cover varied in accordance with vegetation density, ranging from 16.56% to a maximum of 88.08%. Correlation analysis revealed a very strong relationship between NDVI values and canopy cover percentage, with a correlation coefficient (r) of 0.93. These findings demonstrate that Sentinel-2A-derived NDVI is a reliable indicator for estimating mangrove canopy cover conditions in coastal environments. ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat terkait sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan tajuknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan distribusi ekosistem mangrove, tingkat kerapatan vegetasi, kondisi tutupan kanopi, serta hubungan antara nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan persentase tutupan tajuk mangrove di wilayah pesisir Kota Kendari. Analisis kerapatan dan sebaran mangrove dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A melalui pendekatan NDVI, sedangkan tutupan kanopi dianalisis menggunakan metode Hemispherical Photography yang diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Data citra diperoleh dari laman Copernicus, kemudian ditentukan sebanyak 33 stasiun atau plot sampel berdasarkan klasifikasi tingkat kerapatan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luasan mangrove di pesisir Kota Kendari mencapai sekitar 275,67 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan nilai NDVI, ekosistem mangrove diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerapatan, yaitu kerapatan rendah seluas 30,69 ha, kerapatan sedang 68,28 ha, dan kerapatan tinggi 176,70 ha. Persentase tutupan tajuk mangrove bervariasi mengikuti tingkat kerapatan vegetasi, dengan nilai tertinggi sebesar 88,08% dan terendah 16,56%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai NDVI dan persentase tutupan kanopi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,93. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI citra Sentinel-2A dapat digunakan secara efektif untuk menduga kondisi tutupan kanopi mangrove di wilayah pesisir.
STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSINAR UNTUK PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) KOTA BATU DI KELUARAHAN NGAGLIK Nurnadjib, Zikri Orcani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9059

Abstract

ABSTRACT This study examines the implementation of the Desa Bersinar Program as a community empowerment strategy for preventing drug abuse in Ngaglik Village, Batu City. The focus of the study is directed toward implementation strategies, program stages, and the supporting and inhibiting factors that influence policy effectiveness at the local level. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving officials from BNN Batu City, village authorities, and local residents. The findings indicate that program implementation is still dominated by initial activities such as coordination and symbolic actions, while technical activities such as urine testing and cadre training have not been optimally carried out. Support from BNN and community acceptance constitute important assets, but budget limitations, weak inter-agency coordination, and social stigma remain major obstacles. This condition reveals a gap between policy design and actual implementation at the village level. The findings also suggest that program success is determined not only by regulations but also by institutional capacity and local social networks. This study concludes that strengthening cross-sectoral synergy and community-based approaches is crucial for the sustainable success of the Desa Bersinar Program in preventing drug abuse. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi Program Desa Bersinar sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Fokus kajian diarahkan pada strategi pelaksanaan, tahapan program, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas kebijakan di tingkat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aparatur BNN Kota Batu, perangkat kelurahan, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih didominasi oleh kegiatan awal berupa koordinasi dan simbolisasi, sementara kegiatan teknis seperti tes urine dan pelatihan kader belum berjalan optimal. Dukungan dari BNN dan penerimaan masyarakat menjadi modal penting, namun keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta stigma sosial menjadi hambatan utama. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara desain kebijakan dan praktik implementasi di tingkat kelurahan. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi oleh kapasitas kelembagaan dan jaringan sosial lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas lokal sangat menentukan keberhasilan Program Desa Bersinar dalam mendorong pencegahan narkoba yang berkelanjutan.
STRATEGI COPING STRES DALAM PSIKOLOGI DEWASA AWAL: SEBUAH REVIEW LITERATUR TERHADAP MODEL DAN TEMUAN EMPIRIS Dyastuti, Irma Suwarning
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9086

Abstract

Stress is a common psychological condition experienced by individuals in early adulthood, a developmental phase characterized by increasing demands related to education, employment, and social relationships. Individuals’ ability to manage stress is strongly influenced by the coping strategies they employ. This article aims to examine and analyze stress coping strategies among early adults based on findings from psychological literature. The method used in this study is a literature review, focusing on national and international journal articles published between 2020 and 2025. The literature was collected from databases such as Google Scholar and Garuda using relevant keywords related to stress coping and early adulthood. The results of the review indicate that stress coping strategies in early adulthood can be broadly categorized into problem-focused coping and emotion-focused coping, with their application influenced by individual characteristics, social support, and environmental context. The literature also highlights that adaptive coping strategies contribute positively to mental health and psychological well-being, while maladaptive coping strategies may increase the risk of prolonged stress. This article is expected to provide a comprehensive conceptual understanding of stress coping strategies and serve as a reference for future research and psychological interventions targeting early adults. ABSTRAK Stres merupakan fenomena psikologis yang umum dialami individu pada fase dewasa awal, seiring dengan tuntutan perkembangan seperti pendidikan, pekerjaan, dan relasi sosial. Kemampuan individu dalam menghadapi stres sangat dipengaruhi oleh strategi coping yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis strategi coping stres pada individu dewasa awal berdasarkan temuan-temuan dalam literatur psikologi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025. Sumber literatur diperoleh melalui basis data Google Scholar dan Garuda dengan kata kunci yang relevan dengan coping stres dan dewasa awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi coping stres pada dewasa awal dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping, yang penggunaannya dipengaruhi oleh faktor individu, dukungan sosial, serta konteks lingkungan. Literatur juga menunjukkan bahwa strategi coping yang adaptif berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis individu dewasa awal, sementara coping maladaptif berpotensi meningkatkan risiko stres berkepanjangan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman konseptual yang komprehensif mengenai strategi coping stres serta menjadi rujukan bagi pengembangan penelitian dan intervensi psikologis pada kelompok dewasa awal.  
ANALISIS SPASIAL KERAWANAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN WEIGHTED OVERLAY DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN Rasjusti, Nurul Ilmi; Badwi, Nasiah; Ananda, Wangi Suci
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9105

Abstract

ABSTRACT Drought is a hydrometeorological disaster that has a major impact on water availability and agricultural sustainability. This study maps drought vulnerability levels in Gowa Regency using a Geographic Information System–based weighted overlay method with seven parameters, namely rainfall, soil type, slope, elevation, distance from rivers, land use, and vegetation density, which were analyzed through weighting techniques and equal interval classification in ArcGIS 10.3. The results show that the study area is divided into five vulnerability classes: very low (6.10%), low (33.48%), moderate (39.31%), high (17.76%), and very high (3.35%), with spatial patterns varying across districts. Most areas fall within the low to moderate vulnerability categories, while high vulnerability is mainly found in wetland and dryland agricultural zones that experience high pressure on water use. These findings indicate that the weighted overlay–based geospatial approach is effective in depicting the spatial distribution of drought vulnerability and can serve as a basis for water resource management planning, risk mitigation, and strengthening food security in Gowa Regency. ABSTRAK Kekeringan merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian. Penelitian ini memetakan tingkat kerawanan kekeringan di Kabupaten Gowa menggunakan metode weighted overlay berbasis Sistem Informasi Geografis dengan tujuh parameter, yaitu curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, ketinggian, jarak dari sungai, penggunaan lahan, dan kerapatan vegetasi yang dianalisis melalui teknik pembobotan dan klasifikasi equal interval pada ArcGIS 10.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi ke dalam lima kelas kerawanan, yaitu sangat rendah (6,10%), rendah (33,48%), sedang (39,31%), tinggi (17,76%), dan sangat tinggi (3,35%) dengan pola spasial yang bervariasi antar kecamatan. Sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah hingga sedang, sementara tingkat kerawanan tinggi terutama ditemukan pada kawasan pertanian lahan basah dan lahan kering yang memiliki tekanan penggunaan air yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan geospasial berbasis weighted overlay efektif untuk menggambarkan distribusi kerawanan kekeringan dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko, dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Gowa.
ENGLISH LANGUAGE BARRIERS IN TOURISM COMMUNICATION AT SOMI BEACH Zamasi, Daniel Setiawan; Harefa, Afore Tahir; Hia, Maria Putri Cantika; Waruwu, Fitri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9115

Abstract

ABSTRACT Tourism communication constitutes a strategic element in shaping service quality, tourist experiences, and destination sustainability, particularly in emerging tourism areas. Somi Beach in Nias, Indonesia, possesses significant natural and cultural potential; however, its development continues to be constrained by limitations in English communication skills among local tourism actors. This study aims to examine the forms, causes, and impacts of English language barriers in tourism communication, as well as to identify the adaptive strategies employed by local tourism actors in their interactions with international visitors. The study adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with local tour guides, homestay owners, food vendors, and tourism managers, complemented by direct field observations of service interactions. The findings indicate that English language barriers primarily occur at the level of functional communication, including difficulties in explaining tourist attractions, providing service information, responding to visitor inquiries, and engaging in intercultural interaction. These barriers are influenced by limited formal English education, insufficient tourism-specific English training, low frequency of English use, and a lack of confidence in oral communication. The impacts are reflected in reduced service effectiveness, the occurrence of misunderstandings, decreased tourist satisfaction, and missed opportunities for destination promotion. Despite these challenges, local tourism actors employ adaptive communication strategies, such as the use of basic English expressions, non-verbal communication, translation applications, and peer assistance. This study underscores the importance of developing context-based English language capacity as part of human resource strengthening to support sustainable tourism growth in emerging coastal destinations. ABSTRAK Komunikasi pariwisata merupakan elemen strategis dalam membangun kualitas layanan, pengalaman wisatawan, dan keberlanjutan destinasi, khususnya pada kawasan wisata yang sedang berkembang. Pantai Somi di Nias, Indonesia, memiliki potensi alam dan budaya yang besar, namun pengembangannya masih menghadapi kendala pada aspek komunikasi bahasa Inggris di kalangan pelaku pariwisata lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, penyebab, dan dampak hambatan bahasa Inggris dalam komunikasi pariwisata, serta mengidentifikasi strategi adaptif yang digunakan oleh pelaku pariwisata lokal dalam berinteraksi dengan wisatawan internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pemandu wisata, pemilik homestay, penjual makanan, dan pengelola pariwisata, serta observasi langsung terhadap interaksi layanan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan bahasa Inggris terutama muncul pada komunikasi fungsional, seperti menjelaskan daya tarik wisata, menyampaikan informasi layanan, menanggapi pertanyaan pengunjung, dan melakukan interaksi lintas budaya. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pendidikan formal bahasa Inggris, minimnya pelatihan bahasa Inggris pariwisata, rendahnya intensitas penggunaan bahasa Inggris, serta kurangnya kepercayaan diri dalam komunikasi lisan. Dampaknya terlihat pada menurunnya efektivitas layanan, munculnya kesalahpahaman, berkurangnya kepuasan wisatawan, dan terbatasnya peluang promosi destinasi. Meskipun demikian, pelaku pariwisata lokal mengembangkan strategi komunikasi adaptif melalui penggunaan ungkapan dasar bahasa Inggris, bahasa nonverbal, aplikasi terjemahan, dan bantuan sesama. Studi ini menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas bahasa Inggris berbasis konteks lokal sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di destinasi pesisir yang sedang berkembang.
TOURISM PROMOTION BROCHURE ON RECREATIONAL DESTINATION (LINGUISTICS PERSPECTIVE) Harefa, Afore Tahir; Giawa, Nurul Hikmah; Zebua, Dwi Putri Juwita; Zamasi, Erna
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9117

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the limited effectiveness of tourism promotional media at 101 Nusa Lima Beach in representing destination potential as well as sustainable tourism values. This study aims to develop a tourism promotion brochure that has high communicative effectiveness while supporting the strengthening of sustainability-oriented local tourism development. A Research and Development (R&D) approach adapted from Borg and Gall was used with the stages of needs analysis, planning and design, initial product development, expert validation, revision, and final product presentation. Data collection was conducted through field observation, interviews with tourism stakeholders and visitors, and documentation to identify tourism potential, visitor information needs, and promotional constraints encountered. The brochure was developed by emphasizing clarity of information regarding tourist attractions, facilities, accessibility, and operating hours, as well as using persuasive language and visual elements that support destination image formation. The expert validation process involving academics and tourism practitioners was carried out to assess content feasibility, accuracy of language use, and media design quality. The results of the study show that the brochure produced was declared valid and feasible to be used as a promotional medium after a number of minor revisions.The final product integrates sustainable tourism messages that are aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs) with the aim of increasing destination visibility, strengthening promotional communication, and supporting sustainable local tourism development. These findings affirm that the development of promotional media based on linguistic studies and sustainability can function as an effective communication strategy for emerging coastal destinations. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan efektivitas media promosi pariwisata di Pantai 101 Nusa Lima dalam merepresentasikan potensi destinasi serta nilai-nilai pariwisata berkelanjutan. Studi ini bertujuan mengembangkan brosur promosi pariwisata yang memiliki daya komunikatif tinggi sekaligus mendukung penguatan pariwisata lokal yang berorientasi pada keberlanjutan. Pendekatan Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari Borg dan Gall digunakan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan dan perancangan, pengembangan produk awal, validasi ahli, revisi, dan penyajian produk akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan pariwisata dan pengunjung, serta dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi wisata, kebutuhan informasi wisatawan, dan kendala promosi yang dihadapi. Brosur dikembangkan dengan menitikberatkan kejelasan informasi mengenai daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas, dan jam operasional, serta menggunakan bahasa persuasif dan elemen visual yang mendukung pembentukan citra destinasi. Proses validasi ahli yang melibatkan akademisi dan praktisi pariwisata digunakan untuk menilai kelayakan konten, ketepatan penggunaan bahasa, serta kualitas desain media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brosur yang dihasilkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media promosi setelah dilakukan sejumlah penyempurnaan minor. Produk akhir mengintegrasikan pesan-pesan pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tujuan meningkatkan visibilitas destinasi, memperkuat komunikasi promosi, serta mendukung pengembangan pariwisata lokal secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan media promosi berbasis kajian linguistik dan keberlanjutan dapat berfungsi sebagai strategi komunikasi yang efektif bagi destinasi pesisir yang sedang berkembang.
PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN, KOMPENSASI FINANSIAL DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Hanum, Filia; Ikhbar, Samsul; Juwita, Juwita; Fitriliana, Fitriliana; Mauliza, Putri; Saputra, Heri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9131

Abstract

ABSTRACT Employee work discipline is one of the important factors in supporting the effectiveness and improvement of performance in government organizations. Various factors are assumed to influence the level of employee discipline, including leadership supervision, financial compensation, and the implementation of knowledge management that has not been optimally carried out. This study aims to analyze the effect of leadership supervision, financial compensation, and knowledge management, both simultaneously and partially, on employee work discipline at the Krueng Sabee Sub-District Office, Aceh Jaya Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires and documentation studies, with the research subjects consisting of all employees of the Krueng Sabee Sub-District Office totaling 32 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the relationships and effects among the research variables. The results indicate that leadership supervision, financial compensation, and knowledge management simultaneously have a positive and significant effect on employee work discipline. Partially, each independent variable also shows a positive and significant effect, with knowledge management identified as the most dominant variable influencing employee work discipline. The coefficient of determination reveals that most of the variation in employee work discipline can be explained by these three variables, while the remaining variation is influenced by other factors outside the research model. The findings conclude that improving employee work discipline can be achieved through strengthening leadership supervision, providing adequate financial compensation, and implementing effective and sustainable knowledge management. ABSTRAK Kedisiplinan kerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas dan peningkatan kinerja organisasi pemerintahan. Berbagai faktor diduga memengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai, di antaranya pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan penerapan knowledge management yang belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan knowledge management baik secara simultan maupun parsial terhadap kedisiplinan kerja pegawai pada Kantor Camat Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi, dengan objek penelitian seluruh pegawai Kantor Camat Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya yang berjumlah 32 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan knowledge management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kerja pegawai. Secara parsial, masing-masing variabel independen juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan knowledge management sebagai variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kedisiplinan kerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kedisiplinan kerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kedisiplinan kerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan pengawasan pimpinan, pemberian kompensasi finansial yang memadai, serta penerapan knowledge management yang efektif dan berkelanjutan.
PERAN GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP KESEHATAN MENTAL GENERASI Z Budiman, Melinda Lian; Rostiana, Rostiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9147

Abstract

A healthy lifestyle plays an important role in maintaining mental health, particularly among Generation Z university students who are active social media users. High intensity of social media use may influence daily behavioral patterns, including stress management, physical activity, and social interaction. This study aimed to examine the role of lifestyle in mental health among Generation Z students who use social media. A quantitative correlational design was employed in this study. The participants consisted of 150 Generation Z students aged 18–23 years who actively use social media. The instruments used were the Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) to measure lifestyle and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) to measure mental health. Data were analyzed using correlation and regression analyses. The results indicated a very strong positive relationship between lifestyle and mental health. Regression analysis revealed that lifestyle significantly contributed to the variance in mental health, with stress management emerging as the most dominant predictor. These findings suggest that adopting a healthy lifestyle, particularly effective stress management, plays a crucial role in supporting the mental health of Generation Z students in the digital era.    ABSTRAK Gaya hidup sehat merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, khususnya pada mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi pola perilaku sehari-hari, termasuk manajemen stres, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya hidup terhadap kesehatan mental pada mahasiswa Generasi Z pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 150 mahasiswa Generasi Z berusia 18–23 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen yang digunakan adalah Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) untuk mengukur gaya hidup dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara gaya hidup dan kesehatan mental. Analisis regresi menunjukkan bahwa gaya hidup secara signifikan berperan dalam menjelaskan variasi kesehatan mental mahasiswa, dengan dimensi manajemen stres sebagai prediktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya hidup sehat, terutama dalam pengelolaan stres, berperan penting dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa Generasi Z di era digital.
ANALISIS UNSUR-UNSUR MANAJEMEN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PADA ERA RASULULLAH SAW Damayanti, Lisna; Lestari, Edith Indah; Aleksa, Nur Eka; Fatimah, Devi Siti; Azzahra, Vendya Shifa; Bilqis, Tazkiyatul; Ramadani, Galuh Cahya; Hidayati, Nurul
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9159

Abstract

ABSTRACT Human resource management and community development in modern managerial practices tend to prioritize efficiency and economic performance, often neglecting ethical, social, and spiritual dimensions. This condition highlights the need for alternative management models that are more holistic and value-based. This study aims to analyze the elements of Islamic community development management during the era of Prophet Muhammad (peace be upon him) by integrating modern management functions with Islamic values. The research adopts a qualitative approach using a systematic literature review (SLR) method, examining credible primary and secondary sources published between 2017 and 2025. The analysis focuses on key aspects, including funding mechanisms, organizational performance and human resources, human resource management, infrastructure development, community development methods, and market systems. The findings reveal that community development practices during the Prophet’s era were integrated, participatory, and value-driven, emphasizing trustworthiness (amanah), justice, consultation (shura), and exemplary leadership. This study concludes that the community development model implemented by Prophet Muhammad (peace be upon him) remains highly relevant and applicable as a conceptual and practical reference for ethical, equitable, and sustainable Islamic community development in the contemporary context. ABSTRAK Pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan masyarakat dalam praktik manajemen modern cenderung berorientasi pada efisiensi dan kinerja ekonomi, sehingga sering mengabaikan dimensi etika, sosial, dan spiritual. Kondisi ini mendorong perlunya model manajemen alternatif yang lebih holistik dan berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur manajemen pengembangan masyarakat Islam pada masa Rasulullah SAW dengan mengintegrasikan kerangka fungsi manajemen modern dan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode systematic literature review (SLR) terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dan kredibel dalam rentang tahun 2017–2025. Analisis difokuskan pada aspek pendanaan, kinerja organisasi dan sumber daya manusia, manajemen SDM, sarana dan prasarana, metode pengembangan masyarakat, serta sistem pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pengembangan masyarakat pada masa Rasulullah SAW bersifat terpadu, partisipatif, dan berbasis nilai, dengan penekanan pada amanah, keadilan, musyawarah, dan keteladanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengembangan masyarakat Rasulullah SAW memiliki relevansi dan daya aplikatif sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi pembangunan masyarakat Islam modern yang etis, berkeadilan, dan berkelanjutan.