cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 44 Documents clear
PHILOSOPHICAL VALUES OF BRIDE AND GROOM ATTIRE IN THE TRADITIONAL MARRIAGE CEREMONY OF GORONTALO SOCIETY Gobel, Wahidin R.V.; Malik, Harto S.; Dako, Rahman Taufiqrianto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9968

Abstract

ABSTRACT Traditional wedding attire is an important part of cultural heritage that functions not only as an aesthetic element but also as a symbol reflecting the values, identity, and worldview of a society. In Gorontalo culture, wedding attire embodies philosophical values related to moral principles, social status, cultural identity, and religious teachings, as reflected in the philosophy “Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah.” However, modernization and globalization have influenced the use and interpretation of traditional attire, leading to shifts in values within contemporary wedding practices. This study aims to examine the philosophical values embedded in the traditional wedding attire of both the bride and groom in Gorontalo traditional marriage ceremonies. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach. Data were collected from books, academic journals, cultural archives, and relevant documentation, and analyzed using qualitative content analysis to identify symbolic meanings in elements such as colors, ornaments, accessories, and structural designs. The findings indicate that Gorontalo traditional wedding attire represents values of dignity, purity, prosperity, leadership, harmony, responsibility, and social balance. The bride’s attire (Bili’u) symbolizes elegance, honor, and the role of women in family life, while the groom’s attire reflects leadership, protection, and readiness to assume household responsibilities. Therefore, traditional wedding attire serves not only as ceremonial clothing but also as a medium for preserving cultural values and transmitting philosophical meanings to future generations. ABSTRAK Busana pengantin tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mencerminkan nilai, identitas, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam budaya Gorontalo, busana pengantin pada upacara pernikahan mengandung nilai filosofis yang berkaitan dengan prinsip moral, status sosial, identitas budaya, serta ajaran agama yang berlandaskan falsafah “Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah.” Namun, modernisasi dan globalisasi telah memengaruhi penggunaan dan pemaknaan busana tradisional sehingga menimbulkan pergeseran nilai dalam praktik pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam busana pengantin pria dan wanita pada upacara pernikahan adat Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, arsip budaya, dan dokumentasi terkait, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi makna simbolik pada unsur warna, ornamen, aksesori, dan struktur busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana pengantin adat Gorontalo merepresentasikan nilai martabat, kesucian, kemakmuran, kepemimpinan, keharmonisan, tanggung jawab, dan keseimbangan sosial. Busana pengantin wanita (Bili’u) melambangkan keanggunan, kehormatan, dan peran perempuan dalam keluarga, sedangkan busana pengantin pria mencerminkan kepemimpinan, perlindungan, dan kesiapan menjalankan tanggung jawab rumah tangga. Dengan demikian, busana pengantin tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan pewarisan makna filosofis kepada generasi berikutnya.
PENDEKATAN TEOLOGI KONTEKSTUAL UNTUK PENGUATAN KERUKUNAN WARGA GEREJA: ANALISIS IMPLIKASI MISI KRISTEN DI TENGAH TANTANGAN PLURALISME Laia, Surimawati; Hia, Yeremia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10008

Abstract

ABSTRACT Indonesia, as a multicultural nation with diverse religions and cultures, presents real challenges for the church in carrying out its Christian mission in a relevant manner. This study aims to analyze the role of the contextual theology approach in strengthening church harmony amid the challenges of religious and cultural pluralism. This research employs a qualitative method with a literature study approach, drawing on the systematic review of 10 scientific journal articles selected from Google Scholar, Scopus, and ProQuest databases, using content analysis to identify key themes related to contextual theology, pluralism, and Christian mission. The study was conducted through four stages: source identification, selection based on relevance and recency criteria, content analysis, and synthesis of findings. The findings indicate three main themes: (1) the relevance of contextual theology in building the church’s response to pluralism; (2) dialogical Christian mission grounded in life witness; and (3) harmony as a tangible manifestation of Gospel witness in pluralistic society. The main conclusion affirms that contextual theology serves as an effective and urgent strategy for the church to foster interfaith cooperation, cultivate equal dialogue, and manifest an inclusive witness of faith in multicultural Indonesia. ABSTRAK Indonesia sebagai negara multikultural dengan keberagaman agama dan budaya menghadirkan tantangan nyata bagi gereja dalam menjalankan misi Kristennya secara relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan teologi kontekstual dalam memperkuat kerukunan warga gereja di tengah tantangan pluralisme agama dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui kajian terhadap 10 artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara sistematis dari database Google Scholar, Scopus, dan ProQuest, menggunakan analisis isi untuk menemukan tema-tema utama terkait teologi kontekstual, pluralisme, dan misi Kristen. Kajian dilakukan melalui empat tahapan: identifikasi sumber, seleksi berdasarkan kriteria relevansi dan kekinian, analisis isi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: 1) relevansi teologi kontekstual dalam membangun respons gereja terhadap pluralisme; 2) misi Kristen yang bersifat dialogis dan berbasis kesaksian hidup; serta 3) kerukunan sebagai manifestasi nyata dari kesaksian Injil. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa teologi kontekstual merupakan strategi yang efektif dan mendesak bagi gereja untuk membangun kerjasama lintas iman, menumbuhkan dialog yang setara, serta menghadirkan kesaksian iman yang inklusif di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
MISI GEREJA DAN TOLERANSI ANTARAGAMA: PENDEKATAN HARMONI DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK Halawa, Yuslina
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10016

Abstract

ABSTRACT Indonesia, as a pluralistic nation with diverse religions, cultures, and ethnic groups, presents real challenges for the Church in carrying out its mission in a relevant and contextual manner. This study aims to examine the concept of the Church's mission within a pluralistic society in an interfaith context, identify the challenges faced by the Church, and formulate the Church's role and strategies in building interfaith harmony. This study employs a qualitative method with a literature study approach, through the review of 10 scientific journal articles systematically selected from the Google Scholar, Scopus, and ProQuest databases, using content analysis to identify key themes. The study was conducted in four stages: source identification, selection based on relevance and recency criteria (2020–2025), content analysis, and synthesis of findings. The results reveal three main themes: first, the theological foundations and concept of the Church's mission in a pluralistic society; second, the challenges faced by the Church, including exclusivism and interfaith prejudice; and third, the Church's role and strategies in building harmony through dialogue, cross-faith collaboration, and lived witness. The main conclusion affirms that the Church's mission is not only vertical-spiritual in nature, but also constitutes a tangible horizontal contribution to strengthening harmony and social cohesion in Indonesia. ABSTRAK Indonesia sebagai negara majemuk dengan keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa menghadirkan tantangan nyata bagi Gereja dalam menjalankan misinya secara relevan dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep misi Gereja di tengah masyarakat majemuk dalam konteks antaragama, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Gereja, serta merumuskan peran dan strategi Gereja dalam membangun kerukunan antaragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui kajian terhadap 10 artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara sistematis dari database Google Scholar, Scopus, dan ProQuest, menggunakan analisis isi untuk menemukan tema-tema utama. Kajian dilakukan melalui empat tahapan: identifikasi sumber, seleksi berdasarkan kriteria relevansi dan kekinian (2020–2025), analisis isi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: pertama, landasan teologis dan konsep misi Gereja dalam masyarakat majemuk; kedua, tantangan yang dihadapi Gereja, termasuk eksklusivisme dan prasangka antaragama; serta ketiga peran dan strategi Gereja dalam membangun kerukunan melalui dialog, kolaborasi lintas iman, dan kesaksian hidup. Simpulan utama menegaskan bahwa misi Gereja tidak hanya berdimensi vertikal-spiritual, tetapi juga merupakan kontribusi nyata yang horizontal bagi penguatan kerukunan dan harmoni sosial di Indonesia.
DARI LATIHAN KESEIMBANGAN KE PERFORMA OKUPASIONAL: PENGARUH LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP MOBILITAS FUNGSIONAL LANSIA Puspitosari, Aniek; Nurhidayah, Ninik
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10055

Abstract

ABSTRACT Decline in balance among older adults is one of the main factors that increases the risk of falls and reduces functional mobility as well as independence in activities of daily living. Balance training in the form of Square Stepping Exercise (SSE) is one of the exercise interventions that has the potential to improve balance and movement coordination in older adults. This study aimed to analyze the effect of SSE balance training on the functional mobility of older adults. The study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 24 older adults selected using a purposive sampling technique. Functional mobility, indicated by balance performance, was measured using the Berg Balance Scale (BBS) before and after the intervention. The SSE intervention was administered over 12 sessions within 6 weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. The results showed an improvement in balance scores after the intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of SSE balance training on the functional mobility of older adults. In conclusion, SSE balance training is effective in improving balance in older adults and has the potential to enhance functional mobility as well as independence in daily activities. ABSTRAK Penurunan keseimbangan pada lansia merupakan salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan mobilitas fungsional serta kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Latihan keseimbangan berupa Square Stepping Exercise (SSE) merupakan salah satu intervensi latihan yang berpotensi meningkatkan keseimbangan dan koordinasi gerak lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan keseimbangan SSE terhadap mobilitas fungsional lansia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 24 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran mobilitas fungsional lansia dengan indikator keseimbangan dilakukan menggunakan instrumen Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi SSE diberikan selama 12 sesi dalam 6 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor keseimbangan setelah intervensi dengan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian latihan keseimbangan SSE terhadap mobilitas fungsional lansia. Latihan keseimbangan SSE efektif dalam meningkatkan keseimbangan lansia dan berpotensi meningkatkan mobilitas fungsional serta kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
PENGARUH PRESENSI ONLINE, SISTEM REWARD, DAN SISTEM PUNISHMENT, TERHADAP DISIPLIN KERJA ASN DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PONOROGO Sari, Asti Diana; Pradana, Galih Wahyu; Ma’ruf, Muhammad Farid; Eprilianto, Deby Febriyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10125

Abstract

This study aims to analyze the effect of online attendance, reward systems, and punishment systems on the work discipline of Civil Servants (ASN) at the Regional Secretariat of Ponorogo Regency. The background of this research is based on the fact that disciplinary problems among civil servants are still found even though an online attendance system and reward and punishment policies have been implemented. This study uses a quantitative approach with a survey method through questionnaires distributed to 120 civil servants at the Regional Secretariat of Ponorogo Regency. The data were analyzed using the Partial Least Square (PLS) method with the assistance of the SmartPLS application.mThe results show that online attendance has a positive and significant effect on the work discipline of civil servants, with a path coefficient of 0.604, a T-statistic of 6.054, and a P-value of 0.000. The punishment system also has a positive and significant effect on work discipline, with a coefficient of 0.241, a T-statistic of 2.317, and a P-value of 0.021. In contrast, the reward system has a negative and significant effect on work discipline, with a coefficient of -0.198, a T-statistic of 2.102, and a P-value of 0.036. The R-square value of 0.598 indicates that the three variables explain 59.8% of the variance in civil servants’ work discipline, while the remaining 40.2% is influenced by other factors outside the research model. In conclusion, online attendance and punishment systems contribute to improving the work discipline of civil servants, while the reward system needs to be evaluated to ensure it is more objective and performance-based. Future research is recommended to include additional variables and expand the research scope to obtain more comprehensive results. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh presensi online, sistem reward, dan sistem punishment terhadap disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya tingkat kedisiplinan ASN yang belum optimal meskipun telah diterapkan sistem presensi Online serta kebijakan reward dan punishment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 120 ASN di Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presensi online berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja ASN dengan koefisien jalur sebesar 0,604, T-Statistic 6,054, dan P-Values 0,000. Sistem punishment juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja dengan koefisien sebesar 0,241, T-Statistic 2,317, dan P-Values 0,021. Sebaliknya, sistem reward berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disiplin kerja dengan koefisien sebesar -0,198, T-Statistic 2,102, dan P-Values 0,036. Nilai R-square sebesar 0,598 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 59,8% variasi disiplin kerja ASN, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa presensi online dan sistem punishment berperan dalam meningkatkan disiplin kerja ASN, sedangkan sistem reward perlu dievaluasi agar penerapannya lebih objektif dan berbasis kinerja. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain serta memperluas objek penelitian untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA BLUD PUSKESMAS DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC) Asri, Muhammad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10227

Abstract

This study aims to analyze the effect of knowledge management on the performance of BLUD community health centers (Puskesmas) using the Balanced Scorecard (BSC) approach, covering financial, customer, internal business process, and learning and growth perspectives. This research employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The sample consisted of 40 respondents, including healthcare personnel and managerial staff at BLUD Puskesmas in Ternate City, selected through purposive sampling. The results indicate that knowledge management has a positive and significant effect on organizational performance, with a path coefficient of 0.987 and a significance level of p < 0.05, demonstrating a strong contribution to performance improvement. Effective implementation of knowledge management enhances operational efficiency, service quality, and organizational adaptability. Furthermore, the BSC approach provides a comprehensive and integrated framework for evaluating both financial and non-financial performance. The findings imply that strengthening knowledge management practices, particularly in fostering knowledge-sharing culture and optimizing information technology, is essential for improving healthcare service performance. Theoretically, this study contributes to the development of knowledge management literature in the public health sector. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh knowledge management terhadap kinerja BLUD Puskesmas menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) yang mencakup perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan tenaga kesehatan dan staf manajerial di BLUD Puskesmas Kota Ternate, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa knowledge management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi dengan nilai koefisien sebesar 0,987 dan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengelolaan pengetahuan berkontribusi secara kuat terhadap peningkatan kinerja Puskesmas. Implementasi knowledge management terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta kapasitas adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, pendekatan BSC memberikan gambaran kinerja yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan aspek finansial dan nonfinansial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan sistem knowledge management, terutama dalam pengembangan budaya berbagi pengetahuan dan pemanfaatan teknologi informasi, menjadi strategi penting dalam meningkatkan kinerja layanan kesehatan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian manajemen pengetahuan di sektor publik, khususnya layanan kesehatan berbasis BLUD.
ANALISIS FAKTOR SOSIAL PENYEBAB RENDAHNYA KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA Handayani, Febby Rahmah; Ramadani, Oktapia; Anjuani, Cantika Aprilin; Romiaty, Romiaty
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10305

Abstract

Self-confidence is a fundamental psychological aspect that determines the quality of adolescents’ social, emotional, and academic development. Low self-confidence among adolescents has become a serious concern in the guidance and counseling literature due to its broad impact on long-term psychological well-being. This study aims to systematically analyze social factors contributing to low self-confidence in adolescents based on a review of relevant and recent scientific literature. The study focuses on five main social factors: peer environment, family dynamics, experiences of bullying, social media exposure, and school interactions. This research employs a systematic literature review method following the PRISMA guidelines. Literature sources were obtained from Google Scholar, GARUDA, and SINTA databases, covering publications from 2020 to 2026. The findings indicate that these five social factors consistently contribute to low self-confidence in adolescents through interconnected psychological mechanisms. Bullying experiences have the most intense and long-lasting psychological impact, while family dynamics serve as the most fundamental foundation in shaping self-confidence. This study concludes that ecological and integrated intervention approaches involving families, schools, and communities are essential to sustainably enhance adolescents’ self-confidence. ABSTRAK Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis fundamental yang menentukan kualitas perkembangan sosial, emosional, dan akademik remaja. Rendahnya kepercayaan diri pada remaja telah menjadi perhatian serius dalam literatur bimbingan dan konseling karena dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis faktor-faktor sosial yang menjadi penyebab rendahnya kepercayaan diri pada remaja berdasarkan kajian terhadap literatur ilmiah yang relevan dan mutakhir. Kajian difokuskan pada lima faktor sosial utama, yaitu: lingkungan pertemanan, dinamika keluarga, pengalaman bullying, paparan media sosial, dan interaksi di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur sistematis (systematic literature review) dengan mengacu pada panduan PRISMA. Sumber literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, GARUDA, dan SINTA dengan rentang tahun publikasi 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima faktor sosial tersebut secara konsisten terbukti berkontribusi terhadap rendahnya kepercayaan diri remaja melalui mekanisme psikologis yang saling berkaitan. Pengalaman bullying menghasilkan dampak psikologis paling intens dan bertahan lama, sementara dinamika keluarga merupakan fondasi akar yang paling mendasar dalam pembentukan kepercayaan diri. Simpulan kajian ini menegaskan perlunya pendekatan intervensi yang bersifat ekologis dan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja secara berkelanjutan.
REKONSTRUKSI HAK KONSTITUSIONAL MASYARAKAT ADAT ATAS WILAYAH KELOLA RAKYAT DALAM PARADIGMA UU CIPTA KERJA: DIALEKTIKA INVESTASI DAN KEDAULATAN RUANG HIDUP Hertanto, Yudhi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10444

Abstract

This study analyzes the tension between accelerated investment through National Strategic Projects (PSN) in Law Number 6 of 2023 (the Job Creation Law) and the constitutional rights of indigenous peoples (MHA). Following Constitutional Court Decision No. 35/PUU-X/2012, customary forests have been normatively separated from state forests. However, the Job Creation Law introduces a centralized risk-based licensing and land acquisition mechanism that has the potential to marginalize local living space sovereignty. Using a juridical-normative research method through legislative and conceptual approaches, this study finds normative inconsistencies between the spirit of constitutional recognition and administrative formalism in the derivative regulations of the Omnibus Law. The study recommends legal reconstruction through the adoption of substantive Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) principles and the zoning of indigenous territories (Red, Yellow, and Green Zones) to balance national development interests with the protection of traditional rights. A paradigm shift from state-centric to community-based protection is essential to avoid the escalation of structural agrarian conflicts. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis ketegangan antara percepatan investasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja) dengan hak konstitusional masyarakat hukum adat (MHA). Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012, status hutan adat secara normatif telah dipisahkan dari hutan negara. Namun, UU Cipta Kerja memperkenalkan mekanisme sentralisasi perizinan berbasis risiko dan pengadaan tanah yang berpotensi memarginalkan kedaulatan ruang hidup lokal. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis-normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan adanya inkonsistensi normatif, antara semangat pengakuan konstitusional dengan formalisme administratif dalam regulasi turunan Omnibus Law. Hasil penelitian merekomendasikan rekonstruksi hukum melalui pengadopsian prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) yang substantif dan pembagian zonasi wilayah adat (Zona Merah, Kuning, Hijau) untuk menyeimbangkan kepentingan pembangunan nasional dengan perlindungan hak tradisional. Transformasi paradigma dari state-centric menuju community-based protection menjadi prasyarat mutlak guna menghindari eskalasi konflik agraria struktural.  
ENHANCING EFL ORAL ASSESSMENT: IMPLEMENTING GENERATIVE AI FOR POETRY RECITATION EVALUATION Budiman, Muhammad Arief; Juraev, Davron Aslonqulovich; Mammadzada, Nazira Mohubbat; Prasetyoningtyas, Nisa; Mustaghfiroh, Nita Wahdatul; Putri, Prisca Oktaviana; Marshanda, Puteri Ayu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10634

Abstract

The integration of Generative Artificial Intelligence (GAI) in language education offers innovative opportunities for assessment, particularly in evaluating oral and expressive skills. This study investigates the application of GAI-supported assessment in a university-level English as a Foreign Language (EFL) class, focusing on students’ poetry recitation videos. A total of 69 students participated by submitting video recordings of their recitations, which were evaluated using a rubric-based scoring system enhanced with AI analysis. Quantitative results indicated that AI-assisted assessments were consistent and closely aligned with instructor evaluations, demonstrating high reliability in scoring pronunciation, fluency, intonation, and expressiveness. Qualitative analysis of student perceptions revealed that AI feedback was perceived as informative, motivating, and useful for improving oral performance, though some students noted limitations in capturing interpretive nuances. The findings suggest that GAI can effectively support EFL oral assessment, providing timely and reliable feedback while complementing traditional instructor evaluation. Implications for pedagogical practice, curriculum design, and future research in AI-assisted language learning are discussed. ABSTRAK Integrasi Generative Artificial Intelligence (GAI) dalam pendidikan bahasa menawarkan peluang inovatif untuk penilaian, khususnya dalam mengevaluasi keterampilan lisan dan ekspresif. Penelitian ini menyelidiki penerapan penilaian berbantuan GAI dalam kelas Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) tingkat universitas, dengan fokus pada video pembacaan puisi mahasiswa. Sebanyak 69 mahasiswa berpartisipasi dengan mengumpulkan rekaman video pembacaan mereka, yang kemudian dievaluasi menggunakan sistem penilaian berbasis rubrik yang ditingkatkan dengan analisis AI. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa penilaian berbantuan AI konsisten dan sangat selaras dengan penilaian dosen, menunjukkan reliabilitas tinggi dalam menilai pelafalan, kelancaran, intonasi, dan ekspresivitas. Analisis kualitatif terhadap persepsi mahasiswa mengungkapkan bahwa umpan balik dari AI dipandang informatif, memotivasi, dan bermanfaat untuk meningkatkan performa lisan, meskipun beberapa mahasiswa mencatat keterbatasan dalam menangkap nuansa interpretatif. Temuan ini menunjukkan bahwa GAI dapat secara efektif mendukung penilaian lisan EFL, dengan memberikan umpan balik yang cepat dan andal serta melengkapi evaluasi tradisional oleh dosen. Implikasi terhadap praktik pedagogis, desain kurikulum, dan penelitian masa depan dalam pembelajaran bahasa berbantuan AI turut dibahas.
RANCANG BANGUN SISTEM PAKAN TERNAK AYAM OTOMATIS DENGAN KENDALI WAKTU MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN RTCDS3231 Saputra, Sugianto; Asmara , Bambang Panji; Abdusamad , Syahrir; Musa , Wahab; Bonok , Zainudin; Hidayat , Ikhsan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10642

Abstract

Manual chicken feeding is still widely implemented in small- and medium-scale poultry farms, often resulting in inconsistent feeding schedules, feed waste, and labor inefficiency. This study aims to design and develop a time-based automatic chicken feeding system using Arduino Uno and the RTC DS3231 module, as well as to evaluate system performance in distributing feed according to predefined schedules. The research employed a research and development method with a design-and-build approach, including hardware design, software development, system integration, and functional testing of each component. The system testing involved the RTC DS3231 module, servo motor as the feed container actuator, ultrasonic sensor for feed level detection, LCD for information display, and buzzer as a warning indicator. Data were collected through direct observation of time accuracy, actuator response, and sensor readings. The results showed that the developed system was able to distribute feed automatically according to scheduled times, display real-time feed availability conditions, and provide notifications when feed levels reached the minimum threshold. The system was considered effective in improving feed management efficiency, reducing dependency on manual labor, and showing strong potential for application in small- and medium-scale poultry farming. Further development is recommended through Internet of Things (IoT) integration and adaptive feed quantity control. ABSTRAK Pemberian pakan ayam secara manual masih banyak diterapkan pada peternakan skala kecil dan menengah, sehingga sering menimbulkan ketidaktepatan jadwal distribusi pakan, pemborosan pakan, serta inefisiensi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pakan ternak ayam otomatis berbasis waktu menggunakan Arduino Uno dan modul RTC DS3231, serta menguji kinerja sistem dalam mendistribusikan pakan sesuai jadwal yang telah diprogram. Penelitian menggunakan metode research and development dengan pendekatan rancang bangun yang meliputi perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, integrasi sistem, serta pengujian fungsional setiap komponen. Pengujian dilakukan pada modul RTC DS3231, motor servo sebagai aktuator pembuka wadah pakan, sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketersediaan pakan, LCD sebagai media tampilan informasi, dan buzzer sebagai indikator peringatan. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap akurasi waktu, respons aktuator, dan pembacaan sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendistribusikan pakan secara otomatis sesuai jadwal yang telah ditentukan, menampilkan kondisi ketersediaan pakan secara real time, serta memberikan notifikasi ketika pakan berada pada kondisi minimum. Sistem yang dikembangkan dinilai mampu meningkatkan efisiensi manajemen pemberian pakan, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, dan berpotensi diterapkan pada peternakan ayam skala kecil dan menengah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan pengaturan jumlah pakan secara adaptif.