cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
WAKTU KONTAK OPTIMUM ARANG AKTIF KULIT JAMBU METE DALAM MENURUNKAN KADAR COD PADA LIMBAH LAUNDRY Lasmi Astuti; Dahlan Dahlan; Ekacahyana Mandasari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14434

Abstract

The increasing use of laundry services has led to a higher volume of liquid waste produced, which has the potential to pollute aquatic environments. Laundry waste contains detergents, surfactants, oils, fats, and organic compounds that can increase the Chemical Oxygen Demand (COD) value. A high COD value indicates a high content of organic matter in the waste, making treatment necessary before disposal into the environment. This study aims to determine the ability of cashew nut shell activated carbon to reduce the COD levels in laundry waste and to determine the optimum contact time for the adsorption process. The activated carbon was produced through the carbonization process of cashew nut shells at temperatures of 300–500°C and chemically activated using a 0.4 M HCl solution. The study was conducted using the adsorption method with 2 grams of adsorbent in 100 mL of laundry waste at contact times of 15, 30, 45, 60, and 75 minutes. COD levels were analyzed using the closed reflux method by titrimetry based on SNI 6989.15:2019. The results of the study showed that the initial COD level of laundry waste was 2320 mg/L. Adsorption using cashew shell activated carbon was able to reduce COD levels at all contact time variations compared to the initial sample. The greatest reduction was obtained at a contact time of 15 minutes with a COD level of 880 mg/L and a reduction efficiency of 62.07%. At longer contact times, the adsorption efficiency tended to decrease due to the reduction of active sites on the adsorbent and the occurrence of desorption processes. Based on the results of the study, it can be concluded that cashew shell activated carbon has the potential to be used as an adsorbent to reduce COD levels in laundry waste, with an optimum contact time of 15 minutes. ABSTRAK Meningkatnya penggunaan jasa laundry menyebabkan volume limbah cair yang dihasilkan semakin tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan perairan. Limbah laundry mengandung deterjen, surfaktan, minyak, lemak, dan senyawa organik yang dapat meningkatkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Tingginya nilai COD menunjukkan tingginya kandungan bahan organik dalam limbah sehingga diperlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan arang aktif kulit jambu mete dalam menurunkan kadar COD limbah laundry serta menentukan waktu kontak optimum proses adsorpsi. Arang aktif dibuat melalui proses karbonisasi kulit jambu mete pada suhu 300–500°C dan diaktivasi secara kimia menggunakan larutan HCl 0,4 M. Penelitian dilakukan dengan metode adsorpsi menggunakan 2 gram adsorben dalam 100 mL limbah laundry pada variasi waktu kontak 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Kadar COD dianalisis menggunakan metode refluks tertutup secara titrimetri berdasarkan SNI 6989.15:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar COD awal limbah laundry sebesar 2320 mg/L. Adsorpsi menggunakan arang aktif kulit jambu mete mampu menurunkan kadar COD pada seluruh variasi waktu kontak dibandingkan sampel awal. Penurunan terbesar diperoleh pada waktu kontak 15 menit dengan kadar COD sebesar 880 mg/L dan efisiensi penurunan sebesar 62,07%. Pada waktu kontak yang lebih lama, efisiensi adsorpsi cenderung menurun akibat berkurangnya situs aktif adsorben dan terjadinya proses desorpsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa arang aktif kulit jambu mete berpotensi digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar COD limbah laundry, dengan waktu kontak optimum selama 15 menit.    
PENGARUH USIA, PENDAPATAN, DAN TINGKAT RISIKO TERHADAP PEMILIHAN JENIS INVESTASI PEGAWAI SWASTA DI SURAKARTA Calvin Pratama; Kristyana Dananti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14437

Abstract

The background of this research is based on the rapid development of investment instruments and the inconsistency of previous findings regarding the determinants of investment preferences. This study aims to examine how the influence of age, income, and risk level affects the selection of investment types among private employees in Surakarta City. This study used a quantitative approach with a 4-point Likert scale questionnaire distributed to 115 respondents selected through purposive sampling. The data were then processed by transforming scores into ordinal categories and analyzed using ordinal logistic regression to test for partial effects (Wald test) and simultaneous effects (model fitting, goodness of fit, pseudo-R²). The results of the analysis show that partially the income and risk level variables have a significant effect on the tendency to choose investment instruments, while age does not show a significant effect individually, but simultaneously the three variables together are able to explain the proportion of variation in investment type selection with adequate model capabilities. The practical implications of this study emphasize the importance of tailoring investment products or educational programs based on income profiles and investment risk tolerance, as well as the need for literacy interventions emphasizing risk management and fund allocation. Recommendations for further research include expanding variables, as well as increasing sample size and coverage. ABSTRAK Latar penelitian ini didasari oleh perkembangan pesat instrumen investasi dan ketidakkonsistenan temuan sebelumnya mengenai determinan preferensi investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh usia, pendapatan, dan tingkat risiko memengaruhi pemilihan jenis investasi pegawai swasta di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner skala Likert 4-poin yang disebarkan kepada 115 responden terpilih melalui purposive sampling. Data kemudian diolah dengan transformasi skor menjadi kategori ordinal dan dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal untuk menguji pengaruh parsial (uji Wald) dan pengaruh simultan (model fitting, goodness of fit, pseudo-R²). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial variabel pendapatan dan tingkat risiko berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan memilih instrumen investasi, sedangkan usia tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individu, namun secara simultan ketiga variabel tersebut bersama-sama mampu menjelaskan proporsi variasi pemilihan jenis investasi dengan kemampuan model yang memadai. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya penyesuaian produk atau program edukasi investasi berdasarkan profil pendapatan dan toleransi risiko investasi, serta perlunya intervensi literasi yang menekankan manajemen risiko dan alokasi dana. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup perluasan variabel, peningkatan ukuran, dan cakupan sampel.    
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS AIR SADAPAN BATANG PISANG MERAH (Musa acuminata Colla ‘Red Dacca’) Nurul Ade Safitri; Wa Ode Mulyana; Abraham Rahman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14438

Abstract

The ethnobotanical utilization of tap water from the pseudo stem of red banana (Musa acuminata Colla ‘Red Dacca’) to accelerate wound healing and treat infections whose scientific safety profile has not been explored is the background of this research. This operational problem triggers the lack of validation of clinical efficacy standards and the absence of draft information regarding the toxicity threshold of this natural material. The main focus of this scientific study is to analyze the qualitative secondary metabolite content and test its specific toxicity level. The steps of this laboratory research are operated through phytochemical screening and testing the cytotoxic effect of the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method on Artemia salina Leach larvae samples. The procedure for determining lethal potential is executed in a structured manner by measuring the % mortality of larvae which is then calculated via linear probit statistical analysis. Quantitative data empirically reveals the presence of secondary metabolites in the form of flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids, and coumarins. The results of the toxicity test recorded an LC50 parameter value of 9,852.74 μg/mL. The main conclusion confirms that the liquid extract of red banana stem is classified as very safe (non-toxic) because the LC50 value is above the threshold of 1,000 μ"g/mL", but has less potential to be developed as an active anticancer agent. ABSTRAK Pemanfaatan secara etnobotani air sadapan batang semu pisang merah (Musa acuminata Colla ‘Red Dacca’) untuk percepatan penyembuhan luka serta pengobatan infeksi yang belum tereksplorasi profil keamanan ilmiahnya melatarbelakangi penelitian ini. Masalah operasional ini memicu kurangnya validasi standar efikasi klinis serta ketiadaan draf informasi mengenai ambang batas toksisitas bahan alam tersebut. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis kandungan metabolit sekunder kualitatif serta menguji tingkat toksisitas spesifiknya. Langkah-langkah penelitian laboratorium ini dioperasikan melalui skrining fitokimia serta pengujian efek sitotoksik metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap sampel larva Artemia salina Leach. Prosedur penentuan potensi lethal dieksekusi secara terstruktur mengukur %mortalitas larva yang kemudian dikalkulasi via analisis statistik probit linier. Data kuantitatif secara empiris menyingkap keberadaan kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan kumarin. Hasil pengujian toksisitas mencatatkan nilai parameter LC50 sebesar 9.852,74 . Simpulan utama menegaskan bahwa ekstrak cairan batang pisang merah tergolong sangat aman (non-toxic) karena nilai LC50 berada di atas threshold 1.000 , namun kurang berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen bahan aktif antikanker.    
GAMBARAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA ATLET BULUTANGKIS PB REFORMASI KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Tifani Clarisa Luluporo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14440

Abstract

Achievement motivation is a crucial psychological factor that determines the consistency and peak performance of athletes in competitive sports. This study aims to describe the achievement motivation of badminton athletes at PB Reformasi Kupang, East Nusa Tenggara, using a descriptive qualitative approach based on lived experience. Four male athlete participants aged 17–20 years were selected through purposive sampling. Data were collected through structured interviews and analyzed using the Miles and Huberman model, with data validation conducted through member checking. The results indicate that all three dimensions of McClelland's achievement motivation theory are clearly manifested: need for achievement is reflected through measurable goal-setting, post-defeat self-evaluation, and training persistence; need for affiliation is evident through a supportive social climate and professional conflict resolution; and need for power appears through tactical leadership orientation and decisive on-court decision-making. The athletes' achievement motivation is dynamically constructed by the interaction of intrinsic factors, including personal ambition and self-discipline, and extrinsic factors, including family support, coaching guidance, and national competition targets. These findings are expected to serve as a foundation for developing contextually relevant psychological coaching programs for regional sports clubs. ABSTRAK Motivasi berprestasi merupakan faktor psikologis krusial yang menentukan konsistensi dan puncak performa atlet dalam olahraga kompetitif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motivasi berprestasi pada atlet bulutangkis PB Reformasi Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis lived experience. Sebanyak empat partisipan atlet laki-laki berusia 17–20 tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, dengan validasi data melalui member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi teori motivasi berprestasi McClelland termanifestasi secara nyata: need for achievement tercermin melalui penetapan target terukur, evaluasi diri pasca-kekalahan, dan persistensi latihan; need for affiliation terwujud melalui iklim sosial yang suportif dan penyelesaian konflik secara profesional; serta need for power tampak pada orientasi kepemimpinan taktis dan pengambilan keputusan di lapangan. Motivasi berprestasi para atlet dikonstruksi oleh interaksi faktor intrinsik berupa ambisi pribadi dan disiplin mandiri, serta faktor ekstrinsik berupa dukungan keluarga, arahan pelatih, dan target kompetisi nasional. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program pembinaan psikologis yang kontekstual bagi klub olahraga daerah.    
ANALISIS MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER TERHADAP INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2019–2024: STUDI LITERATUR BERDASARKAN DATA BANK INDONESIA DAN BPS Sukma Aulia; Anugrah Sianturi; Fahmi Ashari Sihaloho; Diana Naibaho; Lamtasya Ramadhani Pulungan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14441

Abstract

Inflation is one of the most important indicators of economic performance because it influences purchasing power, investment activities, and overall economic stability. To maintain price stability, Bank Indonesia implements various monetary policy instruments, particularly through the BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) as its benchmark interest rate. This study aims to analyze the monetary policy transmission mechanism and its impact on inflation in Indonesia during the 2019–2024 period. The research employs a qualitative approach using a library research method. The data analyzed consist of secondary data obtained from official publications of Bank Indonesia, Statistics Indonesia (BPS), academic journals, reference books, and previous studies relevant to monetary policy and inflation. Data analysis was conducted descriptively through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Indonesia’s inflation rate experienced fluctuations influenced by both domestic and global economic conditions. During the COVID-19 pandemic in 2020–2021, inflation tended to remain low due to weakened economic activity, whereas inflation increased in 2022 as a result of rising energy prices and global supply chain disruptions. In response to these conditions, Bank Indonesia adjusted its policy interest rate as part of its monetary policy strategy. The study further reveals that the interest rate channel plays a significant role in the monetary policy transmission process by affecting consumption, investment, and aggregate demand. Therefore, Bank Indonesia’s monetary policy has contributed substantially to maintaining inflation stability and supporting national macroeconomic stability throughout the period under study. ABSTRAK Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian karena berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, aktivitas investasi, dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Dalam menjaga kestabilan harga, Bank Indonesia menerapkan berbagai instrumen kebijakan moneter, salah satunya melalui penetapan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR). Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme transmisi kebijakan moneter terhadap inflasi di Indonesia selama periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data yang dianalisis merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), jurnal ilmiah, buku referensi, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inflasi Indonesia mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh berbagai faktor domestik dan global. Pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020–2021, inflasi cenderung rendah akibat menurunnya aktivitas ekonomi, sedangkan pada tahun 2022 terjadi peningkatan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok dunia. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Bank Indonesia melakukan penyesuaian suku bunga sebagai bagian dari kebijakan moneter. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jalur suku bunga berperan penting dalam proses transmisi kebijakan moneter karena memengaruhi konsumsi, investasi, dan permintaan agregat. Dengan demikian, kebijakan moneter Bank Indonesia terbukti berkontribusi dalam menjaga stabilitas inflasi dan mendukung kestabilan makroekonomi nasional.    
REKONSEPTUALISASI PERLINDUNGAN HUKUM DESAIN INDUSTRI DI INDONESIA: ANALISIS YURIDIS-NORMATIF TERHADAP KEPASTIAN HUKUM, ORISINALITAS, DAN TANTANGAN GLOBAL Yudhi Hertanto; Happy Yulia Anggraeni
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14442

Abstract

Legal protection of intellectual property, particularly industrial designs, plays a strategic role in accelerating national economic growth and fostering a competitive business climate in the era of globalization. This study aims to deeply analyze the reconceptualization of the industrial design legal protection system in Indonesia based on Law Number 31 of 2000 concerning Industrial Designs and its interrelation with international legal instruments such as the TRIPs Agreement. Through a normative-juridical legal research method utilizing a statute approach and a conceptual approach, this article comprehensively examines the boundaries of novelty, registration procedures, exclusive rights of design holders, and the legal implications of the transition of designs into the public domain after the ten-year protection period expires. The results of the analysis indicate that industrial design regulation in Indonesia still faces legal uncertainty regarding the parameters for evaluating material novelty and rights cancellation through the Commercial Court. This article recommends the necessity of harmonizing national regulations to adapt to digital technology developments in order to provide fair legal certainty for both local and international designers. ABSTRAK Perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual, khususnya desain industri, memegang peranan strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan menumbuhkan iklim usaha yang kompetitif di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam rekonseptualisasi sistem perlindungan hukum desain industri di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri serta keterkaitannya dengan instrumen hukum internasional seperti Perjanjian TRIPs. Melalui metode penelitian hukum yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), artikel ini mengkaji secara komprehensif mengenai batasan orisinalitas (novelty), prosedur pendaftaran, hak eksklusif pemegang desain, serta implikasi hukum dari transisi desain menjadi public domain setelah masa perlindungan sepuluh tahun berakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa regulasi desain industri di Indonesia masih menghadapi tantangan ketidakpastian hukum dalam parameter penilaian kebaruan materiil dan pembatalan hak melalui Pengadilan Niaga. Artikel ini merekomendasikan perlunya harmonisasi regulasi nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital guna memberikan kepastian hukum yang berkeadilan bagi para pendesain lokal maupun internasional.    
GAMBARAN RESILIENSI KARYAWAN PERBANKAN DI KOTA KUPANG (STUDI DESKRIPTIF KARYAWAN BANK BNI, BRI DAN MANDIRI) Lestari Wirawati W. Malana; M. K. P Abdi Keraf; Mardiana Artati; Mernon Yerlinda C. Mage
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14443

Abstract

The banking work environment, characterized by performance targets, customer service pressures, high workloads, and dynamic workplace relationships, requires employees to possess resilience in order to effectively adapt to and cope with various occupational challenges. This study aimed to explore the resilience of banking employees based on the perspective of Reivich and Shatte's resilience theory. The study employed a descriptive qualitative approach to understand employees' subjective experiences in dealing with work-related pressures and challenges. The participants consisted of six banking employees from BNI, BRI, and Mandiri, selected using purposive sampling techniques. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Miles and Huberman’s data analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that banking employee resilience is formed through three major themes: self-competence and self-regulation, work adaptation and performance effectiveness, and interpersonal dynamics. The first theme consists of self-confidence, emotional regulation, positive work attitudes, careful decision-making, and stress management. The second theme includes work commitment and success in overcoming challenges, while the third theme encompasses social support and work collaboration. The results indicate that employee resilience is influenced not only by individual capabilities in self-management and adaptation to job demands but also by social support and positive workplace relationships. Therefore, resilience serves as an essential factor that enables employees to maintain performance and effectively cope with work pressures in the banking sector.   ABSTRAK Lingkungan kerja perbankan yang ditandai dengan tuntutan target, tekanan pelayanan kepada nasabah, beban kerja yang tinggi, serta dinamika hubungan kerja menuntut karyawan untuk memiliki kemampuan resiliensi agar mampu bertahan dan beradaptasi secara efektif dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi karyawan perbankan berdasarkan perspektif teori Reivich dan Shatte. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pengalaman subjektif karyawan dalam menghadapi tekanan dan tantangan kerja. Partisipan penelitian berjumlah enam orang karyawan perbankan yang bekerja pada Bank BNI, BRI, dan Mandiri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi karyawan perbankan terbentuk melalui tiga tema besar, yaitu kompetensi dan regulasi diri, adaptasi kerja dan efektivitas kinerja, serta dinamika interpersonal. Tema pertama terdiri atas subtema kepercayaan terhadap kemampuan diri, kemampuan regulasi emosi, sikap positif dalam bekerja, pengambilan keputusan yang hati-hati, dan manajemen stres. Tema kedua meliputi komitmen kerja dan keberhasilan menghadapi tantangan, sedangkan tema ketiga mencakup dukungan sosial dan kolaborasi kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resiliensi karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengelola diri dan beradaptasi terhadap tuntutan pekerjaan, tetapi juga oleh dukungan sosial dan hubungan kerja yang positif. Dengan demikian, resiliensi menjadi faktor penting yang membantu karyawan mempertahankan kinerja dan menghadapi tekanan kerja di lingkungan perbankan.  
PENGALAMAN PSIKOLOGIS KE PANTAI SEBAGAI MEDIA COPING STRESS PADA REMAJA DI KOTA KUPANG Regina Wahyu Seravia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14445

Abstract

The high rate of psychological stress and emotional distress due to academic burdens and social relationship crises underlie this research. These operational issues trigger mental burnout, sleep disturbances, and the inability of adolescents to independently manage daily emotional turmoil in Kupang. The main focus of this scientific study is to examine the psychological experience of coastal recreation as a draft stress coping strategy for adolescents. This exploratory qualitative research process utilized structured in-depth interviews with 4 adolescent sample respondents legally domiciled in Kupang City, aged 15 to 24, selected using purposive sampling techniques. The qualitative data processing procedure was executed in a structured manner using a six-stage thematic analysis, starting with descriptive coding and member check verification. The qualitative research findings revealed that coastal recreation occurs once or twice a week, combining emotion-focused coping strategies through sharing stories with peers and problem-focused coping through completing academic assignments in stages. The coastline has proven to be a means of healing, a source of inner calm, a provider of relaxation, and a support for local spiritual resilience prior to ordination. The main conclusion confirms that utilizing public open spaces is highly reliable as a sustainable media strategy for mental health recovery for the younger generation. ABSTRAK Laju tekanan psikologis dan tingginya ketertekanan emosional akibat beban akademik serta krisis relasi sosial melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya kejenuhan mental, gangguan tidur, serta ketidakmampuan remaja dalam mengelola gejolak emosi secara mandiri harian di Kupang. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah membedah pengalaman psikologis rekreasi ke kawasan pesisir sebagai draf strategi coping stress pada remaja. Langkah-langkah penelitian kualitatif eksploratif ini dioperasikan menggunakan interaksi wawancara mendalam terstruktur pada 4 orang sampel remaja berusia 15 hingga 24 tahun di Kota Kupang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Prosedur pengolahan data kualitatif dieksekusi secara terstruktur memakai analisis tematik enam tahapan yang diawali dari pembuatan kode deskriptif hingga verifikasi member check. Temuan riset secara kualitatif menyingkap bahwa rekreasi ke pantai dilakukan dengan frekuensi 1 hingga 2 kali sepekan, mengombinasikan strategi emotion-focused coping via aktivitas berbagi cerita bersama rekan serta problem-focused coping dengan menyelesaikan tugas akademik secara bertahap. Pesisir laut terbukti menjadi sarana healing, penenang batin, penyedia efek relaksasi, serta penopang ketahanan spiritual lokal sebelum pentahbisan sidi. Simpulan utama menegaskan bahwa pemanfaatan area terbuka publik sangat andal sebagai draf media pemulihan kesehatan mental generasi muda secara berkelanjutan.  
AN ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACTS IN THE HORROR STORYTELLING VIDEO “IMPIAN SATPAM” BY NADIA OMARA: A PRAGMATIC STUDY Gadis Kamilah Cahyadi; Zahra Maulidia; Aidil Syah Putra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14492

Abstract

ABSTRACT Digital storytelling on YouTube has become an increasingly popular form of communication; however, studies investigating illocutionary speech acts in Indonesian horror storytelling remain limited. Previous research has predominantly examined educational, promotional, and podcast discourse, while horror narratives have received comparatively little scholarly attention despite their distinctive communicative characteristics. Therefore, this study aims to identify and analyze the types and communicative functions of illocutionary speech acts employed in Nadia Omara’s YouTube video entitled Impian Satpam. This study adopted a descriptive qualitative design using a pragmatic approach. The data consisted of utterances containing illocutionary speech acts extracted from the selected video uploaded to Nadia Omara’s official YouTube channel. Data were collected through observation and documentation, including repeated viewing, transcription, identification, classification, and interpretation of the utterances. The analysis was conducted based on Searle’s classification of illocutionary speech acts. The findings revealed 35 utterances containing illocutionary speech acts, comprising representative (28.57%), directive (34.29%), commissive (14.29%), and expressive (22.85%) acts, whereas declarative acts were absent. Directive acts emerged as the dominant category, indicating that the storyteller primarily employed language to invite audience participation, provide guidance, and sustain interaction throughout the narrative. These findings demonstrate that illocutionary speech acts function as an essential pragmatic strategy for conveying information, expressing emotions, and enhancing audience engagement, thereby contributing to the effectiveness of contemporary digital storytelling on YouTube. ABSTRAK Digital storytelling di YouTube telah menjadi salah satu bentuk komunikasi yang semakin populer, namun penelitian yang mengkaji realisasi tindak tutur ilokusi dalam narasi horor Indonesia masih terbatas. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada wacana pendidikan, promosi, atau podcast, sehingga narasi horor masih relatif kurang mendapat perhatian meskipun memiliki karakteristik komunikasi yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis serta fungsi komunikatif tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam video YouTube Nadia Omara berjudul Impian Satpam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi yang diperoleh dari video yang diunggah pada kanal YouTube resmi Nadia Omara. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, dokumentasi, transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi, sedangkan analisis data didasarkan pada klasifikasi tindak tutur ilokusi menurut Searle. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 35 tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi, yang terdiri atas tindak tutur representatif (28,57%), direktif (34,29%), komisif (14,29%), dan ekspresif (22,85%), sedangkan tindak tutur deklaratif tidak ditemukan. Tindak tutur direktif merupakan kategori yang paling dominan, yang menunjukkan bahwa pencerita secara konsisten menggunakan bahasa untuk mengajak, memberikan arahan, dan mempertahankan keterlibatan audiens selama proses penceritaan. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi merupakan strategi pragmatik yang penting dalam memperkuat interaksi, keterlibatan emosional, dan efektivitas komunikasi dalam digital storytelling kontemporer di YouTube.
PENGARUH SELF-EFFICACY DAN EKSPEKTASI GAJI TERHADAP MOTIVASI CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA UNTUK BEKERJA DI TAIWAN Agus Ismail; Nurul Azian; Kirana Lesmi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14529

Abstract

  ABSTRACT The continuous growth of Indonesia’s population has not been fully balanced by the availability of adequate employment opportunities, resulting in increased unemployment and encouraging some individuals to seek job opportunities abroad. Taiwan has become one of the main destination countries for Indonesian Migrant Workers (PMI) due to its promising employment prospects and economic benefits. This study aims to analyze the influence of self-efficacy and salary expectations on the motivation of prospective Indonesian Migrant Workers to work in Taiwan. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to prospective PMI, while the sampling technique applied non-probability sampling with a purposive sampling approach. The collected data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 25 to examine the partial and simultaneous effects of the independent variables on the dependent variable. The results indicate that self-efficacy and salary expectations have a significant influence on the motivation of prospective PMI to work in Taiwan, both individually and simultaneously. These findings highlight that psychological factors, particularly confidence in personal abilities, and economic factors, particularly expectations of better income, play important roles in shaping individuals’ motivation to work abroad. This study provides implications for training institutions, government agencies, and related stakeholders to enhance the readiness of prospective PMI by strengthening psychological preparation and providing accurate information regarding overseas employment opportunities. ABSTRAK Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai, sehingga menyebabkan meningkatnya angka pengangguran dan mendorong masyarakat untuk mencari peluang kerja di luar negeri. Taiwan menjadi salah satu negara tujuan utama bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy dan ekspektasi gaji terhadap motivasi calon PMI untuk bekerja di Taiwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada calon PMI, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25 untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan ekspektasi gaji berpengaruh signifikan terhadap motivasi calon PMI untuk bekerja di Taiwan, baik secara parsial maupun bersama-sama. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis berupa keyakinan terhadap kemampuan diri serta faktor ekonomi berupa harapan memperoleh pendapatan yang lebih baik menjadi aspek penting dalam membentuk motivasi bekerja di luar negeri. Penelitian ini memberikan implikasi bagi lembaga pelatihan, pemerintah, dan pihak terkait dalam meningkatkan kesiapan calon PMI melalui penguatan aspek psikologis dan informasi mengenai peluang kerja.