cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 722 Documents
PENGARUH PROMOSI DAN HARGA PENJUALAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PARFUM PADA PT PERINTIS KIPRAH SAMPONO KOTA CIMAHI JAWA BARAT Ayi Muhiban; Aldi Kurniadi; Moh. Aep Nurjamad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13977

Abstract

ABSTRACT The increasing competitiveness of the perfume industry requires companies to identify the factors that shape consumers' purchasing decisions. PT Perintis Kiprah Sampono, Cimahi City, West Java, faces the challenge of improving purchase decisions by optimizing its promotional strategies and pricing policies. This study aimed to examine the effects of promotion and selling price on consumers' purchasing decisions at PT Perintis Kiprah Sampono. A quantitative approach with descriptive and verification methods was employed. The study involved 125 consumers of PT Perintis Kiprah Sampono as respondents, selected using a saturated sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The findings revealed that promotion had a positive and significant effect on purchasing decisions, contributing 21.7%, while price also had a positive and significant effect with a contribution of 60.3%. Simultaneously, promotion and price explained 82.02% of the variance in purchasing decisions. These results indicate that pricing plays a more dominant role than promotion in influencing consumer purchasing decisions. Therefore, the company should prioritize pricing strategies that align with the perceived value of its products while strengthening promotional activities to enhance consumer purchase decisions. ABSTRAK Perkembangan industri parfum yang semakin kompetitif mendorong perusahaan untuk memahami faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. PT Perintis Kiprah Sampono Kota Cimahi, Jawa Barat, menghadapi tantangan dalam meningkatkan keputusan pembelian melalui strategi pemasaran yang tepat, khususnya pada aspek promosi dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi dan harga penjualan terhadap keputusan pembelian parfum pada PT Perintis Kiprah Sampono. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Penelitian melibatkan 125 konsumen PT Perintis Kiprah Sampono sebagai responden yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui bantuan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan kontribusi sebesar 21,7%, sedangkan harga memberikan pengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 60,3%. Secara simultan, promosi dan harga mampu menjelaskan keputusan pembelian sebesar 82,02%. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi penetapan harga memiliki pengaruh yang lebih dominan, sehingga perusahaan perlu mengoptimalkan kesesuaian harga dengan nilai produk serta memperkuat aktivitas promosi untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
PENENTUAN COFFEE SHOP TERBAIK DI SURABAYA BAGI GENERASI Z MENGGUNAKAN METODE AHP-SAW Gladys Ardelia; Raden Sulaiman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.14012

Abstract

The coffee shop industry in Indonesia has experienced significant growth, particularly in Surabaya, where Generation Z has shown a strong interest in coffee shop culture as a social gathering place. The increasing number of coffee shop options has created a need for objective recommendations to assist consumers in selecting the best coffee shop, as evaluations are often subjective. This study aims to determine the priority order of criteria considered by Generation Z in selecting a coffee shop using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method and to identify the best coffee shop using the Simple Additive Weighting (SAW) method. This research employed a Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach by integrating the AHP and SAW methods. The data were collected through an online questionnaire distributed to 126 Generation Z respondents who had visited at least two of the four selected coffee shops, namely Toko Kopi Harlem, Kopi Toko Djawa, Coste Coffee, and Just Little Cave. These four coffee shops were selected based on their high popularity on social media, particularly TikTok, as well as their similar price ranges and store atmosphere. The evaluation was conducted using seven criteria: price, service, facilities, taste, location, store atmosphere, and Instagrammability. The results showed a Consistency Ratio (CR) value of 0.0082 (< 0.1), indicating that the pairwise comparison judgments were consistent. The priority order of the criteria preferred by Generation Z was taste (0.2904), store atmosphere (0.1652), facilities (0.1412), service (0.1149), Instagrammability (0.1110), price (0.0934), and location (0.0839). The SAW ranking results indicated that Coste Coffee achieved the highest preference value (0.9873), followed by Just Little Cave (0.9671), Toko Kopi Harlem (0.9484), and Kopi Toko Djawa (0.9424). Therefore, Coste Coffee is recommended as the best coffee shop for Generation Z in Surabaya based on the selected evaluation criteria. ABSTRAK Perkembangan industri coffee shop di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, khususnya di Surabaya yang menjadi salah satu kota dengan tingginya minat generasi Z terhadap budaya “nongkrong” di coffee shop. Banyaknya pilihan coffee shop menyebabkan konsumen membutuhkan rekomendasi dalam menentukan coffee shop terbaik secara objektif karena penilaian sering kali bersifat subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan urutan kriteria yang diprioritaskan generasi Z dalam memilih coffee shop menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta menentukan peringkat coffee shop terbaik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan kombinasi metode AHP-SAW. Data diperoleh melalui kuesioner online terhadap 126 responden generasi Z yang pernah mengunjungi minimal dua dari empat coffee shop yang dijadikan alternatif, yaitu Toko Kopi Harlem, Kopi Toko Djawa, Coste Coffee, dan Just Little Cave. Keempat coffee shop tersebut dipilih karena memiliki popularitas tinggi di media sosial, khususnya TikTok, serta memiliki rentang harga dan store atmosphere yang relatif serupa. Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh kriteria, yaitu harga, pelayanan, fasilitas, rasa, lokasi, store atmosphere, dan instagramable. Hasil penelitian menunjukkan nilai consistency ratio (CR) sebesar 0,0082 (<0,1) sehingga penilaian dinyatakan konsisten. Urutan kriteria yang diprioritaskan generasi Z adalah rasa (0,2904), store atmosphere (0,1652), fasilitas (0,1412), pelayanan (0,1149), instagramable (0,1110), harga (0,0934), dan lokasi (0,0839). Hasil pemeringkatan dengan metode SAW menunjukkan Coste Coffee memperoleh nilai preferensi tertinggi (0,9873), diikuti Just Little Cave (0,9671), Toko Kopi Harlem (0,9484), dan Kopi Toko Djawa (0,9424). Dengan demikian, Coste Coffee direkomendasikan sebagai coffee shop terbaik bagi generasi Z di Surabaya berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
ANALISIS WACANA KRITIS PODCAST SUARA BERKELAS PADA EPISODE “CARA MENEMUKAN BAHAGIA DAN RASA BERSYUKUR VERSI DIRI KAMU SENDIRI” Salsabilah Adinda; Shalsabila Shalsabila; Sonya Trikandi; Fidiatun Adiyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.14029

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of internet-based new media has transformed podcasts from entertainment platforms into discursive spaces that shape public understanding of mental health and happiness. This study aims to examine the construction of happiness discourse in the Suara Berkelas podcast episode entitled Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri using Norman Fairclough's three-dimensional Critical Discourse Analysis framework, encompassing textual analysis, discursive practice, and sociocultural practice. This research employed a qualitative approach with Critical Discourse Analysis as the research method. The data consisted of verbatim transcripts obtained from the official Spotify and YouTube platforms of Suara Berkelas. Data analysis was conducted through textual analysis, discursive practice analysis, and sociocultural practice analysis, while theoretical triangulation was applied to enhance data credibility. The findings reveal that, at the textual level, the discourse employs persuasive and personalized language to establish emotional closeness with listeners. At the discursive practice level, structured monologues, vocal intonation, and audio elements reinforce the narrator's authority as a legitimate source of truth. At the sociocultural level, the discourse tends to reproduce an individualistic ideology by framing happiness as an individual's responsibility while paying limited attention to structural factors affecting mental well-being. The study concludes that podcasts function not only as motivational media but also as ideological instruments that construct and reproduce particular meanings of happiness in the digital era. ABSTRAK Perkembangan media baru berbasis internet telah menjadikan podcast tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang diskursif dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental dan kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana kebahagiaan pada podcast Suara Berkelas episode Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri melalui tiga dimensi Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yaitu dimensi tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis. Data berupa tuturan yang ditranskripsikan secara verbatim dari podcast yang diakses melalui Spotify dan YouTube resmi Suara Berkelas. Analisis dilakukan melalui tahapan analisis teks, analisis praktik diskursif, dan analisis praktik sosiokultural, sedangkan keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tekstual, wacana dibangun melalui penggunaan bahasa persuasif dan personal untuk menciptakan kedekatan emosional dengan pendengar. Pada dimensi praktik diskursif, penyampaian monolog, intonasi suara, dan elemen audio berperan dalam membangun legitimasi narator sebagai sumber otoritatif. Sementara itu, pada dimensi sosiokultural ditemukan bahwa wacana kebahagiaan yang ditampilkan cenderung mereproduksi ideologi individualistik dengan menempatkan kebahagiaan sebagai tanggung jawab individu dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor struktural yang memengaruhi kesejahteraan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa podcast berperan sebagai media yang tidak hanya menyampaikan pesan motivasional, tetapi juga membentuk dan mereproduksi ideologi tertentu dalam memaknai kebahagiaan di era digital.
PENERAPAN METODE FUZZY DEMATEL DALAM PENENTUAN KRITERIA UTAMA PADA KESEHATAN MENTAL SISWA SMA DI KOTA SURABAYA Alifa Febriani; Dwi Nur Yunianti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.14320

Abstract

Adolescent mental health in the city of Surabaya is a growing concern because it is shaped by numerous interrelated criteria, requiring a method capable of uncovering causal relationships among these criteria while pinpointing the most influential one. This study employed a quantitative approach using the fuzzy Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (fuzzy DEMATEL) method to analyze nine criteria presumed to affect the mental health of senior high school students, namely self-confidence, stress-management ability, family emotional support, parenting style, academic pressure, competitive environment, peer support, bullying, and social media use. Data were collected through an online questionnaire distributed to high school students in Surabaya and processed through eight stages of fuzzy DEMATEL. The analysis revealed that self-confidence emerged as the most central criterion, showing a stronger interconnection with the other criteria than any of them, followed closely by bullying, which also played a substantial role. Self-confidence, together with academic pressure, competitive environment, peer support, and social media use, was identified as belonging to the cause group that exerts greater influence on other criteria, whereas stress-management ability, family emotional support, parenting style, and bullying fell into the effect group. These findings indicate that strengthening students' self-confidence should be a primary focus of school-based efforts to safeguard adolescent mental health. ABSTRAK Kesehatan mental remaja di Kota Surabaya menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh berbagai kriteria yang saling berkaitan secara kompleks, sehingga diperlukan metode yang dapat mengungkap hubungan sebab-akibat di antara kriteria tersebut sekaligus menentukan kriteria yang paling berpengaruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode fuzzy Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (fuzzy DEMATEL) untuk menganalisis sembilan kriteria yang diduga memengaruhi kesehatan mental siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu kepercayaan diri, kemampuan mengelola stres, dukungan emosional keluarga, pola asuh orang tua, tekanan akademik, lingkungan kompetitif, dukungan teman sebaya, bullying, dan penggunaan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari siswa SMA di Kota Surabaya dan diolah melalui delapan tahapan fuzzy DEMATEL. Hasil analisis mengungkap bahwa kepercayaan diri tampil sebagai kriteria paling sentral, dengan tingkat keterkaitan terhadap kriteria lain yang melampaui kriteria-kriteria lainnya, diikuti oleh bullying yang juga menunjukkan peran penting. Kepercayaan diri, bersama tekanan akademik, lingkungan kompetitif, dukungan teman sebaya, dan penggunaan media sosial, teridentifikasi sebagai kelompok kriteria sebab yang lebih banyak memberi pengaruh, sedangkan kemampuan mengelola stres, dukungan emosional keluarga, pola asuh orang tua, dan bullying termasuk kelompok akibat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kepercayaan diri siswa perlu menjadi fokus utama upaya menjaga kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DORMITORY Della Fernanda
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.14417

Abstract

Construction projects require integrated cost and schedule control to avoid cost overruns and completion delays. This study analyzes the cost and time performance of the Dormitory Building Construction Project at Campus C, Universitas Airlangga, which underwent two Contract Change Orders (CCOs) triggered by additional work volume and delayed material arrivals on site. A descriptive quantitative method was applied using the Earned Value Management (EVM) approach, drawing on primary data from interviews and secondary data including the budget plan, S-curve schedule, and actual cost reports, which were then cross-checked using Microsoft Project. The findings show that during the initial planning stage, work progressed on schedule or even slightly ahead of it, yet spending had already exceeded the planned budget. Following the issuance of CCO 1 and CCO 2, conditions worsened, as schedule performance also fell behind plan, pushing the projected completion date later than the target, while the estimated final cost continued to rise above the original contract value. This indicates that changes in project scope and duration further undermined overall execution efficiency. The study concludes that EVM is capable of detecting cost and schedule deviations at an early stage, providing a useful basis for decision-making to minimize the risk of cost overruns and delays in similar construction projects. ABSTRAK Proyek konstruksi menuntut pengendalian biaya dan waktu secara terpadu agar tidak mengalami pembengkakan biaya maupun keterlambatan penyelesaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja biaya dan waktu Proyek Pembangunan Gedung Dormitory Kampus C Universitas Airlangga yang mengalami dua kali perubahan kontrak (Contract Change Order/CCO) akibat penambahan volume pekerjaan dan keterlambatan kedatangan material di lapangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Earned Value Management (EVM), memanfaatkan data primer hasil wawancara serta data sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya, kurva S, dan laporan biaya aktual, yang kemudian diverifikasi ulang menggunakan Microsoft Project. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan awal, penyelesaian pekerjaan masih berjalan sesuai bahkan sedikit lebih cepat dari jadwal, namun penggunaan biaya telah melampaui anggaran yang direncanakan. Setelah diterbitkannya CCO 1 dan CCO 2, kondisi tersebut memburuk, kinerja waktu ikut tertinggal dari rencana sehingga proyek diperkirakan rampung lebih lambat dari target, sementara estimasi biaya penyelesaian akhir terus meningkat dibandingkan nilai kontrak awal. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perubahan lingkup dan durasi pekerjaan turut memperburuk efisiensi pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan EVM mampu mendeteksi secara dini penyimpangan biaya dan waktu, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk meminimalkan risiko pembengkakan biaya dan keterlambatan pada proyek konstruksi serupa
PENGARUH LITERASI DIGITAL, CITRA MEREK, DAN PENGALAMAN PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA JASA PERAWATAN SEPATU MAJOR SHOESCLEAN DI KLATEN Christian Wicaksono; Suprayitno Suprayitno
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.12468

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has transformed the way consumers search for, access, and evaluate information before using a service. This condition requires business operators not only to improve service quality but also to enhance consumers' digital literacy, build a positive brand image, and create memorable customer experiences in order to increase customer satisfaction. This study aims to analyze the influence of digital literacy, brand image, and customer experience on customer satisfaction at Major Shoesclean, a shoe care service provider in Klaten. The research employed a quantitative approach using a survey method involving 71 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS software. The findings indicate that digital literacy, brand image, and customer experience have a positive and significant effect on customer satisfaction, both partially and simultaneously. Customer experience was identified as the most dominant variable influencing customer satisfaction. The results suggest that customer satisfaction in the shoe care service industry is shaped by the synergy between consumers’ ability to utilize digital information, positive perceptions of the brand, and the quality of experiences gained throughout the service process. These findings provide practical implications for business owners in designing marketing and service strategies that are more adaptive to the challenges and opportunities of the digital era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen mencari, mengakses, dan mengevaluasi informasi sebelum menggunakan suatu layanan jasa. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat literasi digital konsumen, membangun citra merek yang positif, serta menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan guna meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, citra merek, dan pengalaman pelanggan terhadap kepuasan konsumen pada jasa perawatan sepatu Major Shoesclean di Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 71 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, citra merek, dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen baik secara parsial maupun simultan. Variabel pengalaman pelanggan memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan variabel lainnya. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepuasan konsumen pada usaha jasa perawatan sepatu dibentuk melalui sinergi antara kemampuan memanfaatkan informasi digital, persepsi positif terhadap merek, dan kualitas pengalaman yang diperoleh selama proses pelayanan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran dan pelayanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan era digital.
KECERDASAN BUATAN SEBAGAI MITRA REFLEKTIF: PEMBERDAYAAN GURU DALAM PEDAGOGI DEEP LEARNING Muhamad Burhanudin; Qurrota Ayu Neina; Diyamon Prasandha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13390

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI), particularly Generative AI, has transformed educational practices while simultaneously raising challenges in maintaining teachers' professional roles within deep learning pedagogy. Previous studies have predominantly framed AI as a tool to improve instructional efficiency. In contrast, comprehensive evidence of its role as a reflective partner in supporting teachers' pedagogical decision-making remains limited. This study aims to synthesize empirical evidence on the role of AI as a reflective partner in empowering teachers within deep learning pedagogy and to develop a conceptual model explaining the interrelationships among its pedagogical dimensions. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Literature was retrieved from Scopus, SpringerLink, and Google Scholar databases, complemented by backward snowballing. Of the 9,083 records initially identified, 21 studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis. The findings identified five interrelated dimensions of AI as a reflective partner: supporting instructional design, orchestrating learning processes, enhancing assessment practices, facilitating teachers' reflective practice, and promoting ethical and contextual AI integration. Based on these findings, this study proposes a Conceptual Model of AI as a Reflective Partner in Deep Learning Pedagogy, which positions AI as a facilitator of evidence-informed pedagogical decision-making rather than a replacement for teachers' professional judgment. The study contributes to the growing body of knowledge on AI in education by advancing the perspective of human–AI pedagogical partnership and offers practical implications for teacher professional development, educational policy, and the ethical implementation of AI to support meaningful, reflective, and learner-centered education. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI generatif, telah mendorong transformasi praktik pembelajaran sekaligus menghadirkan tantangan dalam mempertahankan peran profesional guru dalam implementasi pedagogi deep learning. Sebagian besar kajian terdahulu masih memosisikan AI sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran, sementara sintesis yang mengintegrasikan peran AI sebagai mitra reflektif secara utuh dalam seluruh siklus pedagogi deep learning, mulai dari perancangan, orkestrasi, asesmen, hingga refleksi profesional, serta merumuskannya ke dalam model konseptual yang komprehensif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti ilmiah mengenai peran AI sebagai mitra reflektif dalam pemberdayaan guru pada pedagogi deep learning serta mengembangkan model konseptual yang menjelaskan hubungan antardimensi peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, SpringerLink, dan Google Scholar, serta dilengkapi dengan teknik snowballing. Dari 9.083 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 21 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima dimensi utama peran AI sebagai mitra reflektif, yaitu mendukung perancangan pembelajaran, mengorkestrasi proses pembelajaran, memperkuat asesmen pembelajaran, memfasilitasi refleksi profesional guru, serta mendukung integrasi AI yang etis dan kontekstual. Sintesis menghasilkan model konseptual AI sebagai mitra reflektif dalam pedagogi deep learning yang menempatkan AI sebagai pendukung pengambilan keputusan pedagogis berbasis bukti tanpa menggantikan peran profesional guru. Penelitian ini memperkaya kajian mengenai integrasi AI dalam pendidikan melalui perspektif human–AI pedagogical partnership serta memberikan implikasi bagi pengembangan kompetensi guru, kebijakan pendidikan, dan implementasi AI yang etis, reflektif, serta berpusat pada peserta didik.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG NASI AKING DAN PENAMBAHAN PUREE DAUN KELOR TERHADAP MUTU HEDONIK SOFT COOKIES Sandi Prianata; Lucia Tri Pangesthi; Febriani Lukitasari; Niken Purwidiani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13435

Abstract

The high dependence on wheat flour in soft cookie production highlights the need to utilize local food ingredients that are more nutritious and sustainable. Rice crust flour (tepung nasi aking) and moringa leaf puree have the potential to serve as alternative ingredients because they can enhance nutritional value while promoting the use of underutilized local food resources in soft cookie production. This study aimed to analyze the effect of rice crust flour substitution and moringa leaf puree addition on the hedonic quality of soft cookies, examine the interaction between the two treatments, and determine the nutritional content of the best formulation. This study employed an experimental method using a two-factor factorial design. Data were collected through hedonic quality evaluations conducted by panelists on the soft cookie products. The data were analyzed using Two-Way ANOVA followed by Duncan's Multiple Range Test at a 5% significance level. The results showed that rice crust flour substitution and moringa leaf puree addition affected several hedonic quality attributes of soft cookies, with no significant interaction between the two treatments. The best formulation consisted of 40% rice crust flour substitution and 80% moringa leaf puree addition, and it demonstrated good nutritional content based on laboratory analysis. These findings indicate that rice crust flour and moringa leaf puree have strong potential as ingredients for developing nutritious, economical soft cookies based on local food resources. ABSTRAK Tingginya ketergantungan terhadap tepung terigu pada pembuatan soft cookies mendorong perlunya pemanfaatan bahan pangan lokal yang lebih bergizi dan berkelanjutan. Tepung nasi aking dan puree daun kelor berpotensi menjadi alternatif karena dapat meningkatkan nilai gizi sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal yang masih belum banyak diaplikasikan pada produk soft cookies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung nasi aking dan penambahan puree daun kelor terhadap mutu hedonik soft cookies, mengetahui interaksi kedua perlakuan, serta menentukan kandungan gizi pada formulasi terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial dua faktor. Data dikumpulkan melalui uji mutu hedonik oleh panelis terhadap produk soft cookies. Data dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung nasi aking dan penambahan puree daun kelor memberikan pengaruh terhadap beberapa aspek mutu hedonik soft cookies, tanpa adanya interaksi yang signifikan antara kedua perlakuan. Formulasi terbaik diperoleh pada substitusi tepung nasi aking 40% dan penambahan puree daun kelor 80%, serta memiliki kandungan gizi yang baik berdasarkan hasil analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung nasi aking dan puree daun kelor berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan inovasi soft cookies yang bergizi, ekonomis, dan memanfaatkan pangan lokal.
DESKRIPSI AKULTURASI TERHADAP PENYAJIAN MUSIK PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN SIMALUNGUN DI DESA SARIBUDOLOK KECAMATAN SILIMAKUTA KABUPATEN SIMALUNGUN Radot Situmorang
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13641

Abstract

ABSTRACT The ethnic diversity of Saribudolok Village, Silimakuta District, Simalungun Regency, has created a setting for cultural interaction that influences the development of music in Simalungun traditional wedding ceremonies. This phenomenon provides the basis for examining how cultural acculturation shapes changes in musical composition, performance practices, and musical structure within traditional ceremonial contexts. The study employed a descriptive qualitative approach from an ethnomusicological perspective through field observations, in-depth interviews, documentation, and interpretative data analysis. The findings reveal that the ceremonial sequence continues to preserve the fundamental structure of Simalungun tradition, while changes occur in the musical elements performed during the ceremony. The replacement of the traditional gondang ensemble with the keyboard has been accompanied by a shift in the function of music from ritual accompaniment to entertainment, the increasing use of Toba and Karo repertoires in ceremonial performances, and the declining transmission of traditional songs to younger generations. Furthermore, the analysis of the song Sibirong-Birong demonstrates the integration of Batak pentatonic melodic idioms with the Western diatonic scale, reflecting a process of musical adaptation without eliminating local musical characteristics. These findings indicate that changes in musical composition result from cultural negotiation, enabling the community to preserve the musical identity of Simalungun while adapting to the social dynamics of a multiethnic society. This study enriches the field of ethnomusicology by advancing the understanding of musical acculturation and providing a foundation for strengthening the documentation, preservation, and regeneration of Simalungun traditional music. ABSTRAK Keberagaman etnis di Desa Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, menciptakan ruang interaksi budaya yang berpengaruh terhadap perkembangan musik dalam upacara adat perkawinan Simalungun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan upacara adat perkawinan, mengidentifikasi bentuk akulturasi yang memengaruhi komposisi musik, serta menganalisis penyajian dan struktur musikal yang berkembang sebagai dampak interaksi antaretnis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data secara interpretatif terhadap temuan etnomusikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian upacara adat masih mempertahankan struktur pokok tradisi, meskipun beberapa unsur telah mengalami penyesuaian akibat interaksi budaya Batak Simalungun, Batak Toba, dan Batak Karo. Akulturasi tercermin pada perubahan instrumen dari ansambel gondang menuju keyboard, pergeseran fungsi musik dari media ritual menjadi sarana hiburan, dominasi repertoar Toba dan Karo dalam prosesi adat, serta berkurangnya pewarisan lagu-lagu tradisional kepada generasi muda. Analisis terhadap lagu Sibirong-Birong memperlihatkan perpaduan idiom melodi pentatonis Batak dengan sistem tangga nada diatonis Barat sebagai bentuk adaptasi musikal. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan komposisi musik merupakan konsekuensi dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap fungsi musik dalam adat, sekaligus memberikan kontribusi bagi penguatan kajian etnomusikologi dan menjadi dasar bagi upaya pelestarian serta regenerasi musik tradisional Simalungun.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN GUDANG BAHAN BAKU KAPAS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN BARCODE (STUDI KASUS: PT SEKAR BENGAWAN) Bernard Judithio Anandyanto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14327

Abstract

Manual inventory management is prone to recording errors, data duplication, stock discrepancies, and delays in providing information, which can hinder warehouse operations. This issue is experienced by PT Sekar Bengawan, where cotton raw material inventory is still managed using ledgers and Microsoft Excel. Therefore, this study aims to design and develop a Web-Based Warehouse Management Information System for cotton raw materials using barcode technology at PT Sekar Bengawan, a textile company that has recorded raw material inventory manually using ledgers and Microsoft Excel, resulting in recording errors, data duplication, mismatches between physical stock and administrative data, and slow tracking of raw material distribution to production. The system was developed using the Waterfall method, consisting of requirements analysis, design, implementation, testing, and maintenance stages, while data were collected through observation, interviews, and documentation study. The system was built using PHP and a MySQL database running on an Apache web server, and applies Code 128 barcodes to identify and track each raw material bale and sack. The results show that the system successfully integrates the recording of incoming raw materials, stock storage, delivery to production, sales, production returns, and stock reports exportable to Excel and PDF. Blackbox testing on 28 functional scenarios showed that all features worked according to specification, while the User Acceptance Test on ten statements obtained an average score of 4.52 out of 5, equivalent to 90.4%, categorized as very good. It can be concluded that applying barcodes in the warehouse management system speeds up raw material identification, reduces manual recording errors, and provides real-time stock information, making it feasible to support the warehouse operations of PT Sekar Bengawan. ABSTRAK Pengelolaan persediaan bahan baku yang masih dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, duplikasi data, ketidaksesuaian stok, serta keterlambatan penyajian informasi yang dapat menghambat operasional gudang. Kondisi tersebut dialami oleh PT Sekar Bengawan yang masih menggunakan buku besar dan Microsoft Excel dalam mengelola persediaan bahan baku kapas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Manajemen Gudang Bahan Baku Kapas Berbasis Web dengan memanfaatkan teknologi barcode pada PT Sekar Bengawan, perusahaan tekstil yang selama ini mencatat persediaan bahan baku kapas secara manual menggunakan buku besar dan Microsoft Excel sehingga rawan kesalahan pencatatan, duplikasi data, ketidaksesuaian antara stok fisik dan data administrasi, serta lambatnya pelacakan distribusi bahan baku ke bagian produksi. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model Waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL yang dijalankan pada web server Apache, serta menerapkan barcode Code 128 sebagai media identifikasi dan pelacakan setiap bale dan karung bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengintegrasikan proses pencatatan bahan baku masuk, penyimpanan stok, pengiriman ke produksi, penjualan, return produksi, hingga penyusunan laporan stok yang dapat diekspor ke format Excel dan PDF. Hasil pengujian blackbox terhadap 28 skenario fungsi menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai spesifikasi, sedangkan hasil User Acceptance Test terhadap sepuluh pernyataan memperoleh nilai rata-rata 4,52 dari skala 5 atau setara 90,4% yang termasuk kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan barcode pada sistem manajemen gudang mampu mempercepat identifikasi bahan baku, mengurangi kesalahan pencatatan manual, dan menyajikan informasi stok secara real-time sehingga layak diterapkan sebagai pendukung operasional gudang PT Sekar Bengawan.