cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM ISLAM MELAYU PADA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Achmad Fadil; Dwi Yusanti; Moh Restu Hoeruman; Rika Hasmayanti; Imam Tauhid
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.12830

Abstract

Malay Islam represents a prominent pattern of Islamic civilization that developed in the Malay World, encompassing Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, and Southern Thailand. The evolution of Malay Islam took place within a pluralistic social environment, giving rise to multicultural values and tolerant attitudes that define its unique civilizational character. This study aims to analyze multicultural values in Malay Islam and examine the tolerant behaviors of Malay Muslim society in social life. The study employed a qualitative approach using a literature review method analyzing 30 relevant secondary data documents. Data were gathered from indexed scientific articles, academic books, and relevant research findings focusing on Malay Islam, multiculturalism, and tolerance. Data analysis was conducted using content analysis techniques consisting of identification, classification, interpretation, and data synthesis. The findings indicate that multicultural values in Malay Islam are rooted in the principles of unity in diversity, manners and character (adab and budi), and deliberation and consensus (musyawarah and muafakat) derived from Islamic teachings and Malay philosophy. Meanwhile, the tolerance of Malay Muslim society is expressed through empathy, openness to plurality, mutual assistance, and social solidarity. These results demonstrate that Malay Islam builds social harmony by integrating Islamic values and Malay culture, rendering diversity a strength in forging unity and a peaceful community life. ABSTRAK Islam Melayu merupakan salah satu corak peradaban Islam yang berkembang di kawasan Alam Melayu, meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand Selatan. Perkembangan Islam Melayu berlangsung dalam lingkungan masyarakat yang majemuk sehingga melahirkan nilai-nilai multikultural dan sikap toleransi yang menjadi karakter khas peradabannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai multikultural dalam Islam Melayu serta mengkaji sikap toleransi masyarakat Islam Melayu dalam kehidupan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap 30 dokumen data sekunder yang relevan. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah terindeks, buku akademik, dan hasil penelitian yang relevan mengenai Islam Melayu, multikulturalisme, dan toleransi. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural dalam Islam Melayu berlandaskan pada prinsip kesatuan dalam keberagaman, adab dan budi, serta musyawarah dan muafakat yang bersumber dari ajaran Islam dan falsafah Melayu. Sementara itu, toleransi masyarakat Islam Melayu diwujudkan melalui sikap tenggang rasa, keterbukaan terhadap kemajemukan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa Islam Melayu membangun harmoni sosial melalui integrasi nilai keislaman dan budaya Melayu sehingga keberagaman menjadi kekuatan dalam membentuk persatuan dan kehidupan masyarakat yang damai.    
GAMBARAN POLA ASUH OLEH IBU TUNGGAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL REMAJA DI DESA KESETNANA, KECAMATAN MOLLO SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Merlinda Hartati Banik; Mernon Yerlinda Carlista Mage; Jesica Solagrasia Bessie; Dian Lestari Anakaka
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.12929

Abstract

Being a single mother entails an overwhelmingly heavy double burden, as she must concurrently act as the primary breadwinner and the sole caregiver without the presence of a partner. This study aims to gain an in-depth understanding of the implementation of single-mother parenting styles and its correlation with the socio-emotional development of adolescents in Kesetnana Village, South Mollo District, South Central Timor Regency. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The participants in this study consisted of 8 individuals: 4 single mothers as primary participants and 4 of their adolescent children as significant others, selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted through semi-structured interviews, and data analysis utilized thematic analysis based on the Braun & Clarke model. The results indicate that single mothers in Kesetnana Village implement flexible and situational parenting styles (alternating between authoritative, authoritarian, and permissive) as a response to physical exhaustion and limited supervision resulting from their workload. The impact of the absence of a father figure shapes differing behavioral responses based on gender: female adolescents tend to internalize their emotions and restrict personal desires, whereas male adolescents tend to externalize independence outside the home by taking over physical tasks and being protective of their mother's honor. Social stigma in the rural environment triggers self-esteem vulnerability, causing some adolescents to choose to socially withdraw to protect their psychological comfort. ABSTRAK Menjadi ibu tunggal (single mother) memikul beban ganda yang luar biasa berat karena harus berperan sebagai pencari nafkah utama sekaligus pengasuh tunggal tanpa kehadiran pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan pola asuh ibu tunggal serta kaitannya dengan perkembangan sosial-emosional remaja di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 4 orang ibu tunggal sebagai partisipan utama dan 4 orang anak remaja mereka sebagai significant other yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur, dan analisis data menggunakan analisis tematik (thematic analysis) model Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ibu tunggal di Desa Kesetnana menerapkan gaya pengasuhan yang fleksibel dan situasional (berubah-ubah antara otoritatif, otoriter, dan permisif) sebagai respons terhadap kelelahan fisik dan keterbatasan pengawasan akibat beban kerja. Dampak ketiadaan figur ayah membentuk respons perilaku yang berbeda berdasarkan gender: remaja perempuan cenderung memendam emosi (internalizing) dan membatasi keinginan pribadi, sedangkan remaja laki-laki cenderung mengekspresikan kemandirian ke luar rumah (externalizing) dengan mengambil alih pekerjaan fisik serta protektif terhadap kehormatan ibunya. Stigma sosial di lingkungan pedesaan memicu kerentanan harga diri yang menyebabkan sebagian remaja memilih untuk menarik diri secara sosial demi melindungi kenyamanan psikologis mereka.    
ANALISIS SEGMENTASI DATA SEKOLAH BERBASIS BUSINESS INTELLIGENCE UNTUK OPTIMALISASI STRATEGI PEMASARAN PADA PT NARUNA KARYA BERSAMA Safira Putri Permatasari; Raden Johnny Hadi Raharjo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13438

Abstract

ABSTRACT The management of school data scattered across multiple Microsoft Excel files has limited the effectiveness of information analysis and hindered data-driven marketing decision-making at PT Naruna Karya Bersama. This condition highlights the need to implement a Business Intelligence approach to generate structured information that supports the formulation of more effective marketing strategies. This study aims to analyze school data segmentation based on Business Intelligence and develop marketing strategy recommendations according to school priority levels. A descriptive approach with a case study method was employed using operational data from 76 schools located in Surabaya and Sidoarjo. Data were collected using a total sampling (census) technique, in which all school data meeting the research criteria were used as the objects of analysis after the data integration and cleaning processes. The research stages included data integration, data cleaning, data transformation, score assignment based on six evaluation variables, priority score calculation using the Weighted Sum Model (WSM), and data segmentation through Pivot Table in Microsoft Excel. The findings revealed that 9 schools (11.84%) were classified as high priority, 49 schools (64.47%) as medium priority, and 18 schools (23.68%) as low priority. The segmentation results were subsequently utilized to develop a marketing strategy recommendation matrix tailored to the characteristics of each school group. This study concludes that integrating Business Intelligence with the Weighted Sum Model (WSM) enables a more systematic identification of potential schools, enhances the effectiveness of school data segmentation, and provides a more objective basis for supporting targeted, efficient, and data-driven marketing decision-making. ABSTRAK Pengelolaan data sekolah yang masih tersebar pada beberapa berkas Microsoft Excel menyebabkan proses analisis informasi dan penentuan prioritas pemasaran di PT Naruna Karya Bersama belum mampu mendukung pengambilan keputusan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan pendekatan Business Intelligence untuk menghasilkan informasi yang lebih terstruktur sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis segmentasi data sekolah berbasis Business Intelligence serta menyusun rekomendasi strategi pemasaran berdasarkan tingkat prioritas sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus terhadap data operasional 76 sekolah di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Pengambilan data dilakukan dengan teknik total sampling (sampel jenuh), yaitu seluruh data sekolah yang memenuhi kriteria penelitian digunakan sebagai objek analisis setelah melalui proses integrasi dan pembersihan data. Tahapan penelitian meliputi integrasi data, pembersihan data, transformasi data, pemberian skor berdasarkan enam variabel penilaian, perhitungan skor prioritas menggunakan metode Weighted Sum Model (WSM), serta segmentasi data melalui Pivot Table pada Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 sekolah (11,84%) berkategori prioritas tinggi, 49 sekolah (64,47%) berkategori prioritas sedang, dan 18 sekolah (23,68%) berkategori prioritas rendah. Hasil segmentasi tersebut dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan matriks rekomendasi strategi pemasaran sesuai karakteristik setiap kelompok sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Business Intelligence yang dipadukan dengan metode WSM mampu menghasilkan identifikasi sekolah potensial secara lebih sistematis, meningkatkan efektivitas proses segmentasi data, serta menyediakan dasar yang lebih objektif dalam mendukung pengambilan keputusan pemasaran yang terarah, efisien, dan berbasis data.
ANALISIS KEAUSAN JENIS-JENIS KAMPAS REM BELAKANG SEPEDA MOTOR DOUBLE DISC BRAKE Muhamad Fadli
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13705

Abstract

ABSTRACT Braking reliability in motorcycles is not only related to the ability to generate braking force but also to the ability of brake pads to maintain their thickness under repeated friction. Differences in material characteristics are examined in this study by comparing Original Equipment Manufacturer (OEM), Original Equipment Supplier (OES), and Aftermarket brake pads. Testing was conducted on a 2016 Honda Vario 150 motorcycle equipped with a hydraulic rear disc brake under operating conditions of 4,000 RPM, a braking pressure of 2.5 bar, and a duration of 30 minutes per cycle, with five repetitions. Changes in brake pad thickness were measured using a digital caliper and descriptively compared in terms of wear progression, final wear value, and wear percentage. The testing pattern revealed that all three types of brake pads experienced increased wear, although the intensity varied. At the end of the test, OEM brake pads exhibited 0.34 mm of wear with a wear percentage of 4.75%, while OES reached 1.01 mm and 12.29%; Aftermarket reached 1.05 mm and 11.73%. These differences place OEM brake pads as having the highest wear resistance under the applied testing conditions. The findings indicate that material characteristics play an important role in maintaining brake pad durability during repeated braking. ABSTRAK Keandalan pengereman pada sepeda motor tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan gaya pengereman, tetapi juga dengan kemampuan kampas rem mempertahankan ketebalannya selama menerima gesekan berulang. Perbedaan karakteristik material menjadi perhatian dalam penelitian ini melalui perbandingan kampas Original Equipment Manufacturer (OEM), Original Equipment Supplier (OES), dan Aftermarket. Pengujian dilakukan pada sepeda motor Honda Vario 150 tahun 2016 yang menggunakan rem cakram belakang hidrolik dengan kondisi operasi 4.000 RPM, tekanan pengereman 2,5 bar, dan durasi 30 menit untuk setiap siklus, dengan lima kali pengulangan. Perubahan ketebalan kampas diamati menggunakan jangka sorong digital, kemudian dibandingkan secara deskriptif melalui perkembangan keausan, nilai keausan akhir, dan persentase keausan. Pola pengujian memperlihatkan bahwa ketiga jenis kampas mengalami peningkatan keausan, tetapi intensitasnya tidak seragam. Pada akhir pengujian, OEM memiliki keausan 0,34 mm dengan persentase 4,75%, sedangkan OES mencapai 1,01 mm dan 12,29%; Aftermarket mencapai 1,05 mm dan 11,73%. Perbedaan tersebut menempatkan OEM sebagai kampas dengan ketahanan aus paling baik dalam kondisi pengujian yang diterapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemilihan karakteristik material berperan dalam mempertahankan ketahanan kampas selama pengereman berulang.
MANIFASTING SEBAGAI TREND SPRITUAL MODERN: ANALISIS TAFSIR MAUDHU’I TAUHIDI TERHADAP AYAT-AYAT DOA DAN HARAPAN DALAM AL-QUR’AN Syarifah Al Alawiyah; Lilik Ummi Kaltsum
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13933

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of manifesting has gained increasing popularity as a contemporary spiritual practice through social media and self-development literature, emphasizing the power of positive thinking, visualization, and affirmations to achieve desired outcomes. This trend calls for a critical examination from the Qur'anic perspective to reconstruct its conceptual foundation based on the principle of tawhid. This study aims to analyze manifesting as a contemporary spiritual phenomenon, examine the Qur'anic concepts of raja' (hope), supplication (du'a), effort (ikhtiar), trust in God (tawakal), and divine decree (takdir), and reconstruct their interrelationship using Muhammad Baqir al-Sadr's al-Tafsir al-Maudhu'i al-Tauhidi approach. This qualitative library research employs relevant Qur'anic verses as primary data and classical as well as contemporary exegetical works as secondary sources. The findings reveal that the Qur'an constructs the realization of hope through five integrated stages: raja', du'a, ikhtiar, tawakal, and takdir. Unlike the Law of Attraction, which centers on the power of human thought, the Qur'anic paradigm places Allah at the center of the realization of hope. This study offers a conceptual reconstruction of manifesting within a theocentric Qur'anic framework and contributes to the development of thematic Qur'anic exegesis on contemporary spirituality. ABSTRAK Fenomena manifesting sebagai praktik spiritual kontemporer semakin populer melalui media sosial dan literatur pengembangan diri dengan menekankan kekuatan pikiran, visualisasi, dan afirmasi positif untuk mewujudkan harapan. Popularitas konsep ini mendorong perlunya kajian kritis dari perspektif Al-Qur'an guna merekonstruksi pemahamannya berdasarkan prinsip tauhid. Penelitian ini bertujuan menganalisis manifesting sebagai fenomena spiritual kontemporer, mengkaji konsep raja', doa, ikhtiar, tawakal, dan takdir dalam Al-Qur'an, serta merekonstruksi hubungan antarkonsep tersebut melalui pendekatan tafsir maudhu'i al-tauhidi Muhammad Baqir al-Sadr. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an membangun mekanisme keterwujudan harapan melalui lima tahapan yang saling terintegrasi, yaitu raja', doa, ikhtiar, tawakal, dan takdir. Konstruksi ini menempatkan Allah sebagai pusat seluruh proses keterwujudan harapan sehingga berbeda secara mendasar dari paradigma Law of Attraction yang berorientasi pada kekuatan pikiran manusia. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi konseptual manifesting dalam kerangka spiritualitas Qur'ani yang bersifat teosentris dan memperkaya kajian tafsir tematik mengenai spiritualitas kontemporer.
OPTIMASI EKSTRAKSI LANGSUNG GLUKOMANAN DARI UMBI PORANG SEGAR (AMPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI ISOPROPANOL DAN TEKNIK PENGGILINGAN BERULANG Maria Emelinda Oko
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.14010

Abstract

ABSTRACT The demand for high-quality glucomannan has continued to increase due to its expanding applications in the food, pharmaceutical, and biomaterial industries. However, most glucomannan purification studies on porang (Amorphophallus muelleri Blume) have focused on optimizing individual processing stages, while the integrated effects of mechanical treatment, solvent selection, and drying methods remain insufficiently explored. This study investigated a direct extraction approach for fresh porang tubers by combining different concentrations of isopropyl alcohol (IPA), 44% traditional distilled liquor, varying grinding frequencies, and drying using a Solar Tunnel Dryer (STD). The experiment was arranged in a 4 × 3 factorial Completely Randomized Design with three replications. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The interaction between solvent type and grinding frequency significantly affected the physical and chemical properties of the resulting glucomannan flour. The highest glucomannan content (90.29%) was achieved using 90% IPA combined with five grinding cycles, accompanied by lower calcium oxalate, protein, and ash contents, as well as higher lightness values. Meanwhile, the use of 44% traditional distilled liquor produced a higher flour yield with a glucomannan content of 81.82%. These findings demonstrate that integrating mechanical grinding, solvent selection, and controlled drying provides a more effective purification strategy than optimizing a single processing factor. This integrated approach offers a promising alternative for producing high-quality glucomannan while promoting the utilization of locally available resources in the porang processing industry. ABSTRAK Kebutuhan glukomanan berkualitas tinggi terus meningkat seiring berkembangnya pemanfaatannya pada industri pangan, farmasi, dan biomaterial. Meskipun demikian, upaya pemurnian glukomanan dari umbi porang masih umumnya berfokus pada optimasi satu tahapan proses, sehingga efektivitas integrasi antara perlakuan mekanis, jenis pelarut, dan sistem pengeringan belum banyak dievaluasi. Penelitian ini mengeksplorasi strategi ekstraksi langsung dari umbi porang segar melalui kombinasi variasi konsentrasi isopropyl alcohol (IPA), arak tradisional berkadar alkohol 44%, frekuensi penggilingan mekanis, dan pengeringan menggunakan Solar Tunnel Dryer (STD). Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 4 × 3 dengan tiga ulangan, kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Interaksi antarperlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung glukomanan. Perlakuan lima kali penggilingan dengan IPA 90% menghasilkan kadar glukomanan tertinggi sebesar 90,29% disertai penurunan kadar kalsium oksalat, protein, dan abu serta peningkatan tingkat kecerahan, sedangkan arak tradisional menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dengan kadar glukomanan mencapai 81,82%. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pemurnian glukomanan lebih ditentukan oleh integrasi tahapan proses dibandingkan optimasi satu faktor secara terpisah. Pendekatan tersebut menawarkan alternatif teknologi pemurnian glukomanan yang memanfaatkan sumber daya lokal dengan potensi penerapan pada pengembangan industri pengolahan porang.
FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET SEBAGAI PREDIKTOR MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJAR DEWASA: ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Dinny Riza Nurhafifah Fazryah; Anida Aulia Choirunnisa; Adinda Putri Humaira; Nurlaela Hamidah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14025

Abstract

Research on fixed mindset, growth mindset, and learning motivation among adult learners remains fragmented. This study combines a systematic literature review and bibliometric analysis to provide a comprehensive synthesis of the evidence and map the development of research in this field. This systematic literature review and bibliometric analysis examines the relationship between fixed mindset versus growth mindset as predictors of learning motivation in adult learners. A comprehensive search of Scopus and Google Scholar databases (2015-2025) yielded 18 high-quality articles meeting inclusion criteria. Analysis demonstrates that growth mindset shows significant positive correlation with learning motivation (r = 0.35-0.68), while fixed mindset exhibits consistent negative associations. This relationship is mediated by self-efficacy, goal orientation, and academic resilience. Bibliometric network analysis identifies five thematic clusters: (1) individual psychological dimensions and intrinsic motivation, (2) research on secondary student populations with engagement focus, (3) resilience and autonomous motivation, (4) entrepreneurial mindset and capability development, and (5) learning motivation in formal academic contexts. Findings reveal growth mindset is most effective in supportive learning environments with constructive feedback. Contemporary research reveals moderating complexity: growth mindset combined with unrealistic expectations can generate academic anxiety. Significant research gaps identified include: geographic concentration in Western countries (78%), dominance of cross-sectional designs (78%), and limited intervention research on heterogeneous adult populations. Future research should prioritize longitudinal designs, intervention studies in non-Western contexts, and investigation of mindset transition mechanisms in adult populations. ABSTRAK Kajian tentang fixed mindset, growth mindset, dan motivasi belajar pada pembelajar dewasa masih terfragmentasi. Penelitian ini mengombinasikan systematic literature review dan analisis bibliometrik untuk memberikan sintesis bukti serta pemetaan perkembangan penelitian secara menyeluruh. Penelitian ini melakukan systematic literature review (SLR) dan analisis bibliometrik untuk memetakan hubungan antara fixed mindset versus growth mindset sebagai prediktor motivasi belajar pada pembelajaran orang dewasa. Pencarian komprehensif di database Scopus dan Google Scholar (2015-2025) menghasilkan 18 artikel berkualitas yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis menunjukkan bahwa growth mindset memiliki korelasi positif signifikan dengan motivasi belajar (r = 0.35-0.68), sementara fixed mindset menunjukkan asosiasi negatif konsisten. Hubungan ini dimediasi oleh self-efficacy, goal orientation, dan academic resilience. Analisis jaringan bibliometrik mengidentifikasi lima kluster tematik: (1) dimensi psikologis individu dan motivasi intrinsik, (2) penelitian pada populasi pelajar menengah dengan fokus pada keterlibatan, (3) resiliensi dan motivasi otonom, (4) mindset entrepreneurial dan pengembangan kemampuan, serta (5) motivasi belajar dalam konteks akademik formal. Temuan menunjukkan bahwa growth mindset paling efektif dalam lingkungan pembelajaran yang mendukung dan memberikan feedback konstruktif. Penelitian kontemporer mengungkapkan kompleksitas moderasi: growth mindset yang dikombinasikan dengan ekspektasi tidak realistis dapat menghasilkan kecemasan akademik. Celah penelitian yang signifikan teridentifikasi meliputi: konsentrasi geografis di negara Barat (78%), dominasi desain cross-sectional (78%), dan penelitian intervensi terbatas pada populasi orang dewasa heterogen. Penelitian masa depan harus memprioritaskan desain longitudinal, studi intervensi di konteks non-Barat, dan investigasi mekanisme transisi mindset pada populasi dewasa.
DIGITALISASI PEMBELAJARAN DI PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA UNIVERSITAS NUSA CENDANA: PERSPEKTIF MAHASISWA DAN DOSEN Frederic Da Cunha; Axerns Amalo; Patricia Veren Dethan; Yohanes G. Muga; Yanfrid Daniel Amtiran; Chendana Ena
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14114

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of educational digitalization in the post-COVID-19 era has encouraged higher education institutions to integrate online and offline learning as part of the transformation of academic practices. This shift has created both opportunities and challenges in maintaining the quality of academic interactions between lecturers and students, highlighting the need to examine the effectiveness of these learning modalities. This study aims to analyze the dynamics of academic interaction and the effectiveness of online and offline learning, with particular emphasis on the use of Zoom and Google Meet as digital learning platforms. A qualitative approach employing a case study design was adopted. Data were collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) involving 20 students and 5 lecturers, and subsequently analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that offline learning is more effective in enhancing students’ understanding due to direct interaction, two-way communication, and immediate feedback. Nevertheless, online learning remains a strategic alternative for ensuring the continuity of academic activities when face-to-face instruction cannot be conducted. Google Meet is preferred for its accessibility, account integration, and ease of use, whereas Zoom offers superior communication stability and more comprehensive interactive features. The study concludes that integrating online and offline learning through a hybrid learning approach can effectively support sustainable and adaptive higher education, provided that both lecturers and students possess adequate digital competencies, active participation, and self-discipline. ABSTRAK Perkembangan digitalisasi pendidikan pascapandemi COVID-19 telah mendorong perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring dan luring secara terpadu sebagai bagian dari transformasi proses akademik. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menjaga kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga diperlukan kajian mengenai efektivitas kedua model pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika interaksi akademik serta efektivitas pembelajaran online dan offline, termasuk penggunaan platform Zoom dan Google Meet sebagai media pendukung perkuliahan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 20 mahasiswa dan 5 dosen, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran offline lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa karena memungkinkan komunikasi dua arah, interaksi langsung, dan pemberian umpan balik secara lebih optimal. Sementara itu, pembelajaran online tetap menjadi alternatif strategis untuk menjamin keberlangsungan perkuliahan ketika pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan. Google Meet lebih banyak dipilih karena kemudahan akses, integrasi akun, dan efisiensi penggunaan, sedangkan Zoom menawarkan keunggulan pada stabilitas komunikasi serta fitur interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pembelajaran online dan offline melalui pendekatan hybrid learning mampu mendukung keberlangsungan proses akademik secara lebih adaptif apabila didukung oleh kompetensi digital, partisipasi aktif, dan kedisiplinan mahasiswa maupun dosen.
ANALISIS PENGUASAAN LAHAN (TENURIAL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS DI NEGERI KAILOLO KECAMATAN PULAU HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH) Syamalun Marasabessy; Jusmy. D. Putuhena; Rifyan Ruman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14432

Abstract

Land is a strategic resource whose control by indigenous communities is often excluded due to the expansion of formal spatial planning and the penetration of modernization. This study aims to analyze the land tenure system based on local wisdom among indigenous communities in Negeri Kailolo, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency. The method used was a qualitative approach with case studies through observation, in-depth interviews with 15 key informants selected via purposive sampling, and documentation studies. Data analysis was carried out qualitatively and descriptively based on an interactive flow of data reduction, data display, and conclusion drawing, enhanced by participatory mapping using Geographic Information System (GIS). The results indicate that the tenure system is divided into soa (communal) land and individual land, which are managed based on customary rules. Customary institutions play a crucial role in regulating rights, resolving disputes, and preserving local values. Local wisdom has proven to be fundamental in maintaining justice and sustainable land tenure, despite the challenges of modernization. This study concludes that land tenure based on local wisdom in Negeri Kailolo still holds power in regulating community relations with the land fairly and sustainably. However, formal state recognition of the customary system is needed to strengthen the legitimacy and legal protection of indigenous peoples' rights. ABSTRAK Lahan merupakan sumber daya strategis yang penguasanya oleh masyarakat adat sering mengalami eksklusi akibat ekspansi tata ruang formal dan penetrasi modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem penguasaan lahan (tenurial) berbasis kearifan lokal pada masyarakat adat di Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang dipilih secara purposive sampling, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif berbasis alur interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang diperkuat dengan pemetaan partisipatif berbasis Geographic Information System (GIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tenurial terbagi menjadi lahan soa (komunal) dan lahan perorangan yang dikelola berdasarkan aturan adat. Lembaga adat berperan penting dalam pengaturan hak, penyelesaian sengketa, dan pelestarian nilai lokal. Kearifan lokal terbukti menjadi dasar dalam menjaga keadilan dan keberlanjutan penguasaan lahan, meskipun menghadapi tantangan modernisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan lahan berbasis kearifan lokal di Negeri Kailolo masih memiliki kekuatan dalam mengatur hubungan masyarakat dengan tanah secara adil dan berkelanjutan. Namun, diperlukan pengakuan formal dari negara terhadap sistem adat untuk memperkuat legitimasi dan perlindungan hukum terhadap hak-hak masyarakat adat.    
DEVELOPING A HUMAN CAPITAL MODEL FOR DIGITAL TRANSFORMATION IN THE SMART-FSM-BASED SECURITY OUTSOURCING INDUSTRY Yakub Gunawan; Rhian Indradewa; Unggul Kustiawan; Ketut Sunaryanto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14433

Abstract

Digital transformation has significantly reshaped the security outsourcing industry, requiring organizations to develop human resources capable of operating within technology-driven environments supported by Smart Field Service Management (Smart-FSM). Despite substantial investments in digital technologies, many organizations continue to face challenges in developing a workforce that possesses both security-related competencies and digital capabilities necessary to support operational effectiveness and service quality. This study aims to develop a Human Capital model to support digital transformation in the Smart-FSM-based security outsourcing industry. The study adopts a qualitative approach using a conceptual research method based on literature analysis and the synthesis of theories related to Human Capital, Digital Transformation, Talent Management, and Knowledge Management. The research process involved identifying digital competency requirements, examining relevant Human Capital dimensions, and developing an integrated conceptual model aligned with Smart-FSM implementation. The findings resulted in the development of a Human Capital model consisting of seven key dimensions: Digital Workforce Planning, Digital Recruitment and Selection, Learning and Development, Performance Management, Talent Management, Knowledge Management, and Employee Retention. The proposed model contributes to the development of a digitally adaptive security workforce, enhances service quality, strengthens customer satisfaction, and supports long-term business sustainability. Therefore, the model may serve as a strategic reference for security outsourcing companies seeking to implement sustainable digital transformation initiatives. ABSTRAK Transformasi digital telah secara signifikan membentuk kembali industri outsourcing keamanan, yang mengharuskan organisasi untuk mengembangkan sumber daya manusia yang mampu beroperasi dalam lingkungan berbasis teknologi yang didukung oleh Smart Field Service Management (Smart-FSM). Terlepas dari investasi besar dalam teknologi digital, banyak organisasi terus menghadapi tantangan dalam mengembangkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi terkait keamanan dan kemampuan digital yang diperlukan untuk mendukung efektivitas operasional dan kualitas layanan. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model Modal Manusia untuk mendukung transformasi digital dalam industri outsourcing keamanan berbasis Smart-FSM. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian konseptual berdasarkan analisis literatur dan sintesis teori yang berkaitan dengan Modal Manusia, Transformasi Digital, Manajemen Bakat, dan Manajemen Pengetahuan. Proses penelitian melibatkan identifikasi persyaratan kompetensi digital, pemeriksaan dimensi Modal Manusia yang relevan, dan pengembangan model konseptual terintegrasi yang selaras dengan implementasi Smart-FSM. Temuan menghasilkan pengembangan model Modal Manusia yang terdiri dari tujuh dimensi utama: Perencanaan Tenaga Kerja Digital, Rekrutmen dan Seleksi Digital, Pembelajaran dan Pengembangan, Manajemen Kinerja, Manajemen Bakat, Manajemen Pengetahuan, dan Retensi Karyawan. Model yang diusulkan berkontribusi pada pengembangan tenaga kerja keamanan yang adaptif secara digital, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepuasan pelanggan, dan mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, model ini dapat berfungsi sebagai referensi strategis bagi perusahaan outsourcing keamanan yang berupaya menerapkan inisiatif transformasi digital yang berkelanjutan.