cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 784 Documents
ORAL LINEA ALBA: PREVALANCE, CLINICAL CHARACTERISTICS, ETIOLOGY, DIFFERENTIAL DIAGNOSIS, AND MANAGEMENT Fellicia Lestari; Emerentia Angela; How Kim Chuan; Susanna Halim
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.15195

Abstract

Oral linea alba is a benign white linear alteration of the buccal mucosa that typically occurs along the occlusal plane. Although generally asymptomatic and harmless, its clinical appearance may overlap with other white oral mucosal lesions, making accurate recognition important during routine dental examination. This narrative review aims to describe the clinical characteristics, prevalence, etiological factors, differential diagnosis, histopathological features, clinical significance, and management of oral linea alba. Data were collected through literature searches of PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect using keywords related to linea alba and white oral mucosal lesions. Relevant literature was selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria and analyzed using descriptive narrative synthesis by comparing findings across the selected sources. The literature indicates that linea alba is primarily associated with recurrent mechanical pressure and friction between the buccal mucosa and adjacent teeth. Parafunctional behaviors, including cheek sucking, cheek biting, clenching, and bruxism, may increase mechanical exposure and contribute to lesion development. Clinically, it is characterized by a persistent, non-scrapable white linear alteration corresponding to the occlusal plane. Differential diagnosis includes morsicatio buccarum, frictional keratosis, leukoedema, leukoplakia, oral lichen planus, white sponge nevus, and candidiasis. Histopathologically, linea alba demonstrates benign reactive keratotic changes without epithelial dysplasia. Management is generally conservative, focusing on reassurance and elimination of contributing mechanical factors. Accurate recognition is important to prevent unnecessary diagnostic procedures and treatment while ensuring appropriate evaluation of atypical white oral lesions. ABSTRAK Linea alba oral merupakan perubahan linear berwarna putih yang bersifat jinak pada mukosa bukal dan umumnya terjadi sepanjang bidang oklusal. Meskipun umumnya tidak bergejala dan tidak berbahaya, penampilannya secara klinis dapat menyerupai lesi mukosa oral putih lainnya sehingga pengenalan yang tepat penting selama pemeriksaan gigi rutin. Narrative review ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik klinis, prevalensi, faktor etiologi, diagnosis diferensial, gambaran histopatologis, signifikansi klinis, dan penatalaksanaan linea alba oral. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur pada PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait linea alba dan lesi putih mukosa oral. Literatur yang relevan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan teknik sintesis naratif secara deskriptif dengan membandingkan temuan antar sumber. Hasil telaah menunjukkan bahwa linea alba terutama berhubungan dengan tekanan mekanis dan gesekan berulang antara mukosa bukal dan gigi yang berdekatan. Perilaku parafungsional, termasuk mengisap pipi, menggigit pipi, clenching, dan bruksisme, dapat meningkatkan paparan mekanis dan berkontribusi terhadap perkembangan lesi. Secara klinis, kondisi ini ditandai dengan perubahan linear berwarna putih yang menetap, tidak dapat dihapus dengan penggosokan, dan sesuai dengan bidang oklusal. Diagnosis diferensial meliputi morsicatio buccarum, keratosis akibat gesekan, leukoedema, leukoplakia, oral lichen planus, white sponge nevus, dan kandidiasis. Secara histopatologis, linea alba menunjukkan perubahan keratotik reaktif yang jinak tanpa displasia epitel. Penatalaksanaan umumnya bersifat konservatif dengan berfokus pada pemberian reassurance dan eliminasi faktor mekanis yang berkontribusi. Pengenalan yang tepat penting untuk mencegah prosedur diagnostik dan perawatan yang tidak diperlukan sekaligus memastikan evaluasi yang tepat terhadap lesi oral putih yang atipikal.
KOMPOSISI BOTANI, DAN PRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK DI DESA NGINAMANU, KECAMATAN WOLOMEZE, KABUPATEN NGADA Marselina Nggena
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.15206

Abstract

ABSTRACT Forage availability is an important factor in supporting the sustainability of ruminant livestock production; therefore, information on forage production and the botanical composition of grazing lands is needed as a basis for their management. This study aimed to analyze forage production and botanical composition in the Kurubhoko natural grazing area, Nginamanu Village, Wolomeze District, Ngada Regency. The study was conducted through a survey and direct field measurements using a 1 m × 1 m quadrat frame. Sampling was carried out in 80 observation plots systematically distributed across four cardinal directions. The observed parameters included fresh forage production, dry matter production, and botanical composition, which were analyzed based on relative density, relative frequency, and Summed Dominance Ratio (SDR). The results showed that fresh forage production reached 1,808.3 kg/ha, while dry matter production was 361.66 kg/ha. Grasses contributed 93.46% of the total forage production, whereas legumes contributed 6.54%. Based on the SDR values, grasses were the dominant vegetation group, with a value of 84.05%, while legumes accounted for 15.96%. It can be concluded that the Kurubhoko grazing area is characterized by grass-dominated vegetation with a relatively low proportion of legumes. These findings may serve as a basis for evaluating and managing local forage resources according to site-specific conditions. ABSTRAK Ketersediaan hijauan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan ruminansia, sehingga informasi mengenai produksi hijauan dan komposisi vegetasi padang penggembalaan diperlukan sebagai dasar pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi hijauan makanan ternak dan komposisi botani pada Padang Penggembalaan Alam Kurubhoko, Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada. Penelitian dilaksanakan melalui survei dan pengukuran langsung di lapangan menggunakan bingkai kuadran berukuran 1 m × 1 m. Pengambilan sampel dilakukan pada 80 plot pengamatan yang ditempatkan secara sistematis pada empat arah mata angin. Parameter yang diamati meliputi produksi hijauan bahan segar, produksi bahan kering, serta komposisi botani yang dianalisis berdasarkan kerapatan nisbi, frekuensi nisbi, dan Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hijauan segar mencapai 1.808,3 kg/ha, sedangkan produksi bahan kering sebesar 361,66 kg/ha. Kelompok rumput memberikan kontribusi produksi sebesar 93,46%, sementara leguminosa sebesar 6,54%. Berdasarkan nilai SDR, rumput menjadi kelompok vegetasi dominan dengan nilai 84,05%, sedangkan leguminosa mencapai 15,96%. Disimpulkan bahwa padang penggembalaan Kurubhoko memiliki vegetasi yang didominasi rumput dengan proporsi leguminosa yang relatif rendah, sehingga informasi ini dapat menjadi dasar evaluasi dan pengelolaan sumber hijauan pakan sesuai kondisi lokal.
IMPROVING STUDENTS' VOCABULARY MASTERY THROUGH KIM'S MEMORY GAME AT TENTH GRADE OF SMK NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG Indri Lestari; Febriyantina Istiara; Galuh Dwi Ajeng; Suli Nurfaiqoh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.15405

Abstract

This research was motivated by students' limited vocabulary mastery and low classroom participation, which were associated with conventional vocabulary learning activities. Although previous studies have demonstrated the effectiveness of various vocabulary games, research specifically examining the use of Kim's Memory Game among vocational high school students remains limited. This study aimed to improve students' vocabulary mastery and learning activity through the implementation of Kim's Memory Game among tenth-grade students of SMK Negeri 7 Bandar Lampung in the 2025/2026 academic year. The study employed quantitative and qualitative approaches using a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, with three meetings in each cycle. The participants were 35 students of class X Pharmacy selected using a total sampling technique. Data were collected through vocabulary tests, student activity observation sheets, field notes, and documentation. The test data were analyzed using descriptive statistics by calculating individual scores, the class mean score, and classical completeness, while observation and field-note data were analyzed using descriptive-comparative analysis by comparing the results between cycles. The results showed that students' vocabulary mastery improved, with the mean score increasing from 70.86 in Cycle I to 81.29 in Cycle II. The percentage of students achieving the Minimum Mastery Criterion (KKM) of 75 increased from 43% (15 students) to 86% (30 students). Students' overall learning activity also increased from an average score of 6.29, categorized as Poor, to 7.29, categorized as Sufficient. Therefore, Kim's Memory Game can be used as an interactive alternative for improving students' vocabulary mastery and encouraging active participation in English language learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan penguasaan kosakata siswa dan kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris akibat kegiatan pembelajaran yang masih didominasi oleh aktivitas konvensional. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan efektivitas permainan dalam pembelajaran kosakata, penelitian mengenai penggunaan Kim's Memory Game pada siswa sekolah menengah kejuruan, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di kelas X, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan aktivitas belajar siswa melalui penerapan Kim's Memory Game pada siswa kelas X Farmasi SMK Negeri 7 Bandar Lampung tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes kosakata, lembar observasi aktivitas siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data tes dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung skor individual, nilai rata-rata kelas, dan persentase ketuntasan klasikal, sedangkan data observasi dan catatan lapangan dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan hasil antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kosakata siswa meningkat dari nilai rata-rata 70,86 pada Siklus I menjadi 81,29 pada Siklus II. Persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 meningkat dari 43% (15 siswa) menjadi 86% (30 siswa). Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari skor rata-rata 6,29 dengan kategori kurang menjadi 7,29 dengan kategori cukup. Dengan demikian, penerapan Kim's Memory Game dapat menjadi alternatif pembelajaran yang interaktif untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan mendorong aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris.
PERBANDINGAN PENAMBAHAN BOSTER VITALIQUID DAN PUPUK ORGANIK G-LITE PADA PAKAN KOMERSI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax Quadricarinatus) Gita Usman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.15454

Abstract

This research was motivated by the need for appropriate feed supplements to improve the growth and survival of freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus), as information regarding the effectiveness of combining Vitaliquid booster and G-Lite organic fertilizer in commercial feed remains limited. This study aimed to determine the effect of Vitaliquid booster and G-Lite organic fertilizer added to commercial feed on the growth and survival of freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus). The research was conducted at the Aquaculture Biology Laboratory of Muhammadiyah University Gorontalo using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The research sample consisted of 12 freshwater lobster experimental units obtained through random sampling. The treatments involved different types of supplements added to commercial feed. The results showed that treatment C, consisting of a combination of commercial feed and G-Lite, produced the best results for the growth and survival of freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus). The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that the administration of different supplements had a significant effect on the growth and survival of freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus). During the study, water quality remained in good condition and supported the growth and survival of freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus). ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penggunaan suplemen pakan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), karena informasi mengenai efektivitas kombinasi boster Vitaliquid dan pupuk organik G-Lite pada pakan komersial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boster Vitaliquid dan pupuk organik G-Lite pada pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Sampel penelitian berjumlah 12 unit percobaan lobster air tawar yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak. Perlakuan menggunakan jenis suplemen yang berbeda pada pakan komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C, yaitu kombinasi pakan komersial dan G-Lite, memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian suplemen yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Selama penelitian, kualitas air berada dalam kondisi yang baik dan mendukung pertumbuhan serta kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus).