cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 784 Documents
ANALISIS KOMENTAR PADA POSTINGAN TIKTOK TENTANG KISAH CINTA NA HEE-DO DAN BAEK YI JIN DALAM DRAMA TWENTY FIVE TWENTY ONE DI AKUN @wetalkaboutmovies Novita Rahma Dewi; M. Fikri Akbar
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.10999

Abstract

ABSTRACT The Korean drama Twenty Five Twenty One presents the relationship between Na Hee-do and Baek Yi-jin, which has generated diverse audience responses, particularly regarding the resolution of their relationship. These varied responses indicate differences in how audiences respond to and evaluate the narrative and ending presented in the drama. This study aims to describe audience opinions categorized as pro, contra, and neutral regarding the love story of Na Hee-do and Baek Yi-jin through comments on a TikTok post from the @wetalkaboutmovies account. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The data consisted of 50 comments posted on an upload published on March 2, 2024. Data analysis involved selecting relevant comments, coding the data, grouping comments according to opinion categories, and presenting the identified response patterns. The results showed that neutral responses dominated, comprising 36 comments (72%), followed by pro responses with 12 comments (24%) and contra responses with 2 comments (4%). These findings indicate that audience responses were not entirely expressed through explicit acceptance or rejection of the relationship between the two characters. Thus, TikTok comments serve as a space for audience participation in expressing responses and constructing interpretations of Korean drama narratives. ABSTRAK Drama Korea Twenty Five Twenty One menghadirkan kisah hubungan Na Hee-do dan Baek Yi-jin yang memunculkan beragam tanggapan penonton, terutama terhadap penyelesaian hubungan kedua tokoh. Perbedaan tanggapan tersebut menunjukkan adanya variasi respons audiens ketika menilai narasi dan akhir cerita yang disajikan melalui drama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan opini penonton yang terbagi dalam kategori pro, kontra, dan netral terhadap kisah cinta Na Hee-do dan Baek Yi-jin melalui komentar pada unggahan TikTok akun @wetalkaboutmovies. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa 50 komentar pada unggahan yang dipublikasikan 2 Maret 2024. Analisis dilakukan melalui seleksi komentar yang relevan, pengodean data, pengelompokan berdasarkan kategori opini, dan penyajian pola respons yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori netral mendominasi dengan 36 komentar (72%), diikuti kategori pro sebanyak 12 komentar (24%) dan kategori kontra sebanyak 2 komentar (4%). Temuan tersebut menunjukkan bahwa respons audiens tidak seluruhnya diwujudkan dalam bentuk penerimaan atau penolakan secara eksplisit terhadap hubungan kedua tokoh. Dengan demikian, komentar TikTok menjadi ruang partisipasi audiens untuk menyampaikan respons dan membangun pemaknaan terhadap narasi drama Korea.
SOLUSI KRISIS SPIRITUAL MODERN DALAM PERSPEKTIF IBN MISKAWAI Mohammad Rizki Annurrochman; Maudhunatun Nabila; Putri Roudhotul Fadhilah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.12453

Abstract

ABSTRACT Digital life has expanded the spaces in which young people interact, while simultaneously exposing them to stimuli that may challenge self-control, value orientation, and moral-spiritual resilience. Within this context, Ibn Miskawaih’s thought offers a perspective through which moral issues can be understood from the ordering of the soul to the formation of behavior. This study examines scholarly literature and Tahdzib al-Akhlak to reconstruct the relationship among balance of the soul, control of desires, habituation of moral conduct, and purification of the soul in addressing the moral crisis of the digital era. A search through Google Scholar, SINTA, and GARUDA identified 80 articles; after removing 7 duplicates, 30 articles were ultimately included in the synthesis. The data were analyzed qualitatively through content analysis, coding, thematic grouping, cross-source comparison, and critical interpretation. The synthesis indicates that these four concepts form a sequence moving from the ordering of inner conditions and regulation of desires to the formation of ethical habits and the strengthening of moral-spiritual orientation. This framework provides a conceptual foundation for character education aimed at developing students’ ability to regulate impulses, respond responsibly to the digital environment, and reflect on moral choices. Future research should empirically examine this framework across diverse educational contexts. ABSTRAK Kehidupan digital memperluas ruang interaksi generasi muda, tetapi sekaligus mempertemukan mereka dengan rangsangan yang dapat menguji pengendalian diri, orientasi nilai, dan ketahanan moral-spiritual. Dalam konteks tersebut, pemikiran Ibn Miskawaih menawarkan perspektif yang memungkinkan persoalan moral dibaca dari keteraturan jiwa hingga pembentukan perilaku. Penelitian ini menelaah literatur ilmiah dan karya Tahdzib al-Akhlak untuk merekonstruksi hubungan antara keseimbangan jiwa, pengendalian nafsu, pembiasaan akhlak, dan penyucian jiwa dalam menghadapi krisis moral era digital. Penelusuran melalui Google Scholar, SINTA, dan GARUDA menemukan 80 artikel, dengan 7 artikel duplikat dikeluarkan dan 30 artikel akhirnya digunakan dalam sintesis. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui content analysis, coding, pengelompokan tematik, perbandingan antarsumber, dan interpretasi kritis. Sintesis memperlihatkan bahwa keempat konsep tersebut membentuk rangkaian yang bergerak dari penataan kondisi batin, pengelolaan dorongan, pembentukan kebiasaan etis, hingga penguatan orientasi moral-spiritual. Kerangka ini memberikan landasan konseptual bagi pendidikan karakter untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola dorongan, merespons lingkungan digital secara bertanggung jawab, dan melakukan refleksi atas pilihan moral. Penelitian selanjutnya perlu menguji kerangka tersebut secara empiris dalam konteks pendidikan yang berbeda.
PEMILIHAN DESTINASI WISATA TERBAIK DI KABUPATEN TUBAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY AHP DAN FUZZY VIKOR Wahyu Indah Wulansari; Dwi Nur Yunianti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14040

Abstract

Tourism is one of the sectors that plays an important role in supporting regional economic development. Tuban Regency has various tourist destinations with different characteristics in terms of ticket prices, services, road accessibility, completeness of public facilities, safety, and cleanliness, making it difficult for tourists to determine destinations that suit their preferences. This study aims to determine criteria weights using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) method and rank the best tourist destinations in Tuban Regency using the Fuzzy Vise Kriterijumska Optimizacija Kompromisno Resenje (Fuzzy VIKOR) method. The study involved six tourist destination alternatives evaluated based on six criteria. Data were collected through an online questionnaire distributed to 106 respondents and analyzed using Fuzzy AHP to determine criteria weights and Fuzzy VIKOR to rank the alternatives. The results showed that safety was the most important criterion with the highest weight (0.236), followed by cleanliness (0.216) and completeness of public facilities (0.170). The ranking results indicated that Suruan Ecopark achieved the lowest compromise index value (Qi = 0.042), placing it in the first rank, followed by Ekowisata Silowo (Qi = 0.069) and Wisata Pelang (Qi = 0.113). The VIKOR condition evaluation revealed that the Acceptable Advantage condition was not satisfied, while the Acceptable Stability condition was satisfied, resulting in three compromise solution alternatives: Suruan Ecopark, Ekowisata Silowo, and Wisata Pelang. The findings demonstrate that the integration of Fuzzy AHP and Fuzzy VIKOR provides a systematic approach for generating recommendations on the best tourist destinations in Tuban Regency through criteria weighting and alternative ranking. ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah. Kabupaten Tuban memiliki beragam destinasi wisata dengan karakteristik yang berbeda berdasarkan aspek harga tiket masuk, pelayanan, kemudahan akses jalan, kelengkapan fasilitas umum, keamanan, dan kebersihan sehingga wisatawan sering mengalami kesulitan dalam menentukan destinasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bobot kriteria menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) serta menentukan peringkat destinasi wisata terbaik di Kabupaten Tuban menggunakan metode Fuzzy Vise Kriterijumska Optimizacija Kompromisno Resenje (Fuzzy VIKOR). Penelitian ini menggunakan enam alternatif destinasi wisata yang dinilai berdasarkan enam kriteria. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 106 responden dan dianalisis menggunakan Fuzzy AHP untuk menentukan bobot kriteria serta Fuzzy VIKOR untuk menentukan peringkat alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan merupakan kriteria dengan bobot tertinggi (0,236), diikuti kebersihan (0,216) dan kelengkapan fasilitas umum (0,170). Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa Suruan Ecopark memperoleh nilai indeks kompromi (Qi) terkecil sebesar 0,042 sehingga menempati peringkat pertama, diikuti Ekowisata Silowo (Qi = 0,069) dan Wisata Pelang (Qi = 0,113). Pengujian kondisi VIKOR menunjukkan bahwa syarat Acceptable Advantage tidak terpenuhi, sedangkan syarat Acceptable Stability terpenuhi, sehingga diperoleh tiga alternatif solusi kompromi, yaitu Suruan Ecopark, Ekowisata Silowo, dan Wisata Pelang. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi metode Fuzzy AHP dan Fuzzy VIKOR mampu menghasilkan rekomendasi destinasi wisata terbaik di Kabupaten Tuban melalui pembobotan kriteria dan pemeringkatan alternatif secara sistematis.
GAMBARAN PEMERIKSAAN RHEUMATOID FACTOR PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA Widya Kartika Sari; Evy Diah Woelansari; Museyaroh Museyaroh; Dwi Krihariyani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14049

Abstract

Rheumatoid Factor (RF) is an autoantibody commonly used as a supporting laboratory test for the identification of Rheumatoid Arthritis (RA). Rheumatoid Arthritis is an autoimmune disease characterized by chronic inflammation of the joints and may occur among older adults. This study aimed to describe the results of Rheumatoid Factor examination among elderly individuals in the working area of Pucang Sewu Public Health Center, Surabaya. This study employed a descriptive design involving 34 elderly respondents selected using purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Rheumatoid Factor examination was performed using the latex agglutination method. Samples with reactive results were subsequently examined using a semi-quantitative method to determine the Rheumatoid Factor titer. Data were analyzed descriptively and presented in frequency distribution tables based on Rheumatoid Factor results, sex, and age group. The results showed that 31 respondents (91.2%) had negative Rheumatoid Factor results, while 3 respondents (8.8%) had positive results. All respondents with positive results had a Rheumatoid Factor titer of 16 IU/mL. Based on sex, all positive results were found among male respondents. Based on age group, positive results were found among respondents aged 60–69 years and 80–89 years. It can be concluded that most elderly individuals in the working area of Pucang Sewu Public Health Center, Surabaya, had negative Rheumatoid Factor results, while a small proportion had positive results with low titers. ABSTRAK Rheumatoid Factor (RF) merupakan salah satu autoantibodi yang digunakan sebagai pemeriksaan penunjang dalam identifikasi Rheumatoid Arthritis (RA). Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis pada sendi dan dapat ditemukan pada kelompok lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan Rheumatoid Factor pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan melibatkan 34 responden lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan Rheumatoid Factor dilakukan menggunakan metode aglutinasi lateks. Sampel dengan hasil reaktif selanjutnya diperiksa secara semikuantitatif untuk menentukan titer Rheumatoid Factor. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berdasarkan hasil pemeriksaan Rheumatoid Factor, jenis kelamin, dan kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 responden (91,2%) memiliki hasil Rheumatoid Factor negatif, sedangkan 3 responden (8,8%) menunjukkan hasil positif. Seluruh responden dengan hasil positif memiliki titer Rheumatoid Factor sebesar 16 IU/mL. Berdasarkan jenis kelamin, seluruh hasil positif ditemukan pada responden laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, hasil positif ditemukan pada kelompok usia 60–69 tahun dan 80–89 tahun. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lansia di wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu Surabaya memiliki hasil Rheumatoid Factor negatif, sedangkan sebagian kecil menunjukkan hasil positif dengan titer rendah.
REPRESENTASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL TOKOH UTAMA DALAM FILM RUMAH UNTUK ALIE MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Arun Yudha Safiudin Putra; Dipo Krishyudi Ono; Jati Noegroho
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14311

Abstract

Mental health disorders have become an increasingly prominent theme in Indonesian cinema, one of which is portrayed in the film Rumah untuk Alie through the psychological pressure experienced by the main character due to repeated family conflict and emotional violence. This study aims to analyze the representation of the main character's mental health disorder in the film through visual communication elements and to interpret the visual signs leading to the characteristics of Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) symptoms using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. This research employs a descriptive qualitative approach within an interpretive paradigm. Data were collected through documentation in the form of scene screenshots representing the character's psychological condition, repeated observation of the film, and interviews with the screenwriter and a psychologist as supporting data. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, and were then interpreted through the concepts of representamen, object, and interpretant classified into icons, indexes, and symbols. The findings show that Rumah untuk Alie represents PTSD symptoms such as intrusive memory, hyperarousal, freeze response, emotional numbing, and social withdrawal through facial expressions, body language, color, lighting, and spatial and frame composition. Icons appear through the character's facial expressions and gestures, indexes reveal the causal relationship between traumatic events and emotional responses, while symbols are constructed through color, lighting, and spatial arrangement that convey isolation and longing for the mother figure. The study concludes that the film not only presents family conflict as its storyline but also positions visual communication as a medium for deeply representing the character's psychological condition. ABSTRAK Gangguan kesehatan mental menjadi salah satu isu yang semakin banyak diangkat dalam industri perfilman Indonesia, salah satunya melalui film Rumah untuk Alie yang menggambarkan tekanan psikologis tokoh utama akibat konflik keluarga dan kekerasan emosional yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gangguan kesehatan mental tokoh utama dalam film tersebut melalui elemen komunikasi visual, serta memaknai tanda visual yang mengarah pada karakteristik gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa tangkapan layar adegan yang merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, observasi terhadap tayangan film secara berulang, serta wawancara dengan pengamat film dan psikolog sebagai data pendukung. Data dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dimaknai melalui konsep representamen, objek, dan interpretan yang diklasifikasikan ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Rumah untuk Alie merepresentasikan gejala PTSD berupa intrusive memory, hyperarousal, freeze response, emotional numbing, dan social withdrawal melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, warna, pencahayaan, serta komposisi ruang dan frame. Ikon ditunjukkan melalui ekspresi wajah dan gestur tubuh tokoh, indeks memperlihatkan hubungan sebab-akibat antara peristiwa traumatis dan respons emosional, sedangkan simbol dibangun melalui warna, pencahayaan, dan tata ruang yang memaknai keterasingan serta kerinduan terhadap sosok ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya menghadirkan konflik keluarga sebagai alur cerita, tetapi juga menjadikan komunikasi visual sebagai media representasi kondisi psikologis tokoh secara mendalam.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN DAN ANTIBODI HEPATITIS C VIRUS PADA IBU HAMIL Vela Navira Rezi; Evy Diah Woelansari; Ratno Tri Utomo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14316

Abstract

Hepatitis B and Hepatitis C remain public health problems that may cause serious complications in pregnant women and fetuses and can also be transmitted vertically from mother to baby. Early detection through laboratory examination during pregnancy is essential as an effort to prevent transmission and provide optimal management. This study aimed to determine the results of Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) and Hepatitis C Virus Antibody (Anti-HCV) examinations among pregnant women at Manding Public Health Center, Sumenep Regency. The study sample consisted of 32 pregnant women in the first and second trimesters who underwent laboratory examinations at Manding Public Health Center. The samples were selected using a purposive sampling technique based on the inclusion and exclusion criteria. Primary data were obtained from blood plasma samples examined using the immunochromatographic method (rapid test) according to standard operating procedures. Data were analyzed using descriptive methods to describe the frequency distribution of reactive and non-reactive results for HBsAg and Anti-HCV testing. This study was conducted at the Laboratory of Manding Public Health Center, Sumenep Regency, from February 1–28, 2026. The results showed that among 32 respondents, all obtained non-reactive HBsAg results (100%) and all Anti-HCV results were also non-reactive (100%). ABSTRAK Hepatitis B dan Hepatitis C masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada ibu hamil maupun janin, serta dapat ditularkan secara vertikal dari ibu ke bayi. Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium pada masa kehamilan sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan serta penanganan yang optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) dan Antibodi Hepatitis C Virus (Anti-HCV) pada ibu hamil di Puskesmas Manding, Kabupaten Sumenep. Sampel penelitian terdiri dari 32 ibu hamil trimester I dan II yang menjalani pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Manding, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data primer diperoleh dari plasma darah yang diperiksa menggunakan metode immunokromatografi (rapid test) sesuai standar operasional prosedur. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi hasil  reaktif dan non-reaktif pada pemeriksaan HBsAg dan Anti-HCV. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Puskesmas Manding Kabupaten Sumenep pada periode 1-28 Februari 2026. Hasil menunjukkan bahwa dari 32 responden, seluruhnya mendapatkan hasil HBsAg non-reaktif (100%) dan hasil Anti-HCV non-reaktif (100%).
PERTANIAN LAHAN KERING SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN BAGI MASYARAKAT PETANI DI KABUPATEN NAGEKEO Maria Soik Manehat
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14335

Abstract

ABSTRACT The utilization of dryland areas in Nagekeo Regency is challenged by variations in biophysical conditions as well as differences in farmers’ adaptive capacities. This study examines land potential, suitable food crop options, farming feasibility, and development directions using a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Data were collected through land surveys, farmer questionnaires, in-depth interviews, observations, and secondary data on climate, soil, production, and land utilization. The research areas were selected using purposive sampling, while farmer respondents were determined through proportional stratified random sampling; the number of respondents was not specified in the available research source. The analysis combined land suitability evaluation, R/C ratio, and SWOT analysis to examine the relationship between land capacity, farm profitability, and development needs. Sorghum and pigeon pea demonstrated strong adaptive potential in areas experiencing drought stress. Economically, maize recorded an R/C ratio of 1.42, sorghum 1.85, and legumes 1.30. These findings point toward a development strategy that integrates soil and water conservation, commodity diversification, increased post-harvest value addition, and strengthened farmer institutions. This approach offers opportunities to optimize dryland utilization while strengthening food security and the economic sustainability of Nagekeo farmers amid water constraints and production pressures on dryland areas. ABSTRAK Pemanfaatan lahan kering di Kabupaten Nagekeo menghadapi keragaman kondisi biofisik sekaligus perbedaan kemampuan petani dalam beradaptasi. Penelitian ini menelaah potensi lahan, pilihan komoditas pangan yang sesuai, kelayakan usaha tani, dan arah pengembangannya melalui pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data dikumpulkan melalui survei lahan, kuesioner petani, wawancara mendalam, observasi, dan data sekunder tentang iklim, tanah, produksi, serta pemanfaatan lahan. Wilayah penelitian dipilih secara purposive, sedangkan petani responden ditentukan dengan proportional stratified random sampling; jumlah responden tidak tercantum dalam sumber penelitian yang tersedia. Analisis memadukan evaluasi kesesuaian lahan, R/C ratio, dan SWOT untuk membaca keterkaitan antara kapasitas lahan, keuntungan usaha, dan kebutuhan pengembangan. Sorgum dan kacang gude memperlihatkan prospek adaptasi yang kuat pada wilayah yang mengalami cekaman kekeringan. Dari sisi ekonomi, jagung mencatat R/C ratio 1,42, sorgum 1,85, dan kacang-kacangan 1,30. Temuan tersebut mengarah pada strategi yang menempatkan konservasi tanah dan air, diversifikasi komoditas, peningkatan nilai tambah pascapanen, serta penguatan kelembagaan petani sebagai satu kesatuan. Pendekatan ini membuka peluang optimalisasi lahan kering sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi petani Nagekeo dalam menghadapi keterbatasan air dan tekanan produksi pada lahan kering.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DI KELAS IV SDN KARANGTENGAH Alsya Nabilah; Febri Fajar Pratama; Hatma Heris Mahendra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14627

Abstract

Social skills are important competencies that students need to develop to support successful learning. Preliminary observations in Grade IV at SDN Karangtengah indicated that students’ social skills needed improvement, particularly in communication, cooperation, and empathy. This study aimed to improve students’ social skills through the implementation of the role playing method in learning about Indonesia’s Cultural Diversity in IPAS (Integrated Science and Social Studies) in Grade IV at SDN Karangtengah. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, which was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 30 students, consisting of 11 male and 19 female students, selected using a total sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the role playing method improved students’ social skills. The achievement of the social skills indicators increased from 33.33% in the pre-action stage to 56.67% in Cycle I, representing an improvement of 23.34% from the initial condition. Following improvements to the learning process in Cycle II, the achievement increased to 93.33%, exceeding the predetermined success criterion of 80%. Therefore, the role playing method was effective in improving students’ social skills in IPAS learning on the topic of Indonesia’s Cultural Diversity in Grade IV at SDN Karangtengah. ABSTRAK Keterampilan sosial merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas IV SDN Karangtengah, keterampilan sosial peserta didik masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik melalui penerapan metode role playing pada materi Kekayaan Budaya Indonesia dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Karangtengah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 peserta didik, terdiri atas 11 laki-laki dan 19 perempuan, yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing mampu meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Ketuntasan indikator keterampilan sosial pada tahap pratindakan mencapai 33,33%, meningkat menjadi 56,67% pada siklus I atau mengalami peningkatan sebesar 23,34% dari kondisi awal. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, ketuntasan meningkat menjadi 93,33% dan telah melampaui indikator keberhasilan penelitian sebesar 80%. Dengan demikian, metode role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial peserta didik pada pembelajaran IPAS materi Kekayaan Budaya Indonesia di kelas IV SDN Karangtengah.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PENYIDIK DAN PENYIDIK PEMBANTU RESERSE NARKOBA DI WILAYAH HUKUM POLDA KALSEL Teguh Nugroho; Julaibib Julaibib; Fikrie Fikrie
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14696

Abstract

ABSTRACT Job satisfaction among police personnel is an important aspect because it is associated with the effective performance of duties in a work environment characterized by high demands, pressure, and operational risks. Within this context, organizational commitment is regarded as a psychological factor that may shape personnel’s positive evaluation of their work. This study examined the effect of organizational commitment on the job satisfaction of investigators and assistant investigators of the Narcotics Investigation Unit within the jurisdiction of the South Kalimantan Regional Police. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 91 personnel selected through total sampling. Data were collected using organizational commitment and job satisfaction scales based on a Likert format and were analyzed using simple linear regression with JASP version 0.96.0. The analysis produced a correlation coefficient of R = 0.829 and a coefficient of determination of R² = 0.688. The regression coefficient test yielded t = 14.00 with p < 0.001, while the regression coefficient of 1.001 indicated a positive direction of association. These findings confirm that higher organizational commitment is associated with greater job satisfaction among police personnel. Therefore, strengthening personnel’s attachment to the organization may serve as a strategic consideration in human resource management within police units characterized by high-risk operational responsibilities. ABSTRAK Kepuasan kerja personel kepolisian menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan keberlangsungan pelaksanaan tugas dalam lingkungan kerja yang memiliki tuntutan, tekanan, dan risiko operasional. Dalam konteks tersebut, komitmen organisasi dipandang sebagai faktor psikologis yang berpotensi membentuk penilaian positif personel terhadap pekerjaannya. Penelitian ini berfokus pada pengujian pengaruh komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja penyidik dan penyidik pembantu Reserse Narkoba di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 91 personel melalui teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan skala komitmen organisasi dan skala kepuasan kerja berbentuk Likert, kemudian dianalisis melalui regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.96.0. Analisis menghasilkan koefisien korelasi sebesar R = 0,829 dan koefisien determinasi sebesar R² = 0,688. Pengujian koefisien regresi menunjukkan nilai t = 14,00 dengan p < 0,001, sedangkan koefisien regresi sebesar 1,001 menunjukkan arah hubungan positif. Temuan tersebut menegaskan bahwa peningkatan komitmen organisasi berkaitan dengan meningkatnya kepuasan kerja personel. Dengan demikian, penguatan keterikatan personel terhadap organisasi dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia pada satuan kepolisian dengan karakteristik tugas berisiko tinggi.
PSYCHOLOGICAL SAFETY SEBAGAI DETERMINAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN KINERJA KARYAWAN: SEBUAH LITERATURE REVIEW Irma Suwarning Dyastuti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14784

Abstract

ABSTRACT The increasingly complex work environment requires organizations to establish working conditions that not only focus on achieving performance targets but also support employee engagement and performance. Although research on psychological safety has continued to develop, previous findings remain fragmented across its relationships with employee engagement, leadership, work behavior, and performance in specific organizational contexts. This article aims to synthesize the role of psychological safety as a determinant of employee engagement and employee performance while identifying organizational factors that support its development. This study employed a descriptive qualitative literature review. Articles were retrieved from Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, ProQuest, and Google Scholar, covering publications from 2021 to 2026. The selection process followed the stages of identification, screening, eligibility assessment, and final article selection based on the PRISMA 2020 guidelines, followed by a narrative synthesis. The findings indicate that psychological safety functions as a psychosocial mechanism linking the quality of the organizational environment with employees’ willingness to participate, employee engagement, innovative behavior, and job performance. Inclusive leadership, organizational support, open communication, and a positive organizational culture were identified as key factors supporting its development. The study concludes that psychological safety should be integrated into human resource management strategies as a foundation for strengthening sustainable employee engagement and performance. ABSTRAK Perubahan lingkungan kerja yang semakin kompleks menuntut organisasi membangun kondisi kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga mendukung keterlibatan dan kinerja karyawan. Meskipun kajian mengenai psychological safety terus berkembang, temuan sebelumnya masih tersebar pada hubungan dengan employee engagement, kepemimpinan, perilaku kerja, atau kinerja dalam konteks organisasi tertentu. Artikel ini bertujuan menyintesis peran psychological safety sebagai determinan employee engagement dan kinerja karyawan sekaligus mengidentifikasi faktor organisasional yang mendukung pembentukannya. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, ProQuest, dan Google Scholar terhadap publikasi periode 2021–2026. Proses seleksi mengikuti tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan artikel sesuai pedoman PRISMA 2020, kemudian dianalisis menggunakan sintesis naratif (narrative synthesis). Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological safety berperan sebagai mekanisme psikososial yang menghubungkan kualitas lingkungan organisasi dengan keberanian berpartisipasi, employee engagement, perilaku inovatif, dan kinerja karyawan. Kepemimpinan inklusif, dukungan organisasi, komunikasi terbuka, serta budaya kerja positif menjadi faktor penting dalam pembentukannya. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengembangan psychological safety perlu diintegrasikan ke dalam strategi manajemen sumber daya manusia sebagai landasan penguatan keterlibatan dan kinerja secara berkelanjutan.