cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 42 Documents clear
EVALUASI KINERJA GURU DI MIS AL-MUKHLISIN KOTA JAMBI Susanti, Try; Nur Aziszah, Selvia; Apriyanti, Mia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6064

Abstract

This study evaluates teacher performance at MIS Al-Mukhlisin Jambi based on four core competencies: pedagogical, professional, social, and personal. It addresses gaps in current evaluation practices that remain administrative, exclude stakeholder input, and underutilize digital tools. Using a qualitative descriptive method, data were collected from six teachers, one principal, and ten students through observations, semi-structured interviews, and documentation. Analysis followed Miles and Huberman's thematic model. Findings show that 67% of teachers prepared structured lesson plans, yet 60% struggled with differentiated instruction. Only 40% regularly used digital resources, while 75% showed strong discipline and commitment. Authoritarian communication styles and limited stakeholder involvement were noted. The study recommends participatory, LMS-based evaluation strategies and enhanced evaluator training to improve teacher assessment and continuous professional growth. ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi kinerja guru di MIS Al-Mukhlisin Jambi berdasarkan empat kompetensi inti: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Penelitian ini merespons kesenjangan dalam praktik evaluasi yang masih bersifat administratif, belum melibatkan pemangku kepentingan, dan kurang memanfaatkan teknologi digital. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari enam guru, satu kepala sekolah, dan sepuluh siswa melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model tematik Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa 67% guru menyusun rencana pembelajaran secara terstruktur, namun 60% masih kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hanya 40% guru yang rutin menggunakan sumber belajar digital, sementara 75% menunjukkan disiplin dan komitmen yang kuat. Ditemukan pula gaya komunikasi otoriter dan minimnya keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan strategi evaluasi partisipatif berbasis LMS serta peningkatan pelatihan evaluator untuk memperkuat penilaian kinerja dan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
LISTENING MADE FUN: HOW SHORT ENGLISH CARTOONS ENHANCE YOUNG LEARNERS’ COMPREHENSION Eka Putri, Zifa; Nuriska Cahyanti, Dian; Aida, Nida; Hidayani, Selnistia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6084

Abstract

This study aims to examine how short English cartoon media enhance elementary school students' listening skills, addressing a research gap where previous studies primarily focused on motivation rather than measurable listening performance. This study adopts an embedded mixed-method design, collecting quantitative data via 10-item multiple-choice pre- and post-listening tests, and qualitative data from semi-structured interviews. The study involved 26 fifth-grade students at Curug State Elementary School, Serang, Banten. Learners received a cartoon video-based treatment using age-appropriate content such as Dora the Explorer and Peppa Pig. Quantitative results show an increase in average scores from 34.62 (pre-test) to 78.46 (post-test). Qualitative findings reveal that students comprehend material better through video than audio alone, gain new vocabulary, and are more enthusiastic due to the combination of audio, visuals, and on-screen text. These findings support the Cognitive Theory of Multimedia Learning and Dual Coding Theory, affirming the importance of multimodal approaches for young English learners. Overall, short cartoons are shown to be an effective and enjoyable method to boost listening comprehension and learner motivation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana media kartun Bahasa Inggris pendek meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa sekolah dasar, mengatasi kesenjangan penelitian di mana penelitian sebelumnya terutama berfokus pada motivasi daripada kinerja mendengarkan yang terukur. Penelitian ini mengadopsi desain metode campuran tertanam, mengumpulkan data kuantitatif melalui tes pilihan ganda 10-item sebelum dan sesudah mendengarkan, dan data kualitatif dari wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini melibatkan 26 siswa kelas lima di Sekolah Dasar Negeri Curug, Serang, Banten. Pembelajar menerima perawatan berbasis video kartun menggunakan konten yang sesuai dengan usia seperti Dora the Explorer dan Peppa Pig. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 34,62 (pra-tes) menjadi 78,46 (pasca-tes). Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa siswa memahami materi lebih baik melalui video daripada audio saja, memperoleh kosakata baru, dan lebih antusias karena kombinasi audio, visual, dan teks di layar. Temuan ini mendukung Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia dan Teori Pengodean Ganda, yang menegaskan pentingnya pendekatan multimoda bagi pelajar bahasa Inggris muda. Secara keseluruhan, kartun pendek terbukti menjadi metode yang efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan dan motivasi belajar.
PERAN KEGIATAN PEMBIASAAN PAGI DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI KARAKTER DI SDN KANGGRAKSAN Pirmansyah, Drajat; Kurniasih, Nita; Ikrimah, Ikrimah; Prastika, Varenezza; Khodari, Rahmad
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6232

Abstract

This study aims to examine the implementation of morning routines at Kanggraksan State Elementary School in fostering character values among students, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that morning routine activities are conducted regularly and systematically with a variety of activities such as flag ceremonies, morning prayers, literacy, istighosah, infaq, gymnastics, and cleaning activities that effectively instill religious values, discipline, responsibility, independence, nationalism, and social awareness. The success of this program is supported by the active involvement of teachers, school principals, student participation, parental support, and the role of external parties such as PLP students. However, there are challenges such as the lack of discipline among some students and the tardiness of staff, which require strengthening consistency. Overall, morning routines play a strategic role in shaping positive character traits in students, reflecting behavioral changes toward greater discipline, self-confidence, independence, and concern for the surrounding environment. These findings underscore the importance of morning routines as an integral part of character education in elementary schools ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan pembiasaan pagi di SD Negeri Kanggraksan dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan pagi berjalan rutin dan terstruktur dengan variasi aktivitas seperti upacara bendera, doa pagi, literasi, istighosah, infaq, senam, dan kegiatan kebersihan yang efektif menanamkan nilai religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Keberhasilan program ini didukung oleh keterlibatan aktif guru, kepala sekolah, partisipasi siswa, dukungan orang tua, serta peran pihak eksternal seperti mahasiswa PLP. Namun, terdapat hambatan berupa kurang tertibnya sebagian siswa dan keterlambatan petugas yang memerlukan penguatan konsistensi. Secara keseluruhan, pembiasaan pagi berperan strategis dalam pembentukan karakter positif siswa yang mencerminkan perubahan perilaku menjadi lebih disiplin, percaya diri, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Temuan ini menegaskan pentingnya pembiasaan pagi sebagai bagian integral dari pendidikan karakter di sekolah dasar.
MEDIA POHON KEJUJURAN UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER JUJUR SISWA SEKOLAH DASAR Wahyudi, Ziyad Abyan; Ningsih, Widia; Kurniasih, Nita; Ikrimah, Ikrimah; Luthfiyah, Luthfiyah; Hayati, Auliya Aenul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6233

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the “honesty tree” media as a means of building honest character in fifth-grade elementary school students. The study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through questionnaires and interviews, which were conducted at SDN 3 Kasugengan Lor. The results of the study indicate that most students demonstrate positive attitudes toward the value of honesty, both in academic activities such as completing assignments, in social interactions with peers, and in participating in other school activities. The “honesty tree” medium was deemed effective because it presents the value of honesty in a visual and interactive manner, thereby capturing students' interest and encouraging them to be more open and reflective about their behavior. The role of teachers is highly significant in guiding and setting an example, while support from the school environment further strengthens the process of cultivating honest behavior. Additionally, collaboration between schools, parents, and the community is an important supporting factor in instilling the value of honesty as part of educational culture. With the appropriate use of educational media and a supportive environment, honest character can be consistently shaped and instilled from a young age, providing a strong foundation for children's moral development in the future. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media “pohon kejujuran” sebagai sarana pembentukan karakter jujur pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan wawancara, yang dilaksanakan di SDN 3 Kasugengan Lor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif terhadap nilai kejujuran, baik dalam aktivitas akademik seperti mengerjakan tugas, dalam interaksi sosial dengan teman sebaya, maupun dalam mengikuti kegiatan sekolah lainnya. Media “pohon kejujuran” dinilai efektif karena menyajikan nilai kejujuran secara visual dan interaktif, sehingga mampu menarik minat siswa dan mendorong mereka untuk lebih terbuka serta reflektif terhadap perilaku mereka. Peran guru sangat signifikan dalam membimbing serta memberikan keteladanan, sementara dukungan dari lingkungan sekolah turut memperkuat proses pembiasaan perilaku jujur. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor pendukung penting dalam menanamkan nilai kejujuran sebagai bagian dari budaya pendidikan. Dengan penerapan media pembelajaran yang tepat serta lingkungan yang mendukung, karakter jujur dapat dibentuk dan ditanamkan secara konsisten sejak usia dini, sehingga memberi fondasi kuat bagi perkembangan moral anak di masa depan.
PERAN PRAKTIK-PRAKTIK PEMBIASAAN DAN KEBIASAAN POSITIF DI SEKOLAH PADA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Habiibah, Habiibah; Muniifah, Muniifah; Ningsih, Widia; Luthfiyah, Luthfiyah; Zahro, Hani Muslihatun; Sitarianti, Tiyas Febbi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6234

Abstract

This study aims to analyze positive habits and practices in the school environment in order to shape students' character. The study was conducted at SDN Pelandakan 1 using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation of habit-forming activities such as flag ceremonies, religious activities, the 3S culture (Smile, Greet, Greet), student collaboration, as well as habits related to cleanliness and ethics. The results of the study indicate that consistent habit-forming practices play an important role in instilling character values, including discipline, responsibility, honesty, care for the environment, and respect for others. The roles of teachers, principals, and the entire school community are central as role models and drivers of positive culture. Additionally, parental involvement in the character education process further enhances the effectiveness of habit formation. In conclusion, positive habit formation integrated into daily school activities creates a conducive learning environment that supports the development of students with strong character, independence, and the ability to face future challenges ethically and with dignity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di lingkungan sekolah dalam rangka membentuk karakter siswa. Studi dilakukan di SDN Pelandakan 1 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas pembiasaan seperti upacara bendera, kegiatan keagamaan, budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam), kerja sama antar siswa, serta kebiasaan menjaga kebersihan dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter, antara lain disiplin, tanggung jawab, kejujuran, peduli terhadap lingkungan, dan sikap hormat terhadap sesama. Peran guru, kepala sekolah, serta seluruh warga sekolah sangat sentral sebagai teladan dan penggerak budaya positif. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan karakter turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Kesimpulannya, pembiasaan positif yang terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari di sekolah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pembentukan pribadi siswa yang berkarakter kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan secara etis dan bermartabat.
STRATEGI KARTU PERAN UNTUK MENANAMKAN NILAI RESPECT PADA SISWA KELAS 6 SD Efendi, Khoerunnisa Utami Putri; Maula, Sabrina Syarifatul; Bella, Adinda; Hombing, Indah Permatasari Br; Yoannisa, Aurel Resma; Hayati, Auliya Aenul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6235

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of Respect Value Cards in instilling respect values in sixth-grade students at SDN Kartini 2 Elementary School in Cirebon City. The background of this study is the gap between the character values targeted in the curriculum and the reality of student behavior, particularly in terms of mutual respect. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, questionnaires, and interviews. The role-playing cards developed contain social instructions and reflective questions that encourage students to directly experience situations requiring respectful behavior. Observation and questionnaire results indicate that the majority of students exhibit positive behavioral changes, such as speaking more politely, respecting teachers and peers, and demonstrating empathy during group discussions. Most students also rated the media as interesting, easy to use, and relevant to their daily lives. These findings indicate that interactive and contextual role-playing cards can be an effective alternative in character education, especially for students aged 10–12 years. This study also highlights the importance of participatory and emotional approaches in fostering strong character development. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas media Kartu Nilai Respect dalam menanamkan nilai karakter respect pada siswa kelas VI SDN Kartini 2 Kota Cirebon. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara nilai karakter yang ditargetkan dalam kurikulum dengan realitas perilaku siswa, khususnya dalam hal sikap saling menghargai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan wawancara. Media kartu peran yang dikembangkan berisi instruksi sosial dan pertanyaan reflektif yang mendorong siswa untuk mengalami langsung situasi yang menuntut sikap respect. Hasil observasi dan angket menunjukkan bahwa mayoritas siswa menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti lebih sopan dalam berbicara, menghormati guru dan teman, serta menunjukkan empati dalam diskusi kelompok. Sebagian besar siswa juga menilai media ini menarik, mudah digunakan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa media kartu peran yang interaktif dan kontekstual dapat menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran karakter, khususnya untuk siswa usia 10–12 tahun. Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif dan emosional dalam membentuk karakter yang berakar kuat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA KARTU KUARTET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Karim, Amna; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6258

Abstract

This study aims to improve reading skills through Quartet Cartoon Media in fourth grade students of SDN 9 Dungaliyo. The research method used is Classroom Action Research (CAR) using observation data collection techniques, reading tests and documentation with the research subjects of fourth grade students at SDN 9 Dungaliyo, Gorontalo Regency. The results of the study showed that in the initial observation that out of 19 students who were able to read only 8 students or 44%. In cycle I meeting 1, there were 8 students or 44% who were able to read and there were 11 students or 61% who were not yet able to read. In cycle I meeting 2, there were 12 students or 67% who were able to read and 7 or 35% of students were not yet able to read. In cycle II, there was a significant increase, namely 16 students were able with a percentage of 85% and there were 3 students with a percentage of 17% who were not yet able to read. Based on the results of the study, it can be concluded that through Quartet Card Media, students' reading ability in story texts in fourth grade at SDN 9 Dungaliyo, Gorontalo Regency can be improved. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui Media Kartun Kuartet pada siswa kelas IV SDN 9 Dungaliyo. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan teknik pengumpulan data observasi, tes membaca dan dokumentasi dengan subjek penelitian siswa kelas IV di SDN 9 Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal bahwa dari 19 siswa yang mampu membaca hanya 8 siswa atau 44%. Pada siklus I pertemuan 1 berjumlah 8 siswa atau 44% yang mampu membaca dan ada 11 orang siswa atau 61% yang yang belum mampu membaca. Pada siklus I pertemuan 2 siswa yang mampu membaca berjumlah 12 atau 67% dan 7 atau 35% terdapat siswa yang belum mampu membaca. Pada siklus II mengalami peningkatan secara signifikan yaitu siswa yang mampu berjumlah 16 siswa dengan presentase 85% dan terdapat 3 siswa dengan presentase 17% yang belum mampu membaca. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui Media Kartu Kuartet dapat meningkat kemampuan membaca siswa teks cerita di kelas IV SDN 9 Dungaliyo Kabupaten Gorontalo.
IMPLEMENTASI MODEL CIRC BERBANTUAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MEMBACA PEMAHAMAN PERMULAAN SISWA KELAS 1 SD Kristina, Ena Dana; Fakhruddin, Fakhruddin; Purwati, Panca Dewi; Avrilianda, Decky; Subali, Bambang
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6269

Abstract

ABSTRACT Education plays a crucial role in developing competent human resources, which is a key step toward achieving the vision of Golden Indonesia 2045. This study explores the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model supported by the Minimum Competency Assessment (AKM) to improve reading skills and motivation of first-grade students at SD Gembala Baik II. A qualitative research method with a descriptive approach was used to collect data from the principal, teachers, and parents through interviews, observations, and documentation. Informants were selected purposively, and the data were analyzed descriptively without manipulating variables to portray the implementation of the CIRC model supported by AKM in enhancing early reading comprehension and student motivation. The findings indicate that reading difficulties are largely caused by the use of conventional teaching methods. The application of the CIRC model proved effective in increasing students' motivation and learning outcomes, fostering an interactive and collaborative learning environment. These findings are expected to contribute significantly to the development of education and literacy in Indonesia. ABSTRAK Pendidikan memiliki peran krusial dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, yang merupakan langkah penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) yang berbantukan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dalam meningkatkan kemampuan membaca dan motivasi siswa kelas 1 SD di SD Gembala Baik II. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data dari kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, dan analisis dilakukan secara deskriptif tanpa manipulasi variabel untuk menggambarkan implementasi model CIRC berbantuan Asesmen Kompetensi Minimum dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar membaca pemahaman permulaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam belajar membaca sebagian besar disebabkan oleh metode konvensional yang digunakan. Penerapan Model CIRC terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan dan literasi di Indonesia.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI MEDIA KONKRET PADA SISWA KELAS V SD NEGERI Poiyo, Gita Triputri Danial; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6275

Abstract

The study aimed to improve the short story writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Telaga, Gorontalo Regency. This study utilized a classroom action research type. Data collection techniques included tests, observation, and documentation. Initial observations showed that out of 19 students, only 5 (26%) were able to write short stories, while 14 students (73%) had not yet acquired the skill. In the first cycle, first meeting, 8 students (42%) demonstrated the ability to write short stories, while 11 students (58%) did not. In the second meeting of the first cycle, 12 students (63%) were able to write short stories, with 7 students (37%) still unable. In the second cycle, the result improved, where 16 students (84%) succeeded in writing short stories, while only 3 students (16%) had not yet achieved the expected competence. Based on the findings and discussion, it can be concluded that the use of concrete media effectively enhances the short story writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Telaga, Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek melalui media konkret pada siswa kelas V SDN 2 Telaga Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, observasi dan dokumentasi. Pada observasi awal dari 19 siswa hanya 5 yang mampu menulis cerita pendek atau 26%, sedangkan yang belum mampu ada 14 siswa atau 73%. Pada siklus I pertemuan I dari 19 siswa ada 8 siswa atau 42% yang mampu  menulis cerita pendek dan 11 siswa atau 58% yang belum mampu. Pelaksanaan siklus I pertemuan II dari 19 siswa yang mampu menulis cerita pendek 12 siswa atau 63% dan  7 siswa atau 37% yang belum mampu. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dari 19 siswa yang mampu menulis cerita pendek 16 atau 84% dan yang belum 3 siswa atau 16%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan melalui media konkret dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN  2 Telaga kabupaten Gorontalo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPTIF MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS III Damulawan, Afriani Devitasari; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I.
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6408

Abstract

This classroom action research (CAR) aimed to improve the descriptive paragraph writing ability of third-grade students at SD Cokroaminoto Poyowa Besar 1, Kotamobagu City, through the use of audio-visual media. The primary problem identified was the low interest of students in writing descriptive texts. Data were collected through tests with four assessment aspects, observation, and documentation. Initial observations revealed that only 4 out of 13 students (30%) were able to write descriptive paragraphs, while 9 students (69%) were not yet capable. Following the intervention, a significant improvement was observed: in Cycle I, meeting 1, the students' ability increased to 6 students (46%), and in Cycle I, meeting 2, it further increased to 9 students (69%). The peak improvement occurred in Cycle II, where 11 out of 13 students (85%) demonstrated improved descriptive paragraph writing ability, with the remaining 2 students not yet reaching the proficient criterion. Based on this research, it is concluded that the use of audio-visual media effectively enhances the descriptive paragraph writing ability of third-grade students at SD Cokroaminoto Poyowa Besar 1, Kotamobagu City. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskriptif siswa kelas III di Sd Cokroaminoto Poyowa Besar 1 Kota Kotamobagu melalui penggunaan media Audio Visual. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya minat menulis deskripsi siswa. Data dikumpulkan melalui tes dengan empat aspek penilaian, observasi, dan dokumentasi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 4 dari 13 jumlah siswa atau (30%) yang mampu menulis paragraf deskriptif, sementara 9 orang siswa atau (69%) belum mempu menulis paragraf deskriptif. Setelah dilakukan tindakan, terjadi peningkatan yang signifikan: pada Siklus I pertemuan 1, kemampuan siswa meningkat menjadi 6 orang siswa atau (46%) dan pada Siklus I pertemuan 2 meningkat menjadi 9 orang atau (69%). Puncak peningkatan terjadi pada Siklus II dimana 11 dari 13 orang siswa atau (85%) menunjukkan peningkatan kemapuan menulis paragraf deskriptif dan 2 orang siswa lainnya yang belum mencapai kriteria mampu. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa penggunaan media Audio Visual secara efektif meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskriptif pada siswa kelas III di SD Cokroaminoto Poyowa Besar 1 Kota Kotamobagu.