cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
medscopej@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Medical Scope Journal (MSJ)
ISSN : -     EISSN : 27153312     DOI : https://doi.org/10.35790/msj
Core Subject : Health, Science,
Medical Scope Journal (MSJ) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) Komisariat Manado bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Tulisan yang dimuat dapat berupa artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.
Articles 231 Documents
Gambaran Interleukin 6 dan Hepidin pada Penyakit Kronis yang Dapat Menyebabkan Anemia Natasya G. Rorimpandey; Glady I. Rambert; Mayer F. Wowor
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45131

Abstract

Abstract: Anemia of chronic diseases is the second most common anemia after iron deficiency anemia. Hepcidin is a key factor that regulates iron metabolism, meanwhile interleukin 6 plays an important role in stimulating hepcidin mRNA. Chronic inflammation can stimulate macrophages to produce IL-6 and induce hepcidin, which will inhibit iron absorption in small intestine and also reduce iron release from macrophages resulting in anemia. This study aimed obtain the description of interleukin 6 and hepcidin in chronic diseases causing anemia inter alia tuberculosis, human immunodeficiency virus (HIV), rheumatoid arthritis (RA), inflammatory bowel disease (IBD), and systemic lupus erythematosus (SLE). This was a literature review using three databases namely PubMed, Google Scholar and Elsevier. The results obtained 15 literatures to be reviewed, consisting of three articles about tuberculosis, four articles about HIV, three articles about RA, three articles about IBD, dan two articles about SLE. Most literatures showed increased IL-6 and hepcidin levels, therefore, both could be used as diagnostic markers for anemia. Minimum and maximum levels that caused anemia in chronic diseases for IL-6 was 1.17-98.00 pg/ml and for hepcidin 0.5-228.1 ng/ml. In conclusion, in chronic diseases causing anemia, there are increases of IL-6 and hepcidin, therefore, they could be used as diagnostic markers for anemia. Keywords: interleukin 6; hepcidin; anemia of chronic diseases   Abstrak: Anemia pada penyakit kronik merupakan anemia kedua terbanyak setelah anemia defisiensi besi. Hepsidin merupakan faktor kunci yang mengatur metabolisme zat besi sedangkan interleukin 6 berperan penting dalam merangsang mRNA hepsidin. Inflamasi kronis dapat merangsang makrofag untuk memroduksi IL-6 dan menginduksi hepsidin, menghambat penyerapan besi di usus halus dan juga menurunkan pelepasan besi dari makrofag sehingga terjadi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interleukin 6 dan hepidin pada penyakit kronis yang dapat menyebabkan anemia, antara lain tuberkulosis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV), rheumatoid arthritis (RA), inflammatory bowel disease (IBD) dan systemic lupus erythematosus (SLE). Jenis penelitian ini ialah suatu literature review dengan pencarian data menggunakan tiga sumber database yaitu PubMed, Google Scholar dan Elsevier. Hasil penelitian mendapatkan 15 literatur yang dilakukan review. Terdapat tiga artikel tentang tuberkulosis, empat artikel infeksi HIV, tiga artikel RA, tiga artikel IBD, dan dua artikel SLE. Sebagian besar literatur memperlihatkan peningkatan kadar IL-6 dan hepsidin sehingga keduanya dapat dijadikan penanda diagnostik anemia pada penyakit kronis. Nilai minimum dan maksimum IL-6 pada beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan anemia ialah 1,17-98,00 pg/ml dan hepsidin 0,5-228,1 ng/ml. Simpulan penelitian ini ialah pada penyakit kronis yang dapat menyebabkan anemia terdapat peningkatan kadar IL-6 dan hepsidin sehingga keduanya dapat dijadikan penanda diagnostik anemia. Kata kunci: interleukin 6; hepsidin; anemia penyakit kronis
Karakteristik Covid-19 Varian Delta dan Varian Omicron pada Anak Manuella K. Sumakul; Novie H. Rampengan; Ronald Rompies
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45270

Abstract

Abstract: To date, COVID-19 has mutated into several types or variants. The variants of this virus, Delta and Omicron, become noticable and spread in all ages including children worldwide. Therefore, it is necessary to recognize the characteristics of these two variants in children. This study aimed to determine the characteristics of COVID-19 Delta and Omicron variants in children. This was a literature review study, performed by using PubMed, Google Scholar and ClinicalKey databases. The results obtained 12 literatures about the characteristics of the Delta and Omicron variants in children based on age, sex, clinical manifestations, and hospitalization. The Delta variant was most found in ages >5 years, male, had clinical manifestations of common symptoms associated with impaired olfactory and taste functions, and hospitalization of 2-5 days. Meanwhile, the Omicron variant was most found in ages <5 years, male, clinical manifestations of common symptoms associated with convulsion and wheezing, and hospitalization of 1-2 days. In conclusion, the age, clinical manifestations and hospitalization characteristics of the two variants are different except for sex characteristic. Keywords: characteristics of pediatric patients; COVID-19; Delta variant; Omicron variant; children   Abstrak: COVID-19 telah bermutasi menjadi beberapa jenis atau varian. Varian dari virus ini muncul dan menyebar pada semua kalangan termasuk anak di seluruh dunia; varian tersebut diantaranya varian Delta dan varian Omicron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik COVID-19 varian Delta dan varian Omicron pada anak. Jenis penelitian ialah literature review. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan basis data PubMed, Google Scholar dan ClinicalKey. Hasil penelitian mendapatkan, 12 literatur yang meneliti karakteristik COVID-19 varian Delta dan varian Omicron pada anak berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, manifestasi klinis, dan rawat inap. Varian Delta didapatkan tersering pada usia >5 tahun, jenis kelamin laki-laki, dengan manifestasi klinik berupa gejala umum serta gangguan fungsi indra penciuman dan pengecapan, dan lama rawat inap 2-5 hari. Varian Omicron didapatkan tersering pada usia <5 tahun, jenis kelamin laki-laki, dengan dengan manifestasi klinik berupa gejala umum serta kejang dan mengi, dan lama rawat inap 1-2 hari. Simpulan penelitian ini ialah karakteristik usia, manifestasi klinis dan rawat inap dari kedua varian berbeda kecuali karakteristik jenis kelamin. Kata kunci: karakteristik pasien anak; COVID-19; varian Delta; varian Omicron
Pengaruh Obesitas terhadap Laju Filtrasi Glomerulus pada Anak Pricilla W. Tangkere; Ronald Rompies; Adrian Umboh
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45274

Abstract

Abstract: Obesity is well known as an independent risk factor for chronic kidney disease, thus assessment of renal function is more essential in obese individuals. Glomerular filtration rate (GFR) is generally accepted as the best overall index of kidney function. This study aimed to evaluate the effect of obesity on glomerular filtration rate in children. This was a literature review study. The literature search was performed by using PubMed and Google Scholar databases with “Obesity AND Glomerular Filtration Rate AND Children” as its keywords. After going through the process of searching and filtering the literatures based on inclusion and exclusion criteria, the results obtained 10 literatures to be reviewed. The literatures showed that in the short to medium terms of the duration of obesity, GFR was increased. A reduction in GFR levels then could be observed if obesity persists over time. Also, in obese children, the higher the body mass index (BMI), the lower the GFR level. In conclusion, childhood obesity affects GFR level, whereas GFR level is reduced along with the increasing duration of obesity and BMI. Keywords: childhood obesity; glomerular filtration rate; risk factors   Abstrak: Obesitas merupakan faktor risiko independen dari penyakit ginjal kronis; oleh karena itu, penilaian fungsi ginjal perlu dilakukan pada individu dengan obesitas. Laju filtrasi glomerulus (LFG) merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan fungsi ginjal secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh obesitas terhadap LFG pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan basis data PubMed dan Google Scholar dengan “Obesity AND Glomerular Filtration Rate AND Children” sebagai kata kunci. Hasil penelitian mendapatkan 10 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yang kemudian dilakukan review. Pada penelitian ini didapatkan bahwa peningkatan LFG (hiperfiltrasi) terjadi pada awal masa obesitas, diikuti dengan penurunan LFG seiring bertambahnya durasi obesitas. Selain itu, pada anak dengan obesitas didapatkan bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh (IMT), maka LFG semakin rendah. Simpulan penelitian ini ialah obesitas memengaruhi LFG pada anak, yaitu nilai LFG menurun seiring dengan bertambahnya durasi obesitas dan IMT. Kata kunci: obesitas pada anak; laju filtrasi glomerulus; faktor risiko
Defisiensi Vitamin D dan Benign Paroxysmal Positional Vertigo Rekuren Deva J. Karel; Olivia C. P. Pelealu; Rizki R. Najoan
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45279

Abstract

Abstract: Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) is the most common peripheral vestibular disturbance. Recurrency of BPPV is highly reported in females and elderly group. This study aimed to evaluate the association between vitamin D deficiency and recurrent BPPV events. This was a literature review study using PubMed, ClinicalKey, and GoogleScholar databases. The results obtained 13 literatures according to the predetermined inclusion and exclusion criteria. Vitamin D deficiency caused disturbances in calcium metabolism and degradation of otoconia. Release of otoconia debris into the endolymph fluid could trigger the BPPV attack. Based on demography, recurrent BPPV was most frequent among female elderlies with osteoporosis/osteopenia. The level of 25(OH)D of recurrent BPPV group was lower than the non-recurrent BPPV group, and supplementation of vitamin D could reduce the recurrency of BPPV. In conclusion, vitamin D deficiency is one of the causes of recurrent BPPV since it affects the metabolism of calcium which is the constituent component of otoconia. Instability of otoconia will affect the release of otoconia debris into the endolymph fluid triggering the BPPV attacks and increasing the risk of recurrent BPPV. Vitamin D supplementation can reduce the BPPV recurrence level. Keywords: recurrent benign paroxysmal positional vertigo; vitamin D deficiency; calcium metabolism; female; elderly   Abstrak: Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) merupakan penyakit gangguan keseimbangan perifer yang paling sering ditemui. Rekurensi BPPV dilaporkan lebih tinggi pada kelompok wanita dan usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara defisiensi vitamin D dan kejadian BPPV rekuren. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Hasil penelitian mendapatkan 13 literatur yang ditelaah berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Pada defisiensi vitamin D terjadi gangguan metabolisme kalsium dan degradasi otokonia. Debris otokonia yang terlepas ke dalam cairan endolimf dapat memicu terjadinya serangan BPPV. Secara demografi, BPPV rekuren lebih sering dijumpai pada perempuan usia lanjut dan memiliki riwayat osteoporosis/ osteopenia. Kadar 25(OH)D pada kelompok BPPV rekuren lebih rendah dibandingkan dengan kadar 25(OH)D pada kelompok non-BPPV rekuren, dan pemberian suplementasi vitamin D dapat menurunkan tingkat rekurensi pasien BPPV. Simpulan penelitian ini ialah defisiensi vitamin D merupakan salah satu penyebab dari perjalanan penyakit BPPV menjadi rekuren. Defisiensi vitamin ini memengaruhi metabolisme kalsium yang merupakan komponen penyusun otokonia. Instabilitas otokonia akan memengaruhi pelepasan debris ke cairan endolimf sehingga mencetuskan serangan BPPV dan meningkatkan risiko terjadinya BPPV rekuren. Pemberian suplementasi vitamin D dapat menurunkan tingkat rekurensi BPPV. Kata kunci: benign paroxysmal positional vertigo rekuren, defisiensi vitamin D; metabolism kalsium; jenis kelamin perempuan; usia lanjut
Gambaran Self Compassion pada Mahasiswa Semester 7 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Virene L. Nayoan; Lydia E. V. David; Jehosua S. V. Sinolungan
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45281

Abstract

Abstract: Medical school demands the medical students to be competent in their education, therefore, various academic responsibility can become a source of pressure or stressors for the students. Stress can be overcome when a person has self-kindness, common humanity, and mindfulness. These are the components of self-compassion. This study aimed to obtain the description of self-compassion among students of seventh semester (final semester), Faculty of Medicine of Sam Ratulangi University. This was a descriptive and quantitative study. Samples were taken using purposive sampling technique and 132 respondents were involved in this study. Questionnaires on Indonesian adaptation of the Self Compassion Scale questionnaire with the Likert model were distributed to the respondents. The results showed that based on the level of self-compassion, 92 students (70%) had moderate level of self-compassion, 36 students (27%) had high level of self-compassion, and four students (3%) had low level of self-compassion. Common humanity aspect was in the high category. Self-kindness, self-judgment, isolation, mindfulness, and over-identification aspects were in the moderate category. In conclusion, the average level of self-compassion in students of seventh semester, Faculty of Medicine of Sam Ratulangi University are at moderate level. Keywords: self compassion; final year medical students; academic responsibility; stress   Abstrak: Jurusan kedokteran menuntut mahasiswa kedokteran agar kompeten dalam pendidikannya sehingga berbagai tuntutan akademik dapat menjadi sumber tekanan atau stresor bagi mahasiswa. Stresor dapat dihadapi ketika seseorang mempunyai self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Ketiga hal tersebut merupakan aspek dari self compassion. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran self compassion pada mahasiswa semester 7 (semester akhir) Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan membagikan kuesioner Skala Welas Diri (SWD) adaptasi Bahasa Indonesia dari Self Compassion Scale (SCS) model Likert. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan terkumpul sebanyak 132 responden. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebanyak 92 responden (70%) memiliki tingkat self compassion sedang, 36 responden (27%) memiliki tingkat self compassion tinggi, dan empat responden (3%) memiliki tingkat self compassion rendah. Aspek kemanusiaan universal berada dalam kategori tinggi. Aspek mengasihi diri, menghakimi diri, isolasi, kewawasan, dan overidentifikasi berada dalam kategori sedang. Simpulan penelitian ini ialah rerata tingkat self compassion pada mahasiswa Semester 7 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi berada pada tingkat sedang. Kata kunci: self compassion; mahasiswa kedokteran semester akhir; tuntutan akademik; stres
Pola Luka Kekerasan Tajam pada Korban Hidup di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Periode Juli 2019-Juni 2022 Marselina A. Laluyan; Djemi Tomuka; Erwin G. Kristanto
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45285

Abstract

Abstract: Sharp violence can cause injuries to body surface due to sharp objects. Many victims were injured in sharp violence cases but they could survive. This study aimed to determine the pattern of sharp violent injuries of live victims at Bhayangkara Hospital Level III Manado. This was a retrospective and descriptive study using data of Visum et Repertum. The results obtained 204 cases of live victims in sharp violence cases. The most frequent cases were in the period of July 2021-June 2022 with 88 cases (43.14%%). Most were male with 185 cases (90.69%). The largest age group was late adolescent (17-25 years) with 96 cases (47.06%). The most common type of wound was incised wound with 119 cases (58.33%). The most frequent wound location was the left upper extremity with 57 cases (20.21%). The most common degree of injury was minor degree of injury with 121 cases (59.31%). In conclusion, most live cases of sharp violence were male, late adolescent (17-25 years), with incised wounds on the left upper extremities and minor degree of injury. Keywords: wound pattern; sharp violence; survived victims   Abstrak: Kekerasan tajam adalah kekerasan yang dapat mengakibatkan luka pada permukaan tubuh yang disebabkan oleh benda tajam. Banyak korban hidup yang mengalami perlukaan pada kasus kekerasan tajam tetapi tidak meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola luka kekerasan tajam pada korban hidup di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Jenis penelitian ini ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data Visum et Repertum. Hasil penelitian mendapatkan 204 kasus korban hidup pada kasus kekerasan tajam. Kasus terbanyak pada periode Juli 2021-Juni 2022 yaitu 88 kasus (43,14%). Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 185 kasus (90,69%). Kelompok usia terbanyak yaitu remaja akhir (17-25 tahun) dengan jumlah 96 kasus (47,06%). Jenis luka yang sering ditemukan ialah luka iris sebanyak 119 kasus (58,33%). Lokasi perlukaan yang paling sering ialah ekstrimitas atas kiri dengan jumlah 57 kasus (20,21%). Derajat luka terbanyak ialah luka derajat luka ringan 121 kasus (59,31%). Simpulan penelitian ini ialah korban hidup pada kasus kekerasan tajam sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, kelompok usia remaja akhir (17-25 tahun), dengan jenis luka iris di ekstrimitas atas kiri, derajat luka ringan. Kata kunci: pola luka; kekerasan tajam; korban hidup
Analisis Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara Astryd Sendoh; Junita M. Pertiwi; Jeanette I. Ch. Manoppo
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.48229

Abstract

Abstract: Patient safety is the cornerstone of health service quality and a top priority in providing health services worldwide. This study was aimed to obtain an overview of the implementation of patient safety goals at the Emergency Department of X Hospital, North Sulawesi Province. This was a qualitative study carried out at the Emergency Department of X Hospital, North Sulawesi Province from November 2022 to January 2023. The research instruments were the researchers themselves (human instruments). The results showed that the understanding of health workers about patient safety goals (SKP 1-3, 5, 6) at the Emergency Department of X Hospital and the availability of facilities and infrastructure supporting its implementation were in accordance with hospital accreditation standards of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2022 but they were not optimal, therefore, the implementation of patient safety goals was also not optimal. Moreover, the related facilities and infrastructure of SKP 4 were not yet optimal. In conclusion, the patient safety goals at the Emergency Department of X Hospital North Sulawesi Province have been implemented in accordance with the hospital accreditation standards of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2022 but are not optimal due to the obstacles in health workers’ compliance. The related facilities and infrastructure are not yet optimal since the new hospital has just begun to operate. Keywords: patient safety goals; health workers; Emergency Department   Abstrak: Keselamatan pasien merupakan landasan kualitas pelayanan kesehatan dan prioritas utama dalam memberikan pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan sasaran keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS X Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah kualitatif yang dilakukan di IGD RS X Provinsi Sulawesi Utara pada bulan November 2022-Januari 2023. Instrumen penelitian yang digunakan ialah peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian mendapatkan bahwa pemahaman tenaga kesehatan mengenai Sasaran Keselamatan Pasien (SKP 1–3, 5, 6) di IGD RS X Provinsi Sulawesi serta ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaannya sudah sesuai dengan standar akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 tetapi belum optimal sehingga penerapan SKP belum optimal. Sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan SKP 4 di IGD masih dalam pemenuhan sesuai standar yang ditetapkan. Simpulan penelitian ini ialah sasaran keselamatan pasien di IGD RS X Provinsi Sulawesi Utara sudah diterapkan sesuai standar akreditasi rumah sakit Kementerian Kesehatan RI 2022 tetapi belum optimal karena adanya kendala pada kepatuhan petugas. Sarana dan prasarana terkait belum optimal dan masih dalam proses melengkapi karena rumah sakit baru beroperasi. Kata kunci: sasaran keselamatan pasien; petugas kesehatan; Instalasi Gawat Darurat
Survei Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes spp. pada Tempat Penampungan Air (TPA) di Kelurahan Paal Dua Kota Manado Tristan G. Karwur; Janno B. B. Bernadus; Victor D. Pijoh
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45252

Abstract

Abstract: As a tropical country with high humidity, Indonesia has the potential to become a breeding ground for Aedes spp. mosquitoes, which is the vector of dengue hemorrhagic fever (DHF). This study aimed to obtain an overview of the density of Aedes spp. larvae in water containers at Paal Dua, Manado. This was a descriptive survey study. The larvae samples found were then taken to be identified microscopically. The results obtained 100 houses to be surveyed; 12 houses were positive for larvae. Containers with the highest percentage of positive larvae were water drums (66.67%), and the lowest ones were pans (7.14%). Based on the identification results, the percentage of Aedes aegypti larvae was 58.33% and of Aedes albopictus was 41.67%. Meanwhile, based on the calculation, the House Index (HI) was 12%, the Container Index (CI) was 10.25%, the Breteau Index (BI) was 12%, and the Larvae Free Rate (LFR) was 88%. In conclusion, the density of Aedes spp. larvae at water reservoirs at Paal Dua, Manado, is in the moderate level. Keywords: density survey; Aedes spp. larvae; Aedes aegypti; Aedes albopictus   Abstrak: Indonesia sebagai salah satu negara beriklim tropis dengan kelembaban udara yang cukup tinggi sangat berpotensi untuk menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes spp. yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes spp. pada tempat penampungan air (TPA) di Kelurahan Paal Dua. Metode yang digunakan yaitu survei deskriptif. Sampel jentik yang ditemukan selanjutnya diambil untuk diidentifikasi di bawah mikroskop. Hasil penelitian mendapatkan dari 100 rumah yang diperiksa, 12 rumah positif jentik. Jenis TPA dengan persentase positif jentik paling tinggi yaitu drum sebesar 66,67%, dan paling sedikit pada loyang yakni sebesar 7,14%. Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh persentase jentik Aedes aegypti 58,33% dan Aedes albopictus 41,67%, dan dari perhitungan, diperoleh House Index (HI) sebesar 12%, Container Index (CI) 10,25%, Breteau Index (BI) 12%, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) 88%. Simpulan pene;litian ini ialah kepadatan jentik nyamuk Aedes spp. pada TPA di Kelurahan Paal Dua berada pada tingkat sedang. Kata kunci: survei kepadatan; jentik Aedes spp; Aedes aegypti; Aedes albopictus.
Gambaran Kasus Kematian akibat Keracunan Karbon Monoksida Muhamad R. Jehian; James F. Siwu; Nola T. S. Mallo
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45290

Abstract

Abstract: Carbon monoxide (CO) is a toxic, odorless and colorless gas produced by incomplete combustion of carbon fuels such as wood, charcoal, and also gasoline products. Sources of carbon monoxide in the home environment include heating systems, cooking utensils, and fireplaces. Many of domestic and occupational poisoning cases were caused by exposure to carbon monoxide due to damaged or defective home appliances. This study aimed to obtain the description of death cases due to CO poisoning. This was a literature review study using three databases namely ClinicalKey, Pubmed, and Google Scholar. The results obtained 11 articles to be reviewed. Postmortem changes were CoHB in the blood, non-specific changes such as cherry red patches or bruises in the skin surface, nails, brain, internal organs and mucous membranes, and changes in the lung namely hypoxia, sub-pleural petechiae, lung edema, and lung stasis. In conclusion, specific postmortem change in CO poisoning is CoHb in the victim blood, meanwhile the non-specific changes are cherry red appearances in the skin and internal organs. Keywords: carbon monoxide poisoning; COHb; death cases; postmortem changes     Abstrak: Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun, tidak berbau, dan tidak berwarna yang dihasilkan melalui pembakaran tidak sempurna bahan bakar karbon seperti kayu, arang, dan juga produk bensin. Sumber-sumber karbon monoksida di lingkungan rumah meliputi sistem pemanas ruangan, alat masak, serta perapian. Banyak kasus keracunan domestik dan pekerjaan diakibatkan paparan karbon monoksida karena alat-alat rumah tersebut yang mengalami kerusakan atau cacat produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus kematian akibat keracunan CO. Metode penelitian yang digunakan ialah literature review dengan pencarian melalui tiga database yaitu ClinicalKey, Pubmed, dan Google Scholar. Hasil penelitian mendapatkan 11 artikel untuk dilakukan analisis. Gambaran postmortem yang dapat muncul ialah kadar CoHB pada kandungan darah korban, dan gambaran nonspesifik berupa bercak atau lebam berwarna merah terang (cherry red) pada permukaan kulit, kuku, otak, organ dalam, dan membran mukus dari korban, serta hipoksia pada paru, petekia sub-pleural, edema paru, dan stasis paru. Simpulan penelitian ini ialah gambaran postmortem spesifik pada keracunan karbonmonoksida meliputi kadar CoHB pada kandungan darah korban sedangkan tanda fisik non spesifik berupa gambaran cherry red pada permukaan kulit dan organ dalam. Kata kunci: keracunan karbon monoksida; COHb; kasus kematian; perubahan postmortem
Profil Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga di RS Bhayangkara Tingkat III Manado Periode 2021 Yudani H. Silaban; Erwin G. Kristanto; James F. Siwu
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45293

Abstract

Abstract: Most cases of domestic violence are perpetrated by husbands, not only happen to wives and children, but this violence can also be experienced by those who live in the house. This study aimed to determine the profile of domestic violence cases at Bhayangkara Hospital Level III Manado in the 2021 period. This was a retrospective and descriptive study using secondary data from visum et repertum. The results obtained 121 cases reported as domestic violence in 2021; most cases occurred in June and September 2021. The victims most often experienced physical violence, followed by sexual violence. Majority of victims were female that worked as housewife. Most perpetrators were husbands. In conclusion, housewives are the most common victims followed by students. Husbands most often commit domestic violence against their wives and children. Keywords: domestic violence; victims of violence; type of violence; perpetrator   Abstrak: Sebagian besar kasus kekeraan dalam rumah tangga (KDRT) dilakukan oleh suami, tidak hanya dapat terjadi kepada istri dan anak saja, namun kekerasan dalam ranah rumah tangga juga dapat dialami oleh mereka yang tinggal menetap di rumah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus KDRT di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat III Manado periode 2021. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari hasil visum et repertum. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 121 kasus yang dilaporkan sebagai KDRT periode 2021. Kasus terbanyak terjadi pada bulan Juni dan September 2021. Korban paling sering mengalami kekerasan secara fisik dan diikuti oleh kekerasan seksual. Kelompok usia korban yang terbanyak ialah 11-21 tahun. Mayoritas korban berjenis kelamin perempuan dengan pekerjaan ibu rumah tangga. Pelaku KDRT yang terbanyak ialah suami. Simpulan penelitian ini ialah ibu rumah tangga (IRT) merupakan korban terbanyak dan diikuti oleh pelajar. Suami yang paling sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istri dan juga anak. Kata kunci: kekerasan dalam rumah tangga; korban kekerasan; bentuk kekerasan; pelaku

Page 11 of 24 | Total Record : 231