cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
jbm.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Business and Management
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 24603767     EISSN : 26566885     DOI : https://doi.org/10.35965/jbm.v3i1
Core Subject : Economy,
Indonesian Journal of Business and Management is International Journal, peer-review, open access journal published by Bosowa University Publishing. It Provides an academic platform for professionals and researchers to contribute to innovative work in busniess and management cases. The scope of the journal covers corporate governance, human resource management, strategic management, production management, operations management, entrepreneurship, e-business, service management and information technology management, etc.
Articles 373 Documents
PENGARUH KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DAN DAMPAKNYA KE KINERJA KARYAWAN PADA PT. KOKOH KUAT TERPERCAYA DI MAKASSAR Ilham, Teguh Prasetya; Remmang, Hasanuddin; Abubakar, Herminawaty
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja serta dampaknya terhadap kinerja karyawan pada PT. Kokoh Kuat Terpercaya di Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Populasi penelitian terdiri atas seluruh karyawan PT. Kokoh Kuat Terpercaya di Makassar, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja karyawan. Kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan serta mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi yang didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif akan meningkatkan kepuasan kerja sehingga berdampak pada peningkatan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada manajemen PT. Kokoh Kuat Terpercaya untuk mengembangkan kompetensi karyawan melalui program pelatihan yang berkesinambungan, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, serta meningkatkan kepuasan kerja sebagai strategi dalam mendukung produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. This study aims to examine the influence of competence and work environment on employee job satisfaction and its impact on employee performance at PT. Kokoh Kuat Terpercaya, Makassar. The study employed a quantitative approach using an explanatory research design to investigate the causal relationships among the research variables. The population consisted of all employees of PT. Kokoh Kuat Terpercaya in Makassar, with a total sample of 50 respondents selected using a saturated sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using Path Analysis with the assistance of SPSS software. The findings reveal that competence and work environment have positive and significant effects on both job satisfaction and employee performance. Job satisfaction also has a positive and significant effect on employee performance and mediates the relationships between competence, work environment, and employee performance. These findings indicate that improving employee competence, supported by a conducive work environment, enhances job satisfaction, which ultimately leads to better employee performance. The study recommends that the management of PT. Kokoh Kuat Terpercaya implement continuous competency development programs, create a safe and supportive work environment, and strengthen employee job satisfaction as a strategic approach to improving productivity and achieving organizational goals.
PENGARUH PERENCANAAN ANGGARAN, PELAKSANAAN ANGGARAN, DAN KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN MELALUI KUALITAS PENGAWASAN PADA PT PLN (PERSERO) UP3 PAREPARE Rizkiyansyah, Ari; Setiawan, Lukman; Abduh, Thamrin
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan kompetensi pegawai terhadap efektivitas pengelolaan keuangan pada PT PLN (Persero) UP3 Parepare, dengan kualitas pengawasan sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (path analysis) berbasis Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 33 pegawai yang terlibat dalam pengelolaan anggaran dan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran memiliki pengaruh terbesar terhadap efektivitas pengelolaan keuangan (koefisien total = 0,629), diikuti oleh kompetensi pegawai (0,265) dan perencanaan anggaran (0,119). Kualitas pengawasan terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan efektivitas pengelolaan keuangan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelaksanaan anggaran dan kompetensi pegawai, serta peningkatan kualitas pengawasan untuk mencapai pengelolaan keuangan yang efektif. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam mengoptimalkan proses penganggaran dan pengawasan demi pencapaian tujuan keuangan yang lebih baik. This study aims to analyze the influence of budget planning, budget implementation, and employee competence on the effectiveness of financial management at PT PLN (Persero) UP3 Parepare, with the quality of supervision as a mediating variable. A quantitative approach using path analysis based on Structural Equation Modeling (SEM) was employed. Data were collected through questionnaires distributed to 33 employees involved in budget and financial management. The results indicate that budget implementation has the greatest impact on financial management effectiveness (total coefficient = 0.629), followed by employee competence (0.265) and budget planning (0.119). The quality of supervision significantly mediates the relationship between these variables and financial management effectiveness. These findings highlight the importance of strengthening budget implementation and employee competence, as well as improving supervision quality to achieve effective financial management. The study provides practical implications for organizations to optimize budgeting and supervision processes to better achieve financial goals.
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA ANGGOTA BIDPROPAM MELALUI KOMITMEN ORGANISASI PADA POLDA SULAWESI SELATAN Musu, Martha Alvin; Setiawan, Lukman; Abduh, Thamrin
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) melalui komitmen organisasi pada Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Bidpropam Polda Sulawesi Selatan dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Analisis meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi, dan analisis jalur (Path Analysis) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Disiplin kerja dan motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota Bidpropam. Komitmen organisasi terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja sekaligus memediasi pengaruh disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja anggota. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja dan motivasi akan memperkuat komitmen organisasi sehingga mampu meningkatkan kinerja anggota secara optimal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan disiplin kerja, peningkatan motivasi, dan pengembangan komitmen organisasi sebagai strategi peningkatan kinerja anggota Bidpropam Polda Sulawesi Selatan. This study aims to examine the influence of work discipline and work motivation on the performance of members of the Professional and Internal Affairs Division (Bidpropam) through organizational commitment at the South Sulawesi Regional Police. This study employed a quantitative approach using an explanatory survey design. The population consisted of all Bidpropam personnel of the South Sulawesi Regional Police, while the sample comprised 61 respondents selected using a saturated sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The analytical procedures included validity testing, reliability testing, multiple regression analysis, and Path Analysis to examine both direct and indirect relationships among the variables. The findings reveal that work discipline and work motivation have positive and significant effects on organizational commitment. Both variables also significantly improve employee performance. Organizational commitment positively influences employee performance and serves as an intervening variable in the relationship between work discipline, work motivation, and performance. These findings indicate that strengthening work discipline and enhancing work motivation contribute to stronger organizational commitment, which ultimately improves the performance of Bidpropam members. The study recommends that the South Sulawesi Regional Police strengthen human resource management policies focusing on discipline, motivation, and organizational commitment to achieve sustainable improvements in employee performance.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI KARYAWAN DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI ERA DIGITAL PADA KANTOR PUSAT PT. BOSOWA BERLIAN MOTOR Fasiha, Ummul; Mardjuni, Sukmawati; Yunus, Kafrawi
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam menghadapi transformasi era digital pada Kantor Pusat PT. Bosowa Berlian Motor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya manusia, observasi terhadap pelaksanaan program pengembangan kompetensi, serta studi dokumentasi terhadap berbagai kebijakan dan dokumen perusahaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bosowa Berlian Motor telah menerapkan berbagai strategi pengembangan kompetensi, antara lain pemanfaatan Learning Management System (LMS), implementasi Bosowa Automotive Management System (BAMS), pelaksanaan rekrutmen berbasis digital, program pelatihan yang berkelanjutan, serta evaluasi kompetensi secara berkala. Penelitian juga menemukan beberapa tantangan dalam implementasi transformasi digital, meliputi resistensi sebagian karyawan terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kesenjangan kompetensi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi yang berkesinambungan. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk memperkuat budaya pembelajaran digital, meningkatkan intensitas pelatihan berbasis teknologi, memperluas dukungan infrastruktur digital, serta menerapkan manajemen perubahan secara terencana guna meningkatkan daya saing organisasi di era digital. This study aims to analyze employee competency development strategies in facing digital transformation at the Head Office of PT. Bosowa Berlian Motor. The study employed a qualitative approach using a case study design to gain an in-depth understanding of the company's strategies for developing human resource competencies in response to rapid digital transformation. Data were collected through in-depth interviews with key informants involved in human resource management, direct observations of competency development programs, and documentation of relevant company policies and records. Data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and method triangulation were applied to ensure the credibility of the findings. The results reveal that PT. Bosowa Berlian Motor has implemented various competency development strategies, including the utilization of a Learning Management System (LMS), the implementation of the Bosowa Automotive Management System (BAMS), digital recruitment, continuous training programs, and periodic competency evaluations. The study also identifies several challenges in the digital transformation process, including employee resistance to change, limitations in technological infrastructure, and gaps in digital competencies. These findings indicate that successful digital transformation depends not only on technological adoption but also on continuous human resource competency development. The study recommends that the company strengthen its digital learning culture, expand technology-based training programs, improve digital infrastructure, and implement structured change management practices to enhance organizational competitiveness in the digital era.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA PEMERINTAH KABUPATEN MAROS Widya Handayani Bakri; Firman Menne; Andi Mattingaragau
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Pemerintah Kabupaten Maros. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menguji pengaruh kebijakan pajak daerah, tingkat kepatuhan wajib pajak, kualitas pelayanan publik, kondisi ekonomi daerah, infrastruktur pendukung, dan kapasitas sumber daya manusia terhadap Pendapatan Asli Daerah. Populasi penelitian terdiri atas aparatur pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Maros, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin yang didukung oleh data sekunder dari dokumen resmi pemerintah daerah. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pajak daerah, tingkat kepatuhan wajib pajak, kualitas pelayanan publik, dan infrastruktur pendukung berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Sebaliknya, kondisi ekonomi daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, sedangkan kapasitas sumber daya manusia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan efektivitas kebijakan perpajakan, kepatuhan wajib pajak, kualitas pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur merupakan faktor utama dalam meningkatkan kinerja penerimaan Pendapatan Asli Daerah. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Maros untuk memperkuat reformasi administrasi perpajakan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan pembangunan infrastruktur pendukung, serta memperkuat kapasitas kelembagaan guna mewujudkan kemandirian fiskal daerah yang berkelanjutan. This study aims to examine the factors affecting Regional Original Revenue (PAD) in the Maros Regency Government. The study employed a quantitative approach using an explanatory research design to investigate the influence of regional tax policy, taxpayer compliance, public service quality, regional economic conditions, supporting infrastructure, and human resource capacity on Regional Original Revenue. The population consisted of local government officials and stakeholders involved in regional revenue management, with respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire, supported by secondary data obtained from official local government documents. Data were analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS software. The findings reveal that regional tax policy, taxpayer compliance, public service quality, and supporting infrastructure have positive and significant effects on Regional Original Revenue. In contrast, regional economic conditions have a negative and significant effect on Regional Original Revenue, while human resource capacity does not have a significant effect. These findings indicate that improving tax policy implementation, strengthening taxpayer compliance, enhancing public service quality, and expanding supporting infrastructure are key factors in increasing Regional Original Revenue. The study recommends that the Maros Regency Government strengthen local tax administration reforms, improve public service quality, optimize infrastructure development, and enhance institutional capacity to achieve sustainable regional fiscal independence.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN TEKNOLOGI KEUANGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN MELALUI PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AMKOP MAKASSAR Safitri, Dinar; Chahyono, Chahyono; Suriani, Seri
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan teknologi keuangan terhadap kinerja keuangan mahasiswa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perilaku pengelolaan keuangan sebagai variabel mediasi. Studi kuantitatif ini melibatkan 154 mahasiswa aktif pengguna teknologi keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi keuangan berpengaruh positif dan signifikan secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja keuangan mahasiswa melalui perilaku pengelolaan keuangan. Literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan, namun pengaruh langsungnya terhadap kinerja keuangan tidak signifikan, kemungkinan dipengaruhi oleh validitas indikator literasi yang terbatas. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan yang diiringi dengan penguatan perilaku pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan teknologi keuangan secara bijak untuk mendukung kemandirian finansial mahasiswa di era digital. Implikasi praktis dari penelitian ini mendorong institusi pendidikan untuk mengintegrasikan edukasi literasi dan teknologi keuangan dalam kurikulum dan program pelatihan mahasiswa. This study aims to analyze the effect of financial literacy and financial technology on students' financial performance, both directly and indirectly through financial management behavior as a mediating variable. A quantitative approach was employed, involving 154 active users of financial technology among students at Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar. Data were analyzed using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results reveal that financial technology has a positive and significant direct and indirect effect on students' financial performance through financial management behavior. Financial literacy positively influences financial management behavior; however, its direct effect on financial performance was not statistically significant, potentially due to limited validity of literacy indicators. These findings highlight the importance of enhancing financial literacy alongside strengthening financial management behavior, as well as the prudent use of financial technology to support students' financial independence in the digital era. Practically, the study suggests educational institutions integrate financial literacy and technology education into student curricula and training programs.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, KERJASAMA TIM DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA ANGGOTA POLISI MILITER SATUAN PUSPOMAD MELALUI KEPUASAN KERJA Mariani, Mariani; Setiawan, Lukman; Karim, Abdul
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6011

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengembangan karir, kerjasama tim, dan Work Life Balance terhadap kinerja anggota Polisi Militer Satuan PUSPOMAD, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan dari 155 anggota menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir, kerjasama tim, dan Work Life Balance berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. Kerjasama tim, work life balance, dan kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja anggota, sementara pengembangan karir tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap kinerja. Kepuasan kerja memediasi pengaruh pengembangan karir dan kerjasama tim terhadap kinerja secara parsial, tetapi tidak memediasi pengaruh work life balance. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan militer dengan menekankan pentingnya pengembangan karir dan kerjasama tim yang didukung oleh kepuasan kerja untuk meningkatkan kinerja personel. Penelitian ini juga memperkaya literatur tentang manajemen kinerja dan kepuasan kerja dalam konteks organisasi militer. This study aims to analyze the effect of career development, teamwork, and work-life balance on the performance of Military Police members at the PUSPOMAD Unit, both directly and through job satisfaction as a mediating variable. Data were collected from 155 members using questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS software. The results reveal that career development, teamwork, and work-life balance have a significant positive effect on job satisfaction. Teamwork, work-life balance, and job satisfaction significantly positively affect performance, while career development does not have a significant direct effect on performance. Job satisfaction partially mediates the effect of career development and teamwork on performance but does not mediate the effect of work-life balance. These findings provide practical implications for human resource management in military organizations by emphasizing the importance of career development and teamwork supported by job satisfaction to enhance personnel performance. This study also contributes to the literature on performance management and job satisfaction in the military organizational context.
EFIKASI DIRI DAN TUNTUTAN KONTROL DIRI TERHADAP PROKRASTINASI PERAN PEMEDIASI PERILAKU PROAKTIF PADA USAHA BISNIS START-UP DIGITAL DI KOTA MAKASSAR Nurlifiana S Sudirman; Chahyono Chahyono; Muhlis Ruslan
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6012

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efikasi diri dan tuntutan kontrol diri terhadap prokrastinasi dengan perilaku proaktif sebagai mediator pada pengusaha start-up digital di Makassar. Data diperoleh dari 118 responden menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak WarpPLS 8.0. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku proaktif serta berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi. Tuntutan kontrol diri juga berpengaruh positif terhadap perilaku proaktif, namun berkontribusi meningkatkan prokrastinasi akibat kelelahan psikologis. Perilaku proaktif berperan sebagai mediator yang mengurangi dampak negatif tuntutan kontrol diri terhadap prokrastinasi. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan efikasi diri dan perilaku proaktif untuk mengurangi prokrastinasi pada pengusaha start-up digital. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan longitudinal guna mendalami dinamika variabel-variabel tersebut. This study also contributes to the literature on performance management and job satisfaction in the military organizational context. This study aims to analyze the influence of self-efficacy and self-control demands on procrastination, with proactive behavior as a mediator among digital start-up entrepreneurs based in Makassar. Data from 118 respondents were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with WarpPLS 8.0. Results indicate that self-efficacy has a significant positive effect on proactive behavior and a significant negative effect on procrastination. Self-control demands also positively influence proactive behavior but contribute to increased procrastination due to psychological fatigue. Proactive behavior acts as a mediator mitigating the negative impact of self-control demands on procrastination. Practical implications highlight the importance of enhancing self-efficacy and proactive behavior to reduce procrastination among digital start-up entrepreneurs. Future research is recommended to adopt a longitudinal approach to deepen the understanding of these variable dynamics.
ANALISIS MOTIVASI DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KINERJA MELALUI DISIPLIN KERJA PADA KANTOR POLRES BANTAENG Salam, Salman; Abduh, Thamrin; Setiawan, Lukman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antarvariabel yang berperan dalam pembentukan kinerja anggota, khususnya pada aspek Motivasi Kerja, Pelatihan Kerja, Disiplin Kerja, dan Kinerja Anggota. Secara khusus, penelitian ini menguji empat fokus analisis, yaitu: (1) pengaruh langsung Motivasi Kerja dan Pelatihan Kerja terhadap Disiplin Kerja, (2) pengaruh langsung Disiplin Kerja terhadap Kinerja Anggota, (3) pengaruh langsung Motivasi Kerja dan Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Anggota, serta (4) pengaruh tidak langsung Motivasi Kerja dan Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Anggota melalui mediasi Disiplin Kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui survei terhadap populasi berjumlah 52 anggota, sementara sampel penelitian ditetapkan sebanyak 50 responden menggunakan rumus Slovin. Proses penelitian berlangsung selama dua bulan, yakni Februari hingga April 2025, dengan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja dan Pelatihan Kerja terbukti memberikan pengaruh langsung dan signifikan terhadap Disiplin Kerja. Selanjutnya, Disiplin Kerja berkontribusi secara positif terhadap peningkatan Kinerja Anggota. Selain itu, Motivasi Kerja dan Pelatihan Kerja turut memberikan pengaruh langsung terhadap Kinerja Anggota. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa Motivasi Kerja dan Pelatihan Kerja memiliki pengaruh tidak langsung terhadap Kinerja Anggota melalui Disiplin Kerja sebagai variabel mediasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan aspek motivasional, peningkatan kualitas pelatihan, serta penerapan disiplin yang konsisten untuk mendorong optimalisasi kinerja anggota secara berkelanjutan. This study aims to analyze the interrelationships among key variables that influence member performance, particularly Work Motivation, Job Training, Work Discipline, and Member Performance. Specifically, the research investigates four analytical focuses: (1) the direct influence of Work Motivation and Job Training on Work Discipline, (2) the direct influence of Work Discipline on Member Performance, (3) the direct influence of Work Motivation and Job Training on Member Performance, and (4) the indirect influence of Work Motivation and Job Training on Member Performance through Work Discipline as a mediating variable. A quantitative approach was applied, using primary data collected through a survey of 52 members; the sample of 50 respondents was determined using the Slovin formula. The research was conducted over two months, from February to April 2025, and the data were analyzed using SmartPLS to examine causal relationships among variables. The findings reveal that Work Motivation and Job Training significantly and directly affect Work Discipline. Furthermore, Work Discipline positively contributes to improving Member Performance. Work Motivation and Job Training also directly influence Member Performance. Additionally, the study confirms that Work Motivation and Job Training indirectly influence Member Performance through Work Discipline as a mediating factor. Collectively, the results emphasize the strategic importance of strengthening motivational factors, enhancing training quality, and ensuring consistent disciplinary enforcement to support sustainable improvement in member performance.
ANALISIS PENILAIAN KINERJA PADA KANTOR ITWASDA POLDA SULSEL Sampe, Sarce Husdi; Setiawan, Lukman; Karim, Abdul
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan penilaian kinerja anggota; (2) mengkaji model-model penilaian kinerja anggota yang digunakan dalam organisasi; dan (3) mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul dalam penerapan metode penilaian kinerja tersebut. Penelitian dilaksanakan melalui wawancara mendalam dengan lima informan yang dipilih secara purposif. Proses pengumpulan data berlangsung selama dua bulan, yaitu Februari hingga April 2025. Seluruh data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data dan perbandingan antar-informasi (comparability data) untuk memperoleh temuan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penilaian kinerja anggota telah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar evaluasi kinerja, terutama terkait penerapan indikator yang berorientasi pada kompetensi dan produktivitas. Model penilaian kinerja yang digunakan dinilai cukup konsisten dalam mengukur efektivitas dan efisiensi pencapaian kinerja, meskipun belum sepenuhnya terstandarisasi. Selain itu, penelitian menemukan adanya beberapa kendala dalam implementasi model penilaian kinerja, di antaranya ketidaksesuaian beberapa faktor penilaian dengan konteks pekerjaan, kurangnya pemahaman anggota terhadap indikator evaluasi, serta belum optimalnya sistem monitoring dan umpan balik. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan mekanisme penilaian, peningkatan kapasitas evaluator, serta penyesuaian indikator kinerja agar lebih relevan dengan kebutuhan organisasi. This study aims to: (1) analyze the implementation of member performance appraisal; (2) examine the performance appraisal models applied within the organization; and (3) identify the challenges encountered in the application of these appraisal methods. The research was conducted through in-depth interviews with five purposively selected informants. Data collection took place over two months, from February to April 2025. All collected data were analyzed using data reduction techniques and comparability analysis to generate comprehensive findings. The results indicate that the performance appraisal process aligns with the fundamental principles of performance evaluation, particularly in the use of indicators focused on competence and productivity. The performance appraisal models employed were found to be consistent in assessing effectiveness and efficiency, although standardization remains limited. Furthermore, several obstacles were identified in implementing the appraisal models, including misalignment between certain assessment factors and job characteristics, limited understanding of appraisal indicators among members, and suboptimal monitoring and feedback mechanisms. These findings highlight the need to improve appraisal procedures, enhance evaluator capacity, and adjust performance indicators to ensure greater relevance to organizational needs.