cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
jbm.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Business and Management
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 24603767     EISSN : 26566885     DOI : https://doi.org/10.35965/jbm.v3i1
Core Subject : Economy,
Indonesian Journal of Business and Management is International Journal, peer-review, open access journal published by Bosowa University Publishing. It Provides an academic platform for professionals and researchers to contribute to innovative work in busniess and management cases. The scope of the journal covers corporate governance, human resource management, strategic management, production management, operations management, entrepreneurship, e-business, service management and information technology management, etc.
Articles 373 Documents
EVALUASI KOMPETENSI, PELATIHAN, BEBAN KERJA, DAN PEMANFAATAN SISTEM DIGITAL DALAM PENGUATAN KINERJA ANGGOTA ITWASDA POLDA SULAWESI SELATAN Sumardi, Sumardi; Abduh, Thamrin; Setiawan, Lukman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7754

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kompetensi kerja, efektivitas pelatihan, beban kerja, serta pemanfaatan sistem digital dalam mendukung kinerja anggota pada Kantor Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi tidak terstruktur, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, penelitian ini mengeksplorasi dinamika faktor individual dan organisasional yang memengaruhi pelaksanaan tugas pengawasan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi anggota dipengaruhi oleh kombinasi faktor pengetahuan, keterampilan, pengalaman, motivasi, kemampuan intelektual, kondisi emosional, serta budaya organisasi. Pelatihan berpotensi meningkatkan kompetensi, namun efektivitasnya sangat bergantung pada ketepatan analisis kebutuhan, pemilihan metode, dan konsistensi evaluasi. Beban kerja yang tinggi teridentifikasi sebagai kendala utama yang menghambat produktivitas, meskipun digitalisasi melalui aplikasi Dumas terbukti mampu mengurangi beban administratif dan meningkatkan akuntabilitas penanganan aduan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya manajemen SDM strategis dalam mendukung efektivitas fungsi pengawasan internal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan analisis kebutuhan pelatihan, penataan beban kerja yang proporsional, serta optimalisasi penggunaan sistem digital untuk meningkatkan kualitas kinerja dan tata kelola di lingkungan Itwasda Polda Sulsel. This research aims to evaluate work competencies, training effectiveness, workload, and the use of digital systems in supporting the performance of members of the Regional Supervisory Inspectorate (Itwasda) of the South Sulawesi Regional Police. Using a qualitative approach through unstructured observation, in-depth interviews, and documentation analysis, this study explores the dynamics of individual and organizational factors that influence the implementation of internal supervision tasks. A combination of factors, including knowledge, skills, experience, motivation, intellectual ability, emotional condition, and organizational culture, influence member competency, as the results demonstrate. The accuracy of needs analysis, method selection, and consistency of evaluation heavily influence the effectiveness of training, which has the potential to improve competence. High workloads were identified as a major obstacle to productivity, although digitization through the Dumas application has been proven to reduce administrative burdens and improve accountability in handling complaints. Overall, these findings emphasize the importance of strategic human resource management in supporting the effectiveness of internal oversight functions. This study recommends strengthening training needs analysis, structuring a proportional workload, and optimizing the use of digital systems to improve performance quality and governance within the South Sulawesi Regional Police Internal Oversight Division.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI DAN POLA KADERISASI PARTAI PKB SULAWESI SELATAN DALAM PENDIDIKAN POLITIK Suardi, Suardi; Saleh, Haeruddin; Suriani, Seri
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas manajemen organisasi dan pola kaderisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan dalam penyelenggaraan pendidikan politik pada tingkat lokal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami dinamika internal partai melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta penelusuran dokumen kelembagaan. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo12 yang dipadukan dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) sehingga memungkinkan penilaian menyeluruh terhadap faktor kontekstual, dukungan sumber daya, mekanisme kaderisasi, serta capaian program pendidikan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKB Sulsel memiliki kesadaran strategis terhadap urgensi pendidikan politik sebagai mandat regulasi dan kebutuhan dalam merespons perkembangan sosial-politik masyarakat. Struktur organisasi yang sistematis, keberadaan badan otonom (BANOM), serta pola kaderisasi berjenjang memungkinkan terbangunnya proses pendidikan politik yang terarah, tematik, dan berkelanjutan. Produk dari proses tersebut tercermin dalam meningkatnya kesadaran politik masyarakat, penguatan basis elektoral, serta berkembangnya kapasitas ideologis kader di berbagai level organisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi manajemen organisasi dan mekanisme kaderisasi menjadikan PKB tidak sekadar sebagai institusi elektoral, tetapi juga sebagai agen pendidikan politik yang efektif, adaptif, dan mampu mendukung proses demokratisasi di tingkat lokal. This study aims to comprehensively analyze the effectiveness of the National Awakening Party (PKB) 's organizational management and cadre development system in implementing political education at the local level in South Sulawesi. A descriptive qualitative approach was adopted to explore the party's internal dynamics through in-depth interviews, participatory observation, and the review of institutional documents. Data were analyzed thematically using NVivo12 software combined with the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product), enabling a thorough assessment of contextual conditions, resource support, cadre development mechanisms, and the outcomes of political education programs. The findings reveal that PKB South Sulawesi possesses a strategic awareness of the importance of political education as mandated by law and as a response to societal and political transformations. A systematic organizational structure, the presence of autonomous bodies (BANOM), and a tiered cadre development system have facilitated the implementation of structured, thematic, and sustainable political education practices. The outcomes include increased public political awareness, strengthened electoral support, and enhanced ideological capacity among party cadres at all organizational levels. Overall, the study concludes that integrating organizational management and cadre development systems positions PKB not merely as an electoral institution but also as an effective political education agent capable of contributing to local democratic consolidation.
PERAN MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN TENAGA KEPENDIDIKAN MELALUI MUTASI PADA UNIVERSITAS BOSOWA Muflihunna, Siti Vitia; Remmang, Hasanuddin; Setiawan, Lukman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek mediasi mutasi pada pengaruh motivasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan Universitas Bosowa. Metode penelitian yang digunakan adlah pendekatan kuantitatif dengan Teknik analisis data Struktural Equation Modeling (SEM) berbasis partial least square (PLS). data dikumpulkan melalui kuesioner yang di sebarkan kepada 81 karyawan Tenaga Kependidikan Universitas Bosowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutasi, serta terhadap kinerja karyawan secara langsung. Selain itu, mutasi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sekaligus memediasi secara signifikan hubungan antara motivasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja. Nilai R-Square (R²) yang diperoleh untuk variabel mutasi sebesar 0,633, dan untuk variabel kinerja karyawan sebesar 0,733, yang menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas prediktif yang kuat terhadap variabel-variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan motivasi, komitmen organisasi, dan mutasi kerja yang efektif dapat secara simultan meningkatkan kinerja pegawai secara optimal This research aims to analyze the mediating effect of job mutation on the influence of work motivation and organizational commitment on employee performance at Universitas Bosowa. The research employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) method. Data were collected through questionnaires distributed to 81 administrative employees (tenaga kependidikan) of Universitas Bosowa. The results reveal that both work motivation and organizational commitment have a positive and significant effect on job mutation, as well as a direct positive and significant effect on employee performance. Furthermore, job mutation is also proven to have a positive and significant effect on employee performance, while significantly mediating the relationship between work motivation, organizational commitment, and performance. The R-Square (R²) value obtained for the job mutation variable is 0.633, and for the employee performance variable is 0.733, indicating that the model has strong predictive power for these variables. These findings suggest that effective management of work motivation, organizational commitment, and strategic job mutation can simultaneously and optimally enhance employee performance.
PENGARUH 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, DAN SHITSUKE) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA UMKM PESERTA BIMBINGAN DAN KONSULTANSI PRODUKTIVITAS BPVP BANTAENG Sapri, Sapri; Remmang, Hasanuddin; Abubakar, Herminawaty
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7769

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi secara komprehensif pengaruh penerapan metode 5S—yang meliputi Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke—terhadap peningkatan produktivitas kerja pada UMKM yang menjadi peserta program Bimbingan dan Konsultansi Produktivitas di BPVP Bantaeng. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan tujuan memotret kondisi empiris secara objektif melalui proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur. Seluruh populasi penelitian berjumlah 95 karyawan dari 10 UMKM, dan seluruhnya dijadikan sampel karena jumlah populasi di bawah 100 sehingga penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian populasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,726, yang berarti bahwa keseluruhan variabel Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke mampu menjelaskan 72,6% variasi produktivitas kerja responden. Secara parsial, variabel Seiri, Seiton, dan Shitsuke terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, yang mengindikasikan bahwa penataan barang, pengaturan area kerja, dan pembiasaan disiplin mempunyai kontribusi penting terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja. Sementara itu, Seiso dan Seiketsu ditemukan tidak berpengaruh signifikan, yang menunjukkan bahwa aspek kebersihan dan standarisasi belum sepenuhnya diinternalisasi oleh karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi 5S tidak hanya memerlukan penerapan teknis, tetapi juga konsistensi perilaku dan keterlibatan seluruh karyawan agar memberikan dampak maksimal terhadap produktivitas kerja di lingkungan UMKM. This study aims to comprehensively examine the influence of the 5S method—consisting of Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke—on improving work productivity among MSMEs participating in the Productivity Guidance and Consultancy Program organized by BPVP Bantaeng. A descriptive-quantitative approach was employed to systematically capture empirical conditions through data collection methods, including structured questionnaires and interviews. The research population consisted of 95 employees from 10 MSMEs, all of whom were included in the sample because the total population was fewer than 100, thus categorizing this study as population-based research. The results of the analysis indicate that the regression model produced a coefficient of determination (R Square) of 0.726, suggesting that the combined influence of Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke accounts for 72.6% of the variation in employee productivity. Partially, Seiri, Seiton, and Shitsuke were found to have a positive and significant effect on productivity, demonstrating that proper sorting, orderly workplace organization, and disciplined work habits contribute substantially to improving efficiency and performance. Conversely, Seiso and Seiketsu did not show significant effects, suggesting that employees have not fully internalized aspects of cleanliness and standardization. These findings emphasize that the successful implementation of the 5S method requires not only technical application but also consistent behavioral reinforcement and collective participation to achieve optimal productivity improvements within MSMEs.
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM MENEKAN POTENSI FRAUD MELALUI MOTIVASI KERJA PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR CABANG AMBON Diora, Tresha Adiestia; Setiawan, Lukman; Karim, Abdul
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan fungsi manajemen terhadap potensi fraud melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada PT Bosowa Berlian Motor Cabang Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Populasi penelitian terdiri atas seluruh karyawan PT Bosowa Berlian Motor Cabang Ambon, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik Slovin. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Penerapan fungsi manajemen juga berpengaruh signifikan terhadap potensi fraud, sedangkan motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap potensi fraud serta mampu memediasi hubungan antara fungsi manajemen dan potensi fraud. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penerapan fungsi manajemen yang efektif, didukung oleh motivasi kerja yang tinggi, mampu memperkuat sistem pengendalian internal sehingga berkontribusi dalam menekan potensi terjadinya fraud. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada manajemen PT Bosowa Berlian Motor Cabang Ambon untuk memperkuat fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, meningkatkan motivasi kerja karyawan, serta membangun budaya organisasi yang menjunjung tinggi integritas sebagai strategi pencegahan fraud yang berkelanjutan. This study aims to examine the influence of management functions on fraud potential through work motivation as a mediating variable at PT Bosowa Berlian Motor Ambon Branch. The study employed a quantitative approach using an explanatory research design to investigate the causal relationships among the research variables. The population consisted of all employees of PT Bosowa Berlian Motor Ambon Branch, with a total sample of 50 respondents selected using the Slovin sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS version 4. The findings reveal that the implementation of management functions has a positive and significant effect on work motivation. Management functions also have a significant effect on fraud potential, while work motivation significantly influences fraud potential and mediates the relationship between management functions and fraud potential. These findings indicate that effective implementation of management functions, supported by high employee motivation, strengthens internal control systems and contributes to reducing the potential for fraud within the organization. The study recommends that the management of PT Bosowa Berlian Motor Ambon Branch strengthen planning, organizing, directing, and controlling functions, enhance employee work motivation, and foster an organizational culture based on integrity as a sustainable strategy for fraud prevention.
ANALISIS SERTIFIKASI DAN KOMPLEKSITAS AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT MELALUI PEMAHAMAN SISTEM INFORMASI DI SATUAN PENGAWAS INTERNAL PADA KANTOR PUSAT BPJS KETENAGAKERJAAN Prayoga, Riyan; Saleh, Muhammad Yusuf; Menne, Firman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh Sertifikasi dan Kompleksitas Audit terhadap Kualitas Audit melalui peran moderasi Pemahaman Sistem Informasi pada Satuan Pengawas Internal Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Kualitas audit menjadi aspek strategis dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan, terlebih pada institusi publik yang mengelola dana masyarakat dalam skala besar. Sertifikasi auditor dipandang sebagai representasi kompetensi profesional yang dapat meningkatkan ketepatan, ketelitian, serta objektivitas auditor dalam pelaksanaan audit. Di sisi lain, kompleksitas audit sering kali memunculkan tantangan teknis dan prosedural yang dapat memengaruhi efektivitas proses audit. Pemahaman sistem informasi menjadi variabel moderasi yang berperan penting dalam memperkuat hubungan antara sertifikasi, kompleksitas audit, dan kualitas audit, mengingat auditor saat ini dituntut untuk mampu memahami arsitektur sistem informasi dan mekanisme pengolahan data digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel secara simultan. Sampel penelitian adalah 42 auditor internal BPJS Ketenagakerjaan yang dipilih secara sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sertifikasi Auditor, Kompleksitas Audit, dan Pemahaman Sistem Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit. Selain itu, Sertifikasi Auditor dan Kompleksitas Audit terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pemahaman Sistem Informasi. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa Pemahaman Sistem Informasi mampu memoderasi secara signifikan hubungan antara Sertifikasi dan Kompleksitas Audit terhadap Kualitas Audit. Nilai R-square sebesar 0,80 mengindikasikan bahwa 80% variabilitas Kualitas Audit dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. This study aims to comprehensively analyze the influence of Work Culture on Employee Performance and examine the moderating role of Transformational Leadership in strengthening that relationship. The research was conducted at the Tompobulu District Office in Maros Regency, using a descriptive-quantitative approach and an explanatory research design to examine causal relationships among variables empirically. The study population consisted of 47 employees, all of whom were selected as respondents through saturated sampling to ensure complete representation of organizational conditions. Data were collected using a structured questionnaire that had undergone validity and reliability testing, and data analysis was performed using simple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) in SPSS version 25. The findings reveal that Work Culture has a positive and significant influence on Employee Performance, indicating that stronger internalization of Work Culture is associated with better performance outcomes among government employees. Furthermore, Transformational Leadership positively moderates the relationship between Work Culture and Employee Performance. Transformational leaders inspire, motivate, and guide employees to work with greater discipline, responsibility, and commitment in delivering optimal public services. These results confirm that the combination of a strong organizational culture and visionary leadership provides a strategic foundation for improving the professionalism and performance of local government apparatus.
IMPLEMENTASI VESSEL TRAFFIC SERVICES (VTS) DI WILAYAH KERJA DISTRIK NAVIGASI TIPE A KELAS I MAKASSAR Risal Riadi; Thamrin Abduh; Lukman Setiawan
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7811

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis tingkat kompetensi operator Vessel Traffic Service (VTS) pada Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Makassar, mengingat peran strategis mereka dalam menjamin keselamatan pelayaran serta efisiensi arus lalu lintas kapal. Kompetensi operator VTS menjadi komponen fundamental yang harus memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA), khususnya standar IALA V103/1 yang mengatur kualifikasi dan kemampuan minimal bagi petugas VTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen standar operasional. Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk memetakan pola kompetensi aktual, menemukan kesenjangan kompetensi, serta mengidentifikasi kebutuhan peningkatan dan pelatihan lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar operator telah memenuhi persyaratan kompetensi dasar sesuai standar IALA, terutama dalam aspek komunikasi maritim, prosedur layanan lalu lintas, serta pengawasan pergerakan kapal. Namun, ditemukan pula beberapa aspek yang memerlukan peningkatan, khususnya terkait penguasaan teknologi navigasi terbaru, kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi darurat, serta penerapan manajemen risiko lalu lintas laut. Selain itu, pelatihan berbasis simulasi dan program sertifikasi ulang secara berkala dianggap penting untuk menjaga konsistensi kompetensi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi operator VTS merupakan elemen vital dalam menjamin keselamatan pelayaran dan mendukung efisiensi navigasi, sehingga penguatan kemampuan teknis dan penyegaran kompetensi harus menjadi prioritas berkelanjutan dalam pengelolaan SDM VTS. This study analyzes the competency levels of Vessel Traffic Service (VTS) operators in the Class I Type A Navigation District of Makassar, given their strategic role in ensuring shipping safety and efficient vessel traffic flow. The competence of VTS operators is a fundamental component that must meet international standards set by the International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA), particularly the IALA V103/1 standard, which regulates the minimum qualifications and capabilities for VTS officers. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and the review of standard operating documents. The data were analyzed using thematic analysis to map actual competency patterns, identify competency gaps, and determine the need for improvement and further training. The results of the study show that most operators have met the basic competency requirements set by IALA standards, particularly in maritime communication, traffic service procedures, and vessel movement monitoring. However, several aspects were found to require improvement, particularly mastery of the latest navigation technology, decision-making skills in emergencies, and the application of maritime traffic risk management. In addition, simulation-based training and periodic recertification programs are considered essential to maintain competency consistency. Overall, this study confirms that VTS operator competency is a vital element in ensuring shipping safety and supporting navigation efficiency, so that strengthening technical capabilities and refreshing competencies must be a continuous priority in VTS human resource management.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MEMODERASI PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT TOMPOBULU KABUPATEN MAROS Riskiani, Riskiani; Remmang, Hasanuddin; Abubakar, Herminawati
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh Budaya Kerja terhadap Kinerja Pegawai serta menguji peran Kepemimpinan Transformasional sebagai variabel moderasi dalam memperkuat hubungan tersebut. Studi ini dilaksanakan pada Kantor Camat Tompobulu Kabupaten Maros dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif serta desain penelitian explanatory research untuk menjelaskan hubungan kausal antarvariabel secara empiris. Populasi penelitian berjumlah 47 pegawai, dan keseluruhannya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh sehingga data yang diperoleh merepresentasikan kondisi aktual organisasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data dilakukan melalui regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, yang berarti semakin baik internalisasi nilai budaya kerja, semakin tinggi pula kualitas kinerja aparatur. Selain itu, Kepemimpinan Transformasional terbukti memoderasi secara positif hubungan antara Budaya Kerja dan Kinerja Pegawai. Pemimpin transformasional mampu memberikan inspirasi, arahan, serta motivasi yang mendorong pegawai bekerja lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara budaya kerja yang kuat dan kepemimpinan yang visioner merupakan faktor strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja aparatur pemerintah daerah. This study aims to analyze in depth the influence of Work Culture on Employee Performance and to examine the role of Transformational Leadership as a moderating variable in strengthening this relationship. This study was conducted at the Tompobulu Sub-District Office in Maros Regency, using a descriptive-quantitative approach and an explanatory research design to examine the causal relationship between variables empirically. The research population consisted of 47 employees, all of whom were sampled using saturation sampling to ensure the data reflected the organization's actual conditions. Data collection was carried out using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. In contrast, data analysis was performed using simple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) in SPSS version 25. The results showed that Work Culture has a positive and significant effect on Employee Performance, indicating that the greater the internalization of work culture values, the higher the quality of the employee's performance. In addition, Transformational Leadership was found to moderate the relationship between Work Culture and Employee Performance positively. Transformational leaders can provide inspiration, direction, and motivation that encourage employees to work more diligently, responsibly, and with an orientation toward optimal public service. These findings confirm that the combination of a strong work culture and visionary leadership is a strategic factor in improving the professionalism and performance of local government officials.
IMPLEMENTASI INTERNAL DEALER FACILITY AUDIT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN KENDARAAN MITSUBISHIDI PT BOSOWA BERLIAN MOTOR MAKASSAR Rizky Hasmalia Hasyim; Kafrawi Yunus; Abdul Karim
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7813

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam Implementasi Internal Dealer Facility Audit (IDFA) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan di PT Bosowa Berlian Motor Makassar, salah satu dealer resmi Mitsubishi di kawasan Indonesia Timur. Dalam lingkungan industri otomotif yang semakin kompetitif, kualitas layanan menjadi faktor penentu dalam membentuk persepsi dan loyalitas pelanggan, sehingga organisasi perlu memastikan bahwa seluruh proses operasional berjalan sesuai standar yang ditetapkan oleh Agen Pemegang Merek (APM), yaitu Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) dan Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). IDFA berfungsi sebagai mekanisme audit internal yang menilai kelayakan fasilitas, kepatuhan terhadap prosedur operasional standar, kinerja sumber daya manusia, serta respons terhadap keluhan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan penelusuran dokumen internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IDFA memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran manajemen mengenai pentingnya konsistensi layanan yang berorientasi pada mutu. Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan kompetensi SDM, kurang optimalnya koordinasi antarunit, lemahnya monitoring tindak lanjut audit, serta resistensi terhadap budaya audit internal. Temuan penelitian ini memperkuat relevansi Total Quality Management (TQM), SERVQUAL, dan model perubahan organisasi Kurt Lewin sebagai kerangka teoritis dalam pengembangan mutu berkelanjutan. Rekomendasi strategis menekankan perlunya peningkatan kompetensi SDM, digitalisasi sistem audit, serta penguatan budaya mutu yang terintegrasi pada seluruh level organisasi. This study provides an in-depth analysis of the Implementation of the Internal Dealer Facility Audit (IDFA) as a strategic effort to enhance service quality and customer satisfaction at PT Bosowa Berlian Motor Makassar, an authorized Mitsubishi dealer operating in Eastern Indonesia. In an increasingly competitive automotive industry, service quality has become a critical determinant of customer perception and loyalty, requiring organizations to ensure that operational processes meet the standards set by the Authorized Brand Holder, namely Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) and Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). The IDFA serves as an internal audit mechanism designed to evaluate facility readiness, compliance with standard operating procedures, staff performance, and responsiveness to customer complaints. This research employs a qualitative descriptive approach using a case study method, including in-depth interviews, field observations, and the examination of internal documentation. The findings reveal that IDFA has significantly strengthened managerial awareness of the importance of standardized, customer-oriented service delivery. However, several challenges continue to hinder optimal implementation, including limited staff competence, inadequate interdepartmental integration, weak post-audit monitoring, and resistance to internal audit culture. The results further reinforce the relevance of Total Quality Management (TQM), SERVQUAL, and Kurt Lewin's organizational change model as theoretical foundations for continuous quality improvement. Strategic recommendations highlight the need for enhanced human resource development, digital transformation of audit systems, and the cultivation of a stronger quality-oriented organizational culture.
PERAN DISIPLIN KERJA DAN KEMAMPUAN DALAM PENINGKATAN KINERJA MELALUI MOTIVASI PADA KANTOR MARKAS KOMANDO BRIMOB POLDA SULSEL Saharuddin, Saharuddin; Abduh, Thamrin; Setiawan, Lukman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan langsung maupun tidak langsung antara Disiplin Kerja, Kemampuan Kerja, Motivasi Kerja, dan Kinerja Anggota pada sebuah organisasi kepolisian. Fokus utama penelitian mencakup empat tujuan, yaitu: (1) menganalisis pengaruh langsung Disiplin Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Motivasi Kerja, (2) menganalisis pengaruh langsung Motivasi Kerja terhadap Kinerja Anggota, (3) menganalisis pengaruh langsung Disiplin Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Anggota, dan (4) menganalisis pengaruh tidak langsung Disiplin Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Anggota melalui Motivasi Kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui survei terhadap 52 anggota sebagai populasi, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan selama dua bulan, yaitu Februari hingga April 2025, dan dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin Kerja dan Kemampuan Kerja berpengaruh langsung terhadap Motivasi Kerja, sedangkan Motivasi Kerja terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap Kinerja Anggota. Selain itu, Disiplin Kerja dan Kemampuan Kerja berpengaruh langsung terhadap Kinerja Anggota, dan keduanya juga memiliki pengaruh tidak langsung melalui variabel Motivasi Kerja. Temuan ini menegaskan bahwa Motivasi Kerja memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi Disiplin Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap peningkatan Kinerja Anggota secara keseluruhan. This study aims to analyze both the direct and indirect relationships among Work Discipline, Work Ability, Work Motivation, and Member Performance within a police organization. The research focuses on four key objectives: (1) to examine the direct influence of Work Discipline and Work Ability on Work Motivation, (2) to analyze the direct influence of Work Motivation on Member Performance, (3) to examine the direct influence of Work Discipline and Work Ability on Member Performance, and (4) to analyze the indirect influence of Work Discipline and Work Ability on Member Performance through Work Motivation as a mediating variable. This study employs a quantitative approach using primary data collected through a survey administered to 52 members as the population, with a sample of 50 respondents determined using the Slovin formula. Data collection took place over two months, from February to April 2025, and was analyzed using SmartPLS. The results indicate that Work Discipline and Work Ability have a direct effect on Work Motivation, while Work Motivation significantly influences Member Performance. Furthermore, Work Discipline and Work Ability directly affect Member Performance and also exhibit indirect effects through Work Motivation. These findings highlight the pivotal role of Work Motivation in strengthening the contributions of Work Discipline and Work Ability to enhance overall Member Performance.