cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN STRATEGI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI JALUR PENDAKIAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI Maiser Syaputra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional, pada tahun 2016 jumlah kunjungan wisatawan baik itu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Gunung Rinjani mencapai angka 93.018 orang (naik dari 13.956 orang pada tahun 2010). Besarnya kunjungan wisatawan ini dapat menjadi potensi karena berkontribusi dalam pendapatan negara tetapi juga dalam hal penanganan sampah ini menjadi beban pengelola sampah karena semakin besar angka kunjungan wisatawan maka timbunan sampah yang dihasilkan juga semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pengelolaan sampah di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani.
UJI AKTIVITAS DAN PRODUKSI ANTIBAKTERI BACILLUS LENTUS YANG DIISOLASI DARI SISTEM PENCERNAAN LANDAK LAUT DALAM MENGHAMBAT BAKTERI PENYEBAB INFEKSI PADA KEHAMILAN I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Bambang Fajar Suryadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi pada kehamilan merupakan penyakit yang menempati peringkat ketiga penyebab kematian ibu dan anak setelah perdarahan dan hipertensi. Mikroorganisme dari genus Bacillus diketahui telah banyak menghasilkan jenis antibiotik. Diperlukan suatu penelitian lanjutan ke arah produksi antibakteri sekaligus optimalisasi fermentasi dalam media cair untuk memudahkan tahapan isolasi, Identifikasi, purifikasi dan karakterisasi senyawa antibakteri pada tahap selanjutnya. Faktor-Faktor yang dikaji dalam optimalisasi adalah: jenis medium, sumber nitrogen dan waktu inkubasi. Penelitian ini bersifat kuantitatif eksperimental. Variabel bebas: jenis medium, sumber nitrogen tambahan dan waktu inkubasi. Variabel terikat: diameter zona hambat, sedangkan variabel kontrol: diameter zona hambat Polymyxin B dan aquades steril. Jenis percobaan faktorial RAK yang terdiri dari 6 jenis bakteri uji sebagai blok. Faktor jenis medium: m1=NBS, m2=SAQ; faktor sumber N tambahan: n1=tanpa N, n2=NH4Cl, n3=asam glutamat; faktor waktu inkubasi t1=4 jam hingga t12=48 jam (kelipatan 4 jam). Tahapan kerja: aktivasi kultur stok, karakterisasi ulang kultur stok, penentuan waktu inkubasi kultur starter, pembuatan kultur starter, fermentasi, pengukuran pertumbuhan, pemanenan metabolit, pengujian antibakteri. Antibakteri Bacillus lentus sudah mulai diproduksi pada fase log. Produksi antibakteri Bacillus lentus di medium tanpa penambahan sumber nitrogen tinggi pada fase log (16-20 jam). Kombinasi medium SAQ tanpa penambahan sumber nitrogen memberikan rata-rata produksi antibakteri Bacillus lentus tertinggi. Antibakteri Bacillus lentus memiliki aktivitas penghambatan tertinggi pada Proteus mirabilis. Produksi antibakteri Bacillus lentus yang diproduksi pada medium SAQ tanpa penambahan sumber nitrogen ketika diujikan ke Proteus mirabilis pada waktu inkubasi 4 jam, 16 jam dan 20 jam dapat dipertimbangkan untuk dilanjutkan ke tahapan identifikasi, purifikasi dan karakterisasi antibakteri.
CHARACTERISTIC OF AGARWOOD TEA FROM GYRINOPS VERSTEEGII FRESH AND DRY LEAVES I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Sami'un
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gyrinops versteeegii in Lombok Island mainly be focus on cultivating of agarwood gubal commodity which need up to 14 years for production. Use the leaf to make a tea is one of potential alternative commodity form G. versteegii which give guarantee for agarwood farmers to have a continuous product from their plantation. The purpose of this research is to study different characteristic of tea from fresh and dry agarwood leaves. Leaves sample were taken from the branch near the shoot of G. versteegii tree. After being washed multiple times, 20 gr of fresh leaves were boiled in1 L of 100oC water for 5 minutes. Ten gram of Dry leaves after losing 60% of its water content was brewed in 1 L of 100oC water for 5 minutes. Both fresh leaf tea and dry leaf tea were added with 7,5% w/v sucrose. Fresh leaf tea and Dry leaf tea have a different color, brightness, and turbidity. These 2 types of tea also different in odor and taste. Dry leaf tea has a strong odor and bitter taste while fresh leaf tea has a light odor and weak taste. Slighly bitter taste from dry leaf tea possibly caused by tannin. It could be concluded that agarwood tea from fresh leaf and dry leaf has a different appearance, odor, and taste. Study about phytochemistry of agarwood tea and the hedonic test is needed for better understanding about agarwood tea.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI KAWASAN HUTAN RAKYAT DI DUSUN MURPAYUNG DESA SIGAR PENJALIN KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Mareta Karlin Bonita
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pengelolaan hutan rakyat berdasarkan Permenhut No.P.23/Menhut-II/2007 Jo No.P.5/Menhut-II/2008, Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh diatas tanah milik dengan luas minimal 0,25 ha. Penutupan tajuk didominasi oleh tanaman perkayuan, dan atau tanaman tahun pertama minimal 500 batang (Dephut, 1999). Salah satu bentuk pengelolaan hutan rakyat oleh masyarakat adalah dengan teknik Agroforestry. Agroforestry adalah sistem usaha tani yang mengkombinasikan antara tanaman pertanian dan tanaman kehutanan untuk meningkatkan keuntungan serta memberikan nilai tambah. Dalam satu kawasan hutan terdapat pepohonan baik homogen maupun heterogen yang dikombinasikan dengan satu atau lebih jenis tanaman pertanian. oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk pertama, mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) vegetasi di kawasan Hutan Rakyat pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Beriuk Patuh Dusun Murpayung Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Kedua mengetahui Indeks Keanekaragaman Jenis vegetasi di kawasan Hutan Rakyat pada KTH. Beriuk Patuh Dusun Murpayung Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data menggunakan metode Garis berpetak yang merupakan modifikasi dari petak ganda atau cara jalur. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk tingkat pohon dengan jumlah vegetasi yang ditemukan sebanyak 58 jenis, INP tertinggi berturut-turut adalah Kelapa 49,18%, Mente 30,78%, Ulam 20,65%,Udu/Kalimuru 19,13%, dan Gmelina 16,14%. Pada tingkat tiang terdapat 45 jenis dengan INP tertinggi Gmelina 114,15%, Mente 38,00%, Ulam 17,40%,Pinang 12,63%, dan Mahoni 11,18%. Untuk tingkat pancang ditemukan 41 jenis dengan INP tertinggi adalah Gmelina 72,0%, Mahoni 24,3%, Ulam 17,3%, Mangga Hutan 13,8%, dan Mente 8,7%. Dan untuk tingkat semai ditemukan 40 jenis dengan INP tertinggi berturut- turut adalah Ulam 47,8%, Gmelina 21,2%, Mangga Hutan 18,0%, Putat 11,7%, dan Kumbi 10,6%. Sedangkan untuk nilai Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) untuk tingkat pohon adalah 3,16 yang berarti tinggi yang menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan Hutan Rakyat tersebut adalah baik. Untuk tingkat tiang H’ adalah 2,275, tingkat pancang H’ 2,094, dan tingkat semai H’ 2,692, yang berarti bahwa keanekaragaman jenis pada masing-masing tingkat tersebut adalah sedang.
EKSBIBUBI (Ekstrak Biji Buah Bintaro) SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI BAMBU TALI (Gigantochloa apus) Muhammad Sadir; Lale Dini Ardiantari; Baiq Wanesi Angguna Mawangi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu banyak dimanfaatkan oleh masyarakat terutama sebagai bahan bangunan, kursi serta alat kesenian. Dalam pemakaiannya bambu tidak dapat bertahan lama karena adanya serangan hama perusak. Sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan mutu dan masa pakai bambu yang lebih lama melalui proses pengawetan menggunakan bahan pengawet ekstrak biji buah bintaro yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode perendaman terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi bahan pengawet dan mengetahui pengaruh nilai absobsi, retensi dan penetrasi bahan pengawet terhadap keawetan bambu tali (Gigantochloa apus) melalui uji rayap. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor metode perendaman dan konsentrasi bahan pengawet dengan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan SPSS 24 dan Microsoft excel. Hasil penelitian pengawetan bambu tali (Gigantochloa apus) menggunakan ekstrak biji buah bintaro didapat nilai rata-rata perhitungan kadar air 12,64%, kerapatan 0,68 gr/cm3. Nilai rata-rata absorbsi, retensi, penetrasi, kehilangan berat secara berturut-turut sebagai berikut 1,11 gr/cm3-1,68 gr/cm3 , 0,06 gr/cm3- 0,25 gr/cm3, 2,34 cm – 4,42 cm, 1,27% - 5,47% dan mortalitas rayap adalah 100% untuk bahan pengawet serta 40% tanpa bahan pengawet. Ketahanan bambu tali terhadap serangan rayap termasuk ketahanan kelas kuat I kategori sangat tahan. Sedangkan untuk uji kontrol termasuk ketahanan kelas kuat II kategori kelas tahan.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DESA PRAPEN LINGKUNGAN 1 KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Desa Prapen Lingkungan 1 Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Desa Prapen Lingkungan 1 berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan penangan fisik bangunan, penyediaan bak sampah, perbaikan jalan lingkungan dan drainase.
EVALUASI PERGERAKAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN SIMULASI NUMERIS (STUDI KASUS LONGSORAN DINDING PENAHAN TANAH VILLA THE HILL SENGGIGI) Sukandi; Gusti Ayu Esty Windhari; Yusuf Palimbong
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia pariwisata di pulau Lombok semakin berkembang dengan pesat sehingga banyak dibangun hotel dan vila, baik yang berdekatan dengan pinggir pantai maupun di perbukitan. Pembangunan hotel dan vila di perbukitan memerlukan pematangan lahan dengan sistem penggalian dan pengurugan, seperti pembangunan Villa the Hill yang berada di lereng dengan kemiringan lereng 70o (derajat). Tanah hasil pemotongan lereng kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih rendah sebagai urugan. Supaya tanah urugan tidak mengalami longsor, maka dibangun dinding penahan tanah berupa dinding gravitasi dari pasangan batu. Namun, setelah dibangun dinding penahan tanah mengalami kelongsoran ke arah lokasi vila atau hotel yang berada dibawah lereng. Metode yang dipakai untuk mengevaluasi pergerakan dinding penahan tanah dalam penelitian ini adalah survey lapangan untuk mendapatkan karakteristik tanah/batuan disekitar lokasi penelitian. Selanjutnya, material tanah/batuan yang diperoleh dari hasil survey geoteknik dilakukan uji laboratorium sebagai parameter input dalam simulasi numeris dengan Plaxis. Simulasi dilakukan dengan idealisasi 2D pada kondisi plane strain dan menggunakan model Mohr-Coulomb untuk tanah dasar. Dinding penahan berupa pasangan batu dengan materialnya didekati model linear elastic. Simulasi numeris dilakukan dalam tiga kondisi, yaitu kondisi eksisting, kondisi redesign dan kondisi redesign dengan penambahan beban gempa. Stratigrafi perlapisan tanah sebagai model digunakan hasil penyelidikan geoteknik yang terdiri dari lanau pasiran, pasir lanauan, dan breksi vulkanik dengan nilai NSPT > 50. Simulasi numeris dengan Plaxis menunjukkan perubahan deformasi dinding penahan tanah dan tanah dasar dari kondisi eksisting ke kondisi redesign, namun perubahan deformasi tidak terlalu signifikan, deformasi menjadi lebih besar setelah penambahan beban gempa baik arah horizontal maupun arah vertikal. Stabilitas dinding penahan tanah kondisi eksisting yang ditandai dengan angka aman SF = 1.1665 sehingga dinding penahan menjadi tidak stabil (terjadi longsoran) karena SF kurang dari 1.2. Untuk memperbesar angka aman supaya tidak terjadi longsoran, maka dilakukan redesign dengan pemasangan pondasi bore pile. Pada kondisi redesign, nilai angka aman meningkat sebesar 1.2094. Nilai angka aman tersebut lebih dari 1.2 sehingga konstruksi dinding penahan tanah tersebut menjadi stabil. Untuk mengetahui keamaan dinding penahan tanah dari pengaruh gempa, maka dilakukan penambahan beban gempa dengan PGA sebesar 0.2829g. Pemberian beban gempa pada kondisi redesign masih dalam kondisi stabil karena nilai angka aman 1.2082.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PROJECTED MOTION MEDIA PADA SISWA KELAS VIII-5 SMP NEGERI 3 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Parhun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 3 Mataram yang berjumlah 30 orang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi akhlaq semester ganjil - Tahun Pelajaran 2016-2017 dengan menggunakan Projected Motion Media . Peneltian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Adapun tahapan setiap siklus terdiri tahap perencanaan dan persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Hasi Penelitian Tindakan Kelas ini menganalisis hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2 dengan perhitungan persentase. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan setiap siklus. Hasil belajar siklus I memperoleh rata-rata nilai sebesar 72.13 dengan ketuntasan secara klasikal 40 %. Siklus II memperoleh rata-rata nilai 82.63 dengan ketuntasan secara klasikal 86%. Sehingga dapat disimpulkan Projected Motion Media dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci : projected motion media.hasil
MENINGKATKAN KETERAMPILAM KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP N 3 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Fitran Sari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik dengan menggunakan model Guided discovery Learning pada peserta didik SMP N Negeri 3 Mataram kelas VII-2. Peserta didik kelas VII-2 menjadi subyek penelitian berjumlah 25 orang pada materi pengelompokkan makhluk hidup. Penelitian Tindakan Kelas terdiri 3 siklus. Tekhnik analisa data menggunakan perhitungan persentase. Hasil Penelitian Tindakan Kelas pada siklus 1 Keterampilan Komunikasi Peserta Didik memperoleh rata-rata skor 54.92 sedangkan langkah-langkah penggunaan model Guides Discovery Learning oleh pendidik memperoleh rata-rata skor 75%. Keterampilan Komunikasi Peserta Didik pada siklus II memperoleh rata-rata skor 65.62 sedangkan Langkah-langkah penggunaan Model Discovery Learning memperoleh rata-rata skor 87.5%. siklus III Keterampilan Komunikasi Peserta Didik memperoleh rata-rata skor 78.31 sedangkan langkah-langkah penggunaan Model Discovery Learning memperoleh rata-rata skor 90%. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa Model Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik.
ANALISIS PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP TINGKAT RENTABILITAS MODAL SENDIRI PADA KOPERASI PEGAWAI TELKOM (KOPGTEL) “PALAPA” DI MATARAM Ira Dianti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini menganalisis pengaruh Financial Leverage terhadap rentabilitas modal sendiri (RMS). Objek penelitian dilakukan di Koperasi pegawai telkom (Kopegtel) “Palapa” di mataram. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Asosiatif dan metode yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Financial Leverage yaitu Debt to Assets Ratio (DTAR) dan Rentabilitas Modal Sendiri (RMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial leverage dengan menggunakan Debt to asset ratio berpengaruh positif terhadap Rentabilitas modal sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh adanya kecenderungan positif DTAR terhadap Rentabilitas Modal Sendiri. Jadi, financial leverage dengan analisis Debt to Assets Ratio dapat meningkatkan rentabilitas modal sendiri pada KOPEGTEL “PALAPA” di Mataram.

Page 11 of 41 | Total Record : 402