cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
KAJIAN UPAYA PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH DI KOTA TUA AMPENAN DITINJAU DARI ELEMEN PEMBENTUK KARAKTER BANGUNAN Eliza Ruwaidah; Teddy Hartawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang kajian upaya pelestarianbangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Ampenan ditinjau dari elemen pembentuk karakter bangunan merupakan rangkaian dari penelitian sebelumnya tentang pemetaan dan identifikasi bangunan bersejarah di Kota Tua Ampenan yang telah mendapatkan pendanaan dari dana hibah penelitian pdp Dikti tahun 2017. Beberapa kegiatan pemerintah daerah telah dilakukan dalam upaya menghidupkan kembali kawasan Kota Tua Ampenan ini. Dalam kajian ini akan dilihat pula apakah kegiatan pengembangan fisik maupun perencanaan kawasan pada lokus Kota Tua Ampenan ini sudah meliputi pelestarian bangunan bersejarah sebagai tindak lanjut penetapan Kawasan Kota Tua Ampenan sebagai kawasan cagar budaya. Penelitian ini bertujuan melakukan pembahasan tentang kegiatan pelestarian bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Ampenanditinjau dari elemen pembentuk karakter bangunan, di Mataram, Nusa Tenggara Barat.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif.Metode pendekatan menggunakan deskriptif analisis (pemaparan kondisi), dan metode evaluatif, dan metode development. Metode analisis kualitatif ini dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara. Metode deskriptif analisis dilakukan dengan pendekatan historis dan observasi di lapangan tentang elemen pembentuk karakter ruang yang ada saat ini. Metode analisis kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell 1998).Bogdan dan Taylor mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Moleong 2007). Metode ini dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberi arahan mengenai perubahan yang telah terjadi dan yang seharusnya dilakukan terhadap elemen pembentuk karakter bangunan dalamupayapelestarian bangunan bersejarah di Kawasan Kota Tua Ampenanserta kegiatan atau program yang berhubungan dengan pelestarian bangunan bersejarah di Kota Tua Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
MODIFIKASI KELAS IBU HAMIL BERBASIS PERAN SUAMI , MENINGKATKAN CAKUPAN PERSALINAN (NAKES) DAN CAKUPAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2017 Sudarmi; St Halimatusyaadiah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor pendukung pemberian ASI eksklusif di Indonesia adalah suami. Dukungan yang diberikan suami akan mempengaruhi kondisi psikologis ibu yang akan berdampak terhadap keberhasilan menyusui . Dukungan dapat diberikan baik fisik maupun psikis. Suami memiliki andil yang cukup besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Modifikasi Kelas Ibu Hamil Dengan Peningkatan Peran Suami Meningkatkan cakupan Persalinan Nakes dan cakupan Pemberian Asi di Kabupaten Lombok Barat NTB. Desain yang digunakan untuk penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 30 orang sebagai kelompok kasus dan 30 orang pada kelompok kontrol. Penelitian ini di laksanakan di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari, Kediri dan Gerung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan persalinan di tenaga kesehatan rata-rata 18,30 pada kelompok intervensi dan 16,66 pada kelompok kontrol.menunjukkan bahwa cakupan ASI di Ekslusif rata-rata 65,53 pada kelompok intervensi dan 61,81 pada kelompok kontrol. Selanjutnya terdapat pengaruh kelas ibu hamil Dengan Peningkatan peran suami terhadap cakupan persalinan tenaga kesehatan dengan nilai р 0,002 dan terdapat pengaruh kelas ibu hamil Dengan Peningkatan peran suami terhadap cakupan persalinan tenaga kesehatan dengan nilai р 0,000. Disarankan Kelas ibu hamil dengan peningkatan peran suami dapat menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan cakupan persalinan nakes dan cakupan pemberian ASI ekslusif dan sosialisasi peran suami kepada ibu hamil dan masyarakat perlu ditingkatkan agar semua ibu hamil beserta suami dan keluarganya memperoleh informasi dan pengalaman belajar khususnya perawatan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan pemberian ASI Ekslusif.
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF BARTONELLA SPP. FROM BAT BLOOD AT TANJUNG RINGGIT CAVE ON EAST LOMBOK Andreyani Attamimi; Rima Nurmayani; Erni; Kunti Tirtasari; Kholik
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many research explained that bats are an important reservoir for Bartonella spp. On Lombok Island has many caves for breeding house of bats. The purpose of this research is to isolate and identify Bartonella spp. at Tanjung Ringgit Cave on East Lombok. An Observational survey with explorative laboratory was carried out on Tanjung Ringgit bat cave during May 2018. The bats were captured by net trap and blood samples were collected by puncturing the axillaries vein of bats for blood smears and examination of the presence of intraerythrocytic corpuscles. Each of blood samples was dipped in sterile BHI and they were incubated over the night. After 24 hours the samples were inoculated in Blood Agar under aerobic conditions at Laboratory of Public Health and calibration, Province of Nusa Tenggara Barat. The colonies were purified and characterized by biochemical methods. The result of blood smears by showed that 3 (30%) of 10 bat blood samples were found intraerythrocytic corpuscles. The morphological colonies of bacteria of the three bat blood that found intraerythrocytic corpuscles on Blood Agar are Heterogenic colonies, small regular to irregular larger forms and No hemolysis on blood agar. The result of the biochemical test showed that bacteria was non fermentative, urease, and indole negative. It also did not utilize citrate and Triple Sugar Iron (TSI) showed alkaline. Bartonella-like was isolated from bat blood at Tanjung Ringgit Cave on East Lombok besides on blood smears examination, The morphological colonies on Blood Agar and biochemical test of isolated bacteria of this research.
ANTIMICROBIAL RESISTANCE OF ESCHERICHIA COLI THAT ISOLATED FROM FECAL SAMPLES OF BALI CATTLE AT LOCAL FARM ON LOMBOK ISLAND Gunawan; Seli Nurmayani; Jayanti Mandrasari; Kunti Tirtasari; Kholik
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lombok Province has Earth of Million Cattle Program. Antibiotic resistance that caused by miss antibiotic used is a major problem in the world. The aim of this study was to the isolation of Escherichia coli and their resistance of Antibiotic from fecal samples of Bali cattle of the Local farm on Lombok Island to prevent an economic loss that caused by ineffective of treatment and to antibiotic resistance in cattle and human. An observational survey with explorative laboratory was conducted in this study. Fecal samples were collected during July 2018. A fecal sample was taken by rectal exploration. Thus fecal sample was put into Brain Infusion Heart tube media by cotton swabs and they were incubated at 37℃ for 24 h to produce colony growth. The bacterial colonies were streaked on Petri dishes containing Eosin Methylene Blue Agar and then incubated for 24 h at 37°C. The purified bacterial cultures were done using Gram staining and biochemical test. The E. coli isolated were performed by a standard National Committee for Clinical Laboratory Standards (NCCLS) disk diffusion method. The result of this study showed that 94.4% E. coli isolates were resistance of Erythromycin, 61.1% were resistance of Erythromycin of Tetracycline, and 16.7% were resistance of Ciprofloxacin of 20 E.coli were isolated.
UJI IN VITRO TANAMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBIOTIK ALAMI UNTUK RADANG PAYUDARA (MASTITIS) I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Siti Ruqqayah; Ni Luh Budi Astuti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi payudara atau disebut juga mastitis merupakan peradangan pada payudara yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Tata laksana pengobatan mastitis, dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu dan yang tidak kalah pentingnya yaitu pemberian kompres. Umumnya kompres yang digunakan yaitu air hangat atau air dingin untuk meredakan rasa nyeri. Namun, hal tersebut kurang efektif jika ditinjau dari segi medis, karena tidak ada kandungan antibiotik pada kompres yang dapat menekan pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman yang efektif dalam mengobati mastitis. Tahapan-tahapan penelitian meliputi: 1. Perbanyakan isolate S. aureus, 2. Pembuatan perasan masing-masing dari sampel tumbuhan, 3. Pengujian efektivitas bahan secara in vitro ke isolate Staphylococcus aureus dengan metode disk diffusion assay (Kirby-Bauer). Diameter zona hambat terbesar dengan jenis ekstrak dan perasan serta konsentrasi tertentu dinilai efektif dalam mengobati mastitis. Di antara jenis perasan herbal yang diujikan, bawang putih memiliki daya hambat terbesar terhadap pertumbuhan S. aureus. Namun, dari ekstrak komersial yang diujikan, campuran buah manjakani, daun sirih, kunyit putih dan daun kayu putih juga efektif dalam menghambat pertumbuhan S. aureus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman-tanaman tersebut potensial untuk dikembangkan dalam pengobatan mastitis.
IDENTIFIKASI TAPAK, PEMBAGIAN RUANG, DAN AKTIVITAS PENGELOLAAN PARIWISATA ALAMGILI PASERANGPADA KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG BRANG REA Maiser Syaputra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapak (site), secara fisik merupakan bagian dari suatu lanskap (bentang alam) atau lanskap itu sendiri. Tapak didefinisikan sebagai suatu areal yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan, yang direncanakan atau dirancang dengan tujuan dan manfaat tertentu(Nurisjah, 2004). Knudson (1980) menyatakan, bahwa perencanaan tapak adalah kemampuan untuk mengumpulkan dan mengintrepertasikan data, memproyeksikan ke masa depan, mengidentifikasikan masalah dan memberikan pendekatan yang beralasan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. Desain tapak pada kawasan hutan Gili Paserang khususnya pada blok pemanfaatan bertujuan agar kegiatan pariwisata alam dapat terselenggara secara serasi dan harmonis, sesuai kaidah, prinsip, dan fungsi kawasan. Secara teknis, berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor 4 tahun 2017 desain tapak bertujuan untuk membagi ruang (peruntukan) pengelolaan pariwisata alam ke dalam ruang usaha dan ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode Berau land of management untuk mengetahui potensi masing-masing objek wisata alam yang ada.
TINGKAT KEPADATAN LALAT DI RUMAH PENDUDUK SEKITAR TENDA PENGUNGSIAN PASCA GEMPA LOMBOK TAHUN 2018 Febriana Tri Wulandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sampah dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat karena sampah merupakan tempat yang ideal untuk sarang dan tempat berkembang biaknya berbagai vektor penularan penyakit. Lalat merupakan salah satu vektor penularan penyakit khususnya penyakit saluran pencernaan karena lalat mempunyai kebiasaan hidup di tempat kotor dan tertarik bau busuk seperti sampah basah. Lalat banyak terdapat diberbagai habitat, misalnya air, pasir, tumbuhan, di bawah kulit kayu, batu, dan binatang. Hal ini berhubungan dengan insting dan binomik lalat memilih tempat-tempat yang kelak secara langsung dijadikan sumber makanan bagi larva setelah menetas dari telur, yang semuanya dapat ditemukan pada sampah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepadatan lalat di rumah penduduk yang berada disekitar tenda pengungsian dusun cempaka putih dan karang gelumpang. Penelitian ini bersifat deskriftif dengan pendekatan crossectional study, yang dilaksanakan pada bulan september 2018 di rumah penduduk dusun cempaka putih dan karang gelumpang dengan jumlah sampel 48 rumah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah flay grill untuk mengukur tingkat kepadatan lalat. Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk tabel, distribusi frekuensi, dan persentase. Hasil penelitian tingkat kepadatan lalat di Rumah Penduduk yang berada disekitar tenda pengungsian pasca gempa lombok Dusun Cempaka Putih dan Karang Gelumpang sebagian besar masuk dalam kategori tinggi sebanyak 27 rumah (56,25%) dan kategori rendah sebanyak 21 rumah (43,75%). Menurut hasil pengamatan bahwa faktor yang dapat meningkatkan kepadatan lalat yaitu sistem pengelolaan sampah di tenda pengungsian dan rumah penduduk masih belum memenuhi syarat, karena tempat pembuangan sampah dan saluran pembuangan limbah masih terbuka
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA (PEER TEACHING) DENGAN KLASIKAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Bq Malikah Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran Tutor Sebaya (Peer Teaching) dengan model pembelajaran Klasikal terhadap hasil belajar matematika siswa SMA NW Wanasaba Tahun Pembelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan Post Test Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA NW Wanasaba tahun pembelajaran 2018/2019 yang berjumlah 44 siswa dan terdiri dari 2 kelas yaitu: kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metote tes dengan instrumen tes berbentuk soal essay. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa ditolak dengan taraf signifikan 5%, hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran Tutor Sebaya (Peer Teaching) dengan model pembelajaran Klasikal terhadap hasil belajar matematika siswa SMA NW Wanasaba Tahun Pembelajaran 2018/2019. Berdasarkan rerata marginalnya, siswa yang dikenai dengan model pembelajaran Tutor Sebaya (Peer Teaching) memiliki rerata marginal 70.43 dan siswa yang dikenai dengan model pembelajaran klasikal memiliki rerata marginal 66.57
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SISWA KELAS X SMA NEGERI DI KOTA MATARAM TAHUN PELAJARAN Musmiratul Uyun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe TGT, NHT, atau model pembelajaran klasikal; (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis, Melankolis, Koleris atau Phlegmatis; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis, Melankolis, Koleris atau Phlegmatis; (4) pada masing-masing tipe kepribadian, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe TGT, NHT, atau pembelajaran klasikal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan faktorial 3 x 4. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Kota Mataram Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified cluster random sampling. Hasilnya adalah seluruh siswa SMA Negeri 3 Mataram mewakili kelompok tinggi, seluruh siswa SMA Negeri 2 Mataram mewakili kelompok sedang, dan seluruh siswa SMA Negeri 7 Mataram mewakili kelompok rendah. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mendapatkan nilai matematika pada Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 sebagai data kemampuan awal; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data tipe kepribadian siswa. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi dengan menggunakan uji Bartlett. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari model pembelajaran kooperatif tipe NHT, model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari model pembelajaran klasikal, serta model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik dari model pembelajaran klasikal; (2) Siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis, Melankolis, Koleris, maupun Phlegmatis memiliki prestasi belajar matematika yang sama; (3) Pada masing-masing model pembelajaran, siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis, Melankolis, Koleris, maupun Phlegmatis memiliki prestasi belajar matematika yang sama; (4) Pada masing-masing tipe kepribadian, model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari model pembelajaran kooperatif tipe NHT, model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari model pembelajaran klasikal, serta model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik dari model pembelajaran klasikal.
KARAKTERISASI BIJI JARAK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PENGANTI MINYAK TANAH UNTUK PENGERINGAN TEMBAKAU VIRGINA LOMBOK Ahamad Multazam; Musmiratul Uyun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau virginia merupakan komponen agroindustri terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) Kurangnya kuota minyak tanah bersubsidi untuk omprongan tembakau, bahkan pemerintah pusat telah memutuskan bahwa pada tahun 2018 kuota minyak tanah bersubdi akan dihapuskan, mendatangkan masalah tersendiri. Dari permasalahan tersebut kemudian dilakukan penelitian dengan judul bagaimana karakterisasi biji jarak sebagai bahan bakar alternatif penganti minyak tanah sebagai pengganti bahan bakar untuk omprongan tembakau dengan tujuan membuktikan bahwa biji jarak bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada proses pengeringan tembakau tanpa mengurangi kualitas tembakau dan ekonomis. Penelitian ini dilakukan dengan ekperimen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan bakar biji jarak dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk omprongan tembakau terbukti dari hasil uji karakteristik yaitu Nilai kalor yang dihasilkan pada penelitian ini telah memenuhi standar nasional (SNI) yaitu 5288,844 kal/gr dengn berpatokan pada standar yang telah memenuhi standar USA yaitu 4000-6500 (Sumber: Hendra, 1999 dalam Sunyata dan Wulur, 2008). aspek nilai ekonomis konsumsi bahan bakar/ 1 kg krosok kering menghabiskan 6,7 kg biji jarak dengan harga Rp 6,700 lebih rendah dari bahan bakar minyak tanah, LPG maupun bio etanol. Variabel suhu pengopenan standar dengan jarak laju pengeringan 1 m/s mengasilkan pengomprongan tembakau dengan kualitas warna dan aroma yang terbaik.

Page 9 of 41 | Total Record : 402