cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
ANALISIS KIMIA TIGA TANAMAN OBAT DIKAWASAN KHUSUS SENARU Febriana Tri Wulandari; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Dwi Sukma Rini
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai jenis-jenis HHBK dikawasan Senaru telah dilakukan pada tahun 2014. HHBK yang ditemukan di KHDTK Senaru sekitar 36 jenis yang berasal dari 13 famili, diantaranya: famili Apocynaceae, Arecaceae, Clusiaciae, compositae, ebenaceae, euphorbiaceae, fabaceae, meliaceae, moraceae, myrtaceae, orchidaceae, piperaceae, rosaceae, dan rubiaceae. HHBK tanaman obat di KHDTK Senaru sebanyak 13 jenis. Tanaman obat telah banyak digunakan oleh masyarakat sekitar hutan untuk mengobati berbagai penyakit.Tiga tanaman obat yang terdapat di KHDTK Senaru adalah daun panggal buaya (Zanthoxyllum rhetsa Roxburgh (DC)), daun rajumas (Duabanga moluccana) dan daun sengon (Paraserianthes falcataria (L )) . Ketiga jenis daun tersebut mengandung vitamin A, E, C dan berfungsi sebagai obat kanker. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti akan menganalisis kandungan kimia yang terdapat pada tanaman obat tersebut sehingga dapat menjadi sumber informasi bagi KHDTK Senaru khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia 3 tanaman obatyaitu daun panggal buaya (Zanthoxyllum rhetsa Roxburgh (DC)), rajumas (Duabanga moluccana) dan sengon (Paraserianthes falcataria (L )). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menyajikan suatu gambaran terperinci atas suatu situasi khusus (Silalahi,2009). Sumber data diperoleh dari hasil analisis kimia yang dilaksanakan di laboratorium BPTHHBK. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai skrining bioaktivitas antioksidan pada tiga jenis tanaman kehutanan maka dapat disimpulkan bahwa dari tiga tanaman yang diuji, tedapat bioaktivitas berupa aktivitas antioksidan yang berperan mengatasi kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh, hasil menunjukan bahwa daun tanaman rajumas (Duabanga molucanna) dan panggal buaya ((Zanthoxyllum rhetsa Roxburgh (DC)) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, namun untuk jenis tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) memiliki aktivitas antioksidan rendah
HUBUNGAN TINGKAT CEMARAN Escherichia coli DENGAN KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER YANG DIJUAL DIPASAR SAYANG-SAYANG KECAMATAN CAKRANEGARA KOTA MATARAM Hidayatus Soleha; Dina Oktaviana; Sari Kusuma Wardhani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging ayam broiler merupakan salah satu jenis karkas ayam yang menjadi pilihan masyarakat selain karena nilai gizi yang tinggi, rasanya yang enak, serta mudah ditemukan di RPU (Rumah Potong Unggas), pasar modern (swalayan) dan sebagian besar di pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat cemaranE.colidan kualitas fisik daging ayam broiler yang dijual di pasar tradisional Sayang–Sayang, Cakranegara, Kota Mataram dengan menggunakan jenis analsis deskriktif dengan metodecross-sectional study. Sampel diambil sebanyak 11 sampel yang berasal dari pedagang ayam eceran di pasar Sayang-Sayang Cakranegara Kota Mataram. Hasil Uji Laboratorium Veteriner UPTD Peternakan Dan Kesehatan Propinsi NTB. Terhadap tingkat cemaran E.coli mencapai 4,3x103- 4,5x105 , menunjukkan daging ayam yang dijual di pasar Sayang-Sayang Cakranegara Kota Mataram melebihi batas maksimum cemaran mikroba yaitu 1x101(SNI 7399-2009). Tingkat cemaran mempengaruhi kualitas fisik daging ayam tersebut, Kisaran nilai pH mencapai 5,0-6,0 , nilai daya Ikat Air 33,47%-41,44% dan nilai susut masak 33.3-43,3%.Kualitas daging tersebut masih dalam keadaan normal serta masih bisa dikonsumsi oleh masyarakat setelah melewati pemasakan yang sempurna.
PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN POTONGAN HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN SEPEDA MOTOR HONDA Studi kasus pada PT. Krida Dinamik Auto Nusa Mataram Tama Krisnahadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara parsial pengaruh biaya promosi dan potongan harga terhadap volume penjulan sepeda motor honda di Krida Dinamik Auto Nusa. Angka penjualan menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan dan target sebuah perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Krida Dinamik Auto Nusa yang merupakan salah satu dealer resmi sepeda motor merek Honda yang memiliki lokasi yang strategis di kawasan kota Mataram. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan desain asosiatif kausal. Desain Asosiatif kausal digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel riset atau berguna untuk mengukur bagaimana suatu variable mempengaruhi variabel yang lain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah participlant sampling yang dilakukan dengan cara mencari atau mencatat data kuantitatif selama 5 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun parsial antara variable bebas dan terikat, yaitu pengaruh biaya promosi dan potongan harga terhadap volume penjualan sepeda motor honda pada PT. Krida Dinamik Auto Nusa.
POTENSI KOMPOS HASIL FERMENTASI JAMUR ENDOFIT DAN SAPROFIT TRICHODERMA SPP. DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TERINDUKSI BEBERAPA VARIETAS PISANG TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM Irfan Jayadi; I Made Sudantha; Taufik Fauzi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi ketahanan beberapa varietas pisang Kepok dan Ketip yang diaplikasikan kompos hasil fermentasi jamur Trichoderma spp. terhadap penyakit layu Fusarium. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu: Faktor varietas pisang (K) yang terdiri dari empat aras, yaitu: k1 = varietas pisang kepok tanpa inokulasi jamur Fusarium oxysporum f. sp. Cubense ; k2 = varietas pisang kepok dengan inokulasi jamur Fusarium oxysporum f. sp. Cubense ; k3 = varietas pisang ketip tanpa inokulasi jamur Fusarium oxysporum f. sp. Cubense; k4 = varietas pisang ketip dengan inokulasi jamur Fusarium oxysporum f. sp. Cubense. Faktor kompos hasil fermentasi jamur endofit dan saprofit Trichoderma spp. (T) yang terdiri dari empat aras, yaitu: t0 = tanpa kompos hasil fermentasi jamur endofit dan saprofit Trichoderma spp. ; t1 = kompos hasil fermentasi campuran jamur endofit T. viride isolat ENDO-20 dan saprofit T. harzianum isolat SAPRO-20 ; t2 = kompos hasil fermentasi campuran jamur endofit T. koningii isolat ENDO-21 dan saprofit T. koningii isolat SAPRO-21 ;t3 = kompos hasil fermentasi campuran jamur endofit T. polysporum isolat ENDO-22 dan saprofit T. viride isolat SAPRO-22 . hasil penelitian menunjukan 1) kompos hasil fermentasi jamur endofit dan saprofit Trichoderma spp. mampu menekan serangan jamur F.oxysforum f.sp. Cubense yang menyebabkan pembusukan. 2) pisang yang diaplikasikan dengan kompos hasil fermentasi jamur endofit dan saprofit Trichoderma spp. tumbuh lebih sehat dan lebih sulit terkena penyakit Fusarium.
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE LEARNING CELLL DAN TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DI KELAS X MA ISLAHUDDINY KEDIRI Musmiratul Uyun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan kurangnya aktivitas siswa di dalam pembelajaran matematika di kelas di sekolah MA. Putri Al-Islahuddiny Kediri. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru, ini terjadi karenakan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Dalam aktivitas belajar, siswa masih menjadi pihak yang pasif yang hanya menerima informasi dari guru tanpa punya inisiatif untuk menambah wawasan materi pada sumber belajar lain, mengungkapkan pendapat dan mengajukan pertanyaan kepada guru tentang hal yang belum dipahami, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan upaya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe the learning cell dan tipe TTW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the learning cell dengan yang menggunakan model pembelajaran tipe TTW. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap tiga kelas sampel yang diberikan perlakuan berbeda. Data penelitian diperoleh dengan memberikan post-test kepada ketiga kelas sampel. Setelah hasil post-test diperoleh, data dianalisis untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji-t satu arah. Adapun ratarata yang diperoleh kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the learning cell (eksperimen I) adalah 70,97 dan simpangan baku yang diperoleh 9,66. Dan rata-rata yang diperoleh kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (eksperimen II) adalah 66,66 dan simpangan baku 11,90. Sedangkan rata-rata yang diperoleh kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 62,42 dan simpangan baku 8,76. Dari analisis yang telah dilakukan terhadap data post-test dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the learning cell lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW.
PEMETAAN DAN IDENTIFIKASI BANGUNAN BERSEJARAH DI KOTA TUA AMPENAN MATARAM NUSA TENGGARA BARAT Teddy Hartawan; Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemetaan dan identifikasi bangunan bersejarah di Kota Tua Ampenan diawali dari pemikiran bahwa Kota Tua Ampenan adalah salah satu kawasan cagar budaya yang merupakan kota tuanya Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan di kawasan ini lebih menekankan pada kawasan dan lingkungan binaannya sebagai kawasan cagar budaya. Belum ada penelitian yang menekankan pada bangunan bersejarah di kawasan ini sebagai objek arsitektur yang dianggap penting oleh peneliti sebagai objek utama dari kawasan cagar budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan bangunan bersejarah di Kota Tua Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat dan mengidentifikasikan kondisi bangunan bersejarah saat ini untuk mengklasifikasikan bangunan mana yang dapat dilakukan preservasi dan konservasi baik itu berupa restorasi, renovasi, rehabilitasi, rekonstruksi maupun adaptasi di Kawasan Kota Tua Ampenan Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif. Pada akhir rangkaian penelitian ini nantinya diharapkan muncul tipologi bangunan bersejarah di Kawasan Kota Tua Ampenan yang dapat diuraikan dan dicari benang merahnya dengan bangunan bersejarah di Kawasan Tua lainnya di Indonesia. Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk menghasilkan suatu dokumen teknis yang dapat dijadikan panduan untuk menentukan kebijakan mengenai preservasi dan konservasi bangunan bersejarah di Kawasan Kota Tua Ampenan Mataram, Nusa Tenggara Barat.
WAYANG DALAM KAJIAN ONTOLOGO, EPISTIMOLOGI DAN AKSIOLOGI SEBAGAI LANDASA FILSAFAT ILMU Sunardy Kasim
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian wayang jika kita lihat dari 3 (tiga) pilar filsafat ilmu maka secara Ontologis, hakikat wayang secara filosofi Wayang merupakan bayangan, gambaran atau lukisan mengenai kehidupan alam semesta. Sedangkan secara Epistemologi, wayang merupakan perkembangan dari sebuah upacara pemujaan kepada roh nenek moyang/ leluhur bangsa Indonesia pada masa lampau (prasejarah). secara Aksiologi, maka kesenian wayang berfungsi sebagai sarana pendidikan, dan sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan maksud tertentu, baik itu berhubungan dengan keagamaan, kritik sosial dan bahkan sebagai sarana pemeritah dalam menyampaikan setiap program atau dalam mensosialisasikan kebijakan dari pemerintah terkait
ANGKA KEMATIAN IBU NOL JANGAN MENJADI ALAMAT PALSU M. Karjono
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya diarahkan guna tercapainya kesadaran kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, menyangkut fisik, mental maupun sosial budaya dan ekonomi. Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terarah dan berkesinambungan. Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia mempunyai dua dimensi, pertama kematian ibu dan kematian bayi yang masih tinggi akibat berbagai faktor termasuk pelayanan kesehatan yang relatif kurang baik, yang kedua timbulnya penyakit degeneratif yaitu monopause dan kanker. Pembangunan milenium mempunyai tujuan (Milenium Development Goals, (MDGs) yaitu pengurangan angka kemiskinan dan kelaparan, pendidikan dasar yang universal, keadilan gender dan pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan ibu, penurunan angka kematian anak, pemebrantasan penyakit TB, malaria dan HIV/AIDS, keselarasan lingkungan yang berkelanjutan, kemitraan gelobal dalam pembangunan
HUBUNGAN PERTAMBANGAN EMAS DENGAN KADAR MERKURI DALAM RAMBUT PENAMBANG DI DESA KEDARO SEKOTONG LOMBOK BARAT Iwan Desimal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak awal tahun 2008, dimulainya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Sekotong khususnya Desa Kedaro. PETI tsb menggunakan merkuri dalam proses pengolahan yang disebut amalgamasi. Merkuri bersifat bioakumulatif di dalam tubuh sehingga diperlukan monitoring dengan pemantauan biologi (biological monitoring/biomonitoring). Biomonitoring yang baik dipakai untuk menilai suatu dampak dengan penanda biologi (biomarker). Biomarker yang bisa diperiksa adalah darah, urine, udara pernapasan dan rambut. Rambut merupakan salah satu jaringan tubuh manusia yang dapat mengakumulasi merkuri dalam jangka waktu yang lama. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan pertambangan emas dengan kadar merkuri dalam rambut penambang di Desa Kedaro Sekotong Lombok Barat. Penelitian berjenis observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional. Penelitian berlokasi di Desa Kedaro Sekotong yang dilakukan pada bulan April-Desember 2014. Sampel berjumlah 25 sampel yang diambil secara purposive sampling dengan kriteria laki-laki berumur 15-40 tahun. Variabel besas meliputi rerata merkuri yang digunakan, masa kerja, lama kerja, frekuensi kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Varaibel tergantung meliputi kadar merkuri pada rambut. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear dengan taraf signifikansi 0.05. Lama kerja dan penggunaan APD berhubungan dengan kadar merkuri dalam rambut responden. Nilai probalilitas < taraf signifikansi (p < α). Nilai p berturut-turut p = 0,03 < α = 0,05 (lama kerja), p = 0,005 < α = 0,05 (Penggunaan APD). Diupayakan untuk menggunakan masker dan sarung tangan agar tidak terpapar langsung dengan merkuri.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERINDUSTRIAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Sulaeman
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara pada Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 58 orang dan sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 36 orang responden yang ditentukan berdasarkan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penebaran kuisioner terhadap 36 responden terpilih serta studi dokumentasi terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikasi hasil pengujian validitas untuk kuesioner penelitian secara keseluruhan adalah valid. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r hitung lebih besar dari r kritis atau r hitung 0,30. nilai alpha seluruhnya adalah reliable, karena memiliki alpha diatas 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor beban kerja berupa sikap, keterampilan dan pengetahuan itu sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan dan persial terhadap kinerja karyawan pada Dinas Perindustrian adalah terbukti.