cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS Virgin Cococnut Oil (VCO) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Seratus dua puluh lima ekor ayam broiler ditempatkan pada 5 perlakuan pakan yang berbeda, yaitu R-0 (ransum basal), R-0,5 (0,5% ampas VCO), R-1,0 (1,0% ampas VCO), R-1,5 (1,5% ampas VCO), R-2,0 (2,0% ampas VCO). Setiap kelompok perlakuan pakan terdiri dari 5 replikasi masing-masing diisi dengan 5 ekor. Ayam broiler dipelihara selama 5 minggu. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Completely Randomized Design (CRD) Pola Searah. Perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncans’s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis statistik menunjukkan uji kualitas fisik daging menghasilkan peningkatan pH daging, serta berpengaruh nyata terhadap daya ikat air dan susut masak daging (P<0,05) dan tidak berpengaruh nyata terhadap keempukan daging ayam broiler.
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTUNYA DI RUANG BERSALIN RSUD KOTA MATARAM TAHUN 2016 Diana Hidayati; Hilda Handayani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk dapat mengetahui bagaimana karateristik ibu bersalin dengan ketuban pecah sebelum waktunya di Ruang Bersalin RSUD Kota Mataram Tahun 2016, dengan metode penelitian yakni metode penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif. Tempat penelitian dilakukan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, data yang disajikan yaitu karakteristik ibu bersalin dengan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya dari bulan Januari-Desember 2015. Besar populasi dalam penelitian ibu bersalin dengan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya yaitu 281.
KUALITAS AIR SUNGAI MAHAKAM TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LOA DURI ULU KECAMATAN LOA JANAN KUTAI KARTANEGARA SAMARINDA Hansen; Lisa Wahidatul Oktaviani; Erni Wingki Susanti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia akses terhadap air bersih masih menjadi masalah, sebagian besar air tawar yang digunakan berasal dari air sungai, danau, waduk dan sumur. Berdasarkan aktifitas kegiatan yang ada di Sungai Mahakam Kelurahan Loa Duri Ulu Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa contoh kualitas air bersih yang diambil disepanjang Sungai Mahakam secara fisik tidak memenuhi syarat air bersih menurut Peraturan Pemerintah 82 tahun 2001 dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Sungai Mahakam dan kesehatan masyarakat di Kelurahan Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kutai Kartanegara Kalimantan timur. Metode sampling yang digunakan adalah sampling gabungan tempat (integrated samples), yaitu campuran sampel sesaat yang diambil dari titik/lokasi yang berbeda pada waktu yang sama. Titik yang berbeda disini adalah titik tepi kiri, kanan dan tengah sungai pada kedalaman 5 meter kemudian sampel di uji di Laboratorium yang telah memperoleh status terakreditasi dari KAN, hasil uji laboratorium diindikasikan mengalami penurunan kualitas air sungai adapun untuk hasilnya TDS (Total Dissolved Solid) dan TSS (Total Suspended Solid) dibawah standard Baku Mutu Lingkungan, Fe (Besi), BOD (Biochemical Oxygen Demand), dan COD (Chemical Oxygen Demand) melebihi standard Baku Mutu Lingkungan dan Masalah kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat Loa Duri Ulu seperti gangguan kulit yang ditimbulkan akibat menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari hari.
POPULASI DAN SEBARAN LUTUNG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) SENARU Maiser Syaputra; Kornelia Webliana; Indriyatno
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lutung (Trachypithecus auratus) atau sering juga disebut Lutung Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang penyebaran paling timurnya berada di Pulau Lombok. Lutung yang terdapat di Lombok merupakan sub spesis dengan nama Trachypithecus auratus auratus yang berbeda dengan jenis Trachypithecus auratus mauritius yang berada di barat Pulau Jawa. Menariknya di Pulau Lombok penyebaran satwa ini terbatas hanya pada ekosistem rinjani, salah satunya berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru yang berada di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara. Karena terbatasnya informasi, keberadaan Lutung di KHDTK Senaru menjadi menarik untuk diteliti khususnya mengenai populasi dan sebarannya. Penelitian ini bertujan untuk mengkaji struktur populasi lutung serta mengetahui pola sebaran lutung di KHDTK Senaru yang bermanfaat sebagai data dasar bagi KHDTK terkait pengelolaan keanekaragaman hayati.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH UNIVERSITAS NUSA TENGGARA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS FAKTOR Sami’un
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa memilih Universitas Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan analisis factor. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Faktor dan program computer SPSS/PC. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan Faktor yang paling dominan adalah factor jurusan/fakultas yang tersedia
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI KELURAHAN RENTENG KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan lingkungan kawasan permukiman kumuh membawa permasalahan baru, seperti perkembangan fisik kota yang tidak baik, memberikan efek visual yang jelek, tingkat kesehatan masyarakat yang semakin rendah sebagai akibat dari kondisi permukiman yang tidak sesuai dengan standar kesehatan dan memberikan dampak sosial dan ekonomi masyarakat yang buruk. Permasalahan kawasan permukiman kumuh yang terjadi perlu segera dilakukan penanganan sehingga tercapai suatu lingkungan permukiman yang sehat dan layak huni serta berkualitas. Tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Kelurahan Renteng berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan penangan fisik pada perbaikan jalan lingkungan, penyedian bak sampah dan penanganan fisik bangunan.
STUDI JENIS DAN SEBARAN BAMBU DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) SENARU Dwi Sukma Rini; Febriana Tri Wulandari; Irwan Mahakam Lesmono Aji
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bambu tumbuh secara alami dan berumpun di kawasan hutan Indonesia, tak terkecuali di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, pemanfaatan bambu di daerah ini cukup tinggi. Disisi lain pengetahuan masyarakat tentang jenis, sifat, dan kualitas bambu masih sangat terbatas, padahal hal ini berperan penting dalam kesesuaian pemilihan jenis untuk pemanfaatan lebih lanjut. Selain jenis bambu, perbedaan tempat tumbuh juga dapat mempengaruhi kualitas dari bambu dengan jenis yang sama. Penelitian karakteristik dan jenis bambu ini dilakukan untuk mengetahui dengan jelas morfologi dan sifat fisika setiap jenis bambu yang tumbuh di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru, karena belum ada data tentang jenis dan kualitas bambu yang terukur di daerah ini. Penelitian ini meliputi : inventarisasi jenis dan sebaran bambu dengan metode survei; pengamatan morfologi bambu dan pembuatan herbarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di KHDTK Senaru ditemukan 6 jenis bambu, yaitu bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C), Santong (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz ), kuning (Bambusa vulgaris var. striata), tali (Gigantolochloa apus Kurz.), petung (Dendrocalamus asper (Schult. f.) Backer ex Heyne) dan Bilis (Schizostachyumlima (Blanco)Merr).
PENGUKURAN TAHANAN JENIS (RESISTIVITY) UNTUK PEMETAAN POTENSI AIR TANAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRAYA Sukandi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Praya merupakan Rumah Sakit milik pemerintah yang memiliki fungsi untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga perlu fasilitas penunjang yang lengkap terutama dalam hal penyediaan air baku. Pemenuhan pasokan air baku dari PDAM terasa kurang, maka akan dimanfaatkan potensi air tanah. Untuk mengetahui potensi air tanah, dilakukan survey permukaan dan bawah permukaan. Salah satu metode survey yang akan dilakukan adalah pendugaan geolistrik. Dengan survey geolistrik dapat diketahui kedalaman lapisan aquifer sehingga dapat ditafsirkan potensi air tanah. Penelitian ini menggunakan metode investigasi langsung di lapangan berupa pengukuran geolistrik dengan menerapkan konsep konfigurasi elektroda Schlumberger vertical electrical sounding untuk memperoleh nilai arus dan potensial. Pengolahan hasil pengukuran di lapangan dengan menggunakan program software IP2WIN yang di kombinasikan dengan software Progres 2D. Berdasarkan penyelidikan dengan menggunakan metode geolistrik didapatkan nilai resistivity dan ketebalan lapisan yang berbeda- beda setiap titik walaupun masih dalam formasi yang sama. Lapisan ke-1 berupa lanau pasiran dengan tahanan jenis 1.24 – 94.77 Ohm-m. Lapisan ke-2 berupa breksi tufaan dengan nilai tahanan jenis 7.68 – 80.02 Ohm-m. Lapisan ke-3 berupa tuf pasiran dengan nilai tahanan jenis 3.39 – 9.37 Ohm-m. Lapisan ke- 4 berupa tuf pasiran dengan nilai tahanan jenis 2.92 – 6.19 Ohm-m. Dari hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan muka air tanah (akuifer) berada pada kedalaman 25.0 meter dengan nilai tahanan jenis antara 3.39 – 9.37 Ohm-m yang berada pada lapisan tuf pasiran. Lapisan akuifer yang ada pada daerah ini termasuk sebagai akuifer bebas karena berada dalam daerah cekungan air tanah (CAT).
ANALISIS PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA PESERTA PELATIHAN DETEKSI DINI KANKER CERVIX DI PROPINSI NTB TAHUN 2017 I Gusti Ayu Rai Astarini
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar puskesmas di Indonesia khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat rata-rata belum memiliki tenaga kesehatan yang kompeten dalam melakukan pemeriksaan IVA. Sehingga perlu dilaksanakan pelatihan pemeriksaan dini kanker cervix dengan metode IVA. Pelatihan deteksi dini kanker cervix ini mampu menyiapkan tenaga medis yang kompeten dalam melakukan deteksi dini kanker cervix khususnya bagi dokter dan bidan, sehingga upaya pemerintah dalam menekan angka kematian wanita yang diakibatkan oleh kanker cervix diharapkan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan pada peserta pelatihan deteksi dini kanker cervix angkatan I dan angkatan II di provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yakni Pra- Eksperimental dengan disain “One Group Pretest-Postest”. Penelitian ini dilakukan dalam 2 pelatihan yaitu pelatihan deteksi dini kanker cervix angkatan I dan angkatan II, masing-masing angkatan memiliki beberapa tahap yaitu pembukaan, building learning commitment, pre test, penyampaian materi, praktik lapangan, post test dan penutup. Hasil penelitian dengan paired t test bahwa peserta pada angkatan I menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai probabilitas / nilai p = = 0,000 < α 0,05 antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan (rata-rata nilai pretest yaitu 47,33 dengan kategori cukup dan meningkat pada postest yang mencapai rata-rata 81,2 dengan kategori sangat baik dengan persentase peningkatan sebesar 41,59 %). Pada angkatan II dengan paired t test juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai probabilitas / nilai p = = 0,000 < α 0,05 antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan (rata-rata nilai pretest 48,14 dengan kategori cukup, meningkat pada postest menjadi 78,07 dengan kategori sangat baik dengan persentase peningkatan sebanyak 55,02 %) Disarankan pada waktu yang akan datang pelaksanaan pelatihan deteksi dini kanker cervix di Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat ditingkatkan terus, baik kuantitas maupun kualitas dan cakupan yang lebih luas dengan melibatkan Bidan Puskesmas dan Bidan Desa di seluruh NTB.
PREVALENSI Toxoplasma gondii PADA INANG DEFINTIF KUCING (Felis domestica) DI KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT Tahalli; Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toxoplasma gondii adalah protozoa parasit yang patogen dari golongan Apicomplexa. Inang definitif agen parasit ini adalah semua bangsa kucing. Toxoplasmosis merupakan penyakit yang memiliki penyebaran yang sangat luas di seluruh belahan dunia dan menyebabkan gangguan kesehatan yang besar pada hewan dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prevalensi T.gondii pada inang definitif kucing di Kota Mataram. Lokasi sampling pada penelitian ini adalah 6 Kecamatan yang ada di Kota Mataram. Pada masing-masing kecamatan diwakilkan oleh 2 Kelurahan. Kucing yang ditemukan pada masing-masing kelurahan ditangkap secara acak dengan jumlah sampel kucing pada setiap Kelurahan adalah 5 ekor sehingga total sampel sebanyak 60 sampel. Kucing yang telah ditangkap kemudian di karantina di kandang khusus selama penelitian untuk dikoleksi sampel fesesnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 12 Kelurahan terpilih positif ditemukan oosista T.gondii, sedangkan 5 Kelurahan lainnya negative. Prevalensi tertinggi ditemukan di Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan yaitu sebesar 100%. Secara keseluruhan, tingkat prevalensi T.gondii di Kota Mataram sebesar 25% dan tergolong tingkat prevalensi yang rendah.