cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
KAJIAN KARATERISTIK KORIDOR JALAN KEMANG RAYA SEBAGAI KORIDOR KOMERSIAL Hani, Eveline Alifah; Suryadjaja, Regina; Tjung, Liong Ju
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27514

Abstract

Kemang Raya Street corridor located in Mampang Prapatan District, South Jakarta, is one of the main corridors that supports activities in the Mampang Prapatan area. This road corridor is one of the connecting accesses because there are commercial activities, residences and public facilities so that the role of the corridor is very important for the sustainability of activities there. Land use in this corridor is dominated by retail and restaurants, so commercial activities in this corridor are crowded with people for work or just sightseeing. However, based on the results of observations, there are several problems with the physical condition of the corridor that need to be improved for the sustainability of commercial activities in this corridor, problems that exist in the corridor include several pedestrian points that are less well maintained and disturbed by street vendors and parking, the absence of cycling lanes, limited parking spaces in several shops and lack of public open space. This research is to improve corridor conditions on  Kemang Raya Street based on the Commercial Corridor Strategy theory which consists of several characteristic factors that can be applied, namely (land use, mobility, parking, urban design and economic growth). Research uses an analysis method of qualitative descriptive, which will provide an explanation of the existing conditions of the Kemang Raya Street corridor and a comparative analysis that compares the characteristics of the existing conditions in this corridor. Keywords:  commercial; corridor; Kemang Raya Street Abstrak Koridor Jalan Kemang Raya berlokasi di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang mana merupakan salah satu koridor utama yang menopang kegiatan di kawasan Mampang Prapatan. Koridor jalan ini menjadi salah satu akses penghubung karena terdapat aktivitas komersial, hunian dan fasilitas umum sehingga peran koridor sangat penting untuk keberlangsung aktivitas disana. Penggunaan lahan di koridor ini didominasi jenis oleh retail dan restoran, sehingga kegiatan komersial di koridor ini ramai didatangi masyarakat untuk keperluan bekerja maupun sekedar jalan-jalan. Namun, berdasarkan hasil observasi, terdapat beberapa permasalahan pada kondisi fisik koridor yang perlu ditingkatkan untuk keberlangsungan aktivitas komersial di koridor ini, permasalahan yang ada pada koridor diantaranya beberapa titik pedestrian yang kurang terawat dan terganggu PKL dan parkir, tidak adanya jalur pesepeda, ruang parkir yang terbatas dibeberapa toko dan kurangnya ruang terbuka publik. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kondisi koridor di Jalan Kemang Raya berdasarkan teori Commercial Corridor Strategy yang mana terdiri dari beberapa faktor karakteristik yang dapat diterapkan, yaitu (penggunaan lahan, mobilitas, parkir, urban design dan pertumbuhan ekonomi). Lalu penelitian menggunakan metode analisis jenis deskriptif kualitatif, dengan memberikan penjelasan tentang kondisi eksisting koridor Jalan Kemang Raya dan analisis komparatif yang membandingkan karateristik kondisi eksisting pada koridor ini menggunakan panduan Commercial Coridor Strategy, dan berdasarkan analisis dari panduan tersebut bahwa koridor Jalan Kemang Raya perlu dilakukan perbaikan di sejumlah titik pedestrian dan penambahan jalur pesepeda, penambahan lahan parkir, dan penambahan ruang untuk usaha informal PKL dan juga penambahan ruang terbuka publik di koridor Jalan Kemang Raya.
STUDI MITIGASI BENCANA TSUNAMI PADA KAWASAN PERMUKIMAN PESISIR, KELURAHAN PASAR LAHEWA, KABUPATEN NIAS UTARA Baeha, Fransiska Lois Maria; Herlambang, Suryono; Rahardjo, Parino
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27515

Abstract

Indonesia, a country consisting of islands, has the second-longest coastline in the world. Generally, coastal areas in Indonesia serve as centers for economic and political activities, indicating that the development of a region begins here. More than half of the population of Indonesia resides in coastal areas, well-known for their location in a subduction zone with a high potential for earthquakes and volcanic eruptions. Regions such as the west coast of Sumatra and the south of Java have significant potential for megathrust earthquakes, as seen in the major earthquake in Aceh in 2004, resulting in a devastating tsunami in several neighboring countries. An example of a coastal area that can withstand the impact of tsunamis is Pasar Lahewa Village (Onrizal, 2009). This area did not experience significant damage from wave impacts due to the settlement's position, which does not directly face the sea and is protected by mangrove forests. Nevertheless, experts warn of the possibility of a major earthquake in the Nias Islands region in the next 100 years, with the potential for tsunamis reaching 12-25 meters. With population growth and the presence of ports as transportation hubs, Lahewa District has the potential to become more densely populated. Therefore, planning adaptive coastal settlement arrangements is crucial to face future disaster threats. This research aims to provide a detailed overview of the subjects and objects of the study in the field, using a descriptive method. Keywords:  coastal settlement; spatial planning; tsunami adaptation Abstrak Indonesia, sebuah negara yang terdiri dari kepulauan, memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia. Pada umumnya, kawasan pesisir di Indonesia menjadi pusat aktivitas ekonomi dan politik, menandakan bahwa perkembangan suatu wilayah dimulai dari sini. Lebih dari setengah populasi penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir (Sompotan, 2010), terkenal karena letaknya di zona subduksi yang memiliki potensi tinggi untuk gempa bumi dan letusan gunung berapi. Kawasan seperti pantai barat Sumatera dan selatan Jawa memiliki potensi besar untuk gempa megathrust, seperti yang terjadi pada gempa besar di Aceh tahun 2004 yang menyebabkan tsunami dahsyat di sejumlah negara tetangga. Salah satu contoh kawasan pesisir yang dapat bertahan dari dampak tsunami adalah Kelurahan Pasar Lahewa. Wilayah ini tidak mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan gelombang karena posisi permukiman tidak langsung menghadap laut dan dilindungi oleh hutan mangrove (Onrizal, 2009). Meskipun demikian, para ahli memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa besar di wilayah Kepulauan Nias dalam 100 tahun ke depan, dengan potensi tsunami setinggi 12-25 meter (BPBD). Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan keberadaan pelabuhan sebagai pusat transportasi, Kecamatan Lahewa berpotensi menjadi lebih padat. Oleh karena itu, perencanaan penataan permukiman pesisir yang adaptif menjadi penting untuk menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran rinci tentang objek dan subjek penelitian di lapangan, dengan metode deskriptif.
STUDI DESTINASI WISATA BUDAYA KAWASAN TRUSMI CIREBON Kamagi, Kezia Debora; Herlambang, Suryono; Rahardjo, Parino
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27516

Abstract

The Trusmi Batik Center area is a tourist destination along the Sheikh Datul Kahfi, H. Abbas, and Trusmi roads, Weru District and Plered District, Cirebon Regency. There is a cultural value that develops in this area which is a form of cultural products that are preserved by local people who live in this District Weru and Plered, namely in the form of batik handicraft arts and local customs traditions, where the results of these cultural results become an attraction for a tourist destination, so that a tourist destination can be formed Trusmi Cirebon Batik Center Area. The attraction in this tourist destination is not only a place to sell batik, but there is also a training ground and a batik-making process that tourists can directly witness, there are historical building sites in the form of Ki Buyut Trusmi's tomb and batik cooperative buildings, and culinary tours are available, therefore this Trusmi area has the potential to be recognized and enjoyed by tourists to become a cultural tourism destination if this area is organized and managed optimally by lifting and developing cultural elements owned in the Trusmi area. The approach used in this study is with data collection methods and descriptive qualitative research methods. Based on its purpose, the implementation of this study is carried out to determine the elements of cultural elements in the Trusmi area that can be considered or become a proposal in conducting a plan for structuring tourist areas with the concept of art and cultural district and cultural heritage tourism. Keywords:  arrangment; cultural tourism area; Trusmi Batik Center Abstrak Kawasan Sentra Batik Trusmi merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di sepanjang Jalan Syekh Datul Kahfi, H. Abbas, dan Trusmi, Kecamatan Weru dan Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Terdapat nilai budaya yang berkembang di daerah ini yang merupakan bentuk dari hasil budaya yang dilestarikan oleh masyarakat lokal yang tinggal di Kecamatan Weru dan Plered yaitu berupa kesenian kerajinan tangan batik dan tradisi adat istiadat setempat, yang di mana hasil-hasil budaya tersebut menjadi daya tarik untuk sebuah destinasi wisata, sehingga dapat terbentuklah destinasi wisata Kawasan Sentra Batik Trusmi Cirebon. Daya tarik di destinasi wisata ini tidak hanya terdapat tempat penjualan batik, melainkan terdapat pula tempat pelatihan dan tempat proses pembuatan batik yang dapat langsung disaksikan oleh para wisatawan, terdapat situs bangunan bersejarah berupa makam Ki Buyut Trusmi dan bangunan koperasi batik, serta tersedia wisata kuliner, oleh karena itu kawasan Trusmi ini memiliki potensi untuk dikenal dan diminati oleh para wisatawan untuk dijadikan sebuah destinasi wisata budaya, apabila kawasan ini ditata dan dikelola dengan optimal dengan mengangkat dan mengembangkan unsur budaya yang dimiliki di kawasan Trusmi. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah dengan metode pengumpulan data dan metode penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif. Berdasarkan tujuannya pelaksanaan studi ini dilakukan untuk mengetahui unsur-unsur budaya yang ada di kawasan Trusmi yang dapat dipertimbangkan atau menjadi usulan dalam melakukan rencana penataan kawasan wisata dengan konsep art and cultural district serta cultural heritage tourism.
STUDI POTENSI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI MATRAS Aqila, Nabila Safa; Herlambang, Suryono; Rahardjo, Parino
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27517

Abstract

Bangka Belitung Province is one of the provinces in Indonesia that is famous for its natural beauty, especially its beautiful beaches and has a stretch of white sand and is often visited by local and foreign tourists. The tourism sector is one of the sources of regional income. Matras Beach is one of the popular beaches in bangka district that is visited by many. Matras Beach has a length of 1.3 km with an existing land area of 19 Ha and a planning area of 23 Ha which is located in Matras Village, Sungailiat District, bangka district. Matras Beach is easily accessible to tourists and has natural potential such as freshwater streams, vegetation and white sand beaches that can be utilized as attractions. However, the physical condition also has several problems such as abrasion and tin mining activities in Matras Beach waters which often affect water quality and the beach area is still not well managed due to the lack of provision of facilities, facilities, infrastructure such as parking lots and also interesting activities on the beach still do not exist. Therefore, the purpose of this study is to determine the natural potential of Matras Beach and the arrangement of Matras Beach in order to make Matras Beach more organized, have attractiveness, provide adequate infrastructure facilities and have activity attractions that are in accordance with the standards and interests of Matras Beach tourists. Keywords: beach; facilities; infrastructure; recreation Abstrak Provinsi Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantai-pantainya yang indah serta memiliki hamparan pasir putih dan kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Pantai Matras merupakan salah satu pantai popular di Kabupaten Bangka yang banyak sekali dikunjungi. Pantai Matras memiliki panjang mencapai 1,3 km dengan luas lahan eksisting 19 Ha dan luas perencanaan 23 Ha yang terletak di Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pantai Matras mudah diakses oleh wisatawan dan memiliki potensi alam seperti aliran air tawar, vegetasi serta pesisir pasir putih yang bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik. Namun, pada kondisi fisiknya juga memiliki beberapa permasalahan seperti abrasi dan aktivitas pertambangan timah pada perairan Pantai Matras yang kerap mempengaruhi kualitas air serta kawasan pantai masih belum dikelola dengan baik karena kurangnya penyediaan fasilitas, sarana, prasarana seperti lahan parkir dan juga aktivitas menarik yang ada pada pantai tersebut masih belum ada. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini mengetahui potensi alam Pantai Matras dan mengajukan rekomendasi penataan Pantai Matras agar menjadikannya lebih tertata, memiliki daya tarik, memiliki fasilitas sarana prasarana yang mencukupi, serta memiliki atraksi aktivitas yang sesuai dengan standar dan minat dari wisatawan Pantai Matras.
PENATAAN KAWASAN WISATA PANTAI TANJUNG PASIR, KABUPATEN TANGERANG, DENGAN KONSEP INTEGRASI KONSERVASI ALAM DAN PEMUKIMAN NELAYAN Darmawan, Rahmandani Alifian; Herlambang, Suryono; Rahardjo, Parino; Wipranata, B. Irwan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27518

Abstract

Tanjung Pasir Beach is a beach located in Tanjung Pasir Village, TelukNaga subdistrict, Tangerang Regency with an area of 75 hectares and has a coastline of 2km. The current condition of the Tanjung Pasir Beach area in Tangerang is still very simple, although efforts have been made to organize it. However, the condition of the beach is very dirty with rubbish strewn about and the lack of facilities means that tourism in this area is not optimal with a lack of interest in water tourism such as swimming in the sea. The natural potential contained in the study object is a natural resource which is the attraction and advantage of the study object, namely the conservation of mangrove forests, and this potential is also used as a means to prevent potential abrasion disasters which are vulnerable to coastal areas, and from This conservation can be used as a good potential for environmental tourism objects in coastal areas. The natural ecosystem in the study object contains aquatic fauna such as fish, shrimp, shellfish and crabs. Therefore, the main objective is to identify the Tanjung Pasir tourist attraction area and carry out a concept for restructuring the Tanjung Pasir beach which is in accordance with the existing potential and correcting existing problems, namely minimizing abrasion disasters. The results of this research are in the form of a master plan planning by looking at the existing potential to support tourism activities. Keywords: nature conservation; arrangement; fishermen's settlements; beach tourism Abstrak Pantai Tanjung Pasir merupakan pantai yang terletak di Kelurahan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang dengan luas 75 hektar dan memiliki garis pantai sepanjang 2km. Kondisi saat ini kawasan Pantai Tanjung Pasir Tangerang masih sangat sederhana, meskipun sudah terlihat adanya upaya penataan. Namun kondisi pantai yang ada sangat kotor akan sampah-sampah yang berserakan serta minimnya fasilitas yang membuat wisata di dalam kawasan ini tidak maksimal dengan kurangnya minat berwisata air seperti berenang di laut.  Potensi alam yang terdapat pada objek studi merupakan sumber daya alam yang memang menjadi daya tarik dan kelebihan dari objek studi yaitu seperti adanya konservasi hutan mangrove, dan potensi ini juga dijadikan sebagai sarana untuk mencegah adanya potensi bencana abrasi yang memang rentan untuk daerah pesisir, dan dari konservasi ini bisa dijadikan potensi yang baik untuk objek wisata tentang lingkungan pada daerah pesisir. Ekosistem alam yang ada pada objek studi terdapat fauna aquatic seperti ikan, udang, kerang dan kepiting. Maka dari itu tujuan utama untuk mengidentifikasi pada kawasan objek wisata Tanjung Pasir serta melakukan konsep penataan kembali pada Pantai Tanjung Pasir yang memang sesuai dengan potensi yang ada serta memperbaiki permasalahan yang ada yaitu meminimalisir bencana abrasi. Hasil dari penelitian ini berupa masterplan perencanaan dengan melihat potensi yang ada untuk mendukung kegiatan wisata.
STUDI REVITALISASI KAWASAN WATERFRONT DEVELOPMENT SUNGAI SIAK SEBAGAI KAWASAN WISATA SEJARAH KOTA PEKANBARU Fauras, Fidy Nita; Herlambang, Suryono; Wipranata, B. Irwan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27519

Abstract

Kampung Bandar Village, located in the Senapelan, is the origin of Pekanbaru City located on the banks of Siak River. This old city area did not escape the threat of rapid urbanization. This can be seen from the increasing number of unregulated, densely populated, slum dwellings, and the lack of public and government awareness in preserving historical heritage. The lack of potential use of Siak River bank land, the fading of the historical value of the area, and the decline in the environmental quality of the Siak River stream area are the main problems. This research aims to create a plan to revitalize the old city area of Pekanbaru into a historical cultural tourism area so that existing historical relics can be preserved and become the identity and character of Pekanbaru City. Considering its historical heritage, the old city area of Pekanbaru is expected to be the center of sustainable cultural, tourism, and economic activities. This study used qualitative methods with descriptive analysis. The need to arrange irregular, dense, and slum settlements on the banks of the Siak River by creating the Semak Line and the Siak River 5 meters away as a Green Open Space. In this study, researchers derived concepts for the arrangement of slum dwellings and the arrangement of areas of historical value. Keywords : Siak River; spatial planning; tourism; urban heritage Abstrak Kelurahan Kampung Bandar yang berada di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru ini merupakan cikal bakal Kota Pekanbaru yang terletak di tepi Sungai Siak. Kawasan kota tua ini tidak luput dengan ancaman perkembangan urbanisasi yang begitu pesat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pembangunan permukiman yang tidak tertata, padat dan kumuh, serta kurangnya kesadaran masyarakat maupun pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah. Kurang potensialnya pemanfaatan lahan tepi Sungai Siak, mulai memudarnya nilai historis kawasan, dan penurunan kualitas lingkungan daerah aliran Sungai Siak menjadi permasalahan utama yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan revitalisasi kawasan Kota Tua Pekanbaru menjadi sebuah kawasan wisata budaya sejarah agar peninggalan sejarah yang ada dapat dilestarikan, dan menjadi identitas serta karakter Kota Pekanbaru. Dengan mempertimbangkan warisan sejarahnya, kawasan Kota Tua Pekanbaru diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya, pariwisata, dan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Perlunya penataan permukiman tidak tertata, padat, dan kumuh di tepi Sungai Siak dengan membuat garis sempadan Sungai Siak sejauh 5 meter sebagai ruang terbuka hijau. Pada penelitian ini, peneliti mendapatkan konsep untuk penataan permukiman kumuh dan penataan kawasan yang memiliki nilai historis.
STUDI ADAPTASI BANJIR DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DI KAWASAN TELUK GONG Gilbert, Thomas; Herlambang, Suryono; Wipranata, B. Irwan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27520

Abstract

Floods are disasters caused by nature or man-made, floods caused by nature such as continuous high-intensity rain, overflowing river water so that it enters the area and water sent from higher locations while floods caused by man-made such as canals blocked water is caused by careless dumping of rubbish, residential construction on riverbanks and the lack of water catchment areas caused by land use conversion. However, floods in the city of Jakarta contain natural and artificial elements, where the artificial elements are due to population growth which continues to increase so that residential development also increases which causes limited space, resulting in the conversion of land use for residential construction, this causes the area's inability to absorb water. The location of the area is in Kelurahan Pejagalan which is between Kali Angke and Kanal Banjir Barat, especially on the banks of the Kali Angke which are full of buildings and residential construction on embankments which causes damage to the embankments which is one of the potential causes of flooding in the area, while the banks of KBB are different from the edge of the Kali Angke which is without any buildings. So, the study of the Teluk Gong area, which is located between the Kali Angke and Kali KBB, aims to determine water runoff in the area using rational method and the causes of flooding in the area. The writing method is used using a qualitative approach with a description of the descriptive method with data collection techniques through surveys, literature studies, journals, books, and information from the internet. Keywords: flood; riverfront; water runoff; settlement Abstrak Banjir merupakan bencana yang disebabkan oleh alam maupun buatan manusia, banjir yang disebabkan oleh alam seperti hujan dengan intensitas tinggi tanpa henti, meluapnya air sungai sehingga masuk ke dalam kawasan dan air kiriman yang berasal dari lokasi yang lebih tinggi sedangkan banjir yang disebabkan buatan manusia seperti saluran air yang tersumbat disebabkan pembuangan sampah sembarangan, pembangunan hunian di tepi sungai dan minimnya daerah resapan air yang disebabkan pengalihfungsian dari penggunaan lahan. Namun banjir pada Kota Jakarta terdapat unsur alam dan buatan yang di mana unsur buatan dikarenakan pertambahan penduduk yang terus bertambah sehingga pembangunan hunian ikut bertambah yang menyebabkan keterbatasan tempat sehingga adanya pengalihfungsian dari penggunaan lahan untuk pembangunan hunian, Hal tersebut menyebabkan ketidakmampuan kawasan dalam menyerap air. Lokasi kawasan terletak di Kelurahan Pejagalan yang berada di antara Kali Angke dan Kanal Banjir Barat, khususnya pada tepian Kali Angke yang penuh dengan bangunan serta pembangunan hunian di atas tanggul yang menyebabkan kerusakan tanggul yang merupakan salah satu potensi penyebab banjir pada kawasan sedangkan tepi Kali KBB berbeda dengan tepi Kali Angke yang kondisinya tanpa ada bangunan. Maka studi kawasan Teluk Gong yang terletak di antara Kali Angke dan KBB bertujuan untuk mengetahui limpasan air pada kawasan dengan metode rasional dan penyebab dari banjir di Kawasan. Metode penulisan digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan penjabaran metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, studi literatur, jurnal, buku dan informasi berasal dari internet.
STUDI KARAKTERISTIK JALUR PEJALAN KAKI JALAN SENOPATI SEBAGAI KORIDOR KOMERSIAL KOTA DI JAKARTA SELATAN Adhlianita, Caesa; Herlambang, Suryono; Wipranata, B. Irwan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27521

Abstract

Senopati Street corridor is a 1.4 km long road in Kebayoran Baru that connects Jalan Jenderal Sudirman with the Mampang Prapatan area and is dominated by commercial buildings in the form of cafeterias and restaurants for the middle to upper class which triggers quite high vehicle mobility. High visitor mobility needs to be supported by safer and more comfortable pedestrian paths to support activities in the corridor as an active public space. One of the impacts of high visitor mobility is that pedestrian paths are misused so that they cannot function optimally as supporting public spaces for corridors. Based on the Neighborhood Walkability Assessment, 11 ideal pedestrian path criteria variables exist. This research was conducted using a qualitative approach using descriptive methods and a quantitative approach using importance-performance analysis methods. Of the 11 variables for pedestrian routes, Jalan Senopati has met 5 variables, including Crosswalks, Pedestrian Blocks, Prioritized Connectivity, Access to Local Services, and Driveway Density. Through importance-performance analysis, 1 element that they feel dissatisfied with is the parking. The conclusion from the Cartesian diagram is that there are 4 quadrants with 2 of them being priorities. Quadrant II (Top Priority) is the parking and Quadrant III (Low Priority) is the public space. This is the basis for further arrangement of the pedestrian path on Senopati Street and requires collaboration from various stakeholders, such as the government, building owners/managers, and the community so that the pedestrian path on Senopati Street can give the impression of a lively and supportive public space—ongoing commercial activities. Keywords:  pedestrian path; Senopati Street; urban commercial corridor Abstrak Koridor Jalan Senopati merupakan jalan sepanjang 1,4 km di Kebayoran Baru yang menjadi penghubung antara Jalan Jenderal Sudirman dengan kawasan Mampang Prapatan dan didominasi oleh bangunan komersial berupa kafetaria dan restoran kalangan menengah hingga atas yang memicu mobilitas kendaraan cukup tinggi. Adanya mobilitas pengunjung yang tinggi perlu didukung dengan jalur pejalan kaki yang lebih aman dan nyaman untuk mendukung aktivitas pada koridor sebagai ruang publik yang aktif. Salah satu dampak dari mobilitas pengunjung yang tinggi ialah terjadi penyalahgunaan jalur pejalan kaki sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal sebagai ruang publik pendukung koridor. Berdasarkan Neighborhood Walkability Assessment, terdapat 11 variabel kriteria ideal jalur pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif dengan metode importance performance analysis. Dari 11 variabel jalur pejalan kaki, Jalan Senopati sudah memenuhi 5 variabel di antaranya penyebrangan, blok pejalan kaki, konektivitas yang dipriorotaskan, akses terhadap layanan lokal, dan kepadatan jalan masuk. Berdasarkan Importance Performance Analysis, didapat 1 elemen dirasa cukup yaitu parkir. Adapun kesimpulan dari diagram kartesius terdapat 4 kuadran dengan 2 kuadran di antaranya menjadi prioritas. Kuadran II (Prioritas Utama) yaitu parkir dan kuadran III (Prioritas Rendah) yaitu ruang publik. Hal tersebut menjadi dasar untuk dilakukan penataan lebih lanjut pada jalur pejalan kaki di Jalan Senopati serta dibutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, pemilik/pengelola bangun, dan masyarakat agar jalur pejalan kaki di Jalan Senopati dapat memberi kesan sebagai ruang publik yang hidup serta mendukung aktivitas komersial yang berlangsung.
STUDI KUALITAS KAWASAN JALUR PEJALAN KAKI DI AREA BERSEJARAH (KAWASAN KORIDOR JALAN JUANDA JAKARTA PUSAT) Yohanes, Evan; Herlambang, Suryono; Wipranata, B. Irwan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27522

Abstract

In an effort to support sustainability and increase the feeling of safety and comfort for pedestrians in the Ir. H. Juanda Central Jakarta, there are several aspects that are considered in this study, namely public transportation, pedestrians (including: pedestrian width, crossing points, complementary elements), parking. By increasing or improving the pedestrian paths in the Ir. H. Juanda Central Jakarta is expected to increase interest, comfort and safety for pedestrians passing by. Jalan Ir. H. Juanda, Central Jakarta, is a road with the collector road class in Gambir District, Central Jakarta. Gambir District, Central Jakarta is the busiest sub-district which is famous for Merdeka Square, a large grassy field which has the iconic building of the city of Jakarta, namely the National Monument or Monas. The diverse land uses on this road provide an interesting walking experience, because even though it is dominated by trade and services, buildings that have existed since ancient times are still maintained. Apart from that, the available public transportation gives us an easy option to reach this road. However, improving the quality of pedestrian paths in the Ir area. H. Juanda Central Jakarta is of special interest to be able to increase the comfort and safety of pedestrians and also so that people's interest in walking and using it can increase if the supporting facilities are paid attention to and improved. Keywords: Historic buildings; pedestrian paths; public transportation transit Abstrak Pedestrian merupakan jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan.Pergerakan atau sirkulasi atau perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ke titik asal (origin) ke tempat lain sebagai tujuan (destination). Dengan peningkatan atau perbaikan pada Jalur pedestrian di Kawasan Ir. H. Juanda Jakarta Pusat diharapakan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki yang melintas. Jalan Ir. H. Juanda Jakarta Pusat merupakan Jalan dengan kelas Jalan Kolektor yang berada pada Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Kecamatan Gambir Jakarta Pusat merupakan Kecamatan lokasi jalan Ir. H. Juanda berada. Penggunaan lahan yang beragam pada jalan ini memberikan pengalaman berjalan kaki yang menarik, dikarenakan didominasi Perdagangan dan Jasa. Bangunan yang ada sejak zaman dahulu tetap di pertahankan. Selain itu transportasi publik yang tersedia memberikan kita pilihan yang mudah untuk mencapai jalan ini. Peningkatan kualitas Pedestrian Kawasan Ir. H. Juanda Jakarta Pusat dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, namun harus dilakukan studi apakah keamanan dan kenyamanan dirasakan pejalan kaki yang melintas pada pedestrian ini. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh perbaikan pedestrian terhadap kenyamanan dan kenyamanan pejalan kaki. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Importance Perfomance Analysis. Penelitian ini mendapatkan komponen yang harus ditingkatkan, serta menggunakan dapat meningkat jika fasilitas yang menunjang di perhatikan dan ditingkatkan.
STRATEGI DESAIN DALAM BANGUNAN KOMERSIAL TERINTEGRASI STASIUN KEBAYORAN Meliana, Vania; Teh, Sidhi Wiguna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30349

Abstract

Kebayoran Lama Utara Subdistrict has various kinds of facilities, for example Kebayoran Lama Market and Kebayoran Station. In the past, this area was a trading center for the surrounding community and continues to grow. Nowadays, the phenomena of physical degradation (changes in building conditions) and land function degradation (changes in trading activities) are starting to occur in this area. As a result, the surrounding commercial buildings experienced a decline and the Kebayoran area began to lose its identity as a trading center area. When a place has no identity, then the place has no sense of place or ties to people. This can be said to be placelessness (Relph, 1976). Based on data and studies, the Kebayoran Lama area is called a placeless place, where the place does not have a sense of place which includes the identity of the place itself. Therefore, architecture exists as an intervention in regional phenomena and issues, one form of which is a design strategy to strengthen the identity of the Kebayoran Lama area. Qualitative research methods supported by primary and secondary data collection were used to obtain this strategy. The research results show that the design strategy that can be implemented is through optimizing the function and redevelopment methods of the Kebayoran Station integrated commercial building. Redevelopment was carried out by dismantling the entire building to optimize the function program. The proposed program functions as a solution to the issue of placeless places and supports regional facilities including supermarkets, department stores, food courts and tenants. Keywords: Kebayoran Lama; placeless; redevelopment; Stasiun Kebayoran Abstrak Kelurahan Kebayoran Lama Utara memiliki berbagai macam fasilitas, contohnya seperti Pasar Kebayoran Lama dan Stasiun Kebayoran. Pada masa lalu, kawasan ini menjadi wilayah pusat perdagangan bagi masyarakat sekitar dan terus berkembang. Pada masa kini, fenomena degradasi fisik (perubahan kondisi bangunan) dan degradasi fungsi lahan (perubahan aktivitas perdagangan) mulai terjadi di kawasan ini. Dampaknya, bangunan komersial di sekitarnya mengalami penurunan dan kawasan Kebayoran mulai kehilangan identitasnya sebagai wilayah pusat perdagangan. Ketika tempat tidak memiliki identitas, maka tempat tidak memiliki sense of place atau ikatan dengan manusia. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai placelessness (Relph, 1976). Berdasarkan data dan studi, kawasan Kebayoran Lama disebut dengan placeless place di mana tempat tidak memiliki sense of place yang mencakup identitas dari place itu sendiri. Oleh karena itu, arsitektur hadir sebagai intervensi terhadap fenomena dan isu kawasan, salah satu bentuknya yaitu strategi desain untuk memperkuat identitas kawasan Kebayoran Lama. Metode penelitian kualitatif didukung pengumpulan data primer maupun sekunder digunakan untuk mendapatkan strategi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi desain yang dapat dilakukan yaitu melalui optimalisasi fungsi dan metode redevelopment bangunan komersial terintegrasi Stasiun Kebayoran. Pembangunan kembali dilakukan dengan membongkar keseluruhan bangunan untuk mengoptimalkan program fungsi. Usulan program fungsi menjadi solusi isu placeless place dan pendukung fasilitas kawasan meliputi supermarket, department store, foodcourt, dan tenant.