cover
Contact Name
Ernyasih
Contact Email
ummi.rifali@gmail.com
Phone
+6281381032704
Journal Mail Official
jurnal_eohsj@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tangerang Selatan, 15419, email: jurnal_eohsj@umj.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27453863     DOI : 10.24853/eohjs.1.1.1-8
EOHSJ (Environmental Occupational Health and Safety) : merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan artikel yang berkualitas untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan keselamatan kerja. Skala terbitan Jurnal dua kali Setahun pada Januari dan Juli. E-ISSN: 2745-3863 Ruang Lingkupnya mencakup lingkungan udara, air, tanah, sanitasi makanan, limbah, vektor dan hama, kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini terbit setiap enam bulan sekali (Juli dan Januari). Publikasi dijurnal ini terlebih dahulu dilakukan proses peer review.
Articles 110 Documents
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Di Perusahaan Jasa Konstruksi PT. X Melvira, Jovita; Fauziah, Munaya
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.26-34

Abstract

Kelelahan kerja biasanya didefinisikan sebagai pengurangan kapasitas fungsional seseorang karena kelelahan yang ekstrem. Kelelahan dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang mungkin terkait dengan pekerjaan, tidak terkait dengan pekerjaan, atau kombinasi keduanya dan dapat terakumulasi dari waktu ke waktu. Data dari International Labour Organitation (ILO) menyatakan sekitar 32% pekerja di dunia mengalami kelelahan akibat pekerjaan yang mereka lakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di PT. X pada tahun 2021 Metode yang digunakan kuantitatif bersifat cross sectional dengan data primer melalui kuesioner  yang disebar melalui google form. Teknik pengambilan sample adalah total sampling. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistic chi-square (α = 0,05) pada perangkat lunak statistic. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lama tidur, waktu kerja, dan kebiasaan olahraga berhubungan dengan kelelahan kerja. Namun, variable status gizi, dan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kelelahan kerja. Pekerja sebaiknya dapat mengatur waktu dengan baik agar waktu istirahat dapat tercukupi, disarankan membiasakan diri olahraga dan melakukan pergangan guna mengurangi kelelahan kerja. ---Work fatigue is usually defined as a reduction in a person's functional capacity due to extreme fatigue. Fatigue can be caused by factors that may be work-related, non-work-related, or a combination of both and can accumulate over time. Data from the International Labor Organization (ILO) states that around 32% of workers in the world experience fatigue due to the work they do. The purpose of this research is to determine the factors associated with work fatigue at PT. X in 2021 The quantitative method used is cross sectional with primary data through questionnaires distributed via Google Form. The sampling technique was total sampling, which was 43 respondents. The data analysis in this study used the chi-square statistical test (α = 0.05) on statistical software. The results of the bivariate test showed that sleep duration, working time, and exercise habits  were associated with work fatigue. However, the variable nutritional status, and smoking habits were not associated with work fatigue. Workers should be able to manage time well so that rest periods can be fulfilled, it is recommended to get used to have exercise habit and do stretching to reduce work fatigue
Gambaran Lama Kerja, Beban Kerja dan Shift Kerja Terhadap Persepsi Kelelahan pada Pekerja Rigid di Proyek Tol Cijago Seksi 3 Putri, Devina; Dihartawan, Dihartawan; Herdiansyah, Dadang; Suherman, Suherman
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.63-68

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek kontruksi merupakan upaya menciptakan lingkungan kerja agar lebih aman, sehat, dan sejahtera, bebas dari kecelakaan dan penyakit yang disebabkan akibat kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara Lama Kerja, Beban Kerja dan Shift Kerja Terhadap Persepsi Kelelahan Kerja pada Pekerja Rigid di Proyek Tol Cijago Seksi 3. Desain studi cross sectional. Sampel penelitian terdiri atas 80 pekerja yang mengalami kelelahan kerja dengan menggunakan sampling total. Instrumen penelitian adalah kuesioner, KAUPK2 yang berupa pernyataan. Data dalam penelitian ini menggunakan instrument dan observasi, selanjutnya dilakukan analisis uji univariat untuk melihat gambaran antar variabel independent dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lama kerja sebanyak 76 (95,0%) pekerja Rigid sudah bekerja selama lebih dari 3 tahun. Untuk variabel beban kerja sebanyak 71 (88,8%) pekerja Rigid memiliki beban kerja rendah. Sedangkan, untuk variabel shift kerja sebanyak 50 (62,5%) pekerja Rigid mendapat shift kerja siang yang memiliki risiko kelelahan kerja berat dibanding dengan shift pagi. Bekerja dengan membatasi waktu yang maksimal setiap harinya mampu menurunkan masalah kesehatan, gangguan tidur, ketidakpuasan kerja dan kecelakaan kerja. Implementation of Occupational Safety and Health (K3) in construction projects is an effort to create a work environment that is safer, healthier, and more prosperous, free from accidents and illnesses caused by work. The aim of the research is to determine the relationship between Length of Work, Work Load and Work Shifts on the Perception of Work Fatigue among Rigid Workers in the Cijago Section 3 Toll Road Project. Cross-sectional study design. The research sample consisted of 80 workers who experienced work fatigue using total sampling. The research instrument is a questionnaire, KAUPK2, in the form of a statement. The data in this research used instruments and observations, and then univariate test analysis was carried out to see the picture between the independent and dependent variables. The research results showed that the length of work variable was 76 (95.0%) for rigid workers who had worked for more than 3 years. For the workload variable, 71 (88.8%) rigid workers had a low workload. Meanwhile, for the work shift variable, 50 (62.5%) rigid workers received day work shifts, which had a greater risk of work fatigue compared to the morning shift. Working by limiting the maximum time each day can reduce health problems, sleep disorders, work complaints, and work accidents.
Hubungan Penerapan Standar Operasional Prosedur dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kecelakaan Kerja Pada Karyawan PT.X Kabupaten Bolang Mongondow Utara Goma, Metsan Arie Dharma; Sarman, Sarman; Akbar, Hairil; Rumaf, Fachry
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.35-42

Abstract

Ketidakpatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri sangat berdampak pada tingkat kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja yang akan menyebabkan 5 jenis kerugian termasuk kerusakan, kekacauan hierarkis, protes dan kesengsaraan, kelainan dan cacat, serta kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan standar operasional prosedur dan penggunaan alat pelindung diri dengan kecelakaan kerja pada karyawan di PT. X Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini terdiri dari 80 karyawan dan teknik pengambilam sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan penerapan standar operasional prosedur (ρ value = 0,001) dan penggunaan alat pelindung diri (ρ value = 0,001) dengan kecelakaan kerja pada karyawan di PT. X Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Diharapkan pihak perusahaan dapat memantau, memonitoring serta mengevaluasi secara langsung pada karyawan pada saat bekerja. ---Non-compliance in the use of personal protective equipment greatly impacts the level of work-related accidents and work-related diseases,, which will cause 5 types of losses, including damage, hierarchical chaos, protests and misery, abnormalities and disabilities, and death. This study aims to analyze the relationship between the implementation of standard operating procedures and the use of personal protective equipment with work accidents among employees at PT. X North Bolaang Mongondow Regency. This type of analytical observational research uses a cross-sectional design. The sample size in this study consisted of 80 employees and the sampling technique used simple random sampling. Data analysis used the chi-square test. This research shows that there is a relationship between the implementation of standard operating procedures (ρ value = 0.001) and the use of personal protective equipment (ρ value = 0.001) with work accidents among employees at PT. X North Bolaang Mongondow Regency. It is hoped that the company can monitor, supervise and evaluate employees directly while working.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Tahun 2023 Kamila, Shella Rahmadani; Fauziah, Munaya
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.69-78

Abstract

Kinerja yang baik dapat terlihat dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Pelayanan rumah sakit menjadi bagian penting secara menyeluruh bagi pelayanan rumah sakit dan menjadi tolak ukur dari keberhasilan suatu pencapaian tujuan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian ini menggunakan metode analitik desain studi cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dimana jumlah responden penelitian sama dengan populasi yaitu 37 responden. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan, kompensasi, dan beban kerja terhadap kinerja perawat. Diharapkan rumah sakit dapat mengambil kebijakan mengenai kinerja perawat, sehingga perawat dapat meningkatkan kinerja mereka. Good performance can be seen in the health services provided to patients. Hospital services are an important part of overall hospital services and are a benchmark for the success of achieving hospital goals. The aim of this research is to look at factors related to nurse performance. This research uses analytical methods and a cross-sectional study design. This research was carried out at the South Tangerang General Hospital. The sample in this study used total sampling where the number of research respondents was the same as the population, namely 37 respondents. Based on the results of statistical tests using correlation tests, it was found that there was a significant relationship between skills, compensation and workload on nurse performance. It is hoped that hospitals can adopt policies regarding nurse performance so that nurses can improve their performance.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Petugas Penanganan Prasarana & Sarana Umum Di Jakarta Timur Tahun 2023 Mahesa, Zidan Putra
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.1-11

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu cara untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebesar 134 responden. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa sebanyak 56 responden (41,8%) merupakan responden yang patuh terhadap penggunaan APD. Hasil bivariat terhadap 6 variabel independen menunjukkan bahwa 4 variabel memiliki hubungan yang signifikan. Variabel pengetahuan memiliki nilai p-value 0,026 dan OR = 0,219. Variabel sikap memiliki P-value 0,003 dan OR = 3,091. Variabel ketersediaan APD memiliki P-value 0,002 dan OR = 3,483. Dan variabel pengawasan memiliki P-value 0,006 dan OR = 3,444. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar petugas PPSU dan pengelola PPSU melaksanakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara rutin, memberikan arahan sebelum menjalankan tugas, meningkatkan pengawasan penggunaan APD selama bekerja, serta memperhatikan kelengkapan, ketersediaan dan perawatan APD secara berkala.---Occupational Safety and Health is one way to prevent work accidents and work-related diseases. The aim of this research is to determine the factors related to compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE) among Public Infrastructure and Facilities Handling (PPSU) worker in East Jakarta. This research uses quantitative methods, using a cross-sectional research design. The sample in this research was 134 respondents. In this research, it was found that 56 respondents (41.8%) were respondents who adhered to the use of PPE. Bivariate results for 6 independent variables show that 4 variables have a significant relationship. The knowledge variable has a p-value of 0.026 and OR = 0.219. The attitude variable has a P-value of 0.003 and OR = 3.091. The PPE availability variable has a P-value of 0.002 and OR = 3.483. And the monitoring variable has a P-value of 0.006 and OR = 3.444. Therefore, researchers recommend that PPSU worker and PPSU managers carry out regular Occupational Safety and Health training, provide direction before carrying out their duties, increase supervision of the use of PPE during work, and pay attention to the completeness, availability and regular maintenance of PPE
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Masa Kerja Dengan Penggunaan Alat Perlindung Diri Pada Petani Penyemprot Pestisida Di Desa Purworejo Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Mokodompit, Marlina; Tutu, Christien Gloria; Dimkatni, Ni Wayan; Rumaf, Fachry
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.43-47

Abstract

Kejadian keracunan pestisida dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa kerja dengan penggunaan alat pelindung diri pada petani penyemprot pestisida di desa purworejo timur kabupaten bolaang mongondow timur. Jenis penelitian ini adalah survey anallitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah petani pengguna pestisida di desa Purworejo Timur yang berjumlah 146 orang. Metode Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dan masa kerja dengan penggunaan alat pelindung diri pada petani penyemprot pestisida di Desa Purworejo Timur. Kepada instansi terkait perlu ditingkatkan pemantauan, penyuluhan, dan pembinaan keselamatan dan Kesehatan kerja Petani Penyemprot Pestisida khususnya mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri secara lengkap. Petani diharapkan lebih meningkatkan tentang pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri secara lengkap pada waktu bekerja dengan pestisida untuk keselamatan dan Kesehatan kerja mereka. ---The occurrence of poisoning can be influenced by internal and external factors. The aim of this research was to determine the relationship between knowledge and work experience with the use of personal protective equipment among pesticide spraying farmers in East Purworejo village, East Bolaang Mongondow district. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional approach; the population in this research is specific user farmers in East Purworejo village, totalling 146 people. The sampling method uses the total sampling method. The results of this research show a relationship between knowledge and years of work to the use of personal protective equipment among pesticide spraying farmers in East Purworejo Village. Relevant agencies need to improve monitoring, counselling, and training on work safety and health for pesticide spraying farmers, especially regarding the use of complete personal protective equipment. Farmers are expected to increase their knowledge and awareness of the importance of using complete personal protective equipment when working for their occupational safety and health.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga Terhadap Pemilahan Sampah Di Kelurahan Pamulang Barat Kota Tangerang Selatan Tahun 2023 Munggaran, Gilang Anugerah; Febriansyah, Pandu
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.12-18

Abstract

Volume timbunan sampah di Indonesia berhasil mengalami penurunan dari tahun 2021 ke tahun 2022, yaitu sebesar 37,52%. Pemilahan sampah terbukti dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya sampah domestik secara optimal, memudahkan proses pengolahan sampah dan memperbaiki kualitas lingkungan. Namun, ibu rumah tangga di Tangerang Selatan belum melakukan pemilahan sampah dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga terhadap perilaku pemilahan sampah. Metode pada penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 134 sampel yang ditentukan dengan menggunakan teknik probability sampling, yaitu simple random sampling untuk kemudian diuji secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan (p value=0,001) dan sikap (p value=0,022) dengan perilaku pemilahan sampah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang berhubungan dengan perilaku pemilahan sampah yaitu pengetahuan dan sikap. Saran yang dapat diberikan peneliti yaitu diharapkan Ibu Rumah Tangga senantiasa lebih meningktakan pengetahuan dan sikap mereka terhadap pemilahan sampah itu sendiri. -- The volume of waste in Indonesia has successfully decreased from 2021 to 2022, namely by 37.52%. Waste sorting has been proven to increase the optimal use of domestic waste resources, facilitate the waste processing process and improve environmental quality. However, housewives in South Tangerang have not separated their waste properly. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and attitudes of housewives towards waste sorting behavior. The method in this research uses cross sectional with a total sample of 134 samples determined using probability sampling techniques, namely simple random sampling and then tested univariately and bivariately using the Chi-Square test with α=0.05. The results of this research showed that there was a relationship between knowledge (p value=0.001) and attitude (p value=0.022) with waste sorting behavior. This research can be concluded that one of the factors related to waste sorting behavior is knowledge and attitude. The advice that researchers can give is that it is hoped that housewives will continue to improve their knowledge and attitudes towards waste sorting itself.
Analisis Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri Dan Sikap Kerja Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bengkel Motor Di Kotamobagu Nikson, Nikson; Fauzan, Moh Rizki; Darmin, Darmin; Rumaf, Fachry; Afrianto, Indra
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.48-53

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada pekerja dan juga pada pengusaha. Setiap tahun, rata-rata BPJS Ketenagakerjaan melayani 130 ribu kasus kecelakaan kerja, mulai dari kasus ringan hingga kasus yang berdampak fatal. Tujuan penelitian ini untuk melihat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sikap kerja terhadap kecelakaan kerja pada pekerja bengkel motor di Kotamobagu. Metode Penelitian ini menggunakan kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross-sectional dilakukan pada pekerja bengkel motor yang terdiri dari 69 pekerja. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square pada variabel penggunaan APD dan sikap kerja dengan kejadian kecelakaan kerja. Hasil analisis menggunakan uji chi-squere penelitian menunjukkan Penggunaan APD dan Sikap Kerja mempengaruhi kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel motor di Kotamobagu. Agar para pekerja bengkel motor dalam melakukan pekerjaan dapat lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerjanya, karena banyak faktor-faktor di sekitar tempat bekerja dapat menimbulkan kecelakaan kerja. ---Work accidents are a problem that often occurs to workers and also to entrepreneurs. Every year, on average BPJS Employment serves 130 thousand work accident cases, ranging from minor cases to cases with fatal consequences. The aim of this research is to look at the use of Personal Protective Equipment (PPE) and work attitudes towards work accidents among motorbike repair shop workers in Kotamobagu. This research method uses quantitative observational with a cross-sectional research design carried out on motorbike repair shop workers consisting of 69 workers. Sampling in this research used Total Sampling. The statistical test uses the Chi-Square test on the variables of PPE use and work attitudes with the incidence of work accidents. The results of the analysis using the research chi-square test show the use of PPE and work attitudes influence the incidence of work accidents among workers motorcycle repair shop in Kotamobagu. So motorbike repair shop workers when carrying out work can pay more attention to occupational safety and health because many factors around the workplace can cause work accidents
Pengelolaan Limbah Medis Padat Puskesmas Cisoka Kabupaten Tangerang Ernyasih, Ernyasih; Sulastri, Siti; Andiani, Andiani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.19-25

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Limbah medis padat yang berasal dari sarana pelayanan kesehatan mempunyai dampak terhadap kesehatan dan lingkungan, limbah ini perlu dikelola sesuai dengan aturan yang ada sehingga pengelolaan lingkungan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Limbah medis yang tidak dikelola dengan baik dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena limbah medis mengandung virus dan kuman yang berasal dari aktivitas medis yang dilakukan di pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data yang digunakan dengan cara triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, pemusnahan masih belum dilakukan secara non insenerasi, karena limbah medis hanya disimpan pada tempat penyimpanan sementara menunggu pihak ketiga mengambil limbah tersebut. Pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Cisoka, Kabupaten Tangerang belum sesuai dengan peraturan. Puskesmas melakukan pengecekan secara berkala pada wadah limbah, apabila sudah berkarat atau tidak layak maka perlu diganti.---Community Health Center, Puskesmas is a health service facility that carries out public health efforts and first-level individual health efforts, prioritizing promotive and preventive efforts in its working area. Solid medical waste originating from health service facilities has an impact on health and the environment. This waste needs to be managed per existing regulations so that environmental management is carried out systematically and sustainably. Medical waste that is not managed properly can endanger public health. This is because medical waste contains viruses and germs that originate from medical activities carried out in health services. The research method used is descriptive with a qualitative approach, data collection using in-depth interviews, observation, and document review. Data analysis was used by triangulating sources and methods. Based on the results of observations and interviews, destruction has not yet been carried out using non-incineration, because medical waste is only stored in temporary storage areas waiting for third parties to take the waste. Management of solid medical waste at the Cisoka Community Health Center, Tangerang Regency is not following regulations. The health center carries out regular checks on waste containers, if they are rusty or unfit then they need to be replaced
Gambaran Proses Audit Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) di PT “X” Tahun 2022 dihartawan, dihartawan; Rizky, Putri Rahayu; Ernyasih, Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.2.54-62

Abstract

Berdasarkan Minerba One Data Indonesia kasus kecelakaan tambang pada tahun 2017 terjadi 73 kasus kecelakaan, tahun 2018 terjadi 70 kasus kecelakaan, tahun 2019 terjadi 157 kasus kecelakaan, tahun 2020 terjadi 145 kasus kecelakaan dan pada tahun 2021 terjadi 104 kasus kecelakaan, baik tergolong kecelakaan cidera ringan, cidera berat, dan kematian. Penelitian ini kualitatif deskriptif dengan sumber data menggunakan data primer melalui observasi serta wawancara dan data sekunder melalui hasil Audit Internal SMKP menggunakan formulir audit internal berdasarkan Kepdirjen Minerba No.185.K/37.04/DJB/2019. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Gambaran Proses Audit SMKP Minerba di PT “X” tahun 2022 penerapan Elemen I Kebijakan sudah sangat baik (89,47%). Elemen II Perencanaan sudah sangat baik (82,75%), elemen III Organisasi dan Personel dengan baik (72,05%), elemen IV Implementasi dengan baik (70,28%),  elemen V Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut dengan baik (73,33%), elemen VI Dokumentasi dengan baik (75,00%), elemen VII Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Kinerja sangat baik (92,30%).  Dalam kesesuaian penerapan SMKP Minerba di PT “X” tahun 2022 berdasarkan hasil gap analysis masih terdapat beberapa temuan ketidaksesuaian mayor pada Elemen IV Implementasi. Meningkatkan elemen-elemen agar penerapan SMKP Minerba di perusahaan bisa lebih baik lagi. Based on Minerba One Data Indonesia, there were 73 cases of mining accidents in 2017, 70 accidents in 2018, 157 accidents in 2019, 145 accidents in 2020 and 104 accidents in 2021, both classified as minor injury accidents. , serious injury, and death. This research is descriptive qualitative with data sources using primary data through observation and interviews and secondary data through the results of the SMKP Internal Audit using an internal audit form based on the Director General of Mineral and Coal Decree No.185.K/37.04/DJB/2019. Data analysis consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Overview of the Minerba SMKP Audit Process at PT "X" in 2022, the implementation of Policy Element I is very good (89.47%). Element II Planning is very good (82.75%), element III Organization and Personnel is good (72.05%), element IV Implementation is good (70.28%), element V Monitoring, Evaluation and Follow-up is good (73.33%), element VI Documentation is good (75.00%), element VII Management Review and Performance Improvement is very good (92.30%). In terms of suitability for the implementation of Minerba SMKP at PT "X" in 2022, based on the results of the gap analysis, there are still several major nonconformity findings in Element IV of Implementation. Improving elements so that the implementation of Mineral and Coal SMKP in companies can be even better

Page 8 of 11 | Total Record : 110