cover
Contact Name
Ernyasih
Contact Email
ummi.rifali@gmail.com
Phone
+6281381032704
Journal Mail Official
jurnal_eohsj@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tangerang Selatan, 15419, email: jurnal_eohsj@umj.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27453863     DOI : 10.24853/eohjs.1.1.1-8
EOHSJ (Environmental Occupational Health and Safety) : merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan artikel yang berkualitas untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan keselamatan kerja. Skala terbitan Jurnal dua kali Setahun pada Januari dan Juli. E-ISSN: 2745-3863 Ruang Lingkupnya mencakup lingkungan udara, air, tanah, sanitasi makanan, limbah, vektor dan hama, kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini terbit setiap enam bulan sekali (Juli dan Januari). Publikasi dijurnal ini terlebih dahulu dilakukan proses peer review.
Articles 110 Documents
HUBUNGAN POLUSI UDARA PM 2,5 TERHADAP JUMLAH PASIEN DENGAN PNEUMONIA BEKASI TAHUN 2019- 2023 Zulaiha, Siti; Ernyasih , Ernyasih; Fauziah, Munaya; Fajrini, Fini
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.1-15

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab kematian kedelapan secara umum dan menjadi penyebab kematian menular utama, dengan tingkat kematian mencapai 23% untuk pasien yang dirawat di unit perawatan intensif karena pneumonia berat. Polusi udara berpotensi meningkatkan keluhan pernapasan pneumonia, kunjungan ke unit gawat darurat, rawat inap, dan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan mengamati hubungan antara polusi udara PM 2,5 dan pasien rawat inap pneumonia di rumah sakit di Kota Bekasi pada tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pengumpulan data sekunder, khususnya rekam medis pasien pneumonia rawat inap dari 42 rumah sakit yang terdaftar di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel total. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara polusi udara PM 2,5 dan jumlah pasien pneumonia yang dirawat pada tahun 2019 dengan nilai p-value 0,05 dan r = -0,576 serta tahun 2019-2023 dengan p-value 0,005 dan r = -0,613, menunjukkan korelasi negatif antara tingkat PM 2,5 dan penerimaan pasien pneumonia. Pada tahun 2021, 2022, dan 2023, tidak terdapat korelasi yang signifikan. Terdapat hubungan antara tingkat PM 2,5 terhadap jumlah pasien rawat inap pneumonia, sehingga disarankan memasukkan variabel COVID-19 untuk memahami pengaruhnya terhadap tingkat rawat inap pasien pneumonia. Kata Kunci : PM 2,5, Pneumonia, Pasien Rawat Inap, Kota Bekasi --- Pneumonia is the eighth leading cause of death in general and the leading infectious cause of death, with mortality rates reaching 23% for patients admitted to intensive care units for severe pneumonia. Air pollution has the potential to increase pneumonia respiratory complaints, emergency department visits, hospitalizations, and mortality risk. This study aimed to observe the relationship between PM 2.5 air pollution and pneumonia hospitalizations in hospitals in Bekasi City in 2019-2023. This study used an ecological study design with secondary data collection, specifically medical records of hospitalized pneumonia patients from 42 hospitals registered under the supervision of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The sampling method used a total sample. The results showed a relationship between PM 2.5 air pollution and the number of pneumonia patients admitted in 2019 with a p-value of 0.05 and r = -0.576 and 2019-2023 with a p-value of 0.005 and r = -0.613, indicating a negative correlation between PM 2.5 levels and pneumonia admissions. In 2021, 2022, and 2023, there was no significant correlation. There is a relationship between the level of PM 2.5 and the number of pneumonia hospitalizations, so it is recommended to include COVID-19 variables to understand its effect on pneumonia patient hospitalization rates Keywords : PM 2.5, Pneumonia, Patient Hospitalization, Bekasi City
HUBUNGAN SIKAP KERJA, DURASI KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA KARYAWAN UNIVERSITAS X 2024 Yusup, Muhamad; Roma Ito, Yulia; Uzma, Wishnu
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.16-26

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada otot, tulang, dan jaringan ikat, yang sering disebabkan oleh aktivitas berulang, postur kerja tidak ergonomis, dan durasi kerja lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja dengan keluhan MSDs pada karyawan Universitas X tahun 2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi adalah 156 karyawan yang bekerja di depan monitor, dengan sampel 112 responden melalui teknik sampling insidental. Instrumen menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara sikap kerja tidak ergonomis dan keluhan MSDs (p = 0,011). Bekerja lebih dari 8 jam per hari juga meningkatkan risiko keluhan sedang hingga berat (p = 0,014). Masa kerja lebih dari 10 tahun berkaitan dengan keluhan yang lebih sering terjadi (p = 0,021). Keywords:  Keluhan Muskuloskeletal, sikap kerja, durasi kerja, masa kerja, ergonomi, kesehatan karyawan --- Musculoskeletal Disorders (MSDs) are conditions affecting muscles, bones, and connective tissues, often caused by repetitive activities, poor work posture, and long working hours. This study aims to analyze the relationship between work posture, work duration, and years of service with MSD complaints among employees at University X in 2024. This is a quantitative analytic descriptive study using a cross-sectional design. The population consisted of 156 screen-based employees, with 112 respondents selected via incidental sampling. Data were collected using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and Rapid Upper Limb Assessment (RULA), and analyzed using the Chi-Square test. There is a significant relationship between poor work posture and MSD complaints (p = 0.011), with non-ergonomic sitting positions increasing risk. Working more than 8 hours per day is significantly associated with moderate to severe MSD complaints (p = 0.014). Additionally, employees with over 10 years of service reported more frequent complaints (p = 0.021). Keywords: Musculoskeletal complaints, work attitude, work duration, work tenure, ergonomics, employee health
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Keselamatan Berkendara Pada SiswaI SMA AL - HASRA Kota Depok Tahun 2024 Pajrina, Dhania Putri; Zen, Azizah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku keselamatan berkendara merupakan salah satu cara untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di jalan. Menurut Data Kepolisian Republik Indonesia tahun 2024, kecelakaan lalu lintas paling sering terjadi pada usia remaja dan menjadi penyebab utama kematian. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan tentang keselamatan berkendara, rendahnya kesadaran terhadap risiko, emosi yang labil, serta kurangnya keterampilan mengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada siswa/i SMA AL-HASRA Kota Depok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang dapat mengendarai sepeda motor, yaitu berjumlah 181 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara adalah sikap (p=0,026), persepsi (p=0,001), dan peran teman sebaya (p=0,005). Sekolah disarankan memberikan edukasi keselamatan berkendara melalui kegiatan integratif seperti simulasi keselamatan berkendara, penyuluhan berkala, dan pelatihan praktik mengemudi untuk meningkatkan kesadaran siswa. Kata Kunci: Perilaku, Keselamatan Berkendara, Remaja, Sikap, Persepsi  --- Driving safety behavior is one way to create order, security, and comfort on the road. According to data from the Indonesian National Police in 2024, traffic accidents most frequently occur among teenagers and are the leading cause of death in this age group. This is influenced by a lack of knowledge, low risk awareness, emotional instability, and poor driving skills. This study aims to analyze the factors associated with driving safety behavior among students at AL-HASRA High School in Depok City. This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. The population consisted of all students who were able to ride a motorcycle, totaling 181 students. The sampling technique used was simple random sampling, with a sample size of 106 respondents. Data analysis was conducted using the Chi-Square test at a 95% confidence level (α=0.05). The results showed that the variables related to driving safety behavior were attitude (p=0.026), perception (p=0.001), and peer influence (p=0.005). Schools are advised to provide driving safety education through integrated activities such as safety simulations, periodic counseling, and practical driving training to increase students’ awareness of driving safety. Keywords: Behavior, Driving Safety, Teenagers, Attitude, Perception
Hubungan Karakteristik Individu dan Beban Kerja Mental dengan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) Pada Pekerja setiowati, dinda sulis; Fauziah, Munaya
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.51-62

Abstract

Proyek konstruksi memiliki risiko yang dapat menimbulkan bahaya dan menyebabkan kecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan upaya penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Tindakan tidak aman (unsafe action) yang dilakukan pekerja konstruksi berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan beban kerja mental dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja konstruksi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah 8 artikel jurnal ilmiah yang membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja konstruksi. Hasil: review menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia, status perkawinan, sikap, dan beban mental kerja dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja konstruksi. Namun tidak terdapat hubungan antara usia dan status perkawinan dengan tindakan tidak aman (unsafe action). Kesimpulan: Karakteristik individu seperti usia, status perkawinan, dan sikap serta beban mental kerja yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja konstruksi. Penerapan program K3 yang komprehensif dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk mencegah tindakan tidak aman (unsafe action) dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Perbandingan Kualitas Sanitasi Kapal Motor (Motor Vessel) Berbendera Asia dan Non-Asia di Pelabuhan PT. Kaltim Prima Coal Surianto, Heri; Sedionoto, Blego; Ningsih, Riyan; Wirapuspita Wisnuwardani, Ratih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.63-74

Abstract

Pelabuhan merupakan area penting dalam lalu lintas barang dan manusia serta berisiko tinggi menjadi jalur masuk penyakit menular. PT. Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai pelabuhan ekspor batu bara terbesar di Indonesia menerima ratusan kapal dari berbagai negara setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas sanitasi kapal berbendera Asia dan non-Asia yang bersandar di pelabuhan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 41 kapal (16 Asia, 25 non-Asia) dan menilai 8 kompartemen: dapur, ruang makan, gudang, ruang kru, air minum, penyimpanan makanan, limbah cair dan limbah padat. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan pada kualitas sanitasi dapur, ruang makan, ruang kru, dan penyimpanan makanan (p<0,05), di mana kapal non-Asia memiliki nilai lebih tinggi. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada kompartemen lainnya. Kapal berbendera non-Asia memiliki kualitas sanitasi yang relatif lebih baik dibanding kapal berbendera Asia. Kata kunci: sanitasi kapal, kapal asing, pelabuhan, kesehatan masyarakat --- Ports serve as critical hubs for goods and human movement, but also pose a high risk for the introduction of infectious diseases. PT. Kaltim Prima Coal (KPC), the largest coal export port in Indonesia, receives hundreds of ships from various countries annually. This study aims to compare the sanitation quality of Asia-flagged and non-Asia-flagged motor vessels docking at the port. A descriptive quantitative approach was used to observe 41 vessels (16 Asia, 25 non-Asia), assessing 8 compartments: kitchen, dining room, storage, crew quarters, drinking water, food storage, liquid waste, and solid waste. Independent t-test results showed significant differences in sanitation quality in the kitchen, dining room, crew quarters, and food storage compartments (p<0.05), with non-Asia-flagged vessels scoring higher. No significant differences were found in the remaining compartments.Non-Asia-flagged vessels tend to exhibit better sanitation quality compared to Asia-flagged vessels. Keywords: ship sanitation, foreign vessels, port, public health
Kesiapsiagaan Siswa SMK Tirtajaya Depok Terhadap Risiko Kebakaran di Ruang Laboratorium Teknik Sepeda Motor Tahun 2025 Sundari, Indah; Effendi, Luqman
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.27-37

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan upaya mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan tindakan yang tepat. Tercatat 226 kasus kebakaran terjadi di Kota Depok sepanjang Januari–Desember 2023. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapsiagaan siswa SMK Tirtajaya Depok terhadap risiko kebakaran di laboratorium teknik sepeda motor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan total sampel 90 siswa. Hasil menunjukkan 58,9% siswa memiliki pengetahuan baik, namun 41,1% masih cukup dan kurang. Sebanyak 78,9% memiliki sikap positif, sisanya negatif. Sebagian siswa (66,7%) menilai kebijakan sekolah sudah baik, sementara 33,3% belum. Sebanyak 58,9% menilai rencana darurat lengkap, 41,1% belum. Mayoritas (61,1%) menyatakan tidak ada sistem peringatan bencana di sekolah. Disarankan sekolah meningkatkan kesiapsiagaan siswa untuk meminimalkan risiko kebakaran.   Kata kunci : Kesiapsiagaan, Kebakaran, Siswa --- Preparedness is an effort to anticipate disasters through proper organization and effective actions. There were 226 fire incidents in Depok City from January to December 2023. This study aims to assess the preparedness of SMK Tirtajaya Depok students regarding fire risks in the motorcycle engineering laboratory. A descriptive quantitative method was used with a total sample of 90 students. Results showed that 58.9% had good knowledge, while 41.1% had moderate or poor knowledge. In terms of attitude, 78.9% were positive and 21.1% negative. Regarding school policies, 66.7% considered them good, while 33.3% did not. About 58.9% believed the emergency plan was complete, and 41.1% thought otherwise. Most students (61.1%) stated there was no disaster warning system, while 38.9% disagreed. The school is advised to enhance student preparedness to reduce fire-related risks. Keywords: Preparedness, Fire, Students
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Membuang Makanan Pada Ibu Rumah Tangga:Literatur Review Salsabila, Azahra; Ernyasih, Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.75-84

Abstract

Sampah makanan adalah makanan yang semestinya masih layak untuk dikonsumsi namun terbuang karena alasan tertentu. Sedangkan, perilaku membuang makanan adalah tindakan yang menyebabkan makanan terbuang yang seharusnya masih bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan. Menurut Laporan Indeks Food Waste UNEP 2024, data secara global menunjukkan bahwa pada tahun 2022, total limbah makanan yang dihasilkan mencapai sekitar 1,05 miliar ton per kapita per tahun dan sekitar 60 % berasal dari sektor rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perilaku membuang makanan pada ibu rumah tangga dengan melakukan tinjauan pustaka dan informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui database, diantaranya yaitu Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Berdasarkan temuan penelitian didapatkan bahwa faktor sosiodemografi (pendidikan, pendapatan, dan jumlah anggota rumah tangga), pengetahuan, sikap, dan manajemen pengelolaan makanan (perencanaan, perbelanjaan, persiapan memasak, penyimpanan, penanganan makanan sisa) dapat memengaruhi perilaku membuang makanan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, diperlukan adanya strategi seperti pemberian edukasi komprehensif sehingga ibu rumah tangga akan memiliki pemahaman terkait sampah makanan dan keterampilan pengelolaan makanan yang lebih baik yang dapat berkontribusi pada pengurangan timbulan sampah makanan rumah tangga. Kata Kunci : Sampah Makanan, Perilaku, Ibu Rumah Tangga --- Food waste refers to food that is still fit for consumption but is discarded for various reasons. Meanwhile, food waste behavior is the act of discarding food that could otherwise be consumed and utilized. According to the UNEP Food Waste Index Report 2024, global data indicates that in 2022, the total food waste generated reached approximately 1.05 billion tons per capita per year, with about 60% originating from the household sector. The objective of this research is to understand and identify the factors influencing food wasting behavior among housewives through a literature and information review. The research method used is a literature review, involving article searches through databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. Based on the research findings, sociodemographic factors (education, income, and household size), knowledge, attitudes, and food management practices (planning, purchasing, cooking preparation, storage, and handling of leftovers) can influence food wasting behavior. Based on these factors, strategies such as providing comprehensive education are necessary so that housewives will have a better understanding of food waste and improved food management skills, which can contribute to reducing household food waste generation. Keywords : Food Waste, Behavior, Housewives
Tinjauan Pajanan Karbon Monoksida (CO) dan Dampaknya terhadap Kesehatan Pedagang Kaki Lima di Wilayah Perkotaan Padat Lalu Lintas L. Salma, Anida; Ernyasih, Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.85-97

Abstract

Penelitian ini meninjau dampak pajanan karbon monoksida (CO) terhadap kesehatan manusia berdasarkan tujuh studi relevan. Enam studi menunjukkan bahwa kadar CO berada dalam batas aman, sementara satu studi melaporkan kondisi berbahaya. CO yang berasal dari emisi kendaraan bermotor bersifat toksik karena mengikat hemoglobin 240 kali lebih kuat dari oksigen, sehingga mengganggu transportasi oksigen dalam darah. Dampaknya bervariasi tergantung konsentrasi dan lama pajanan, mulai dari kelelahan, sakit kepala, hingga gangguan jantung dan kematian. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita anemia lebih berisiko. Studi kasus di Terminal Karombasan menunjukkan kadar CO relatif rendah (0,19–0,22 μg/Nm³), tetapi di Jalan Bandar yang padat lalu lintas, kadar mencapai 528,89 μg/m³. Kajian ini menegaskan pentingnya pengendalian kualitas udara dan perlindungan bagi kelompok rentan di kawasan urban. Kata Kunci: karbon monoksida, risiko kesehatan pada pedagang, pedagang kaki lima --- This study reviews the impact of carbon monoxide (CO) exposure on human health based on seven relevant studies. Six studies found CO levels to be within safe limits, while one reported hazardous exposure. CO, mainly from motor vehicle emissions, is toxic due to its strong binding with hemoglobin, impairing oxygen transport in blood. Health effects vary by concentration and exposure duration, ranging from fatigue and headaches to cardiovascular disorders and death. Vulnerable groups such as children, the elderly, and individuals with anemia are at greater risk. A case study from Karombasan Terminal showed relatively low CO levels (0.19–0.22 μg/Nm³), while high-traffic areas like Bandar Street recorded elevated levels (528.89 μg/m³). This review highlights the need for air quality management and protective policies for vulnerable populations in urban areas. Keyword: carbon monoxide, health risks to traders, street vendors
Efektivitas Penerapan Sistem Permit to Work terhadap Pengurangan Risiko Kecelakaan Kerja di Industri Minyak dan Gas Jonathan, Jonathan Mianro Pardede; Irwan S.T, M.T, Hery
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.98-103

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan Permit to Work (PTW), khususnya untuk pekerjaan hot work, dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Studi dilakukan selama tiga minggu di Kota Batam pada Mei 2025, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa penerapan PTW mampu menurunkan kejadian kecelakaan kerja dari rata-rata 3 menjadi 1,7 kasus per bulan, dengan tingkat kepatuhan mencapai 94,62%. Meskipun sebagian besar pekerja memahami pentingnya PTW, masih terdapat 40% yang belum terbiasa menggunakan APD secara konsisten. Tim K3 perusahaan dinilai aktif dalam sosialisasi dan pengawasan. Dapat disimpulkan bahwa PTW efektif meningkatkan keselamatan kerja, namun tetap diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan berkelanjutan. Kata-kata Kunci: Permit to Work (PTW), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hot Work, Risiko Kecelakaan, Industri Minyak dan Gas. --- This study analyzes the effectiveness of Permit to Work (PTW) implementation, particularly for hot work activities, in reducing occupational accident risks and identifying influencing factors. The study was conducted over three weeks in Batam City in May 2025 using a descriptive qualitative approach through direct observation and interviews. Results showed that PTW implementation reduced the average number of workplace accidents from 3 to 1.7 per month, with a compliance rate of 94.62%. While most workers understood the importance of PTW, around 40% still lacked consistent use of personal protective equipment (PPE). The safety team was actively involved in socialization and monitoring. In conclusion, PTW proves effective in improving workplace safety, but continued education and training are recommended. Keywords: Permit to Work, Occupational Health and Safety (OHS), Hot Work, Accident Risk, Oil and Gas Industry.
Perilaku Penggunaan Kantong Plastik Pada Pedagang di Pasar Kebon Besar Kota Tangerang: Kesehatan Lingkungan Syehabuddin, Amanda Zahra; Romdhona, Nur
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.114-127

Abstract

The use of plastic bags that are difficult to decompose naturally has become a global issue in terms of its impact on the environment and health. Markets are one of the largest sources of plastic waste in Indonesia. This study aims to identify the factors influencing plastic bag usage behavior among vendors at the Kebon Besar Market in Tangerang City. The study employs a cross-sectional design with quantitative methodology, using accidental sampling for data collection and the chi-square test to determine the relationship between variables. The results indicate that 65.5% exhibit nott good behavior in plastic bag usage. Significantly related factors include education (p-value = 0.040), knowledge (p-value = 0.001), perception (p-value = 0.001), and information (p-value = 0.015). This study suggests enhancing education and information dissemination to reduce plastic bag usage in markets. Keywords: plastic bag usage, behavior, Kebon Besar Market  --- Penggunaan kantong plastik yang sulit terurai secara alami telah menjadi isu global dalam permasalahan yang berdampak pada lingkungan dan Kesehatan, Pasar merupakan salah satu sumber penghasil sampah plastik terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan kantong plastik pada pedagang di pasar kebon besar Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional metodologi kuantitatif, Teknik pengumpulan sampel dengan accidental sampling dan menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65.5% memiliki perilaku kurang baik dalam penggunaan kantong plastik. Faktor – faktor yang berhubungan signifikan dengan perilaku penggunaan kantong plastik meliputi Pendidikan (p-value = 0.040), pengetahuan (p-value = 0.001), persepsi (p-value = 0.001), dan informasi (p-value = 0.015). penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan edukasi dan penyebaran informasi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar. Kata kunci: penggunaan kantong plastik, perilaku, pasar kebon besar

Page 10 of 11 | Total Record : 110