cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Analisis Penerapan Sistem Klaim Non-Kapitasi di FKTP dan Pengelolaan Pembayaran Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang Amalia, Anita Rosa; Nurvita, Silvia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16976

Abstract

ABSTRACT BPJS Health tries to provide health insurance to the entire community, so several parties are needed to support the sustainability of BPJS Health, such as Health Insurance Participants, Regional Government, Availability of Health Workers, and so on. This research aims to find out how the Non-Capitation Claim system is implemented at FKTP in Payment Management at BPJS Health Semarang Branch Office. This type of research uses qualitative methods, researchers conduct in-depth interviews with people related to the research objectives, and the technique of determining informants is Purposive Sampling in this research, carried out with consideration regarding the implementation of the Non-Capitation Claim System at FKTP and payment management at the BPJS Health Office. Semarang Branch. The research results show that the Non-Capitation claim payment procedure at the BPJS Health Semarang Branch Office uses data that is in accordance with the requirements for submitting a Non-Capitation Claim, namely sending a letter and claim file. The internal control system implemented at the Semarang BPJS Health office has been running effectively and clearly in accordance with the authority and responsibilities of each section as well as a clear relationship between management and employees. Keywords: Claim System, FKTP Non-Capitation, Payment Management  ABSTRAK BPJS Kesehatan berusaha memberikan jaminan Kesehatan kepada seluruh masyarakat, sehingga dibutuhkan beberapa pihak untuk mendukung keberlangsungan BPJS Kesehatan seperti Peserta Jaminan Kesehatan, Pemerintah Daerah, Ketersediaan Tenaga Kesehatan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem Klaim Non-Kapitasi di FKTP dalam Pengelolaan Pembayaran pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang.Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif peneliti melakukan wawancara mendalam dengan orang-orang yang berhubungan dengan tujuan penelitian tersebut, dan teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan mengenai penerapan Sistem Klaim Non-Kapitasi di FKTP dan Pengelolaan Pembayaran Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur Pembayaran Klaim Non-Kapitasi pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang menggunakan data yang sesuai dengan persyaratan pengajuan Klaim Non-Kapitasi yaitu mengirimkan surat dan berkas klaim. Sistem pengendalian intern yang diterapkan pada kantor BPJS Kesehatan Semarang telah berjalan efektif dan jelas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian serta hubungan yang jelas antara pimpinan dan karyawan. Kata Kunci: Sistem Klaim, Non-Kapitasi FKTP, Pengelolaan Pembayaran
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Preeklampsia Berat Pada Ibu Hamil Trimester 3 di Rumah Sakit Umum Daerah Aulia Pandeglang Izati, Dini Nuzulia; Novita, Novita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16870

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Preeklampsia Berat Pada Ibu Hamil Trimester 3  Di Rumah Sakit Umum Daerah Aulia  Pandeglang Tahun 2024. Metodelogi Penelitian : Desain penelitian iniadalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 56responden. Hasil penelitian : frekuensi pola makan pada ibu hamil dengan pola makan tidak sehat sebanyak 26  orang (46,4%), sedangkan ibu hamil dengan pola makan yang  sehat sebanyak 30 orang (53,6%). dari 56 responden frekuensi kejadian preeclampsia berat  pada ibu hami trimester Il mayoritas mengalami tidak mengalami preeclampsia sebanyak 33 orang (58,9%) dan ibu hamil preeclampsia  sebanyak 23 orang (41,1%).Terdapat hubungan Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Preeklampsia Berat Pada Ibu Hamil Trimester 3. uji statistik diperoleh p-value (0,000) < α (0,05), maka dapat dikatakan bahwa ada Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Preeklampsia Berat Pada Ibu Hamil Trimester 3  Di Rumah Sakit Umum Daerah Aulia  Pandeglang Tahun 2024. Dari hasil analisis diperoleh OR=3,30 dengan tingkat kepercayaan 95%, maka ibu hamil trimester III dengan pola makan yang tidak sehat memiliki resiko 3,30 kali lebih besar mengalami preeklampsi dibandingkan hamil dengan pola makan yang sehat. Kata Kunci: Preeklampsia, Ibu Hamil Trimester 3, Pola Makan  ABSTRACT This study aims to determine the Relationship between Diet and the Incidence of Severe Preeclampsia in Pregnant Women in the Third Trimester at the Aulia Pandeglang Regional General Hospital in 2024. Research Methodology: The design of this study is descriptive analytical with a cross-sectional approach. The sample taken in this study was 56 respondents. Results of the study: the frequency of eating patterns in pregnant women with unhealthy eating patterns was 26 people (46.4%), while pregnant women with healthy eating patterns were 30 people (53.6%). Of the 56 respondents, the frequency of severe preeclampsia in pregnant women in the second trimester, the majority did not experience preeclampsia, 33 people (58.9%) and 23 pregnant women with preeclampsia (41.1%). There is a relationship between dietary patterns and the incidence of severe preeclampsia in pregnant women in the third trimester. The statistical test obtained a p-value (0.000) <α (0.05), so it can be said that there is a relationship between dietary patterns and the incidence of severe preeclampsia in pregnant women in the third trimester at the Aulia Pandeglang Regional General Hospital in 2024. From the results of the analysis, OR = 3.30 was obtained with a confidence level of 95%, so pregnant women in the third trimester with an unhealthy diet have a 3.30 times greater risk of experiencing preeclampsia than pregnant women with a healthy diet. Keywords: Preeclampsia, 3rd Trimester Pregnant Women, Diet
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif di Tinjau Dari Kajian Sosial Budaya di Wilayah Kerja Puskesmas Wadas Karawang Kamalia, Rusyda; Idealistiana, Lia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16872

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan Air Susu Ibu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Definisi ASI eksklusif menurut WHO adalah pemberian ASI tanpa cairan atau makanan apapun kepada bayi sampai berumur 6 bulan. Puskesmas Wadas merupakan salah satu puskesmas  yang cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Wadas dari tahun 2019-2021 mengalami fluktuasi , pada tahun 2021 sebesar 55.1% dan pada tahun 2022 sebesar 37.1% dan pada tahun 2023 sebesar 42.1%. Beberapa faktor di antaranya adalah karena sosial budaya. Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif di tinjau dari kajian sosial budaya di Wilayah Kerja Puskesmas Wadas tahun 2024. analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan sebanyak 60 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji chi square. Analisis univariat diperoleh sebagian besar ibu memberikan ASI Eksklusif pada bayi sebanyak 71,7%, memberikan dukungan sosial budaya sebanyak 51,7%, agama 50%, pendidikan menengah 58,4% dan mendapatkan dukungan suami sebanyak 53,3%. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara sosial budaya (p value = 0,01), agama (p value = 0,049), pendidikan (p value = 0,000), dukungan suami (p value = 0,004) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 6-12 bulan. Ada hubungan anatara sosial budaya, agama, pendidikan dan dukungan suami dalam pemberian ASI Eksklusif.  Kata Kunci: ASI Eksklusif, Sosial Budaya, Agama, Pendidikan, Dukungan Suami  ABSTRACT Breast milk is breast milk produced by the mother and contains all the nutrients needed by the baby for the baby's growth and development needs. The definition of exclusive breastfeeding according to WHO is giving breast milk without any liquid or food to babies until they are 6 months old. Wadas Health Center is one of the health centers where exclusive breastfeeding coverage at Wadas Health Center from 2019-2021 experienced fluctuations, in 2021 it was 55.1% and in 2022 it was 37.1% and in 2023 it was 42.1%. Some of these factors are social and cultural. To determine the relationship between exclusive breastfeeding in terms of socio-cultural studies in the Wadas Health Center Work Area in 2024. quantitative analysis with cross sectional design. The sample in this study was 60 mothers who had babies aged 6-12 months using a purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The data is primary data analyzed using the chi square test. Univariate analysis showed that the majority of mothers provided exclusive breast milk to babies as much as 71.7%, provided socio-cultural support as much as 51.7%, religion as much as 50%, secondary education as much as 58.4% and received support from their husbands as much as 53.3%. The results of bivariate analysis show a relationship between social culture (p value = 0.01), religion (p value = 0.049), education (p value = 0.000), husband's support (p value = 0.004) and exclusive breastfeeding for babies 6-12 month. there is a relationship between social culture, religion, education and husband's support in providing exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Social Culture, Religion, Education, Husband's Support
Efektivitas Latihan Relaksasi Mata dan Kompres Teh Hijau Terhadap Penurunan Kelelahan Mata Pada Pegawai di Kantor PMI Jakarta Purba, Sisca Juliarti; Mochartini, Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17046

Abstract

ABSTRACT WHO in 2022 reports that there will be 2 billion people living with blindness. The highest prevalence of myopia is in South Korea (97%) and China (67%). Indonesia has the second highest prevalence of visual impairment in the world after Ethiopia. In Indonesia, 8 million people suffer from visual impairment, with details of 1.6 million suffering from blindness, 6.4 million suffering from moderate and severe visual impairment. The prevalence of eye disorders in DKI Jakarta reaches 1.9%. Using gadgets for a long period of time can cause eye health problems such as eye fatigue. To reduce eye fatigue with complementary therapies, namely eye relaxation exercises and green tea compresses which contain antioxidants and caffeine. To determine the effectiveness of eye relaxation exercises and green tea compresses in reducing eye fatigue. Quasy experiments use a three group pretest-posttest design, which does not have a control group. The sampling technique uses total sampling. Before the intervention, all respondents (100%) experienced eye fatigue. After being given the intervention, the majority of respondents experienced eye fatigue in the eye relaxation group (93.3%), the green tea compress group (86.7%) and the combination of eye relaxation and green tea compress group (66.7%). There is the effectiveness of eye relaxation exercises and green tea compresses in reducing eye fatigue in employees, because there is a difference in the average value before and after the intervention. There is effectiveness of eye relaxation exercises and green tea compresses in reducing eye fatigue, because there is a difference in the average values before and after the intervention. It is hoped that computer/gadget users will rest their eyes to avoid eye fatigue. Keywords: Eye Relaxation, Green Tea Compress, Eye Fatigue  ABSTRAK WHO tahun 2022, melaporkan terdapat 2 miliar orang hidup dengan kebutaan. Prevalensi angka kejadian miopia tertinggi di Korea Selatan (97%) dan Cina (67%). Indonesia prevalensi gangguan penglihatan nomor 2 tertinggi di dunia setelah Ethiopia. Di Indonesia terdapat 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan, dengan rincian 1,6 juta menderita kebutaan, 6,4 juta menderita gangguan penglihatan sedang dan berat. Prevalensi gangguan mata di DKI Jakarta mencapai 1,9%. Penggunaan gadget dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mataseperti kelelahan mata. Untuk mengurangi kelelahan mata dengan terapi komplementer yaitu latihan relaksasi mata dan kompres teh hijau yang memiliki kandungan antioksidan dan juga kafein. Mengetahui efektivitas latihan relaksasi mata dan kompres teh hijau terhadap penurunan kelelahan mata. Quasy eksperimen menggunakan rancangan three group pretest-posttest design, yang tidak memiliki control grup. Teknik pengambilan sampel menggunakan totalSampling. Sebelum dilakukan intervensi seluruh responden (100%) mengalami kelelahan mata. Sesudah diberikan intervensi sebagian besar responden mengalami kelelahan mata pada kelompok relaksasi mata (93,3%), kelompok kompres teh hijau (86,7%) dan kelompok kombinasi relaksasi mata dan kompres teh hijau (66,7%). Ada efektivitas latihan relaksasi mata dan kompres teh hijau terhadap penurunan kelelahan mata pada pegawai, karena ada perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah intervensi. Ada efektivitas latihan relaksasi mata dan kompres teh hijau terhadap penurunan kelelahan mata, karena ada perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah intervensi. Diharapkan pada pengguna komputer/gadget untuk mengistirahatkan mata supaya tidak terjadi kelelahan mata. Kata Kunci: Relaksasi Mata, Kompres Teh Hijau, Kelelahan Mata
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Antenatal di Klinik Yuliarpan Medika Bekasi Tridiyawati, Feva; Lestari, Eni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17020

Abstract

ABSTRACT Patient evaluations indicate that services meet a set of satisfaction standards, with these standards playing a role in determining how satisfied patients are. If their insights are comparable to or greater than anticipated, patients will be satisfied. The number of visits by pregnant women will be influenced by their level of satisfaction with the level of service provided by health service providers, which will have an impact on the medical condition of pregnant women. To determine the analysis of patient satisfaction levels with antenatal services at the Yuliarpan Medika Clinic, Bekasi in 2024. This study is an observational analytical study with a cross-sectional design. The population of this study was all pregnant patients who visited the Yuliarpan Medika Clinic, Bekasi. The maximum number of people who can be served is the total number of people, namely the number of people who can be served as a whole from the majority of patients visiting Yuliarpan Medika in one week with a maximum of 10 people. The relationship between health services provided by midwives and antenatal patient satisfaction levels was very strong. However, poor midwife attitudes were associated with one person's (10%) perception of poor service. This suggests that, although health services are generally considered very good, examples of poor midwifery can have an impact on the evaluation of overall service quality, especially Relationship Between Counseling Provided by Midwives and Antenatal Patient Satisfaction Level. However, poor midwife attitudes were the reason why one patient (10%) considered counseling inadequate. This emphasizes the importance of midwife attitudes as well as delivery methods and the quality of counseling materials in determining patient satisfaction.  Keywords: Patient Satisfaction, Antenatal Services.  ABSTRAK Evaluasi oleh pasien yang menunjukkan bahwa layanan memenuhi serangkaian standar kepuasan, dengan standar ini berperan dalam menentukan seberapa puas pasien. Jika wawasan mereka sebanding atau lebih besar dari yang diantisipasi, pasien akan merasa puas. Banyaknya kunjungan ibu hamil akan dipengaruhi oleh tingkat kepuasannya terhadap tingkat pelayanan yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan, sehingga akan berdampak pada kondisi medis pada ibu hamil. Untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan antenatal di Klinik Yuliarpan Medika Bekasi tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat analitik observasional rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien Hamil yang berkunjung di Klinik Yuliarpan Medika Bekasi. Jumlah maksimal orang yang dapat dilayani adalah jumlah orang keseluruhan, yaitu jumlah orang yang dapat dilayani secara keseluruhan dari mayoritas pasien yang berkunjung ke Yuliarpan Medika dalam satu minggudengan jumlah maksimal 10 orang. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kecenderungan pelayanan kesehatan di Klinik Yuliarpan Medika memberikan hasil baik sebanyak sembilan orang, dan hasil buruk sebanyak satu orang, dikarenakan adanya pengaruh sikap bidan terhadap pasien yang tidak baik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kecenderungan pelayanan kesehatan di Klinik Yuliarpan Medika memberikan hasil baik sebanyak sembilan orang, dan hasil buruk sebanyak satu orang, dikarenakan adanya pengaruh sikap bidan terhadap pasien yang tidak baik. Hubungan antara layanan kesehatan yang diberikan oleh bidan dan tingkat kepuasan pasien antenatal sangat kuat. Namun, sikap bidan yang buruk dikaitkan dengan persepsi satu orang (10%) tentang layanan yang buruk. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun layanan kesehatan pada umumnya dianggap sangat baik, contoh kebidanan yang kurang baik dapat berdampak pada evaluasi kualitas layanan secara keseluruhan, khususnya Hubungan Antara Konseling yang Disediakan oleh Bidan dan Tingkat Kepuasan Pasien Antenatal. Namun, sikap bidan yang buruk menjadi alasan mengapa satu pasien (10%) menganggap konseling tidak memadai. Hal ini menekankan pentingnya sikap bidan serta metode persalinan dan kualitas materi konseling dalam menentukan kepuasan pasien. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Pelayanan Antenatal
Literature Review: Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Sutejo, Erwin; Setiadi, Adji Prayitno; Wibowo, Yosi Irawati; Gondokesumo, Marisca Evalina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16917

Abstract

ABSTRACT Drug logistics management is a series of activities related to planning, storing, distributing, and disposing of drugs that are managed optimally to ensure the right amount and type of drugs and medical supplies. This study analyzes drug logistics management at the District/City Health Service Pharmacy Installation. Ten articles were retrieved through Google Scholar to conduct a literature review using drug logistics, pharmaceutical installation, and health service. The search results show that the implementation of logistics management is directly related to several problems, including human resources, facilities and infrastructure, planning, storage, distribution, recording, and reporting of drugs. All health services, especially pharmacy, must meet the requirements of drug logistics management. From the literature review results, if implemented properly, drug logistics management at the district/city health service pharmacy installation can increase the efficiency and productivity of services in health facilities Keywords: Disease Drug Logistics, Pharmacy Installation, Health Service ABSTRAK Manajemen logistik obat adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penghapusan obat yang dikelola secara optimal untuk memastikan jumlah dan jenis obat dan perbekalan kesehatan yang tepat. Studi ini menganalisis pengelolaan manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Untuk melakukan peninjauan literatur, sepuluh artikel diambil melalui Google Scholar dengan  kata kunci logistik obat, instalasi farmasi, dan dinas kesehatan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa penerapan manajemen logistik terkait langsung dengan beberapa masalah, termasuk sumber daya manusia, sarana dan prasarana, perencanaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, dan pelaporan obat. Semua layanan kesehatan, terutama kefarmasian, harus memenuhi persyaratan manajemen logistik obat. Dari hasil literatur review dapat diambil kesimpulan yaitu manajemen logistik obat di instalasi farmasi dinas kesehatan kabupaten/kota dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelayanan di fasilitas kesehatan jika diterapkan dengan baik. Kata Kunci: Logistik Obat, Instalasi Farmasi, Dinas Kesehatan
Hubungan Kadar Kalsium dalam Darah Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Rahmatika, Achisna
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.20022

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is when systolic blood pressure (BP) ≥ 140 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg which occurs after 20 weeks of pregnancy, and there is proteinuria ≥ 300 mg/24 hours. Preeclampsia is one of the biggest causes of maternal mortality in Indonesia, therefore many studies have been conducted to determine the factors associated with the incidence of preeclampsia. One of the factors that is closely related to the incidence of preeclampsia is the level of calcium in the blood. In Lampung Province the maternal mortality rate in 2019 caused by preeclampsia is 28% of the total maternal mortality rate. Therefore researchers want to conduct research on the relationship between calcium levels in the blood of pregnant women and the incidence of preeclampsia in Lampung Province, especially at Abdul Moeloek Hospital Lampung Province. This study uses observational analytic with a case control approach. The sampling method in this study is purposive sampling. Data collection used medical records and obtained a sample of 120 patients with details of 60 cases and 60 controls. Data analysis used the chi square test. The results of the chi square test, obtained a value of P = 0.003, meaning that there is a significant relationship between calcium levels in the blood of pregnant women and the incidence of preeclampsia at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2021. The calculation results of the Odd Ratio (OR) = 5 (95% CI = 1.76-14.78) indicate that pregnant women with abnormal calcium levels are 5 times at risk of suffering from preeclampsia than mothers pregnant with normal calcium levels. There is a significant relationship between calcium levels in the blood of pregnant women and the incidence of preeclampsia. Keywords: Pregnant Women, Blood Calcium Levels, Preeclampsia.  ABSTRAK Preeklampsia adalah bila tekanan darah (TD) sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg yang terjadi setelah kehamilan 20 minggu, dan terdapat proteinuria ≥ 300 mg/24 jam. Preeklampsia merupakan salah satu penyebab terbesar angka kematian Ibu di Indonesia, oleh karena itu banyak penelitian di lakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Salah satu faktor yang berhubungan erat dengan kejadian preeklampsia adalah kadar kalsium dalam darah. Di Provinsi Lampung angka kematian Ibu di tahun 2019 yang di sebabkan oleh preeklampsia adalah sebesar 28% dari total angka kematian Ibu. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian mengenai hubungan kadar kalsium dalam darah Ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di Provinsi Lampung khususnya di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan case controll. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purpose sampling.  Pengambilan data menggunakan rekam medis dan didapatkan sampel sejumlah 120 pasien dengan rincian 60 kasus dan 60 kontrol. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square, diperoleh nilai P = 0,003 artinya ada hubungan bermakna antara kadar kalsium dalam darah Ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021. Hasil Perhitungan Odd Ratio (OR) = 5 (95%CI = 1,76- 14,78) menunjukkan bahwa Ibu hamil dengan kadar kalsium yang tidak normal, beresiko 5 kali menderita preeklampsia dari pada Ibu hamil dengan kadar kalsium normal. Terdapat hubungan bermakna antara kadar kalsium dalam darah Ibu hamil dengan kejadian preeklampsia.  Kata Kunci: Ibu Hamil, Kadar Kalsium Dalam Darah, Preeklampsia.
Hubungan Minat Ibu, Dukungan Suami, dan Pelayanan KB terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Rumah Sakit Nuraida Shintya, Yona; Idealistiana, Lia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16889

Abstract

ABSTRACT The use of Long-Term Contraceptive Methods (LCM), especially IUDs, has not been the main choice. In 2023, the prevalence of active IUD users in Nuraida Hospital was still low at 8.3%. Several factors that do not support the use of IUD contraceptive methods include maternal interest, husband's support, and family planning services. To determine the relationship between maternal interest, husband's support, and family planning services on the choice of Intrauterine Contraceptive Devices (IUDs) at Nuraida Hospital. This study is a quantitative analytical study with a cross-sectional design. . The sample in the study was 31 women of childbearing age with a purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The data is primary data analyzed using a square test. The results of the univariate analysis showed that most did not choose Intrauterine Contraceptive Devices (IUDs) 64.5%, with moderate maternal interest 54.8%, negative husband's role 61.3% and family planning services not available 58.1%. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between interest (p value = 0.007), husband's role (p value = 0.007), and family planning services (p value = 0.021) with the selection of IUDs. There is a relationship between interest, husband's role and family planning services with the selection of IUDs.  Keywords: Interest, Husband's Role, Family Planning Services, Selection of IUDs  ABSTRAK Pengunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) khususnya AKDR belum menjadi pilihan utama. Rumah Sakit Nuraida tahun 2023 prevalensi KB aktif pengguna AKDR masih rendah sebanyak 8,3%. Beberapa faktor yang kurang mendukung menggunakan metode kontrasepsi AKDR diantaranya minat ibu, dukungan suami dan pelayanan KB.Mengetahui hubungan minat ibu, dukungan suami, dan pelayanan kb terhadap pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Rumah Sakit Nuraida. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. . Sampel dalam penelitian adalah wanita usia subur sebanyak 31 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji uji  square. Hasil analisis univariat diketahui sebagian besar tidak memilih Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) 64,5%,dengan minat ibu sedang 54,8%, peran suami negatif 61,3% dan pelayanan KB tidak tersedia 58,1%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat (p value = 0,007), peran suami (p value = 0,007), dan pelayanan KB (p value = 0,021) dengan pemilihan AKDR. ada hubungan antara minat, peran suami dan pelayanan KB dengan pemilihan AKDR. Kata Kunci: Minat, Peran Suami, Pelayanan KB, Pemilihan AKDR
Pengaruh Lavender Essensial Oil terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea di RSU Kartini Lampung Periode Juni - Juli Mutiara, Ana Zuli; Sutarno, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17024

Abstract

ABSTRACT Childbirth with Sectio Caesarea causes discomfort in the surgical area. One of the conditions that causes patient discomfort is pain. Pain management can be done with a combination of pharmacology and non-pharmacology. One non-pharmacological therapy that is good for reducing post-cesarean section pain is using lavender essential oil. This research is to determine the effect of Lavender Essential Oil on Post Sectio Caesarea pain at the Kartini General Hospital, Lampung in 2024. This research used a pre-experiment design with a one group pretest posttest approach, total sampling technique, a sample of 60 people. the result of Asym Sig (2.Tailed) is 0.000 which is smaller than the α value of 0.05. There is an effect of Lavender Essential Oil on Post Sectio Caesarea Pain at Kartini General Hospital in 2024. There is an effect of Lavender Essential Oil on Post Sectio Caesarea Pain at Kartini General Hospital in 2024.  Keywords: Sectio Caesarea, Lavender Essential Oil ABSTRAK Persalinan dengan Sectio Caesarea menyebabkan ketidaknyamanan  pada daerah pembedahan. Salah satu kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan pasien adalah nyeri. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan kombinasi farmakologidan non farmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang baik dalam mengurangi nyeri post sectio caesareaadalah menggunakan lavender essential oil. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Lavender Essential Oilterhadap nyeri Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Kartini Lampung Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain Preekseperimen dengan pendekatan one group pretest postest, teknik pengambilan sampel Total sampling, sampel berjumlah 60 orang. Sebelum Dilakukan Pemberian Lavender Essential Oil dengan tingkat nyeri sedang dengan mean Mean 5.79  Setelah Dilakukan Pemberian Lavender Essential Oil hasil dengan tingkat nyeri ringan dengan mean Mean 2.31 Asym Sig (2.Tailed) adalah 0.000 yang lebih kecil dari nilai α 0.05. yang artinya Ada Pengaruh Lavender Essential Oil Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Kartini Tahun 2024. Ada Pengaruh Lavender Essential Oil Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Kartini Tahun 2024.  Kata Kunci: Sectio Caesarea, Lavender Essential Oil
Accreditation Preparation on Stress Levels and Performance of Medical Personnel Hayatunufus, Hayatunufus; Idealistiana, Lia; Mariani, Mariani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16987

Abstract

ABSTRACT The Ministry of Health of the Republic of Indonesia establishes an independent licensing body called hospital accreditation after verifying that the hospital meets the required hospital service standards. Nurses in hospitals have many duties and responsibilities determined by the hospital itself, so their work can pose a lot of pressure and responsibility. The results of initial research on nine nurses at RSIA Mutiara Bunda Cilegon showed that they experienced stress due to waiting for accreditation, which had an impact on their performance as nurses. This type of research is qualitative research. The research design used is the case control study method. Based on the results of statistical tests, no significant influence between accreditation preparation on stress levels and performance of medical personnel was analyzed. There is no influence between accreditation preparation and nurses' stress level. RSIA Mutiara Bunda Cilegon is expected to provide greater support to medical personnel during accreditation preparation, such as training, counseling, or welfare programs to reduce the level of stress experienced. Keywords: Accreditation Preparation, Stress Level, Nurse Performance

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue