cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Peserta JKN di Puskesmas Bandaharjo Semarang Widyaningrum, Amanda Monica; Nurvita, Silvia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17136

Abstract

ABSTRACT Puskesmas is a Health Technical Implementation Unit (UPT) under the supervision of the District/City Health Service. In general, community health centers must provide health services that carry out public health efforts and first-level individual health efforts, prioritizing promotive and preventive efforts to achieve the highest level of public health in their work area. The quality of health services is part of the indicators of participant satisfaction, both in terms of infrastructure, service processes, and improvements that will be received by health service users. To measure consumer satisfaction, it is important to compare the quality of services received with what they expected. This study aims to analyze whether or not there is an influence of the variables reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible on service quality on patient satisfaction of BPJS participants at the Bandaharjo Health Center and to determine the quality of health services at the Bandaharjo Health Center based on information from BPJS participant patients as consumers. The research was conducted in June 2024 with the research location at the Bandaharjo Health Center, Semarang City. The number of samples in this study was 71 who met the research inclusion criteria. This type of research is quantitative research, survey research method using an explanatory approach. Data analysis was carried out using Bivariate tests using the SPSS 26 chi square test. The results of the research showed that there was a relationship between the quality of health services and patient satisfaction of JKN participants between the Tangible Sig dimensions. (2-tailed) 0.034, Reliability dimension Sig. (2-tailed) 0.000, Responsiveness dimension Sig. (2-tailed) 0.034, Empathy dimension Sig. (2-tailed) 0.002, while the quality of health services in the Assurance dimension shows no relationship with patient satisfaction with Sig. (2-tailed) 0.259>0.05. It is hoped that it can provide positive input for the development of community knowledge, medical nursing personnel, as an appeal to the city government to always give special attention to health workers, especially at the Bandarharjo Semarang Health Center Health Facilities, to further improve the quality of service so that patient satisfaction can also increase, in order to maximize patient confidence in utilizing health services  Keywords: Quality of Health Services, Patient Satisfaction, JKN Participants    ABSTRAK Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan dibawah supervise Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum puskesmas harus memberikan pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyakat yang setinggi-tingginya diwilayah kerjanya. Kualitas pelayanan kesehatan menjadi bagian dari indikator kepuasan peserta baik secara sarana prasarana, proses pelayanan, dan perbaikan yang akan diterima oleh pengguna layanan kesehatan tersebut, untuk mengukur kepuasan konsumen, penting untuk membandingkan kualitas layanan yang diterima dengan yang diharapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya pengaruh variabel reability, responsiveness, assurance, empathy dan tangiblepada kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien peserta BPJS di Puskesmas Bandaharjo dan mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bandaharjo berdasarkan informasi dari pasien peserta BPJS selaku konsumen.Penelitian dilakukan pada bulan Juni Tahun 2024 dengan lokasi penelitian di Puskesmas Bandaharjo Kota Semarang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 71 yang telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, metode penelitian survei dengan menggunakan pendekatan explanatory. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Bivariat menggunakan uji chi square SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kualitas pelayanan Kesehatan dengan kepuasan pasien peserta JKN antara dimensi Tangible Sig. (2-tailed) 0,034, dimensi Reliability Sig. (2-tailed) 0,000, dimensi Responsiveness Sig. (2-tailed) 0,034, dimensi Empathy Sig. (2-tailed) 0,002, sedangkan kulitas pelayanan Kesehatan pada dimensi Assurance menunjukkan tidak ada hubungan dengan kepuasan pasien dengan Sig. (2-tailed) 0,259>0,05. Diharapkan dapat memberikan masukan positif untuk pengembangan ilmu masyarakat, tenaga medis keperawatan, sebagai himbauan kepada pemerintah kota untuk selalu memberikan perhatian khusus bagi para petugas kesehatan terkhusus pada Fasilitas Kesehatan Puskesmas Bandarharjo Semarang dapat meningkatkan lagi kualitas pelayanan sehingga kepuasan pasien juga dapat meningkat, agar dapat memaksimalkan kepercayaan pasien dalam memanfaatkan pelayanan Kesehatan Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien, Peserta JKN 
Peran Terapi Keperawatan Pada Kasus Dermatitis Atopik: Literature Review Lengga, Vivop; Aima, Nur; Triani, Alda; Khairi, Saiful Anwar; Dhini, Hesby Syahluri Rama; Nurazizah, Siti; Jullianti, Evie Dwi; Nuraini, Herni Dinar; Gustiani, Resa; Nurlaela, Indriyani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.15919

Abstract

ABSTRACT Atopic dermatitis or eczema often occurs in children, but anyone can suffer from this chronic inflammation at any age. Among the symptoms that appear include dry skin, itching, to causing wounds that make suffers feel uncomfortable and can even interfere with daily activities, so therapy is needed, one of which is through the role of nurses as collabolator. This study aims to identify several nursing therapies in treating atopic dermatitis cases. This study is a narrative literature review using a computerized bibliographic database (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Wiley) searched from 2016-2024, research on nursing therapy in atopic dermatitis. Eleven articles involving 3,508 atopic dermatitis clients discussed various nursing therapies to treat atopic dermatitis, including using Aloe Vera, Virgin Coconut Oil, Vitamin D, and Probiotics. All articles showed significant results in preventing recurrence, reducing, and treating symptoms of atopic dermatitis. This study concludes that nursing therapy in collaboration is considered effective in reducing symptoms of atopic dermatitis if it is used regularly. Further research is needed regarding the most effective independent nursing therapy in treating atopic dermatitis. Keywords: Atopic Dermatitis, Nursing Therapies  ABSTRAK Dermatitis atopik atau sering disebut dengan eksim seringkali muncul pada anak-anak, namun setiap orang dapat menderita inflamasi kronik ini di segala usia. Diantara gejala yang muncul meliputi kulit kering, rasa gatal, hingga menimbulkan luka membuat penderitanya merasakan ketidaknyamanan bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukan terapi salah satunya melalui peran perawat sebagai kolaborator. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa terapi keperawatan dalam mengatasi kasus dermatitis atopik. Studi ini merupakan studi literatur naratif dengan menggunakan database bibliografi terkomputerisasi (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Wiley) yang dicari dari tahun 2016-2024, penelitian tentang terapi keperawatan kolaborasi pada dermatitis atopik. Sebelas artikel melibatkan 3.508 klien dermatitis atopik membahas berbagai terapi keperawatan kolaborasi untuk mengatasi dermatitis atopik, diantaranya menggunakan Aloe Vera, Virgin Coconut Oil, Vitamin D, dan Probiotik. Semua artikel menunjukkan hasil yang signifikan dalam mencegah kekambuhan, mengurangi, dan mengobati gejala dermatitis atopik. Studi ini menyimpulkan bahwa terapi keperawatan yang berkolaborasi dengan tim Kesehatan lain, dinilai efektif dalam menurunkan gejala dermatitis atopik selama digunakan secara teratur. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai terapi keperawatan mandiri yang paling efektif dalam mengatasi dermatitis atopik. Kata Kunci: Dermatitis Atopik, Terapi Keperawatan
Persepsi Perawat dalam Pengisian Early Warning System Pasien Rawat Inap Perawatan Medikal Bedah: Literature Review Rini, Margaretha; Wowor, Tommy J.F
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.20502

Abstract

ABSTRACT An emergency is an unplanned or unexpected event that strikes suddenly and can cause death such as cardiac arrest, stroke and others. Surgical ward nurses as care givers must be able to recognize signs of emergencies in the ward. The implementation of EWS in the hospital has undergone documentary changes along with changes in medical records. This system change uses the SAP application where all document forms and processes are integrated into the system. However, this change certainly requires adjustment. From the satisfaction survey, almost 50% of patients complained about the length of the service process and officers, especially nurses, spent more time in front of the computer and paid less attention to patients. So that there is an increase in the increase in Code blue in the hospital room.  Therefore, the implementation of early warning score (EWS) in hospitals is important in improving the quality of nursing care, namely early detection of worsening that occurs and changes in the medical record system in hospitals.  Previous research shows that the intervention uses a quasi-experimental design. Patients were measured with EWS Score. The results of EWS are considered effective for reducing the occurrence of sudden cardiac arrest. However, further review is needed to identify the impact of the EWS implementation intervention in more depth. This literature review aims to explore the experiences, barriers and support to nurses about filling out the early warning score (EWS). The literature review in this study was conducted through databases: Google Scholar and PubMed from 2017 to 2023, in English or Indonesian. Articles were selected based on abstracts and full text that met the inclusion and exclusion criteria. Articles were organized using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis) guidelines. The findings of this study are to produce 3 themes, namely.  EWS Input Experience in SAP can easily and quickly identify patient conditions, EWS input barriers from the management side; Humans, Methods and Machines, provide convenience in documentation and improve nurse performance.  This study explains that filling EWS with SAP has an impact on patient and nurse services. Keywords: Nurse Experience, Nurse Performance, EWS, SAP application   ABSTRAK Keadaan darurat merupakan suatu kejadian yang tidak direncanakan atau tidak diharapkan menyerang tiba-tiba dan dapat menimbulkan kematian seperti henti jantung, stroke dan lain lain. Perawat Ruang Rawat Medikal Bedah sebagai pemberi Asuhan harus dapat mengenali tanda-tanda terjadinya kondisi darurat di ruang rawat. Pelaksanaan EWS di Rumah Sakit mengalami perubahan secara dokentasi seiring terjadinya perubahan pada rekam medis. Perubahan sistem ini menggunakan aplikasi SAP dimana seluruh formulir dokumen serta proses terintegrasi dalam sistim. Namun perubahan ini tentu membutuhkan penyesuaian. Dari survei kepuasan hampir 50 % pasien mengeluhkan lamanya proses pelayan dan petugas khususnya perawat lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan kurang memperhatikan pasien. Sehingga terjadinya peningkatan peningkatan Code blue di ruang rawat.  Oleh karena itu Dengan penerapan early warning score (EWS) di rumah sakit menjadi hal penting dalam meningkatkan mutu Asuhan Keperawatan yaitu mendeteksi secara dini perburukan yang terjadi dan adanya perubahan sistem medikal record di Rumah Sakit.  Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Intervensi menggunakan desain quasi eksperimen. Pasien di ukur dengan EWS Score. Hasil EWS dinilai efektif untuk mengurangi terjadinya serangan jantung secara tiba2. Namun perlu tinjauan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dampak intervensi penerapan EWS secara lebih mendalam. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk untuk menggali pengalaman, hambatan serta dukungan kepada  Perawat Tentang pengisisan early warning score (EWS). Tinjauan literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui basis data: Google Scholar dan PubMed dalam rentang tahun 2017 hingga 2023, berbahasa inggris atau indonesia. Artikel dipilih berdasarkan abstrak serta teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis). Hasil temuan dari penelitian ini adalah menghasilkan 3 tema yaitu.  Pengalaman Input EWS dalam SAP dapat dengan mudah dan cepat mengidentifikasi kondisi pasien , Hambatan input EWS dari sisi manajemen ; Manusia, Metode dan Mesin, memberikan kemudahan dalam pendokumentasian dan meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini menjelaskan bahwa pengisian EWS dengan SAP memberikan dampak pada layanan pasien dan perawat. Kata Kunci: Pengalaman Perawat, Kinerja Perawat, EWS, Aplikasi SAP
Prevalensi Tumor Jaringan Lunak Berdasarkan Gambaran Histopatologi di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Pandean, Felicia; Sugiharto, Sony
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18085

Abstract

ABSTRACT Soft tissue tumors are abnormal cell growths in tissues like fat, muscle, blood vessel, fibrous tissue, and peripheral nerve. Their prevalence and types are highly varied and diverse. In 2024, the United States is expected to report 13,590 cases of malignant soft tissue tumors with 5,200 deaths. Research on soft tissue tumors in Indonesia is still not much. Histopathological examination is the gold standard for diagnosis, grading, and treatment planning. This study examines the prevalence and histopathological findings of soft tissue tumors at Sumber Waras Hospital in West Jakarta from 2015 to 2023. This study is a descriptive cross-sectional with a retrospective approach. The research sample consisted of 153 patients with a clinical diagnosis of soft tissue tumors from 2015 to 2023, with anatomical pathology reports that met the inclusion and exclusion criteria. The data obtained were then organized into tables and analyzed using the SPSS program. Out of 153 patients, soft tissue tumors were most frequently found in women, with a total of 83 cases (54.2%), while in men there were 70 cases (45.8%). Soft tissue tumors were most commonly diagnosed in 41-50 years, with 40 patients (26.1%). The common type was lipoma, with 103 patients (67.3%), followed by hemangioma with 10 patients (6.5%). The prevalence of soft tissue tumors at Sumber Waras Hospital from 2015 to 2023 was 153 patients, with the majority being female. The most affected age group was 41-50 years, and lipomas were the most common type of tumors. Keywords: Age, Gender, Histopathological findings, Soft tissue tumor  ABSTRAK Tumor jaringan lunak merupakan pertumbuhan abnormal sel pada jaringan seperti lemak, otot, pembuluh darah, jaringan fibrosa dan saraf tepi. Prevalensi dan jenis tumor jaringan lunak sangat beragam dan berbeda-beda. Pada tahun 2024, di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 13.590 kasus tumor jaringan lunak ganas, dengan 5.200 kematian. Penelitian tumor jaringan lunak di Indonesia masih sangat sedikit. Pemeriksaan histopatologi merupakan baku emas untuk menegakkan diagnosis, grading dan penentuan terapi. Studi ini  mengkaji prevalensi dan gambaran histopatologi tumor jaringan lunak di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta pada tahun 2015-2023. Studi ini merupakan studi deskriptif potong lintang dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berupa hasil pemeriksaan patologi anatomi 153 pasien dengan diagnosis klinis tumor jaringan lunak dari tahun 2015-2023 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang didapat akan dikumpulkan dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan program SPSS. Hasil dari studi ini adalah dari 153 pasien, tumor jaringan lunak paling banyak ditemukan pada perempuan dengan total 83 pasien (54,2%), sementara pada laki-laki ditemukan sebanyak 70 pasien (45,8%). Tumor jaringan lunak sering ditemukan pada kelompok usia 41-50 tahun dengan total 40 pasien (26,1%). Tipe tersering yang ditemukan adalah lipoma dengan total 103 pasien (67,3%), diikuti dengan hemangioma sebanyak 10 pasien (6,5%). Prevalensi tumor jaringan lunak di Rumah Sakit Sumber Waras pada tahun 2015-2023 berjumlah 153 pasien, sebagian besar perempuan, ditemukan paling banyak pada kelompok usia 41-50 tahun, dan lipoma merupakan jenis tumor yang paling banyak.  Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Gambaran Histopatologi, Tumor Jaringan Lunak
Hubungan Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, dan Riwayat Imunisasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kopang Putra, Imam Syahrul Fatoni; Surasmaji, Lalu Irawan; Herlinawati, Herlinawati; Mardewi, Kadek Wini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18873

Abstract

ABSTRACT Stunting is characterized by a short stature based on a length or height-for-age measurement that falls below -2 standard deviations (SD) on the WHO growth chart. It can lead to delays in physical and cognitive development in children. Stunting is influenced by several factors, including birth weight, birth length, and immunization history. This study aims to determine the relationship between birth weight, birth length, and immunization history with the incidence of stunting in children under five in the working area of Kopang Health Center. This analytical observational study used a case-control design with a sample of 100 participants, divided into 50 cases and 50 controls, selected using purposive sampling. The data collected were analyzed using the chi-square test with a significance level of p-value 0.05. Results: Univariate analysis showed that 50 (50%) children experienced stunting, 42 (42%) had low birth weight, 37 (37%) had short birth length, and 55 (55%) did not have a complete immunization history. Bivariate analysis indicated a significant relationship between birth weight and stunting (p-value=0.002; OR=3.930; 95% CI=1.688-9.154), as well as between birth length and stunting (p-value=0.004; OR=3.814; 95% CI=1.610-9.161). No significant relationship was found between immunization history and stunting (p-value=0.108; OR= 2,087; 95% CI= 0,936-4,653). There is a significant relationship between birth weight and birth length with the incidence of stunting. There is no significant relationship between immunization history and stunting.  Keywords: Stunting, Children Under Five, Birth Weight, Birth Length, Immunization History.  ABSTRAK Latar belakang: Stunting adalah perawakan pendek berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut usia kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO, dapat menyebabkan hambatan dalam fisik dan kognitif anak. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berat badan lahir, panjang badan lahir, dan riwayat imunisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir, panjang badan lahir, dan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kopang. Penelitian obsevasional analitik dengan desain penelitian case control. Jumlah sampel sebanyak 100 sampel yang dibagi menjadi 50 sampel sebagai kelompok kasus dan 50 sampel sebagai kelompok kontrol, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai signifikansi p-value 0,05. Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting (p-value= 0,002; OR= 3,930; 95% CI= 1,688-9,154). Didapatkan juga hubungan signifikan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting (p-value= 0,004; OR= 3,814; 95% CI= 1,610-9,161). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara riwayat imunisasi dengan kejadian stunting (p-value= 0,108; OR= 2,087; 95% CI= 0,936-4,653). Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dengan kejadian stunting.  Kata Kunci: Stunting, Balita, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, Riwayat Imunisasi
Hubungan Persepsi dan Sikap dengan Motivasi Kader Posyandu untuk Melakukan Vaksinasi HPV di Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas Mulyandari, Gesti Augina; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.20085

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is a health problem that is the main cause of death from cancer in women. One of the interventions recommended as an effort to prevent cervical cancer is HPV vaccination. This research aimed to determine the relationship between perception and attitude with the motivation of Posyandu cadres to carry out HPV vaccination in Pasinggangan Village, Banyumas District. The research method used a correlational descriptive design. Research data collection was carried out randomly and cross-sectionally. Technique sampling used a technique total sampling, with respondents totaling 70 Posyandu cadres in Pasinggangan Village, Banyumas District. Research data collection used a questionnaire instrument. Data analysis consists of univariate analysis and bivariate analysis. Bivariate analysis used the Chi-Square test. The research results found that the X² of perception = 13,701, with p-value = 0,008, and X² of attitude = 9,959 with p-value = 0,041. Perception and attitude were related to the motivation of Posyandu cadres to carry out HPV vaccination in Pasinggangan Village, Banyumas District. Keywords: Perception, Attitude, Motivation, HPV Vaccination. ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Salah satu intervensi yang direkomendasikan sebagai upaya pencegahan kanker serviks yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi dan sikap dengan motivasi kader Posyandu untuk melakukan vaksinasi HPV di Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu desain deskriptif korelasional. Pengambilan data penelitian dilakukan secara cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling, dengan responden sejumlah 70 kader Posyandu di Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data terdiri atas analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai X² untuk persepsi = 13,701, dengan p-value = 0,008 dan X² untuk sikap = 9,959 dengan p-value = 0,041. Persepsi dan sikap berhubungan dengan motivasi kader Posyandu untuk melakukan vaksinasi HPV di Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas. Kata Kunci: Persepsi, Sikap, Motivasi, Vaksinasi HPV
Perubahan Hemoglobin, Hematokrit dan Kalium Akibat Lama Penyimpanan Kantong Darah Mudayatiningsih, Sri; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16958

Abstract

ABSTRACT Proper blood storage to maintain the quality of donor blood. Damage to the storage process will reduce blood quality. And decreased viability that has an impact on decreased Adenosine Triphosphate (ATP) results in loss of membrane lipids that cause electrolytes to leave the cell. To analyze the effect of blood bag storage time on Hb, Hct and potassium levels. This research used descriptive analytic with time series design; namely making variations in storage time of 1,7,14 days after collection with storage temperature in the refrigerator (2-6ºC), then hemoglobin, Hct and Potassium levels are examined. The donor blood tubes at the UTD PMI Malang Regency is the population of this study. The sample will be taken using a total sampling technique totaling 30 samples. Data were analyzed using Spearman correlation. The results of the research showed that there is a relationship between the length of blood storage and the stability of blood temperature from the mobile unit at UTD PMI Malang Regency, with a correlation coefficient value of 0.737 with a p value of 0.000 (p<0.05). The blood temperature that more stable between 2-6 degrees Celsius, the longer the blood storage time will be able to last and vice versa. The length of blood storage does not affect the Hb and Hct levels in the blood Keywords: Blood Shelf Life, Hemoglobin, Hematocrit, Potassium  ABSTRAK Penyimpanan darah yang tepat untuk menjaga kualitas mutu darah donor. Kerusakan pada proses penyimpanan akan menurunkan kualitas darah dan penurunan viabilitas yang berdampak pada penurunan Adenosin Triphospat (ATP) mengakibatkan kehilangan lipid membran yang menyebabkan elektrolit keluar dari sel. Menganalisis pengaruh lama simpan kantong darah terhadap kadar Hb,Hct dan kalium. Deskriptip analitik dengan desaign serial waktu (time series design) yaitu membuat variasi lama simpan 1,7,14 hari setelah pengambilan dengan suhu penyimpanan di refrigerator(2-6ºC), kemudian dilakukan pemeriksaan kadar haemoglobin, hematokrit (Hct) dan Kalium. Sampel diambil dari slang darah donor sejumlah 30 sampel. Data dianalisis dengan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapathubungan lama penyimpanan darah dengan stabilitas suhu darah dari mobile unit di UTD PMI Kabupaten Malang diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,737 dengan nilai p sebesar 0.000 (p<0.05). Semakin stabil suhu darah antara 2-6 derajat Celsius, maka lama penyimpanan darah akan bisa bertahan lama begitu sebaliknya. Lama atau tidaknya penyimpanan darah tidak berpengaruh terhadap nilai kadar Hb dan Hct dalam darah. Kata Kunci: Lama Simpan Darah, Haemoglobin, Hematokrit, Kalium
Hubungan Anemia dan Preeklampsia dengan Kejadian BBLR di Puskesmas Pembantu Kalibaru Cilincing Jakarta Utara Afriani, Sinta; Sutarno, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18537

Abstract

ABSTRACT LBW babies have a 20 times greater risk of death compared to babies born with normal weight. Factors causing LBW include pregnant women, preeclampsia, anemia. The prevalence of LBW at Kalibaru Sub-district Health Center will still be quite high in 2023 at 3.2%. To study the relationship between anemia and preeclampsia and the incidence of LBW at the Kalibaru Cilincing Sub-Public Health Center, North Jakarta in 2024. Analytical survey, with a cross sectional approach, the population in this study were all babies born at the Kalibaru Cilincing Sub-district Health Center, North Jakarta from January to September 2024, totaling 670 newborns, with a random sampling technique with a sample size of 87 respondents, using The data is secondary data with checklist sheets, univariate and bivariate analysis techniques. From the results of the Chi Square statistical test, it is known that there is a relationship between anemia (ρ value = 0.022 and OR=3.753) and preeclampsia (ρ value = 0.001, and OR value=6.045) with the incidence of LBW at the Kalibaru Cilincing Sub-Public Health Center, North Jakarta in 2024.  it is hoped that health workers can provide priority services to pregnant women who have been diagnosed with preeclampsia and anemia, although up to now the Kalibaru Pustu has always provided referrals to pregnant women who have anemia and preeclampsia. It seems that monitoring must be carried out every month regarding the development of these pregnant women, thus LBW births can be avoided.  Keywords: Anemia, Preeclampsia, LBW  ABSTRAK Bayi BBLR mengalami risiko kematian 20 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi  yang  lahir  dengan  berat  badan normal. Faktor  penyebab terjadinya BBLR antara lain ibu hamil preeklamsia, anemia. Prevalasni BBLR di Puskesmas Pembantu Kalibaru masih cukup tinggi pada tahun 2023 sebanyak 3,2%. Untuk mempelajari hubungan antara anemia dan preeklampsia dengan kejadian BBLR di Puskesmas Pembantu Kalibaru Cilincing Jakarta Utara Tahun 2024. Survei Analitik, dengan pendekatan secara cross sectional, populasi dalam penelitian ini seluruh bayi lahir di Puskesmas Pembantu Kalibaru Cilincing Jakarta Utara dari bulan Januari s/d September 2024 sebanyak 670 bayi baru lahir, dengan teknik random samplling dengan jumlah sample 87 responden, memakai data yaitu data seknder dengan lembar cheklist, teknik analisis univariat dan bivariat. Dari hasil uji statsitik uji Chi Square diketahui Ada hubungan anemia (ρ value = 0,022 dan  OR=3,753) dan preeklampsia (ρ value = 0,001, dan nilai OR=6,045) dengan kejadian BBLR di Puskesmas Pembantu Kalibaru Cilincing Jakarta Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan prioritas pada ibu hamil yang sudah terdetekis preeklampsia dan anemia, meskipun selama ini pustu kalibaru selalu memberikan rujukan kepada ibu  hamil yang mengalami anemia dan preeklampsia sepertinya harus dilakukan pemantauan setiap bulan mengenai perkembanagna ibu hamil etrsebut, dengan demikian kelahiran dengan BBLR dapat dihindari.  Kata Kunci: Anemia, Preeklampsia, BBLR.
Pengaruh Penerapan Asuhan Keperawatan Berfokus Pada Kebutuhan Spiritual Terhadap Kepuasan Pasien Okiyana, Soviyani; Fadilah, Harif; Widiastuti, Eni; Hadi, Muhammad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17572

Abstract

ABSTRACT Spiritual needs are indispensable for patients with acute, chronic or terminal illnesses as they are an important aspect of the healing process. The implementation of holistic and comprehensive nursing care is expected to provide patient satisfaction which has a positive impact on the quality of nursing services. This study aims to determine the effect of the implementation spiritual needs nursing care on patient satisfaction in the Hemodialysis Unit.  This study used the Generalized Linear Model Repeat Measure (GLM-RM) method to analyze the effect of the application of spiritual needs nursing care on patient satisfaction. There is a significant effect on patient satisfaction before and after the application of spiritual nursing care in the intervention group with a p-value = 0.000 (<0.05). Based on the parameter estimates test, the strength of the difference was 42.9%, meaning that there was an effect on patient satisfaction from the first measurement between the control group and the intervention group. Conclusion: The implementation of nursing care focusing on spiritual needs has an influence on patient satisfaction in the Hemodialysis Unit. It is expected that every health service can implement spiritual nursing care standards in an effort to improve patient satisfaction. Keywords: Spiritual Needs, Nursing Care Implementation, Patient Satisfaction  ABSTRAK Kebutuhan spiritual hal yang sangat diperlukan pasien yang mengidap penyakit akut, kronis ataupun terminal karena termasuk aspek penting dalam proses penyembuhan. Penerapan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif diharapkan dapat memberikan kepuasan pasien yang berdampak positif terhadap kualitas layanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan asuhan keperawatan kebutuhan spiritual terhadap kepuasan pasien di unit Hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Generalized Linear Model Repeat Measure (GLM-RM) yaitu untuk menganalisia pengaruh penerapan asuhan keperawatan kebutuhan spiritual terhadap kepuasan pasien.Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien sebelum dan sesudah dilakukan penerapan asuhan keperawatan spiritual pada kelompok intervensi dengan nilai p-value = 0.000 (< 0.05). Berdasarkan uji parameter estimates, didapatkan kekuatan perbedaan 42,9% artinya terdapat pengaruh kepuasan pasien dari pengukuran pertama antar kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penerapan asuhan keperawatan berfokus pada kebutuhan spiritual mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien di Unit Hemodialisis. Diharapkan setiap layanan kesehatan dapat menerapkan standar asuhan keperawatan spiritual dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien. Kata Kunci: Kebutuhan Spiritual, Penerapan Asuhan Keperawatan, Kepuasan Pasien.
The Indonesia Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_Cocara):Identifikasi Profil Risiko Pada Mahasiswa Lengga, Vivop Marti; Jundiah, R. Siti; Sumbara, Sumbara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18784

Abstract

ABSTRACT Colorectal cancer is the third most common type of cancer and the second most common cause of cancer-related deaths worldwide, including Indonesia. The number of colorectal cancer patients diagnosed at a young age is still under-detected, so the risk of death is higher. This impact can be reduced by implementing a primary preventive strategy to determine the level of risk earlier through the latest instrument specifically for the Indonesian community and non-invasive in the form of The Indonesian Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_CoCaRA). This study aims to develop the Ina_CoCaRA nursing assessment instrument, as well as to analyze the risk profile of colorectal cancer incidence in nursing students. This quantitative study uses a descriptive method, to describe the risk profile of colorectal cancer in a group of students through the Ina_CoCaRA assessment instrument which has been tested for validity and reliability. The number of samples was 100 students with a sampling technique using the stratified random sampling technique. The results showed that the risk profile of colorectal cancer in students included no risk (27%) and low risk (73%). This means that most students have a risk, although in the low category, of developing colorectal cancer. This occurs due to lifestyle factors, especially frequent consumption of junk food, lack of exercise, and sedentary lifestyle factors. The risk profile of colorectal cancer in students using the Ina_CoCaRA instrument is low risk. If there is no change in a healthier lifestyle, the risk of developing colorectal cancer with increasing age can be categorized as moderate or even severe. The development of the Ina_CoCaRA instrument is still needed according to the age group and culture of each region to determine early detection instruments that can be given periodically so that colorectal cancer does not occur. Keywords: Colorectal Cancer, Ina_CoCaRA, Risk Assessment, Risk Profile  ABSTRAK Kanker kolorektal merupakan jenis kanker terbanyak ketiga dan menjadi penyebab kematian terbanyak kedua terkait kanker di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Jumlah pasien kanker kolorektal yang terdiagnosis pada usia muda masih kurang terdeteksi dengan cepat, sehingga risiko kematian menjadi lebih tinggi. Dampak ini dapat dikurangi dengan menerapkan strategi preventif primer untuk mengetahui tingkat risiko lebih dini melalui instrumen terbaru khusus masyarakat Indonesia dan noninvasif berupa The Indonesian Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_CoCaRA). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengkajian keperawatan Ina_CoCaRA, sekaligus menganalisis profil risiko kejadian kanker kolorektal pada Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif, untuk menggambarkan profil risiko kanker kolorektal pada kelompok mahasiswa melalui instrumen pengkajian Ina_CoCaRA yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil risiko kanker kolorektal pada mahasiswa meliputi tidak berisiko (27%) dan berisiko rendah (73%). Artinya, sebagian besar mahasiswa memiliki risiko meskipun dalam kategori rendah untuk mengalami kanker kolorektal. Hal ini terjadi karena faktor gaya hidup terutama seringnya mengonsumsi junk food, kurang olahraga, dan faktor sedentary lifestyle. Profil risiko kanker kolorektal pada mahasiswa melalui instrumen Ina_CoCaRA yaitu berisiko rendah. Jika tidak ada perubahan gaya hidup yang lebih sehat, maka risiko terjadinya kanker kolorektal seiring bertambahnya usia dapat menjadi kategori sedang bahkan berat. Masih dibutuhkan pengembangan instrumen Ina_CoCaRA sesuai kelompok usia dan budaya tiap daerah untuk menetapkan instrumen deteksi dini yang dapat diberikan secara berkala sehingga kanker kolorektal tidak terjadi. Kata Kunci: Ina_CoCaRA, Kanker Kolorektal, Profil Risiko, Risk Assessment.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue