cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Pengaruh Pemberian Imunisasi PCV terhadap Kejadian Pneumonia pada Bayi Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pulo Ampel Sunarsi, Eva; Idealistiana, Lia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17022

Abstract

ABSTRACT Streptoccus Pneumoniae or Pneumococcus can cause mild and non-invasive disease, or severe and invasive disease. Severe and invasive clinical manifestations include bacteremia, pneumonia and meningitis. The 2012 WHO Position Paper, which was subsequently updated in 2019, recommended Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) immunization to be included in the National Immunization Program, especially in countries with high under-five mortality rates. This study aims to provide the effect of providing PCV immunization to infants and toddlers with indications of pneumonia in the UPT working area of the Pulo Ampel Community Health Center in 2024. This research uses a quasi-experimental design with a Pre-Post test approach without a control design. on 32 babies and toddlers in the Pulo Ampel Community Health Center UPT working area using observation sheets on PCV immunization, tests carried out using univariate analysis to obtain respondent characteristics and bivariate analysis using the Marginal Homogeneity Wilcoxon Test. The research results show that PCV immunization is very effective in reducing the incidence of pneumonia in infants and toddlers. The decrease in the average pneumonia rate from 3.09 to 1.25, as well as the asymptotic significance value (2-tailed) of 0.000 in the Marginal Homogeneity test, shows that this change is highly statistically significant. Providing PCV immunization has proven effective in reducing pneumonia in infants and toddlers.  Keywords: PCV Immunization, Infants and Toddlers, Pneumonia, Pulo Ampel Health Center  ABSTRAK Streptoccus Pneumoniae atau Pneumokokus dapat menyebabkan penyakit yang ringan dan bersifat non-invasif, maupun yang berat dan bersifat invasive. Manifestasi klinis yang berat dan bersifat invasive antaralain berupa bakteriemia, pneumonia, dan meningitis. WHO Position Paper tahun 2012 yang selanjutnya diperbaharui pada tahun 2019 merekomendasikan imunisasi Pneumokokus Konyugasi (Pneumococcal Conjugate Vaccine/PCV) untuk dimasukan ke dalam Program Imunisasi Nasional terutama pada negara dengan angka mortalitas balita yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian imunisasi PCV pada bayi dan balita terindikasi pneumonia di wilayah kerja UPT puskesmas pulo ampel tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan Pre-Post test without control design. pada 32 bayi dan balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Pulo Ampel dengan menggunakan lembar observasi pada pemberian imunisasi PCV, uji yang di lakukan menggunakan analisis univariat untuk mendapatkan karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji Marginal Homogeneity Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imunisasi PCV sangat efektif dalam menurunkan kejadian pneumonia pada bayi dan balita. Penurunan rata-rata tingkat pneumonia dari 3.09 menjadi 1.25, serta nilai signifikansi asimtotik (2-tailed) sebesar 0.000 dalam uji Marginal Homogeneity, mengindikasikan bahwa perubahan ini sangat signifikan secara statistik. Pemberian imunisai PCV terbukti efektif dalam mengurangi pneumonia pada bayi dan balita.  Kata Kunci: Imunisasi PCV, Bayi dan Balita, Pneumonia, Puskesmas Pulo Ampel
Perbandingan Efektivitas Susu Kedelai dan Sari Kurma terhadap Produksi Asi pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Pusksmas Bulok Sukamara Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Permana, Erika Dwi; Azizah, Imroatul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16975

Abstract

ABSTRACT Ex.clusive breastfeeding during the firist 6 months is seen as very striategic because infants are particularly vulnerable to illnesses duriing this time. Preliminary reseairch conducted in February 2024 at the Bulok Sukamara Health Ceinter in Tanggamus Regency, Laimpung Province, found that around 60% of mothers, or 4 out of 1i0, did not practice exclusive breiastfeeding due to problems wit.h milk production, resulting in the iuse of formula milk for their infaints. To compare the effectiveniess of soy milk and date extract oin breast milk production in breastfeeding mothers in the Workingi Area of Bulok Sukamara Health iCenter in 2024. This research utiilized a quasi-experimental designi featuring a pretest-posttest control group format. The study popiulation included breastfeeding miothers with infants younger than 6 months within the working ariea of the Bulok Sukamara Health iCenter. Purposive sampling was the technique employed to seleict participants. The intervention saimple was chosen based on specific inclusion criteria. Bivariatei analysis was performed using the Mann-Whitney test. The findings inidicated a significant difference beforie and after the consumption of soy milk, with a p-value of 0.0i14, and a notable difference before iand after the intake of date extract, with a p-value of 0.025. i Additionally, results from the Mainn-Whitney test revealed a significant increase in breast milk iproduction among breastfeeding motihers, with a p-value of 0.028, sug.gesting that soy milk is effectiive in boosting breast milk productioin. There is a comparative effectivieness between the use of soy milk and date extract in enhancinig breast milk production in breastfeeiding mothers, with soy milk proving to be more effective.   Keywords: Soy Milk, Date Extract, Breast Milik Production, Breastfeeding Mothers  ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif selama usia 0-6 bulan dianggap sangat strategis karena pada usia ini, kondisi bayi masih sangat rentan terhadap penyakit. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada Februari 2024 di Wilayah Kerja.Puskesmas Bulok iSukamara, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, menunjukkan bahwa sekitar 60% dari 10 ibu, yaitu 4 ibu, tidak memberikan ASI eksklusif akibat masalah produksi ASI, sehingga bayi terpaksa diberi susu formula.Menganalisis perbandingan efektivitas susu kedelai dan sari kurma dalam meningkatkan .produksi ASI pada ibu imenyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Bulok Sukamara Tahun 2024. quasi eksperimental design dengan rancangan pretest-posttest with control group desigin. .Populasinya adalah ibu menyusui bayi <6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bulok Sukamara. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling. Sampel yang diberikan intervensi pada penelitiain ini berdasarkan kriteria inklusi. Analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasiil penelitian menunjukkan adanya perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah pemberian susu kedelai dengan p-value 0,014, serta perbedaan sebelum dan sesudah pemberian sari kurma dengan p-value 0,025. Selanjutnya, uji Mann Whitney menunjukkan bahwa peningkatan produksi ASI pada ibu. menyuisui memiliki p-value 0,028, yang berarti ada efektivitas pemberian susu kedelaii dalam meningkatkain produksi ASI. Ada perbandingian efektivitas antara pemberian susu kedelai dan sari kurma dalam meningkiatkan produksi ASI piada ibu menyusui, di mana susu kedelai terbukti lebih efektif.  Kata Kunci: Soy Milk, Date Extract, Breast Milik Production, Breastfeeding Mothers
Efektifitas Senam Hamil terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil Diabetes Gestasional dan Ibu Hamil Tanpa Diabetes Gestasional Marina, Marina; Sa’adah, Tatu Bilqis; Sulastri, Ulung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16861

Abstract

ABSTRACT Prenatal exercise is an effective and safe way to control weight gain in pregnant women, and has additional benefits such as reducing back pain and improving general health. In addition to reducing weight, prenatal exercise can also affect blood sugar levels in pregnant women. Research shows that prenatal exercise can control blood sugar levels, which is important for maternal and fetal health. This study aims to determine the difference in the effectiveness of prenatal exercise on weight gain in pregnant women with gestational diabetes and pregnant women without gestational diabetes at the Mandalawangi Health Center and Cibitung Health Center. This research method uses a descriptive-analytical research design using a cross-sectional approach, meaning that the subject is only observed once. Measurement of subject variables is carried out during the study. This research method is quantitative research with Pre Experiment research and a one group pretest-posttest research design. The number of samples in this study was 60 respondents with a sampling technique using the total sampling method following the inclusion criteria. The normality test used Shapiro Wilk, and data analysis was carried out with bivariate analysis using the Paired T-Test. The results of the research hypothesis testing obtained a p-value <0.05, which means that there is an effect of pregnancy exercise on weight gain in pregnant women with gestational diabetes and pregnant women without gestational diabetes. Pregnant women should do physical exercise such as pregnancy exercise as an effective and safe way to control weight gain during pregnancy, as well as reduce the risk of pregnancy and postpartum complications. Keywords: Pregnancy, Gestational Diabetes, Pregnancy Exercise, West Body  ABSTRAK Senam hamil merupakan cara yang efektif dan aman untuk mengontrol kenaikan berat badan ibu hamil, serta memiliki manfaat tambahan seperti mengurangi nyeri punggung dan meningkatkan kesehatan umum. Selain mengurangi berat badan, senam hamil juga dapat mempengaruhi kadar gula darah ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa senam hamil dapat mengontrol kadar gula darah, yang penting untuk kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas senam hamil terhadap peningkatan berat badan ibu hamil diabetes gestasional dan ibu hamil tanpa diabetes gestasional di Puskesmas Mandalawangi dan Puskesmas Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, artinya subjek hanya diamati satu kali. Pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat penelitian. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penelitian Pre Experiment serta rancangan penelitian one group pretest-posttest.Jumlah sampel dalam penelitian ini terdapat 60 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling mengikuti kriteia inklusi. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, dan analisis data dilakukan dengan analisis bivariat menggunakan Paired T-Test. Hasil pengujian hipotesis penelitian diperoleh nilai p-value < 0,05 yang berarti ada pengaruh senam hamil terhadap peningkatan berat badan ibu hamil diabetes gestasional dan ibu hamil tanpa diabetes gestasional. Sebaiknya ibu hamil melakukan olagraga fisik seperti senam hamil merupakan cara efektif dan aman untuk mengontrol kenaikan berat badan selama kehamilan, serta mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan postpartum. Kata Kunci: Kehamilan, Diabetes Gestasional, Senam Hamil, Barat Badan
Faktor Kepadatan Penduduk dan Pengetahuan terhadap Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan Usrina, Nora; Yasni, Hilma; Usman, Said; Zakaria, Radhiah; Julissasman, Julissasman; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17062

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization, Tuberculosis is the second most deadly disease in the world in 2021 after Covid-19, and is ranked 13th (thirteenth) as the main cause of death worldwide. Indonesia is ranked third in the world with the highest number of TB cases after India and China. South Aceh Regency is the area with the highest TB cases in Aceh Province. Data from the health service, South Aceh Regency shows an increase in the number of pulmonary TB cases every year. In 2019, there were 260 cases of pulmonary TB, and in 2020, there were 387 cases of pulmonary TB. To determine the factors of knowledge and population density on pulmonary tuberculosis in the working area of Ladang Tuha Community Health Center, South Aceh Regency. This research design is in the form of analytical observational with a case control approach. The population in this study was all pulmonary TB sufferers (BTA+), totaling 52 people. Sampling in this study was a total population of 52 case samples and a control sample of 52 (1:1) and matching was carried out based on age and gender. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. This research was conducted in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency from 20 May to 06 June 2024 using a questionnaire. Around 43 TB sufferers (82.7%) at most had insufficient knowledge, and 20 TB sufferers (38.5%) did not meet the population density requirements. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the knowledge factor (p = 0.001) and the population density factor (p = 0.001) with the incidence of pulmonary TB. There is a relationship between population density and knowledge factors with the incidence of pulmonary TB in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency.  Keywords: Knowledge, Population Density, Pulmonary Tuberculosis, Case Control    ABSTRAK Tuberculosis menurut World Heallth Orgalnizaltion sebagai penyakit mematikan nomor dua di dunia pada tahun 2021 setelah Covid-19, dan menjadi urutan ke 13 (tiga belas) sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat ke tiga di dunia dengan beban jumlah kasus TBC terbanyak setelah India, dan China. Kabupaten Aceh Selatan adalah wilayah dengan kasus TBC paling tinggi di Provinsi Aceh. Data dari dinas kesehatan, Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan peningkatan jumlah kasus TBC paru setiap tahunnya. Pada tahun 2019, terdapat 260 kasus TBC paru, dan pada tahun 2020, terdapat 387 kasus TBC paru. Mengetahui faktor pengetahuan dan kepadatan penduduk terhadap Tuberkolosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru (BTA+) berjumlah 52 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai sampel kasus total populasi sebanyak 52 dan sampel kontrol sebanyak 52 (1:1) dan dilakukan matchingberdasarkan umur dan jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan dari tanggal 20 Mei s.d 06 Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner. Sekitar 43 penderita TB (82,7%) paling banyak mempunyai pengetahuan kurang, dan 20 penderita TB (38,5%) tidak memenuhi syarat kepadatan penduduk. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan (p = 0,001) dan faktor kepadatan penduduk (p = 0,001) dengan kejadian TB paru. Ada hubungan antara faktor kepadatan penduduk dan pengetahuan dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepadatan Penduduk, Tuberkulosis Paru, Case Kontrol
Hubungan Perilaku Merokok Ibu dengan Kejadian Ispa Pada Balita di Indonesia: Analisa Data SDKI 2017 Mursalin, Mursalin; Maidar, Maidar; Nurjannah, Nurjannah; Abdullah, Asnawi; Saputra, Irwan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16519

Abstract

ABSTRACT The percentage of children experiencing ARI in Indonesia has increased from 5% in 2012 to 24% in 2017. One of the most risk factors for causing ARI in children is exposure to cigarette smoke. Analyzing the relationship between maternal smoking behavior and the incidence of ISPA in toddlers in Indonesia. This research is descriptive analytic by using a cross-sectional design to determine the relationship between smoking behavior of parents with the incidence of ARI in children under five in Indonesia. This study used secondary data from the 2017 IDHS. The number of samples in the study was 17,156 children under five. Multivariate analysis using multiple logistic regression test. Toddlers who experienced ARI were 7.04%. The smoking behavior factor which is significant with the incidence of ARI in children under five in Indonesia is smoking mothers (p-value = 0.032; OR = 1.43). The most dominant family factor related to the incidence of ARI among children under five in Indonesia is mothers with low education (p-value = 0.001; AOR = 1.36). The most dominant factor associated with the incidence of ARI among children under five in Indonesia is low birth weight (p-value = 0.003; AOR = 1.38). The most dominant factor associated with the incidence of ARI among children under five in Indonesia after adjusting for other variables was maternal smoking (p-value=0.035; OR=1.43). Mothers who smoke are 43% at risk of causing toddlers to experience ARI compared to mothers who do not smoke. Conclusion: Mother's smoking behavior is related to ARI in toddlers, so it is recommended that mothers who have toddlers do not smoke in the house and when they are with their children. Keywords: ARI, Maternal Smoking Behavior, Toddler Factor, Family Factor  ABSTRAK Persentase anak yang mengalami ISPA di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2012 sebanyak 5% meningkat menjadi 24% pada tahun 2017. Salah satu faktor yang paling berisiko menyebabkan terjadinya ISPA pada anak yaitu paparan asap rokok. Tujuan untuk menganalisis hubungan perilaku nerokok ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross-sectional untuk mengetahui hubungan perilaku merokok ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder SDKI 2017. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 17,156 balita. Analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Balita yang mengalami ISPA sebanyak 7,04%. Faktor perilaku merokok yang signifikan dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia adalah ibu merokok (p-value=0,032; OR=1,43). Faktor keluarga yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia adalah ibu yang berpendidikan rendah (p-value=0,001; AOR=1,36). Faktor balita yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia adalah berat badan lahir rendah (p-value=0,003; AOR=1,38). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia setelah disesuaikan dengan variabel lain adalah ibu merokok (p-value=0,035; OR=1,43). Ibu yang merokok 43% berisiko menyebabkan balita mengalami ISPA dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok. Perilaku merokok ibu berhubungan dengan ISPA pada balita, sehingga diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk tidak merokok di dalam rumah dan saat bersama dengan anak. Kata Kunci: ISPA, Perilaku Merokok Ibu, Faktor Balita, Faktor Keluarga
Perbandingan Efektivitas Konsumsi Putih Telur Ayam dengan Susu Skim untuk Penyembuhan Luka Perineum Derajat II pada Ibu Nifas di Puskesmas Binuangeun Novianti, Elvia; Azizah, Imroatul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17004

Abstract

ABSTRACT Based on data at the Binuangeun Community Health Center, in 2022 the number of mothers giving birth was 640 people and 102 people who experienced second degree perineal rupture occurred or 16%. To determine the effectiveness of consuming chicken egg whites and skimmed milk for healing second degree perineal wounds in postpartum women at the Binuangeun Community Health Center in 2024. The type of research used is quasi-experimental involving an intervention but without a random system in selecting the sample group. to determine the effectiveness of consuming chicken egg whites and skim milk for healing grade II perineal wounds in postpartum mothers.  The results of the Mann Whitney test showed that the average difference between the skim milk treatment and the chicken egg white treatment was 1.28 days with a z-score of -2.347 and a p-value of 0.015. So it can be concluded that there is a difference in the effect of chicken egg white and skim milk on the healing of grade II perineal wounds in postpartum mothers. From the 2 treatments, it can be concluded that skim milk is more effective for healing grade II perineal wounds compared to chicken egg white.  Keywords: Perineal wounds, Skim Milk and Eggs  ABSTRAK Berdasarkan data di Puskesmas Binuangeun pada tahun 2022 jumlah ibu bersalin sebanyak 640 Orang dan yang terjadi rupture perineum derajat II sebanyak 102 Orang atau 16%. Mengetahui Efektivitas Konsumsi Putih Telur Ayam Dan Susu Skim Untuk Penyembuhan Luka Perineum Derajat II Pada Ibu Nifas di Puskesmas Binuangeun Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment melibatkan suatu intervensi namun tanpa system acak (random) pada pemilihan grup sampelnya untuk mengetahui efektivitas konsumsi putih telur ayam dan susu skim untuk penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas.  Hasil uji mann whitney, didapatkan hasil selisih rata-rata antara perlakuan susu skim dengan perlakuan putih telur ayam sebanyak 1,28 hari dengan nilai z-score -2,347 dan nilai p-value 0,015. Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh putih telur ayam dan susu skim terhadap penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas. Dari 2 perlakuan maka dapat disimpuilkan bahwa susu skim lebih efektif untuk penyembuhan luka perineum derajat II di bandingakan dengan putih telur ayam.  Kata Kunci: Luka perineum, Susu Skim dan Telur
Komposisi Zat Gizi (Fe, Zn, dan Vitamin C) Tempe Yang Difortifikasi Yuliani, Lia; Aritonang, Evawany Yunita; Sudaryati, Etti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16809

Abstract

ABSTRACT Tempeh, a fermented soybean food from Indonesia, is rich in protein, fiber, and healthy fats. However, it lacks essential nutrients like iron, zinc, and vitamin C. Fortifying tempeh with these nutrients can improve its nutritional value, especially in regions like Kabupaten Deli Serdang. The purpose of this study is to look at the nutritional content of iron, zinc and vitamin c in unfortified tempeh and fortified tempeh. The study utilized a factorial Complete Random Design (RAL) to compare the composition of fortified tempeh, a type of soybean, containing fortified iron, zinc, and vitamin C. The analysis was conducted at the Chem-Mix Pratama Laboratory in Jogyakarta.In accordance with SNI 3144:2015, both unfortified and fortified tempeh meet the moisture content standard of 6.5%. Optimal moisture content is crucial for preventing microorganism growth and maintaining tempeh's texture and taste. Fortified tempeh generally has lower moisture content, with iron-fortified tempeh having the least. Zinc-fortified tempeh has the highest dust content, while iron-fortified tempeh has the lowest. Iron-fortified tempeh also has the lowest phytate levels. Vitamin C content is highest in tempeh fortified with iron, zinc, and vitamin C.Fortified tempeh alters its nutritional content, affecting moisture, dust, phytate, fat, protein, vitamin C, iron, and zinc levels. Keywords: Tempeh, Nutrients, Fortification.  ABSTRAK Tempe, makanan kedelai fermentasi dari Indonesia, kaya akan protein, serat, dan lemak sehat. Namun, ia kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, seng, dan vitamin C. Memperkuat tempe dengan nutrisi ini dapat meningkatkan nilai gizinya, terutama di daerah seperti Kabupaten Deli Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kandungan nutrisi zat besi, seng dan vitamin c pada tempe yang tidak difortifikasi dan tempe yang difortifikasi. Studi ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk membandingkan komposisi tempe yang diperkaya, sejenis kedelai, yang mengandung zat besi, seng, dan vitamin C yang diperkaya. Analisis dilakukan di Laboratorium Chem-Mix Pratama di Jogyakarta. Sesuai dengan SNI 3144:2015, baik tempe unfortified maupun fortified memenuhi standar kadar air 6,5%. Kadar air yang optimal sangat penting untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga tekstur dan rasa tempe. Tempe yang diperkaya umumnya memiliki kadar air yang lebih rendah, dengan tempe yang diperkaya besi memiliki yang paling sedikit. Tempe yang diperkaya seng memiliki kandungan debu tertinggi, sedangkan tempe yang diperkaya besi i yang terendah. Tempe yang diperkaya besi juga memiliki kadar fitat terendah. Kandungan vitamin C tertinggi dalam tempe yang diperkaya dengan zat besi, seng, dan vitamin C. Tempe yang diperkaya mengubah kandungan nutrisinya, memengaruhi kadar kelembaban, debu, fitat, lemak, protein, vitamin C, zat besi, dan seng. Kata Kunci: Tempeh, Zat Gizi, Fortifikasi
Pengaruh Terapi Bermain Plastisin terhadap Penurunan Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) di Ruang Melati RS. Mekar Sari Widianti, Vitra; Agustina, Yulia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17037

Abstract

ABSTRACT Hospitalization is a condition that causes a child to stay in a hospital to become a patient and undergo various treatments. Play therapy is a good activity to overcome anxiety due to hospitalization, so as to speed up the healing process of children's pain, one of which is playdought play therapy. This study aims to determine the effect of plaitisin play therapy on anxiety levels in preschool-aged children (3-6 years) while undergoing hospitalization at Mekar Sari hospital in 2024.This type of research is a quantitative research with a Quasi experiment design and a one-group pretest-posttest design approach which was carried out in May 2024. The population in this study is all preschool-age children (3-6 years old) who were hospitalized at Mekar Sari Preschool Hospital (3-6 years) in May 2024, and the method used in this sampling was carried out using the purposive sampling method totaling 75 respondents. Using the Kolmogorov Smirnov statistical test and followed by the paired sample t-test because the data is normally distributed. The tools used in this study are questionnaires and plaitisin play therapy. Based on the results of the study with the Paired Sample-Test test showing that p value = 0.015 (< 0.05) or less than alpha 0.05, it can be decided that the test result is H0 rejected and Ha accepted. So it can be concluded that there is an effect of plaitisin play therapy on anxiety levels in preschool children (3-6 years old) while undergoing hospitalization. It is hoped that health workers, especially nurses in the Children's Care Room, can minimize the level of children's anxiety during hospitalization by continuing to maintain communication with children and families, creating a safe and comfortable environment and conducting play therapy, so that children feel comfortable during the hospitalization process. Keywords: Hospitalization, Plaitisin Play Therapy, Preschool Age (3-6 Years)  ABSTRAK Hospitalisasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seorang anak harus tinggal di rumah sakit untuk menjadi pasien dan menjalani berbagai perawatan. Terapi bermain merupakan kegiatan yang baik untuk mengatasi cemas akibat hospitalisasi, sehingga mempercepat proses penyembuhan sakit anak, salah satunya adalah terapi bermain plastisin (playdought). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh terapi bermain plaitisin dengan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) saat menjalani hospitalisasi di rumah sakit Mekar Sari  tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment dan pendekatan one grup pretest-posttest design yang dilakukan pada bulan Mei 2024. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh anak usiaprasekolah (3-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit Mekar Sari prasekolah (3-6 tahun) pada bulan Mei 2024, dan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ini dilakukan dengan metode purposive samplingberjumlah 75 responden. Menggunakan uji statistic Kolmogorov Smirnov dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test karena data berdistribusi normal. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan terapi bermain plaitisin. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji Paired Sample-Test menunjukkan bahwa p value = sebesar 0,015 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh terapi bermain plaitisin dengan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun)  saat menjalani hospitalisasi. Diharapkan agar petugas kesehatan khususnya perawat di Ruang Perawatan Anak dapat meminimalkan tingkat kecemasan anak selama hospitalisasi dengan terus menjaga komunikasi pada anak dan keluarga, menciptakan lingkunan yang aman dan nyaman serta melakukan terapi bermain, sehingga anak merasa nyaman selama proses hospitalisasi.  Kata Kunci: Hospitalisasi, Terapi Bermain Plaitisin, Usia Prasekolah (3-6 Tahun)
Pengaruh Motivasi, dan Disiplin terhadap Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Desa Sukaharja Telukjambe Timur Karawang Nasuha, Hilda Farida; Sutarno, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16860

Abstract

ABSTRACT The period of child growth in the first 3 years is the golden period, aka the most important, especially for intellectual growth, mental, physical, and also emotional growth and development. Supporting factors for good growth are adequate nutritional intake, maintaining hygiene, and also not forgetting to get immunised. This study was conducted to determine te effect of motivation, dicipline, and performance of posyandu cadres in sukaharja village, East Telukjambe Sub-Distric Karawang Regency in 2024. This research design is quantitative research. Quantitative research in this study is observatinal using a cross-sectional approach that measures independent variables and dependent varables at the same time (Sugiono, 2020). There is asignificant influence between disipline on the performance of posyandu cadres in the sukaharja village area, East Telukjambe District, Karawang Regency n 2024. the results of the odd ratio calculation obtained a result of 5,781 which means that respondents who have good discipline have an effect 5,781 times greater than respondents wth less dicipline. Keywords: Motivation, Posyandu, Discipline, Immunisation  ABSTRAK Periode pertumbuhan anak pada 3 tahun pertamanya adalah periode emas alias yang paling penting terutama untuk pertumbuhan intelektual, mental, fisik, dan juga pertumbuhan dan perkembangan emosional anak. Faktor pendukung pertumbuhan buah hati yang baik adalah asupan gizi yang cukup, menjaga kebersihan, dan juga tak lupa mendapatkan imunisasi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Motivasi, Disiplin, Terhadap Kinerja Kader Posyandu Di Wilayah Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang Tahun 2024. Desain penelitian ini peneliitan kuantitatif. Penelitian kuantitif study pada penelitian ini bersifat observasiobal menggunakan cara pendekatan potong lintang atau Cross Sectional yang mengukur variabel independen dan variabel dependen pada waktu yang bersamaan (Sugiono, 2020).  pengaruh yang signifikan antara disiplin terhadap kinerja kader posyandu di Wilayah Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang tahun 2024. Hasil perhitungsn Odd Ratio  didapatkan hasil  5.781  yang artinya  responden yang memiliki disiplin baik berpengaruh  5.781 kali lebih besar di bandingkan dengan responden dengan disiplin kurang. Kata Kunci: Motivasi, Posyandu, Disiplin, Imunisasi.
Pengaruh Paritas, Jarak Kehamilan, Usia pada Kehamilan dengan Preeklamsia di Puskesmas Adiarsa Karawang Nurjanah, Annisa Amalia; Sutarno, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17023

Abstract

ABSTRACT According to data from the World Health Organization (WHO) in 2020, it is estimated that every day there are 934 cases of preeclampsia occurring throughout the world. Around 342,000 pregnant women experience preeclampsia. Based on a preliminary study at the Adiarsa Karawang Community Health Center, data on preeclampsia cases in 2022 was 14.57%, in 2023 it was 10.0%. This study aims to determine the effect of parity, gestational spacing, and maternal age on pregnancies with preeclampsia at the Adiarsa Karawang Community Health Center. This type of quantitative research, analytical survey research design with a cross sectional approach was carried out at the Adiarsa Community Health Center, Karawang Regency in June-July 2024. Population in this study were all pregnant women who experienced preeclampsia totaling 110 people. The sample in this study was 53 with a purposive sampling technique used. Data collection uses secondary data taken from patient register records. Data analysis was univariate (frequency distribution) and bivariate (chi square). It is known that of the 53 pregnant women at the Adiarsa Karawang Community Health Center in 2024, 39 (73.6%) experienced preeclampsia and 14 (26.4%) did not experience preeclampsia. 42 (79.2%) with at-risk parity (≥ 4) and 11 (20.8%) with no-risk parity. 37 (69.8%) with risky pregnancy intervals (≤ 2 years) and 11 (20.8%) with no risky pregnancy intervals. 37 (69.8%) were at risk (≤ 20-≥ 35 years) and 16 (30.2%) were not at risk (21-35 years). There is an influence between parity, pregnancy distance and age with preeclampsia pregnancies at the Adiarsa Karawang Health Center in 2024 (p-value = 0.046, p-value = 0.004, p-value = 0.026). Pregnant women are expected to increase their knowledge about preeclampsia by actively carrying out examinations through ANC and Posyandu visits so that they can take preventive measures to avoid experiencing preeclampsia during pregnancy. Keywords: Age, Parity, Preeclampsia, Pregnancy Interval  ABSTRAK Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2020 diperkirakan setiap hari terdapat 934 kasus preeklampsia terjadi di seluruh dunia. Sekitar 342.000 ibu hamil merasakan preeklampsia. Menurut study pendahuluan di Puskesmas Adiarsa Karawang diperoleh data kasus preeklampsia pada tahun 2022 sebesar 14,57 %, tahun 2023 sebesar 10,0%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas, jarak kehamilan, dan usia ibu pada kehamilan dengan preeklamsia di Puskesmas Adiarsa Karawang.. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional telah dilakukan di Puskesmas Adiarsa Kabupaten karawang bulan Juni-Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang merasakan preeklampsia yang total 110 orang.Sample dalam penelitian ini total 53 dengan teknik sampling yang dipakai secara Purposive Sampling. pengambilan data menggunakan data sekunder yang diambil dari catatan register pasien. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (chi square). Diketahui Dari 53 Ibu hamil di Puskesmas Adiarsa Karawang Tahun 2024 total 39  (73.6%) merasakan preeklampsia dan 14 (26.4%)  tidak merasakan preklamsia. 42 (79.2%) dengan paritas berisiko (≥ 4) dan 11 (20.8%) dengan paritas tidak berisiko. 37 (69.8%) dengan jarak kehamilan berisiko (≤ 2 tahun) dan 11 (20.8%) dengan jarak kehamilan tidak berisiko. 37 (69.8%) dengan usia berisiko (≤ 20-≥ 35  tahun) dan 16 (30.2%) dengan usia tidak berisiko (21-35 tahun). Ada pengaruh terkait paritas, jarak kehamilan dan usia dengan kehamilan preeklamsia di Puskesmas Adiarsa Karawang tahun 2024 (p-value = 0,046, p-value = 0,004, p-value = 0,026). Ibu hamil diharapkan dapat menaikkan     pengetahuan     tentang     preeklampsia dengan aktif melaksanakan pemeriksaan melalui kunjungan ANC dan Posyandu sehingga dapat melaksanakan tindakan      pencegahan      agar      tidak      merasakan  adanya  preeklamsia  ketika  hamil. Kata Kunci: Jarak Kehamilan, Paritas, Preeklamsia, Usia

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue