cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Laporan Kasus: Efektivitas Pemberian Eptifibatide sebagai Antiplatelet Tambahan Saat Intervensi Koroner Perkutan Primer pada Ima-Est Inferior Candra, Sansan; Irawati, Sylvi; Wibowo, Yosi Irawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20666

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular disease is the leading cause of death in the world, accounting for 25% of all deaths. Ischemic heart disease is the most common presentation in the spectrum of cardiovascular disease with a mortality rate of 50%. Acute Myocardial Infarction with ST Segment Elevation (STEMI) is the most severe manifestation of Acute Coronary Syndrome (ACS). This life-threatening acute manifestation of ischemic heart disease occurs due to total occlusion of the coronary artery by thrombus. Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) with stent placement is the reperfusion procedure of choice in treating STEMI. This procedure has a risk of stent thrombosis during the procedure. The research method used in this case is a descriptive case study, namely a case description of the effectiveness of administering eptifibatide as an additional antiplatelet during Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) in patients with inferior STEMI. The use of additional intravenous antiplatelet therapy of the glycoprotein IIb/IIIa (GP IIb/IIIa) group, namely eptifibatide, aims to reduce the risk of stent thrombosis. In addition, the success of PPI was also achieved with TIMI flow III post-procedure. Here we present the effectiveness of eptifibatide as an additional antiplatelet during PPI procedure in cases of inferior AMI-EST patients. Keywords: Case Report, Eptifibatide, Infark Miokard Akut, Trombosis Stent.  ABSTRAK Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia yang menyumbang 25% dari semua kematian. Penyakit jantung iskemik menjadi presentasi terbanyak pada spektrum penyakit kardiovaskular dengan tingkat kematian sebesar 50%. Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST (IMA-EST) merupakan manifestasi paling berat dari Sindrom Koroner Akut (SKA). Manifestasi akut penyakit jantung iskemik yang mengancam jiwa tersebut terjadi karena oklusi total pembuluh darah arteri koroner oleh trombus. Tindakan Intervensi Koroner Perkutan Primer (IKPP) dengan pemasangan stent adalah prosedur reperfusi yang menjadi pilihan utama dalam menangani IMA-EST. Tindakan tersebut memiliki risiko terjadinya trombosis stent selama prosedur. Metode penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah studi kasus deskriptif, yaitu deskripsi kasus dari efektivitas pemberian eptifibatide sebagai antiplatelet tambahan saat Intervensi Koroner Perkutan Primer (IKPP) pada pasien IMA-EST inferior. Penggunaan terapi tambahan antiplatelet intravena golongan glikoprotein IIb/IIIa (GP IIb/IIIa) yakni eptifibatide bertujuan untuk mengurangi risiko trombosis stent. Selain itu, keberhasilan IKPP juga dicapai dengan TIMI flow III pasca prosedur. Berikut kami mempresentasikan efektivitas eptifibatide sebagai antiplatelet tambahan selama prosedur IKPP pada kasus pasien IMA-EST inferior. Kata Kunci: Case Report, Eptifibatide, Infark Miokard Akut, Trombosis Stent.
Penanganan pada Pasien IDCM yang Mengalami Hiperkalemia Berat: Case Report Putri, Saparingga Dasti; Tambunan, Natalia; Pen, Inggried Angelica Valentina Wiliyams; Pamungkas, Sultan Muhammad Wahyu; Priambodo, Ayu Prawesti; Mirwanti, Ristina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21125

Abstract

ABSTRACT Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM) is a condition that can trigger malignant arrhythmias such as Ventricular Tachycardia (VT) and Ventricular Fibrillation (VF), especially if accompanied by severe hyperkalemia. The combination of myocardial dysfunction, impaired renal function, and electrolyte imbalance increases the risk of fatal complications such as cardiac arrest. Objective: To report the case management of an IDCM patient with severe hyperkalemia causing malignant arrhythmias, and to highlight the importance of a multidisciplinary approach in its clinical management. This case study uses a single case approach to a 52-year-old patient treated in the Intensive Care Unit. Data were collected through direct assessment, observation, and supporting examinations during five days of intensive care. The patient experienced severe hyperkalemia (K+ 7.05 mmol/L) which triggered VT and progressed to VF. Emergency management was carried out with ACLS, administration of calcium gluconate, insulin-dextrose, Kalitake, sodium bicarbonate, and inotropic support. Hemodialysis was performed to treat persistent electrolyte disturbances. The patient showed significant clinical improvement after comprehensive intervention. Management of severe hyperkalemia in IDCM patients requires coordination between cardiology, nephrology, and intensive care specialists. Rapid intervention, aggressive medical therapy, and hemodialysis can save lives and restore patient stability. Keywords: Nursing Care, Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM), Hyperkalemia.  ABSTRAK Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM) merupakan kondisi yang dapat memicu aritmia maligna seperti Ventricular Tachycardia (VT) dan Ventricular Fibrillation (VF), terutama jika disertai dengan hiperkalemia berat. Kombinasi antara disfungsi miokard, gangguan fungsi ginjal, dan ketidakseimbangan elektrolit memperbesar risiko komplikasi fatal seperti cardiac arrest.Tujuan: Melaporkan penanganan kasus pasien IDCM dengan hiperkalemia berat yang menyebabkan aritmia maligna, serta menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam manajemen klinisnya.Studi kasus ini menggunakan pendekatan single case terhadap pasien berusia 52 tahun yang dirawat di ICU. Data dikumpulkan melalui pengkajian langsung, observasi, dan pemeriksaan penunjang selama lima hari perawatan intensif. Hasil: Pasien mengalami hiperkalemia berat (K+ 7.05 mmol/L) yang memicu VT dan berkembang menjadi VF. Penanganan darurat dilakukan dengan ACLS, pemberian kalsium glukonat, insulin-dextrose, Kalitake, natrium bikarbonat, dan dukungan inotropik. Hemodialisis dilakukan untuk mengatasi gangguan elektrolit yang persisten. Pasien menunjukkan perbaikan klinis signifikan setelah intervensi komprehensif. Penanganan hiperkalemia berat pada pasien IDCM membutuhkan koordinasi antara spesialis kardiologi, nefrologi, dan perawatan intensif. Intervensi cepat, terapi medis agresif, serta hemodialisis dapat menyelamatkan nyawa dan memulihkan stabilitas pasien. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM), Hiperkalemia.
Potensi Cuka Apel (Apple Ciner Vinegar) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total Nazarudin, Muhammad; Torezellia, Cast; Sidiq, Abdurrahman; Ayanti, Bio Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.18119

Abstract

ABSTRACT World Health Organization in 2018, showed the prevalence of hypercholesterolemia in the world is around 45%, in Southeast Asia around 30% and 35% in Indonesia. Hypercholesterolemia is also a current problem due to the increasing variety of foods rich in fat. Many alternative choices have been used by the community. One of them is using Apple Cider Vinegar. Apple Cider Vinegar is believed to lower cholesterol levels. The purpose of this study was to determine the potential of apple cider vinegar in lowering total cholesterol levels by giving apple cider vinegar (Apple Cedar Vinegar) to male Rattus norvegicus rats of the Wistar strain. The research used was an experimental study using a post-test only control group design in 3 test groups. This research was conducted at the Clinical Pathology Laboratory, Microbiology Laboratory, Natural Materials Laboratory of Borneo Lestari University. The research objects were divided into a control group using Simvastatin solution, a negative control group, and a treatment group with apple cider vinegar solution. Based on the results of the ANOVA test, there was no significant difference between the 3 treatment groups. However, it shows the results of the closeness of the similarity of properties between simvastatin and apple cider vinegar in lowering cholesterol levels between the positive control group and apple cider vinegar, there is a similarity. Keywords: Contamination, Staphylococcus Aureus Bacteria, Soto Banjar.  ABSTRAK Data World Health Organitation (WHO) pada tahun 2018, menunjukkan prevalensi hiperkolesterolemia di dunia sekitar 45%, di Asia Tenggara sekitar 30% dan di Indonesia 35%. Hiperkolesterolemia juga merupakan masalah masa kini karena variasi makanan kaya lemak yang menigkat. Banyak pilihan alternatif yang telah digunakan masyarakat. Salah satunya menggunakan Cuka Apel. Cuka Apel dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi cuka  apel dalam menurunkan kadar kolesterol total dengan memberikan cuka apel (Apple Cedar Vinegar) pada tikus jenis Rattus norvegicus jantan galur wistar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen menggunakan post tes only control grup design pada 3 kelompok uji. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Patologi klinik, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Bahan Alam Universitas Borneo Lestari. Objek penelitian dibagi kelompok kontrol menggunakan larutan Simvastatin, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan dengan pemberian larutan cuka apel. Berdasarkan hasil uji ANOVA menujukkan tidak ada perbedaan signifikan antara 3 kelompok perlakuan. Namun, menunjukkan hasil kedekatan kemiripan sifat antara simvastatin dan cuka apel dalam menurunkan kadar kolesterol antara kelompok kontrol positif dan cuka apel ada kemiripan. Kata Kunci: Cuka Apel, Kolesterol Total, Hiperkolesterolemia.
Hubungan Rumah Sehat dengan Kejadian Kusta Multi Basiler di Kota Medan Nasution, Annisa; Marsaulina, Irnawati; Ashar, Taufik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20281

Abstract

ABSTRACT Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium leprae and is still a health problem in Indonesia, including in the city of Medan. The discovery of leprosy incidents in Medan City has increased. Based on data obtained from the Medan City Health Office, in 2021 there were 23 cases and in 2022 26 new cases were found, in 2023 there were 23 new cases and in 2024 4 new cases were found. The purpose of this study was to analyze the relationship between home environmental sanitation (house components, sanitation facilities and occupant behavior) and the incidence of multi-bacillary leprosy in Medan City. This type of research is Case control. The population in this study were all patients with Multi bacillary leprosy cases in Medan City from 2022 to August 2024, with 53 samples used for total sampling. The number of samples was 39 people and met the inclusion criteria, namely having a Medan City KTP, never moving domicile and willing to be studied. The results showed that there were no healthy houses in the case group, while in the control group there were 47.4% healthy houses. Statistical tests showed that there was a significant relationship between healthy homes and the incidence of Multi Basiler leprosy (p-value 0.001) with an odds ratio of ∞, which means that unhealthy home conditions are the main risk factor in the incidence of Multi Basiler leprosy. Factors such as poor ventilation, poor lighting, high occupancy density, and inadequate sanitation play a role in the increased risk of leprosy. Rumah sehat memiliki peran penting dalam pencegahan kusta Multi Basiler. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan kondisi perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sebagai strategi dalam mengurangi angka kejadian kusta di Kota Medan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor sosial-ekonomi, intervensi perbaikan lingkungan, serta efektivitas program kesehatan dalam menekan penyebaran kusta. Keywords: Leprosy, Environmental Sanitation, Home.  ABSTRAK Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Penemuan kejadian kusta di Kota Medan mengalami kenaikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan, Tahun 2021 terdapat 23 kasus dan tahun 2022 ditemukan 26 kasus baru, Tahun 2023 terdapat 23 kasus baru dan Tahun 2024 ditemukan 4 kasus baru. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis hubungan rumah sehat dengan kejadian kusta Multi basiler di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah Case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kasus kusta Multi basiler di Kota Medan dari tahun 2022 hingga Agustus 2024, dengan 53 sampel yang digunakan untuk pengambilan sampel total. Jumlah sampel adalah 39 orang dan memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki KTP Kota Medan, tidak pernah berpindah domisili dan bersedia untuk diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada rumah sehat pada kelompok kasus, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 47,4% rumah sehat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara rumah sehat dengan kejadian kusta Multi Basiler (p-value 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar ∞, yang berarti kondisi rumah tidak sehat merupakan faktor risiko utama dalam kejadian kusta Multi Basiler. Faktor-faktor seperti ventilasi yang buruk, pencahayaan kurang, kepadatan hunian tinggi, dan sanitasi yang tidak memadai berperan dalam peningkatan risiko kusta. Rumah sehat memiliki peran penting dalam pencegahan kusta Multi Basiler. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan kondisi perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sebagai strategi dalam mengurangi angka kejadian kusta di Kota Medan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor sosial-ekonomi, intervensi perbaikan lingkungan, serta efektivitas program kesehatan dalam menekan penyebaran kusta. Kata Kunci: Kusta, Sanitasi Lingkungan, Rumah.
Tamponade Jantung sebagai Komplikasi Efusi Pleura pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD): Laporan Kasus Pratitis, Izzati Adha; Kurhayati, Kurhayati; Nasrullah, Kurnia; Priambodo, Ayu Prawesti; Mirwanti, Ristina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21316

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) frequently presents multisystem complications, including pleural effusion and severe cardiovascular manifestations such as cardiac tamponade. Cardiac tamponade induced by massive pleural effusion is rare but life-threatening if not promptly managed.  A 17-year-old male patient presented to the emergency department with complaints of shortness of breath, bilateral lower extremity edema for four months, high-grade fever, and foamy urine. History revealed poorly controlled post-infectious glomerulonephritis complicated by heart failure. Physical examination demonstrated fluid overload, gallop rhythm, muffled heart sounds, subcostal retractions, and pulmonary edema. The patient's condition rapidly deteriorated, leading to cardiogenic shock due to cardiac tamponade and bilateral pleural effusions. Bilateral chest tube placement, furosemide therapy, and vasopressor support led to significant clinical improvement.  This case illustrates the complex interplay between chronic kidney disease, pleural effusion, and severe cardiac complications. Although pleural effusions in CKD patients are commonly transudative, massive bilateral effusions can cause extrinsic pressure sufficient to induce cardiac tamponade. Prompt and comprehensive management, patient education, and adherence to long-term treatment are crucial. This case highlights the importance of a multidisciplinary approach in managing multisystem complications of CKD, particularly acute situations such as cardiogenic shock resulting from cardiac tamponade induced by bilateral pleural effusion. Aggressive management, including pleural and pericardial drainage, supportive therapy, and adherence to regular follow-up, are essential for favorable long-term outcomes. Keywords: CKD, Pleural Effusion, Cardiac Tamponade, Cardiogenic Shock, Nephrotic Syndrome.  ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) dapat menimbulkan komplikasi multisistem, termasuk efusi pleura dan gangguan kardiovaskular berat seperti tamponade jantung. Tamponade jantung akibat efusi pleura masif merupakan kasus yang jarang terjadi tetapi dapat mengancam jiwa apabila terlambat ditangani. Pasien remaja laki-laki berusia 17 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas, edema ekstremitas bawah selama empat bulan, demam tinggi, dan urin berbusa. Riwayat menunjukkan glomerulonefritis pasca infeksi disertai gagal jantung yang tidak terkontrol secara teratur. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda overload cairan, gallop, suara jantung teredam, retraksi subkostal, dan edema paru. Pasien mengalami perburukan kondisi dengan syok kardiogenik akibat tamponade jantung serta efusi pleura bilateral. Intervensi berupa pemasangan chest tube bilateral, pemberian furosemid, dan terapi vasopresor menghasilkan perbaikan signifikan.  Kasus ini menegaskan hubungan kompleks antara gangguan ginjal kronis, efusi pleura, dan komplikasi jantung yang serius. Efusi pleura pada CKD sebagian besar bersifat transudatif, namun kondisi ini dapat berkembang menjadi eksaserbasi akut berupa tamponade jantung akibat tekanan eksternal dari efusi pleura masif. Penanganan harus cepat, komprehensif, serta didukung edukasi keluarga dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan jangka panjang. Kasus ini memperlihatkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan komplikasi multisistem CKD, terutama dalam situasi klinis akut seperti syok kardiogenik akibat tamponade jantung yang dipicu efusi pleura bilateral. Penatalaksanaan agresif yang mencakup drainase cairan pleura dan perikardial, terapi suportif, serta kepatuhan kontrol rutin adalah kunci utama keberhasilan terapi jangka panjang. Kata Kunci: CKD, Efusi Pleura, Tamponade Jantung, Syok Kardiogenik, Sindrom Nefrotik.
Pengaruh Penerapan Supervisi Klinik Model Akademik terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat Pelaksana di RSUD Mitra Sehat Kolinug, Villy Betsi; Pujiyanto, Tri Ismu; Hastuti, Witri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20921

Abstract

ABSTRAK Supervisi merupakan suatu proses mengawasi, memberikan arahan, memperbaki, membimbing mengevaluasi yang dilakukan supervisor keperawatan guna meningkatkan kemampuan staf perawat sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas kepada pasien. Supervisi dari pimpinan atau kepala ruangan yang dijalankan dengan terstruktur dan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi kerja dan kinerja perawat.Salah satu bentuk supervisi klinik adalah supervisi model akademik yang terdiri dari tiga komponen yaitu: educative, supportive, dan managerial. Mengidentifikasi dan menganalisis Pengaruh Penerapan Supervisi Klinik model akademik terhadap motivasi kerja dan kinerja perawat pelaksana di RSUD Mitra Sehat. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Kuantitatif desain Quasy experiment dengan pendekatan pre post test with control group. Sampel penelitian ini terdiri dari 62 responden yaitu 26 responden kelompok intervensi dan 36 responden kelompok kontrol.Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling uji analisis data menggunakan Uji Beda Wilcoxon test, Uji Mann-Whitney U serta uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan yang signifikan dimana  nilai p-value 0,001 untuk kedua kelompok dalam supervisi klinik sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan supervisi klinik memberikan dampak bagi motivasi kerja dan kinerja perawat pelaksana dengan hasil uji menunjukkan bahwa p-value 0,001 pada dua kelompok. Penerapan supervisi klinik model akademik terhadap motivasi kerja dan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mitra Sehat. Rekomendasi, untuk meningkatkan penerapan supervisi klinik model akademik dilakukan secara konsisten, berkala dan berjenjang di ruang perawatan rawat inap. Kata Kunci: Supervisi Klinik, Model Akademik, Motivasi, Kinerja.  ABSTRACT Supervision is a process of supervising, providing direction, improving, guiding, evaluating carried out by nursing supervisors in order to improve the ability of nursing staff so that they can provide quality nursing care to patients. Supervision from the leader or head of the room that is carried out in a structured and sustainable manner can improve work motivation and nurse performance. One form of clinical supervision is academic model supervision which consists of three components, namely: educative, supportive, and managerial. was To determine the effect of the implementation of Academic Model Clinical Supervision on work motivation and performance of implementing nurses at Mitra Sehat Hospital. a quantitative research type with a quasi-experimental design with a pre-post test with control group approach. The sample of this study consisted of 62 respondents, namely 26 respondents in the intervention group and 36 respondents in the control group. The sampling technique was a purposive sampling technique, data analysis using the Wilcoxon Difference Test, Mann-Whitney U Test and Anova test. The results showed a significant increase where the p-value 0.001 for both groups in clinical supervision before and after training. Clinical supervision training has an impact on the work motivation and performance of implementing nurses with the test results showing that the p-value 0.001 in the two groups. This study concludes that there is an effect of the application of academic model clinical supervision on the work motivation and performance of implementing nurses at the Mitra Sehat Regional General Hospital (RSUD). Recommendations, to improve the application of academic model clinical supervision are carried out consistently, periodically and in stages in the inpatient care room. Keywords: Clinical Supervision, Academic Model, Motivation, Performance.
Deteksi Dini Stres Remaja Putri menggunakan Teknologi Sensor dan Aplikasi Web: Tinjauan Literatur Sistematis Rinandyawati, Kharissa; Suwondo, Ari; Kumorowulan, Suryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20257

Abstract

ABSTRACT Stress among adolescent girls is a significant mental health issue, as it can affect their psychological, social, and academic well-being. Early detection of stress is a crucial step in preventive efforts, especially in school environments. With technological advancements, stress detection can now be conducted through non-invasive approaches using physiological sensors such as Galvanic Skin Response (GSR), heart rate, body temperature, and blood pressure, integrated into a web-based application system powered by the Internet of Things (IoT). This system enables real-time stress monitoring and provides users with light intervention recommendations. A systematic literature review was conducted on research articles published between 2019 and 2024, sourced from databases such as Google Scholar, IEEE Xplore, and PubMed. Articles were selected based on inclusion criteria, which involved the use of physiological sensors for stress detection, integration with digital applications, and a focus on adolescent populations. Based on the review, stress detection systems using physiological sensors and web-based applications have proven effective in identifying stress levels ranging from normal to moderate, with an average accuracy above 85%. Systems that utilize sensor combinations demonstrated higher performance compared to those relying on a single sensor type. Web applications also support data visualization and early intervention. The evaluation of early stress detection systems based on physiological sensors and web applications shows significant potential for monitoring stress in adolescent girls. Factors supporting the effectiveness of these systems include sensor accuracy, ease of integration into applications, and the ability to deliver personalized, data-driven recommendations. Further development is recommended to improve classification algorithms and broaden the system's applicability across a wider adolescent population. Keywords: Early Detection, Adolescent Stress, Physiological Sensors, Web Application, Internet of Things.  ABSTRAK Stres pada remaja putri merupakan isu kesehatan mental yang signifikan, karena dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis, sosial, dan akademik. Deteksi dini tingkat stres menjadi langkah penting dalam upaya preventif, terutama di lingkungan sekolah. Dengan kemajuan teknologi, deteksi stres kini dapat dilakukan menggunakan pendekatan non-invasif berbasis sensor fisiologis seperti Galvanic Skin Response (GSR), detak jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah, yang terintegrasi dalam sistem aplikasi web berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi stres secara real-time dan memberikan rekomendasi intervensi ringan bagi pengguna. Tinjauan pustaka sistematis dilakukan artikel penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2019–2024, diperoleh dari database Google Scholar, IEEE Xplore, dan PubMed. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi penggunaan sensor fisiologis untuk deteksi stres, integrasi dengan aplikasi digital, serta fokus pada populasi remaja. Berdasarkan hasil kajian, sistem deteksi stres berbasis sensor dan aplikasi web terbukti efektif dalam mengidentifikasi stres kategori normal hingga sedang, dengan akurasi rata-rata di atas 85%. Sistem yang menggunakan kombinasi sensor menunjukkan performa lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengandalkan satu jenis sensor. Aplikasi web juga terbukti mendukung visualisasi data dan intervensi awal. Evaluasi terhadap sistem deteksi dini tingkat stres berbasis sensor dan aplikasi web menunjukkan potensi besar dalam pemantauan stres remaja putri. Faktor-faktor yang mendukung efektivitas sistem ini meliputi: akurasi sensor, kemudahan integrasi ke aplikasi, serta kemampuan sistem dalam memberikan rekomendasi berbasis data secara personal. Pengembangan lebih lanjut disarankan pada peningkatan algoritma klasifikasi dan perluasan penggunaan pada populasi remaja yang lebih luas. Kata Kunci: Deteksi Dini, Stres Remaja, Sensor Fisiologis, Aplikasi Web, Internet of Things.
Hubungan Perilaku Merokok Keluarga dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Ruang Rawat Anak RSUD Tugu Kota Jakarta Damayanti, Deby Al Qorana; Barkah, Asep
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21195

Abstract

ABSTRACT WHO in 2023 reported that acute respiratory infections (ARI) contributed to 20% of total child deaths. The 2024 Indonesian Health Survey revealed that there were 86,364 cases of ARI among toddlers throughout Indonesia. At the provincial level, Central Papua recorded the highest number of acute respiratory infections at 11.6%, followed by Papua Pegunungan with 10.7%, and East Java was in third place with 8.8%. Meanwhile, in Jakarta, cases of ARI in toddlers reached 6.0%. Smoking indoors is the main cause of indoor air pollution which can trigger respiratory problems, especially in children and cause ARI in toddlers. Knowing the relationship between family smoking behavior and the incidence of ARI in toddlers. Analytical with cross sectional design. The sample in this study was one of the family members of child patients who were in the children's care room as many as 60 people. The sampling technique used Random Sampling. Most toddlers experience acute respiratory infections (73.3%) and moderate family smoking behavior (61.7%). There is a relationship between family smoking behavior and the incidence of ARI in toddlers (p. value 0.001).There is a relationship between family smoking behavior and the incidence of ARI in toddlers. It is hoped that health workers will conduct socialization about preventing ARI in toddlers. Keywords: Smoking Behavior, ARI, Toddlers.  ABSTRAK WHO tahun 2023 melaporkan bahwa infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) menyumbang 20% dari total kematian anak-anak. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024 mengungkapkan bahwa sebanyak 86. 364 kasus ISPA di kalangan Balita di seluruh Indonesia. Untuk tingkatan provinsi, Papua Tengah mencatat angka infeksi saluran pernafasan akut tertinggi sebesar 11,6%, diikuti oleh Papua Pegunungan dengan 10,7%, dan posisi ketiga ditempati oleh Jawa Timur dengan angka 8,8%. Sementara itu, di Jakarta, kasus ISPA pada Balita mencapai 6,0%. Merokok di dalam rumah merupakan penyebab utama polusi udara di area dalam ruangan yang dapat memicu masalah pernapasan, terutama pada anak-anak dan menyebabkan terjadinya ISPA pada Balita. Mengetahui hubungan perilaku merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga dari pasien anak yang berada di ruang perawatan anak sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Sebagian besar balita mengalami infeksi saluran pernafasan akut (73,3%) dan perilaku merokok keluarga sedang (61,7%). Ada hubungan perilaku merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita(p. value 0,001).Ada hubungan perilaku merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan sosialisasi tentang pencegahan ISPA pada balita. Kata Kunci: Perilaku Merokok, ISPA, Balita.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan E-Booklet pada Pengetahuan dan Sikap Orang Tua terhadap Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Rotavirus Pentavalent (RV) di Posyandu Karangpucung Argadaninggar, Fathiyyah Deka; Hardini, Deisy Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20760

Abstract

ABSTRACT Diarrheal diseases and lower respiratory tract infections are significant factors contribuing to the reduction of life expectancy in children by 1.97 years and 2.09 years, respectively. In response, the government has included PCV and RV vaccines in the national immunization program. Parental knowledge and attitudes toward the PCV and RV vaccines are crucial for the success of the vaccination program in children. To analyze the impact of E-Booklet health education on parents’ knowledge and attitudes regarding the acceptance of PCV and RV vaccines. This study employed a quantitative quasi-eksperimental design with a one-group pretest-posttest approach. Data were collected using a questionnaire. The study involved 55 mothers with children aged 0-1 years, selected using proportionate stratified random sampling. The collected data were statistically processed using paired t-test analysis. The analysis revealed that parents' knowledge increased from an average score of 62.61 to 77.30, and their attitudes improved from an average score of 35.87 to 39.42. The Paired T-Test results showed a p-value of 0.000 0.05. There is a significant impact of the E-Booklet on the knowledge and attitudes of mothers regarding the PCV and RV vaccines at Posyandu (Integrated Health SeRVices) Karangpucung, as indicated by a p-value of 0.000. Keywords: PCV Vaccine, RV Vaccine, E-Booklet Educational Media.  ABSTRAK Penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan bawah menjadi faktor yang menyebabkan angka harapan hidup pada anak menurun hingga 1,97 tahun dan 2,09 tahun. Berkenaan hal tersebut pemerintah menjadikan imunisasi PCV dan RV ke dalam imunisasi nasional. Pengetahuan dan sikap orang tua mengenai vaksin PCV dan RV sangat penting dalam mendukung keberhasilan program vaksin pada anak. Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan E-Booklet terhadap pengetahuan dan sikap orang tua dalam penerimaan vaksin PCV dan RV. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif quasi ekserimental dengan rancangan one  group pretest-postest design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 55 ibu yang memiliki anak 0-1 tahun dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik menggunakan analisa uji paired t test. Hasil analisa diperolah pengetahuan orang tua yang semula rata-rata 62,61 menjadi 77,30 dan sikap orang tua yang semula rata-ratanya 35,87   menjadi 39,42. Hasil uji Paired T Test diperoleh nilai p-value 0,000 0,05. Terdapat pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan media E-Booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu mengenai vaksin PCV dan RV di Posyandu Karangpucung dengan nilai p-value 0,000. Kata Kunci: PCV Vaccine, RV Vaccine, E-Booklet Educational Media.  
Efektivitas Alat Digital dalam Meningkatkan Serah Terima Pasien dan Komunikasi Keselamatan:Sebuah Literatur Sistematis Rahmi, Irma Kurnia; Sastrawan, Sastrawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20494

Abstract

ABSTRACT Ineffective patient handovers represent a critical challenge in healthcare systems, contributing to patient safety risks and issues with care continuity. Communication failures during handoffs are major factors in preventable medical errors, such as medication mistakes, delayed diagnoses, and adverse clinical outcomes. The integration of digital tools, including Electronic Health Records (EHR), telemedicine platforms, and mobile applications, has been proposed as a solution to bridge these communication gaps. This systematic literature review aims to evaluate the effectiveness of digital tools in improving patient handover processes and enhancing communication for patient safety within healthcare environments. The study adheres to PRISMA guidelines for systematic reviews and includes literature published between 2013 and 2025. A comprehensive search of relevant databases, such as Scopus and MDPI, identified 41 documents, 20 of which met the inclusion criteria for analysis. These studies examine the impact of digital tools like EHR, AI-based systems, mobile apps, and telemedicine on clinical handovers. The findings demonstrate that digital tools significantly enhance communication efficiency, reduce medical errors, and improve care coordination. EHR systems, for instance, have been shown to increase the accuracy of handovers and reduce miscommunication. Additionally, mobile applications and telemedicine platforms have enabled real-time communication, leading to improved patient outcomes and fewer adverse events. Despite these benefits, challenges remain regarding implementation, including staff resistance, inadequate training, and integration with existing workflows. Digital tools have the potential to transform patient handover processes and improve patient safety. However, successful implementation requires careful consideration of organizational readiness, staff training, and the adaptation of tools to local contexts. Future research should address methodological gaps and explore the long-term impact of these tools on patient outcomes. Keywords: Digital Tools, Patient Handover, Patient Safety, Communication, Healthcare Technology.  ABSTRAK Serah terima pasien yang tidak efektif merupakan tantangan kritis dalam sistem perawatan kesehatan, yang berkontribusi pada risiko keselamatan pasien dan masalah kontinuitas perawatan. Kegagalan komunikasi selama serah terima merupakan faktor utama dalam kesalahan medis yang dapat dicegah, seperti kesalahan pemberian obat, keterlambatan diagnosis, dan hasil klinis yang merugikan. Integrasi alat digital, termasuk Rekam Medis Elektronik (EHR), platform telemedisin, dan aplikasi seluler, telah diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan komunikasi ini. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas alat digital dalam meningkatkan proses serah terima pasien dan meningkatkan komunikasi untuk keselamatan pasien dalam lingkungan perawatan kesehatan. Studi ini mengikuti pedoman PRISMA untuk tinjauan sistematis dan mencakup literatur yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2025. Pencarian komprehensif pada basis data yang relevan, seperti Scopus dan MDPI, mengidentifikasi 41 dokumen, 20 di antaranya memenuhi kriteria inklusi untuk analisis. Studi-studi ini meneliti dampak alat digital seperti EHR, sistem berbasis AI, aplikasi seluler, dan telemedisin pada proses serah terima pasien. Temuan menunjukkan bahwa alat digital secara signifikan meningkatkan efisiensi komunikasi, mengurangi kesalahan medis, dan meningkatkan koordinasi perawatan. Sistem EHR, misalnya, telah terbukti meningkatkan akurasi serah terima dan mengurangi miskomunikasi. Selain itu, aplikasi seluler dan platform telemedisin telah memungkinkan komunikasi secara real-time, yang mengarah pada peningkatan hasil pasien dan lebih sedikit kejadian buruk. Terlepas dari manfaat ini, tantangan tetap ada terkait implementasi, termasuk resistensi staf, pelatihan yang tidak memadai, dan integrasi dengan alur kerja yang ada. Alat digital berpotensi untuk mengubah proses serah terima pasien dan meningkatkan keselamatan pasien. Namun, implementasi yang sukses membutuhkan pertimbangan yang cermat terhadap kesiapan organisasi, pelatihan staf, dan adaptasi alat terhadap konteks lokal. Penelitian di masa mendatang harus mengatasi kesenjangan metodologis dan mengeksplorasi dampak jangka panjang alat-alat ini terhadap hasil pasien. Kata Kunci:  Alat Digital, Serah Terima Pasien, Keselamatan Pasien, Komunikasi, Teknologi Kesehatan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue