cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,460 Documents
Gambaran Tingkat Anticipatory Grief pada Caregiver yang Memiliki Anak Pengidap Kanker Sitorus, Sarah Angelique Mutiaraku; Somantri, Irman; Widianti, Efri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20164

Abstract

ABSTRACT Caregivers are individuals who play a crucial role in caring for children with cancer, facing emotional burdens such as anxiety over the potential loss of their child. This study aims to describe the level of anticipatory grief among caregivers of children with cancer. This research uses a descriptive quantitative method. The sample consists of 47caregivers selected using the accidental sampling technique. Data were collected using the Marwit-Meuser CaregiverGrief Inventory Short Form (MM-CGI SF), which contains 18 validated items with a Cronbach's alpha reliability score of 0.90. The results showed that the majority of caregivers had a normal level of anticipatory grief (76.6%), while 14.9% had a high level and 8.5% had a low level. In the dimension of personal sacrifice burden, 21.3% of caregivers were at a high level. The heartfelt sadness and longing dimension showed 14.9% at a high level, while the worry and felt isolation dimension indicated 19.1% at a high level. This study concludes that most caregivers experience anticipatory grief at a normal level, although a small portion exhibit high levels, particularly in the dimensions of personal sacrifice burden and feelings of isolation. Therefore, greater attention and psychosocial interventions are needed to help caregivers manage anticipatory grief effectively. Keywords: Anticipatory Grief, Caregiver, Children With Cancer.  ABSTRAK Caregiver adalah individu yang berada di garda terdepan dalam merawat anak dengan kanker, menghadapi tantangan emosional seperti kecemasan akan ancaman kematian anak yang mereka rawat. Kondisi ini mendorong munculnya anticipatory grief, yaitu perasaan duka yang timbul sebelum kehilangan terjadi. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat anticipatory grief caregiver yang memiliki anak pengidap kanker. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 47 caregiver. Data dikumpulkan dengan kuesioner Marwit-Meuser Caregiver Grief Inventory Short Form (MM-CGI SF) berisi 18 item yang sudah ditanyakan valid dan nilai reliabilitas alpha cronbach 0.90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas caregiver berada pada tingkat anticipatory grief normal (76,6%), sementara 14,9% berada pada tingkat tinggi, dan 8,5% berada pada tingkat rendah. Pada dimensi personal sacrifice burden, 21,3% caregiver berada pada tingkat tinggi. Dimensi heartfelt sadness and longing menunjukkan 14,9% pada tingkat tinggi, sedangkan dimensi worry and felt isolation menunjukkan 19,1% pada tingkat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar caregivermemiliki anticipatory grief pada tingkat normal, meskipun terdapat sebagian kecil yang mengalami anticipatory grieftinggi, terutama pada dimensi beban pengorbanan pribadi dan perasaan terisolasi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dan intervensi psikososial untuk membantu caregiver mengelola anticipatory grief dengan baik. Kata Kunci: Anticipatory Grief, Anak Dengan Kanker, Caregiver.
Gambaran Burnout pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat Oktaviana, Mariska; Fitria, Nita; Mirwanti, Ristina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20092

Abstract

ABSTRACT Burnout is a psychological problem resulting from emotional and interpersonal stress that occurs continuously in the workplace. The high workload of nurses can physical and psychological problems that can lead to burnout. This study amins to describe the incidence of burnout in emergency nurses at Al-Ihsan Hospital, West Java Province. The quantitative descriptive study design with total sampling of emergency nurses at Al-Ihsan Hospital, West Java Province (N=62). The instrument used was the Copenhagen Burnout Inventory (CBI), analyzed using univariate analysis. Data collection was carried out from 4-7 January 2025. The results of this study indicate that most respondents (83.9%) experienced low personal burnout, most respondents (79%) experienced low work-related burnout, and most respondents (83.9%) experienced low client-related burnout. The conclusion of this study is that there are emergency nurses who experience low personal burnout, work-related burnout, and client-related burnout. Based on the results of the study, it is suggested for institution to conduct stress management training programs and conduct training related to communication skills and training to improve the ability to adjust to carrying out multiple roles. It is also recommended for nurses to improve the quality of social support from both fellow nurses and nurse managers and implement workplace stretching exercise interventions to increase muscle flexibility and improve physical fitness. Keywords: Client-Related Burnout, Emergency Department, Nurses, Personal Burnout, Work-Related Burnout.  ABSTRAK Burnout merupakan masalah psikologis akibat dari stres emosional dan interpersonal yang terjadi secara terus-menerus di tempat kerja. Tingginya beban kerja perawat dapat menimbulkan masalah fisik dan psikologis yang dapat berujung pada burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran burnout pada perawat IGD RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan total sampling perawat IGD RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat (N=62). Instrumen yang digunakan adalah Copenhagen Burnout Inventory (CBI), dianalisis menggunakan analisis univariat. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 4-7 Januari 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden (83,9%) mengalami personal burnout yang rendah, sebagian besar responden (79%) mengalami work-related burnout yang rendah, dan sebagian besar responden (83,9%) mengalami client-related burnout yang rendah. Simpulan dari penelitian ini adalah personal burnout, work-related burnout, dan client-related burnout pada perawat IGD berada dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi institusi untuk mengadakan program pelatihan manajemen stres dan melakukan pelatihan terkait keterampilan berkomunikasi dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri untuk menjalankan peran ganda. Disarankan juga bagi perawat untuk meningkatkan kualitas dukungan sosial baik dari sesama perawat maupun manajer perawat dan menerapkan intervensi workplace stretching exercise guna meningkatkan fleksibilitas otot dan meningkatkan kebugaran fisik. Kata Kunci: Client-Related Burnout, Instalasi Gawat Darurat, Perawat, Personal Burnout, Work-Related Burnout.
Efektivitas Kombinasi Terapi Akupresur Menggunakan Minyak Essential Oil Ylang-Ylang terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia yang Mengalami Hipertensi Didesa Kalirejo Kabupaten Pesawaran Oktalina, Riska; H, Richta Puspita; Sari, Nova Nurwinda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.23813

Abstract

ABSTRACT Hypertension is blood pressure that exceeds normal limits, which vary according to age. In older adults, the most common type of hypertension is isolated systolic hypertension (ISH), which is systolic pressure above 140 mmHg. This study aims to determine the effect of combination therapy using acupressure with ylang-ylang oil on blood pressure in elderly people with hypertension. This study was quantitative in nature with a pre-test post-test quasi-experimental design involving a control group. The sampling technique used was total sampling, involving 36 elderly people with hypertension, divided into 18 intervention groups and 18 control groups. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer and combination therapy with acupuncture using SOP. This study uses univariate and bivariate analysis with paired sample T-tests and independent T-tests. Data processing in this study uses SPSS version 26.0. This study was conducted in the Pesawaran region. There was a difference in systolic blood pressure before the intervention, with an average value of 178.70 mmHg, and after the intervention, systolic blood pressure decreased to 155.50 mmHg with a P-value of 0.000. Before the intervention, the average diastolic blood pressure was 91.33 mmHg, and after the intervention, it decreased to an average of 82.67 mmHg with a P-value of 0.000. This study shows that there is an effect of combination therapy using ylang-ylang essential oil acupressure on the blood pressure of elderly people with hypertension. Keywords: Combination Therapy of Acupressure, Ylang-Ylang Essential Oil, Blood Pressure, Hypertension, Elderly.  ABSTRAK Hipertensi merupakan tekanan darah yang meningkat melebihi batas normal, batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia. pada lansia jenis hipertensi yang sering ditemui adalah isolated systolic hypertention (ISH) yaitu tekanan sistolik yang tinggi diatas 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi akupresur menggunakan minyak ylang-ylang terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasy eksperimen pre-test post-test with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 lansia hipertensi dan dibagi 18 kelompok intervensi, 18 kelompok kontrol. Tekanan darah diukur menggunakan sphygnanometer dan terapi kombinasi akupresur menggunakan SOP. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji paired sampel T-Test dan independent T-Test. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 26.0. penelitian ini dilakukan diwilayah pesawaran. terdapat perbedaan tekanan darah sistolik sebelum dilakukan intervensi dengan nilai rata-rata 178,70 mmHg dan setelah dilakukan intervensi tekanan darah sistolik mengalami penurunan menjadi 155,50 mmHg dengan nilai P-value 0,000, pada tekanan darah diastolik sebelum dilakukan intervensi didapatkan nila rata-rata  91,33mmHg dan setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan dengan nilai rata-rata 82,67 mmHg dengan nilai P-value 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi kombinasi terapi akupresur menggunakan minyak essential oil ylang-ylang terhadap tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Kata Kunci: Kombinasi Terapi Akupresur, Essensial Oil Ylang-Ylang, Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia.
Efektivitas Relaksasi Napas dalam Terhadap Kecemasan pada Pasien Pra Operasi Open Reduction & Internal Fixation dengan Fraktur Ekstermitas Bawah Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau Said, M Irhas; Darma, Alfunanto Dlifa Puji; Sahrudi, Sahrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.19975

Abstract

ABSTRACT The 2022 WHO report noted that there are 440 million people with fractures globally. Fractures, often caused by excessive pressure, interfere with daily mobility. SKI 2023 data shows that in Indonesia, 50.6% of the population ≥1 year use walking aids, 25.5% due to accidents causing walking disabilities of 0.4%, which lasts at least six months according to Law No. 8 of 2016. Objective: To determine and analyze the Effectiveness of Deep Breathing Relaxation on Anxiety in Preoperative Open Reduction Internal Fixation Patients with Lower Extremity Fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital. To determine and analyze the Effectiveness of Deep Breathing Relaxation on Anxiety in Preoperative Open Reduction Internal Fixation Patients with Lower Extremity Fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital. This study used a quasi-experimental method with a pre-test post-test design in one group at Mary Cileungsi Hijau Hospital, Bogor, from November 2024 to January 2025. The population of this study was 40 patients selected through total sampling. There is an effect between deep breathing relaxation on anxiety in preoperative Open Reduction Internal Fixation patients with lower extremity fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital with a P-Value of 0.000. The majority of patients undergoing Open Reduction Internal Fixation surgery for lower extremity fractures are young to middle-aged adult males, covering 75% of the total patients. Deep breathing relaxation techniques have been shown to significantly reduce anxiety, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in anxiety scores before and after the intervention. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Anxiety, Preoperative Open Reduction, Internal Fixation, Extremity Fractures.  ABSTRAK Laporan WHO 2022 mencatat ada 440 juta orang dengan fraktur global. Fraktur, sering disebabkan oleh tekanan berlebih, mengganggu mobilitas sehari-hari. Data SKI 2023 menunjukkan di Indonesia, 50,6% penduduk ≥1 tahun menggunakan alat bantu berjalan, 25,5% akibat kecelakaan yang menyebabkan disabilitas berjalan sebesar 0,4%, yang berlangsung minimal enam bulan sesuai UU No. 8 Tahun 2016. Mengetahui dan menganalisis Efektivitas Relaksasi Napas Dalam Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Open Reduction Internal Fixation dengan Fraktur Ekstermitas Bawah Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre-test post-test pada satu kelompok di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau, Bogor, dari November 2024 hingga Januari 2025. Populasi penelitian ini adalah 40 pasien yang dipilih melalui total sampling. Terdapat pengaruh antara relaksasi napas dalam terhadap kecemasan pada pasien pra operasi Open Reduction Internal Fixation dengan fraktur ekstermitas bawah di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau dengan P-Value 0.000. Mayoritas pasien operasi Open Reduction Internal Fixation untuk fraktur ekstremitas bawah adalah laki-laki dewasa muda hingga paruh baya, mencakup 75% dari total pasien. Teknik relaksasi napas dalam terbukti secara signifikan menurunkan kecemasan, dengan p-value 0.000, yang menunjukkan perbedaan besar dalam skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kata Kunci: Relaksasi Napas Dalam, Kecemasan, Pra Operasi Open Reduction, Internal Fixation, Fraktur Ekstermitas.
Analisis Keikutsertaan Ibu pada Program Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (Poktan BKB) dalam Usaha Mencegah Stunting Menggunakan Teori Health Belief Model Lianti, Tengku Dwi; Duana, Maiza; Saputra, Firman Firdauz; Sriwahyuni, Susy; Siahaan, Perry Boy Chandra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.21624

Abstract

ABSTRACT West Aceh Regency continues to report a high prevalence of stunting cases, with one of the highest incidences found in Bubon Subdistrict, registering at 36.9%. In response, the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) has implemented various interventions aimed at reducing stunting rates, including the Toddler Family Development Activity Group Program (POKTAN BKB). This study aims to analyze maternal participation in the POKTAN BKB program as a preventive measure against stunting, utilizing the Health Belief Model (HBM) framework. This research employed a quantitative approach with an observational design and a cross-sectional methodology. The study was conducted in Bubon Subdistrict, targeting a population of 269 mothers with toddlers, from which a sample of 147 respondents was selected. The findings revealed that among the independent variables—namely perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy—there was a statistically significant correlation between perceived severity and maternal participation in the program (p-value = 0.027), as well as between self-efficacy and participation (p-value = 0.003). Conversely, no significant correlation was observed between program participation and the variables of perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barriers, or cues to action. It is recommended that future research undertakes a more in-depth exploration of participation levels within the POKTAN BKB program. A comprehensive and integrative study is essential to elucidate the interactions among perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to action, self-efficacy, and other contributing factors that may influence maternal engagement in the POKTAN BKB initiative Keywords: Health Belief Model, Family, Toddler, Participation, Stunting.  ABSTRAK Aceh Barat masih menduduki angka kasus stunting yang tinggi, salah satu nya di Kecamatan Bubon yaitu dengan persentase (36,9%). Salah satu upaya yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menurunkan angka stunting melalui program Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (POKTAN BKB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keikutsertaan ibu pada program Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (POKTAN BKB) dalam usaha mencegah stunting menggunakan teori Health Belief Model (HBM). Metodologi penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bubon, dengan populasi ibu yang memiliki balita sebanyak 269 orang dengan sampel yang didapatkan sebanyak 147 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel independen yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi cues to action, dan persepsi self efficacy perilaku ibu, menunjukkan adanya korelasi hubungan antara persepsi keseriusan perilaku ibu dengan partisipasi program (p-value 0,027) dan korelasi hubungan antara persepsi self efficacy perilaku ibu dengan partisipasi program (p-value 0,003). Sedangkan variabel persepsi kerentanan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan persepsi cues to action perilaku ibu tidak terdapat korelasi hubungan yang signifikan dengan partisipasi program. Saran dari penelitian ini dimasa depan hendaknya mengkaji lebih dalam mengenai tingkat partisipasi dalam program POKTAN BKB, penelitian yang komprehensif serta menyeluruh diperlukan untuk melihat bagaimana interaksi antara persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak, efikasi diri pada ibu hingga faktor lainnya yang mempengaruhi tingkat partisipasi dalam program POKTAN BKB Kata Kunci: Health Belief Model, Keluarga, Balita, Partisipasi, Stunting
Strategi Meningkatkan Kepatuhan Perawat Terhadap Penerapan Bundle Cauti di Rumah Sakit Wahyuni, Nining; Wijaya, Dodi; Ardiana, Anisa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20134

Abstract

ABSTRACT Catheter-Associated Urinary Tract Infection (CAUTI) is one of the most common hospital-acquired infections. Nurse adherence to the implementation of the CAUTI Bundle is a key factor in preventing this infection. However, various barriers such as high workload, lack of training, and insufficient organizational support often hinder optimal protocol implementation. The aim of this literature review is to identify the most effective strategies for improving nurse adherence to the implementation of the CAUTI Bundle. A literature review approach was used by analyzing 12 articles discussing strategies to improve adherence to the CAUTI Bundle. Data sources were obtained from PubMed, Scopus, and Google Scholar between 2015 and 2024. Literature selection was carried out using the PRISMA method, and data were analyzed using thematic synthesis to identify the most effective strategies. The analysis showed that multifaceted strategies were more effective than single interventions in improving nurse adherence to the CAUTI Bundle. Key strategies that proved effective included: empowering nurses in clinical decision-making, such as granting nurses the authority to remove unnecessary catheters, which improved adherence and reduced CAUTI rates; data-driven monitoring and adherence audits, enabling early detection of non-adherence and successfully reducing CAUTI incidence over five years; hands-on training and clinical simulations, which enhanced nurses' skills in applying nosocomial infection protocols, though their effectiveness may decrease without continuous monitoring systems; and evidence-based policies and regulations, which help establish adherence standards but are more effective when supported by training and technology-based monitoring systems. This literature review emphasizes that the most effective strategy to improve nurse adherence to the CAUTI Bundle is a multifaceted approach, including nurse empowerment, data-driven monitoring, hands-on training, and policy-based regulations. Policy-based approaches alone are insufficient without supporting strategies to sustain adherence over time. Therefore, hospitals and healthcare institutions are recommended to adopt comprehensive evidence-based strategies in efforts to prevent nosocomial infections and enhance patient safety. Keywords: CAUTI Bundle Implementation, Nurse Adherence, Nosocomial Infections, Data-Driven Monitoring, Patient Safety.  ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih terkait Kateter (Catheter-Associated Urinary Tract Infection/CAUTI) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling sering terjadi di rumah sakit. Kepatuhan perawat terhadap penerapan Bundle CAUTI menjadi faktor utama dalam mencegah infeksi ini. Namun, berbagai hambatan seperti beban kerja tinggi, kurangnya pelatihan, serta minimnya dukungan organisasi sering kali menghambat penerapan protokol pencegahan yang optimal. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang paling efektif dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap penerapan Bundle CAUTI. Pendekatan tinjauan literatur digunakan dengan menganalisis 12 artikel yang membahas strategi peningkatan kepatuhan terhadap Bundle CAUTI. Sumber data diperoleh dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar dalam rentang 2015–2024. Seleksi literatur dilakukan menggunakan metode PRISMA, dan data dianalisis dengan pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi strategi yang paling efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi multifaset lebih efektif dibandingkan pendekatan tunggal dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap penerapan Bundle CAUTI. Strategi utama yang terbukti efektif meliputi: pemberdayaan perawat dalam pengambilan keputusan klinis, seperti pemberian wewenang kepada perawat untuk melepas kateter yang tidak diperlukan, yang terbukti meningkatkan kepatuhan dan menurunkan angka CAUTI; monitoring berbasis data dan audit kepatuhan, yang memungkinkan deteksi dini terhadap ketidakpatuhan dan berhasil mengurangi insiden CAUTI dalam lima tahun; pelatihan hands-on dan simulasi klinis, yang meningkatkan keterampilan perawat dalam menerapkan protokol infeksi nosokomial, meskipun efektivitasnya dapat menurun tanpa sistem monitoring yang berkelanjutan; serta kebijakan dan regulasi berbasis bukti, yang berperan dalam menetapkan standar kepatuhan, namun efektivitasnya meningkat jika didukung dengan pelatihan dan sistem monitoring berbasis teknologi. Tinjauan literatur ini menegaskan bahwa strategi yang paling efektif dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap Bundle CAUTI adalah pendekatan multifaset yang mencakup pemberdayaan perawat, monitoring berbasis data, pelatihan hands-on, dan kebijakan berbasis regulasi. Pendekatan berbasis kebijakan saja tidak cukup tanpa strategi pendukung yang dapat meningkatkan kepatuhan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, rumah sakit dan institusi kesehatan disarankan untuk mengadopsi strategi berbasis bukti yang komprehensif dalam upaya pencegahan infeksi nosokomial dan peningkatan keselamatan pasien. Kata Kunci: Penerapan Bundle CAUTI, Kepatuhan Perawat, Infeksi Nosokomial, Monitoring Berbasis Data, Keselamatan Pasien.
Analisis Faktor – Faktor Internal dan Eksternal Dalam Penerapan Bundle Vap di Ruang ICU Yuriasti, Eni; Wijaya, Dodi; Rondhianto, Rondhianto
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20001

Abstract

ABSTRACT Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) is a common nosocomial infection in ICUs, contributing significantly to morbidity, mortality, and healthcare costs. Implementing VAP bundles has shown effectiveness in reducing VAP incidence, but its success depends on various internal and external factors. This study employed a literature review with a quantitative approach. Data were gathered from 27 relevant articles published between 2013 and 2023, selected from an initial 231 articles obtained through structured searches in Google Scholar, PubMed, Scopus, and ScienceDirect using Boolean keywords such as “Ventilator-Associated Pneumonia” AND “VAP bundle” AND “Compliance.” Analysis revealed that internal factors, including medical staff knowledge and competency, significantly affect compliance with VAP bundles. Challenges such as insufficient continuous training and limited resources were highlighted. External factors, such as regular audits, managerial support, and a conducive work environment, were identified as critical in supporting successful VAP bundle implementation. Addressing internal challenges through structured training programs and resource allocation is essential. Simultaneously, external support mechanisms like frequent audits and strong managerial backing are necessary to ensure sustained compliance with VAP bundles. An integrative approach that encompasses intensive training, routine audits, and reinforced institutional policies is vital for the effective implementation of VAP bundles, thereby improving ICU patient care quality. Keywords: Ventilator-Associated Pneumonia, VAP Bundle, Internal Factors, External Factors, Protocol Compliance, ICU.  ABSTRAK Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang umum terjadi di ruang ICU, yang berkontribusi secara signifikan terhadap morbiditas, mortalitas, dan biaya perawatan. Implementasi bundle VAP terbukti efektif dalam menurunkan angka kejadian VAP, namun keberhasilannya bergantung pada berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari 27 artikel relevan yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023, diseleksi dari 231 artikel awal yang diperoleh melalui pencarian terstruktur di Google Scholar, PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan kata kunci Boolean seperti “Ventilator-Associated Pneumonia” AND “VAP bundle” AND “Compliance.” Analisis menunjukkan bahwa faktor internal, termasuk pengetahuan dan kompetensi staf medis, secara signifikan memengaruhi kepatuhan terhadap bundle VAP. Hambatan seperti kurangnya pelatihan berkelanjutan dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan utama. Faktor eksternal seperti audit rutin, dukungan manajerial, dan lingkungan kerja yang kondusif diidentifikasi sebagai elemen penting dalam mendukung keberhasilan implementasi bundle VAP. Mengatasi tantangan internal melalui program pelatihan terstruktur dan penyediaan sumber daya sangat diperlukan. Di sisi lain, mekanisme dukungan eksternal seperti audit berkala dan dukungan manajerial yang kuat juga esensial untuk memastikan kepatuhan berkelanjutan terhadap bundle VAP. Pendekatan integratif yang mencakup pelatihan intensif, audit rutin, dan penguatan kebijakan institusional sangat penting untuk implementasi bundle VAP yang efektif, sehingga meningkatkan kualitas perawatan pasien di ruang ICU. Kata Kunci: Ventilator-Associated Pneumonia, Bundle VAP, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Kepatuhan Protokol, ICU.
Perbedaan Pengaruh Kompres Bawang Merah dan Daun Kubis terhadap Breast Engorgement Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Arsyada, Alin Sabrina; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti; Aprilina, Happy Dwi; Aniarti, Reni Purwo
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.23606

Abstract

ABSTRACT Breast engorgement is a common problem among postpartum mothers that can cause pain, discomfort, and hinder the breastfeeding process. Non-pharmacological interventions such as shallot and cabbage leaf compresses are widely used, but comparative studies are still limited. This study aimed to analyze the difference in effectiveness between shallot compresses and cabbage leaf compresses in reducing breast engorgement among postpartum mothers. This quasi-experimental study used a pretest-posttest design with 45 postpartum mothers, divided into two intervention groups. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney U tests. The results showed that onion compresses significantly reduced breast engorgement, with 95.45% of respondents in the mild category after the intervention (p=0.001). Cabbage leaf compresses demonstrated more consistent results, with 100% of respondents in the mild category after the intervention (p=0.000). A comparative analysis between groups revealed no significant difference in reducing breast engorgement (p=0.823). Non-pharmacological therapy using onion and cabbage leaf compresses is effective in alleviating breast engorgement in postpartum women. Compresses with cabbage leaves showed more consistent outcomes. Keywords: Breast Engorgement, Cabbage Leaf Compress, Postpartum, Shallot Compress.   ABSTRAK Breast engorgement merupakan masalah umum pada ibu nifas yang dapat menimbulkan nyeri, ketidaknyamanan, dan menghambat proses menyusui. Intervensi non-farmakologis seperti kompres bawang merah dan daun kubis banyak digunakan, namun penelitian komparatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas kompres bawang merah dan daun kubis dalam menurunkan breast engorgement pada ibu nifas. Desain penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest pada 45 ibu nifas yang dibagi dalam dua kelompok intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney-U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompres bawang merah signifikan menurunkan breast engorgement, dengan 95,45% responden berada pada kategori ringan setelah intervensi (p=0,001). Kompres daun kubis menunjukkan hasil yang lebih konsisten, dengan 100% responden berada pada kategori ringan setelah intervensi (p=0,000). Analisis komparatif antar kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam menurunkan breast engorgement (p=0,823). Terapi non farmakologis menggunakan kompres bawang merah dan daun kubis terbukti efektif menurunkan breast engorgement pada ibu nifas. Kompres dengan daun kubis menunjukkan hasil yang lebih konsisten. Kata Kunci: Breast Engorgement, Kompres Bawang Merah, Kompres Daun Kubis, dan Ibu Nifas.
Pengaruh Penggunaan Maternity Corset Mechanical Pressure pada Titik Bl 23, Gv 3 dan Gv 4 Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Semowo Hartini, Hartini; S, Dina Indrati D.; Mardiyono, Mardiyono
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20170

Abstract

ABSTRACT Discomfort in pregnant women such as back pain is one of the conditions that can cause anxiety in pregnant women. One of the efforts in handling pain and anxiety is by developing a Maternity Corset Mechanical Pressure device at points BL 23, GV 3 and GV 4 which can help reduce pain and anxiety levels. To determine the effect of using a Maternity Corset Mechanical Pressure at points BL 23, GV 3 and GV 4 on reducing back pain and anxiety levels in pregnant women in the third trimester. Quasi-experimental study with pretest and posttest with control group design. The study population was pregnant women in the third trimester with back pain at the Semowo Health Center, Semarang Regency. The population was all pregnant women in the third trimester with back pain with a sample size of 42. The intervention was carried out once a day with a duration of 5 minutes for 7 days. Bivariate analysis using Wilcoxon. There is an effect of using Maternity Corset Mechanical Pressure at BL 23, GV 3 and GV 4 points on reducing back pain levels (p=0.001) and anxiety (p=0.041). Maternity Corset Mechanical Pressure at BL 23, GV 3 and GV 4 points affects the reduction in back pain and anxiety levels of pregnant women in the third trimester. Keywords: Pregnant Women, Maternity Corset Mechanical Pressure, Back Pain, Anxiety.  ABSTRAK Ketidaknyamanan pada ibu hamil seperti nyeri punggung ialah salah satu kondisi yang dapat memberikan kecemasan pada ibu hamil. Salah satu upaya dalam penanganan nyeri dan kecemasan yaitu dengan mengembangkan alatMaternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 yang dapat membantu menurunkan tingkat nyeri dan kecemasan. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Maternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 terhadap penurunan tingkat nyeri punggung dan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian Quasi experimental dengan pretest and posttest with control group design. Populasi studi ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung di Puskesmas Semowo Kabupaten Semarang. Jumlah populasi yaitu seluruh ibu ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung dengan jumlah sampel 42. Intervensi dilakukan  1 kali sehari  dengan durasi 5 menit selama 7 hari. Analisis Bivariate menggunakan Wilcoxon. Terdapat pengaruh penggunaan Maternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 terhadap penurunan tingkat nyeri punggung (p=0.001) dan kecemasan (p=0.041). Maternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 mempengaruhi penurunan tingkat nyeri punggung dan kecemasan ibu hamil trimester III. Kata Kunci: Ibu Hamil, Maternity Corset Mechanical Pressure, Nyeri Punggung, Kecemasan.
Pengaruh Senam Ling Tien Kung terhadap Tekanan Darah yang Mengalami Keluhan Hipertensi di Wilayah Saketi Pandeglang Banten Ramadani, Taufik; Nurmaliyati, Nurni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20104

Abstract

ABSTRACT Lack of physical activity is an independent risk factor for chronic diseases, one of which is hypertension and is estimated to cause death globally. With high physical activity, they have a good quality of life related to hypertension. One form of physical exercise is the movement of ling tien kung (Fu chi). To find out the effect of Ling Tien Kung gymnastics on blood pressure who have hypertension complaints in the Saketi Pandeglang Area, Banten.This type of research uses experimental research in the form of one group pretest and post test design using quasi-experimental. In this study design, respondents were given the treatment of senan ling tieng kung by conducting a pretest (initial observation) by measuring blood pressure first before being given ling tinging exercises, then giving linging tingkung exercises, then doing a posttest (last observation) by remeasuring blood pressure carried out on the same individual. The population in this study is adults who are experiencing hypertension in the Saketi Pandeglang area, Banten in October - December 2024. The sample in this study was taken using the Slovin formula as many as 68 adults and the elderly who were experiencing hypertension. Data analysis was univariate (frequency distribution) and bivariate (Wilcoxon Test). The sig (2-tailed) result in the relationship between Pre Test and Post Test is 0.000 ( 0.05) or less than alpha 0.05, then it can be decided that the test result is H0 rejected and Ha accepted. So it was concluded that there was an influence before and after Ling Tien Kung Gymnastics on blood pressure who experienced hypertension complaints in the Saketi Pandeglang area, Banten. The more frequent physical activity, the better the quality of life in hypertensive patients. So Ling Tien Kung Gymnastics is effective in lowering blood pressure in patients who have complaints of hypertension.   Keywords: Ling Tien Kung Gymnastics, Blood Pressure Reduction, Hypertension.  ABSTRAK Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor resiko independen untuk penyakit kronis salah satunya hipertensi dan secarakeseluruhan diperkirakan menyebabkan kematian secara global. Dengan aktivitas fisik yang tinggi memiliki kualitashidup yang baik terkait hipertensi. Salah satu bentuk latihan fisik adalah gerak ling tien kung (Fu chi). Untuk mengetahui pengaruh senam Ling Tien Kung terhadap tekanan darah yang mengalami keluhan hipertensi Di Wilayah Saketi Pandeglang Banten. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental berupa one group pretest and post test design dengan menggunakan quasi eksperiment. Dalam rancangan penelitian ini responden diberikan perlakuan senan ling tieng kung dengan cara melakukan pretest (pengamatan awal) dengan mengukur tekanan darah terlebih dahulu sebelum diberikan senam ling tieng kung, selanjutnya memberikan senam ling tieng kung, kemudian melakukan posttest (pengamatan terakhir) dengan mengukur kembali tekanan darah yang dilakukan pada individu yang sama. Populasi pada penelitian ini dewasa-lansia yang sedang mengalami hipertensi berada di wilayah Saketi Pandeglang Banten pada bulan Oktober - Desember 2024. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin sebanyak 68 dewasa-lansia yang sedang mengalami hipertensi. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji Wilcoxon Test). Didapat hasil sig (2-tailed) pada hubungan Pre Test dan Post Test sebesar 0,000 ( 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah Senam Ling Tien Kung Terhadap Tekanan Darah Yang Mengalami Keluhan Hipertensi Di Wilayah Saketi Pandeglang Banten. Semakin sering melakukan aktivitas fisik, maka semakin meningkat kualitas hidup pada pasien hipertensi. Jadi Senam Ling Tien Kung efektif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien yang mengalami keluhan hipertensi. Kata Kunci: Senam Ling Tien Kung, Penurunan Tekanan Darah, Hipertensi

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue