cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,609 Documents
Hubungan Kadar Gula Darah dengan Tekanan Darah Pada Penderita Diabetes Tipe 2 di RSU. Royal Prima Medan Ningsih, Sri Dewi Gusti; Saragi, Esrani Mutiara Br; Simamora, Grace July Arta; Nanda, Nanda; Laia, Yuniati; Nababan, Tiarnida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15168

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular type 2 diabetics are 2-3 times more likely to have illness, this is due to insulin resistance and blood vessel abnormalities that occur before diabetes is diagnosed. High blood pressure can make cells sensitive (insulin resistant), if cells are resistant then blood sugar will be thrown off. This study's objective was to ascertain whether type 2 diabetics have a correlation between their blood pressure and blood sugar levels. The research used was quantitative with a crossectional study design. Fifty patients with type 2 diabetes served as the study's population and sample, and an incidental sampling approach was used. The study's findings were acquired through the use of the spearman rank test with p results < 0.05. The association between blood pressure and blood sugar levels among those suffering from type 2 diabetes mellitus is the study's conclusion. The value obtained from this study is a significant value of 0.002 and a corelation coefficient value of 0.419, indicating If the relationship between blood pressure and blood sugar is sufficiently correlated.                                                                  Keywords: Blood Sugar Levels, Blood Pressure, Type 2 Diabetes ABSTRAK Penderita DM tipe 2 mengalami peningkatan risiko penyakit kardiovaskular 2 hingga 3 kali lipat, hal ini disebabkan adanya resistensi insulin serta kelainan pembuluh darah yang terjadi sebelum terdiagnosa diabetes. Tekanan darah yang tinggi dapat mebuat sel menjadi sensitif (resisten insulin), jika sel mengalami resisten maka gula darah akan terganggu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memastikan bagaimana tekanan darah penderita diabetes tipe 2 serta kadar gula darah berhubungan satu sama lain. Desain penelitian adalah cross-sectional dan penelitian dipakai yakni kuantitatif. 50 pasien dengan diabetes tipe 2 berfungsi sebagai populasi dan sampel penelitian, dan pendekatan pengambilan sampel insidental digunakan. Uji peringkat spearman digunakan untuk menghasilkan hasil penelitian, dengan nilai p < 0,05. Hubungan tekanan darah serta kadar gula darah terhadap individu dengan DM tipe 2 adalah kesimpulan penelitian. Nilai diperoleh dari penelitia ini yaitu nilai signifikan 0,002 dan nilai corelation coefficient berjumlah 0,419 dimana berarti memiliki hubungan cukup antara kadar gula darah akan tekanan darah.                                                               Kaltal Kunci: Kaldalr Gulal Dalralh, Tekalnaln Dalralh, Dialbetes Tipe 2
Kombinasi Terapi Bubuk Bayam Merah (Amaranthus Tricolor) dan Minyak Ikan Tuna Untuk Penanganan Balita Stunting Satiti, Ika Arum Dewi; Wahyuningrum, Ari Damayanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14961

Abstract

ABSTRACT Stunting is a national level health problem experienced by the majority of Indonesian toddlers. Stunting has a negative impact on human resources in the future, both physically and intellectually. The problem of stunting is caused by multiple factors, one of which is poor fulfillment of the nutritional needs of toddlers. The combination of fulfilling macro and micro nutrition in stunted toddlers is an effort needed to treat stunted toddlers. To determine the effectiveness of combination therapy of red spinach powder and tuna fish oil for treating stunted toddlers. The method used in this research was a quasi-experiment with a randomized pretest-posttest control group design. The results of measuring nutritional status in stunted toddlers were analyzed using the independent T - test. Combination therapy was given to 52 stunted toddlers who were divided into 2 groups, namely control and treatment groups. Combination therapy consists of providing high macronutrient nutrition (tuna fish oil) as the main food and providing high micronutrient nutrition (red spinach powder) as a snack. The results of this study prove that there were significant changes in nutritional status in the treatment group. The average weight of toddlers before giving combination therapy was (10.885) and after giving BB (11.855) with a P value of 0.000. Meanwhile, the results of the analysis of the difference in mean weight between the treatment group and the control group were found to be significantly different with a difference of 1.98 and a P value of 0.035. Nutritional intervention (a combination of red spinach powder and tuna fish oil) is effective in increasing the weight of toddlers with stunting Keywords: Stunting, Red Spinach, Tuna Fish Oil, Toddlers  ABSTRAK Kondisi stunting merupakan masalah kesehatan tingkat nasional yang dialami oleh sebagian besar balita Indonesia. Stunting menyebabkan efek jangka pandang di masa mendatang yakni buruknya kualitas sumber daya manusia baik dari fisik maupun kognitif. Masalah stunting disebabkan oleh multi factor salah satunya adalah buruknya pemenuhan kebutuhan nutrisi balita. Kombinasi pemenuhan gizi makro dan mikro pada balita stunting merupakan upaya yang dibutuhkan dalam penanganan balita stunting. Mengetahui efektifitas terapi kombinasi bubuk bayam merah dan minyak ikan tuna untuk penanganan balita stuting. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan rancangan randomized pretest-posttest control group design. Hasil pengukuran status gizi pada balita stunting di analisa menggunakan uji T tidak berpasangan. Terapi kombinasi diberikan kepada 52 Balita stunting yang dipecah menjadi 2 kelompok, yakni kelompok kontrol dan perlakuan. Terapi kombinasi terdiri dari pemberian nutrisi tinggi makronutrien (minyak ikan tuna) sebagai makanan utama dan pemberian nutrisi tinggi micronutrient (bubuk bayam merah) sebagai makanan selingan. Data perubahan status gizi berupa peningkatan rerata BB/U signifikan pada kelompok perlakuan. Rerata status gizi BB/U balita sebelum pemberian terapi kombinasi (10,885) dan setelah pemberian BB/U (11,855) dengan P value 0.000. Kemudian hasil perbedaan rerata status gizi BB/U kelompok control didapatkan beda signifikan dengan selisih 1,98 dan P value 0,035. intervensi nutrisi (kombinasi bubuk bayam merah dan minyak ikan tuna) efektif dalam meningkatkan BB balita dengan stunting Kata Kunci: Stunting, Bayam Merah, Minyak Ikan Tuna, Balita
Penerapan Suctioning Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Pasien Gagal Nafas Yang Terpasang Ventilator Di ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Kartikasari, Dian; Mas'ut, Ibnu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14645

Abstract

ABSTRACT Patients with respiratory failure require intensive care and are a significant cause of morbidity and mortality. Respiratory failure is a significant gas exchange capacity failure in the respiratory system, where a person is unable to effectively cough due to excessive secretions causing airway obstruction. This can be managed with suctioning to clear the airway, reduce secretion buildup, and prevent lung infections. According to the World Health Organization (WHO), the prevalence of critical patients in Intensive Care Units (ICU) increases annually, with a mortality rate of 1.1 to 7.4 million people due to critical illnesses. In Asia, 1,285 patients were placed on mechanical ventilation with an Endotracheal Tube (ETT) in 16 hospitals, including Indonesia. A study conducted at RSUD DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar in 2019 showed 241 patients with ETT. Another study at RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri in 2015 had 105 ICU patients, while ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan had 88 ventilated respiratory failure cases in 2022, increasing to 189 cases in 2023, prompting the application of "Application of Suctioning on Oxygen Saturation Changes in Ventilated Respiratory Failure Patients in ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan."Objective: This study aims to describe the Application of Suctioning on Oxygen Saturation Changes in Ventilated Respiratory Failure Patients in ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. This study accessed databases such as Garuda portal, Mendeley, and conducted a broad search on Google Scholar for Indonesian articles, using keywords: "Suctioning," "respiratory failure," "mechanical ventilator." The research shows that suctioning has a positive effect on airway cleanliness but can lead to a 1-2% decrease in oxygen saturation during implementation. However, this can be avoided by administering hyperoxygenation before suctioning. This case study is expected to serve as a reference for hospitals to improve the quality of care, especially for critically ill patients. Further research with better methodology and theoretical frameworks is needed for more specific actions. Keywords: Suctioning, Respiratory Failure, Mechanical Ventilator.  ABSTRAK Pasien gagal nafas sangat memerlukan perawatan intensif dan merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas. Gagal nafas merupakan kegagalan kapasitas pertukaran gas yang signifikan pada sistem pernafasan atau sindrom akibat kegagalan sistem respirasi melaksanakan salah satu atau kedua fungsi pertukaran gas, yaitu oksigenasi atau eliminasi karbondioksida. Data World Health Organization (WHO), Pasien kritis di Unit Perawatan Intensif (ICU), dimana prevalensi setiap tahunnya meningkat, tertulis 9,8 hingga 24,6% per 100.000 penduduk. Serta sebanyak 1,1 hingga 7,4 juta orang meninggal karena penyakit kritis. Di Asia, terdapat 1.285 pasien yang dipasang ventilasi mekanik dengan Endotracheal Tube (ETT), di 16 ICU rumah sakit, salah satunya di Indonesia (WHO, 2016). Data dari survei yang didapatkan salah satu penelitian yang dilakukan di ruang ICU RSUD DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada tahun 2019. Pasien dengan terpasang ventilasi mekanik dengan Endotracheal Tube (ETT) sebanyak 241 pasien (Hafid, 2019).Studi di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri selama bulan Oktober- Desember 2015 pasien yang mendapatkan perawatan ICU ada 105 pasien, Di ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan sendiri pasien gagal nafas yang menggunaan ventilator tahun 2022 88 kasus dan meningkat menjadi 189 kasus di 2023, Di ICU RSI Pekajangan  sendiri belum menerapkan standar suction berdasarkan evidence base practice terbaik masih sebatas kebiasaan saja dan berdasarkan SPO yang terakhir diperbaharui 4 tahun yang lalu sehingga  Tindakan suctin seperti penelitian diatas masih beresiko terhadap keselamatan pasien oleh karena itu perlu ditunjang dengan penelitian lain untuk melengkapi Tindakan yang sudah ada yaitu Hiperoksigenasi  sebelum dan setelah dilakukan Endotracheal Suctioning sebagai Evidence Based pada pasien kritis efektif meningkatkan saturasi Oksigen sehingga dapat menurunkan angka kejadian hipoksemia (Oktarisa et al., 2019), penulis tertarik untuk mengaplikasikan   “Penerapan Suctioning Terhadap perubahan Saturasi Oksigen Pasien Gagal Nafas Yang Terpasang Ventilator di ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan”. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan  Penerapan Suctioning Terhadap perubahan Saturasi Oksigen  Pasien  Gagal Nafas Yang Terpasang Ventilator di ICU RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Jenis penelitian ini menggunakan metode study case dengan satu responden yaitu pasien di ICU dengan gagal nafas yang terpasang ventilator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tindakan suctioning memberikan efek yang baik terhadap kebersihan jalan nafas, namun dalam pelaksanaannya dapat memyebabkan penurunan saturasi oksigen sebesar 1-2%. Akan tetapi hal ini dapat dihindari dengan pemberian hiperoksigenasi sebelum suctioning. Dalam studi kasus ini pasien mengalami penurunan oksigen pada saat suction dan diatasi dengan hiperoksigenasi pre suction untuk mencegah hiposia dan  diharapkan menjadi referensi  rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit terutama pasien kritis. Kata Kunci: Suctioning, Gagal Nafas, Ventilator Mekanik
Kompres Hangat dan Massage Effleurage Keduanya Efektif Menurunkan Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Khairunisya, Khairunisya; Setiawati, Setiawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14744

Abstract

ABSTRACT During the third trimester of pregnancy, changes in hyperlordosis occur, which causes back pain in pregnant women. Effleurage massage and warm compress interventions have been used but have not seen their effectiveness compared to controls. PMB Muara Enim has carried out both interventions. This study aims to determine the effect of warm compresses and effleurage massage on back pain in third-trimester pregnant women at PMB Muara Enim. The research design uses quasi-experiments, a pretest, and a posttest design with a control group. This study consisted of three groups: an effleurage massage group, a warm compress group and a control group. The sample in this study was 20 people per group, so the total sample was 60. The research period was from May to October 2023. The instrument used the Numeric Rating Scale. Data analysis used the one-way ANOVA test. The research results obtained reduced back pain in the warm compress group by the most significant number compared to the warm compress and control groups (-2.40 ± 1.04; -2.15 ± 0.98; - 0.45 ± 0.6). The statistical test results showed a significant difference in the third group (p-value 0.006). Further analysis of the control group differed from the warm compress and effleurage massage groups (p-value 0.000). Statistical results also showed that the warm compress group was not significantly different from the effleurage massage group (p-value 0.100). Warm compresses and effleurage massage are equally effective in reducing back pain in pregnant women. Keywords: Effleurage Massage, Warm Compress, Back Pain, Pregnancy  ABSTRAK Selama Kehamilan trimester III terjadi perubahan hiperlordosis yang menyebabkan nyeri punggung ibu hamil. Intervesi massage effleurage dan kompres hangat telah digunakan namun belum melihat efektivitas pada keduanya bila dibandingkan juga dengan control. PMB Muara Enim telah mempraktikkan kedua intervensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  kompres hangat dan masase effleurage  terhadap nyeri  punggung pada ibu hamil trimester III di PMB Muara Enim. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dan desain penelitian menggunakan pretest posttest design with control group. Penelitian ini terdiri dari tiga grup dengan kelompok massage effleurage, kelompok kompres hangat dan kelompok kontrol. Sample pada penelitian ini adalah 20 orang setiap kelompok,  sehingga totalsample adalah 60. Waktu penelitian bulan Mei sampai Oktober 2023. Intrumen menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis data menggunakan one way Anova test. Hasil penelitian didapatkan Penurunan nyeri punggung pada kelompok kompres hangat paling banyak bilan bila dibandingkan kelompok kompres hangat dan control (-2,40±1,04; -2,15±0,98; -0,45±0,6). Hasil uji statistic menunjukkan ada perbedaan bermakna pada ketiga kelompok (p value 0,006). Analisis lebih lanjut kelompok control berbeda bermakna dibandingkan kompres hangat dan Massage effleurage kelompok ( p value 0,000). Hasil statistic juga menunjukkan bahwa kelompok kompres hangat tidak berbeda bermakna pada kelompok Massage effleurage ( p value 0,100). Kompres hangat dan Massage effleurage sama sama effektif dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil Kata Kunci: Massage Effleurage, Kompres Hangat, Nyeri Punggung, Kehamilan
Literatur Review: Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Fiqriyah, Indhira Kurniastining; Rosyid, Fahrun Nur
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15502

Abstract

ABSTRACT  Diabetes mellitus is a disease with a high mortality rate with its prevalence increasing with increasing age. Therefore, action or intervention is needed that can be useful for controlling blood sugar for diabetes mellitus sufferers, where foot exercises are one of the non-pharmacological therapies that have the effect of controlling blood sugar for diabetes mellitus sufferers. The aim of this research is to determine whether foot exercises are effective in controlling blood sugar in people with diabetes mellitus. Using electronic databases from national and international publications such as Google Scholar and PubMed, and literature reviews are the research methodologies used. Key words from Google Scholar are foot exercises, high blood sugar, cardiovascular disease, healing, care, treatment and rehabilitation, and from PubMed the keywords Foot Exercises or High Blood Sugar or Cardiovascular Disease or Healing Care or Treatment or Rehabilitation. After conducting a preliminary literature search on Google Scholar and PubMed, 350 articles with the same title were found, 267 of which were discarded because they were less relevant to the issue of foot exercises to control blood sugar in diabetes mellitus patients. Requirements were met by 12 full-text articles. In conclusion: diabetes mellitus patients can control blood sugar effectively by using foot exercises. This approach can be used as an intervention or alternative for non-pharmacological blood sugar measures because it can drastically control blood sugar after exercise. Keyword: Diabetes Mellitus, Blood Sugar, Foot Exercises  ABSTRAK  Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian yang tinggi dengan peningkatan prevalensinya diiringi oleh bertambahnya usia. Maka dari itu diperlukan tindakan atau intervensi yang dapat bermanfaat untuk mengontrol gula darah bagi penderita diabetes mellitus yang mana senam kaki merupakan salah satu terapi non farmakologis yang berpengaruh mengontrol gula darah bagi penderita diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan apakan senam kaki efektif mengontrol gula darah pada penderita diabetes mellitus. Menggunakan database elektronik dari publikasi nasional dan internasional seperti Google Scholar dan PubMed, dan tinjauan literatur adalah metodologi penelitian yang digunakan. Kata kunci dari Google Scholar adalah Senam kaki, gula darah tinggi, penyakit kardiovaskular, penyembuuhan, perawatan, pengobatan, dan rehabilitasi, dan dari PubMed dengan kata kunci Foot Exercises or High Blood Sugar or Cardiovascular Disease or Healing Care or Treatment or Rehabilitation. Setelah dilakukan penelusuran literatur pendahuluan di Google Scholar dan PubMed, ditemukan 350 artikel dengan judul yang sama, 267 di antaranya dibuang karena kurang relevan dengan isu senam kaki untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus. Persyaratan dipenuhi oleh 12 artikel teks lengkap. Kesimpulannya: pasien diabetes mellitus dapat mengontrol gula darah secara efektif dengan menggunakan senam kaki. Pendekatan ini dapat dimanfaatkan sebagai intervensi atau alternatif tindakan gula darah non-farmakologis karena dapat mengontrol gula darah secara drastis setelah senam. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Gula Darah, Senam Kaki.
Efektifitas Game Online “Camat (Cepat Tepat Selamat)” tentang Bantuan Hidup Dasar Oleh Penolong Awam dengan Konsep Selamat Terhadap Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Hatmalyakin, Debby; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Iswara, Ruhil; Safitri, Dewin; Anjarwadi, Ihsan Angga; Yanto, Delvi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14805

Abstract

ABSTRACT The high incidence of out-of-hospital cardiac arrest requires prompt and appropriate treatment. However, in reality, lay people who are closest to the victim do not understand how to provide help so that the victim cannot be saved. Lack of public knowledge about first aid in unexpected cardiac arrest victims can increase mortality rates that could have been prevented. To prepare and develop an online game as a learning media for the community as a lay helper, especially about first aid for cardiac arrest victims. This study used a quasi-experimental design. A total of 30 respondents were involved in this study who were selected accidentally. Respondents in this study were the people of Pontianak City. The results showed that the CAMAT online game was proven to be effective in increasing the Knowledge of Pontianak City Community about cardiac arrest first aid (p = 0.014). Further development is needed in the application of the website-based SELAMAT model to expand the distribution of information in various age groups in knowing information about basic life supports for cardiac arrest. Keywords: Basic Life Support, Cardiac Arrest, CAMAT Online Game  ABSTRAK Tingginya angka kejadian henti jantung diluar rumah sakit memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Namun, pada kenyataanya orang awam yang paling dekat dengan korban tidak memahami cara memberikan pertolongan sehingga korban tidak dapat diselamatkan. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang pertolongan pertama pada korban henti jantung yang tidak terduga dapat meningkatkan angka kematian yang seharusnya dapat dicegah.  Menyiapkan dan mengembangkan game online sebagai media pembelajaran bagi masyarakat selaku penolong awam, khususnya tentang pertolongan pertama korban henti jantung. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen. Sebanyak 30 responden terlibat dalam penelitian ini yang dipilih secara accidental. Responden pada penelitian ini adalah Masyarakat Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online CAMAT terbukti efketif meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak tentang pertolongan pertama henti jantung (p= 0,014). Perlunya pengembangan lebih lanjut dalam penerapan model SELAMAT berbasis website untuk memperluas sebaran informasi dalam berbagai kalangan usia dalam mengetahui informasi tentang pemberian bantuan hidup dasar pada kasus henti jantung. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Henti Jantung, Game Online CAMAT 
Efektivitas Spiritual Guided Imagery and Music Terhadap Kecemasan Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di RSU Royal Prima Medan Simamora, Antonia Yunita; Zahwa, Putri Naysila; Sari, Nurmala; Laia, Ratnasari; Nurhayati, Eva Latifah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14971

Abstract

ABSTRACT Cancer is a disease or disorder caused by anomalies in initially healthy  tissue that attack the body. One method of treatment for cancer is chemotherapy, but it tends to cause anxiety in cancer patients, patiens often experience emotional strees due to  uncertainty about the future due to the disease they suffer from. Therefore, providing Spritual Guided Imagery and Music (SGIM) as an intervention. This research applies a single pre-and post design and also a quasi-experimental design. In this study, there were 30 patients who would represent 76 patients who were undergoing chemotherapy. The results obtained after using Guided Imagery and Music were 0.03 < 0.05. This shows that there is a difference in anxiety before and after Guided Imagery and Music in cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: Cancer, Chemoterapy, Guided Imagery and Music  ABSTRAK Kanker adalah salah satu penyakit atau kelainan yang disebabkan oleh anomaly pada jaringan yang awalnya sehat berbalik menyerang tubuh. Salah satu metode pengobatan dalam penyakit kanker adalah kemoterapi, namun cenderung menyebabkan kecemasan pada pasien kanker, pasien sering mengalami stress emosional disebabkan ketidakpastian mengenai masa depan akibat penyakit yang dideritanya. Oleh karena itu, pemberian Spritual Guided Imagery and Music (SGIM) sebagai interverensi. Penelitian ini menerapkan design single pre-and post dan juga design quasi eksperimental. Pada penelitian ini sebanyak 30 pasien yang akan mewakili dari 76 pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan Guided Imagery and Music 0,03 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan Guided Imagery and Music pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: Kanker, Kemoterapi, Guided Imagery and Music
Edukasi Pencegahan Komplikasi Neuropati Diabetik Berbasis Digital Sakinah, Sri; Tahir, Muhammad; Juniarti, Atira; Jasmin, Muh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14665

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by a lack of insulin production or by ineffective insulin production. This causes an increase in the concentration of glucose in the blood (hyperglycemia), a condition that damages many of the body's systems, especially the blood vessels and nerves. To determine the impact of providing digital-based diabetic neurophaty complication prevention education.  This type of research is quantitative with a research design, namely quasi-experimental using a one group pre-post test design approach. The sample size in this study was 25 respondents, using purposive sampling as the sampling technique. The data analysis used is the Paried T-test. From the results of statistical tests using the paired t test, it can be seen that the results of the post and pre-test with a significance of 0.000, which means p <α (0.05) where the value of p <α means that it can be concluded that there is an influence in providing Education for Prevention of Complications of Diabetic Neuropathy Based Digital. The results of this study can be used as input for health institutions in providing education on diabetic foot exercises as a non-pharmacological therapy to reduce blood sugar levels and prevent complications of neuropathy, especially in people with diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Exercise, Education   ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan karena kekurangan produksi insulin atau oleh tidak efektifnya insulin yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah (hiperglikemia), kondisi yang akan merusak banyak sistem tubuh, khususnya pembuluh darah dan saraf. Tujuan untuk mengetahui pengaruh dalam memberikan Edukasi Pencegahan Komplikasi Neuropati Diabetik Berbasis Digital. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yaitu quasi eksperimen menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Adapun besarnya sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 25 responden, dengan menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah uji paried T-tes. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji paired t test maka dapat dilihat bahwa hasil post dan pretest dengan signifikansi 0.000 yang artinya p <α (0,05) yang dimana nilai p <α maka disimpulkan ada pengaruh dalam memberikan edukasi pencegahan komplikasi neuropati diabetik berbasis digital. Penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bahan masukan bagi institusi kesehatan dalam memberikan edukasi senam kaki diabetik sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikai neuropati khususnya pada pasien diabetes melitus Kata Kunci: Diabetes Melitus, Senam Kaki Diabetes, Edukasi
Pengaruh Eksternal dan Internal terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Usia ≥ 40 Tahun di Kabupaten Labuhan Batu Sormin, Cynthia; Ashar, Taufik; Lubis, Rahayu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15708

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases that ranks 4th most common cause of death in the world. Labuhanbatu Regency is one of the districts in the main Sumatra province that must improve the control of the number of Type 2 diabetes because Type 2 diabetes cases fluctuate every year with the percentage of patients who get health services is only 90.2 percent. Therefore, the purpose of this study was to analyze the influence of internal and external factors on the incidence of Type 2 diabetes mellitus at the age of 40 years in Labuhan Batu Regency. This type of research is quantitative research with case control design. The study was conducted in 5 health centers that have the highest number of patients with Type 2 diabetes mellitus in Labuhanbatu Regency with a large sample of 43 cases and 43 controls so that the total sample size is 86 people. Based on the results of the study, the influence of internal factors include age (p-value=0.026), sex (p-value=0.017) and family history of diabetes mellitus (p-value=0.000) on the incidence of Type 2 Diabetes mellitus at the age of 40 years in Labuhanbatu Regency. The results also showed the influence of external factors including dietary habits (p-value=0.028), physical activity (p-value=0.006) and obesity (p-value=0.018) on the incidence of Type 2 Diabetes mellitus at the age of 40 years in Labuhanbatu District. The dominant factor influencing the incidence of Type 2 Diabetes mellitus at the age of 40 years in Labuhanbatu District is a family history of DM with Exp (B) value of 38.395. It is expected to the Government of Labuhanbatu Regency to be able to carry out supervision of Type 2 diabetes mellitus in individuals who have not been able to carry out supervision of the patient's familytype 2 and type 2 diabetes mellitus supervision education in families, as well as supervision of individuals who have been able to carry out supervision of families with minimal medication and education to prevent eating patterns and physical activities carried out to control stable blood sugar. Keywords: Diabetes Mellitus, Family History, Prevention  ABSTRAK Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menempati urutan ke-4 penyebab kematian terbanyak di dunia. Kabupaten Labuhanbatu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera utama yang harus meningkatkan pengendalian jumlah DM tipe 2 karena kasus DM tipe 2 yang fluktuatif setiap tahunnya dengan persentase penderita yang mendapatkan pelayanan kesehatan hanya sebesar 90,2 persen. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kejadian DM tipe 2 pada usia ≥ 40 tahun di Kabupaten Labuhan Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control. Penelitian dilakukan di 5 puskesmas yang memiliki jumlah penderita DM tipe 2 tertinggi di Kabupaten Labuhanbatu dengan besar sampel 43 orang kasus dan 43 orang kontrol sehingga total besar sampel yaitu 86 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh faktor internal meliputi usia (p-value=0,026), jenis kelamin (p-value=0,017) dan riwayat keluarga DM (p-value=<0,001) terhadap kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada usia ≥ 40 tahun di Kabupaten Labuhanbatu. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh faktor eksternal meliputi kebiasaan diet (p-value=0,028), aktivitas fisik (p-value=0,006) dan obesitas (p-value=0,018) terhadap kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada usia ≥ 40 tahun di Kabupaten Labuhanbatu. Faktor dominan yang mempengaruhi kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada usia ≥ 40 tahun di Kabupaten Labuhanbatu yaitu riwayat keluarga DM dengan nilai Exp(B) sebesar 38,395. Diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk dapat melakukan pengendalian penyakit DM tipe 2 pada individu yang belum terpapar dengan melakukan pendataan keluarga pasien DM tipe 2 dan edukasi pencegahan DM tipe 2 pada keluarga, serta pengendalian pada individu yang sudah terpapar dengan melakukan pemeriksaan kepatuhan minum obat dan edukasi mengenai pola makan serta aktivitas fisik yang dianjurkan untuk mengontrol kadar gula darah stabil. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Riwayat Keluarga, Pencegahan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Sikap dan Perilaku Ibu dalam Melaksanakan Kangaroo Mother Care (KMC) di Ruang Picu Nicu RSUD Kabupaten Temanggung Ratriyana, Dani Okta; Firdaus, Ahmad; Nurlailla, Yulia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14789

Abstract

ABSTRACT Premature babies are babies born at <37 weeks gestation. Based on weight classification, babies weighing <2500 grams are called low birth weight babies, those weighing <1500 grams are called very low birth weight babies, and those weighing <1000 grams are called extreme low birth weight babies. Based on data from the Temanggung District Health Service, infant mortality in Temanggung district has not changed significantly (no increase or decrease in 5 years) and the biggest cause of death is Low Birth Weight babies and prematurity. The aim of this research is to identify the effect of implementing health education regarding KMC using the simulation method on the level of knowledge, attitudes and behavior of mothers in implementing KMC in the PICU NICU at Temanggung District Hospital. This research is a type of pre-experimental research with a one-group pretest/posttest design. This study compares the knowledge, attitudes and behavior of mothers implementing Kangaroo Mother Care (KMC) before and after intervention with health education. The research sample was determined using consecutive sampling. The research results show that there is an influence of health education on the mother's level of knowledge. After the health education intervention was carried out, the attitudes of mothers with premature babies towards the implementation of KMC improved. Mother's behavior towards KMC after the intervention of all respondents fell into the good behavior category. Conclution that there is an influence of health education on knowledge, attitudes and behavior about KMC in mothers with premature babies in the PICU NICU at Temanggung District Hospital. Keynotes: Attitudes, Behavior, KMC, Knowledge, Premature  ABSTRAK Bayi Prematur merupkan bayi yang lahir pada usia kehamilan <37 minggu. Berdasarkan klasifikasi berat badan, bayi dengan berat badan <2500 gram disebut BBLR (bayi berat lahir rendah), berat badan <1500 gram disebut BBLSR (bayi berat lahir sangat rendah) dan berat badan <1000 gram disebut BBLER (bayi berat lahir ekstrim rendah). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung bahwa kematian bayi di kabupaten Temanggung tidak ada perubahan secara signifikan (tidak ada kenaikan dan penurunan dalam waktu 5 tahun) dan kasus penyebab kejadian kematian terbesar adalah BBLR dengan prematur. Tujuan dari studi ini adalah Mengidentifikasi pengaruh implementasi pendidikan kesehatan tentang dengan KMC dengan metode simulasi pada tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pelaksanaan KMC di ruang PICU NICU RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-experimental dengan rancangan one- group pretest/posttest. Penelitian ini membandingkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu melaksanakan Kangaroo Mother Care (KMC) sebelum dan setelah intervensi dengan pendidikan kesehatan. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu. Setelah intervensi pendidikan kesehatan dilakukan, sikap ibu dengan bayi prematur terhadap pelaksanaan KMC meningkat. Perilaku ibu terhadap KMC setelah intervensi seluruh responden masuk pada kategori perilaku baik. Kesimpulan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu, sikap ibu dan perilaku ibu tentang KMC pada ibu dengan bayi prematur di ruang PICU NICU RSUD Kabupaten Temanggung. Kata Kunci: KMC, Pengetahuan, Perilaku, Premature, Sikap

Page 76 of 161 | Total Record : 1609


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue