cover
Contact Name
Putu Doddy Heka Ardana
Contact Email
doddyhekaardana@unr.ac.id
Phone
+62361-467533
Journal Mail Official
gradien.ft@unr.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Ngurah Rai - Padma, Penatih, Denpasar Timur
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknik Gradien
Published by Universitas Ngurah Rai
ISSN : 20852932     EISSN : 27970094     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Gradien adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai. Hal ini bertujuan untuk memediasi dan mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan perancangan, dimana pembaca jurnal diharapkan dari peneliti / ilmuwan teknik sipil, peneliti / ilmuwan bidang perencanaan (Arsitektur), mahasiswa di bidang terkait, insinyur, dan praktisi di bidang ini. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan jurnal dua kali dalam setahun, yaitu April dan dan Oktober. Ini memungkinkan proses publikasi yang lebih ketat dan memungkinkan dewan editorial memperbaiki kinerja jurnal. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan artikel ilmiah di bidang teknik sipil dan perancangan, sebagai berikut. - Rekayasa Struktural, - Teknik Sumber Daya Air, - Teknik Transportasi, - Bidang Geoteknik, - Teknik & Manajemen Konstruksi, - Perencanaan Kota - Rekayasa Geospasial dan Geomatika, - Pelabuhan - Heritage Architecture - Building Technology - Urban Design - Architecture and Tourism Planning - Landscape Architecture. Semua makalah yang dikirimkan akan menjalani proses peninjauan Secara umum, Jurnal Teknil Gradien memprioritaskan makalah yang dapat menunjukkan orisinalitas, kebaruan, dan temuan penting yang dapat bermanfaat bagi minat pembaca. Pemeriksaan kesamaan untuk semua kertas yang dikirimkan akan diterapkan untuk memastikan kualitas kertas. Dalam hal ini, dewan redaksi Jurnal Teknik Gradien berkomitmen untuk memungkinkan makalah berkualitas serta berkontribusi di bidang teknik sipil dan perencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS KONSTRUKSI DALAM PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG PUSKESMAS DI KABUPATEN TABANAN Putra, I Komang Alit Astrawan; Pagehgiri, Juniada; Ariyanta, I Putu Gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.741

Abstract

Konsultan pengawas merupakan badan usaha yang bergerak di bidang pengawasan pelaksana konstruksi yang berfungsi sebagai wakil atau mediator dari pemilik proyek. Konsultan pengawas bertugas dalam menjalankan komunikasi, konsultasi, kontrol dan pengendalian dengan pihak kontraktor. Dengan adanya konsultan pengawas pada pelaksanaan proyek diharapkan mampu memberikan pengawasan dan kontrol terhadap pelaksanaan SDM, alat, material, biaya, waktu, mutu, dan K3. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang analisis kinerja konsultan pengawas konstruksi dalam pelaksanaan proyek gedung Puskesmas di Kabupaten Tabanan. Metode analisis dilakukan terhadap jawaban dari kuesioner yang telah dilakukan tabulasi dengan tahapan check list, rating scale, dan deskripsi kualitatif. Dalam hasil pembahasan, bahwa konsultan pengawas sudah memiliki kinerja konsultan pengawas yang sangat baik, karena memperoleh nilai persentase sebesar 91,26%. Hasil analisis menunjukkan, kriteria utama dari kinerja Konsultan Pengawas pada kegiatan proyek gedung Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan adalah faktor mutu, dengan skor nilai tertinggi sebesar 4.33. Nilai 4.33 bermakna, bahwa tingkat kinerja konsultan pengawas dalam pengawasan dan pengendalian mutu sangat baik khususnya dari segi pengawasan dan pengendalian material dan metode kerja. Dari segi pengawasan dan pengendalian material, konsulan pengawas melakukan pengecekan mutu material sesuai sepesifikasi yang telah ditentukan, dan dari segi metode pelaksanaan pekerjaan konsultan pengawas melakukan pemeriksaan terhadap shop drawing/gambar kerja serta pelaksanaan dilapangan yang sudah memenuhi spesifikasi teknis yang diterapkan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Konsultan Pengawas pada proyek Puskesmas di Kabupaten Tabanan memiliki kinerja sangat baik pada pengawasan dan pengendalian mutu material dan metode pelaksanaan pada kegiatan kontraktor, oleh karena itu dapat disarankan bahwa Konsultan Pengawas harus meningkatkan kinerja pada pengawasan dan pengendalian sumber daya yang lain dalam kegiatan konstruksi gedung.
IDENTIFIKASI PENILAIAN DAN MITIGASI RISIKO PADA PROYEK VILLA NINI ELLY Pagehgiri, Juniada; Putra, I Komang Alit Astrawan; Dwipayana, I Wayan Mahendra
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.742

Abstract

Analisis manajemen risiko pada proyek Villa Nini Elly yang dikerjakan oleh PT. Upadana Semesta Bali dengan nilai proyek sebesar Rp10.627.334.610.00 yang terletak di Jalan Tegal Asri No 13, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Yang dianalisis menggunakaan metode kualitatif pada identifikasi risiko, penilaian risiko dan mitigasi risiko yang diklasifikasikan sesuai dengan skala penilaian risiko untuk tingkat frekuensi dan kriteria dampak. Dari hasi penelitian didapatkan risiko yang teridentifikasi sebanyak 20 risiko. Dari 20 risiko yang teridentifikasi terdapat 10 risiko yang memiliki katagori dominan (major risk) pada pekerjaan persiapan dan pengukuran lapangan nilai risiko sebesar :12, Pelaksanaan Penggalian Untuk Lantai Basement memiliki nilai risiko sebesar: 09, Pelaksanaaan Pekerjaan Struktur Utama Bangunan Dan Pekerjaan Arsitektural memiliki nilai risiko sebesar : 06, Sumber Daya Manusia memiliki nilai risiko sebesar: 09 dan Keselamatan kerja memiliki nilai risiko sebesar: 09 Tindakan mitigasi yang dilakukan adalah: kontraktor harus mempersiapkan metode pelaksanaan cadangan, apabila pelaksanaan tidak berjalan sesuai dengan rencana awal, melakukan survei bersama konsultan, kontraktor dan owner terkait permasalahan yang terjadi dilapangan, melakukan rapat koordinasi setiap minngunya untuk membahas kendala yang terjadi, mengecek BQ mengenai spesifikasi yang diajukan ke owner, menambah truck untuk mengangkut tanah galian, menyediakan alat P3K, penempatan rambu- rambu pada area yang berbahaya.
ALTERNATIF PEMILIHAN KOMBINASI ALAT BERAT UNTUK PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Penataan Lahan Aditya Sentana Residence) Diasa, I Wayan; Ardana, Putu Doddy Heka; Erawan, I Made Purna
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.743

Abstract

Penggunaan alat berat dalam pekerjaan konstruksi sangat diperlukan untuk membantu mempermudah pekerjaan dan mempersingkat waktu pekerjaan terutama pada pekerjaan skala menengah ke atas, disisi lain penggunaan alat berat memerlukan biaya yang besar sehingga perlu dibuat perencanaan dan analisa yang matang agar alat berat berfungsi optimal. Pada penelitian ini, pekerjaan yang diteliti adalah pekerjaan penataan lahan PT. Aditya Sentana yang menggunakan beberapa alat berat seperti backhoe, dump truck dan bulldozer. Tujuan penelitian ini adalah mencari alternatif kombinasi alat berat yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan sehingga semua alat berat berproduksi optimal, hemat biaya dan durasi waktu pengerjaan yang singkat. Landasan teori dari analisa ini berpedoman pada fungsi, spesifikasi dan kapasitas produksi dari alat berat dan tinjauan beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya. Ketepatan dalam mengkombinasikan alat berat yang bekerja sangat berpengaruh terhadap biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode yang digunakan adalah metode analisis data yang terdiri dari teknik pengumpulan data, sumber data, pengamatan langsung di lapangan dan analisa produktivitas masing-masing alat berat. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan dari mengkombinasikan 3 jenis alat berat yaitu backhoe, dump truck dan bulldozer menghasilkan 6 alternatif kombinasi alat berat. Dari 6 alternatif kombinasi tersebut terpilih alternatif kombinasi yang paling menguntungkan yaitu alternatif kombinasi E yang terdiri dari 2 unit backhoe kapasitas bucket 1,2 m3, 6 unit dump truck kapasitas 9 m3 dan 3 unit bulldozer dengan biaya Rp 1.410.725.000 waktu pengerjaan 73 hari untuk backhoe dan dump truck serta 77 hari untuk bulldozer. Dengan analisis menggunakan alternatif kombinasi E terdapat penghematan biaya sebesar Rp 339.275.000 dan penghematan waktu selama 17 hari untuk pekerjaan backhoe dan dump truck serta penghematan waktu selama 13 hari untuk pekerjaan bulldozer.
GELANGGANG REMAJA DI GIANYAR Saidi, Agus Wiryadhi; Lestari, Ayu Putu Utari Parthami; Dhipta, I Made Gede Ardiana
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.744

Abstract

Kegiatan non-akademis dapat menjadi penyeimbang kegiatan akademis sehingga tercipta harmoni di dalam pribadi dan sosial remaja. Kabupaten Gianyar memiliki potensi kegiatan non-akademis berupa 15 cabang olahraga aktif dan 104 kesenian yang dilestarikan pada tahun 2016. Jumlah remaja Kabupaten Gianyar usia 10-22 tahun sebanyak 19,41% atau 96.973 jiwa pada tahun 2016. Tujuan dari Gelanggang Remaja di Gianyar adalah untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, menyehatkan remaja, menciptakan komunitas non-akademis, mempertahankan dan meningkatkan keberagaman kegiatan sosial dan ekonomi. Metode yang dipergunakan adalah dengan mengumpulkan data, melakukan analisa terhadap kegiatan yang akan diwadahi berdasarkan teori dan data lapangan. Adapun fasilitas yang akan disediakan adalah fasilitas lapangan olahraga serbaguna, kesenian, ilmiah, kerohanian, rekreasi, sosialisasi, fasilitas penunjang dan pengelola. Lokasi yang terpilih untuk Gelanggang Remaja adalah di kabupaten Gianyar, Kecamatan Blahbatuh karena memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, topografi relatif datar, terletak dekat dengan kecamatan Gianyar, Sukawati dan Ubud. Tapak terpilih terletak di jalan By Pass Dharma Giri karena memiliki sarana dan prasarana yang mendukung, pelayanan umum yang baik, potensi pengembangan tapak yang baik, transportasi umum yang memadai, kelancaran lalu lintas yang baik. Konsep dasar yang dipergunakan adalah energik (bersemangat), komunikatif (mudah dipahami) dan kreatif (memiliki nilai lebih). Tema yang dipergunakan adalah Neo-vernacular yaitu penerapan bentuk-bentuk modern yang berakar pada elemen-elemen fisik dan non-fisik arsitektur tradisional.
PERANCANGAN HOTEL WISATA ALAM DI KABUPATEN BANGLI Lestari, Ayu Putu Utari Parthami; Adnyanegara, I Gusti Bagus; Putra, I Kadek Wahyu Purnama
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.745

Abstract

Bali adalah salah satu tujuan wisata salah satu daya tarik Bali adalah karena kebudayaannya dan keindahan alamnya. Kabupaten Bangli adalah sebuah kabupaten yang ada di provinsi Bali yang menawarkan keindahan alam dan wisata alam yang banyak diminati wisatawan. Namun dari potensi alam Kabupaten Bangli tersebut masih kekurangan fasilitas akomodasi untuk para wisatawan. Untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana pariwisata di Bangli maka perlu dibangun Hotel Wisata Alam di Kabupaten Bangli guna mewadahi kebutuhan akomodasi wisatawan yang ingin berlibur. Kondisi Kabupaten Bangli yang sebagian besar adalah dataran tinggi dan menjadi daerah tujuan wisata. Maka konsep dasar yang cocok untuk Hotel Wisata Alam ini adalah Rekreatif dan Ramah Lingkungan. Rekreatif yang berarti, memulihkan atau menyegarkan kembali tubuh atau pikiran. Konsep Ramah Lingkungan atau tidak berbahaya bagi lingkungan. Jadi konsep dasar ini diharapkan menghadirkan akomodasi yang menawarkan daya tarik yang berbeda dan selaras dengan alam. Dengan didukung tema Arsitektur Hijau yang berusaha untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh moderasi. Terdapat 3 fasilitas yang ditawarkan di Hotel Wisata Alam ini yaitu fasilitas utama, fasilitas penunjang dan fasilitas serfis. Terdapat juga fasilitas di luar hotel hasil kerja sama antara pengelola hotel dengan masyarakat sekitar yaitu kebun agro dimana para wisatawan bebas mengunjungi kebun sambil berwisata agro. Total luas besaran ruangan Hotel Wisata Alam ini 21.329 m2 dan membutuhkan luas site 37.800 m2 berdasarkan peraturan pemerintah dengan sirkulasi dan ruang terbuka hijau. Lokasi site berada di Jalan Windhu Sara Desa Kedisan Kintamani Bangli. Karakter site secara umum memiliki tingkatan kebisingan rendah beriklim dingin, berkontur teras sering berundag undag dengan luas site sebesar 46.685 m2. Pada site akan direncanakan 1 entrance dengan tujuan memudahkan untuk akses keluar masuk. Melalui program ruang dan program tapak kemudian ditemukan konsep perancangan. Konsep perancangan terdiri dari dari konsep site, konsep bangunan, konsep struktur dan konsep utilitas.
EVALUASI PERENCANAAN DERMAGA TERHADAP KEBUTUHAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PASONGSONGAN, JAWA TIMUR Dwi Oktaviana Sari; Cholilul Chayati
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1073

Abstract

Pasongsongan Coastal Fishing Port (PPP) is included in the classification or type C class which has equipment to handle and process fish according to a predetermined capacity. An example of the main facilities at the Pasongsongan Beach Fishing Harbor is the wharf. The condition of the existing wharf at Pasongsongan Beach Fishing Harbor is inefficient for ships to dock at the wharf, causing queues of ships. So, the wharf at the Pasongsongan Beach Fishing Harbor has conditions that need to be evaluated because there are queues of ships when loading and unloading fish. In this research, quantitative research methods were used with hydro-oceanographic data analysis, dock planning, and cost budget (RAB) analysis. The existing condition of the wharf at Pasongsongan Beach Fishing Harbor has a wharf length of 126,920 m and a height of 3 m. Based on the evaluation of the wharf planning carried out by researchers, the dimensions of the wharf were 122 m long and 4 m high and could accommodate 6 20 GT ships. The dimensions of the largest ship are 16.87 m long and 6 m wide. The budget plan (RAB) required for the evaluation of this wharf planning is IDR 9,235,925,097,- (nine billion two hundred thirty-five million nine hundred twenty-five thousand ninety-seven rupiah). It is hoped that this planning evaluation can increase the utilization of loading and unloading dock facilities by fishing vessels.
EVALUASI PERENCANAAN BREAKWATER TERHADAP GELOMBANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PASONGSONGAN, JAWA TIMUR Irza Nensita Mayanda; Cholilul Chayati; Ach. Desmantri Rahmanto
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1074

Abstract

Pasongsongan Beach Fishing Harbor is included in class C fishing ports. The main facility at Pasongsongan Beach Fisheries Harbor is a Breakwater which was built with a length of 50 m and a width of 18 m, but it cannot protect the anchoring pond from sedimentation due to tidal currents carrying sedimentary material. enter the anchor pool so that the water depth in the anchor pool experiences shallowing due to sedimentation. Therefore, it is necessary to evaluate the breakwater planning at Pasongsongan Beach Fishing Harbor with the aim of reducing sedimentation in the harbor pond. The research method used is a quantitative descriptive method. By analyzing winds, waves and tides for 4 years. Based on the evaluation results obtained, a breakwater length of 60 m is planned with a breakwater height at the head end of the building of 4.176 m and a width of 16.55 m. Meanwhile, the height of the breakwater on the arm of the building is 4.176 m and the width is 16.07 m. The type of breakwater planned is a sloping side type made from tetrapod material and crushed stone with a building slope of 1:2. The specifications for the head end use tetrapod stone, the first layer weighing 0.434 tons and the second layer weighing 0.0434 tons, while the core layer uses rough natural stone weighing 0.00408 tons. For the arms of the building, tetrapod stone is used, the first layer weighs 0.279 tonnes and the second layer weighs 0.0279 tonnes, while the core layer uses rough natural stone weighing 0.00326 tonnes.
Analisis ANALISIS SISA BESI TULANGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CUTTING OPTIMIZATION PRO PADA KONSTRUKSI GEDUNG I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gusti Made Sudika; Ega Louis Bagus Saputra
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1075

Abstract

Making a bar bending schedule is one of the efforts to control the waste material of reinforcing steel, but in calculating the waste material manually it is still not optimal. In order to reduce the waste material, it is attempted to use software namely Cutting Optimization Pro (SCOP) which produces the output in the form of the most optimal pattern of cutting of reinforcing steel. The research object for the Villa Stilo Development Project was chosen because in the concrete structure work process there was quite a lot of steel material left over. The purpose of this study is to determine the needs and total costs, the percentage of waste and the waste cost of steel reinforcement. The method used is descriptive analytic, with the data used in the form of working drawings and budget plans. The need for steel is calculated using Bar Bending Schedule (BBS) method, for the waste of the material is analyzed using manual calculations (conventional) and compared using SCOP. The results of the analysis showed that the need for reinforcing steel in the Villa Stilo Development Project was 1,205 rods of Ø8 steel, 103 rods of Ø10 steel, 75 rods of D10 steel, 882 rods of D13 steel, 21 sheets of M7 wiremesh and 18 sheets of M10 wiremesh. With a total cost of steel needs of Rp. 225,937,460.00. The percentage of waste generated by using the conventional method is 9.43%, while using SCOP is 4.36%. For waste costs using the conventional method of Rp. 19,937,700, while using SCOP of Rp. 9,693,760.00 or the waste cost using the conventional method is 105.68% bigger than using SCOP.
KINERJA BIAYA DAN WAKTU PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT I Gede Ngurah Sunatha; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; Tjokorda Istri Praganingrum; Putu Mia Loviani
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1085

Abstract

cost and time planning and control are part of overall construction project management. The cost and time used in completing a job are continuously measured against the plan. Significant deviations in cost and time indicate poor project management. In the implementation of the construction project for the Dean's Office of the Faculty of Medicine at Udayana University, a delay of 34.15% in project realization progress was observed in the 13th week, while the planned progress was 38.14% in the 13th week. Earned Value Management (EVM) is a control method used to manage project costs and schedules in an integrated manner. This method provides information on project performance in terms of cost and time for a reporting period and provides projections of the costs and time required to complete the project. The results of the analysis show the values for Actual Cost Work Performed (ACWP) as Rp. 13,522,731,641, Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS) as Rp. 9,224,298,540, and Budgeted Cost Work Performance (BCWP) as Rp. 8,260,099,464. The average CPI value of 1.30>1 indicates that the project performance is better than planned, while the average SPI value of 0.99<1 means that the project is running behind the scheduled plan. The analysis results for the project completion projections are as follows: Estimate Temporary Cost (ETC) is Rp. 12,223,343,210, Estimate All Cost (EAC) is Rp. 25,746,074,851, Estimate Temporary Schedule (ETS) is 48 days, and Estimate All Schedule (EAS) is 139 days.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUN STAHN EMPU KUTURAN SINGARAJA DENGAN METODE FLAT SLAB Kadek Surya Dwangga; Ni Komang Ayu Agustini; Putu Aryastana
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1087

Abstract

Redesign is a work that is planned and reconfigured to achieve specific goals. One of the redesign methods in construction is the flat slab. Flat slab is a two-way reinforced concrete construction that only consists of horizontal elements in the form of slabs without beams, supported by columns. The planning location is in the Empu Kuturan Singaraja State Hindu Religion College Dormitory building. In the data collection process, the method used includes literature studies comprising architectural drawings, soil data, and structural material data. Modeling was performed using ETABS V.20 software. In this research, two models were created: 1) the Existing Model (M.eks) and 2) the Flat Slab Model (M.fs). The objective of this research is to plan the building structure using the flat slab method, compare the structural deflections of the M.eks and M.fs buildings, and also compare the budget aspects of the M.eks and M.fs buildings. In terms of deflection comparison between floors in M.eks and M.fs, the maximum deflection occurs on the 3rd floor in the M.fs method. The deflection in the X direction becomes larger, with a percentage of 47.92%. In the Y direction, it becomes smaller, with a percentage of 52.64%. In terms of budget, the flat slab method (M.fs) is more economical compared to the existing structure (M.eks), with a difference of IDR.1,659,000.00 or a percentage of 0.05%.