cover
Contact Name
Wiah Wardiningsih
Contact Email
wiahwards@gmail.com
Phone
+6222-7272580
Journal Mail Official
texere@stttekstil.ac.id
Editorial Address
Politeknik STTT Bandung Jalan Jakarta No. 31 Bandung 40272
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Texere
ISSN : 1411309     EISSN : 27741893     DOI : https://doi.org/10.53298/texere.v19i1
Texere merupakan majalah ilmiah yang mencakup karya tulis ilmiah bidang tekstil, garmen dan fesyen baik yang terkait dengan proses produksi ataupun proses pendukung (supporting)
Articles 108 Documents
PERUBAHAN KELEMBABAN RELATIF (RH) PADA RUANGAN PERTENUNAN AJL TERHADAP EFISIENSI DAN GRADE KAIN YANG DIHASILKAN Sajinu Agus Priyono; - Neoyi; Asril Senoaji Soekoco
Texere Vol 9, No 2 (2011): Texere Volume 9 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v9i2.29

Abstract

PENGGUNAAN METODE RTN (RAPID THERMO NEUTRAL) PADA PENCELUPAN KAIN POLIESTER-RAYON (65/35%) DENGAN ZAT WARNA DISPERSI DAN REAKTIF (Dispanyl Blue SE 2R dan Chloranyl Blue CSGR) TERHADAP KETIDAKRATAAN WARNA - Kurniawan; Wulan Safrihatini; Yosep Robiana
Texere Vol 9, No 1 (2011): Texere Volume 9 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v9i1.20

Abstract

PENGGABUNGAN TEKNIK BATIK PADA PEMBUATAN KAIN TENUN IKAT MENJADI KAIN BATIK TENUN IKAT Tuty Alawiyah; Sajinu Agus Priyono
Texere Vol 16, No 1 (2018): Texere Volume 16 Nomor 1 Januari 2018
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v16i1.8

Abstract

PEMANFAATAN MOLASE UNTUK PEMBUATAN LEUKO ZAT WARNA INDIGO Ika Natalia Mauliza; Khabal Khuludt; Hiqma Aurinda Pratiwi
Texere Vol 18, No 2 (2020): Texere Volume 18 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v18i2.51

Abstract

Zat warna indigo dapat digunakan untuk mewarnai serat selulosa. Zat warna indigo tidak larut dalam air, sehingga harus diubah dalam bentuk leuko zat warna indigo menggunakan reduktor. Reduktor yang digunakan umumnya natrium hidrosulfit yang sensitif terhadap udara dan kelembaban. Reduktor yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti natrium hidrosulfit adalah molase. Molase merupakan limbah produksi gula tebu yang mengandung campuran glukosa dan fruktosa. Pembentukan leuko zat warna indigo menggunakan molase dilakukan dengan rasio zat warna dan molase 1:1 – 1:5 pada suhu 70oC selama 10 menit. Leuko zat warna yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mencelup kain kapas. Molase yang digunakan memiliki kandungan gula pereduksi 17,1747%. Leuko zat warna diamati sifat kelarutan, potensial reduksi oksidasi, serta daya celup pada kapas. Penggunaan molase pada pembentukan leuko zat warna indigo berpengaruh terhadap kelarutan, potensial reduksi oksidasi, dan daya celup zat warna indigo yang makin baik seiring dengan pengingkatan rasio zat warna dengan molase. Kenaikan rasio molase pada pembentukan leuko, meningkatkan ketuaan warna dan kerataan warna hasil pencelupan. Penggunaan molase tidak berpengaruh terhadap ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokkan. Mutu leuko dan hasil pencelupan zat warna indigo yang diproses menggunakan molase lebih rendah dibandingkan pembentukan leuko zat warna indigo menggunakan glukosa murni. 
USAHA MEMPERBAIKI WARNA HASIL OVER WEIGHT REDUCE PADA KAIN POLIESTER AGAR SESUAI DENGAN TARGET Ikhwanul Muslim; Ika Natalia Mauliza; Karlina Somantri
Texere Vol 9, No 2 (2011): Texere Volume 9 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v9i2.27

Abstract

PROSES BIOWASHING MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE TIPE NETRAL (CELLUSOFTCR) TERHADAP KENAMPAKAN DAN SIFAT FISIK KAIN DENIM Gina Novia; Samuel Martin; Rr. Wiwiek Eka Mulyani
Texere Vol 20, No 1 (2022): Texere Volume 20 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i1.02

Abstract

Pada dasarnya benang lusi kain denim dicelup menggunakan zat warna indigo dengan proses perendaman beberapa kali (multi dip) menggunakan metoda slasher dyeing. Metoda ini menghasilkan celupan ring-dyeing, yaitu hasil pencelupan yang terkonsentrasi di permukaan benang sehingga mempermudah diperolehnya efek lusuh. Biowashing merupakan teknologi dalam proses penyempurnaan tekstil dengan memodifikasi pegangan serat menggunakan enzim selulase sebagai biokatalis dengan memutus ikatan 1,4-b-glukosida pada rantai molekul selulosa. Enzim yang digunakan adalah enzim selulase tipe netral (CellusoftÒCR) dengan variasi kondisi larutan pH 6, 7, 8 dengan waktu proses 10 menit, 20 menit dan 30 menit. Nilai optimum aktifitas kerja enzim selulase tipe netral (CellusoftÒCR) yaitu pada pH 6 selama 30 menit dengan hasil efek lusuh kain secara visual menunjukkan ranking pertama dengan nilai sebesar 99, pengurangan berat kain sebesar 3,03 %, kekuatan tarik kain sebesar 556 N untuk arah lusi dan 359 N untuk arah pakan dan kekakuan kain sebesar 7,9 mg.cm untuk arah lusi dan 2,9 mg.cm untuk arah pakan.
KAJI EKSPERIMENTAL NONWOVEN BERBAHAN SERAT DOMBA WONOSOBO SEBAGAI INSULATOR UNTUK APLIKASI ATAP Dody Mustafa; Noerati -
Texere Vol 20, No 1 (2022): Texere Volume 20 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i1.03

Abstract

Domba Wonosobo atau Dombos merupakan hasil persilangan antara domba lokal daerah Kejajar Kabupaten Wonosobo yang dikenal sebagai domba ekor tipis dan domba ekor gemuk dengan Domba Texel yang berasal dari Belanda. Adanya aktifitas peternakan menyebabkan adanya limbah bulu domba yang terbuang begitu saja. Hal ini menimbulkan gagasan baru untuk membuat material insulator karena Indonesia merupakan daerah tropis dan panas. Berdasarkan sifat fisik bulu domba yang memiliki densitas sangat rendah dan bulky yang dapat menahan udara dan panas yang baik. Untuk membuat material tersebut bernilai tinggi perlu dipilih metode hotpress dan semaksimal mungkin menggunakan bahan recycle atau bahan alam yang ramah lingkungan. Pembuatan material insulator ini menggunakan teknik proses nonwoven metode needle punch dan  thermal bonding sistem hot press, untuk meningkatkan daya rekat antar serat bulu dombos ditambahkan serat poliester dengan titik leleh yang rendah sebagai binder atau perekat. Penggunaan dombos pada nonwoven dengan ketebalan 20 mm pada suhu 73o C dapat menurunkan hingga temperature hingga 64.4 %, sedangkan untuk nonwoven dengan ketebalan 10 mm dapat menurunkan temperature hingga 57.5 % dan  nilai thermal konduktifitasnya lebih baik di bandingkan dengan material glasswool yaitu 54.8 % dan nonwoven waste denim 50.7 %.
PENYISIHAN COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) DAN WARNA PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR IKM BATIK MENGGUNAKAN ALAT ELEKTROKOAGULASI Octianne Djamaludin; Budy Handoko; Wulan Safrihartini; Eka Oktariani; Lestari Wardani
Texere Vol 20, No 1 (2022): Texere Volume 20 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i1.04

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) batik merupakan salah satu industri yang terus berkembang di Indonesia. Sentra-sentra IKM batik di Pekalongan, Solo, Jogjakarta sentra IKM yang lebih kecil seperti Bandung, Purwakarta maupun Bekasi juga terus berproduksi terus berproduksi meskipun masa pandemik ini. Pada satu sisi, hal ini menguntungkan bagi perekonomian daerah namun limbah cair yang terbentuk pada saat produksi batik sangat berpotensi merusak lingkungan. Pada umumnya IKM Batik tidak memiliki sarana instalasi pengolahan limbah cair yang baik. Penelitian pengolahan limbah cair batik telah banyak dilakukan, seperti metoda adsorpsi, koagulasi, oksidasi dan biologi. Salah satu metode yang berhasil mengolah limbah cair batik dengan baik adalah metoda koagulasi menggunakan elektrokoagulan yang tidak memerlukan penambahan bahan kimia. Namun, pada umumnya penelitian tersebut belum sampai pada skala yang lebih besar dengan volume limbah di bawah 5 liter. Penelitian ini menggunakan limbah cair yang mempunyai karakteristik melebihi baku mutu limbah cair industri tekstil yaitu COD 1.485 mg/l, warna yang sangat pekat, dan pH 9. Alat elektrokoagulan ini dilengkapi arus listrik hingga 20  ampere, jarak elektroda  1  cm dan waktu tinggal hingga 30 menit. Hasil penelitian ini adalah alat elektrokoagulasi dengan kapasitas 6 – 10 liter untuk mengatasi limbah yang dihasilkan oleh IKM Batik. Alat elektrokoagulasi tersebut mampu menurunkan kadar COD sebesar 51,9%, pH menjadi 7, dan penurunan warna hingga 76,70%. 
KAJIAN PENGGUNAAN DUA SISIR TENUN BERPROFIL PADA MESIN TENUN AIR JET TOYODA TIPE JAT 810 Novia Purnamasari; Giarto -
Texere Vol 20, No 1 (2022): Texere Volume 20 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i1.05

Abstract

Di industri pertenunan air jet terdapat dua jenis sisir tenun berprofil yang dapat digunakan pada mesin tenun air jet, yaitu sisir tenun berprofil tipe C dan sisir tenun berprofil tipe E . Pada saat mesin tenun menggunakan sisir tenun profil tipe C, terjadi jumlah stop pakan yang cukup tinggi, sehingga tekanan udara dinaikkan agar jumlah stop pakan dapat berkurang. Ketika tekanan udara dinaikkan konsekwensinya konsumsi  udara akan bertambah. Untuk mengurangi jumlah stop pakan maka dilakukan percobaan menggunakan sisir tenun profil tipe E.Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan dua sisir berprofil beda terhadap  jumlah weft stop dan konsumsi pemaikan udara pada proses pertenunan. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan tiga tekanan udara yaitu 0,22 Mpa, 0,25 Mpa, dan 0,28 Mpa. Berdasarkan hasil percobaan saat menggunakan sisir tenun profil tipe C dengan tekanan 0,25 Mpa, jumlah weft stop yang terjadi rata-rata sebanyak 50 kali dalam waktu satu shift. Pada saat mesin menggunakan sisir tenun profil tipe E dengan tekanan udara 0,22 Mpa, jumlah weft stop yang terjadi rata-rata sebanyak 44 kali dalam waktu satu shift.Terjadi penurunan jumlah weft stop saat menggunakan sisir tenun profil tipe E dengan tekanan udara yang lebih rendah. Dari pengamatan bentuk profil kedua sisir tenun, ternyata sisir tenun profil tipe E, jarak semburan antara pusat semburan (lubang sub nozzle) dengan permukaan benang pakan lebih dekat sehingga dengan tekanan udara yang lebih rendah dibanding sisir tenun profil tipe C, akan memberikan kecepatan angin serta gaya dorong yang relatif lebih tinggi terhadap benang pakan. Hal tersebut dapat terjadi karena penyebaran udara pada sisir tenun profil tipe E relatif lebih kecil yang mengakibatkan kecepatan udara dan gaya dorong terhadap benang pakan dapat meningkat.Kata kunci: sisir berprofil
UPAYA MENGURANGI KESADAHAN AIR RECYCLE LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF Utami Nurul Azijah; Lestari Wardani; Rr. Wiwiek Eka Mulyani
Texere Vol 20, No 1 (2022): Texere Volume 20 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i1.01

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama pada proses basah tekstil. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan air. Dalam upaya mengefisienkan penggunaan air, salah satu pabrik tekstil menggunakan kembali air hasil recycle limbah produksinya. Air hasil recycle limbah pabrik tersebut memiliki tingkat kesadahan dan kandungan logam yang masih tinggi sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan komposisi  zeolit dan arang aktif serta waktu kontak adsorpsi terhadap penurunan kesadahan untuk memperbaiki kualitas air proses hasil recycle limbah produksi di salah satu pabrik tekstil tersebut. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode filtrasi saringan cepat dilakukan dua tahapan. Pada tahap awal dilakukan filtrasi dengan beberapa komposisi media zeolit:arang aktif sehingga didapat komposisi optimum media zeolit: arang aktif ialah 8:1. Dilanjutkan dengan uji tahap dua yaitu variasi waktu kontak. Komposisi optimum media zeolit-arang aktif yaitu pada perbandingan 8:1 dapat menurunkan nilai kesadahan sebesar 54,36%. Nilai optimum yang dapat dicapai dengan komposisi zeolit:arang aktif 8:1 yaitu pada waktu adsorpsi selama 8 menit dengan hasil nilai pH 6 dan nilai kesadahan total sebesar 3,03°dH dengan efisiensi 74,55%, kesadahan Ca sebesar 1,12°dH dengan efisiensi 69,97%, kesadahan Mg 1,91°dH  dengan efisiensi 76,65%.

Page 6 of 11 | Total Record : 108