cover
Contact Name
Sumaningsih
Contact Email
educasiajournal@gmail.com
Phone
+62541-700 2222
Journal Mail Official
educasiajournal@gmail.com
Editorial Address
http://www.educasia.or.id/index.php/educasia/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
EDUCASIA : Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran
ISSN : 25029150     EISSN : 25275011     DOI : http://dx.doi.org/10.21462/educasia
Core Subject : Education,
EDUCASIA, e-ISSN 2527-5011 dan p-ISSN: 2502-9150 adalah Jurnal yang menerbitkan tulisan baik artikel hasil penelitian maupun artikel kajian kepustakaan bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran.
Articles 111 Documents
The Use of English Songs to Teach Listening Skill Maria Ulfa
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2019): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v4i2.50

Abstract

There are four English skills that determine the learner’s performance in English. One of the very important skills is listening. The successful learning not only depends on the learner but also to the teacher. Teaching listening is one of the important thing that English teacher must know how to teach it. Teaching listening is not easier because not all of learners like listening. The teacher must create the enjoyable atmosphere, fun and interesting situation as possible as teacher can. The enjoyable atmosphere will have good effects on the education, because if they dislike the subject it will drop their spirit as soon as possible. In other word, the teacher should make learning enjoyable because many students like listening song and learn well when they are enjoying themselves. Using song can be boastful to motivate the students in learning English as well to enhance their ability in listening skill.
Using Flashcards to Increase Grammar Mastery of MTs Students in Kutai Kartanegara Samsu Armadi
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2020): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v5i2.51

Abstract

This study reports the difference of using flashcards and textbooks in teaching grammar for junior school students. The study aimed at examining the hypothesis that read: “flashcards do not improve grammar mastery.” This study used an experimental of post-test only design, implementing an experimental group that received flashcards for the treatments of learning grammar, and the controlled group that received textbooks for learning grammar. The hypothesis testing at p=0.05 and n = 48 indicated that Ho was rejected and the result was significant (t-value = 3.377 and t- table = 1.68). This means flashcards significantly improved grammar mastery. In other words, flashcards as media of teaching grammar is superior than using textbook.
Karakteristik Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Pertama Wuwuh Yunhadi
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2020): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v5i2.52

Abstract

A misleading conception of teaching-learning Sosial Sciences for elementary and secondary school in Indonesia has widely occurred. Social Science lesson is considered simple, from which learning is basically a recall and comprehension of a text, and the teaching model is simply providing students with textbook for reading. Similar to other lessons, the substance of IPS is obviously hard to teach. People change as well as the social life. Those changes are leading the changing of social science. Learning social science tries to understand those changing. The understanding of social science will help the learners, particularly young people, make reasonable decisions for public goods as citizens to live together and participate in social life.
Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Belajar IPA Fisika di SMP Muhammadiyah 3 Samarinda Muhammad Saparuddin
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2020): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v5i2.56

Abstract

Strategi inkuiri adalah proses pembelajaran dimana siswa aktif mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga siswa dapat menemukan sendiri pengetahuan yang diperolehnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Samarinda dan sampel penelitian adalah siswa kelas VIII-B yang berjumlah 25 siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Hasil belajar siswa diukur menggunakan instrument tes hasil belajar berupa post test sedangkan aktivitas siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi dengan satu pengamat. Berdasarkan hasil analisis seluruh siswa mendapatkan nilai diatas KKM yaitu 82,40 dan aktivitas siswa dikelas baik dalam kegiatan individu maupun kelompok, jadi penerapan strategi pembelajaran inkuiri terbilang baik.
Tindak Tutur Ekspresif Berbahasa Indonesia oleh Mahasiswa Pembelajar BIPA Asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta Istifatun Zaka
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2020): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v5i2.57

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif berbahasa Indonesia oleh mahasiswa pembelajar BIPA asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta tahun akademik 2016/2017. Pendekatan dalam penelitian ini merupakan kualitatif. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 April 2017 di kelas BIPA, yaitu kelas Yunan (Yunan University of Nationalities/Yunan Minzu University/Yunnan Minzu Daxue). Data dalam kajian ini adalah semua kata, frasa, dan kalimat yang merupakan tuturan ekspresif. Data diambil dari sumber data yang berupa percakapan yang dilakukan oleh mahasiswa dari Yunan University of Nationalities (YUN). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara. Untuk kriteria kredibilitas atau derajat kepercayaan, dilakukan pemeriksaan data dengan teknik ketekunan pengamatan dan pengecekan sejawat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, bentuk tindak tutur ekspresif berbahasa Indonesia oleh mahasiswa pembelajar BIPA asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun akademik 2016/2017 berdasarkan tataran linguistiknya termasuk tindak tutur langsung literal berupa kata, frasa, dan kalimat. Sementara itu, berdasarkan pengaruh bahasa pertama, dalam tindak tutur ekspresif berbahasa Indonesia tersebut ditemukan adanya alih kode dan campur kode dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Hal ini terjadi karena keterbatasan penggunaan kode terutama bahasa Indonesia. Kedua, fungsi tindak ekspresif berbahasa Indonesia oleh mahasiswa pembelajar BIPA asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun akademik 2016/2017 adalah menyetujui, membenarkan, mengklarifikasi, mengungkapkan rasa heran, mengungkapkan rasa bingung, mengungkapkan rasa yakin, dan mengungkapkan rasa senang di mana fungsi tindak tutur ekspresif untuk mengungkapkan rasa bingung merupakan fungsi yang paling banyak ditemukan.
Inovasi Pembelajaran di PTAI (Analisis Kebutuhan Penerapan Model Pembelajaran Research-based Learning) Hajriana Hajriana
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 6 No 1 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v6i1.63

Abstract

Being a university that implements research-based education is one of the missions of Islamic Religious Education study program at PTAI East Kalimantan. It will be difficult to realize if students have lack abilities to do research. This study aims to analyze the importance of learning inovations by applying research-based learning and student characteristic of PAI study program by qualitative method. The results showed that implementation of learning in Islamic Religious Education study program at PTAI did not support the improvement of student research abilities, so it needed to be supported through learning innovations that were integrated research activities in the form development and application of research-based learning that was adjusted to the characteristics of the learners were millennial and part-time students.
Profile Dan Sejarah Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Di Kalimantan Selatan Ahyar Rasyidi; Husnul Yaqin
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v6i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profile dan sejarah pondok pesantren tahfizh Al-Qur’an di Kalimantan Selatan. Menarik untuk dikaji oleh karena menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak sekolah dan bagi pembinaan akhlak siswa khususnya pada bidang Al-Qur’an. Para orang tua berkeyakinan bahwa jika anak mereka mondok di pesantren tahfizh Al-Qur’an, maka akan terjaga akhlaknya oleh Allah, terlebih dengan arus globalisasi zaman saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif, dimana sumber data diambil dari hasil penelitian dan data sekunder dari hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data yang menyimpulkan hasil penelitian yang berkaitan dengan (hasil observasi, dan wawancara kepada pimpinan pondok pesantren tahfizh Al-Qur’an). Hasil penelitian yaitu bahwa Pondok pesantren tahfizh Al-Qur’an di Kalimantan Selatan memiliki sejarah panjang. Bahkan, sejak pasca reformasi, kehadiran pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an di Kalimantan Selatan mulai dilirik orang tua sebagai wadah pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anaknya. Pendidikan atau pengajaran adalah salah satu dari sekian tradisi Al-Qur’an di Kalimantan Selatan. Pesantren tahfizh Al-Qur’an adalah salah satu model pendidikan Al-Qur’an. Kalimantan Selatan banyak pondok pesantren Tahfizh Al-Qur’an yang melaksanakan pembelajaran dan menghafal Al-Qur’an yang dilaksanakan secara intens. Antara pondok pesantren Tahfizh Al-Qur’an yang satu dengan yang lainnya memiliki keunikan/karakteristik masing-masing yang selanjutnya menjadi dinamika bagi perkembangan dan eksistensi pondok pesantren Tahfizh Al-Qur’an tersebut. Dibeberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, telah menetapkan peraturan daerah (perda) yang mengatur soal kemampuan masyarakatnya dalam membaca Al-Qur’an. Tercatat ada tiga daerah yang memiliki peraturan daerah yang khusus mengatur persoalan membaca Al-Qur’an, yaitu Kota Banjarmasin, Kab. Banjar, dan Hulu Sungai Utara.
Efektivitas Penggunaan Alat Peraga Gambar Tumbuhan pada Mata Pelajaran IPA terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Hajriana Hajriana; Khusnul Khotimah; Siti Maulidah; Siti Nasi'ah
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v6i2.66

Abstract

Pentingnya penggunaan alat peraga gambar diajarkan di Sekolah Dasar. Perlu diketahui sebagian besar di sekolah hanya mengajarkan mata pelajaran IPA hanya dengan metode Konvensional sehingga dalam kegiatan belajar akan terasa jenuh sehingga dengan adanya penggunaan alat peraga gambar, pelajaran akan lebih kondusif, menyenangkan dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana Efektifitas Penggunaan alat Peraga Gambar pada materi Struktur Tumbuhan dan Fungsinya terhadap Hasil Belajar IPA Siswa kelas IV SDN 012 Muara Badak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (Quasi Eksperimen Research, sedangkan desain penelitiannya menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 012 muara badak yang berjumlah 58 Siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kelompok eksperimen nilai rerata pretest sebesar 68,97 dan nilai posttest sebesar 79,03. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai rerata pretest sebesar 71,59 dan nilai posttest sebesar 71,86. Hasil uji hipotesis posttest kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa uji t hitung >t tabel dengan nilai 2,147 > 2,003 (nilai Df 56) atau nilai signifikansi 0,036<0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan pada hasil post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga gambar dalam pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 012 Muara Badak.Pentingnya penggunaan alat peraga gambar diajarkan di Sekolah Dasar. Perlu diketahui sebagian besar di sekolah hanya mengajarkan mata pelajaran IPA hanya dengan metode Konvensional sehingga dalam kegiatan belajar akan terasa jenuh sehingga dengan adanya penggunaan alat peraga gambar, pelajaran akan lebih kondusif, menyenangkan dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana Efektifitas Penggunaan alat Peraga Gambar pada materi Struktur Tumbuhan dan Fungsinya terhadap Hasil Belajar IPA Siswa kelas IV SDN 012 Muara Badak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (Quasi Eksperimen Research, sedangkan desain penelitiannya menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 012 muara badak yang berjumlah 58 Siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kelompok eksperimen nilai rerata pretest sebesar 68,97 dan nilai posttest sebesar 79,03. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai rerata pretest sebesar 71,59 dan nilai posttest sebesar 71,86. Hasil uji hipotesis posttest kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa uji t hitung >t tabel dengan nilai 2,147 > 2,003 (nilai Df 56) atau nilai signifikansi 0,036<0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan pada hasil post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga gambar dalam pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 012 Muara Badak.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Pendekatan SETS terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Arosbaya Nurul Fitria Ningsih
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 6 No 1 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v6i1.53

Abstract

This study aims to describe the students' learning achievement, the implementation of cooperative learning of STAD using SETS approach, and the students’ respond after following the teaching and learning process. This is a pre-experimental study, and the researcher chose one class as the subject of the research, that is, class VIII-i consist of 34 students. The design of the study is one shot case design. The study was conducted for three meetings, two meetings for the teaching and learning process, and one meeting for the administration of cognitive and psychomotor test. The findings of the study shows that the implementation of cooperative learning of STAD using SETS approach in the material of household chemicals have been implemented well based on the syntax in the category of very good (89%). The cognitive aspect of the learning achievement of the successful students were 30 students (88,2%), unsuccessful students were 4 (11,8%). The result of normality test shows that it is normally distributed classes with χscore <χtable (9,5 <11,07) with α = 0,05. The result of t-test of one-tailed obtained tscore> ttable (α = 0,05), with tscore of 4,96 and 1,70 for ttable. This result shows that the implementation of cooperative learning of STAD using SETS approach in the material of household chemicals improves the students’ learning achievement. The students’ performance in the psychomotor aspect is the category of excellent (90,8%), and the affective aspect is in the category of good (84,5%). Based on the results of questionnaires known that students respond positively to the teaching and learning process with the criteria of very good (95,3%).
Kajian Literatur: Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Materi Pendidikan Agama Islam Chairul Anwar
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 6 No 1 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v6i1.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep contextual teaching and learning (CTL) dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian library. Data yang diperoleh kemudian dianalisis serta ditelaah secara mendalam atas referensi yang dipakai, sebagaimana halnya dalam studi kepustakaan atau library research. Penelitian ini, menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual teaching and learning (CTL) memiliki dasar normatif yang menjadi pijakan atau acuan untuk digunakan dalam mengajarkan materi pendidikan Agama Islam di sekolah ataupun pada madrasah. Hasil analisis yaitu bahwa secara konseptual bahwa CTL adalah jenis pendekatan yang menggunakan cara pandang dan/atau metode analisis terpadu. Proses pembelajaran yang memungkinkan untuk diintegrasikan perlu didiskusikan untuk menemukan kesamaan dan kegunaannya, sehingga dapat lebih komprehensif dan lebih kontekstual. Penerapan paradigma ini telah dijelaskan memiliki beberapa kendala ketika dievaluasi. Penerapan pembelajaran contextual teaching and learning di dalam kelas memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan diri untuk belajar mandiri dan berkolaborasi. Penerapan CTL ini juga sangat bersinergi dengan materi PAI, sehingga dalam pengembangan bahan ajar dapat diterima oleh siswa. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian serupa selanjutnya tentang konsep interkoneksi-integratif di masa mendatang.

Page 4 of 12 | Total Record : 111