EDUCASIA : Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran
EDUCASIA, e-ISSN 2527-5011 dan p-ISSN: 2502-9150 adalah Jurnal yang menerbitkan tulisan baik artikel hasil penelitian maupun artikel kajian kepustakaan bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran.
Articles
111 Documents
Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri III
Pimada, Luluk Humairo
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Educasia, 2(1), 2017
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanan pembelajaran yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri III bagi siswi kelas I dan I Intensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas I dan I Intensif yang berjumlah 800 siswi، dan pengambilan sampel sebanyak 142 siswi selanjutnya peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yakni Field Work Research dengan teknik observasi، angket، wawancara، dan dokumentasi، pengelolaan mengolah data yang berupa angket menggunakan rumus : P = X 100 % Berdasarkan hasil penelitian proses pelaksanan pembelajaran Bahasa Arab، dan Pendapat Para Siswi termasuk kategori sangat baik dengan memperoleh nilai akhir sebesar 2،445. Dan dilihat dari skala interprestasi yang ada maka nilai tersebut masuk dalam rentang nilai 2،333 – 3،000 yang memiliki kategori sangat baik.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Cooperative Learning Berbasis Achievement Grouping (CLAG)
Saugi, Wildan
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Educasia, 3(1), 2018
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan model Cooperative Learning Berbasis Achievement Grouping (CLAG) yang mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa. Permasalahan penelitian ini adalah keaktifan siswa yang tinggi akademiknya menutupi keaktifan siswa yang kurang secara akademik dan hasil belajar siswa yang rendah yakni hanya 24% nilai ketuntasan ujian nasional mata pelajaran matematika. Pembelajaran model CLAG diharapkan dapat memperbaiki proses pembelajaran secara maksimal berdasarkan kemampuannya masing-masing. Ali Imran (1995) dalam Rahayu (2011) menjelaskan bahwa grouping adalah pengelompokkan peserta didik berdasarkan karakteristik-karakteristiknya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang berlangsung selama tiga siklus dengan subjek penelitian sejumlah 29 siswa VI SD Islam Terpadu As-Salaam Fakfak. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model CLAG mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa dengan peningkatan keaktifan siswa sebesar 78% dan hasil belajar siswa sebesar 75%. Langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: (1) Pembelajaran model CLAG harus dipahami jelas oleh siswa secara lisan maupun tertulis; (2) Klasifikasi kelompok berdasarkan kemampuan siswa dan pertukaran anggota kelompok; (3) Pendampingan siswa yang kesulitan belajar secara tuntas; (4) Penyederhanaan makna latihan soal; (5) Analisis butir soal tryout.
Penghapusan Diskriminasi Bagi Perempuan Perspektif Pendidikan Islam
Hidayati, Diajeng Laily;
Mufti, Nur Illiyyin Setya
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Educasia, 3(1), 2018
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kekerasan perempuan adalah salah satu topik yang masih hangat kerap dibicarakan dikalangan masyarakat. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh pola pikir manusia masih berkutat pada perbedaan hak antar kaum laki-laki dan perempuan. Pola pikir ini kerap kali membuat pembagian kekuasaan yang timpang antara kaum laki-laki dibandingkan perempuan. Kenyataan ini kemudian menciptakan sebuah kondisi sosial yang tidak ideal dimana kekuasaan digunakan secara berlebihan oleh pihak laki-laki dalam memenuhi hak dari perempuan. Periaku inilah yang kemudian mendorong munculnya diskriminasi terhadap peremupuan yang menyebabkan merosotnya kemajuan perempuan. Opressi yang diterima perempuan selalu muncul baik dalam level mikro, mezzo, ataupun makro. Dalam lingkup structural, kultur hingga individu perilaku opressi kerap diterima perempuan terutama ketika mereka ingin bergerak di ranah publik. Skeptis lemah terhadap perempuan kerap kali dilabelkan dengan dali-dalil keagamaan yang mengingatkan tentang tugas utama perempuan dalam wilayah domestik. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang solusi pendidikan islam dalam melenyapkan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, artikel ini membahas bahwa kekerasan yang besifat gender adalah setiap kekerasan atau penderitaan perempuan dalam segi fisik maupun psikologis, termasuk seluruh ancaman-ancaman, perampasan maupun pemaksaan. Disisi lain, Islam sebagai agama Rahmatan Lill Alamin telah memberikan solusi terbaik atas pemenuhan kewajiban dan hak laki-laki dan perempuan. Beberapa kebijakan dalam Pendidikan Islam yang berkaitan dengan cerai, waris dan kewajiban menggunakan jilbab memiliki penafsiran yang luas sehingga tidak dapat serta merata dikatakan sebagai bentuk oppresi atau diskriminasi terhadap perempuan dalam Islam.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI MIN 1 SAMARINDA
Hafidz, Aditya;
Ilyasin , Mukhamad;
Julaiha, Siti
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Educasia, 1(2), 2016
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya manajemen dalam mengatur pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan, terutama di lembaga pendidikan seperti di MIN 1 Samarinda yang merupakan SD/MI sekolah lanjut tingkat dasar pelaksana program keterampilan sehingga memiliki dan membutuhkan lebih banyak sarana dan prasarana dibading MI pada umumnya, melalui manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen sarana dan prasarana pendidikan di MIN 1 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan sumber data kepala sekolah, staf TU yang bertugas dalam pengelolaan sarana dan prasarana, wali kelas dan guru mata pelajaran. Dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, data yang diperoleh dianalisis dengan mengikuti model langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di MIN 1 Samarinda diawali dengan perencanaan yang dilakukan kepala sekolah dan para staf TU yang bertugas di bidang sarana dan prasarana setelah melalui proses pertimbangan keputusan akhir berada di tangan kepala sekolah. Pengadaan barang dilakukan dengan cara membeli dan cara lainnya melalui bantuan barang yang diberikan oleh pemerintah atau lembaga serta masyarakat. Adapun pendistribusian barang dilakukan secara langsung, penggunaan dan pemeliharaan dilakukan bersama-sama dan dikoordinir oleh guru dan unit yang menerima barang. Penginventarisasian barang dilakukan sesuai ketentuan dan dilaporkan secara rutin akan tetapi dalam hal penghapusan barang belum bisa terlaksana karena adanya beberapa kendala seperti tidak adanya berita acara barang.
Implementasi Guru Mengukur Ketercapaian Nilai-Nilai Budaya Karakter Bangsa Melalui Mata Pelajaran di SMP Plus Melati Samarinda
Riswadi
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2019): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21462/educasia.v4i1.31
Penelitian ini bertujuan menganalisis Cara guru-guru SMP Plus Melati Samarinda mengukur ketercapaian integrasi nilai-nilai budaya karakter bangsa yang dinyatakan pada Silabus dan RPP di SMP Plus Melati Samarinda. Metode penelitian ditinjau dari aspek konteks (context), masukan (input), proses (process), dan hasil (product) Data di kumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, kuesioner, dan observasi di lingkungan sekolah. Subjek penelitian terdiri atas: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru dan siswa. Objek penelitian adalah pengintegrasian program pendidikan budaya karakter bangsa melalui mata pelajaran. Data analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan evaluasi CIPP memberikan hasil bahwa secara umum keterlaksanaan program integrasi pendidikan budaya karakter bangsa melalui mata pelajaran berjalan meskipun dokumentasi pengukurannya belum terlihat nyata. Dan sebagian besar guru telah mengetahui konsep dan keharusan memasukkan budaya karakter bangsa dalam pembelajaran hanya saja belum terlihat secara eksplisit dalam RPP walaupun secara prakteknya telah di terapkan dalam proses pembelajaran serta dampak terhadap peserta didik telah terlihat dengan tidak adanya catatan pelanggaran.
Implementation of Character Education in Religious Culture: Multi-case study in Public and Islamic Junior High Schools
Yunita Noor Azizah
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2019): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21462/educasia.v4i1.32
In an effort to internalize religious values in children’s character, a religious culture is needed in the school. This is because the portion of time given to Islamic subjects in schools is only relatively less on a weekly level, so the opportunities for teachers to provide guidance and direction are also relatively small. In addition, the religious values that exist in children are often defeated by the negative cultures around it. Therefore, character education in religious culture is considered to be able to shape the character of the students. This research aims to describe: (1) Character education planning on religious culture at State Junior High School 4 & Madina Islamic Junior High School (2) Implementation of character education on religious culture in State Junior High School 4 & Madina Islamic Junior High School. This research uses a qualitative approach using a multi-case study design. Data collection is conducted using in-depth interviews, observations & documentation. Research informants are principals of school, Islamic education teachers. The data obtained by the informant & the subjects studied were interpreted and analyzed using cross-case data analysis. The findings of the study proved that: (1) Character education planning on religious culture at State and Islamic Junior High School is carried out using the standard set of character of students, forming religious culture, and providing supporting facilities, setting the standard competencies of graduates, and dividing the responsibility of mentor for each student. (2) The implementation of character education in religious culture in State Junior High School 4 is carried out using integrating the standard characters contained into the daily, weekly, monthly religious culture. And the application of character education in religious culture at Madina Islamic Junior High School is done using integrating the raw characters contained into the religious culture.
The Implementation of Culture-Based Extracurricular Activities at SMP N 2 Pajangan
Anggie Nadia Dinihari
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2019): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21462/educasia.v4i1.33
Karawitan and traditional dance are two of culture-based extracurricular acrivities. This study aims to evaluate both of extracurricular activities in order to find information to be used in judging alternatives. This is a kind of evaluative study. The data were gained from interview, documentation, and also observation. School administrator, students, and instructor became the participants of this study. Analysis data of this study used descriptive qualitative analysis which focused on each aspect based on the CIPP model evaluation. Data were presented narratively by adding quotation from the interview. The study found that from the context evaluation, school administrators were right in choosing karawitan and traditional dance as the culture-based extracurricular activities. This met the needs of environment. However, for traditional dance should have instructor. From the input process, schools administrators selected students which wanted to follow the extracurricular activities then choose some of them. This was aimed to have balance quota for each extracurricular activities. For the process evaluation, authors found that the room can affect to the process of activities. Room should be bigger so that the process of extracurricular runs well. For the last is product evaluation. Product for traditional dance is better for individual only. That is why school administrator is hoped to make better improvement for both extracurricular activities.
Strategi Implementasi Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dI SDN SN Kebun Bunga 4 Banjarmasin
Mini Sari
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2019): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21462/educasia.v4i1.34
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi implementasi manajemen mutu terpadu (MMT) yang sudah dijalankan oleh SDN SN Kebun Bangsa 4 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan data dengan kata atau uraian dan penjelasan secara mendalam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah : (1) Kepala Sekolah, (2) Guru, (3) Orang tua siswa / wali, dan (4) Siswa. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari atau berasal dari kajian pustaka melalui media cetak maupan online seperti buku, artikel, juklak, karya tulis ilmiah yang mendukung objek penelitian. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) (pengamatan), (2) teknik wawancara, dan (3) teknik dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi implementasi yang sudah ada dalam pelaksanaan manajemen mutu terpadu sudah baik dengan adanya penciptaan tujuan berupa visi dan misi yang jelas dan terukur, pengembangan dan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan secara berkala, strategi pembelajaran inovatif yang selalu ada, serta penerapan konsep pengembangan diri siswa secara intens. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apa yang telah diimplementasikan oleh SDN SN Kebun Bunga 4 Banjarmasin sudah sesuai dengan manajemen mutu terpadu.
Tanggapan Siswa Kelas X Akuntansi 1 Terhadap Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMK Negeri I6 Samarinda
Siswandi
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 6 No 1 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21462/educasia.v6i1.35
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMK Negeri 16 Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian berupa angket, observasi dan wawancara. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi yang aktif mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berjumlah 33 siswa di SMK Negeri 16 Samarinda tahun 2019, 3 laki-laki dan 30 perempuan. Uji validitas menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan siswa masuk dalam kategori baik dengan frekuensi 18 siswa (54,55%). Terdapat 3 siswa (9,09%) dalam kategori sangat baik, 18 siswa (54,55%) dalam kategori baik, 7 siswa (21,21%) dalam kategori tidak baik, 5 siswa (15,15%) dalam kategori tidak baik. Secara keseluruhan tanggapan siswa masuk dalam kategorik baik terdapat 18 siswa (54,55%). Kesimpulnya bahwa tanggapan siswa kelas X Akuntansi 1 terhadap pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMK Negeri 16 Samarinda adalah baik.
Membudayakan Literasi melalui Model Pembelajaran Batu-Basah pada Siswa di Sekolah Dasar di Sungai Pinang Samarinda
Sri Mulyati
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2021): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21462/educasia.v5i1.38
Abstract This study aims to improve the reading culture for early grade students by using the Batu-Basah learning model where the implementation of the action is carried out for 3 days, the problem that occurs at this time is the lack of student reading interest, especially non-textbooks so that researchers will carry out learning using the Batu- model. Wet and implemented for three days. This research method is a descriptive qualitative method where data sources are taken from research results and secondary data from research results that have been published in journals, the data analysis technique used is data reduction which concludes the research results related to (observation results, student activity sheet results and student presentations). The results of this study were that on the first day of observation, it showed that some students still looked less enthusiastic in participating in activities. The second day and the third day of the observations showed that the students' reading interest had increased, this could be seen from the enthusiasm of the students in participating in this literacy activity. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the Batu-Basah learning model is able to improve the reading culture and courage of class II A students of SDN 007 Sungai Pinang. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan budaya membaca bagi siswa kelas awal dengan menggunakan model pembelajaran Batu-Basah dimana pelaksanaan tindakan dilaksanakan selama 3 hari, permasalahan yang terjadi saat ini adalah kurangnya minat baca siswa terutama buku non pelajaran sehingga peneliti akan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Batu-Basah dan diimplementasikan selama tiga hari. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dimana sumber data diambil dari hasil penelitian dan data sekunder dari hasil penelitian yang telah diterbitkan ke dalam jurnal, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data yang menyimpulkan hasil penelitian terkait dengan (hasil observasi, hasil lembar aktivitas siswa dan presentasi siswa). Adapun hasil dari penelitian ini adalah pada hari pertama observasi menunjukan bahwa sebagian siswa masih terlihat kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Hari kedua dan hari ketiga hasil observasi menunjukkan bahwa minat baca siswa mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan literasi ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Batu-Basah mampu meningkatkan budaya baca serta keberanian siswa kelas II A SDN 007 Sungai Pinang.