cover
Contact Name
Tabita Wahyu Triutami
Contact Email
tabita.triutami@unram.ac.id
Phone
+6281249208039
Journal Mail Official
journalgriya@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Griya Journal of Mathematics Education and Application
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27761258     EISSN : 2776124X     DOI : https://doi.org/10.29303/griya.v1i2
Core Subject : Education,
Griya Journal of Mathematics Education and Application adalah Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika yang dikelola oleh Program Studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Mataram. Fokus dan ruang lingkup dari jurnal ini adalah artikel ilmiah baik berupa hasil penelitian, review artikel maupun kajian pustaka khusus bidang Matematika dan Pendidikan Matematika.
Articles 560 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) Berbasis Artificial Intellingence (AI) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Al Ahzuri; Astuti Astuti; Zulfah Zulfah
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1204

Abstract

21st-century education demands that students possess critical thinking skills to navigate informational complexities and global dynamics. However, many educational systems remain predominantly focused on content mastery. While content knowledge is essential, the 2018 PISA results indicated that Indonesian students scored below the average in critical thinking proficiency. One effective approach to stimulate these skills is the Problem-Based Learning (PBL) model, which, when supported by technology such as Artificial Intelligence (AI), can enhance personalized learning. This study aims to investigate the effect of integrating AI into the PBL model on students' critical thinking skills at SMA Muhammadiyah Bangkinang. Utilizing a Nonequivalent Control Group experimental design with pre-test and post-test evaluations, the study involved two classes, where the experimental class received AI-based PBL treatment. The results demonstrated a significant increase in the critical thinking skills of the experimental class compared to the control class, yielding an effect size of 1.165, which indicates a high treatment effect. Observations of student activities also revealed enhanced engagement and collaboration. The conclusion of this study confirms that the AI-based PBL model is an innovative and effective method for improving students' critical thinking skills, encouraging them to be more active and creative in problem-solving.The implementation of this method is expected to provide practical contributions to instructional strategies relevant to the 21st century.
Pengaruh Locus of Control Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Mataram Tahun Ajaran 2023/2024 Dwi Nuraini; Arjudin Arjudin; Amrullah Amrullah
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh locus of control terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Mataram tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Populasi penelitian berjumlah 180 siswa kelas XI MIPA, dengan sampel sebanyak 45 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket locus of control dan tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematika. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial berupa regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa locus of control dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara umum berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan locus of control terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yang ditunjukkan oleh persamaan regresi Y = 15,336 + 0,636X , dan uji F nilai signifikannya adalah Sig. = 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,491, menunjukkan bahwa locus of control memberikan kontribusi sebesar 49,1% terhadap kemampuan pemecahan maslaah matematika siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa dengan locus of control yang lebih baik cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik. Oleh karena itu, locus of control memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Pengembangan Media Pop-Up Book Materi Kesebangunan Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Umi Asmiati; Imam Kusmaryono
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1208

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, khususnya pada materi geometri, masih tergolong rendah karena pembelajaran yang berlangsung cenderung berpusat pada guru dan belum didukung media pembelajaran yang menarik. Materi kesebangunan menjadi salah satu topik yang cukup sulit dipahami siswa karena memerlukan kemampuan visualisasi dan penalaran perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book pada materi kesebangunan guna meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu define, design, dan develop. Subjek penelitian terdiri atas satu validator ahli materi, satu validator ahli media, dan 26 siswa kelas VII MTs Al-Hamidiyyah Kecamatan Mranggen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi, angket respon siswa, dan tes pemahaman konsep matematis. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata indeks validasi ahli materi sebesar 0,795 dan ahli media sebesar 0,8 sehingga media dinyatakan valid. Respon siswa terhadap media memperoleh persentase sebesar 78,15% dengan kategori praktis. Selain itu, hasil uji N-gain sebesar 0,5055 berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pop-up book yang dikembangkan layak dan efektif digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada materi kesebangunan.
Optimization of Coffee Production and Distribution under Multi-Demand Scenarios: A Linear Programming and Dual Analysis Approach Dilla Afriansyah; Lingga Gita Dwikasari
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1209

Abstract

Efficient production and distribution planning is essential for improving profitability and operational performance in coffee supply chains. This study develops a linear programming model to optimize coffee production and distribution decisions under multiple demand scenarios. The model considers three coffee products, namely Robusta, Arabica, and Blend coffee, distributed to four regional markets. The objective is to maximize total net profit while satisfying production capacity, demand, distribution capacity, service-level, and minimum production constraints. Three demand scenarios—low, medium, and high demand—were evaluated to examine the impact of varying market conditions on optimal production and distribution strategies. The results indicate that the optimal profit increased from Rp 56.585 million under the low-demand scenario to Rp 80.375 million under the medium-demand scenario and Rp 94.350 million under the high-demand scenario. The optimization model consistently prioritized Arabica and Blend products because of their higher profitability, while Robusta was utilized primarily to satisfy capacity and demand requirements under higher-demand conditions. Shadow price analysis identified Arabica production capacity and regional distribution capacities as the most critical resources affecting profitability. In addition, reduced cost analysis revealed distribution routes that were not economically competitive under current operating conditions. The findings demonstrate that the proposed linear programming framework provides an effective decision-support tool for optimizing coffee production and distribution planning. The integration of scenario analysis and dual analysis offers valuable managerial insights for improving resource allocation, operational efficiency, and profitability in coffee-based food enterprises.
Pengaruh Kecemasan Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Berbasis Tahapan Polya di MAN 1 Karanganyar Mukaromah Mafaza; Fuad Luky Atmaja
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1210

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah guna menganalisis pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan memecahkan permasalahan pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan tahapan Polya pada siswa kelas XD MAN 1 Karanganyar. Penelitian ini memanfaatkan jenis pendekatan kuantitatif yang memakai desain korelasional-regresi. Sebanyak 36 siswa menjadi subjek pada penelitian ini yang dipilih dengan memanfaatkan teknik purposive sampling. Data-data kecemasan matematika dikumpulkan dengan memakai angket skala Likert 12 butir yang mencakup dimensi fisiologis, kognitif, dan afektif (α = 0,852), sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur melalui tes uraian 5 butir soal berdasarkan empat tahapan Polya. Proses menganalisis data pada penelitian ini dilaksanakan dengan memakai regresi linear sederhana yang memanfaatkan bantuan R Studio dan Microsoft Excel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya sebagian besar siswa masuk pada golongan kecemasan sedang (69,44%) dan kemampuan pemecahan masalah kategori kurang (44,44%) dengan rata-rata nilai 64,33. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kecemasan matematika tidak memberi pengaruh yang signifikan pada kemampuan memecahkan permasalahan SPLDV (r = 0,028; R² = 0,0008; F = 0,026; p = 0,873 > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar kecemasan matematika, seperti penguasaan konsep, strategi belajar, dan kualitas pembelajaran.
Analisis Kesalahan Menyelesaikan Soal Cerita SPLDV Berdasarkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP Marselina Listia Peni Balamakin; Ch Krisnandari Ekowati; Irna Karlina Sensiana Blegur
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV berdasarkan kemampuan pemecahan masalah matematis, faktor penyebab kesalahan, serta solusi untuk meminimalkan kesalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri atas 6 siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kupang, yang masing-masing terdiri dari 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah. Teknik Pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa berkemampuan tinggi melakukan kesalahan pada tahap memeriksa kembali jawaban. Siswa berkemampuan sedang melakukan kesalahan pada tahap merencakan penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban. Sementara itu, siswa berkemampuan rendah mengalami kesalahan pada seluruh tahapan pemecahan masalah. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya ketelitian, rendahnya pemahaman konsep, dan kurang terbiasanya siswa menyelesaikan soal secara sistematis. Solusi yang dapat dilakukan yaitu membiasakan siswa mengikuti tahapan pemecahan masalah, memperkuat pemahaman konsep SPLDV, dan melatih siswa memeriksa kembali hasil pekerjaannya.
Perspektif Logikalisme dan Formalisme terhadap Pembelajaran Matematika Mindful, Meaningful, dan Joyful Indra Tri Buana; Burhannurfirdaus Abdulah; Anggun Badu Kusuma
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1215

Abstract

21st-century mathematics education is not only oriented towards mastering concepts and procedures, but alsotowards developing mindful, meaningful, and joyful (MMM) learning experiences. In this context, thephilosophy of mathematics serves as a theoretical foundation that can provide direction for the developmentof more effective learning. This study aims to analyze the contribution of logicalism and formalismperspectives to MMM-based mathematics learning. The study used the Systematic Literature Review (SLR)method by reviewing various relevant literature from scientific journals, books, and other academic sources.Data were analyzed using content analysis techniques through the processes of identification, classification,interpretation, and synthesis of findings. The results of the study indicate that logicalism contributes todeveloping deductive reasoning skills, critical thinking, mathematical argumentation, and conceptualunderstanding that support the realization of meaningful learning. Meanwhile, formalism plays a role inbuilding procedural skills, accuracy, consistency, and awareness of thought processes that align with theprinciples of mindful learning. The integration of these two perspectives can create more reflective,systematic, and joyful mathematics learning. Thus, logicalism and formalism can be seen as complementaryphilosophical foundations in supporting the development of modern mathematics education.
Hafalan dan Konstruksi Pengetahuan dalam Pembelajaran Matematika Siswa: Perspektif Konstruktivis Linda Safitri; Anggun Badu Kusuma; Siti Ayu Wulandari
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1221

Abstract

Praktik menghafal rumus tanpa pemahaman konseptual yang memadai masih mendominasi pembelajaran matematika di Indonesia. Situasi ini tercermin dalam skor PISA 2022 siswa Indonesia, yang hanya mencapai 366—turun 13 poin dari periode sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata global. Artikel ini bertujuan untuk: (1) menganalisis secara kritis dominasi pendekatan pembelajaran hafalan dalam pendidikan matematika Indonesia, (2) mengeksplorasi konstruksi pengetahuan sebagai alternatif yang lebih berorientasi pada pemahaman mendalam, dan (3) menelaah bukti empiris yang mendukung keefektifan pendekatan konstruktivis. Tinjauan pustaka sistematis dilakukan terhadap 26 sumber, termasuk jurnal yang terindeks SINTA, publikasi internasional terkemuka, dan buku referensi relevan yang diterbitkan antara tahun 1997 dan 2025. Temuan penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa menghafal secara mekanis hanya menghasilkan pengetahuan yang dangkal dan mudah dilupakan, serta sulit diterapkan pada situasi baru. Sebaliknya, pendekatan konstruktivis yang didasarkan pada teori Piaget dan Vygotsky telah terbukti mampu menumbuhkan pemahaman konseptual yang lebih kokoh dan bertahan lama. Model pembelajaran konstruktivis seperti Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Penemuan secara konsisten menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan konsep dan keterampilan pemecahan masalah matematika. Studi ini menyimpulkan bahwa peralihan dari menghafal secara mekanis menuju konstruksi pengetahuan yang bermakna memerlukan perubahan mendasar dalam peran guru dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator aktif, disertai dengan penguatan keterampilan proses siswa sebagai landasan pembelajaran matematika yang berkelanjutan.
Integrasi Kontuktivisme Kognitif dan Sosial sebagai Landasan Pembelajaran Matematika Abad Ke-21 Fathur Satya Adiguna; Rizki Nizar Abdillah; Anggun Badu Kusuma
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1223

Abstract

Pembelajaran matematika abad ke-21 menuntut pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik. Salah satu landasan teoretis yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah konstruktivisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konstruktivisme kognitif dan konstruktivisme sosial sebagai landasan pembelajaran matematika abad ke-21. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang berkaitan dengan konstruktivisme kognitif, konstruktivisme sosial, dan pembelajaran matematika. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme kognitif berkontribusi dalam pengembangan pemahaman konsep, penalaran, dan kemandirian belajar melalui proses konstruksi pengetahuan secara individual. Sementara itu, konstruktivisme sosial berperan dalam memperkuat pembelajaran melalui interaksi sosial, kolaborasi, dan scaffolding. Integrasi kedua perspektif tersebut menghasilkan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik, serta mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21. Dengan demikian, integrasi konstruktivisme kognitif dan sosial dapat menjadi landasan teoretis yang kuat dalam merancang pembelajaran matematika yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan masa kini.
Pemodelan Graf Berbobot untuk Penentuan Prioritas Jarak dan Estimasi Waktu Distribusi MBG dari SPPG ke Sekolah Mitra di Medan Tuntungan Menggunakan Algoritma Dijkstra Evelyn Silalahi; Alvin Hafiz; Suvriadi Panggabean
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1232

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan sistem distribusi yang tepat waktu dan efisien dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah-sekolah mitra guna menjaga kualitas dan kehangatan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan graf berbobot dalam menentukan prioritas jarak dan mengestimasi waktu distribusi MBG dari SPPG Simpang Selayang ke 10 sekolah dasar di Kecamatan Medan Tuntungan. Metode kuantitatif diterapkan dengan mengimplementasikan Algoritma Dijkstra pada jaringan jalan nyata berbasis OpenStreetMap (OSM). Data koordinat lokasi dikumpulkan melalui web scraping dan divalidasi menggunakan bounding box administratif. Untuk memberikan gambaran operasional yang lebih realistis, analisis sensitivitas dilakukan pada tiga skenario kecepatan rata-rata, yaitu 20, 30, dan 40 km/jam. Hasil komputasi menunjukkan bahwa SD NEGERI 065012 menjadi prioritas distribusi pertama dengan jarak rute terpendek (1,219 km), sedangkan SD N 060972 berada pada prioritas terakhir (5,763 km). Pada skenario kecepatan moderat (30 km/jam), rata-rata waktu tempuh distribusi ke seluruh sekolah adalah 6,4 menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Algoritma Dijkstra berbasis jaringan jalan OSM terbukti lebih efektif dan realistis dalam mengoptimalkan rute distribusi dibandingkan perhitungan jarak garis lurus (Haversine), sehingga dapat menjadi acuan pengambilan keputusan logistik yang efisien bagi pengelola program MBG.