cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
bajangjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Permas Indah Perumahan Royal Zam-zam F17 Labuapi Lombok Barat NTB
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by bajang Institute
ISSN : 27979210     EISSN : 27982912     DOI : -
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, with registered number ISSN: 2797-9210 (Print), ISSN: 2798-2912 (Online) is a scientific multidisciplinary journal published by bajang Institute. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. Particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas both of which are published each month. The scope of the journal studies broadly includes:Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development; Economics; Tourism, Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,919 Documents
PERAN MEDIASI KEPERCAYAAN PASIEN PADA PENGARUH PERSEPSI PASIEN TENTANG KEAMANAN LAYANAN KESEHATAN DAN EMPATI TENAGA KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rahmania Ambarika; Wildan Hapiz; Jaswadi, Jaswadi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali mutu pelayanan kesehatan primer, dengan fokus pada Puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kepuasan pasien melalui persepsi terhadap keamanan layanan dan empati tenaga kesehatan dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kepuasan pasien di Puskesmas Lombok Tengah sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap keamanan layanan dan empati tenaga kesehatan. Namun, pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kepuasan pasien bekerja secara tidak langsung melalui tingkat kepercayaan pasien. Ketika pasien merasa aman dan diperlakukan dengan empati, kepercayaan terhadap Puskesmas meningkat dan mendorong kepuasan yang lebih tinggi. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Trust-Based Primary Care Quality System (PTBPCS–NTB), yaitu model pembinaan mutu pelayanan primer berbasis penguatan keamanan layanan, empati tenaga kesehatan, dan kepercayaan pasien. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali standar mutu, keselamatan pasien, dan pembinaan perilaku pelayanan di Puskesmas. Implementasi awal PTBPCS–NTB menunjukkan peningkatan rasa aman, tumbuhnya kepercayaan pasien, dan perbaikan kepuasan pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan kepercayaan pasien melalui mutu dan empati pada level regulator merupakan kunci dalam membangun pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada pasien.
PELATIHAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA BAGI KOMUNITAS BELAJAR MGMP IPA KABUPATEN PURWAKARTA Budiman, Indra; Sari, Rika Mulyati Mustika; Roesdiana, Lessa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of this community service program is to improve the teaching skills of junior high school science (IPA) teachers by teaching them a deep learning method that fits with the Merdeka Curriculum. The Science Teachers' Professional Learning Community (MGMP IPA) of Purwakarta Regency was the program's partner. The approaches used to put the plan into action included needs analysis, conceptual training, hands-on practice in making instructional materials based on deep learning with the use of artificial intelligence (AI), guided classroom implementation, and reflective evaluation. Data were gathered via pre-test and post-test questionnaires, along with observation sheets evaluating the quality of teaching materials. The findings show that teachers' comprehension of concepts (±75%), teaching skills (±85%), and the quality of instructional materials (±80%) have all improved a lot. Teachers showed that they could create science lessons that are more meaningful, focused on the student, and encourage critical and reflective thinking. The initiative also made it easier for colleges and universities to work together with teachers by creating a lasting learning community. The results imply that AI-assisted deep learning training is a good way to make science teachers more professional, and it could work well in other areas as well.
KEEFEKTIFAN METODE PROCESS APPROACH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS JURNAL BAHASA INGGRIS PADA JEMAAT GKSI : (suatu eksperimen di GKSI Jemaat Imanuel Mojogedang Karanganyar) Prastawa, Singgih; Sumardiono, Sumardiono; Noufal, Dhiwangkara Auro
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran process approach Ketika diimplementasikan di pembelajaran pelatihan menulis artikel jurnal di GKSI Mojogedang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini adaah pre eksperimen. Sampel dari penelitian ini adalah jemaat yang juga mahasiswa di sekolah tinggi teologi (STT) Sangkakala sedang PPL di wilayah Surakarta. Sampel berjumlah 20 mahasiswa melakukan kegiatan PPL di GKSI Mojogedang. Instrument penjaringan data adalah tes dan angket. Analisis data menggunakan SPSS versi 25 pada descriptive statistik dan inferensial dengan uji t berpasangan. Hasil dari penelitian ini adalah analisis dengan uji t berpasangan menunjukkan bahawa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti metode process approach efektif diimplementasikan di pembelajaran pelatihan tersebut. Hail ini berarti bahwa metode process approach layak dan sesuai diimplementasikan guna menulis artikel jurnal berbahasa inggris. Berdarkan temuan di atas bahwa metode process approach cocok digunakan pada Pelajaran Bahasa inggris terkhusus menulis bebas karena Langkah langkah memberi support pada penyusunan kalimat.
PERAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP RETENSI (Studi pada Perawat di RSUDP NTB) Rahmania Ambarika; Rizal Smith; Baiq Nirmalasari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengontrol tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada perawat RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan retensi perawat melalui penguatan lingkungan kerja dan kompetensi dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pelatihan SDM, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT untuk merancang strategi intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya retensi perawat bukan semata-mata disebabkan oleh faktor individu, tetapi merupakan konsekuensi dari belum optimalnya sistem pelatihan lingkungan kerja dan pengembangan kompetensi yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Penyebab masalah utama terletak pada ketiadaan sistem terintegrasi yang membentuk komitmen organisasi perawat sebagai dasar kekurangan tenaga konservasi. Sebagai solusi, dikembangkan Sistem Komitmen Kompetensi dan Lingkungan Kerja Provinsi (PWECCS–NTB), yaitu model pelatihan lingkungan kerja dan pengembangan kompetensi perawat berbasis komitmen organisasi yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Model implementasi ini menunjukkan peningkatan persepsi keadilan lingkungan kerja, peluang pengembangan kompetensi, serta penguatan komitmen organisasi yang berimplikasi positif terhadap retensi perawat RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menyimpulkan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina SDM rumah sakit merupakan kunci dalam membangun retensi perawat yang berkelanjutan dan mendukung mutu pelayanan kesehatan daerah.
REINTEGRASI KINERJA TIM BERBASIS KOMUNIKASI ORGANISASI DAN KEPERCAYAAN DENGAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA RSUDP NTB Joko Prasetyo; Din Sundari; Laily Indrayanti Yusuf
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola organisasi RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model reintegrasi kinerja tim rumah sakit melalui penguatan komunikasi organisasi dan kepercayaan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa lemahnya kinerja tim di RSUD Provinsi NTB bukan hanya disebabkan oleh faktor individu atau unit kerja, tetapi merupakan akibat dari belum optimalnya sistem komunikasi organisasi dan rendahnya tingkat kepercayaan lintas unit yang berdampak pada melemahnya komitmen organisasi. Kondisi ini diperparah oleh fragmentasi struktur kerja dan lemahnya mekanisme koordinasi yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Team Reintegration System (PTRS–NTB), yaitu model pembinaan kinerja tim berbasis penguatan komunikasi organisasi dan kepercayaan yang diarahkan untuk meningkatkan komitmen organisasi. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali utama integrasi lintas unit kerja rumah sakit melalui kebijakan komunikasi, standar koordinasi, dan sistem evaluasi kinerja tim. Implementasi awal PTRS–NTB menunjukkan peningkatan kualitas komunikasi antarunit, tumbuhnya kepercayaan antarprofesi, dan penguatan komitmen organisasi yang berdampak positif terhadap kinerja tim RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola komunikasi dan kepercayaan pada level regulator merupakan kunci dalam membangun kinerja tim rumah sakit daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN KARIR DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN RSUDP NTB DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Sentot Imam Suprapto; Galuh Ummil Mukminin; Wahyu Nur Chalamsah Setiawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada karyawan RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja karyawan melalui pengembangan karir dan work–life balance dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya kepuasan dan kinerja karyawan bukan hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi merupakan akibat dari belum optimalnya sistem pembinaan pengembangan karir dan work–life balance yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Ketiadaan sistem terintegrasi menyebabkan kepuasan kerja belum terbentuk secara optimal sehingga kinerja karyawan tidak maksimal. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Career Development and Work–Life Balance System (PCDWLB–NTB), yaitu model pembinaan pengembangan karir dan work–life balance berbasis kepuasan kerja yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Implementasi model ini menunjukkan peningkatan persepsi keadilan karir, keseimbangan kerja–kehidupan, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina pengembangan karir dan kesejahteraan kerja merupakan kunci dalam membangun kinerja karyawan rumah sakit daerah yang berkelanjutan.
PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI DAN PERTUMBUHAN ANAK STUNTING Prima Dewi Kusumawati; Johansyah, Johansyah; Sunanto, Sunanto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga koordinator teknis penanggulangan stunting. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model pengendalian faktor determinan stunting melalui penguatan intervensi multisektoral untuk mempercepat penurunan stunting pada anak usia balita di Provinsi NTB. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem penanggulangan stunting, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingginya prevalensi stunting di NTB bukan hanya disebabkan oleh masalah gizi dan pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan akibat dari lemahnya integrasi kebijakan dan program lintas sektor yang menangani faktor determinan seperti sanitasi, kemiskinan, pendidikan keluarga, dan pola asuh. Intervensi yang berjalan secara sektoral belum mampu menghasilkan dampak yang signifikan terhadap penurunan stunting.Sebagai solusi dikembangkan Provincial Multisectoral Stunting Control System (PMSCS–NTB), yaitu model pengendalian determinan stunting yang mengintegrasikan intervensi gizi, sanitasi, pendidikan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan keluarga dalam satu kerangka pengelolaan yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Model ini memungkinkan pemetaan wilayah prioritas, sinkronisasi program lintas sektor, dan pemantauan dampak intervensi secara lebih akurat. Implementasi awal PMSCS–NTB menunjukkan peningkatan koordinasi lintas sektor dan efektivitas intervensi pada kelompok sasaran berisiko tinggi. Hal ini memberikan dukungan empiris bahwa pendekatan multisektoral berbasis data dan pengendalian terpadu lebih efektif dalam mempercepat penurunan stunting dibandingkan pendekatan sektoral. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai koordinator intervensi multisektoral merupakan kunci dalam membangun kebijakan penurunan stunting yang berkelanjutan dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia daerah.
PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN MELALUI MODEL GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL DAN KEPUASAN KERJA MELALUI PROMOSI JABATAN SEBAGAI VARIABEL MEDIAS DI RSUD PROVINSI NTB Agusta Dian; H.L.Hamzi Fikri; Lalu Herman Mahaputra
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja karyawan melalui integrasi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan kepuasan kerja yang dibangun melalui sistem promosi jabatan sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional berperan penting dalam membentuk kinerja karyawan, namun pengaruhnya terhadap kinerja bekerja secara tidak langsung melalui kepuasan kerja yang dipengaruhi oleh sistem promosi jabatan. Ketika promosi dirasakan adil, transparan, dan berbasis kinerja, kepuasan kerja meningkat dan memperkuat dampak kepemimpinan terhadap kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Leadership and Promotion Satisfaction System (PLPSS–NTB), yaitu model pembinaan kepemimpinan dan sistem promosi jabatan yang diarahkan untuk meningkatkan kepuasan kerja sebagai mekanisme peningkatan kinerja karyawan. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali kebijakan kepemimpinan dan pengelolaan karier rumah sakit daerah. Implementasi awal PLPSS–NTB menunjukkan peningkatan kepuasan kerja, persepsi keadilan promosi, dan kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan dan sistem promosi jabatan pada level regulator merupakan kunci dalam membangun kinerja sumber daya manusia rumah sakit daerah yang berkelanjutan.
STUDI EMPIRIS ANALISIS PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI KERJA YANG DIMEDIASI KEPUASAN KERJA (Studi pada Karyawan RSUDP NTB) Prima Dewi Kusumawati; Baiq Hikma Rahmatin; Susi Wirawati Triyono
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan motivasi kerja karyawan melalui pelatihan dan pengembangan karir dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan karir berperan penting dalam meningkatkan kompetensi dan peluang kemajuan karyawan, namun dampaknya terhadap motivasi kerja sangat bergantung pada tingkat kepuasan kerja yang dirasakan. Sistem pembinaan yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan pengembangan individu menyebabkan pelatihan dan promosi belum optimal dalam membangun kepuasan dan motivasi karyawan RSUD Provinsi NTB. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Career and Training Satisfaction System (PCTSS–NTB), yaitu model pembinaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan pelatihan dan pengembangan karir dengan pengelolaan kepuasan kerja sebagai mekanisme peningkatan motivasi. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali kebijakan pengembangan SDM dan sistem karier rumah sakit daerah. Implementasi awal PCTSS–NTB menunjukkan peningkatan kepuasan kerja, tumbuhnya motivasi, dan perbaikan kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan sistem pengembangan karier dan kepuasan kerja pada level regulator merupakan kunci dalam membangun sumber daya manusia rumah sakit yang berdaya saing dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN STRESS TENAGA KESEHATAN MELALUI PENDEKATAN TEORI TRANSAKSIONAL: STUDY PADA PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROPINSI NTB Agusta Dian; Baiq Fahmi Ilmiati; Anna Indriani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali mutu pelayanan dan kesejahteraan tenaga kesehatan rumah sakit daerah. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model manajemen stres tenaga kesehatan melalui pendekatan teori transaksional dalam konteks pelayanan RSUD Provinsi NTB. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pengelolaan stres kerja, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa stres kerja tenaga kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh beban kerja dan tekanan klinis, tetapi juga oleh interaksi antara tuntutan lingkungan kerja dan kemampuan individu dalam melakukan coping sebagaimana dijelaskan dalam teori transaksional stres. Ketiadaan sistem manajemen stres yang terstruktur menyebabkan tenaga kesehatan lebih rentan mengalami kelelahan emosional dan penurunan kinerja. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Transactional Stress Management System (PTS-MS–NTB), yaitu model pengelolaan stres yang mengintegrasikan pengendalian tuntutan kerja, penguatan sumber daya coping, dan dukungan organisasi yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Model ini menggabungkan intervensi pada level individu, tim, dan sistem organisasi. Implementasi awal PTS-MS–NTB menunjukkan penurunan tingkat stres, peningkatan kemampuan coping, dan perbaikan kesejahteraan tenaga kesehatan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan manajemen stres berbasis teori transaksional pada level regulator merupakan kunci dalam menjaga kesehatan mental dan keberlanjutan kinerja tenaga kesehatan rumah sakit daerah.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026 Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026 Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026 Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: February 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: Nopember 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 2: Juli 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue