cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Public Health Innovation (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 27751155     DOI : https://doi.org/10.34305/jphi.v1i2
Core Subject : Health,
Epidemiologi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ergonomi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi Hukum kesehatan Gizi Kesehatan Masyarakat Kependudukan Kesehatan Perkotaan dan Pedesaan Pengendalian Vektor Penyakit Menular dan Tidak Menular Teknologi Kesehatan Lingkungan Toksikologi Lingkungan
Articles 180 Documents
Hubungan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor Anggiani, Sarah; Safariyah, Erna; Novryanthi, Dhinny
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.907

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia Internasional. TB Paru bukanlah penyakit keturunan, penyakit ini bisa mematikan namun juga bisa disembuhkan asalkan penderita mengikuti pengobatan sampai selesai. Salah satu penyebab tidak tuntasnya proses pengobatan adalah karena kurangnya dukungan dari pengawas menelan obat, oleh karena itu pemerintah membuat program DOTS (Directly Observed Therapy Short Course), di mana penderita berobat di bawah pengawasan pengawas menelan obat (PMO). PMO ini biasanya berasal dari keluarga dan orang-orang terdekat yang bertugas untuk mengawasi dan memberikan dukungan penuh selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PMO dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru. Metode: Penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor. Populasi penelitian ini adalah penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor sebanyak 52 responden, kemudian pengambilan sampel dengan cara total sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang memiliki PMO memiliki kriteria mendukung dan sebagian besar responden patuh minum obat. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PMO dengan kepatuhan minum obat. Saran: Pasien diharapkan dapat minum obat secara teratur, PMO dan keluarga juga diharapkan selalu mengawasi dan memberikan motivasi kepada pasien. Petugas Kesehatan harus rutin melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien dalam melakukan pengobatan.
Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap status pemeriksaan HIV di UPTD Puskesmas Buniwangi Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Muslihin, Muslihin; Danismaya, Irawan; Utami, Tri
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.908

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular merupakan penyebab kematian pada penderitanyadan masih menjadi prioritas diantaranya adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pada ibu hamil, HIV bukan hanya merupakan ancaman bagi keselamatan jiwa ibu, tetapi juga merupakan ancaman bagi anak yang dikandungnya karena penularan yang terjadi dari ibu ke bayinya. Salah satu cara untuk mendeteksi dini HIV pada ibu hamil yaitu dilakukan dengan pemeriksaan Penularan HIV dari ibu ke Bayi atau sering disebut dengan PPIA. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan tes HIV yaitu pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana dan prasarana, dan dukungan tenaga Kesehatan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap status pemeriksaan HIV. Metode: Rancangan Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 191 responden. Metode analisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil : Hasil uji statistik dengan menggunakan rumus korelasi Chi Square bahwa nilai  p-value sebesar 0,043 p < 0,05, hal ini berarti menunjukan terdapat hubungan pengetahuan terhadap status pemeriksaan HIV dan nilai  p-value sebesar 0,044 p < 0,05, sehingga terdapat hubungan sikap terhadap status pemeriksaan HIV. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pengetahuan Terhadap Status Pemeriksaan HIV dan terdapat Hubungan Sikap Terhadap Status Pemeriksaan HIV.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi remaja terhadap penggunaan NAPZA di SMK PGRI 1 Kota Sukabumi Unmehopa, Yohan Frans
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.915

Abstract

Latar Belakang: NAPZA dikenal sebagai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, yang dapat memengaruhi pikiran, suasana hati, perasaan, dan perilaku seseorang. Menurut BNN Provinsi Jawa Barat, hingga tahun 2019, ada sekitar 800 ribu penguna NAPZA di Provinsi Jawa Barat, dengan mayoritas pengguna narkoba adalah remaja produktif berusia antara 15 dan 25 tahun. Faktor yang mempengaruhi presepsi remaja terhadap penggunaan NAPZA adalah Peran orang tua, teman sebaya, dan gaya hidup. Tujuan peneltian adalah mengetahui pengaruh peran orang tua, teman sebaya dan gaya hidup terhadap persepsi remaja. Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 615 orang dan sampel 271 orang dengan teknik proportional random sampling. Hasil: Nilai simpangan baku dan rata-rata gaya hidup 4,788 (40,61), peran teman sebaya 5,374 (39,18), peran orang tua 6,836 (51,74), dan persepsi remaja 5,571 (48,17). Terdapat pengaruh gaya hidup, peran teman sebaya, dan peran orang tua terhadap persepsi remaja (p-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh gaya hidup, peran teman sebaya, dan peran orang tua terhadap persepsi remaja dan terdapat pengaruh simultan gaya hidup, peran teman sebaya, dan peran orang tua terhadap persepsi remaja.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan melakukan pengobatan secara teratur pada pasien hipertensi usia produktif di Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon 2023 Iskandar, Iskandar; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Suparman, Rossi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.930

Abstract

Latar Belakang: WHO menyebutkan penyakit hipertensi ini telah membunuh 1,5 juta orang setiap tahunnya. Pasien Hipertensi yang di Puskesmas Sedong tahun 2022 sebanyak 800 pasien hipertensi, namun hanya 423 pasien yang patuh dalam melakukan pengobatan (52,8%). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan melakukan pengobatan secara teratur pada pasien hipertensi usia produktif di Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon 2023. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 267 orang dengan menggunakan teknik disproportional stratified random sampling. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil: Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Ada hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,008), pengetahuan (p = 0,007), lama mengonsumsi obat (p = 0,017), keberadaan posbindu (p = 0,000), dan dukungan keluarga (p = 0,001) dengan kepatuhan melakukan pengobatan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan (p = 0,881) dengan kepatuhan melakukan pengobatan. Variabel paling dominan yaitu variabel dukungan keluarga p = 0,001 dan Exp (B) = 11, 719. Diharapkan keluarga dapat berperan aktif untuk selalu memberikan motivasi kepada anggota keluarga yang menderita hipertensi agar rutin minum obat.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah di kantor kesehatan Pelabuhan wilayah kerja BIJB 2023 Lioncu, Nanang; Mamlukah, Mamlukah; Wahyuniar, Lely; Badriah, Dewi Laelatul
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.931

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia  tahun 2022 ditemukan sebanyak 974 suspek dan di Jawa Barat sebanyak 58 kasus, sedangkan di Kabupaten Cirebon tahun 2015 tercatat sebanyak 8 kasus meningitis dan di Indramayu ditemukan kasus meningitis 1 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-fakor yang berhubungan dengan keikutsertaan vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah di Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja BIJB 2023. Metode: penelitian ini analitik deskriptif dengan jenis kuantitatif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 25.524 calon jemaah umroh dan sampel sebanyak 110 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakan kuesioner tertutup dan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Chi square) dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil: uji statistik diperoleh umur (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), persepsi (p=0,000), ketersediaan vaksinasi meningits (p=0,000), ketersediaan informasi (p=0,000), dukungan PPIU (p=0,000) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,000) dengan keikutsertaan vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah, sedangkan pendidikan (p=0,325) dan pekerjaan (p=0,278) tidak ada hubungan dengan keikutsertaan vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah. Kesimpulan: Variabel yang paling dominan yaitu variabel dukungan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dengan OR 101,9. Diharapkan dapat digunakan sebagai sebagai informasi dan masukan untuk meningkatkan akses calon jemaah umroh terhadap pelayanan vaksinasi meningitis.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan waktu vaksinasi meningitis jemaah umrah di kantor kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Cirebon 2023 Astuti, Widy; Badriah, Dewi Laelatul; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.932

Abstract

Latar Belakang: Meningitis masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Pentingnya kepatuhan waktu pemberian vaksinasi agar antibodi setelah pemberian vaksin dapat terbentuk dengan sempurna dan aktif dalam melindungi dari penyakit Meningitis Meningokokus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan waktu vaksinasi  meningitis jemaah umrah di Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Cirebon 2023. Metode: penelitian ini analitik deskriptif dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan jumlah 110 calon jemaah umroh.  Instrumen penelitian mengunakan kuesioner tertutup dan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Hasil: Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Chi square) dan analisis multivariat (Regresi Logistik). Hasil uji Chi square diperoleh hubungan antara umur (p=0,002), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), akses ke tempat vaksinasi meningitis (p=0,000), ketersediaan informasi (p=0,000) dan dukungan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) (p=0,000) dengan kepatuhan waktu vaksinasi meningitis. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,411) dengan kepatuhan waktu vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah. Variabel yang paling yaitu dukungan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dengan 22,136. Agar dijadikan media informasi untuk mengetahui pentingnya vaksinasi Meningitis dalam rangka mencegah penularan penyakit Meningitis Meningokokus selama pelaksanaan umrah di Arab Saudi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi akses informasi pendidikan seksual di SMK PGRI I Kota Sukabumi Rodiana, Ai Ana
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.933

Abstract

Latar Belakang: Akses informasi pendidikan seksual sangat penting karena memiliki dampak langsung pada pembangunan individu yang sehat, baik secara fisik maupun mental. Keterbatasan akses terhadap informasi pendidikan seksual dapat mengakibatkan ketidaktahuan, ketidakmengertian, dan perilaku berisiko dalam hal kesehatan seksual. Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2019, sekitar 29% remaja di Indonesia yang mendapatkan akses pendidikan seksual yang memadai. Maka dari itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi akses informasi pendidikan seksual agar dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pengetahuan, perilaku, media informasi, teman sebaya, dan lingkungan keluarga dalam memengaruhi akses informasi pendidikan seksual. Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa SMK PGRI I Kota Sukabumi dengan sampel 237 orang. Pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan, perilaku, media informasi, teman sebaya dan lingkungan keluarga secara bivariat dan silmultan terhadap akses informasi pendidikan seksual dengan nilai p-value 0.000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pengetahuan, perilaku, media informasi, teman sebaya dan lingkungan keluarga secara bivariat dan silmultan terhadap akses informasi pendidikan seksual siswa SMK PGRI I Kota Sukabumi.
Analisis faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan Saprudin, Ade; Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.961

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang dialami sebagian remaja di Indonesia. Di Kabupaten Kuningan sendiri 27.7 % dari total penduduk berusia <15 tahun dan ada sekitar 30.7 % remaja berusia >16 tahun yang mengalami berat badan lebih dan obesitas. Belum adanya penelitian mengenai faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan menjadi landasan untuk melakukan penelitian mengenai analisis faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan. Metode: Jenis penelitian analitik observarsional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian siswa SMA kelas XI berjumlah sebanyak 706 dari 2 sekolah. Penetapan besar sampel dalam penelitian menggunakan rumus slovin dengan hasil 256 sampel. Instrumen yang digunakan berupa timbangan digital, microtoise, lembar observasi dan kuesioner. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observarsi dan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakkan Uji Chi Square dengan a=0,05. Hasil: Hasil uji Chi Square didapatkan hasil pola makan (p value=0,031), kebiasaan olahraga (0,032), genetik (0,000), uang jajan (0,000) dan pengetahuan (0,003). Kesimpulan: Ada hubungan antara pola makan, kebiasaan olahraga, genetik, uang jajan dan pengetahuan dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Kabupaten Kuningan. Saran: : Siswa diharapkan dapat mengetahui pencegahan obesitas khususnya pada usia remaja dengan mempelajari dari berbagai sumber. Pihak sekolah dapat membuat program olahraga sebagai salah satu pencegahan obesitas pada remaja. Kata Kunci : Obesitas, Faktor determinan obesitas, remaja
Hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di instalasi rawat inap Rumah Sakit Juanda Kuningan Tahun 2023 Puspanegara, Aditiya; Maudina , Dwi Lidya; Rusmianingsih, Nining
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.966

Abstract

Latar belakang: 17,623 responden tentang kepuasan kerja karyawan terhadap pekerjaan mereka. Dari hasil survei tersebut menunjukan bahwa 73% karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan 4 dari 10 orang perawat merasa tidak puas terhadap perlakuan atasan selama bekerja, kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi, dan kesempatan untuk membuat suatu prestasi dan mendapatkan kenaikan tingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kepuasan kerja pada perawat pelaksana instalasi rawat inap rumah sakit juanda Kuningan Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh perawat rumah sakit Juanda Kuningan sebanyak 64 responden. Sampel penelitian sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji Rank-Spearman. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden sebagiannya memiliki beban kerja ringan sebanyak 30 responden (55,5%). Dari 54 responden sebagiannya memiliki tingkat kepuasan kerja yang puas sebanyak 32 responden (59,3%). Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa p value sebesar 0,000 dan nilai r sebesar 0,514. Kesimpulan: Terdapat hubungan beban kerja dengan kepuasan perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Juanda Kuningan Tahun 2023. Hasil penelitian ini menjadi acuan dan pertimbangan untuk menindaklanjuti kepedulian terhadap beban kerja perawat dengan cara selalu mengadakan kegiatan evaluasi kerja minimal 1 minggu sekali.
Hubungan persepsi dengan kepuasan pasien JKN terhadap kualitas pelayanan rumah sakit Mentari, Witri Dewi; Gunawan, Indra; Ropii, Ahmad; Mentari, Melani Putri
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.978

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini tentu perlu didukung oleh pelayanan yang optimal agar pengguna jasa rumah sakit merasa puas. Apalagi saat ini, sebagian besar pengguna jasa rumah sakit adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dimana mereka memiliki persepsi bahwa dengan menjadi peserta dan membayar setiap bulannya dengan harapan mereka akan mendapat pelayanan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara persepsi dengan kepuasan pasien JKN terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain correlational. Populasi penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien JKN di RSUD Sumedang yang berjumlah 10.154 orang, dengan jumlah sampel 100 orang yang ditentukan dengan rumus Slovin. Hasil: Analisis yang digunakan yaitu univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 62% responden memiliki persepsi yang “baik” dan 67% responden “puas” terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Uji korelasi product moment menunjukkan nilai r sebesar 0.787 yang artinya terdapat hubungan antara persepsi dengan kepuasan pasien peserta JKN terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi “baik” dan “puas” terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Ada hubungan antara persepsi dengan kepuasan pasien peserta JKN terhadap pelayanan di RSUD Sumedang.

Page 10 of 18 | Total Record : 180