cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Public Health Innovation (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 27751155     DOI : https://doi.org/10.34305/jphi.v1i2
Core Subject : Health,
Epidemiologi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ergonomi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi Hukum kesehatan Gizi Kesehatan Masyarakat Kependudukan Kesehatan Perkotaan dan Pedesaan Pengendalian Vektor Penyakit Menular dan Tidak Menular Teknologi Kesehatan Lingkungan Toksikologi Lingkungan
Articles 180 Documents
Kombinasi pendidikan kesehatan ceramah dan puzzle meningkatkan pengetahuan tentang gunung meletus pada anak usia sekolah Asmarani, Fajarina Lathu; Syafitri, Endang Nurul; Suni, Nety Marsalina
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.983

Abstract

Latar Belakang: Yogyakarta memiliki potensi bencana gunung meletus. Meletusnya gunung Merapi menyebakan anak-anak sering menjadi korban utama. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman tentang gunung meletus. Untuk mengurangi risiko anak-anak menjadi korban gunung meletus dapat dilakukan dengan mengedukasi mereka tentang gunung meletus menggunakan kombinasi metode ceramah dengan game puzzle.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah Anak Usia Sekolah berusia 6-12 Tahun yang dipilih menggunakan Consecutive Sampling dengan jumlah 20. Pendidikan Kesehatan dilakukan sebanyak satu kali dengan kombinasi metode ceramah dengan game puzzle. Analisa penelitian ini menggunakan Wilcoxon karena sebaran data pengetahuan tidak Normal.Hasil: Menunjukkan jumlah laki-laki lebih sedikit dibanding perempuan. Paling banyak anak usia sekolah berada di kelas 2 dan 3. Semua anak usia sekolah tidak pernah mendapatkan informasi mengenai gunung meletus. Nilai rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 2.Kesimpulan: Pengetahuan meningkat 7,74 setalah diberikan pendidikan kesehatan. Secara statistic menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Efektivitas kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore primer Mutia, Bella; Novhriyanthi, Dhinny; Alamsyah, Mustofa Saeful
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1003

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah siklus bulanan pada perempuan yang mengalami nyeri saat haid karena disebabkan oleh kontrasi otot dan ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah yang juga dapat mengganggu produktivitas perempuan sehari-hari. Angka dismenorea sangat besar di segala dunia. Frekuensi wajar dismenore pada anak muda gadis merupakan antara 16, 8- 81%. Rata- rata di negara- negara Eropa dismenore terjalin pada 45- 97% perempuan. Dengan prevalensi terendah di Bulgaria( 8, 8%) serta paling tinggi menggapai 94% di negeri Finlandia. Prevalensi dismenore yang sangat menonjol kerap ditemui pada anak muda gadis, yang diperkirakan antara 20- 90%. Dekat 15% anak muda dirinci sempat hadapi dismenore ekstrem. Kompres hangat adalah proses memberikan rasa hangat pada daerah tertentu dengan menggunakan cairan atau alat yang memberikan rasa hangat pada bagian tubuh yang memerlukanMetode: Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan Quasy Experiment jenis design pre eksperimen dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test-group.Hasil: Berdasarkannhasil uji paired t test di dapatkan nilai p-value 0,9<0,005, maka terdapat pengaruh dalam penggunaan kompres hangat untuk mengurangi nyeri dismenore.Kesimpulan: Dapat disimpulankan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan kompres hangat untuk mengurangi nyeri dismenore pada siswi di SMAN 1 Palabuhanratu.
Hubungan dukungan keluarga dan peran perawat dengan kepatuhan pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) dalam menjalani terapi hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD Jampangkulon Mukaromudin, Mukaromudin; Mulyadi, Egi; Novhriyanti, Dhinny
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1004

Abstract

Latar Belakang: Pada pasien gagal ginjal kronik, organ ginjalnya sudah tidak bisa bekerja dengan normal maka dari itu diperlukan terapi penggantian ginjal baik dengan transplantasi ginjal atau hemodialisis (cuci darah) yang dilakukan seumur hidupnya untuk mempertahankan dan mencegah kondisi penyakit bertambah buruk akibat limbah yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Maka dari itu diperlukannya perilaku kepatuhan terapi hemodialisa.Metode: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien GGK yang melakukan HD dengan sampel sebanyak 24 pasien menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, peran perawat dan kuesioner baku modifikasi MMAS-8.Hasil: Uji validitas menunjukkan seluruh item instrumen valid (dukungan keluarga nilai p: 0,000-0,002, seluruh instrumen peran perawat nilai p: 0,000) dan hasil uji reliabilitas dukungan keluarga α: 0,955, peran perawat α: 0,893, kepatuhan α: 0,589. Ada hubungan signifikan dukungan keluarga dan peran perawat dengan kepatuhan pasien GGK menjalani HD dengan nilai p-value masing-masing ialah 0,004Kesimpulan: Dukungan keluarga dan peran perawat berhubungan dengan kepatuhan pasien GGK menjalani HD.
Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gerakan 1000 hari pertama kehidupan terhadap tingkat kejadian stunting pada balita di Puskesmas Warungkiara Nurhikmah, Rista; Martini, Eva; Andriani, Ria
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1013

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan ditangani sejak dini, karena berdampak sangat panjang untuk kehidupan seseorang. Kejadian stunting merupakan suatu proses komulatif yang terjadi sejak kehamilan, masa kanak – kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Peran perawat dalam masalah ini adalah sebagai educator untuk memberikan health education kepada ibu di Posyandu balita dalam mencegah faktor resiko yang menyebabkan kejadian stunting pada anak. Stunting juga dapat di cegah dengan cara memperhatikan kecukupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan pada ibu maupun anak.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional, besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling.Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai P value yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gerakan 1000 hari pertama kehidupan dengan tingkat kejadian stunting pada balita di Puskesmas Warungkiara.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan pertama antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sindangwangi Rofiqoh, Efi; Suparman, Rossi; Mamlukah, Mamlukah; Febriani, Esty
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1016

Abstract

Latar Belakang: AKI di Indonesia masih dikisaran 305 per 100.000 kelahiran hidup atau belum mencapai target yang ditentukan yaitu 183 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2024. Salah satu cara untuk melakukan penurunan angka kematian ibu menurut Kemenkes RI yaitu dengan pelayanan antenatal care. Laporan semester 1 tahun 2023 Puskesmas Sindangwangi yang mendapatkan pelayanan antenatal care K1 hanya sebanyak 105 orang (35,8%) dari 293 sasaran ibu hamil.Metode: Analisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat (Rank Spearman) dan analisis multivariat (Regresi Logistik).Hasil: Tidak ada hubungan antara usia (p = 0,141), pendapatan keluarga (p = 0,889), dukungan petugas kesehatan (p = 0,373) dengan kunjungan pertama antenatal care. Terdapat hubungan antara pendidikan (p = 0,029), pengetahuan (p = 0,034), jarak ke fasyankes (p = 0,001), dukungan keluarga (p = 0,024) dengan kunjungan pertama antenatal care.Kesimpulan: Variabel dukungan keluarga merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kunjungan pertama antenatal care (p = 0,023) dengan OR 3,044 pada 95% CI (0,941 - 9,841).
Pengaruh pelatihan buku pedoman dan video tutorial terhadap ketepatan dan kelengkapan Indikator Nasional Mutu (INM) pada tim mutu Puskesmas di Kabupaten Majalengka Cansiwinata, Ina; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Wahyuniar, Lely
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1017

Abstract

Latar Belakang: Pelaporan (Indikator Mutu) INM sejak Januari-Mei 2023 berjalan fluktuatif di Kabupaten Majalengka, pada Januari belum ada puskesmas yang melaporkan INM, Februari 3 puskesmas (9,38%), Maret 8 puskesmas (25%), April 19 puskesmas (59,38%), Mei semua puskesmas melaporkan INM (100%), tetapi Juni menurun hanya 18 puskesmas (56,25%).Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian quasi-experimental antara tiga kelompok perlakuan. Populasi penelitian adalah semua tim mutu puskesmas di Kabupaten Majalengka berjumlah 96 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.Hasil: Hasil berbeda ditunjukkan kelompok video dengan nilai (p 0,177). Terdapat perbedaan ketepatan pengisian indikator mutu puskesmas antarkelompok perlakuan p= 0,048 (p<0,05). Hasil berbeda terjadi pada variabel kelengkapan. Tidak terdapat perbedaan antara kelengkapan pengisian indikator mutu puskesmas antarkelompok perlakuan p=0,340 (p>0,05).Kesimpulan: Kombinasi buku pedoman dan video tutorial merupakan media yang paling efektif mempengaruhi ketepatan dan kelengkapan pengisian INM pada Tim Mutu Puskesmas di Kabupaten Majalengka.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Majalengka Tonton, Erika Astarita; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Wahyuniar, Lely
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1021

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan perawat selama mendokumentasikan asuhan keperawatan merupakan salah satu masalah dalam dunia keperawatan dan sangat dipengaruhi oleh faktor individu perawat antara lain umur, jenis, kelamin, pendapatan, pelatihan, pengetahuan dan beban kerja.Metode: Metode penelitian analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian 217 perawat dan sampel sebanyak 100 perawat yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian yaitu lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Chi square) dan analisis multivariat dengan Regresi Logistik.Hasil: Hasil uji statistik diperoleh umur (p = 0,600), jenis kelamin (p = 0,512), pendapatan (p = 0,411), pelatihan (p = 0,007), pengetahuan (p = 0,004) dan sikap (p = 0,000). Hasil analisis multivariat diperoleh nilai OR terbesar adalah sikap yaitu 4,995 (95% CI : 1,545 – 16,174). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pelatihan, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan pendokumentasian asuhan keperawatan, sedangkan umur, jenis kelamin dan pendapatan tidak ada hubungan dengan kepatuhan pendokumentasian asuhan keperawatan. Variabel yang paling dominan yaitu variabel sikap dengan OR 4,995 (95% CI : 1,545 – 16,174).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi remaja dalam penerapan program KB di masa mendatang pada generasi zillenial Rahmadini, Annisa Fitri; Ramadani, Fikria Nur; Rachmani, Meidyna; Maulida, Milda; Mutaqin, Shella Resti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1030

Abstract

Latar Belakang: Stagnansi TFR dalam kurun waktu 15 tahun di Indonesia menyebabkan berbagai kekhawatiran pertumbuhan jumlah pendudukan di Indonesia. Selain itu, munculnya isu-isu kependudukan di Indonesia seperti fenomena childfree juga menjadi isu yang muncul di generasi Zillenial. Adanya gap antara stagnansi TFR, persepsi remaja terkait dengan preferensi fertilitas dan fenomena childfree pada generasi Zillenial ini memerlukan adanya pengkajian terkait faktor yang mempengaruhi persepsi generasi zillenial dalam penerapan program KB dimasa depan seiring dengan fenomena childfree yang semakin berkembang.Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan penitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 95 responden usia 15 – 24 tahun dengan metode incidental sampling. Metode analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap dan pengetahuan responden terkait fenomena childfree (P value < 0,05) terhadap keinginan penggunaan alat kontrasepsi di masa mendatang. Selai itu juga variabel pengetahuan dan sumber informasi menjadi variabel penunjang yang dapat mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sikap dan pengetahuan remaja terkait isu childfree dengan keinginan penggunaan alat kontrasepsi.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di PMB Ny. D Kabupaten Bogor Munir, Rindasari; Alpiyanah, Nita; Utami, Siti Sri; Nahdah, Zuhratun
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1031

Abstract

Latar Belakang: Anemia yang prevalensinya cukup tinggi pada kehamilan dapat menimbulkan risiko kelahiran prematur, risiko perdarahan saat lahir dan bayi lahir rendah. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil akan meningkat sekitar 25%, dan ibu hamil harus konsumsi tablet tambah darah sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Prevalensi anemia secara globalnya tahun 2019 berkisar 29,9%. Sedangkan di Indonesia tahun 2018, ibu hamil yang mengalami anemia sejumlah 48,9%.Metode: Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini, dengan cara dalam satu waktu menggunakan kuisioner. Sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah 42 responden.Hasil: Dari penelitian ini didapatkan pengetahuan kurang sebanyak 23 responden (54,8%), usia tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 32 responden (76,2%), pelayanan kesehatan baik sebanyak 42 responden (100,0%), dukungan keluarga dengan hasil didukung sebanyak 32 orang (76,2%), responden pada kelompok paritas primipara dan multipara 21 orang (50,0%), dan responden dengan ketidakpatuhan 25 orang (59,5%).Kesimpulan: Dari hasil uji statistik chi-square terlihat bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan, umur, dukungan keluarga dengan paritas, sedangkan pelayanan kesehatan  memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet suplemen darah.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di praktek mandiri Bidan T, Bogor Barat Nurjanah, Imas; L, Dani Hadi; Q, Balqis Amiratul
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1032

Abstract

Latar Belakang: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum terdapat tandanya persalinan dan setelah ditunggu satu jam belum mulainya tanda persalinan. Sebagian besar KPD yang terjadi pada hamil diatas 37 minggu. penelitian ini tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian kpd berdasarkan usia,paritas,infeksi saluran kemih (ISK) dan Riwayat KPD.Metode: Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebanyak 60 22 ibu yang terkena KPD (36,7%) maupun tidak KPD tidak KPD.Hasil: sebanyak 38 orang (63,3%) dari dua kelompok Hasil yang diperoleh menunjukkan baik KPD maupun non-KPD, dan tidak ada hubungan antara masyarakat dengan KPD. Sejarah KPD dan kejadiannya tidak berhubungan. Kesimpulan: Temuan penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil, khususnya yang berkaitan dengan gejala KPD.

Page 11 of 18 | Total Record : 180