Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer)
Computer Science, Computer Engineering, and Informatics Computer Network Embedded System Computer Security Software Engineering (Software: Lifecycle, Management, Engineering Process, Engineering Tools and Methods) Programming (Programming Methodology and Paradigm) Data Engineering (Data and Knowledge level Modeling, Information Management (DB) practices, Knowledge Based Management System, Knowledge Discovery in Data) Computer Security IT Governance Robotic Instrumentation Mobile Processing Artificial intelligence & soft computing and their applications Neural Networks Machine Learning Reasoning and Evolution Intelligence Applications Computer Vision and Speech Understanding Multimedia and Cognitive Informatics Data Mining and Machine Learning Tools, Heuristic and AI Planning Strategies and Tools, Computational Theories of Learning
Articles
280 Documents
Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Produk Nestle Terbaik Dengan Menggunakan Metode Waspas
Ikhwani Putri Hardana;
Ahmad Fitri Boy;
Zaimah Panjaitan
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13431
Supermarket Smarco Superstore Medan merupakan pusat perbelanjaan modern yang menyediakan berbagai produk kebutuhan masyarakat, termasuk beragam produk dari merek ternama seperti Nestlé. Namun, kompleksitas preferensi konsumen serta banyaknya varian produk sering menyulitkan manajemen dalam menentukan produk Nestlé terbaik yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Ketidakefisienan dalam pengambilan keputusan dapat berdampak pada penataan stok dan pencapaian target penjualan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS). Metode ini dipilih karena mampu mengatasi permasalahan multi-kriteria secara objektif dan efisien. Sistem dirancang untuk memberikan peringkat terhadap alternatif produk berdasarkan bobot dan nilai evaluasi kriteria yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan rekomendasi produk terbaik yang dapat digunakan oleh pihak manajemen. Hasil implementasi menunjukkan bahwa produk Milo memperoleh skor tertinggi sebesar 92,77% dan dikategorikan sebagai produk “Sangat Terbaik”, diikuti oleh Lactogen dan Nestlé Pure Life. Produk lainnya seperti Cerelac, Maggi, dan Dancow termasuk dalam kategori “Terbaik” meskipun dengan nilai lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa metode WASPAS efektif dalam memberikan rekomendasi peringkat produk yang akurat, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan dan mendukung pencapaian tujuan bisnis di Smarco Superstore Medan.
Sistem Pakar Mengidentifikasi Kerusakan Alat Lightning Detector Menggunakan Metode Dempster Shafer
Ira Afriani;
Hendra Jaya;
Sobirin
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13432
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki peran kunci dalam memantau dan memberikan peringatan dini terhadap fenomena alam, termasuk petir. Alat deteksi petir atau Lightning Detector menjadi salah satu instrumen utama dalam kegiatan monitoring BMKG. Permasalahan yang terjadi adalah terbatasnya jumlah ahli atau pakar yang memahami kerusakan alat Lightning Detector serta kurangnya pengetahuan tentang jenis kerusakan Lightning Detector oleh staff yang bukan pakar menimbulkan kendala dimana perbaikan dan proses pengecekan akan bergantung kepada seorang ahli atau pakar. Oleh karena itu maka dibutuhkan sebuah Sistem Pakar yang dapat digunakan oleh pihak Stasiun BMKG Kelas I Deli Serdang untuk melakukan deteksi kerusakan dari alat Lightning Detector khususnya apabila saat pakar tidak sedang berada di lokasi. Sistem pakar akan memberi daftar gejala-gejala sampai dapat mengidentifikasikan suatu kemungkinan deteksi kerusakan serta solusi yang dapat dilakukan. Nantinya, sistem pakar akan menggunakan Metode Demspter Shafer. Metode ini menggunakan Belief, yang merupakan ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan proposisi. Jika bernilai 0 (nol) maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah sistem pakar yang dapat menghasilkan output berupa tingkat kemungkinan kerusakan pada lightning detector serta solusi yang dapat dilakukan berdasarkan gejala yang telah dipilih sebelumnya
Sistem Pendukung Keputusan Dalam Merekomendasikan Calon Direktur Teknik Dan Penyiaran Dengan Menggunakan Metode Composite Performance Index
Irwan sucipto Bate'e;
Badrul Anwar;
Nurcahyo Budi Nugroho
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13433
Radio Aqila 102.6 FM Medan menghadapi tantangan dalam proses pemilihan Direktur Teknik dan Penyiaran yang kerap kali terhambat oleh kurangnya kriteria penilaian yang jelas dan subjektivitas dalam evaluasi kandidat. Masalah ini berpotensi mempengaruhi kualitas siaran dan reputasi stasiun radio. Proses pemilihan yang tidak terstandarisasi dapat menyebabkan ketidakpastian dalam menentukan kandidat yang paling sesuai untuk posisi tersebut. Sebagai solusi, penerapan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Composite Performance Index (CPI) dapat meningkatkan objektivitas dan sistematisasi dalam pemilihan. Metode CPI memungkinkan penilaian kinerja kandidat berdasarkan berbagai parameter secara terintegrasi, dengan mengadopsi pendekatan pemecahan masalah berbasis kriteria ganda (MCDM). Hal ini memungkinkan evaluasi yang lebih menyeluruh dan akurat, mengurangi subjektivitas dan meningkatkan akurasi dalam proses seleksi. Hasil dari penerapan metode CPI adalah perbaikan signifikan dalam proses pemilihan Direktur Teknik dan Penyiaran di Radio Aqila 102.6 FM Medan. Dengan SPK berbasis CPI, proses evaluasi kandidat menjadi lebih objektif, akurat, dan terstruktur. Ini diharapkan akan meningkatkan kualitas siaran dan mendukung reputasi radio, memastikan bahwa kandidat yang terpilih benar-benar memenuhi kebutuhan dan standar yang diharapkan.
Sistem Pakar Mendiagnosa Kerusakan Kamera Mirrorless Sony Tipe A6000 Menggunakan Metode Certainty Factor
Kiki Zuriantony;
Purwadi;
Astri Syahputri
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13434
Kamera mirrorless Sony tipe A6000 merupakan salah satu produk kamera populer yang banyak digunakan oleh para fotografer. Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, kamera ini tidak lepas dari kemungkinan mengalami kerusakan. Untuk mendiagnosis kerusakan secara akurat dan efisien, diperlukan sebuah sistem pakar yang dapat membantu dalam proses identifikasi masalah. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sebuah sistem pakar untuk mendiagnosis kerusakan pada kamera mirrorless Sony tipe A6000 dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF). Metode CF dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakpastian dan memberikan nilai keyakinan terhadap suatu hipotesis atau kesimpulan. Sistem pakar ini dirancang dengan membangun basis pengetahuan yang mencakup gejala-gejala kerusakan dan aturan-aturan pengambilan keputusan. Sistem pakar yang dikembangkan mampu mendiagnosis kerusakan pada kamera mirrorless Sony tipe A6000 dengan akurasi yang tinggi. Metode Certainty Factor terbukti efektif dalam mengombinasikan bukti-bukti dan memberikan nilai keyakinan terhadap setiap kemungkinan kerusakan. Sistem ini membantu para pengguna kamera dalam mengidentifikasi masalah secara cepat dan tepat, sehingga memudahkan proses perbaikan atau penggantian komponen yang rusak. Selain itu, sistem pakar ini juga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pelatihan dan pendidikan terkait perbaikan kamera
Analisis Segmentasi Wilayah Pemetaan Distribusi Air Menggunakan Metode K-Means Clustering Pada Data Distribusi PDAM Tirtanadi
Kurnia Simbolon;
Muhammad syahril;
Rita Hamdani
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13435
Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting bagi kesehatan dan kualitas hidup. Di Indonesia, PDAM memiliki peran krusial dalam menyediakan layanan air bersih, termasuk PDAM Tirtanadi cabang Diski di Sumatera Utara. Namun, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan berbagai permasalahan terkait ketidakseimbangan distribusi air antar wilayah pelanggan, yang berdampak pada ketidakpuasan masyarakat serta inefisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segmentasi wilayah distribusi air bersih dengan menerapkan metode K-Means Clustering, salah satu algoritma dalam Data Mining yang efektif dalam mengelompokkan data berdasarkan karakteristik tertentu. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam mengelompokkan wilayah dengan efisien dan otomatis, sehingga dapat membantu PDAM mengidentifikasi wilayah prioritas yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek distribusi. Melalui proses pengelompokan wilayah berdasarkan data distribusi air, penelitian ini menghasilkan pemetaan yang lebih akurat dan strategis. Hasil analisis diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan pemerataan distribusi air serta efisiensi operasional PDAM Tirtanadi cabang Diski. Dengan demikian, pendekatan berbasis data ini berpotensi memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan layanan publik yang lebih baik dan berkelanjutan.
Analisis Menentukan Pengalokasian Gas Lpg 3 Kg Dengan Metode Multi Attributive Border Approximation Area Comparison (MABAC)
Muhammad Rizki;
Beni Andika;
M. Syaifuddin
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13436
Masalah pengalokasian gas LPG 3 kg ke pangkalan-pangkalan di PT. Lautan Gas Makmur menjadi tantangan utama. Permintaan LPG 3 kg yang tinggi, terutama di daerah-daerah tertentu, memerlukan sistem distribusi yang efisien dan tepat sasaran. Tanpa sistem pendukung keputusan yang memadai, proses pengalokasian sering kali tidak optimal, mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan dan peningkatan biaya distribusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode Multi-Attributive Border Approximation Area Comparison (MABAC) dalam pengalokasian LPG 3 kg dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi. Data yang mencakup kriteria seperti volume permintaan, jarak distribusi, kapasitas pangkalan, dan biaya pengiriman menghasilkan prioritas pengalokasian yang lebih terstruktur dan rasional. Implementasi metode MABAC berhasil mengurangi biaya operasional dan memastikan Penjualan LPG di pangkalan sesuai dengan kebutuhan aktual. Solusi yang diusulkan adalah pengembangan dan implementasi sistem pendukung keputusan berbasis metode MABAC untuk PT. Lautan Gas Makmur. Sistem ini dirancang untuk memproses berbagai kriteria pengalokasian dan memberikan rekomendasi pengalokasian yang optimal. Dengan sistem ini, PT. Lautan Gas Makmur dapat mengalokasikan LPG 3 kg secara lebih efisien, mengurangi biaya distribusi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penyediaan LPG yang lebih tepat sasaran.
Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Middle Management Operasional Keuangan Menggunakan Metode MOORA
Nada Nisrina Agusia;
Iskandar Zulkarnain;
Rini Kustini
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13437
Posisi Middle Management Operasional Keuangan tidak bisa diisi oleh sembarangan orang, posisi ini menuntut kemampuan individu yang baik dan terampil. Namun, masalah yang terjadi adalah selama ini dalam proses pemilihan seorang Middle Management Operasional Keuangan di PT. Sinar Surya Kencana Abadi terkadang dilakukan secara satu sudut pandang (subjektif). Pemilihan yang dilakukan selama ini tidak berdasarkan kriteria yang lengkap maupun kualifikasi khusus. Hal tersebut memiliki keputusan yang kurang akurat dan dapat memicu adanya penurunan pencapaian maupun performa perusahaan. Oleh karena, itu maka dibangun sistem cerdas yang bernama Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Sistem ini nantinya akan menggunakan metode MOORA sebagai metode perhitungan. Metode MOORA merupakan metode multi objektif sistem yang mengoptimalkan lebih dari satu atribut yang secara bersamaan saling bertentangan. Metode ini dinilai sangatlah efektif simple, dengan langkah penyelesaian masalah hanya 3 langkah penyelesaian membuat peneliti mudah memahami dan meyelesaikan masalah. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah sistem yang akan memberikan output (keluaran) berupa peringkat dari setiap alternatif mulai nilai tertinggi hingga alternatif dengan nilai yang paling rendah, hasil tersebut diharapkan dapat membantu pihak PT. Sinar Surya Kencana Abadi dalam pemilihan Middle Management Operasional Keuangan cepat, tepat dan efisien.
Implementasi Data Mining Untuk Menganalisa Pola Peminjaman Buku Pada Perpustakaan Menggunakan Algoritma Apriori
Padilah;
Faisal Taufik;
Sri Murniyanti
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13438
Perpustakaan merupakan sebuah ruangan yang ada di dalam suatu gedung yang berisi koleksi buku-buku, yang tersusun secara rapih berdasarkan kelompok buku tertentu. Pengertian dari peminjaman dan pengembalian buku adalah suatu proses dimana seseorang meminjam buku dalam jangka waktu tertentu dan akan mengembalikan buku tersebut ke tempat buku yang di pinjam. Tujuannya untuk menganalisa dan merancang sistem yang dapat menentukan pola peminjaman buku pada perpustakaan di sekolah. Setelah dianalisa Algoritma Apriori, yang diperkenalkan pada tahun 1994, dapat mengidentifikasi frequent itemsets dan aturan asosiasi antara atribut dalam data transaksi. Dengan metode ini, perpustakaan dapat mengidentifikasi buku yang sering dipinjam secara bersama dan dapat memberikan manfaat rekomendasi buku yang dibutuhkan. Metode yang dignakan adalah algoritma apriori. Dari hasil analisis Asosiasi Rule pada data peminjaman, dengan minimum support 20% dan minimum Confidence 30% menghasilkan 3 rules yaitu matematika dengan pendidikan agama islam, kamus bahasa indonesia dengan kamus bahasa inggris, kamus bahasa inggris dengan kamus bahasa indonesia dengan diketahui buku mana yg paling banyak dipinjam, sehingga sekolah dapat menambah persediaan buku yang paling banyak dipinjam dan menyusun tata letak buku secara rapih.
Penerapan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Rekomendasi Mobil Dengan Metode MOORA
Rahmah Zahirah Rangkuti;
Mukhlis Ramadhan;
Fery Setiawan
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13439
PT SETIR KANAN memiliki permasalahan dalam penentuan rekomendasi mobil terbaik dimana proses penentuan masih dilakukan dengan cara manual tanpa mempertimbangkan kriteria kriteria yang menjadi akar penilaian. Proses pemilihan rekomendasi mobil juga membutuhkan waktu. Hal ini tentu berpengaruh terhadap penjualan. Oleh karena itu maka dibangunlah sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat melakukan proses penilaian data alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikombinasikan dengan metode MOORA. Metode MOORA merupakan metode yang dapat mengurangi kesalahan atau mengoptimalkan dalam penaksiran untuk pemilihan nilai tertinggi dan terendah. Hasil yang diperoleh adalah sebuah sistem yang dapat memberikan hasil akhir berupa urutan penilaian dalam pemilihan rekomendasi mobil terbaik mulai dari nilai tertinggi hingga terendah. Keputusan yang didapat, diharapkan akan membantu pihak PT SETIR KANAN Dalam menambah penjualan.
E-Diagnose System Untuk Mendiagnosis Hama Dan Penyakit Pada Jenis Buah Alpukat Mentega Menggunakan Metode Dempster Shafer
Sri Anjani Br Sembiring;
Mhd. Gilang Suryanata;
Fifin Sonata
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 25 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jis.v25i2.13440
Buah Alpukat mentega merupakan salah satu jenis buah alpukat yang berasal dari benua Amerika yang banyak dibudidaya di Indonesia. Namun, masalah yang terjadi adalah banyaknya pembudidaya ataupun petani tanaman alpukat mentega yang masih awam terhadap hama dan penyakit yang menyerang tanaman alpukat mentega. Minimnya pengetahuan dan belum memiliki pengalaman menjadi salah satu faktor penghambat para pembudidaya tanaman alpukat mentega untuk mendapatkan hasil panen yang terbaik. Biasanya, tanaman yang akan terjangkit sebuah hama dan penyakit akan menunjukkan gejala-gejala tertentu, akan tetapi banyak petani yang belum sadar atau membiarkan gejala tersebut. Oleh karena itu maka dibutuhkan sebuah Sistem Pakar berbasis web yang dapat digunakan oleh masyarakat umum khususnya para petani alpukat mentega untuk melakukan diagnosa terhadap hama dan penyakit tanaman alpukat mentega. Sistem pakar akan memberi daftar gejala-gejala sampai dapat mengidentifikasikan suatu kemungkinan diagnosa akan sebuah hama dan penyakit yang dikombinasikan dengan Metode Dempster Shafer. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan data sampel gejala yang dihitung yang terdiri dari: G01, G03, G04, G06 dan G13, hasil diagnosis pada sistem sama dengan hasil diagnosis yang dilakukan secara manual menggunakan Metode Dempster Shafer. Tanaman terdiagnosis penyakit P02 yaitu Hama Kutu Putih (Pseudococcus Spp.) dengan persentase 54%.