cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022" : 11 Documents clear
Konsentrasi Mineral Serum saat Produksi Embrio dan Hubungannya dengan Kualitas dan Kuantitas Embrio pada Sapi Peranakan Ongole Putri Indah Ningtias; Sus Derthi Widhyari; Retno Wulansari
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.103-110

Abstract

Mineral merupakan salah satu nutrisi yang memiliki peran penting dalam reproduksi. Perubahan konsentrasi mineral akan menyebabkan masalah reproduksi termasuk mempengaruhi produksi embrio. Penelitian bertujuan untuk menganalisis konsentrasi mineral serum selama produksi embrio dan menganalisis hubungan antara konsentrasi mineral serum dengan kualitas dan kuantitas embrio pada sapi donor Peranakan Ongole (PO). Sampel darah dikoleksi dari 10 ekor sapi donor PO sebelum superovulasi dan saat melakukan panen embrio. Darah diambil melalui vena coccygea kemudian disentrifugasi untuk diambil serumnya. Serum dianalisis terhadap parameter kalsium (Ca), fosfor (P), dan magnesium (Mg) dengan prinsip fotometer menggunakan kit komersial. Data diuji secara statistik menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon untuk membandingkan konsentrasi mineral serum sebelum superovulasi dan saat panen embrio. Hubungan antara konsentrasi mineral serum dengan kualitas dan kuantitas embrio dianalisis menggunakan uji korelasi nonparametrik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi embrio tidak mempengaruhi konsentrasi mineral serum. Konsentrasi Mg secara signifikan berhubungan dengan embrio morula, tetapi tidak signifikan dengan total embrio (TE), embrio layak transfer (LT), embrio degenerasi (DG), oosit unfertile (UF), dan embrio blastosis. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsentrasi Ca dan P dengan TE, embrio LT, DG, oosit UF, embrio morula, dan blastosis.
Mekanisme Resistensi Antibiotik pada Lactobacillus dan Potensinya untuk Mengatasi Salmonellosis pada Ayam Broiler Salsabilla Fasya Khoerunnisa; Roostita Lobo Balia; Gita Widya Pradini
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.111-123

Abstract

Ayam broiler harus dipastikan terhindar dari penyakit zoonosis, salah satunya Salmonellosis. Resistensi Salmonella sp. terhadap berbagai antibiotik menjadi salah satu alasan dalam penggunaan probiotik sebagai pilihan alternatif untuk mengatasi Salmonellosis. Lactobacillus sp. umum digunakan sebagai probiotik untuk menanggulangi Salmonellosis pada ayam broiler. Lactobacillus sp. dapat menerima agen resisten terhadap antibiotik, baik dari lingkungan maupun di saluran pencernaan ayam. Lactobacillus sp. dapat menjadi reservoir dalam penyebaran agen resisten antibiotik. Berdasarkan hasil studi literatur, Lactobacillus sp. mampu melakukan CE (competitive exclusion) sehingga dapat mengurangi populasi bakteri patogen. Lactobacillus sp. yang diambil dari biakan, saluran pencernaan, feses, daging serta sumber air di sekitar peternakan dan rumah potong unggas memiliki sifat resisten terhadap antibiotik vankomisin, kloramfenikol, tetrasiklin dan eritromisin. Lactobacillus sp. bertindak sebagai pendonor maupun penerima gen resisten terhadap antibiotik kloramfenikol, tetrasiklin dan eritromisin yang disebarkan secara horizontal melalui konjugasi plasmid dan transposon. Lactobacillus sp. yang teridentifikasi resisten terhadap antibiotik vankomisin memiliki potensi transfer gen resisten yang rendah dikarenakan sifat resisten terhadap vankomisin merupakan resistensi instrinsik sehingga secara tidak langsung sifat tersebut sangat kecil kemungkinannya dapat disebarkan secara horizontal kepada mikroorganisme lainnya.
Karakteristik Siklus Estrus Domba Garut Dara Kiki Amalia Rama; Ligaya ITA Tumbelaka; Bondan Achmadi; Amrozi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.124-132

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui karakteristik siklus estrus domba garut dara dengan pengamatan tingkah laku estrus domba garut dara, sitologi vagina, pengamatan perkembangan folikel dan CL, serta pengukuran konsentrasi hormon P4. Penelitian ini menggunakan lima ekor domba garut dara dengan usia 6–7 bulan dan berat badan berkisar 17–21 Kg. Pengambilan data tingkah laku, sitologi vagina, ultrasonografi ovarium dan analisis hormon P4 dilakukan selama dua siklus estrus dengan interval tiga hari sekali. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian sel superfisial mencapai persentase tertinggi pada periode estrus sebesar 50,08±11,57% dengan diameter folikel ovulatorik 0,61±0,02 cm dan konsentrasi hormon P4 pada level terendah 3,86±1,62 ng/mL. Setelah ovulasi, terjadi penurunan sel superfisial dan peningkatan sel parabasal dan sel intermediat. Persentase tertinggi sel parabasal dan sel intermediat sampai fase luteal dengan diameter CL 0,822±0,194 cm dan konsentrasi hormon P4 mencapai level maksimal 24,49±13,27 ng/mL. Tingkah laku estrus domba garut dara tidak teramati dengan jelas adanya perubahan pada alat kelamin luar. Siklus estrus domba garut dara sulit dideteksi hanya dengan melihat tingkah laku saja. Siklus estrus domba garut dara dapat diamati berdasarkan gambaran sel epitel vagina, konsentrasi hormon P4, serta hubungannya dengan perkembangan folikel dan CL.
Hubungan Karakteristik Individu Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Penerapan Kesejahteraan Hewan pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran Madhani Pradiptha Nugroho; Tyagita Hartady; Ronny Lesmana
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.133-141

Abstract

Jumlah kepemilikan hewan di Indonesia terus tumbuh dan berasal dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan mahasiswa jenjang sarjana yang memutuskan untuk memelihara kucing. Hal ini dilakukan untuk meredakan stres dan menjadi pengalih perhatian semua masalah yang sedang dialami pada usia tersebut. Naiknya jumlah kepemilikan hewan ini, harus diikuti dengan pemahaman dan pengetahuan mengenai kesejahteraan hewan untuk menghindari terjadinya penelantaran hewan dan kekerasan fisik serta psikis yang dilakukan terhadap hewan peliharaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan kesejahteraan oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran, serta menganalisis hubungan karakteristik mahasiswa (jenis kelamin, fakultas, tingkat pendidikan, jumlah hewan peliharaan, dan tujuan pemeliharaan) terhadap pengetahuan dan penerapan kesejahteraan hewan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan beberapa variabel, antara lain: jenis kelamin, fakultas, tingkat pendidikan, jumlah hewan peliharaan, dan tujuan pemeliharaan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan melakukan survei kuesioner dan wawancara terhadap 100 responden yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Padjadjaran dan memiliki hewan peliharaan kucing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesejahteraan hewan dengan penerapan konsep kesejahteraan hewan dengan hasil uji chi square <0,05. Di sisi lain, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti terhadap tingkat pengetahuan kesejahteraan hewan dan penerapan kesejahteraan hewan.
Kondisi Fertilitas Mencit Jantan yang Diberi Ekstrak Etanol Akar Alang-alang (Imperata cylindrica) Dahlia Setiawan; Andi Hiroyuki; Mas Rizky A.A Syamsunarno; Tyagita Hartady; Alkaustariyah Lubis; Rini Widyastuti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.142-147

Abstract

Pengendalian populasi hewan umumnya dilakukan dengan sterilisasi. Namun biaya yang diperlukan cenderung mahal sehingga diperlukan tindakan lain untuk mengendalikan populasi hewan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai herbal yang digunakan untuk kontrasepsi alami hewan sedang dikembangkan. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa pemberian ekstrak etanol akar alang-alang menyebabkan penurunan bobot kelenjar testis, vesical seminalis dan epididimis sehingga menyebabkan penurunan produksi spermatozoa dan perubahan profil metabolit pada mencit jantan. Namun, pengaruh ekstrak etanol akar alang-alang terhadap morfometri fetus dari mencit betina dikawinkan dengan mencit jantan perlakuanbelum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol akar alang-alang hasil konsepsi mencit jantan pada mencit betina yang tidak diberi perlakuan. Mencit jantan diberi ekstrak etanol akar alang-alang selama 180 hari (Imperata cylindrica) 90 dan 115 mg/kg BB per oral kemudian dikawinkan dengan mencit betina yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah fetus, berat badan dan panjang fetus pada kelompok perlakuan 90 dan 115 mg/kgBB. Pemberian ekstrak etanol akar alang-alang pada mencit jantan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah mencit betina yang bunting dan morfometri fetus yang dikandung mencit betina.
Kelimpahan Fungi Kelas Dothideomycetes Pada Lumba-lumba Hidung Botol (Tursiops aduncus) Kurnia Tiara Aulia; Agustin Indrawati; Safika
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.148-156

Abstract

Mamalia laut memainkan peran ekologis penting di lautan, dan menjadi prioritas global karena kepekaan terhadap perubahan lingkungan. Lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) merupakan salah satu mamalia laut yang tersebar luas di Indonesia. Informasi mengenai mikrobioma masih sangat sedikit diketahui, terutama informasi mengenai mikrobioma fungi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelimpahan fungi kelas Dothideomycetes pada saluran pencernaan khususnya usus lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) dengan menggunakan Platform Next Generation Sequencing (NGS). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 6 genera dari 4 ordo yang yang meliputi Neodevriesia, Altenaria, Stemphylium, Phaeophleospora, Diplodia dan Venturia. Kelompok Neodevriesia adalah yang paling mendominasi sebesar 62%, diikuti Alternaria 16% dan Phaeophleospora 14%. Fungi yang tidak teridentifikasi mencapai 5%. Kelimpahan fungi pada usus lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) diasumsikan memiliki korelasi dengan lingkungan dan makanan lumba-lumba pada pusat konservasi.
Korelasi Virulen gelE dan Pembentukan Biofilm pada Isolat Enterococcus faecalis yang Diisolasi dari Ayam Pedaging Sucitya Purnama; Agustin Indrawati; I Wayan Teguh Wibawan; Rifky Rizkiantino
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.157-163

Abstract

Enterococcus faecalis merupakan patogen oportunistik yang membentuk biofilm dengan menghasilkan gen virulen seperti gelE. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan gelE dan mengkaji korelasinya terhadap pembentukan biofilm pada isolat E. faecalis asal ayam. Sampel yang digunakan sebanyak 60 sampel arsip usap kloaka ayam. Isolasi dan identifikasi bakteri menggunakan media agar selektif diferensial KF Streptococcus. Konfirmasi molekuler menggunakan gen spesifik Efac untuk bakteri E. faecalis dan gen gelE untuk deteksi gen virulen gelatinase. Uji biofilm menggunakan teknik spektrofotometer pada densitas optik 630 nm. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji chi-square dengan nilai P < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri terhadap 60 sampel arsip asal ayam pedaging yang digunakan dalam studi sebanyak 21 isolat positif terkonfirmasi secara molekuler sebagai bakteri E. faecalis dan memiliki gen virulen gelE. Pada uji biofilm terdapat sebanyak 20 isolat (95,23%) positif kuat (OD630 > 0,130) dan 1 (4,76%) positif lemah (0,065 < OD630 ≤ 0,130) dengan nilai P < 0,05 atau memiliki korelasi secara statistik antara keberadaan gen gelE dengan pembentukan biofilm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gen virulen gelE telah ditemukan pada 21 isolat E. faecalis dan 95,23% mampu membentuk biofilm dengan intensitas positif kuat.
Kualitas Mikrobiologis Daging Ayam yang Dijual di Pasar Kota Dili, Timor Leste Manuel da Costa; Mirnawati Bachrum; Denny Widaya Lukman; Herwin Pisestyani; Etih Sudarnika
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.172-181

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu produk pangan asal hewan yang banyak dikonsumsi di Timor Leste. Salah satu aspek kualitas daging ayam yang harus diperhatikan adalah kualitas mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi umum penjualan daging ayam dan kualitas mikrobiologis daging ayam berdasarkan jumlah hitungan cawan (Total Plate Count/TPC) dan jumlah Enterobacteriaceae pada daging ayam lokal maupun impor yang dijual di Pasar Kota Dili, Timor Leste. Penelitian dilakukan pada 8 pasar dengan sampel sebanyak 150 yang terdiri dari 60 sampel daging ayam lokal dan 90 daging ayam impor. Metode TPC dan jumlah Enterobacteriaceae dilakukan berdasarkan SNI Nomor 2897 Tahun 2008 tentang Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur dan Susu, serta Hasil Olahannya. Menurut International Commission on Microbiological Specification for Foods (ICMSF) tentang Kriteria Mikrobiologi dalam Pangan jumlah maksimum nilai TPC dan jumlah Enterobacteriaceae setiap bahan makanan masing-masing adalah 7 log cfu/g dan <102 cfu/g (toleransi negara tertentu 102–104 cfu/g). Nilai rata-rata TPC dan jumlah Enterobacteriacea daging ayam yang beredar di Timor Leste berdasarkan penelitian ini masing-masing 4.78 ± 0.90 log cfu/g (3.05 × 105 ± 5.66 × 105 cfu/g) dan 3.34 ± 0.93 log cfu/g (2.86 × 104 ± 9.93 × 104 cfu/g). Kualitas mikrobiologi seluruh jenis daging ayam yang beredar di Timor Leste memenuhi standar yang ditetapkan oleh ICMSF berdasarkan nilai rata-rata TPC. Sementara itu, berdasarkan jumlah Enterobacteriaceae, hanya daging ayam lokal dan daging ayam impor dari Brazil memenuhi standar jumlah Enterobacteriaceae yang ditetapkan oleh ICMSF. Berdasarkan analisis statistik, maka kualitas mikrobiologis daging ayam yang dijual di Pasar Kota Dili, Timor Leste berdasarkan TPC dan jumlah Enterobacteriaceae dapat disimpulkan yang terbaik adalah daging ayam lokal dan daging ayam impor dari Brazil, sedangkan kualitas yang kurang baik adalah daging ayam lokal dan daging ayam impor dari Malaysia, dan impor dari Amerika. Tingginya TPC dan jumlah Enterobacteriaceae pada daging ayam yang dijual mengindikasikan bahwa praktik higiene sanitasi di pasar perlu diperbaiki.
Analisis Sebaran Kasus African Swine Fever pada Babi Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019–2020 Roza Azizah Primatika; Etih Sudarnika; Bambang Sumiarto; Chaerul Basri
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.164-171

Abstract

Wabah African Swine Fever (ASF) pertama di Indonesia terjadi pada tahun 2019 dan menyebar hingga tahun 2020 ke hampir seluruh kabupaten di Sumatera Utara. African Swine Fever dilaporkan menginfeksi babi domestik di peternakan. Kasus ASF dilaporkan oleh petugas veteriner melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional Indonesia (iSIKHNAS). Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kartografi untuk mengetahui sebaran arah dan pola kasus ASF tahun 2019–2020 di Provinsi Sumatera Utara. Analisis yang digunakan untuk mengetahui sebaran kasus ASF di Sumatera Utara tahun 2019-2020 adalah analisis kartografi yaitu standard deviational ellipse, sedangkan analisis pola kasus ASF menggunakan Moran’s Index. Sebaran kasus ASF tahun 2019 mengikuti arah barat laut-tenggara, sedangkan pada tahun 2020 mengikutiarah timur-barat. Pola kejadian kasus ASF tahun 2019 dibagi menjadi 4 kuadran, terdiri dari 34 kasus di kuadran pertama, tinggi tinggi (HH) dan 203 kasus di kuadran ketiga, rendah rendah (LL). Terdapat satu kasus di area hotspot dan 36 kasus di area coldspot. Pola kejadian kasus ASF tahun 2020 terdiri dari kuadran I tinggi tinggi (HH) sebanyak 81 kasus dan kuadran III rendah rendah (LL) sebanyak 173 kasus. Terdapat 10 kasus di area hotspot dan 55 kasus di area coldspot. Upaya pengendalian ASF dapat dilakukan di wilayah hotspot dan upaya pencegahan ASF dapat dilakukan di wilayah coldspot.
Evaluation of Curcumin Analog Supplementation in Diet for Hematological Response and Growth Performance of Red tilapia (Oreochromis niloticus) Meillisa Carlen Mainassy; Wasmen Manalu; Andriyanto; Agus Oman Sudrajat; Imanuel Berly Delvis Kapelle; Bambang Gunadi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.182-192

Abstract

Nilai hematologi dapat digunakan untuk mengevaluasi respon fisiologi pada ikan. Suplementasi bahan herbal ke dalam pakan merupakan salah satu cara meningkatkan produksi akuakultur melalui peningkatan kekebalan dan fungsi fisiologis yang berhubungan dengan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan suplementasi analog kurkumin terhadap nilai hematologi ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan. Sampel yang digunakan berupa induk nila betina dengan bobot badan 294,11±51,40 g. Pemeliharaan dilakukan selama 6 minggu pada jaring masing-masing berukuran 2x1x1m, dengan kepadatan 5 ekor/jaring. Pengambilan sampel darah sebanyak tiga kali, yaitu pada minggu ke-2,minggu ke-4, dan minggu ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian analog kurkumin memengaruhi respons hematologi dan kinerja pertumbuhan ikan nila merah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, suplementasi analog kurkumin 2,4 mg/100 g pakan adalah dosis yang terbaik untuk peningkatan kesehatan dan pertumbuhan ikan nila.

Page 1 of 2 | Total Record : 11