cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Efek Aplikasi Balsamum Peruvianum terhadap Persembuhan Luka Kastrasi Metode Terbuka Satu dan Dua Sayatan pada Anak Babi Gunanti Gunanti; Dwi Utari Rahmiati; Viyata Pratiwi Risky
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.2.127-133

Abstract

Tahapan pascaoperasi merupakan bagian penting dalam tindakan operasi. Persembuhan luka merupakan proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Balsamum peruvianum merupakan resin dari pohon Myroxylon balsamum dengan kandungan asam sinamat yang dapat merangsang proses persembuhan luka, sekaligus memiliki kandungan benzyl benzoate yang berfungsi sebagai antiseptik alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek aplikasi Balsamum peruvianum dalam persembuhan luka kastrasi dengan metode terbuka, satu dan dua sayatan pada anak babi. Hewan coba yang digunakan adalah anak babi yang telah dikastrasi berusia satu bulan dan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kastrasi satu sayatan dan dua sayatan masing-masing tiga ekor sampel. Anak babi masing-masing dibersihkan lukanya dua kali sehari selama dua minggu pascaoperasi dengan menggunakan kapas dan rivanol kemudian dioleskan Balsamum peruvianum menggunakan cotton bud. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan metode dinilai dengan skala 1 untuk sembuh sempurna dan 5 untuk luka basah. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan Aplikasi SPSS V.20 dan diuji menggunakan Independent Sample T Test dengan selang kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan waktu persembuhan yang nyata antara dua kelompok. Kelompok babi satu sayatan memiliki waktu persembuhan rata-rata lebih singkat.
Isolasi dan Identifikasi Aspergillus Sp. pada Kantung Hawa Puyuh (Cortunix Japonica) Mega Cempaka Putri; Erina Erina; Mahdi Abrar; M. Daud AK
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.2.134-142

Abstract

Aspergillosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus sp. yang dapat menyerang puyuh muda secara akut dan sebagai penyakit menahun pada puyuh dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Aspergillus sp. pada kantung hawa puyuh (Coturnix japonica). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 kantung hawa puyuh yang tidak produktif lagi (afkir) diambil secara acak. Isolasi dan identifikasi Aspergillus sp. dilakukan sesuai dengan menggunakan metode Thompson. Sampel dicuci dengan aquadest steril berisi antibiotic gentamicin selanjutnya ditanamkan pada media Sabouraud’s Dextrose Agar (SDA) kemudian diinkubasikan pada suhu kamar selama 3-7 hari. Pertumbuhan koloni Aspergillus sp. diamati morfologinya secara makroskopis dan mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Aspergillus sp. dapat diisolasi dan diidentifikasi pada 24 dari 35 sampel kantung hawa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 68,57% sampel yang diperiksa positif terinfeksi Aspergillus sp. dengan persentase masing-masing spesies Aspergillus fumigatus 40%, Aspergillus flavus 25,7%, dan Aspergillus niger 17,1%.
Pola Kasus Penyakit Viral pada Anjing di Rumah Sakit Prof. Soeparwi Tahun 2017-2019 Reza Wahyudi; Setyo Budhi; Widagdo Sri Nugroho
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.2.143-153

Abstract

Beberapa permasalahan pemilik anjing di Yogyakarta adalah tingginya kasus penyakit anjing khususnya penyakit virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kejadian penyakit virus pada pasien anjing di Rumah Sakit Hewan Prof Soeparwi (PSAH) tahun 2017 - 2019 berdasarkan musim. Penelitian ini menggunakan rekam medis pasien PSAH yang dikategorikan berdasarkan infeksi penyakit virus yang didiagnosis. Data penyakit dianalisis secara diskriptif berdasarkan kasus penyakit menurut etiologi dan musim. Kedua data tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel. Selama 3 tahun terakhir (2017-2019) sebanyak 210 penyakit infeksi virus yang didiagnosis pada pasien anjing di PSAH. Jumlah kasus meningkat dari 54 kasus (2017), 75 kasus (2018), dan 81 kasus (2019). Kasus tertinggi didiagnosis Canine Papillomavirus (105 kasus) kemudian disusul canine adenovirus (61 kasus), Canine Parvovirus (30 kasus), dan virus Canine Distemper (14 kasus). Berdasarkan musim, sebagian besar kasus menunjukkan jumlah kasus yang tinggi pada musim hujan kecuali Canine Distemper dengan jumlah kasus yang hampir sama pada setiap musim. Penyakit-penyakit tersebut juga menunjukkan pola yang sama setiap tahun. Penelitian ini menemukan jumlah kasus penyakit yang disebabkan oleh Canine Papillomavirus, Canine Adenovirus, dan Canine Parvovirus, lebih tinggi pada musim hujan dibandingkan musim kemarau. Sedangkan kasus canine distemper relatif sedikit dan memiliki pola yang sama di setiap musim. Temuan penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik anjing dan dokter hewan untuk mencegah penyakit viral tersebut.
Escherichia coli O157:H7 Resistan Antibiotik Pada Daging Kebab yang Dijual di Sekitar Kampus IPB Dramaga Bogor Devi Yanti Sari; Herwin Pisestyani; Denny Widaya Lukman
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.179-186

Abstract

Kebab merupakan salah satu makanan siap saji atau ready to eat (RTE) yang populer di seluruh dunia. Escherichia coli (E. coli) O157:H7 banyak dihubungkan dengan kejadian outbreak foodborne disease pada kebab. Kontaminasi E. coli O157:H7 resistan antibiotik pada kebab dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi E. coli O157:H7 resistan antibiotik yang diisolasi dari daging kebab yang dijual di sekitar Kampus IPB Dramaga Bogor. Total 43 sampel daging kebab diambil dari seluruh pedagang kebab di sekitar Kampus IPB Dramaga dalam radius 2 km dari batas terluar Kampus. Isolasi dan identifikasi E. coli mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2897:2008 dari Badan Standardisasi Nasional tentang Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur, dan Susu, serta Hasil Olahannya. Uji serotyping E. coli O157:H7 menggunakan uji Serologis. Uji resistansi E. coli O157:H7 mengacu pada standar Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) dan dilakukan terhadap 10 jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer disk diffusion. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan enam isolat positif E. coli O157:H7 (31.6%; 6/19) yang resistan terhadap ampisilin, amoksisilin-asam klavulanat, sefotaksim, gentamisin, siprofloksasin, enrofloksasin, kolistin sulfat dengan satu isolat termasuk multidrug resistant (MDR). Semua isolat E. coli O157:H7 masih sensitif terhadap trimethoprim-sulfametoksasol, oksitetrasiklin, dan kloramfenikol.
Evaluasi Tingkat Kejenuhan Ammonium Sulfat pada Pemurnian Gama Imunoglobulin anti-Aeromonas hydrophila Poliklonal untuk Uji Imunohistokimia Tanjung Penataseputro; Dewi Ratih Agungpriyono; Ekowati Handharyani; Bambang Widyo Prastowo
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.187-194

Abstract

Prinsip interaksi antigen-antibodi menyebabkan antibodi banyak diproduksi untuk dimanfaatkan dalam mendeteksi penyakit dengan uji immunoassay. Antibodi yang diperoleh dari serum darah kelinci biasanya masih tercampur oleh berbagai macam protein darah sehingga perlu dilakukan pemurnian. Pemurnian antibodi dari serum umumnya menggunakan ammonium sulfat (Suhito, 2016). Penelitian ini memvariasikan tingkat kejenuhan ammonium sulfat untuk memberikan informasi yang optimal dalam presipitasi gama imunoglobulin (IgG). Hasil penelitian ini menyimpulkan imunisasi ulang (boosting) sangat baik untuk dilakukan dalam pembuatan antibodi dan antibodi dapat dimurnikan secara optimum menggunakan ammonium sulfat dengan kejenuhan 35-42% untuk dilanjutkan proses dialisis. Antibodi yang dihasilkan mampu mendeteksi antigen dan toksin dari A. hydrophila dan dapat diaplikasikan pada uji imunohistokimia.
Sediaan topikal ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan l.) terhadap kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi Agus Purnomo; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Faisal Fikri
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.195-200

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi khasiat sediaan topikalekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) padakepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Sebanyak 20 ekor tikus albino jantan dibagi secara acak menjadi lima kelompokdengan masing-masing empat ulangan,yakni(K-) diberi basis salep, (K+) diberi povidone iodine 10%, (P1, P2, P3) diberi salep ekstrak kayu secang konsentrasi 6,5%, 15%, dan 30%. Luka insisi dilakukan sepanjang 1 cm pada daerah dorsal. Terapidiberikan pada luka sekali dalam sehari selama 14hari. Jaringan kulit dipreservasi dan diperiksa dengan pewarnaan rutin Hematoksilin Eosin (HE). Data didapat dengan cara skoring laludianalisisdengan uji Kruskal-Wallisdilanjutkan dengan uji Mann-Whitney(p<0,05).Hasil kepadatan kolagen padaP1 menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) denganK-, K+, P2, dan P3.Sementara itu tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara K-, K+, P2 dan P3. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kayu secang6,5% dapat meningkatkan rata-rata kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Kata kunci: kayu secang, kolagen, luka insisi
ULASAN SARANG BURUNG WALET SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Dede Sri Wahyuni
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.201-214

Abstract

Sarang burung walet (SBW) merupakan sarang yang berasal dari saliva beberapa spesies burung walet keluarga Apodidae, terutama spesies Aerodramus fuciphagus dan A. maximus. Indonesia merupakan negara penghasil SBW terbesar dengan menyumbang 85% dari pasar dunia. Sarang burung walet sejak lama telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Komponen utama dari SBW adalah glikoprotein, yang diyakini terlibat dalam jalur biologis yang beragam untuk meningkatkan kesehatan. Berbagai metode penelitian telah dilakukan untuk mengkarakterisasi peptida dan glikoprotein SBW sebagai bahan bioaktif makanan fungsional. Ulasan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi SBW sebagai produk makanan fungsional berdasarkan kandungan bahan bioaktif dan sifat fisikokimia yang dimilikinya. Sarang burung walet digunakan sebagai bahan makanan, baik dengan menyajikan dalam bentuk utama atau menggabungkan dengan bahan lain yang meningkatkan nilai tambah produk pangan seperti minuman siap saji, yoghurt, roti daging, es krim, mie dan cokelat. Potensi komponen bioaktif SBW sebagai pangan fungsional meliputi klaim penurunan risiko penyakit dan klaim fungsi lain. Klaim penurunan risiko penyakit antara lain anti inflamasi, aktifitas antivirus, meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan imunitas, efek neuroprotektif, dan mencegah penyakit diabetes. Klaim fungsi lain meliputi ploriferasi sel, aktifitas epidermal growth factor (EGF) dan anti penuaan, memperbaiki fungsi saluran pencernaan, peningkatan kekuatan tulang, meningkatkan fungsi saluran reproduksi, dan antioksidan.
Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021 Maria Natasya; Ridi Arif; Risa Tiuria; Didit Triatmojo; Aurilia Hemas Adytia Wardaningrum
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.215-222

Abstract

Anjing dan kucing merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Infeksi parasit cacing merupakan masalah yang umum pada hewan peliharaan namun data tentang prevalensi kejadian kecacingan di Indonesia masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kecacingan pada anjing dan kucing serta tindakan preventif untuk mencegah infeksi parasit cacing. Pengambilan data dilakukan dengan merekap rekam medik yang ada di klinik Smilevet Kelapa Gading pada Januari 2020 – Januari 2021. Seluruh data rekam medik di klinik Smilevet Kelapa Gading periode Januari 2020 – Januari 2021 berjumlah 2.259 yang terdiri atas 976 pasien anjing dan 1.283 pasien kucing. Total kasus kecacingan pada anjing dan kucing berjumlah 18 kasus. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Prevalensi kecacingan pada anjing dan kucing di klinik Smilevet Kelapa Gading pada Januari 2020 – Januari 2021 kurang dari 1%. Spesies cacing yang teridentifikasi pada pasien kucing adalah Toxocara cati. Faktor risiko kejadian kecacingan pada anjing dan kucing dipengaruhi oleh jenis kelamin, breed, dan umur. Antelmintika yang banyak digunakan memiliki zat aktif febantel, praziquantel, dan pirantel embonate. Pemberian antelmintika secara rutin menjadi tindakan preventif untuk mencegah kejadian kecacingan pada anjing dan kucing Kata kunci: anjing, antelmintik, helmithiasis, kucing, faktor risiko
Seroprevalence and detection of H5N1 avian influenza virus in local chickens in Tabanan Regency, Bali, Indonesia Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha; I Made Kardena; Kadek Karang Agustina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.223-229

Abstract

Aim: Avian Influenza (AI) is a zoonotic disease that causes death in poultry and humans. Monitoring the virus needs to be carried out continuously to prevent outbreaks of the disease. Seroprevalence and detection of H5N1 and H9N2 AI virus antigen were intended to monitor the presence of viruses in local chickens in Tabanan, a Regency of the Indonesian island Province of Bali. The research aims were to detect the presence of H5N1 AI virus, and to know the distribution of this virus in Tabanan Regency. Materials and Methods: Research located in six districts of Tabanan regency namely Baturiti, Penebel, Marga, Kediri, Tabanan, and Kerambitan. A total of 1,398 local chickens that never been vaccinated with AI were randomly sampled in this study. The samples collected were serum, cloacal and tracheal swabs. Serum samples were tested with hemagglutination inhibition (HI) assay. While samples of cloacal and tracheal swabs were isolated in 9-day-old germinated chicken eggs, followed by hemagglutination assay and RT-PCR test using H5N1 and H9N2 primers. Results: AI seroprevalence in local chickens in Tabanan Regency was 1% with the distribution in each district as follows; Penebel 1.6%, Kerambitan 1.2%, Marga 1%, while Tabanan, Kediri, and Baturiti 0.7% each. H5N1 AI virus was detected in 11 samples, i.e. five in Marga district and three in Penebel district, two in Kediri, and one in Tabanan, while the H9N2 AI virus was not detected. Conclusion: These results indicate that H5N1 AI virus may still circulate in local chickens in Tabanan Regency, Bali.
Isolasi dan Identifikasi Salmonella spp. pada Kloaka Kura-Kura Ambon (Cuora amboinensis) Fia Rahmatul Khair; Erina Erina; Sugito Sugito; M. Daud AK
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.163-172

Abstract

Salmonellosis merupakan penyakit enterik yang disebabkan oleh berbagai jenis spesies Salmonella spp . Penelitian inibertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi spesies Salmonella spp pada kloaka kura-kura ambon (Cuoraamboinensis). Koleksi sampel dilakukan pada lima belas ekor kura-kura ambon yang berada di kota Banda Aceh dansebagian Aceh Besar. Penelitian ini merupakan observasi lapangan dan eksperimental laboratorium berdasarkanmetode Carter. Swab kloaka kura-kura ambon ditanam dalam media Selenite Cystine Broth (SCB) dan diinkubasikanselama 24 jam suhu 37⁰C, jika terjadi perubahan warna menjadi orange dilanjutkan penanaman pada media SalmonellaShigella Agar (SSA). Koloni yang menunjukkan karakteristik Salmonella sp diamati warna, elevasi, ukuran, dan tepisecara makroskopik. Pewarnaan Gram dilakukan untuk pengamatan secara mikroskopis dan pengelompokan bakteri.Proses identifikasi Salmonella spp dilakukan dengan penanaman dalam media Indol, Methyl Red, Voges Proskauer,Sulfide Indole Motility (SIM), Simmons Citrate Agar (SCA), Triple Sugar Iron Agar (TSIA), uji biokimia (glukosa, sukrosa,laktosa, manitol, dan arabinosa). Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dangambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada lima belas sampel swab kloaka kura-kura ambon (100%) positifSalmonella yang terdiri atas Salmonella bongori, Salmonella arizonae, Salmonella diarizonae, dan Salmonella indica.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Salmonella bongori, Salmonella arizonae, Salmonella diarizonae, danSalmonella indica dapat diisolasi dari kloaka kura-kura ambon