Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sediaan topikal ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan l.) terhadap kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi Agus Purnomo; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Faisal Fikri
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.195-200

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi khasiat sediaan topikalekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) padakepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Sebanyak 20 ekor tikus albino jantan dibagi secara acak menjadi lima kelompokdengan masing-masing empat ulangan,yakni(K-) diberi basis salep, (K+) diberi povidone iodine 10%, (P1, P2, P3) diberi salep ekstrak kayu secang konsentrasi 6,5%, 15%, dan 30%. Luka insisi dilakukan sepanjang 1 cm pada daerah dorsal. Terapidiberikan pada luka sekali dalam sehari selama 14hari. Jaringan kulit dipreservasi dan diperiksa dengan pewarnaan rutin Hematoksilin Eosin (HE). Data didapat dengan cara skoring laludianalisisdengan uji Kruskal-Wallisdilanjutkan dengan uji Mann-Whitney(p<0,05).Hasil kepadatan kolagen padaP1 menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) denganK-, K+, P2, dan P3.Sementara itu tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara K-, K+, P2 dan P3. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kayu secang6,5% dapat meningkatkan rata-rata kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Kata kunci: kayu secang, kolagen, luka insisi
Rekayasa Konsentrat Bekatul dengan Tepung Jantung Pisang Dapat Meningkatkan Berat Badan dan Menurunkan Kadar Kolesterol Kambing Dina Deviana; Nur Prabowo Dwi Cahyo; Dwi Retna Kumalaningrum; Widya Ayu Kusuma; Fahlevi Lailiyah; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Sain Veteriner Vol 36, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.43 KB) | DOI: 10.22146/jsv.26492

Abstract

Tujuan: tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol pada kambing. Metode Penelitian: metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pemberian feed additive pakan konsentrat bekatul dengan tepung jantung pisang menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 4 pengulangan, jumlah hewan coba yaitu kambing 20 ekor. Kambing yang kita gunakan berjenis kelamin jantan dengan umur 1,5 tahun. Pengumpulan data diambil dari peningkatan berat badan dan kadar kolesterol kambing. Hasil: pemberian feed additive konsentrat bekatul dengan tepung jantung pisang dapat meningkatkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol pada kambing. Nilai keberhasilan dengan skala P<0.05, menunjukan adanya perbedaan nyata pada tiap perlakuan yang dilakukan. Perlakuan terbaik yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pada P2 dengan kenaikan berat badan 2,95 ons/hari dan kadar kolesterol dalam dua minggu turun sebanyak 87,75. Kesimpulan: pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada tiap perlakuan memiliki perbedaan nyata untuk kenaikan berat badan dan penurunan kadar kolesterol kambing. Dapat disimpulkan juga bahwa penambahan pakan konsentrat bekatul dan tepung jantung pisang dapat meningkatkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol pada kambing.
Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella spp pada Karkas Sapi di Rumah Potong Hewan di Banyuwangi dan Resistensi Terhadap Antibiotika Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Amung Logam Saputro; Iwan Sahrial Hamid
Jurnal Sain Veteriner Vol 36, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8447.455 KB) | DOI: 10.22146/jsv.38439

Abstract

Food borne disease can be transmitted through Escherichia coli and Salmonella spp contamination. The contamination of microorganisms with high pathogenic potentials on bovine carcasses results in food borne illness. The aim of this study was to identify multidrug-resistance of Escherichia coli and Salmonella spp on carcass samples that isolated from slaughter house in Banyuwangi. Samples were collected from district of Banyuwangi, Rogojampi, Genteng and Kalibaru. This study used cross sectional study with assumption of prevalence at 50% in each contaminant, confidence level 95% and standart of error at 10%. By the number of samples should reach 96 samples. The result showed that seven samples (7,3%) were positive Escherichia coli and none samples (0%) were positive Salmonella spp. The multidrug-resistance of Escherichia coli showed that Cephalotin (42,9%), Trimethoprim (14,3%) and Erythromycin (42,9%) whereas Ampicillin, Enrofloxacin, Chloramphenicol and Tetracycline were sensitive against Escherichia coli.
Electrical stunning sebelum penyembelihan dapat menurunkan Serum Superoxide Dismutase Babi Landrace Crossbred Shabrina Fauzia Prayoga; Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Sain Veteriner Vol 38, No 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.53464

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi enzim Superoxide Dismutase (SOD) pada serum babi Landrace Crossbred yang mendapat electrical stunning dan tanpa electrical stunning sebelum penyembelihan. Sebanyak 18 ekor babi Landrace Crossbred jantan dewasa kebiri dan bobot 115±20 kg dibagi menjadi dua perlakuan, yakni electrical stunning dan tanpa electrical stunning dengan pengujian serum pada pre dan post perlakuan. Sebanyak 3 ml sampel darah diambil dan diuji kadar SOD dengan StressXpress® kit. Pembacaan kadar SOD diuji normalitas dengan Shapiro-Wilk Test, diilanjutkan uji Univariate Linear Model untuk membandingkan kadar SOD antara electrical stunning dan tanpa electrical stunning pada fase pre dan post perlakuan. Hasil Shapiro-Wilk Test dengan diagram Q-Q plot menunjukkan pola distribusi normal pada semua perlakuan. Kelompok electrical stunning menunjukkan penurunan signifikan SOD. Kadar SOD yang rendah tampak signifikan juga pada pre perlakuan dibandingkan dengan post perlakuan. Dapat disimpulkan terdapat penurunan signifikan SOD pada serum babi Landrace Crossbred yang mendapat electrical stunning sebelum penyembelihan.
Penyuluhan Memanfaatkan Kombinasi Probiotik dan Empon-Empon sebagai Imunostimulan Selama Pandemi Covid-19 Iwan Sahrial Hamid; Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.282-290

Abstract

Penyebaran pandemi virus corona dari penyakit COVID-19 kian masif. Hingga kini, kasus terkonfirmasi di Indonesia sudah melebihi angka 100.000, dengan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 8.9%. Selain itu, terdapat 50 dari 100 kabupaten/kota yang memiliki risiko penyebaran tertinggi dengan 49 persen. Beberapa di antara 50 kabupaten/kota itu berada di Pulau Jawa. Empon-empon bukan hanya berfungsi untuk mengobati penyakit. Namun empon-empon juga berfungsi untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Di tengah maraknya wabah corona, kita perlu untuk menjaga daya tahan tubuh. Empon-empon biasa terdapat kunyit, jahe, lengkuas, temulawak, kencur, dan lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran civitas akademika Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan penyuluhan, praktik mandiri, dan pembagian probiotik kombinasi empon-empon. Hasil yang didapatkan dari evaluasi pre dan post test terdapat peningkatan afektif dari 20% menjadi 60%, kognitif dari 28% menjadi 75%, dan psikomotor dari 8% menjadi 80%.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI POTONG MENGGUNAKAN PROBIOTIK UNTUK RUMINANSIA DI DESA WONGSOREJO DAN GOMBENGSARI KECAMATAN WONGSOREJO, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Iwan Sahrial Hamid; Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.426-431

Abstract

AbstractThe Banyuwangi Regency Government, through the Livestock Service Office, is very active in improving the community's economic level through the livestock sector. It is proven through a variety of dynamic population numbers in 2014 namely, 108,139 beef cattle. For this reason, it is necessary to get broad attention in terms of increasing the productivity of livestock. The success of increasing livestock productivity is determined by the factors of seed, feed, and management, while the largest component, which is 70%, comes from the feed factor. So far, it is rarely known that forage feed or additional feed in the form of tofu dregs or concentrate, is not completely digested in the small intestine but only about 60-70%, while the rest is excreted through feces and urine. For this reason, it is necessary to provide feed supplementation in the form of probiotics for ruminants containing several non-pathogenic microorganisms (bacteria) that can help increase feed digestibility. Probiotics can be defined as food supplements containing live microbes that have a beneficial effect on animals as their host through improving the balance of microflora in the digestive tract. Community service activities that have been carried out include the provision of probiotics for ruminants which are given directly to farmers by visiting the location of the beef cattle pen. The community service program is carried out for 5 months including counseling, training, evaluation, and cadre development. It can be concluded that there is an increase in cognitive, affective, psychomotor and substance aspects in the partner community.Keywords: beef cattle; Wongsorejo; Gombengsari; Banyuwangi AbstrakPemerintah Kabupaten Banyuwangi, melalui Dinas Peternakan sangat gencar dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan. Terbukti melalui beragam jumlah populasi dinamis pada tahun 2014 yakni, sapi potong 108.139 ekor. Untuk itu perlu mendapat perhatian yang luas dalam hal peningkatan  produktivitas hewan ternak. Keberhasilan peningkatan  produktivitas peternakan ditentukan oleh faktor bibit, pakan dan pengelolaan, sedangkan komponen terbesar yaitu sebesar 70 % berasal dari faktor pakan. Selama ini jarang diketahui  bahwa pakan hijauan maupun pakan tambahan berupa ampas tahu atau konsentrat, tidak seluruhnya dicerna dalam usus halus melainkan hanya sekitar 60-70 %,sedangkan yang sisanya dibuang lewat feses dan urine. Untuk itu  perlu dilakukan pemberian suplementasi pakan berupa pro biotik untuk Ruminan yang mengandung beberapa mikroorganisme (bakteri) non patogen yang mampu membantu peningkatan kecernaan pakan. Probiotik dapat didefinisikan sebagai suplemen makanan yang mengandung mikrobial hidup menimbulkan efek menguntungkan hewan sebagai induk semangnya melalui peningkatan  keseimbangan mikroflora di dalam saluran pencernaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan meliputi pemberian probiotik untuk ruminan yang diberikan secara langsung kepada peternak dengan mendatangi lokasi kandang sapi pedaging. Program pengabdian masyarakat dilakukan selama 5 bulan meliputi penyuluhan, pelatihan, evaluasi, dan pembinaan kader. Dapat disimpulkan terdapat peningkatan aspek kognitif, afektif, psikomotor dan substansi pada masyarakat mitra.Kata kunci: sapi potong; Wongsorejo; Gombengsari; Banyuwangi
Molecular Identification of Pathogenic Leptospirosis with Zoonotic Potential in Urban Rats (Rattus Rattus) in Banyuwangi District Maya Nurwartanti Yunita; Bodhi Agustono; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Bantara Journal of Animal Science Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v2i1.639

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease that occurs globally. Leptospires are transmitted through the urine of infected mice, through injured skin or mucosal invasion. Infection can occur through direct contact or through contact with contaminated water or soil. This qualitative research uses a combination of epidemiological studies with a case study approach. Rat urine metabolism samples will be tested by testing the base pair chain through the Polymerase Chain Reaction method for leptospirosis. Electrophoresis results showed 5% percent of positive samples with 330 bp. The conclusion of this study, the molecular identification of leptospirosis from rat urine using the Polymerase Chain Reaction technique are found positive results so prevention is needed to control the distribution of pathogenic leptospirosis bacteria. Urban rats (Rattus rattus) in leptospirosis transmission are considered as the most important leptospira reservoir, because high population densities of this species can cause an increase in the spread of leptospirosis. Keywords: Banyuwangi, Leptospirosis, Urban rats, Zoonosis
Peningkatan Bobot Badan, Konsumsi dan Konversi Pakan dengan Pengaturan Komposisi Seksing Ayam Broiler Jantan dan Betina Nadiya Listyasari; Soeharsono; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.275-280

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaturan seksing komposisi jantan dan betina pada ayam broiler masa rearing pada variabel pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi pakan. Sebanyak 40 ekor ayam broiler digunakan dalam penelitian dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan masing-masing 8 ulangan komposisi jantan:betina, yakni (P1) 8:0, (P2) 2:6, (P3) 4:4, (P4) 6:2, dan (P5) 0:8. Semua kelompok perlakuan dipelihara selama masa rearing hingga usia panen 35 hari. Pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan dihitung harian dengan timbangan analitik dilanjutkan perhitungan konversi pakan. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan ANOVA univariate dan dilanjutkan dengan uji post-hoc Duncan (p<0,05). Hasil mengungkap konsumsi pakan (0,041) dan konversi pakan (0,041) pada kelompok P1 dan P4 meningkat signifikan dibandingkan kelompok P2, P3, dan P5. Sementara itu, pertambahan bobot minggu ke 5-6 pada kelompok P1, P3, dan P4 terungkap meningkat signifikan dibandingkan kelompok P2 dan P5. Kesimpulannya, perbandingan jantan:betina (8:0) dan (6:2) menunjukkan performa yang signifikan pada aspek pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi pakan.
OPTIMALIZATION OF SEA TURTULE AND COASTAL VEGETATION CONSERVATION THROUGH EMPOWERMENT IN SANTEN ISLAND TOURISM AWARE GROUP, BANYUWANGI REGENCY, EAST JAVA Aditya Yudhana; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Hapsari Kenconojati; Ratih Novita Praja; Citra Kurnia Putri; Audina Putri Geraldine; Fransiska Okta Zania; Ichi Arum Galerani; Aliyyah Revinda Bima Putri
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v7i2.2023.275-283

Abstract

The potential of Pulau Santen, which has been known as a tourism beach, is increasingly visible with the large amount of infrastructure and tourism built by the local government. This was done as an effort to promote Pulau Santen as one of the best natural tourism centers in Banyuwangi. The community in Pulau Santen must be prepared as a group that is aware of the potential of their village and the sustainability of its natural tourism. Pulau Santen is also categorized as a location which every year frequently used for sea turtle nests that land on the Banyuwangi coastal areas. This is actually very contrary to the natural habits of sea turtles which prefer to make nests in quiet places without any disturbance from sound, light, and humans. Because the place used as a natural nest is a busy tourist spot, local residents must also be given insight regarding the protection of sea turtles that land on the coast of Pulau Santen as one of the wild animals protected by the Conservation Law in Indonesia. The purpose of this activity is to strengthen the awareness of Pulau Santen tourism awareness groups regarding the important role of communities around the coast to participate in wildlife conservation and their ecosystems. Through the community service activities that have been carried out, the sustainability of the program is needed so that a model of a conservation education tourist spot is formed that has the potential to improve the economy of the surrounding communities and the conservation of biodiversity in the area.
The Potentials of Robusta Coffee Seed Extract as Antioxidant on Kidney Histopathology in Mice Exposed to Monosodium Glutamate: Potensi Pemberian Ekstrak Biji Kopi Robusta sebagai Antioksidan Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Mencit yang Dipapar Monosodium Glutamat Wisudawati, Feby Dwi; Hidajati, Nove; Fikri, Faisal; Santoso, Kuncoro Puguh; Saputro, Amung Logam; Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad
Veterinary Biomedical and Clinical Journal Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.VetBioClinJ.2023.005.01.3

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential of administration robusta coffee extract as an antioxidant on the renal histopathology in mice exposed to monosodium glutamate (MSG) orally. This study used 20 adult male rats with Balb C strain divided into 5 experimental groups, namely K + (MSG 0.12 mg / head and Vitamin C 6 mg/mice), K- (MSG 0.12 mg/mice and Sodium carboxymethyl cellulose (CMC Na) 0,1 ml/mice), P1 (MSG 0.12 mg/mice and Robusta coffee extract 0.1 mg/mice), P2 (MSG 0.12 mg/mice and Robusta coffee extract 0.2 mg/mice), and P3 (MSG 0.12 mg/mice and 0.4 mg Robusta coffee extract mg/mice). The experimental group was treated every day at intervals between MSG and Vitamin C, CMC Na, and Robusta coffee extract for 60 min, the treatment was carried out for 42 days. Kidney histopathology scores were analyzed using the Saphiro-Wilk and Levene test to evaluate homogeneity, followed by the Kruskal Wallis test. The results of the Saphiro Wilk and Levene statistical analysis obtained p<0.05, thus the data continued with the Kruskal Wallis test scores of kidney cell damage obtained 0.043 which showed that the data were significant. The mean score of kidney cell damage in the treatment groups was K+ 1.60; K- 1.63; P1 1.70; P2 1.63; and P3 1.73. The conclusion is that Robusta coffee bean extract did not show a decrease in kidney cell damage that was different between treatment groups. Further research is needed to find out about the effect of different dosages of Robusta Coffee Extract to different organs