cover
Contact Name
Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh
Contact Email
krisyuan@unwaha.ac.id
Phone
+6285851233341
Journal Mail Official
lppm@unwaha.ac.id
Editorial Address
Jl. Garuda No.9 Tambakberas Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27747964     DOI : -
JUMAT KEAGAMAAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT adalah Jurnal ilmiah yang mewadahi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat bidang keagamaan yang diterbitkan oleh Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Jurnal ini akan mempublikasikan kegiatan pengabdian pada masyarakat terbaru dan orisinil dari hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang keagamaan maupun pendidikan islam.
Articles 215 Documents
Meningkatkan Pemahaman Thaharah melalui seminar Fathul Qorib Guru-Wali Madrasah Desa Ngampel: Pendekatan Sosiopsikologis athok miftachuddin, achmad agus; Lilawati, Emi; Rosyada, Elfa Diana; Ilyas, Hafidz
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.5662

Abstract

Desa Ngampel di Jawa Timur mayoritas dihuni oleh penduduk beragama Islam, yang tercermin dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Namun, tantangan muncul dalam pemahaman konsep kesucian, khususnya terkait tata cara bersuci yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pemahaman guru dan wali murid di sebuah madrasah setingkat sekolah dasar di Desa Ngampel mengenai konsep najis, jenis-jenis najis, dan tata cara penyuciannya sesuai ajaran fiqih Fathul Qarib. Program ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang bersuci yang menjadi syarat penting dalam ibadah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan sosiologis dan psikologis diterapkan guna memahami kebutuhan masyarakat melalui observasi langsung terhadap kondisi desa dan aktivitas sehari-hari warga, diikuti dengan seminar edukasi yang membahas materi fiqih tentang kesucian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tata cara bersuci yang benar, sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik sesuai ajaran agama. Seminar ini juga berhasil menciptakan interaksi aktif antara narasumber dan peserta, yang mendukung penyampaian materi secara efektif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Ngampel.
Pendampingan Optimalisasi Teknik Tahsin Dalam Membaca Al-Qur’an Dengan Menggunakan Metode Yanbu’a di TPQ Hiyatullah Pule Ngimbang Waqfin, Mohammad Saat Ibnu; Wahyudi, Wahyudi; Nisa', Khoirun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i1.5681

Abstract

Salah satu metode pembelajaran membaca dan menghafal al-Qur’an adalah metode Yanbu’a. Suatu metode pembelajaran membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an yang disusun sistematis terdiri 7 jilid, cara membacanya tepat, benar dan tidak putus-putus, sesuai dengan makhorijul huruf dan ilmu tajwid. Metode Yanbu’ adalah suatu tidak putus-putus metode baca tulis dan menghafalkan al-qur’an untuk membacanya santri tidak boleh mengeja membaca langsung dengan cepat, tepat, lancar dan tidak putus-putus disesuaikan dengan kaidah makhorijul huruf. Terdapatnya tanda-tanda khusus sebagai tanda pelajaran inti. Misalnya pelajaran pokok ditandai dengan lingkaran hitam kecil pada halaman bagian bawah (footnote). Terdapat materi tulis Arab Jawa Pegon, menjadi pelatihan pengenalan sisi lokalitas. Metode Yanbu’a sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan berupa materi yang tersusun secara sistematis sebagai pengantar dalam pembelajaran Al-Qur’an. Memberikan tercapainya tujuan yang digapai yaitu membiasakan terlatihnya kefasihan mulai usia anak-anak. Cara tersebut dikenal dengan tajwidul Al-Qur’an dengan penyampaian beberapa sistem yang bertujuan memudahkan siswa baik secara musyafahah (guru membaca terlebih dahulu kemudian siswa menirukan), ardul qiraah (siswa membaca di depan guru sedangkan guru menyimak dengan baik), dan pengulangan. Hasil dari pendampingan ini siswa didik di TPQ Hidayatullah Pule Ngimbang diharpakan agar mampu dan baik dalam pelafalan dan baik dalam membaca Al-Qur’an
Motivasi Spiritual Pada Kegiatan Kultum Ramadhan di Masjid dan Musholla Perkotaan Studi Partisipasi Riset di Masjid dan Musholla Surabaya Alaika Muhammad, Alaika M. Bagus Kurnia PS
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i1.5906

Abstract

Community service activities related to spiritual motivation for urban congregations are motivated by how their lives are in the midst of their busy work activities. So this activity aims to restore the dignity of places of worship such as mosques and prayer rooms as primary places of worship for urban communities. This method uses participatory action research, namely researchers as well as the main actors in carrying out spiritual motivation activities. The locus of this activity is in mosques and prayer rooms, private institutions, to universities and one state junior high school in Surabaya. The results of this activity, the community became more active in carrying out congregational prayers, the initiative to hold a taklim assembly in mosques and prayer rooms also came from the community, not from the administrators of mosques and prayer rooms, until religious life was felt by the community after the month of Ramadan
Ideologi Trans-Nasionalisme Sebagai Gerakan: Hizbut Tahrir Indonesia Halimi, Dwiki Nur; Yusufa, Uun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.6079

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu gerakan organisasi transnasional dengan berlandaskan pada ideologi pan-Islamisme yang bertujuan untuk dapat mewujudkan negara khilafah sehingga dapat menerapkan segala hukum dalam suatu negara berdasarkan ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia sehingga dapat memahami ideologi pemikirannya dan mendeskripsikan mobilitas atau pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia diawali dengan kehadiran Abdul Rahman al-Baghdadi sebagai anggota Hizbut Tahrir dari Yordania yang berdakwah dengan pendekatan ideologis dan intelektual dalam menyebarkan islam pada tahun 1983. Kedua, ideologi pemikiran Hizbut Tahrir Indonesia yakni berdasarkan konsep dasar, prespektif ideologis, landasan hukum serta metode perjuangan thariqah secara menyeluruh berdasarkan ajaran islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama dan Al-Hadist sebagai sumber hukum kedua yang ditopang oleh yakni ijma’ sahabat dan qiyas dalam urusan pribadi, kelompok bahkan bernegara. Ketiga, mobilitas Hizbut Tahrir Indonesia bergerak dalam ruang lingkup demonstrasi terbuka, pelaksanaan seminar dan forum diskusi, penyebaran gagasan melalui media sosial, melakkan pendekatan kepada berbagai tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi dakwah dan perluasan pengaruh ideologis mereka
Revitalisasi Pramuka Berbasis Nilai Islami Melalui Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) di MI Ma’arif Sraten Kabupaten Semarang Tahun 2025 Pamula, Alma Azrel; Lestari, Ulfa Dwi; Tsary, Maritza Verda; Nabila, Rita; Najwa, Shobri Zahfatun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.6173

Abstract

Since 2011, scouting activities at MI Ma'arif Sraten in Semarang Regency have not been conducted regularly. Activities only appeared during the Pesta Siaga competition for selected students, and during the COVID-19 pandemic they stopped completely. Consequently, students lost a platform to develop discipline, leadership, teamwork, and independence. This program aimed to: (1) revive scouting activities at MI Ma’arif Sraten, (2) equip students in grades 4–6 with basic scouting skills, and (3) integrate Islamic values into scouting. The method was implemented through a Friday–Saturday Camp (Perjusa) on August 8–9, 2025, involving 50 students guided by nine teachers. Activities emphasized hands-on practice, including tent setup, ceremony drills, marching, code breaking, cheers, wide games, and a campfire. All sessions were combined with Islamic practices such as congregational prayers, memorization of short suras, and time management discipline. The results showed high enthusiasm; students who previously lacked experience were able to acquire and practice basic scouting skills effectively. Thus, Perjusa proved effective as a means of revitalizing scouting with Islamic values and served as a medium for character building in discipline, independence, religiosity, and social responsibility.
Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah: Implementasi Pengabdian Masyarakat Mahasiswa melalui Seminar Parenting di MI Almaarif 11 Gunungrejo Fidlya, Atyatul; Guritno, Lugie Isma
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.5811

Abstract

Banyak orang tua yang kurang menyadari peran penting mereka dalam memperkuat pendidikan yang anak terima di madrasah, sehingga terjadi kesenjangan dalam komunikasi dan koordinasi antara kedua pihak. Dalam upaya menjembatani kesenjangan tersebut, berbagai strategi penguatan peran orang tua dalam pendidikan anak perlu dikembangkan, salah satunya melalui seminar parenting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar parenting sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa dan menelaah bagaimana sinergi antara pendidikan madrasah dan rumah dapat ditingkatkan melalui kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrument penelitian berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. kegiatan ini berhasil membuka ruang dialog yang konstruktif antara guru dan wali murid. Materi yang disampaikan memantik kesadaran orang tua akan pentingnya keterlibatan aktif dalam pendidikan anak, khususnya dalam aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai akhlak. Partisipasi aktif para wali murid, tanggapan positif dari pihak madrasah, serta suasana seminar yang berjalan interaktif menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Peningkatan Pemahaman Etika Berumah Tangga melalui Kajian Islami pada Masyarakat Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan Sa'adah, Lailatus; Taqiyuddin, Ahmad; Alkartadi, Amsi; Hasan, Mufarrihatul; Zulfa Mazadha, Aisyah; Khusniyah, Usfatun; Nur Azizah , Atiqoh
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.6281

Abstract

In Balongwono Village, emerging household problems are inextricably linked to the influence of modernization, economic activity, and the rampant, unwise use of social media. Although the Balongwono community is known to be quite religious, ethical household values have not yet been fully internalized in daily life. Given this situation, Islamic studies on household ethics are essential in Balongwono Village. The potential for success of this program is quite high, given the community's high enthusiasm for attending religious studies, supported by the presence of respected religious figures, adequate worship facilities, and a strong tradition of mutual cooperation. Implementation methods include thematic studies with resource persons, interactive discussions, and the use of learning media in the form of easy-to-understand pocket books. Program evaluation is carried out through pretests and posttests. The results showed a significant increase from an average pretest score of 73.11 to 94.44 in the posttest, with all participants classified as capable. This success demonstrates not only the effectiveness of the method but also the community's enthusiasm for participating. This program has made a positive contribution by increasing understanding of Islamic household ethics and is expected to continue through regular village religious study activities.
Rekonstruksi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Berbasis Media Interaktif di TPQ Desa Plemahan Jombang Anandita, Septian Ragil; M. Bagus Kurnia PS, Alaika; Iqbal Nashrullah, Muhamad; Baharuddin, Mohammad; Yukha Dalhari, Ahmad; Musbichin, Musbichin; Elfira Zulfa, Afwa; Nur Fadilla, Amalia
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.6336

Abstract

The learning of Qur’an reading and writing at Babussalam Qur’anic Learning Center and Darus Surur Qur’anic Learning Center in Plemahan Village, Sumobito District, Jombang Regency faced challenges in the form of low student comprehension of tajwid rules and limited use of teaching media by teachers. These conditions affected the quality of Qur’anic recitation and reduced student motivation. This community service program aimed to improve students’ ability to read the Qur’an according to tajwid, provide innovative learning media, and empower teachers in managing the teaching process. The program was conducted through a participatory approach using the Participatory Action Research method, involving students, teachers, and institutional leaders. The stages of the program included problem identification, joint planning with partners, development of learning media in the form of a spiral poster of tajwid, implementation of learning activities using the media, and evaluation through pre-tests, post-tests, and satisfaction questionnaires. The results showed a significant improvement in students’ abilities, with the percentage of students able to read according to tajwid increasing from 35 percent before the program to 78 percent after the activities. Students also demonstrated higher enthusiasm in learning, while teachers gained new experiences in applying interactive teaching media. This program proved that a simple innovation can create substantial improvements in Qur’anic education in rural communities. It also fostered greater awareness of the importance of Qur’anic literacy from an early age and has the potential to be replicated in other Islamic educational institutions with similar conditions.
Penguatan Pemahaman Jamaah terhadap Gerhana Bulan di Masjid Salman Al Farisi Surabaya Ilham Darmawan; Firman; Wahyuni Suryaningtyas; Syarifuddin; Husnul Khatimah Syahruddin
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.6405

Abstract

Fenomena gerhana bulan merupakan peristiwa alam yang langka dan memegang makna religius serta sosial yang mendalam dalam kehidupan umat Islam. Namun, pemahaman jamaah terhadap makna gerhana seringkali terbatas pada aspek ritual formal tanpa keterkaitan dengan nilai sosial yang lebih luas. Pengabdian masyarakat ini difokuskan untuk memperkuat kesadaran jamaah Masjid Salman Al Farisi Surabaya terhadap makna religius dan sosial gerhana bulan melalui pendekatan partisipatif dan dokumentasi pelaksanaan salat gerhana. Pendekatan ini meliputi observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, dan wawancara singkat dengan pengurus serta jamaah pada pelaksanaan salat gerhana tanggal 8 September 2025. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme tinggi dari jamaah, transformasi pemahaman dari tradisi mitos ke praktik sunnah, serta penguatan ukhuwah dan solidaritas sosial antarjamaah. Selain itu, keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata memperkuat aspek edukasi dan dokumentasi kegiatan. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa fenomena gerhana bulan dapat menjadi momentum strategis untuk menguatkan iman dan solidaritas komunitas masjid, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan sosial di lingkungan masjid.
Membangun Harmoni Pluralis: Implementasi Moderasi Beragama melalui Participatori Action Research Ifah Rofiqoh; Wening, Nur
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.6500

Abstract

Moderasi beragama menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang pluralis dan majemuk. Moderasi beragama adalah pendekatan yang menekankan pentingnya sikap tengah dalam beragama, yaitu tidak berlebihan dan tidak mengabaikan. Moderasi beragama juga mengedepankan toleransi, pengertian, dan penghargaan terhadap perbedaan agama dan budaya. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman dan sikap peserta terhadap nilai-nilai toleran dan harmonis secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan menggunakan Participatory Action Research (PAR). Langkah awal yang dilakukan pengabdi adalah observasi dan wawancara. Selanjutnya melakukan workshop serta pendampingan, terakhir melakukan evaluasi. Hasil evaluasi menujukkan bahwa para peserta berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan, saat diskusi kelompok juga mendapatkan umpan balik, pada akhir kegiatan ada peningkatan pemahaman dan sikap mereka terhadap nilai-nilai moderasi beragama. Dengan mengedepankan sikap toleran, menjauhi ekstremisme, dan mempromosikan dialog antaragama dan budaya, diharapkan tercipta masyarakat yang damai dan harmonis. Implementasi moderasi beragama harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kajian, pendidikan keluarga, kegiatan sosial dan budaya, serta pemanfaatan media